Anda di halaman 1dari 15

MUHAMMAD RADHI FADLILLAH

Seks Bebas
Dampak dan Pencegahannya
Seks Bebas |2
Seks Bebas |3

Kata Pengantar
Sampai saat ini, masalah seks adalah hal yang sangat menarik untuk
dibincangkan. Hal ini dikarenakan seksualitas sudah sangat melekat dalam kehidupan
kita. Selama makhluk hidup masih ada, selama itu pula seks diperlukan untuk
meneruskan keturunan.

Meningkatnya minat para remaja dalam masalah seksual membuat mereka terus
mencari dan menggali informasi tentang hal ini, baik melalui internet, media elektronik,
maupun media lainnya. Namun, yang disayangkan, masalah seks ini jarang dan bahkan
nyaris tidak pernah diungkit oleh orang tua. Padahal orang tualah yang paling berperan
dalam pendidikan anak. Akibatnya, anak-anak mendapatkan informasi ini melalui media
yang kurang tepat, seperti video porno.

Akibat dari kurangnya pendidikan seks dapat kita lihat sekarang ini, yaitu dengan
maraknya remaja yang hamil di luar nikah, aborsi, penyakit kelamin, dll.

Oleh karena itulah, dalam makalah ini akan diterangkan tentang Seks Bebas,
Dampaknya, Serta Cara Pencegahannya. Semua hal di atas dirangkum dalam
makalah yang berjudul “Seks Bebas” ini.

Semoga makalah ini, dapat memenuhi syarat sebagai tugas Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan, serta dapat berguna bagi penulis maupun pembaca.

Akhir kata, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah dan khilaf
dalam penulisan.
Seks Bebas |4

Seks Bebas
Pengertian

Seks bebas adalah perilaku atau perbuatan seks yang


dilakukan di luar nikah. Pada umumnya, seks bebas ini terjadi
pada kalangan remaja, yang pada umumnya berusia antara 10 –
19 tahun. Hal ini dikarenakan secara kejiwaan, remaja memang
mengalami fase ketidakstabilan emosional. Sifat agresifitas yang
tinggi, seringnya mengambil tindakan cepat tanpa pertimbangan
matang ikut menunjang mudahnya remaja terjerumus pada
lingkungan negatif. Ketika remaja menghadapi realitas hidup,
mereka sering mengalami kebingungan akibat kelemahan prinsip
hidup dan keterbatasan bekal hidup yang dimiliki. Kondisi
lingkungan keluarga dan masyarakat yang tidak adaptif menjadikan remaja lebih aman
bersama teman-temannya dan tinggal di luar rumah dari pada bercengkrama dengan
keluarga di rumah. Lingkungan negatif inilah yang rentan membawa remaja kepada
perilaku seks bebas.

Kegiatan seks (bagi manusia) hanya boleh dilakukan ketika sudah ada ikatan yang
sah antara laki-laki dan perempuan, ikatan itu disebut dengan nikah. Hubungan seks
yang dilakukan diluar pernikahan merupakan suatu pelanggaran terhadap norma-norma
(baik norma agama maupun norma-noram yang berlaku lainnya) dan merupak suatu
perbuatan dosa yang besar dan sangat berat hukumannnya.

Kita sering mendengar baik dari cerita teman-teman ataupun dari berita tentang
perilaku manusia zaman sekarang yang sering melakukan hubungan seks diluar nikah
(merupakan bagian dari seks bebas). Hubungan seks tersebut merupakan hubungan seks
liar yang dilakukan secara illegal dalam artian sudah menyalahi norma-norma yang ada.

Hawa nafsu merupakan hal yang sangat menentukan dalam terjadinya perilaku
seks bebas. Hubungan seks dilakukan apabila hawa nafsu sudah menguasai dirinya.
Hawa nafsu membuat seseorang lupa segala-segalanya, termasuk lupa akan Tuhan, yang
dia tahu hanyalah bagaimana caranya agar nafsunya tersebut dapat tersalurkan. Oleh
karena itu, sebagai manusia ang diberukan kelebihan oleh Tuhan dibandingfkan dengan
makhluk lainnya, kendalikanlah hawa nafsu kita agar derajat kita bias lebih tingi dari
makhluk-makhluk yang lain. Karena diasaat kita kalah oleh hawa nafsu, maka derajat kita
sama dengan seekor hewan.

