Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH PERPINDAHAN PANAS

EVAPORATOR

DISUSUN OLEH :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dian Ratnasari
Fredy Patasik
Guruh Febrianto
Intania .R.A.K
Rizky Kurniawan P
Wisnu Adi Kurniawan

(1201163)
(1201190)
(1201157)
(1201139)
(1201175)
(1201146)

JURUSAN S1 TEKNIK PERMINYAKAN


SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI
BALIKPAPAN
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan
karunianya akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Perpindahan
Panas dengan baik. Tugas yang diberikan mengenai EVAPORATOR
disesuaikan dengan bahan materi yang dibahas pada semester ini.
Pembahasan pada makalah ini meliputi pengertian dari evaporasi itu sendiri,
perbandingan evaporasi terhadap pengeringan, destilasi, dan kristalisasi, dan
penerapan evaporasi di kehidupan sehari-hari. Hal ini dimaksudkan untuk materi
pengayaan pengetahuan mahasiswa yang dapat dijadikan bahan masukan untuk
mempelajari Geologi Indonesia secara mandiri, karena keterbatasan waktu yang
tidak memungkinkan untuk dibahas secara keseluruhan di dalam perkuliahan.
Terwujudnya makalah ini karena tersedianya berbagai literatur dari berbagai
sumber baik yang diperoleh dari perpustakaan maupun situs-situs internet. Serta
yang tidak kalah pentingnya adalah ucapan terima kasih kepada dosen
pembimbing Perpindahan Panas dan semua pihak yang membantu terselesainya
makalah ini. Kritik dan saran yang membangun akan selalu penulis terima untuk
kesempurnaan makalah ini.

Balikpapan,

Desember 2014

Kelompok 1

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian
atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair
menjadi uap. Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, yaitu untuk
menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan.
Proses evaporasi telah dikenal sejak dahulu, yaitu untuk membuat garam
dengan cara menguapkan air dengan bantuan energi matahari dan angin.
Evaporasi adalah salah satu kaedah utama dalam industri kimia untuk
memekatkan larutan yang encer. Pengertian umum dari evaporasi ini
adalah menghilangkan air dari larutan dengan mendidihkan larutan di
dalam tabung yang sesuai yang disebut evaporator. Evaporasi bertujuan
untuk memekatkan larutan yang terdiri dari zat terlarut yang tidak
mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Evaporasi ?
2. Bagaimana Prinsip dari Evaporasi?
3. Konsep apa saja yang terdapat diproses Evaporasi?
4. Faktor apa saja yang mempercepat proses Evaporasi?
5. Contoh di kehidupan sehari-hari proses evaporasi?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini dibuat yaitu sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui pengertian Evaporasi.
2. Untuk mengetahui prinsip dari evaporasi
3. Untuk mengetahui konsep dari proses Evaporasi.
4. Untuk mengetahui factor apa saja yang mempengaruhi proses
Evaporasi
5. Untuk mengetahui contoh penerapan evaporasi di kehidupan seharihari

BAB II
PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian Evaporasi dan Evaporator

Evaporasi dapat didefinisikan dalam dua kondisi, yaitu evaporasi


yang berarti proses penguapan yang terjadi secara alami dan evaporasi
yang dimaknai proses penguapan yang timbul akibat diberikan uap panas
(steam) dalam suatu peralatan.Evaporasi dapat diartikan sebagai proses
penguapan daripada liquid (cairan) dengan penambahan panas (Robert B.
Long, 1995). Panas dapat disuplai dengan berbagai cara, diantaranya
secara alami dan penambahan steam. Evaporasi diadasarkan pada proses
pendidihan secara intensif yaitu pemberian panas ke dalam cairan,
pembentukan gelembung-gelembung (bubbles) akibat uap, pemisahan uap
dari cairan, dan mengkondensasikan uapnya.Evaporasi atau penguapan
juga dapat didefinisikan sebagai perpindahan kalor ke dalam zat cair
mendidih (Warren L. Mc Cabe, 1999).
Evaporasi merupakan suatu proses penguapan sebagian dari pelarut
sehingga didapatkan larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih
tinggi. Tujuan dari evaporasi itu sendiri yaitu untuk memekatkan larutan
yang terdiri dari zat terlarut yang tak mudah menguap dan pelarut yang
mudah menguap. Dalam kebanyakan proses evaporasi, pelarutnya adalah
air. Evaporasi tidak sama dengan pengeringan, dalam evaporasi sisa
penguapan adalah zat cair, kadang-kadang zat cair yang sangat viskos, dan
bukan zat padat. Begitu pula, evaporasi berbeda dengan distilasi, karena
disini uapnya biasanya komponen tunggal, dan walaupun uap itu
merupakan campuran, dalam proses evaporasi ini tidak ada usaha untuk
memisahkannya menjadi fraksi-fraksi. Biasanya dalam evaporasi, zat cair
pekat itulah yang merupakan produk yang berharga dan uapnya biasanya
dikondensasikan dan dibuang.
Evaporasi merupakan satu unit operasi yang penting dan banyak
dipakai dalam industri kimia dan mineral. Evaporasi merupakan proses
pemekatan cairan dengan memberikan panas pada cairan tersebut dengan
menggunakan energi yang intensif yaitu sejumlah uap sebagai sumber
panas.
Evaporator adalah sebuah alat yang berfungsi mengubah sebagian
atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair

