Anda di halaman 1dari 11

I.

TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui alat pernapasan ikan, dilihat
dari insang, organ tambahan pada insang dan tipe gelembung renang.
II. TINJAUAN TEORI
Respirasi dapat diartikan :
1
Bernapas yaitu proses inspirasi dan ekspirasi.
2
Pertukaran gas yaitu O2 dan CO2. Baik antara alveolus dan kapiler
paru-paru, maupun antara kapiler jaringan dan sel di jaringan.
Respirasi sel berlangsung dalam 4 tahap yaitu : glikolisis, dekarboksilasi
oksidatif, siklus kreb, dan transpor elektron. Dari ke-4 tahap respirasi tersebut,
hanya glikolisis yaitu pemecahan glukosa menjadi asam pituvat yang berlangsung
secara anaerob. Pada tahap dekarboksilasi oksidatif dan siklus kreb, oksigen
diperlukan untuk membentuk CO2. Pada tahap transpor elektron oksiden
diperlukan sebagai penerima elektron terakhir membentuk radikal oksigen dan
bereaksi dengan H+ membentuk air.
Pada tahap pertukaran gas, oksigen dari elveolus masuk ke kapiler paru-paru
dan diikat oleh hemoglobin membentuk Hb(O 2)4 dan terdapat sejumlah oksigen
yang terlarut dalam plsama darah yang tidak diikat oleh Hb. Oksigen inilah yang
menentukan tekanan parsial oksigen dalam darah. Di kapiler jaringan O 2 dilepas
oleh Hb dan berdifusi ke dalam sel. O2 selalu dilepas oleh Hb setelah sampai
kapiler darah dikarenakan adanya peningkatan kadar H+ (Penurunan pH). Hal
inilah yang disebut dengan efek Bohr. Oksigen yang berdifusi ke dalam otot akan
diikat oleh hemoglobin.
Hasil respirasi di dalam sel adalah CO2, H2O dan energi dalam bentuk ATP
dan panas yang hilang ke lingkungan. CO 2 akan diangkut oleh vena menuju ke
jantung dan dibuang melalui ingsang, kulit, paru-paru. Energi dalam tubuh berasal
dari oksidasi karbohidrat, lemak dan protein.
Karbohidrat, lemak dan protein dapat disimpan dalam tubuh sebagai sumber
energi cadangan. Karbohidra disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan di otot
jantung dan jaringan lain (common metabolic pool). Bila tubuh kekurangan suplai
makanan sumber energi, maka sumber energi cadangan di dalam tubuh akan
segera dibongkar. Pertama glikogenolisis (peguraian glikogen menjadi glukosa 1
fosfat), kedua lipolisis (penguraian lemak dari jaringan dan ditransfer ke hati,
tempat berlangsungnya glukoneogenesis yaitu pembentukan glukosa dari bahan
non karbohidrat), ketiga adalah proteolisis (penguraian protein menjadi asam
amino ditransfer ke hati, seperti langkah ke dua).
Glukoneogenesis sangat penting karena sumber enegeri untuk sel saraf, sel
darah, dan sel ginjal yang tidak memiliki cadangan energi. Glikogen di dalam
tubuh hanya bertahan sebagai sumber energi selama 1,5 hari. Oleh karena itu, bila
dalam 30 menittubuh kekurangan karbohidrat, maka lemak dan protein akan
dirubah menjadi glukosa (glukoneogenelisis) agar sel syaraf, sel darah, dan sel
lainnya tidak mati karena kekurangan energi.
Glukosa, asam lemak dan asam amino mengalami glikolisis menjadi asam
piruvat. Selanjutnya asam piruvat akan mengalami dekarboksilasi menjadi asetil
1