Seks bebas merupakan pengaruh budaya yang datang dari barat dan kemudian
diadopsi oleh masyarakat Indonesia tanpa memfilternya terlebih dahulu. Revolusi seks
yang mencuat di Amerika Serikat dan Eropa pada akhir tahun 1960-an sudah mewabah
masuk kenegeri kita tercinta ini melalui piranti teknologi informasi dan saran-sarana
hiburan lainnya semakin canggih. Sekarang, untuk mendapatkan suatu video, gambar
dan cerita-cerita tentang seks dan pornografi lainnya sangat mudah, tinggal cari di
internet dengan mengunjungi situs-situs yang meyediakan layanan dewasa tersebut
selain itu juga film-film dewasa tersebut juga sudah dijual oleh para pedagang kaset dan
video. Begtu mudahnya akses untuk mendapatkan hal-hal yang berbau pornografi
Seks Bebas |5
sekarang ini menyebabkan semakin meningkatnya angka perilaku seks bebas di dalam
masyarakat.

Remaja dalam perkembangannya memerlukan lingkungan adaptif yang


menciptakan kondisi yang nyaman untuk bertanya dan membentuk karakter
bertanggung jawab terhadap dirinya. Ada kesan pada remaja, seks itu menyenangkan,
puncak rasa kecintaan, yang serba membahagiakan sehingga tidak perlu ditakutkan.
Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba
(sexpectation).Terlebih lagi ketika remaja tumbuh dalam lingkungan yang tidak adaptif,
akan mendorong terciptanya perilaku amoral yang merusak masa depan remaja.
Dampak pergaulan bebas mengantarkan pada kegiatan menyimpang seperti seks bebas,
tindak kriminal termasuk aborsi, narkoba, serta berkembangnya penyakit menular
seksual (PMS).

Beberapa penelitian menunjukkan, remaja putra maupun putri pernah


berhubungan seksual. Beriku adalah beberapa bukti penelitian yang dapat saya
kumpulkan.

1. Penelitian di Jakarta tahun 1984 menunjukkan 57,3 persen remaja putri yang hamil
pranikah mengaku taat beribadah.

2. Penelitian di Bali tahun 1989 menyebutkan, 50 persen wanita yang datang di suatu
klinik untuk mendapatkan induksi haid berusia 15-20 tahun.

3. Di Denpasar, per November 2007, 441 wanita dari 4.041 orang dengan HIV/AIDS.
Dari 441 wanita penderita HIV/AIDS ini terdiri dari pemakai narkoba suntik 33
orang, 120 pekerja seksual, 228 orang dari keluarga baik. Karena keadaan wanita
penderita HIV/AIDS mengalami penurunan sistem kekebelan tubuh menyebabkan
20 kasus HIV/AIDS menyerang anak dan bayi yang dilahirkannya.

4. Penelitian di Bandung tahun 1991 menunjukkan dari pelajar SMP, 10,53 persen
pernah melakukan ciuman bibir, 5,6 persen melakukan ciuman dalam, dan 3,86
persen pernah berhubungan seksual.

5. Data hasil survei 2008 Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan


menunjukkan, sebanyak 63 persen remaja SMP sudah melakukan hubungan seks
di luar pernikahan. Sedangkan 21 persen siswa SMA pernah melakukan aborsi.
Temuanyang paling mencengangkan, di beberapa kota besar, hampir semua
remaja pernah menonton film porno yang sebenarnya menjadi konsumsi orang
dewasa.Catatatan tentang perilaku remaja ini dibeberkan Menteri Negara
Pemberdayaan Perempuan RI, Prof Dr Meutia Hatta Swasono, usai menjadi penguji
sidang disertasi di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya, Selasa
(6/1). Kegelisahanyang sama juga diungkapkannya dalam seminar bertajuk Dilema
HIV/AIDS di Kalangan Remaja di Gedung Widyaloka Unibraw