menjadi uap. Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, yaitu untuk


menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan.
Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagian
evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah
untuk memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam kondensor
(untuk diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya. Hasil dari
evaporator (produk yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan atau
larutan berkonsentrasi.
Larutan yang sudah dievaporasi bisa saja terdiri dari beberapa
komponen volatil (mudah menguap). Evaporator biasanya digunakan
dalam industri kimia dan industri makanan. Pada industri kimia, contohnya
garam diperoleh dari air asin jenuh (merupakan contoh dari proses
pemurnian) dalam evaporator. Evaporator mengubah air menjadi uap,
menyisakan residu mineral di dalam evaporator. Uap dikondensasikan
menjadi air yang sudah dihilangkan garamnya. Pada sistem pendinginan,
efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan pendingin
yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi panas).
Evaporator

juga

digunakan

untuk

memproduksi

air

minum,

memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain.


2.2.

Jenis Jenis Evaporator


Jenis-jenis utama evaporator ada 2 yaitu:
1. Evaporator-vertikal tabung panjang
a. Aliran ke atas (film-panjat)
b. Aliran ke bawah (film-jatuh)
c. Sirkulasi paksa
2. Evaporator film-aduk
Evaporator satu-lintas dan evaporator sirkulasi. Evaporator
dapat dioperasikan sebagai unit satu lintas atau sebagai unit sirkulasi.
Dalam operasi satu-lintas, cairan umpan dilewatkan melalui tabung hanya
satu kali lewat saja, uapnya lepas dan keluar dari unit itu sebagai cairan
pekat. Seluruh evaporasi dilaksanakan dalam satu-lintas (lewatan) saja.

Rasio evaporasi terhadap umpan dalam unit satu-lintas itu terbatas; jadi,
evaporator ini cocok untuk operasi efek-berganda, dimana pemekatan total
terbagi-bagi dalam beberapa efek. Evaporator film-aduk (agitated-film
evaporator) selalu dioperasikan dalam satu-lintas saja; tetapi evaporator
film-jatuh (falling-film evaporator) dan evaporator film panjat (climbingfilm evaporator) dapat pula dioperasikan dengan cara ini. Suhu zat cair
dapat dijaga rendah dengan mengoperasikan unit ini dalam vakum tinggi.
Dengan sekali lewatan cepat melalui tabung-tabung evaporator, cairan
pekat itu hanya sebentar saja berada pada suhu didihnya, dan dapat
didinginkan dengan cepat begitu keluar dari evaporator.
Pada evaporator sirkulasi (circulation evaporator) terdapat suatu
kolam zat cair didalam alat itu. Umpan masuk bercampur dengan zat cair
didalam kolam, dan campuran itu lalu dialirkan melalui tabung-tabung
evaporator. Zat cair yang tidak menguap dikeluarkan dari tabung dan
kembali ke kolam, sehingga hanya sebagian saja dari keseluruhan
evaporasi yang berlangsung dalam satu lewatan. Evaporator sirkulasi
pakasa semuanya dioperasikan dengan cara ini, evaporator film-panjat
biasanya adalah unit sirkulasi.
Cairan pekat dari evaporator sirkulasi dikeluarkan dari kolam.
Semua cairan dalam kolam, oleh karena itu, harus selalu berada pada
konsentrasi maksimum. Oleh karena zat cair yang masuktabung itu
mengandung beberapa bagian cairan pekat didalam setiap bagian umpan,
maka konsentrasinya, serta densitas, viskositas, dan titik ddihnya selalu
mendekati maksimum. Akibatnya, koefisien perpindahan kalornya akan
cenderung rendah.
Evaporator sirkulasi tidak selalu cocok untuk memekatkan zat cair
yang peka panas. Dengan menggunakan vakum yang cukup baik, suhu zat
cair tidak dapat dijaga pada tingkat yang tidak merusak, tetapi zat cair itu
akan berulang kali berada dalam kontak dengan tabung panas. Sebagian
dari zat cair itu, dengan demikian akan terpanaskan hingga suhu yang
kelewat tinggi. Walaupun waktu menetap (residance time) zat cair itu
dalam zone pemanasan barangkali singkat saja, sebagian dari zat cair itu