koenzim A. Sedangkan asam amino dapat berlangsung diubah menjadi asetil


Koenzim A. Koenzim A selanjutnya masuk ke matriks mitokondria tempat
berlangsungnya siklus krebs (siklus asam trikarboksilat).
Hasil oksidasi seluler dalam mitokondria adalah :
1 Energi yang di tangkap oleh ADP menjadi ATP dan ada yang hilang ke dalma
lingkungan dalam bentuk panas. ATP dapat disimpan dalam bentuk keratin
fosfat (fosfokreatin)
2
Karbondioksida (CO2)
3
Air (H2O)
Khusus pada oksidasi asam amino terdapat hasil buangan berupa amoniak
(NH3) yang bersifat racun, hingga harus dibuang. Terdapat berbagai perbedaan
antara hewan vetebrata dalam proses membuang NH3. Pada amphibia dan pisces,
NH3 dibuang dalam bentuk amoniak, pada reptilia dan aves dibuang dalam bentuk
urea yang larut dalam air
Karbon dioksida (CO2) yang terbentuk di mitokondria selanjutnya di transfer
ke pembuluh darah kapiler. Dari kapiler, CO2 dibawa ke paru-paru oleh dalam
dalam bentuk CO2 terlarut, HbCO2 dan H2CO3. Pengangkutan CO2 paling banyak
dalam bentukmHCO3- di eritrosit, hal ini disebabkan pembentukan H2CO3
dikatalis oleh kalsium karbonat anhidrase yang ada di dalam eritrosit. Setelah
sampai di kapiler paru-paru, CO2 Berdifusi ke alveoli.
Mekanisme Pertukaran Gas Oksigen (O 2) dan Karbondioksida (CO2) Pada
Ikan.
Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaran-lembaran
tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari insang
berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan
kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen,dan tiap
filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat
pembuluh
darah
yang
memiliki
banyak
kapiler
sehingga
memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan
bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum,sedangkan
insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum.

Gambar 1. Struktur ingsang ikan


2

Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi
sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion,
dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan
perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan
rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan O 2
sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan O2. Contoh ikan yang
mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan
Oksigen, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak
di dekat punggung.

Gambar 2. Mekanisme respirasi pada ikan


Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi.
Pada fase inspirasi, O2 dari air masuk ke dalam insang kemudian O 2 diikat oleh
kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya
pada fase ekspirasi, CO2 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke
insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh.

Gambar 3. Mekanisme pernafasan pada ikan bertulang sejati

Mekanisme Pertukaran Gas Oksigen (O 2) dan Karbondioksida (CO2) Pada


Katak.
Sistem Organ Pernapasan Katak (Amphibia). Sepasang paru-paru pada katak
berbentuk seperti balon elastis tipis yang diliputi kapiler darah. Dinding bagian
dalam paru-paru ini memiliki lipatan-lipatan yang berperan sebagai perluasan.
Paru-paru ini dihubungkan dengan semacam bronkus pendek yang berhubungan
dengan rongga mulut. Katak tidak memiliki tulang rusuk dan diafragma.
Mekanisme inspirasi dan ekspirasi terjadi karena kontraksi atau relaksasinya otototot rahang bawah dan otot perut.

Gambar 4. Mekanisme pernafasan pada katak


Pada Gambar 4. Ditunjukan bahwa katak tidak memiliki tulang rusuk dan
diagfragma. Mekanisme inspirasi dan ekspirasi terjadi karena kontraksi otot-otot
rahang bawah dan otot perut.
Rongga mulut membesar ketika otot rahang bawah (submaksilaris)
mengendur, dan otot sternohioideus di bagian bawah rahang berkontraksi. Hal ini
menyebabkan peningkatan tekanan dalam rongga mulut sehingga terjadi aliran
udara melalui rongga mulut dan koane. Ketika otot submaksilaris dan otot genio
hioideus berkontraksi, rongga mulut mengecil. Koane menutup dan celah faring
membuka sehingga udara terdorong masuk ke dalam paru-paru. Kemudian, di
dalam paru-paru terjadi pertukaran gas.
Pada proses ekspirasi, otot submaksilaris kembali berelaksasi dan otot
sternohioideus serta otot-otot perut berkontrasi sehingga menekan paru-paru dan
mendorong udara kaya CO2 keluar rongga mulut. Segera setelah celah faring
menutup dan koane membuka, otot submaksilaris dan otot geniohioideus
berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. Akibatnya, udara yang kaya CO 2
tertekan keluar. Pernapasan dengan menggunakan kulit dapat berlangsung ketika
berada di darat maupun di air. Kulit katak tipis dengan lendir yang dihasilkan oleh
kelenjar pada kulitnya.
Selain itu, memiliki banyak kapiler yang merupakan perkembangan dari
sistem pernapasan menggunakan insang luar. Pada saat berada dalam stadium

larva, organ yang dimiliki bukanlah paru-paru, tetapi insang luar. Insang luar
berupa lipatan-lipatan kulit yang mengandung banyak pembuluh darah.
III.ALAT DAN BAHAN
Alat yang digunakan dalam praktikum, yaitu:
- Papan bedah
- Pisau bedah
- Pinset
- Kapas
Bahan yang digunakan dalam praktikum, yaitu:
- Ikan Lele
- Ikan sapu-sapu
- Ikan mas
- Alkohol
IV. CARA KERJA
1. Memingsankan ikan (lele, mas dan sapu-sapu) dengan kapas yang sudah
diberi alcohol
2. Membedah ikan (lele,mas dan sapu-sapu) pada papan bedah.
Bagian ikan yang dibedah adalah pada bagian operculum sampai bagian tubuh
ikan.
3. Mengamati insang pada masing-masing ikan, serta mengamati organ
tambahan pada insang untuk mengetahui apakah ada labirin pada masingmasing ikan.
4. Mengamati gelembung renang (ductus pneumaticus) pada masing-masing
ikan, termasuk tipe fisotomus atau fisoklistus?