6. Hasil survei Knowledge Attitude Practice (KAP) Perkumpulan Keluarga Berencana


Indonesia (PKBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat, sebanyak 31
persen remaja di Kota Kupang sudah pernah melakukan hubungan seks. “Survei
itu dilakukan pada tahun 2006 dengan mengambil sampel 500 responden siswa
SMP dan SMA,” kata Direktur Pelaksana Harian PKBI NTT Markus Ali Brandi
dalam workshop tentang Kesehatan Reproduksi, Infeksi Menular Seksual (IMS),
HIV/AIDS, dan Perilaku Seksual Remaja Sekolah di Kupang, Jumat (23/1). Hasil
survei itu menunjukkan, 18,8 persen kasus HIV/AIDS di Kota Kupang terjadi pada
Seks Bebas |6
remaja usia 15-24 tahun, 318 kasus IMS pada remaja berusia 11-24 tahun dengan
orientasi seksual (gay) dengan tingkat pengetahuan kesehatan produksi PMS dan
HIV/AIDS masih sangat rendah.

7. Dari penelitian yang dilakukan Synovate Research sejak September 2004 hingga
Januari 2005, di Kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan, dari 450 responden,
44% responden mengaku mereka sudah pernah punya pengalaman seks di usia 16
sampai 18 tahun. Sementara 16% lainnya mengaku pengalaman seks itu sudah
mereka dapat antara usia 13 sampai 15 tahun.

Selain itu, rumah menjadi tempat paling favorit (40%) untuk melakukan hubungan
seks. Sisanya, mereka memilih hubungan seks di kos (26%) dan hotel (26%).

Uniknya, para responden ini sadar bahwa seharusnya mereka menunda hubungan
seks sampai menikah (68%) dan mengerti bahwa hubungan seks pra nikah itu
tidak sesuai dengan nilai dan agama mereka (80%). Tapi, mereka mengaku
hubungan seks itu dilakukan tanpa rencana. Para responden pria justru 37%
mengaku kalau mereka merencanakan hubungan seks dengan pasangannya.
Sementara, 39% responden perempuan mengaku dibujuk melakukan hubungan
seks oleh pasangannya.

Karenanya, ketika ditanya bagaimana perasaan para responden setelah


melakukan hubungan seks pra nikah itu, 47% responden perempuan merasa
menyesal karena takut hamil, berdosa, hilang keperawanan dan takut ketahuan
orang tua.

Selain itu ada bukti-bukti lain yang saya dapat dari seorang blogger di internet. Dia
pernah melakukan penelitian tentang seks bebas di Bandung dan Banjarmasin pada
kalangan mahasiswa. Berikut adalah ulasan dari penelitiannya:

Bandung

“Peneliti melakukan pengamatan di daerah pendidikan yaitu daerah Jatinangor,


karena di situ terdapat beberapa Universitas besar di Indonesia.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagaian mahasiswa (khususnya


mahasiswi) disana walaupun belum resmi pacaran (masih dalam tahap teman) sudah
bias diajak untuk melakukan hubungan seks (bukan berarti semuanya). Dapat
dibayangkan bahwa baru sebatas teman saja sudah melakukan hubungan seks, apalagi
kalau sudah pacaran.

Peneliti menemukan bahwa sebagaian besar toko-toko disepanjang jalan dari


IKOPIN sampai daerah UNPAD kampus 2 menjual kondom. Pertama kali peneliti
mengetahui hal tersebut peneliti semapat kaget, karena daerah peneliti sangat susah
untuk mendapatkan kondom. Saat peneliti mau beli rokok dan masuk kesebuah toko
yang notabene terasuk pedagang kaki lima, disana bukannya rokok yang dipajang
didalam kotak kaca (biasanya rokok dipajang di dalam kotak kaca agar pembeli dapat
memilih rokok yang dia inginkan) melainkan kotak-kotak kondom yang berjajar rapi,
sedangkan rokok di taruh di tempat yang agak tersembunyi. Dari hal tersebut diatas
dapat disimpulkan bahwa kondom merupakan hal sudah tidak tabu lagi untuk
diperjualbelikan bagi masyarakat secara umum dan dari sini dapat kita simpulkan lagi
bahwa banyak orang yang memerlukan kondom-kondom tersebut. Dengan menfasilitasi
Seks Bebas |7
penjualan kondom secara bebas tersebut mengidentifikasikan bahwa telah terjadi
degradasi moral yang sangat membahayakan.

