Anda di halaman 1dari 6

PENGANTAR ANDROLOGI DASAR

PENGANTAR ANDROLOGI DASAR

1.
2.
3.
4.
5.

Andrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kesehatan


(reproduksi) pada laki laki.
Pada topic pengantar andrologi dasar ini akan dipaparkan
beberapa hal yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi
laki laki, yaitu :
Anatomi organ reproduksi laki laki
Fisiologi organ reproduksi laki laki
Fungsi reproduksi laki laki
Seksualitas normal laki laki
Disfungsi seksual pada laki laki.
Semoga apa yang terpaparkan bisa memberi gambaran dan
pengetahuan sebagai bagian dari bekal keilmuan di bidang
keperawatan.

1. ANATOMI ORGAN REPRODUKSI LAKI LAKI


Dalam perkembangan embriologi organ reproduksi laki laki dan
wanita berasal dari jaringan yang sama, sampai minggu ke 5 6
perkembangan fetus, belum ada perbedaan antara laki laki dan
wanita. Menginjak minggu ke 7 8 baru terdapat perbedaan, dan
pada minggu ke 12 organ seksual luar sudah tumbuh secara
lengkap dan selanjutnya mengalami penyempurnaan sampai
janin dilahirkan.
Organ reproduksi laki laki terdiri dari :
1. Organ reproduksi primer, terdiri dari :
Testis beserta salurannya, yaitu : epydidimis, vas deferen dan
ampulanya serta ductus ejakulatorius.
Penis, merupakan organ yang berbentuk silindris, tersusun atas
corpus cavernosum, corpus spongiosum dan glan penis, yang
didalamnya terdapat stuktur saluran yang disebut uretra.
2. Organ reproduksi sekunder, terdiri dari :
Glandula prostatica
Vesika seminalis

Kelenjar litter dan bulbo uretral


2. FISIOLOGI ORGAN REPRODUKSI LAKI LAKI
TESTIS, terdiri dari 2 buah yang terletak dalam suatu kantong
yang disebut skrotum. Fungsi utama testis adalah sebagai tempat
pembentukan sperma dan produksi hormone testoteron. Aktivitas
ini terutama dipengaruhi oleh aktivitas hipotalamus dan kelenjar
hipofise yang mensekresikan hormone Releasing Factor dan FSH
serta LH.
PENIS, dalam system reproduksi laki laki berfungsi sebagai alat
penetrasi saat aktivitas seksual terjadi melalui kegiatan yang
disebut Coitus. Fungsi ini dapat terjadi karena kemampuan penis
untuk mengalami Ereksi.
GLANDULA PROSTATICA, berfungsi mensekresikan cairan
yang bersifat alkali, encer dan mengandung asam sitrat, kalsium
dan zat2 lain yang berguna mempertahankan fertilitas dan
motilitas sperma. Dan pada saat sperma diejakulasikan, cairan
ini juga berperan untuk mengurangi/menetralkan pH vagina
yang cenderung bersifat asam. Cairan ini juga memberikan
warna pada semen seperti susu.
VESICA SEMINALIS, mensekresikan cairan yang memberikan
konsistensi mukoid pada semen, karena mengandung fibrinogen
yang menyebabkan koagulasi pada cairan semen.
KELENJAR LITTRE DAN BULBO URETRAL, menghasilkan
cairan yang penting untuk menambah keenceran semen serta
penting untuk pelumasan pada aktivitas seksual laki laki.
3. FUNGSI REPRODUKSI LAKI LAKI
Fungsi reproduksi laki laki terdiri dari 3 bagian, yaitu :
a. Spermatogenesis
b. Aktivitas seksual
c. Pengaturan fungsi seksual oleh hormone.
3.a. Spermatogenesis.
Adalah proses bertumbuhan spermatogonium menjadi
spermatosit, yang selanjutnya akan membelah secara miosis

menjadi spermatid yang akan mengalami pematangan menjadi


spermatozoa. Aktivitas ini terjadi di testis oleh pengaruh
hormone FSH yang disekresi saat memasuki usia pubertas.
Kualitas sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi tergantung pada
beberapa hal, yaitu :
Proses spermatogenesis
Jumlah sperma
Morfologi sperma
Pergerakan sperma
Fungsi hialonidase dan protease sperma.
3.b. Aktivitas Seksual laki laki
Aktivitas seksual diawali dengan adanya rangsangan.
Rangsangan seksual dapat berasal dari :
Tubuh, missal manipulasi pada glan penis, sekitar dubur, paha,dll
Emosi, missal rasa cinta, percaya,dll
Otak, missal fantasi, pikiran.
Impuls rangsangan tersebut akan dibawa oleh syaraf sensoris
melalui nervus pudendus menuju plexus sakralis menuju medulla
spinalis dan akhirnya menuju serebrum yang akhirnya akan
mencetuskan impuls untuk memberikan reaksi atas rangsangan
tersebut.
3.c. pengaturan fungsi seksual pria oleh hormone.
Fungsi seksual pria terutama dipengaruhi oleh hormone
androgen. Terdapat 5 jenis androgen dalam tubuh, tetapi yang
terbesar adalah testoteron. Testoteron dihasilkan oleh sel
Intertitial Leydig yang terdapat di testis dibawah pengaruh
hormone LH yang disekresikan oleh hipofise anterior.
Testoteron menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan ciri
seksual primer dan sekunder yang menjadi cirikhas pada laki
laki.
4. SEKSUALITAS NORMAL PADA LAKI LAKI.
Seksualitas terutama dipengaruhi oleh factor biologis, tetapi
ekspresinya dipengaruhi oleh banyak factor, diantaranya :
psikologis, social, lingkungan, agama dan pendidikan.