V. HASIL PENGAMATAN
Struktur
Ikan Mas
Ikan Lele
1. Operkulum - Terdiri atas 2 lapisan - Terdiri atas 1 lapisan
- Terletak dibagian sisi - Terletak dibagian
kanan dan kiri
belakang kepala
2. Insang
- Struktur
- Warna

3. Labirin
- Struktur
- Warna
4. Ductus
pneumaticus

- Terdiri atas empat


- Terdiri atas 4 lembar
lembar insang
insang
- Terdapat seperti
- Terdapat seperti
filamen (lamela)
filamen (lamela)
- Berwana merah pekat - Berwarna merah hati,
pucat
- Berbentuk seperti
bunga karang
Tidak ada
- Berwarna merah
pucat
- Tipe: Fisostomus
- Terdiri atas dua
Tidak ada
gelembung (besar
dan kecil)

Ikan Sapu-sapu
-Terdiri atas 2
lapisan
-Terdapat dibawah
interior
- Terdiri atas 4
lembar insang
- Berwarna merah
tua

Tidak ada

Tidak ada

VI. PEMBAHASAN
6.1 Ikan Mas
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum

: Chordata

Kelas

: Actinopterygii

Ordo

: Cypriniformes

Famili

: Cyprinidae

Genus

: Cyprinus

Spesies : C. carpio

Operkulum
6

Merupakan tutp insang, yang terdiri dari dua celah, terletak pada baian kanan
dan kiri. Operculum berfungsi melindungi bagian kepala dan mengatur
mekanisme aliran air sewaktu bernapas.
Insang
Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut
operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh
operkulum. Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula
berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran
ion, dan osmoregulator.
Stickney (1979) menyatakan salah satu penyesuaian ikan terhadap lingkungan
ialah pengaturan keseimbangan air dan garam dalam jaringan tubuhnya, karena
sebagian hewan vertebrata air mengandung garam dengan konsentrasi yang
berbeda dari media lingkungannya. Ikan harus mengatur tekanan osmotiknya
untuk memelihara keseimbangan cairan tubuhnya setiap waktu. Insang tidak saja
berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi
garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator.
Ikan Mas mempunyai empat buah insang yang ditutup oleh tutup insang
(operkulum). Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan
menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutup tutup insang.
Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup
insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam
pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Dan pada waktu menutup,
tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang.
Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida dikeluarkan.
Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi pada lembaran insang. Insang pada
Ikan Mas berwarna merah pekat (merah bata). Menurut asumsi praktikan, warna
merah pekat pada insang Ikan Mas, diakibatkan karena sumber O2 di habitat ikan
Mas tinggi. Seperti yang kita ketahui bahwa habitat Ikan Mas yaitu di bagian
permukaan air yang memiliki arus cukup kencang.
Selaput tipis bekerja se-bagai klep pada celah insang. Bagian depan dari
selaput melekat pada operculum, sedangkan pada bagian belakangnya terlepas
bebas. Selaput kulit tipis ini disebut membran branchiostegii yang disokong oleh
beberapa potong yang terletak pada dinding ventral pharing disebut radii
branchiostegii. Septum insang hanya satu saja dan tidak menonjol keluar dari
lamela insang, serta kadang-kadang insang tidak ada. Jari-jari insang selalu ada
sepasang untuk setiap lengkung insang ber-jumlah 5, tetapi lengkung insang 1 dan
5 berupa hemibranchia, hanya lengkung kedua, tiga dan empat saja yang berupa
holobranchia. Lamela insang pada lengkung pertama hanya ada pada bagian
belakang lengkung insang dan pada lengkung insang kelima pada bagian depan
saja.
Gelembung renang
Gelembung renang pada ikan mas terdiri dari dua kantung gas yang terletak
pada bagian dorsal, memiliki dinding yang fleksibel yang berkontraksi dan
7