Seorang sopir angkot jurusan Sumedang-Cileunyi yang tinggal di dekat kampus


UNPAD mengatakan bahwa perilaku mahasiswa dikos-kosan di dekat ia tinggal sudah
tidak bias dikotrol agi (dalam hal kegiatan seks bebas). Mereka melakukan hubungan
seks di dalam kamar kos-kosan secara bebas tanpa memperdulikan lagi orang-orang
yang ada disekitarnya dan tidak memperdulikan segala norama yanag berlaku di
masyarakat.

Tahun 2006 sewaktu peneliti pindah kos dari daerah Caringin (kos yang lama)
kedaerah Cileunyi (kos yang baru) peneliti sangat terkejut pada waktu pertama kali
masuk kamar di kosan tersebut. Didalam kamar tersebut berserakan kondom bekas yang
sudah dipakai. Peneliti sangat jijik kalau mengingat hal tersebut. Salah seorang penghuni
kos tersebut mengatakan bahwa kamar tersebut sering dipakai untuk melakukan
hubungan seks oleh penghuninya yang dulu. Selain itu ada juga teman peneliti yang
sering menyewakan kamar kosnya untuk dijadikan tempat mesum bagi temannya
dengan menarik pungutan biaya sewa (sebungkus rokok).

Cerita diatas hanyalah sekilas gambaran tentang kehidupan mahasiswa


dibandung. Masih banyak lagi cerita-cerita yang menggambarkan tentang seks bebas
yang peneliti dapatkan dan peneliti alami langsung, akan tetapi peneliti hanya memuat
beberapa cerita untuk mewakili semuanya.”

Banjarmasin

“Kehidupan mahasiswa di Banjarmasin kalau dilihat dari luar tidak akan


menunjukkan adanya kegiatan yang mengarah kepada seks bebas. Akan tetapi kalau kita
melihat lebih dalam lagi yaitu masuk kedalam kehidupan dan keseharian mereka maka
kita akan menemukan sesuatu yang mengidentifikasikan tentang adanya kegiatan seks
bebas di kalangan mahasiswa.

Rata-rata kos dan asrama putri di Banjarmasin hanya menerima tamu sampai
dengan jam 09.00 malam dam jam 10.00 malam pada malam minggu. Tamu laki-laki
hanya diperbolehkan bertamu di ruang tamu (bagi kos yang punya ruangan untuk
bertamu) dan ada juga yang langsung boleh masuk kedalam kamar (bagi kos yang tidak
punya rungan untuk bertamu). Sedangkan di kos laki-laki sebagian beasar (walaupun
tidak semuanya) memiliki kebebasan yang lebih bila dibandingkan dengan kos putri.

Dibandingkan dengan Bandung yang memperjualbelikan kondom secara bebas, di


Banjarmasin kondom tidak bebas untuk diperjualbelikan secara bebas dan tidak dapat
dikonsumsi secara umum. Bahkan sampai sekarang peneliti belum menemukan toko
yang memperjualbelikannya secara bebas, akan tetapi menurut beberapa mahasiswa
yang peneliti temui mengatakan bahwa sangat mudah untuk menemukan dan
mendapatkan kondom.

Teman peneliti yang kebetulan juga seorang mahasiswa mengatakan bahwa


sebagian besar mahasiswa di sana sudah pernah melakukan hubungan seks dengan
pasangannya yang notabene adalah pacarnya. Hubungan seks tersebut biasanya
dilakukan dikos putra dan ada juga yang dilakukan di kos putri pada saat teman-
temannya yang lain pergi kuliah atau pada saat kos lagi kosong, serta ada juga yang
melakukannya di hotel (motel) atau tempat yang menyediakan jasa tempat untuk
melakukan hubungan seks secara bebas. Katanya lagi pernah dilakukan razia gabungan
Seks Bebas |8
oleh petugas polisi, satpol pp dan warga ke sebagian kos baik putra maupun putri dan
hasilnya sangat megejutkan yaitu ditemukan ratusan kondom baik yang sudah bekas
pakai maupun yang belum dipakai.