1.
2.
1.

2.

3.

4.

Disamping itu ada beberapa factor lain yang mempengaruhi


seksualitas, yaitu :
Genetika dan hormonal
Pelajaran awal di keluarga
Keluarga dan teman
Media massa
Agama dan budaya
Pengalaman pribadi baik positif maupun negative
Kekerasan seksual baik fisik maupun mental
Psikologis, meliputi depresi, anxietas, agoraphobia
Penyakit fisik
Citra tubuh
Penuaan.
Ada 2 komponen yang terdapat pada seksualitas normal laki laki,
yaitu :
Mutu sperma yang diejakulasikan
Kemampuan aktivitas seksual.
Terdapat 4 stadium pada aktivitas seksual laki laki, yaitu :
Ereksi, impuls yang berasal dari secebrum sebagai jawaban dari
impuls rangsangan akan mempengaruhi syaraf parasimpatis,
yang berakibat terjadi pelebaran arteri yang terdapat pada
bulbus cavernosus, yang secara bersamaan juga terjadi kontriksi
pada vena2. Hal ini menyebabkan penis menjadi besar, keras dan
memanjang. Hal ini penting untuk terjadinya penetrasi pada
vagina saat koitus.
Pelumasan, jawaban atas perangsangan seksual juga akan
menyebakan adanya sekresi mucus oleh kelenjar littre dan
bulbouretral, yang akan mengalir melalui uretra yang penting
untuk pelumasan pada proses koitus.
Emisi dan ejakulasi. Emisi adalah proses tercampunya sperma
dan cairan semen yang akan terakumulasi untuk siap
diejakulasikan. Ejakulasi adalah peristiwa pengeluaran sperma
bersama cairan semen oleh pengaruh syaraf simpatis pada saat
laki laki mencapai orgasme.
Resolusi, oleh pengaruh syaraf simpatis akan terjadi
vasokontriksi anteri dan vasodilatasi vena, sehingga darah akan

meninggalkan ruang kavernosus yang mengakibatkan hilangnya


ereksi.
5. DISFUNGSI SEKSUAL PADA LAKI LAKI.
Kebutuhan seksual merupakan salah satu dari kebutuhan dasar
manusia. Gangguan dari fungsi ini akan berdampak pada
ketidaknyamanan seseorang dalam menjalani kehidupannya. Ada
beberapa penyebab yang bisa mendasari terjadinya keadaan ini,
diantaranya dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Kelainan biologis, missal penyakit fisik baik akut/kronis,
gangguan anatomi organ seks, obat2an, dll.
Psikologis, missal depresi, sejarah pelecehan seksual, masalah
konsep pribadi, dll
Hubungan antarpersonal, missal konflik perkawinan, konflik
homoseksual, perbedaan keyakinan, dll.
Sangat penting untuk mencari dan menentukan penyebab dari
disfungsi seksual dari menemukan manifestasi disfungsi seksual
itu sendiri.
Disfungsi seksual pada laki laki terdiri dari keadaan sebagai
berikut :
1. Disfungsi ereksi
2. Impotensi
3. Hubungan seksual yang tidak sempurna
4. Ejakulasi dini
5. Gangguan hasrat/ keinginan seksual.
i. Disfungsi ereksi.
Adalah suatu keadaan pada pria yang sering atau selalu tidak
dapat mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan
seksual yang memuaskan. Disini termasuk juga
ketidakmampuam mencapai ereksi yang cukup untuk melakukan
hubungan seksual.
ii. Impotensi.
Adalah keadaan dimana seorang laki laki tidak mampu ereksi.
iii. Hubungan seksual yang tidak sempurna.
Adalah suatu keadaan dimana penis gagal melakukan penetrasi
pada vagina saat koitus. Tidak jarang keadaan ini disebabkan

oleh ketidaktahuan keduabelah pihak. Keadaan ini dapat terjadi


pada 1 dari 100 perkawinan dan sering dianggap sebagai nasib
buruk.
iv. Ejakulasi dini.
Adalah ketidakmampuan mengontrol ejakulasi yang cukup
untuk menikmati interaksi seksual dan ketidakmampuan
memperlambat ejakulasi untuk menikmati persetubuhan.
Keadaan ini dapat bermanifestasi sbb :
- Terjadi ejakulasi sebelum atau sangat cepat setelah awal
persetubuhan (kurang dari 15 detik).
- Ejakulasi terjadi akibat ketiadaan ereksi yang cukup untuk
terjadinya koitus yang normal.
v. Gangguan hasrat/keinginan seksual
adalah keadaan tidak adanya atau berkurangnya rasa
ketertarikan atau hasrat seksual. Hal ini mencakup tidak adanya
fikiran atau fantasi seksual dan respon terhadap hasrat seksual.
Motivasi sebagai pendorong untuk bangkitnya hasrat seksual bisa
kurang bahkan tidak ada.