Anda di halaman 1dari 3

10 RAHASIA MEMPERBANYAK ANAKAN

PADI
9:10 PM

MASPARY

Salam Pertanian!! Banyak anak banyak rejeki, falsafah


ini sangat pas jika diterapkan dalam ilmu budidaya
tanaman padi. Semakin banyak anakan produktif
tanaman padi diharapkan akan semakin banyak malai
yang terbentuk dan akhirnya diharapkan semakin
banyak peningkatan produksi yang kita peroleh. Oleh
karena banyaknya anakan produktif merupakan salah
satu kunci peningkatan produktivitas tanaman padi
selain banyaknya bulir isi pada tiap malai.
Banyak sekali teori dan pengalaman dalam ilmu pertanian berbeda daerah berbeda bdaya
beda orang beda cara, demikian pula banyak sekali tips, teori dan metode untuk
memperbanyak anakan tanaman padi. Kali ini Gerbang Pertanianakan membagikan
sedikit pengalaman kepada pembaca semua bagaimana caranya untuk memperbanyak
anakan produktif tanaman padi. Informasi ini kami peroleh dari berbagai sumber dan
pengalaman dilapangan.
1. Tanamlah bibit padi muda. Menurut informasi yang maspary peroleh semakin muda
umur bibit padi akan semakin potensi memproduksi anakan yang lebih banyak.
Umur terbaik untuk tanam padi adalah antara 10 18 hss (hari setelah sebar).
2. Aplikasi pupuk Phospat seperti SP36 seawal mungkin (kalau perlu sehari atau 2
hari sebelum tanam). Pupuk SP36 membutuhkan waktu yang agak lama untuk
bisa terserap oleh akar tanaman, oleh karena itu pemberian SP36 harus seawal
mungkin. Salah satu fungsi unsur P yang terkandung dalam SP36 adalah
merangsang pembentukan akar, oleh karena itu maspary menganjurkan
pemberian unsur P saat vase pembentukan anakan supaya anakan yang terbentuk
bisa diimbangi dengan akar yang sehat, kuat dan panjang.
3. Aplikasi pupuk Nitrogen seperti urea seawal mungkin. Maksimal 5 hari setelah
tanam harus sudah diberikan. Unsur Nitrogen merupakan salah satu kunci utama
dalam membantu pembentukan anakan, oleh karena itu saat proses pembentukan
anakan jangan sampai belum tersedia unsur ini.
4. Jangan tanam bibit padi terlalu dalam. Cukup 1-2 cm saja sudah cukup. Ini juga
merupakan poin penting untuk meningkatkan jumlah anakan produktif tanaman
padi. Tanam bibit padi yang terlalu dalam akan menghabiskan energi tanaman padi
untuk menembus tanah penutupnya. Cuma didaerah maspary yang menjadi
kendala adalah tukang tanamnya yang sulit melaksanakan, yach.. karena

terbiasa tanam dalam. Pernah saya menanyakan pada tukang tandur (tukang
tanam) kenapa kalau tanam harus dalam, mereka menjawab katanya kalau nggak
dalam nggak enak pak!!
5. Pengairan yang tidak selalu tergenang. Jaga pemberian air pada tanaman padi
secara periodik diairi lalu dibiarkan sampai kering (tanahnya pecah rambut) lalu
diairi lagi demikian seterusnya.
6. Penggunaan varietas unggul seperti benih padi unggul B3. Setiap varietaspasti
akan mempunyai kemampuan sendiri-sendiri dalam membentuk anakan yang
produktif.
7. Jarak tanam jangan terlalu rapat, apalagi jika tanahnya subur. Walaupun anakan
terbentuk banyak akan tetapi jika jaraknya terlalu rapat biasanya anakan tersebut
menjadi kurang produktif. Kalau bisa gunakan sistem tanam jajar legowo seperti
yang telah Gerbang Pertanian tulis beberapa waktu yang lalu. Tetapi jika jarak
tanamnya menggunakan 40 cm gak perlu pake sistem legowo lagi.
8. Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (hormon tanaman) terutama yang mengandung
sitokinin dan giberelin. Menurut maspary poin nomor 8 ini hanyalah opsional, jadi
merupakan faktor pendukung saja yang boleh dlakukan dan boleh tidak. Jika mau
diberikan sebaiknya bersamaan saat pemupukan oleh karena itu berikan ZPT yang
bentuknya padat seperti ZPT Organik yang Gerbang Pertanian telah sediakan.
Boleh juga disemprotkan saat umur 15 hst.
9. Pemberian pupuk organik padat sebagai penyubur dan pembenah tanah. Ini
berhubungan erat dengan kondosi kesuburan tanah anda dan proses penyerapan
unsur hara yang akan diberikan pada tanaman. Oleh karena itu jumlahnya sangat
relatif tergantung kondisi tanah masing-masing petani.
10. Waspada terhadap hama dan penyakit. Hama yang punya potensi mengurangi
anakan antara lain keong mas, sundep dan tikus. Sedangkan penyakit yang
membahayakan saat pembentukan anakan padi adalah penyakit busuk pangkal
batang padi. Untuk mengatasi semua itu Maspary telah membahasnya semua.
Coba telusuri saja di kotak pencarian pada blog Gerbang Pertanian pojok kanan
atas.
Ternyata untuk memperbanyak anakan produktif pada tanaman padi tidak mudah ya.
banyak sekali persyaratan yang harus dipenuhi. Barangkali ada rekan-rekan Gerbang
Pertanian yang punya tips lain yang lebih mudah untuk memproduksi anakan produktif
tanaman padi silahkan hubungi maspary. Kita sharingkan ke teman-teman petani yang lain
agar bisa membantu mereka dalam meningkatkan produksinya.

Semoga sedikit tulisan yang terbentuk dari buah pikiran dan pengalaman dari maspry ini
bisa memberikan jawaban kepada petani atas persoalan peningkatan produksivitas
tanaman padi di Indonesia.