berkembang berdasarkan tekanan ambien. Dinding gelembung renang memiliki


sedikit pembuluh darah dan dilapisi dengan kristal guanine yang membuatnya
kedap udara. Penyesuaikan tekanan gas menggunakan kelenjar gas sehingga
mendapatkan daya apung netral dan dapat naik dan turun pada berbagai
kedalaman. Gelembung renang merupakan organ internal yang dipenuhi oleh gas
yang berfungsi memberi kemampuan ikan untuk mengendalikan daya apung
sehingga mampu menghemat energy untuk berenang . Fungsi lain gelembung
renang adalah digunakan sebagai ruang beresonansi untuk memproduksi atau
menerima suara. Pengisian gelembung renang dengan udara dilakukan dengan
cara mengalirkan udara dari tractus pneumaticus sampai terjadi penggembungan.
Sementara pengosongan dilakukan dengan menekan gelembung ke usus. Pada
gelembung renang berbentuk fisostom pengisisan gelembung renang dilakukan
pertama kali bersamaan dengan pigmentasi mata dan pembukaan mulut larva.
VI.2
Ikan Lele
Sistem respirasi ikan lele didukung oleh alat pernafasannya, yang terdiri dari
insang dan labirin. Insang seperti alat pernafasan ikan lainnya merupakan alat
respirasi utama. Dan pada ikan lele terdapat 4 lembar insang di kedua sisi
kepalanya. Alat respirasi tambahan ikan lele atau assesori respiratori organ berupa
perluasan insang yang disebut labirin (air-breathing organ). Labirin ber berwarna
kemerahan yang terletak dibagian atas lengkung insang kedua dan keempat.
Fungsi labirin ini untuk mengambil oksigen dari permukaan air dan dapat
mengambil oksigen dari udara secara langsung untuk beberapa saat. Menurut
sunita (2003) ikan lele mampu bertahan diluar air selama 31 jam. Dengan alat
pernafasan tambahan ini ikan lele mampu bertahan hidup pada kondisi oksigen
yang minim. Namun semakin minim oksigen yang ada dilingkungan maka terjadi
peningkatan mukus yang disekresikan oleh Mucous cells (MCs). Sel ini terdapat
di jaringanikat longgar sub-epitelial. Mukus ini berbahan dasar mucopolisakarida.
Mukus ini membantu untuk mencegah pengeringan.
Proses terjadinya pertukaran udara didalam tubuh ikan lele pada permukaan
insang yang kemudian masuk ke pembuluh darah. Gbr 1. Tipe respirasi ini disebut
counter-current exchange. (Thomas.1988)

gambar 1. Difusi oksigen pada ikan

VI.3
Ikan Sapu-sapu
Ikan sapu sapu memiliki 2 operculum yang terletak di bagian bawah
anterior. Memiliki 4 lembar insang dan berwarna merah tua. Warna merah tua ini
mengindikasikan bahwa ikan sapu sapu termasuk ikan yang daerah renangnya
berada di atas permukaan atau pertengahan perairan karena kaya akan oksigen
terlarut. Sementara labirin tidak terdapat dalam ikan sapu sapu. Hal ini
mengindikasikan bahwa ikan sapu sapu berada di daerah perairan yang kaya
akan oksigen terlarut sehingga ia tidak perlu memperluas insangnya untuk
membentuk labirin sebagai tempat cadangan oksigen. Ductus pneumaticus pun
juga tidak terlihat pada ikan sapu sapu. Hal ini sesuai dengan perilaku ikan ini
yang tidak lincah, melainkan hanya menempel pada batu yang berada didekat
permukaan karena memang ikan ini bukan pemangsa, melainkan pemakan alga
sehingga tidak perlu kecepatan lebih untuk bergerak dalam air. mulutnya
termodifikasi seperti alat penghisap yang digunakan untuk menempel pada batu
dan memakan alga yang ada di permukaan batu tersebut.
VII.

KESIMPULAN

Ikan bernapas dengan menggunakan insang. Insang pada ikan berbeda-beda


sesuai dengan jenis ikan masing-masing. Pada ikan mas memiliki 4 lembar
insang, ikan lele 4 lembar insang dan pada ikan sapu-sapu juga memiliki 4
lembar insang. Pada ikan lele terdapat organ tambahan yang terletak dibawah
insang yaitu labirin. Labirin pada ikan lele berbentuk seperti bunga karang. Pada
ikan mas terdapat ductus pneumaticus dengan tipe fisotomus.

DAFTAR PUSTAKA
Kholish.2008. Panduan lengkap agribisnis lele. penebar swadya, anggota
IKAPI.Jakarta
Sunita & Tarun. 2003. Histopathological Analysis of the Respiration Organs of
the Air-Breathing Catfish (Linn.) Exposed to the Air. Acta zoologica
Taiwanica 14(1):45-64(2003)

LAMPIRAN
1. Ikan Mas

2. Ikan Lele

10

3. Ikan Sapu-sapu

11