mungkin tertahan didalam evaporator selama beberapa waktu. Pemanasan


yang terlalu lama atas sebagian kecil saja pun dari bahan peka panas
seperti makanan akan dapat menyebabkan keseluruhan produk itu rusak.
Evaporator sirkulasi, di lain pihak dapat beroperasi dengan jangkau
konsentrasi yang cukup luas antara umpan dan cairan pekat dalam satu
unit saja, dan cocok pula untuk evaporasi efek-tunggal. Alat ini dapat
dioperasikan dengan sirkulasi alamiah, dimana aliran berlangsung melalui
tabung dengan disebabkan oleh perbedaan densitas;dapat pula dengan
sirkulasi paksa, dimana alirannya dilaksanakan dengan pompa.
Evaporator tabung-panjang dengan aliran naik
Bagian-bagian utama dari evaporator ini adalah :
1. Sebuah penukar kalor jenis tabung dengan uap dalam selongsong,
dan zat cair yang akan dipekatkan dalam tabung
2. Sebuah separator (pemisah) atau ruang uap (vapor space) untuk
memisahkan zat cair yang terbawa ikut dari uap.
3. Bila alat ini dioperasikan sebagai unit sirkulasi, sebuah tangki
pemulang (return leg) untuk mengembalikan zat cair dari separator
ke bagian bawah penukar kalor.
4. Alat ini mempunyai lubang masuk masing-masing untuk zat cair
umpan dan untuk uap, lubang keluar masing-masing untuk uap,
cairan pekat, kondensat uap, dan gas tak-mampu-kondensasi yang
terkandung dalam uap.
Evaporator vertikal tabung panjang sangat efektif untuk memekatkan
zat cair yang mempunyai kecenderungan membentuk busa. Busa itu akan
pecah bila campuran zat cair dan uap berkecepatan tinggi menumbuk sekat
di bagian kepala uap.
Evaporator film jatuh
Pemekatan bahan-bahan yang sangat peka terhadap panas,
mengharuskan waktu kontak yang singkat sekali dengan permukaan panas.
Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan evaporator film jatuh sekali
lintas, dimana zat cair masuk dari atas, lalu mengalir ke bawah di dalam
tabung panas itu dalam bentuk film, kemudian keluar dari bawah. Tabung-

tabungnya biasanya agak besar, diameternya antara 2 sampai 10 in. Uap


yang keluar dari zat cair itu biasanya terbawa turun bersama zat cair, dan
keluar dari bawah unit itu. Evaporator ini bentuknya menyerupai suatu
penukar kalor jenis tabung, yang panjang, vertikal, dan dilengkapi dengan
separator zat cair-uap di bawah, dan distributor (penyebar) zat cair di atas.
Masalah utama dengan evaporator film-jatuh ini ialah dalam
mendistribusikan zat cair itu secara seragam menjadi film di bagian dalam
tabung. Hal ini dilakukan dengan menggunakan seperangkat plat logam
berlubang-lubang yang ditempatkan lebih tinggi di atas plat tabung yang
dipasang dengan teliti agar benar-benar horisontal. Tabung-tabung itu
diberi sisip pada ujungnya yang memungkinkan zat cair mengalir dengan
teratur ke setiap tabung itu.
Evaporator film-jatuh, tanpa sirkulasi dan dengan waktu menetap
yang sangat singkat dapat menangani produk-produk yang peka yang tidak
dapat ditangani dengan cara lain. Alat ini juga cocok sekali untuk
memekatkan zat cair viskos.
Evaporator sirkulasi-paksa
Pada evaporator sirkulasi alamiah (natural-circulation evaporator)
zat cair masuk ke dalam tabung dengan kecepatan 1 sampai 4 ft/det.
Kecepatan linearnya bertambah dengan cepat dengan terbentuknya uap di
dalam tabung, sehingga pada umumnya laju perpindahan-kalor cukup
memuaskan. Akan tetapi, dengan zat cair viskos, koefisien menyeluruh
unit sirkulasi-alamiah mungkin sangat rendah sehingga tidak ekonomis.
Koefisien yang tinggi dapat dicapai pada evaporator sirkulasi-paksa
(forced-circulation evaporator). Kecepatan yang ada pada evaporator ini
cukup tinggi dan waktu-menetap zat cair di dalam tabung juga cukup
singkat, sehingga zat cair yang agak peka terhadap panas pun dapat
dipekatkan dengan menggunakan alat ini. Alat ini juga efektif untuk
evaporasi zat cair penggaram atau yang cenderung membentuk busa.
Evaporator film-aduk

