Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN KASUS

GONORE
Pembimbing:

dr. Wiwin Mulianingsih, Sp. KK, M. Kes


Oleh
Ahmad Kazzuaini
07.06.0020

Pendahuluan

Perilaku

Gonor
e

Apa Ciiih
Gonore
tuch.......??
?????

Identitas Pasien
Nama

: Tn.T
Umur
: 22 tahun
Jenis kelamin
: Laki-laki
Pekerjaan
: Cleaning Service
Status perkawinan
: Menikah
Tanggal MRS
: 28 Februari 2015

Anamnesis
Keluhan utama : Keluar Nanah dari alat kelamin
Riwayat penyakit sekarang:

Pasien datang ke Poliklinik Kulit RSUD


Kota
Mataram mengeluh keluar nanah dari alat kelamin
semenjak 2 hari yang lalu,keluhan ini dirasakan
semakin hari semakin memberat sehingga pasien
datang berobat. Dikeluhkan pasien cairan nanah ini
keluar terus menerus dan melengket pada celana
dalam milik pasien,keluhan ini diperberat pada saat
pasien ingin buang air kecil sehingga pasien
merasakan sensasi nyeri yang luar biasa dan
perih,berbau (-), menetes (-),demam (-).

Riwayat penyakit dahulu

Pasien mengaku tidak pernah mengalami


penyakit atau kelainan kulit yang seperti
ini. Pasien pernah mengalami gangguan
pada kulit sebatas gatal-gatal dan tidak
menimbulkan luka atau lesi
Riwayat penyakit keluarga : (-)
Riwayat pengobatan (-)

Riwayat sosial dan lingkungan

Pasien
mengaku
pernah
melakukan
hubungan badan 2 minggu yang lalu
dengan cara membayar jasa pekerja seks
yang berlokasi di daerah sekitar Mataram.

Pemeriksaan fisik
Status Present : Dalam batas normal
Status general : Dalam batas normal
Status Dermatologi
Regio genitalia : Orifisium uretra

eksterna
Effloresensi : Tampak eritema pada
orifisium uretra eksterna dan sekret
berwarna putih kekuningan.

Diagnosa : GONORE
Diagnosis Banding : Uretritis non

Gonore

Pemeriksaan Penunjang : Pemeriksaan

Gram, kultur, tes definitif

Planning Therapy
Medikamentosa

Non Medikamentosa

Tidak berganti ganti pasangan


Mengganti celana dalam minimal 2
Ciprofloxacine 500 mg dosis tunggal
Eritromycine 500 mg sehari 4 kali

selama 7 hari

kali sehari
Pasien diminta agar tidak melakukan

hubungan pasutri untuk sementara


waktu
Gunakan kondom sebagai pencegah

infeksi

Prognosis
Baik, apabila terapi medikamentosa dan

non medikamentosa dijalankan dengan


baik oleh penderita dan menghindari faktor
resiko.

Tinjauan Pustaka
Intracell
GONORE

Neisseria
gonorrho
eae
Ekstrace
ll

Etiologi
N.

gonorrh
oeae

N.catar
rhalis

. N.

meningiti
des

N.

pharyng
itis

Morfolo
gi

Mikrobiologi

Epidemiologi

Patofisiologi
invasi
dari
neutrofil

Neiserria
gonorrhoeae

Muko
sa

pengelup
asan
epitel
mikroabs
es
submuko
sal
discharg
e
purulent

Gejala Klinis

Diagnosis
Laki-laki

Perempuan

Anamnesa

Sakit waktu kencing


Orifisium uretra yang

edema dan
eritematosus
Sekret uretra yang
purulen
Ektropion keluar
ecoulement

Anamnesa

Sekret

mukopurulen atau
purulen dari serviks
Sekret atau perdarahan dari
vagina[3,4,6]
PID (Pelvic Inflammatory
Disease)
Nyeri abdomen bagian bawah
dengan atau tanpa penyebaran
rasa nyeri
Nyeri pada waktu serviks
digerakkan
Nyeri tekan adneksa
Panas badan

Nyeri tekan abdomen

bagian kanan atas

Pemeriksaan Penunjang
1. Sediaan Langsung ( Pengecatan

Gram )

2. Kultur

3. Tes definitif
Tes Thomson ( Percobaan dua Gelas )
Gunanya adalah untuk mengetahui apakah infeksi

sudah sampai pada uretra bagian posterior atau masih


dibagian anterior saja. Caranya adalah :
Gelas 1 diisi urine sebanyak 80 cc dan gelas ke 2 sisa
urinenya
Bila gelas 1 keruh dan gelas 2 jernih artinya infeksi
pada uretra anterior
Bila gelas 1 keruh dan gelas 2 keruh artinya infeksi
sudah sampai uretra posterior.
Percobaan ini dilakukan pada pagi hari pada saat
kandung kencing masih penuh.

Therapy
Terapi gonore tanpa komplikasi :
Cefixime 400 mg per oral dosis tunggal
Ceftriaxone 250 mg im dosis tunggal
Ciprofloxacine 500 mg per oral dosis tunggal
Ofloxacin 400 mg per oral dosis tunggal
Spectinomycin, 2 g im injeksi, dosis tunggal
Bila diduga ada infeksi campuran dengan

Chlamydia dapat ditambahkan :


Erytromycine 500 mg sehari 4 kali peroral selama 7 hari

Doxycycline 100 mg/ sehari 2 kali peroral selama

7 hari

Komplikasi

Edukasi
Penjelasan pada pasien dengan baik dan benar sangat
berpengaruh
pada
keberhasilan
pengobatan
dan
pencegahan karena gonore dapat menular kembali dan
dapat terjadi komplikasi apabila tidak diobati secara tuntas.

Tidak ada cara pencegahan terbaik kecuali

menghindari
kontak seksual dengan
pasangan yang beresiko
Penggunaan
kondom
masih
dianggap
yangterbaik.
Pendidikan moral, agama dan seks perlu
diperhatikaN

TERIMA
KASIH