Anda di halaman 1dari 7

Tugas Individu

LAPORAN PENJASKESREK
PERMAINAN TANPA ALAT
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Kelulusan Mata Kuliah Penjaskesrek
Dosen Pembina mata kuliah: Drs. Muliadi, M.Kes

Oleh
RIAN HIDAYAT
1347241018
23 B

UPP PGSD BONE


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2014

LAPORAN KEGIATAN
Pertemuan kedelapan pada mata kuliah Penjaskesrek diadakan pada tanggal
16 Oktober 2014 bertempat di Islamic Center, diawali dengan kegiatan lari keliling
lapangan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pemanasan.
A. Pemanasan
Pemanasan adalah kegiatan persiapan tubuh untuk meningkatkan frekuensi
jantung, dan pengukuran otot yang bertujuan untuk mempersiapkan emosional,
fisiologis, dan untuk melakukan berbagai macam latihan.
Pemanasan bertujuan untuk memanaskan dan melemaskan otot otot tubuh
untuk mengikuti kegiatan inti.
Gerakan pemanasan dilakukan dengan beberapa gerak anggota tubuh
diantaranya gerakan kepala, gerakan lengan, gerakan togok atau badan, dan
gerakan tungkai atau kaki. Adapun uraian pemanasan tersebut yaitu:
1. Gerakan kepala dimulai dengan memalingkan wajah ke kiri dan kekanan
kemudian kepala di gerakkan ke atas dank e bawah dengan hitungan 18.
2. Gerakan lengan dimulai dengan merentangkan tangan lalu melemaskan jari
jari tangan, kemudian dilanjutkan dengan memutar lengan kedepan dan dib
alas ke belakang dengan hitungan 18.
3. Gerakan togok atau badan dimulai dengan lengan di letakkan di pinggang dan
badan bungkuk ke bawah dan dibalas ke atas, gerakan selanjutnya badan
diputar ke kiri dan kekanan dengan hitungan 18.
4. Gerakan tungkai dimulai dengan kaki dibuka selebar mungkin lalu menduduki
salah satu tumit secara bergantian, selanjutnya duduk dengan posisi kaki di

luruskan kedepan dan tangan memegang pergelangan kaki dan mencium lutut,
dengan hitungan 18.
5. Gerakan selanjutnya adalah gerakan kombinasi yaitu mengkombinasikan
antara gerakan kepala, gerakan lengan, gerakan togok atau badan dan gerakan
tungkai atau kaki.
B. Materi dan praktek
Pada pertemuan ini dibahas mengenai permainan tanpa alat untuk anak
sekolah dasar. Tujuan dari permainan adalah untuk menarik perhatian anak agar
secara tidak sadar selalu bergerak sehingga otot otot pada anak dapat terbentuk.
Masa paling menyenangkan dari kehidupan manusia ialah di masa anak-anak.
Diakui atau tidak, masa ketika menjadi seorang anak yang dipikirkan hanyalah
bermain. Hal ini dapat kita manfaatkan dalam metode pembelajaran pendidikan
jasmani bagi anak didik kita khususnya Anak Usia Sekolah Dasar.
Melalui permainan yang menarik seorang siswa akan mengikuti pembelajaran
penjas dengan perasaan yang senang. Untuk itu guru penjas dituntut lebih kreatif
dalam menciptakan permainan-permainan dalam pembelajarannya dan juga
mengetahui teori bermain dalam penjas. Berikut contoh permainan-permainan yang
dapat dikembangkan untuk anak Sekolah Dasar diantaranya, permainan berpasangan
(bersadua, bertiga, berempat dan seterusnya), permainan menjala ikan, permainan
hijau hitam, permainan katak-bangau, dan permainan benteng.
1. Permaian berpasangan
Dalam permaian berpasangan ( berdua, bertiga, berempat, berlima dan
seterusnya) dapat dilakukan dengan cara guru menjadi instruktur dalam permainan

ini, misalnya saat guru mengatakan bahwa berlima maka anak anak mencari
pasangan sebanyak 5 orang dengan secepat mungkin. Jika ada anak yang tidak
menemukan pasangan maka dia diberikan hukuman, misalnnya bernyanyi, loncat
loncat, scot jump, lari ditempat. Jika guru menyebutkan jumlah angka misalnya
bertuju, berenam maka anak mencari pasangan yang disebutkan oleh sang
guru, begitupun dengan angka lain yang disebutkan oleh guru kecuali angka satu
karena permainan ini adalah permaianan berpasangan.
Tujuan dari permainan ini adalah untuk melatih anak bergerak dengan cepat,
melatih anak untuk siap dan tanggap dalam bergerak, melatih kelincahan gerak
anak.
2. Permainan menjala ikan
Permainan ini dilakukan secara berkelompok. Pertama tama membentukd ua
kelompok yang masing-masing terdiri dari lima orang anak, kelompok yang telah
dibentuk bertugas sebagai jala, dan sisanya sebagai ikan. Ikan ikan ini
menyebar diseluruh kolam dan menghindar ketika akan dijala dan berusaha agar
tidak tertangkap oleh jala. Ikan dianggap terjala bila dapat dilingkari oleh jala
dengan saling berpegang tangan. Ikan yang terjala dibawa ke kolam
penyimpanan bila telah berjumlah lima orang, sebuah jala dapat diganti. Ke dua
jala dapat segera menjadi satu bila kiranya dipandang perlu untuk menjala ikan
yang lebih banyak.
Permainan ini selain bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan
gerak anak-anak juga untuk menyalurkan hasrat bergerak dan menciptakan
suasana kesenangan dan kegembiraan bagi anak-anak serta permainan ini dapat
melatih daya tahan dan kelincahan anak anak.