Evaporator ini merupakan modifikasi daripada evaporator film-jatuh


yang mempunyai tabung tunggal bermantel, dimana dalam tabung itu
terdapat sebuah pengaduk. Umpan masuk dari puncak bagian bermantel
dan disebarkan menjadi film tipis yang sangat turbulen dengan bantuan
daun-daun vertikal agitator (pengaduk) itu.
Keunggulan utama dari evaporator

film-aduk

ini

adalah

kemampuannya menghasilkan laju perpindahan kalor yang tinggi pada zat


cair viskos. Produk evaporasi bisa mencapai viskositas sampai setinggi
1000 P pada suhu evaporasi. Sebagaimana juga dalam evaporator jenis
lain, koefisien menyeluruh turun dengan cepat bila viskositas naik, tetapi
dalam rancang ini, penurunan itu cukup lambat. Dengan bahan-bahan yang
sangat viskos, koefisien itu nyata lebih besar dari yang didapatkan pada
evaporator sirkulasi-paksa, dan jauh lebih besar daripada unit sirkulasi
alamiah. Evaporator film-aduk sangat efektif dengan produk viskos yang
peka panas, seperti gelatin, lateks karet, antibiotika, dan sari buah.
Kelemahanya ialah biayanya yang tinggi, adanya bagian-bagian dalam
yang bergerak, yang mungkin memerlukan perawatan dan pemeliharaan
dan kapasitas setiap unitnya kecil, jauh dibawah kapasitas evaporator
bertabung banyak.
2.3. Metode Evaporasi
Prinsip-prinsip Evaporasi :
a. Penguapan atau evaporasi merupakan perubahan wujud zat dari cair
menjadi uap
b. Penguapan betujuan memisahkan pelarut (solvent) dari larutan
sehingga menghsilkan larutan yang lebih pekat
c. Evaporasi merupakan proses pemisahan terroal, dipakani secara luas
untukk merekatkan cairan dalam bentuk larutan, suspensi maupun
emulsi dengan cara menguapkan pelarutnya, umumnya air dan cairan.

d. Evaporasi menghasilkan cairan yang lebih pekat, tetapi masih berup


cairan pekat yang dapat dipompa sebagai hasil utama, reaksi kadangkadang ada pula cairan volatile sebagai hasil utama, misalnya selama
pemulihan pelarut.

2.4.

Ada beberapa konsep penting dalam Evaporasi :


1. Transpirasi, yaitu proses hilangnya air dalam tumbuhan akibat penguapan
melalui stomata daun.
2. Evapotranspirasi, yaitu penguapan yang terajdi pad permukaan air, tanah,
maupun tumbuhan air pada suatu DAS
3. Potential evaporation, yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan
waktu yang terjadi pada keadaan atmosfer saat itu, apa bila tersedia cukup
air.
4. Actual evaporation, yaitu jumlah penguapan persatu-satuan luas dan
waktu yang benar-benar terjadi pada saat itu.
5. Potential evapotranspiration, yaitu jumlah penguapan yang berasal dari
tumbuhan, tubuh air, permukaan tanah dalam keadaan jenuh pada kondisi
iklim saat itu (syarat air yang tersedia berlebihan).
6. Actual evapotranspiration, yaitu jumlah penguapan yang berasal dari
tumbuhan,tubuh air, permukaan tanah dalam keadaan jenuh yang benarbenar terjadi pada saat itu.

2.5.

Pertimbangan Pemilihan Evaporator


1. Kontak panas harus tetap menjaga produk yang harus diuapkan
2. Pemeriksaan permukaan cukup mudah dengan membukan rak
evaporator
3. Ekonomis dibuat bertingkat atau rekompressi termal/mekanis
4. Ukuran disesuaikan dengan kapsitas produksinya
5. Mudah pembersihan dan perawatannya
6. Mudah dioperasikan, suara tidak gaduh