Seorang mahasiswa yang berinisial MJ megatakan sering melakukan hubungan


seks dengan pacarnya di kamar asrama tempat dia tinggal, bahkan pacarnya tersebut
pernah melakukan aborsi sebanyak 2 kali akibat hubungan mereka tersebut. Menurutnya
hubungan tersebut dialakukan pada saat siang hari karena tamu hanya diperbolehkan
berada di dalam asrama sampai dengan jam 09.00 malam.

Peneliti punya teman seorang wanita yang pada waktu SMU sangat pemalu, pake
jilbab dan rajin eribadah. Setelah lulus SMU dia langsung melanjutkan kuliah di
Banjarmasin. Satu tahun berselang, peneliti endapatkan kabar tentang
rencanapernikahannya dengan seorang laki-laki yang merupakan pacarnya sendiri.
Peneliti kaget dan bertanya, kok cepat banget sih pernikahannya, apa tidak menunggu
dia lulus kuliah dulu? Setelah peneliti selidiki dengan cara bertanya kepada teman-teman
peneliti yang lain ternyata wanita (mahasisiwi) tersebut sudah hamil duluan.”

Dampak Seks Bebas


Pengetahuan remaja mengenai dampak seks
bebas masih sangat rendah. Yang paling menonjol dari
kegiatan seks bebas ini adalah meningkatnya angka
kehamilan yang tidak diinginkan. Setiap tahun ada
sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20
persennya dilakukan remaja. Di Amerika, 1 dari 2
pernikahan berujung pada perceraian, 1 dari 2 anak hasil
perzinahan, 75 % gadis mengandung di luar nikah, setiap
hari terjadi 1,5 juta hubungan seks dengan pelacuran. Di
Inggris 3 dari 4 anak hasil perzinahan, 1 dari 3 kehamilan
berakhir dengan aborsi, dan sejak tahun 1996 penyakit
sepilis meningkat hingga 486%. Di Perancis, penyakit
gonorhoe meningkat 170% dalam jangka waktu satu
tahun. Di negara liberal, pelacuran, homoseksual/
lesbian, dan incest merupakan hal yang lumrah bahkan
menjadi industri yang menghasilkan keuntungan ratusan
juta US dolar dan disahkan oleh undang-undang.

Dampak Fisik

Remaja yang mengadakan hubungan seks tentunya memiliki kemungkinan untuk


hamil walau menggunakan alat kontrasepsi. Setiap metode pasti memiliki persentase
kegagalan. Bahkan remaja yang secara rutin mengkonsumsinya. Meskipun dia tidak akan
hamil, apakah dia bisa menjamin tidak akan terjadi apa-apa di masa yang akan datang.
Penyakit-penyakit kelamin seperti sipilis dan gonorhoe dan AIDS yang
begitu booming sekarang mungkin bakal menjangkiti mereka.
Seks Bebas |9
Dampak Psikologis

Banyak remaja yang mengira kalau mereka mengadakan hubungan seks sewaktu
berpacaran, ini akan mendekatkan mereka satu sama lain. Tetapi, kenyataan berkata
lain! Hal tersebut sangat mengecewakan-tidak ada perasaan senang ataupun
kehangatan cinta yang disangka semula. Mereka akan memandang satu sama lain
dengan perasaan berbeda dari sebelumnya. Si gadis mungkin akan tampak kurang
menarik dan perasaan si pria terhadap gadis itu tidak akan membara. Sementara si gadis
mungkin akan merasa dimanfaatkan atau bahkan direndahkan. Sepasang remaja yang
melakukan hubungan seks sebelum menikah sesungguhnya telah melewati garis yang
tak mungkin mereka lampaui kembali! Biasanya sepasang kekasih yang telah menyelami
hubungan seksual pranikah memiliki persentase yang cukup besar untuk berpisah. Ini
disebabkan oleh rasa curiga, tidak percaya dan perasaan cemburu berkembang dalam
hati. Seorang remaja mengatakan, “Jika dia mau melakukannya dengan saya mungkin
dia telah melakukannya dengan orang lain. Sebenarnya, demikianlah perasaan saya …
Saya luar biasa cemburu dan ragu-ragu, serta curiga.”