3. Permainan Hijau Hitam


Permainan ini dimainkan secara berpasangan ada yang bertindak sebagai
hijau, ada pula bertindak sebagaai hitam. Adapun cara memainkannya adalaah
sebagai berikut :
1. Permainan terdiri atas 2 regu yakni "regu hitam" dan "regu hijau"
2. Siswa dibagi menjadi 2 baris dan kedua baris regu saling berhadapan.
3. Masing-masing regu tidak memiliki batasan jumlah anggota, yang terpenting
keduanya memiliki jumlah anggota yang sama banyak.
4. kedua regu saling berhadapan dengan jarak kira-kira 2 meter
5. Regu yang dipanggil adalah regu yang berlari dan regu yang tidak dipanggil
adalah regu yang mengejar.
6. Tiap siswa hanya mengejar siswa yang menjadi pasangannya.
7. permainan dimulai ketika guru meneriakkan nama salah satu regu.
8. Bila guru meneriakkan "hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitam" maka regu hitam harus
berlari dan regu hijau mengerjar pasangannya yang berada dalam regu hitam.
begitu pula sebaliknya, bila guru meneriakkan "hiiiiiiiiiijau" maka regu hijau
harus berlari secepat mungkin untuk menghindari tangkapan siswa dari regu
hitam.
Tujuan dari permainan ini adalah umtuk melatih kecepatan berlari dan beraksi,
kemampuan menangkap dan menghindar dari kejaran lawan, sehingga anak anak
aktif bergerak.
4. Permainan Katak Bangau

Permainan Katak dan Bangau adalah permainan yang dimainkan dengan


cara membentuk kelompok menjadi dua kelompok, kelompok pertama bertindak
sebagai bangau dan kelompok kedua bertindak sebagai katak. Jumlah pemain
dalam permainan Katak dan Bangau tidak terbatas, yang penting ada yang
bertindak sebagai bangau daan ada yang bertindak sebagai katak. Lama waktu
yang digunakan dalam permainan ini dilihat dari situasi dan kondisi anak anak,
tidak boleh terlalu lama agar anak tidak terlalu kelelahan.
Kelompok yang bertindak sebagai katak tersebar diseluruh lapangan
perminan kira kira 2 meter dari posisi bangau berdiri, dengan posisi jongkok dan
tidak boleh berdiri, sedangkan bangau berdiri dengan satu kaki. Setelah ada aba
aba mulai atau bunyi peluit maka bangau mengejar katak dengan satu berdiri satu
kaki sedangkan katak menghindar dari kejaran bangau dan jangan sampai
tertangkap oleh Bangau dengan posisi tetap jongkok dan tidak boleh berdiri.
Tujuan dari permainan katak dan Bangau adalah melatih siswa menjaga
keseimbangan badan, melatih siswa untuk lebih teliti daan waspada, melatih
ketangkasan berjalan dan melatih ketangkasan melompat.
5. Permainan Benteng
Pernainan benteng adalah permainan berkelompok yang membutuhkan
kecepataan berlari dan strategi yang handal untuk menghindar dari lawan dan
merobohkan pertahanan lawan sehingga dapat merebut benteng lawan.
Permainan ini merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan oleh
anak anak. Anak - anak akan mendapatkan kualitas kebugaran tubuh dan nilainilai/norma yang terkandung permainan ini dengan pembelajaran yang lebih
menyenangkan dan menarik bagi ank - anak

Tujuan dari permainan ini untuk melatih ketangkasan dan kecepatn


berlari.serta meningkatkan daya tahan tubuh. Permaian ini membutuhkan gerak
yang beragam dalam pelaksanaannya semakin banyak bergerak dan semakin
lama waktu bergerak akan melatih meningkatkan daya tahan tubuh.
Adapun cara melakukan permainan ini adalah pertama tama anak anak
dibagi menjadi dua kelompok kecil yang terdiri dari 5 orang sampai 7 orang
anak. Adapun cara bermainnya adalah sebagai berikut :
a) Masing masing kelompok yang telah di bentuk menentukan sebuah tiang
sebagai benteng
b) Salah satu anggota kelompok bertugas untuk menjaga benteng dan anggota
kelompok lainnya melakukan penyerangan untuk menyentuh benteng lawan
c) Setiap kelompok boleh menyentuh lawan dan dijadikan sebagai tawanan,
d) Yang menjadi pemenang dalam permainan ini adalah kelompok berhasil
menyentuh benteng lawan dan tidak tertawan atau tertangkap oleh lawan.
e) Saat menyentuh benteng lawan maka berterian benteng
Terdapat banyak sekali nilai nilaai yang dapat dipetik dari beberapa permainan
diatas diantaraanya kerjasama, tanggungjawab, menghargai teman maupun lawan,
disiplin, percaya diri, keberanian, sportivitas, dan lain-lain.