7. Bahan pembuatannya cukup baik


2.6.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses dalam Evaporator


1. Konsentrasi dalam cairan
Untuk liquid masuk evaporator dalam keadaan encer, juga semakin
pekat larutan, semakin tinggi pula titik didih larutan dan untuk ini
harus diperhatikan adanya kenaikan titik didih (KTD).
2. Kelatutan solute dalam larutan
a. Dengan demikian pekatnya larutan, maka konsentrasi solute
makin tinggi pula, sehingga btas hasil kali kelarutan dapat
terlampaui yang akibatnya terbentuk Kristal solute. Jika
dengan adanya hal ini, dalam evaporasi harus diperhatikan
batas konsentrasi solute yang maksimal yang dapat dihasilkan
oleh proses evaporasi.
b. Pada umumnya, kelarutan suatu granul/solid makin besar
dengan makin tingginya suhu, sehingga pada waktu drainage
dalam keadaan dingin dapat terbentuk Kristal yang dalam hal
ini dapat merusak evaporator. Jadi harus diperhatikan suhu
drainage.
c. Sensitifitas materi terhadap suhu dan lama pemanasan .
Beberapa zat materi yang dipanaskan dalam evaporasi tidak
tahan terhadap suhu tinggi atau terhadap pemanasan yang
terlalu alam. Misalnya bahan-bahan biologis seperti susu, jus,
bahan-bahan farmasi dan sebagainya. Jadi untuk zat-zat
semacam ini diperlukan suatu cara tertentu untuk mengurangi
waktu pemanasan dan suhu operasi.
d. Pembuataan buih dan percikan

Kadang-kadang beberapa zat, seperti larutan NaOH, skim


milk dan beberapa asam lemak akan menimbulkan buih, busa
yang cukup banyak selama penguapan disertai dengan
percikan-percikan liquida yang tinggi. Buih/percikan ini dapat
terbawa oleh uap yang keluar dari evaporator dan akibatnya
terjadi kehilangan.Jadi harus diusahakan pencegahannya.
e. Pembentukan kerak
Banyak

larutan

kerak/endapan.

yang
Dengan

sifatnya

mudah

terbentuknya

membentuk

kerak

ini

akan

mengurangi overall heat transfer coefficient, jadi diusahakan


konsentrasi/teknikevaporator

yang

tepat

karena

biaya

pembersihan kerak atau memakan waktu atau biaya.

BAB III
PENUTUP
Evaporator umumnya terdiri dari tiga bagian, yaitu penukar panas, bagianb
evaporasi (tempat di mana cairan mendidih lalu menguap), dan pemisah untuk
memisahkan uap dari cairan lalu dimasukkan ke dalam kondensor(untuk
diembunkan/kondensasi) atau ke peralatan lainnya. Hasil dari evaporator (produk
yang diinginkan) biasanya dapat berupa padatan ataularutan berkonsentrasi.
Evaporator biasanya digunakan dalam industri kimia dan industri
makanan. Pada industri kimia, contohnyagaram diperoleh dari air asin jenuh

(merupakan contoh dari prosespemurnian) dalam evaporator. Evaporator


mengubah air menjadi uap,menyisakan residu mineral di dalam evaporator. Uap
dikondensasikanmenjadi air yang sudah dihilangkan garamnya. Pada system
pendinginan,efek pendinginan diperoleh dari penyerapan panas oleh cairan
pendingin yang menguap dengan cepat (penguapan membutuhkan energi
panas).Evaporator

juga

digunakan

untuk

memproduksi

air

minum,memisahkannya dari air laut atau zat kontaminasi lain.


Pada evaporator sirkulasi alamiah (natural-circulation evaporator) zatcair
masuk ke dalam tabung dengan kecepatan 1 sampai 4 ft/det. Kecepatan linearnya
bertambah dengan cepat dengan terbentuknya uap didalam tabung, sehingga pada
umumnya laju perpindahan-kalor cukup memuaskan. Akan tetapi, dengan zat cair
viskos, koefisien menyeluruh unit sirkulasi-alamiah mungkin sangat rendah
sehingga tidak ekonomis. Koefisien yang tinggi dapat dicapai pada evaporator
sirkulasi-paksa (forced-circulation evaporator). Kecepatan yang ada pada
evaporator ini cukup tinggi dan waktu-menetap zat cair di dalam tabung juga
cukupsingkat, sehingga zat cair yang agak peka terhadap panas pun
dapatdipekatkan dengan menggunakan alat ini. Alat ini juga efektif untuk
evaporasi zat cair penggaram atau yang cenderung membentuk busa.

DAFTAR PUSTAKA

http://masdiisya.wordpress.com/2010/08/30/evaporasi-lanjutan/
http://ridwanwibowo.wordpress.com/2012/06/06/makalah-evaporasi-kita/
http://pengertian-definisi.blogspot.com/2010/11/evaporasi.html
http://note-why.blogspot.com/2011/11/pengertian-evaporasi.html
http://depisatir.blogspot.com/2013/10/makalah-evaporasi.html