Dampak Lain

1. Menciptakan kenangan buruk. Apabila seseorang terbukti telah melakukan seks


pranikah atau seks bebas maka secara moral pelaku dihantui rasa bersalah yang
berlarut-larut. Keluarga besar pelaku pun turut menanggung malu sehingga
menjadi beban mental yang berat.

2. Mengakibatkan kehamilan. Hubungan seks satu kali saja bisa mengakibatkan


kehamilan bila dilakukan pada masa subur. kehamilan yang terjadi akibat seks
bebas menjadi beban mental yang luar biasa. Kehamilan yang dianggap
“Kecelakaan” ini mengakibatkan kesusahan dan malapetaka bagi pelaku bahkan
keturunannya.

3. Menggugurkan Kandungan (aborsi) dan pembunuhan bayi. Aborsi merupakan


tindakan medis yang ilegal dan melanggar hukum. Aborsi mengakibatkan
kemandulan bahkan Kanker Rahim. Menggugurkan kandungan dengan cara aborsi
tidak aman, karena dapat mengakibatkan kematian.

4. Penyebaran Penyakit. Penyakit kelamin akan menular melalui pasangan dan


bahkan keturunannya. Penyebarannya melalui seks bebas dengan bergonta-ganti
pasangan. Hubungan seks satu kali saja dapat menularkan penyakit bila dilakukan
dengan orang yang tertular salah satu penyakit kelamin. Salah satu virus yang bisa
ditularkan melalui hubungan seks adalah virus HIV.

5. Timbul rasa ketagihan.

6. Kehamilan terjadi jika terjadi pertemuan sel telur pihak wanita dan spermatozoa
pihak pria. Dan hal itu biasanya didahului oleh hubungan seks. Kehamilan pada
remaja sering disebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap
proses kehamilan. Bahaya kehamilan pada remaja:

• Hancurnya masa depan remaja tersebut.


• Remaja wanita yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama
kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap.
• Pasangan pengantin remaja, sebagian besar diakhiri oleh perceraian
S e k s B e b a s | 10
(umumnya karena terpaksa kawin karena nafsu, bukan karena cinta).
• Pasangan pengantin remaja sering menjadi cemoohan lingkungan sekitarnya.
• Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungan pada tenaga non
medis (dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis.
• Pengguguran kandungan oleh tenaga medis dilarang oleh undang-undang,
kecuali indikasi medis (misalnya si ibu sakit jantung berat, sehingga kalau ia
meneruskan kehamilan dapat timbul kematian). Baik yang meminta,
pelakunya maupun yang mengantar dapat dihukum.
• Bayi yang dilahirkan dari perkawinan remaja, sering mengalami gangguan
kejiwaan saat ia dewasa.
S e k s B e b a s | 11

Pencegahan Seks Bebas


Pendidikan Seks

Pendidikan seks dapat diartikan sebagai


penerangan tentang anatomi fisiologi seks manusia,
bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya. Adapun
pengertian pendidikan seks yang akan dijelaskan dalam
bagian ini adalah membimbing serta mengasuh
seseorang agar mengerti tentang arti, fungsi, dan tujuan
seks, sehingga ia dapat menyalurkannya secara baik, benar, dan legal.

Para ahli berpendapat bahwa pendidik yang terbaik adalah orang tua dari anak itu
sendiri. Pendidikan yang diberikan termasuk dalam pendidikan seksual. Dalam
membicarakan masalah seksual adalah yang sifatnya sangat pribadi dan membutuhkan
suasana yang akrab, terbuka dari hati ke hati antara orang tua dan anak. Hal ini akan
lebih mudah diciptakan antara ibu dengan anak perempuannya atau bapak dengan anak
laki-lakinya, sekalipun tidak ditutup kemungkinan dapat terwujud bila dilakukan antara
ibu dengan anak laki-lakinya atau bapak dengan anak perempuannya. Kemudian
usahakan jangan sampai muncul keluhan seperti tidak tahu harus mulai dari mana,
kekakuan, kebingungan dan kehabisan bahan pembicaraan.

