Anda di halaman 1dari 2

11 TIPS MEMPERBANYAK ANAKAN

PADI PRODUKTIF

Kali ini EASTJAVACRUISER memberikan sedikit pengalaman kepada pembaca semua


bagaimana caranya untuk memperbanyak anakan produktif tanaman padi. Informasi ini
kami peroleh dari berbagai sumber dan pengalaman dilapangan
1. Lakukan perlakuan benih untuk melindungi benih sejak dari awal penyebaran. Perlakuan
benih dapat menerapkan aplikasi CRUISER dengan konsentrasi 4 ml per 1 Kg benih (bisa
juga 1 sachet untuk 5 Kg Benih). Selain untuk melindungi benih padi sejak usia 0-15 hari
setelah sebar CRUISER juga berperan membentuk pondasi tanaman padi yang kuat, dan
dapat dilihat dari jumlah akar putih yang lebih lebat dan panjang, batang yang kokoh dan
terlindungi dari hama pengganggu seperti belalang, kaper, cuyu, orong orong, wereng
hijau.
2. Tanamlah bibit padi muda. Menurut informasi yang kami peroleh semakin muda umur
bibit padi akan semakin potensi memproduksi anakan yang lebih banyak. Umur terbaik
untuk tanam padi adalah antara 10 18 hss (hari setelah sebar)
3. Aplikasi pupuk Phospat seperti SP36 seawal mungkin (kalau perlu sehari atau 2 hari
sebelum tanam). Pupuk SP36 membutuhkan waktu yang agak lama untuk bisa terserap
oleh akar tanaman, oleh karena itu pemberian SP36 harus seawal mungkin. Salah satu
fungsi unsur P yang terkandung dalam SP36 adalah merangsang pembentukan akar, oleh
karena itu maspary menganjurkan pemberian unsur P saat vase pembentukan anakan
supaya anakan yang terbentuk bisa diimbangi dengan akar yang sehat, kuat dan panjang
4. Aplikasi pupuk Nitrogen seperti urea seawal mungkin. Maksimal 5 hari setelah tanam
harus sudah diberikan. Unsur Nitrogen merupakan salah satu kunci utama dalam
membantu pembentukan anakan, oleh karena itu saat proses pembentukan anakan jangan
sampai belum tersedia unsur ini
5. Jangan tanam bibit padi terlalu dalam. Cukup 1-2 cm saja sudah cukup. Ini juga
merupakan poin penting untuk meningkatkan jumlah anakan produktif tanaman padi.
Tanam bibit padi yang terlalu dalam akan menghabiskan energi tanaman padi untuk
menembus tanah penutupnya.Dibeberapa daerah yang menjadi kendala adalah tukang
tanamnya yang sulit melaksanakan, yach.. karena terbiasa tanam dalam. Pernah saya
menanyakan pada tukang tandur (tukang tanam) kenapa kalau tanam harus dalam,
mereka menjawab katanya kalau nggak dalam nggak enak pak!!

6. Pengairan yang tidak selalu tergenang. Jaga pemberian air pada tanaman padi secara
periodik diairi lalu dibiarkan sampai kering (tanahnya pecah rambut) lalu diairi lagi
demikian seterusnya
7. Penggunaan varietas unggul. Setiap varietas pasti akan mempunyai kemampuan
sendiri-sendiri dalam membentuk anakan yang produktif.
8. Jarak tanam jangan terlalu rapat, apalagi jika tanahnya subur. Walaupun anakan
terbentuk banyak akan tetapi jika jaraknya terlalu rapat biasanya anakan tersebut menjadi
kurang produktif. Kalau bisa gunakan sistem tanam jajar legowo. Tetapi jika jarak
tanamnya menggunakan 40 cm gak perlu pake sistem legowo lagi
9. Aplikasi VIRTAKO pada umur 15 hari setelah sebar untuk melindungi tanaman dari
serangan penggerek batang padi dan wereng hijau di pembenihan dan pada saat pindah
tanam. selain itu VIRTAKO berperan dalam meningkatkan jumlah anakan produktif dan
jumlah malai pada padi
10. Pemberian pupuk organik padat sebagai penyubur dan pembenah tanah. Ini
berhubungan erat dengan kondosi kesuburan tanah anda dan proses penyerapan unsur
hara yang akan diberikan pada tanaman. Oleh karena itu jumlahnya sangat relatif
tergantung kondisi tanah masing-masing petani
11. Selalu Waspada terhadap hama dan penyakit. Hama yang punya potensi mengurangi
anakan antara lain keong mas, sundep dan tikus. Sedangkan penyakit yang
membahayakan saat pembentukan anakan padi adalah penyakit busuk pangkal batang
padi. Lebih baik mencegah daripada mengobati dan jangan lupa selalu berdoa dan
bertawakal.