Dalam memberikan pendidikan seks pada anak jangan ditunggu sampai anak
bertanya mengenai seks. Sebaiknya pendidikan seks diberikan dengan terencana, sesuai
dengan keadaan dan kebutuhan anak. Sebaiknya pada saat anak menjelang remaja
dimana proses kematangan baik fisik, maupun mentalnya mulai timbul dan berkembang
kearah kedewasaan.

Beberapa hal penting dalam memberikan pendidikan seksual, seperti yang


diuraikan oleh Singgih D. Gunarsa (1995) berikut ini, mungkin patut anda perhatikan:

• Cara menyampaikannya harus wajar dan sederhana, jangan terlihat ragu-ragu atau
malu.

• Isi uraian yang disampaikan harus obyektif, namun jangan menerangkan yang
tidak-tidak, seolah-olah bertujuan agar anak tidak akan bertanya lagi, boleh
mempergunakan contoh atau simbol seperti misalnya : proses pembuahan pada
tumbuh-tumbuhan, sejauh diperhatikan bahwa uraiannya tetap rasional.

• Dangkal atau mendalamnya isi uraiannya harus disesuaikan dengan kebutuhan


dan dengan tahap perkembangan anak. Terhadap anak umur 9 atau 10 tahun t
belum perlu menerangkan secara lengkap mengenai perilaku atau tindakan dalam
hubungan kelamin, karena perkembangan dari seluruh aspek kepribadiannya
memang belum mencapai tahap kematangan untuk dapat menyerap uraian yang
mendalam mengenai masalah tersebut.

• Pendidikan seksual harus diberikan secara pribadi, karena luas sempitnya


pengetahuan dengan cepat lambatnya tahap-tahap perkembangan tidak sama
S e k s B e b a s | 12
buat setiap anak. Dengan pendekatan pribadi maka cara dan isi uraian dapat
disesuaikan dengan keadaan khusus anak.

• Pada akhirnya perlu diperhatikan bahwa usahakan melaksanakan pendidikan


seksual perlu diulang-ulang (repetitif) selain itu juga perlu untuk mengetahui
seberapa jauh sesuatu pengertian baru dapat diserap oleh anak, juga perlu untuk
mengingatkan dan memperkuat (reinforcement) apa yang telah diketahui agar
benar-benar menjadi bagian dari pengetahuannya.

Pencegahan Seks Bebas Dalam Keluarga

Faktor keluarga sangat menentukan dalam masalah pendidikan seks sehingga


perilaku seks bebas dapat dihindari. Waktu pemberian materi pendidikan seks dimulai
pada saat anak sadar mulai seks. Bahkan bila seorang bayi mulai dapat diberikan
pendidikan seks, agar ia mulai dapat memberikan mana ciri laki-laki dan mana ciri
perempuan. Bisa juga diberikan saat anak mulai bertanya-tanya pada orang tuanya
tentang bagaimana bayi lahir. Peran orang tua sangat penting untuk memberikan
pendidikan seks pada usia dini.

Menurut Afief Rahman, pendidikan seks sebaiknya dimulai dari kandungan.


Pembacaan ayat-ayat suci dari Kitab Suci sangat penting. Hal ini ditujukan agar anak
yang dikandung mendapatkan keberkahan dari Sang pencipta seperti diketahui, identitas
seks manusia sudah dimulai sejak di dalam kandungan, sehingga memang sepantasnya
pendidikan seks dimulai pada fase tersebut.

Pencegahan seks bebas dalam keluarga antara lain :

• Keluarga harus mengertitentang permasalahan seks, sebelum menjelaskan kepada


anak-anak mereka.

• Seorang ayah mengarahkan anak laki-laki, dan seorang ibu mengarahkan anak
perempuan dalam menjelaskan masalah seks.

• Jangan menjelaskan masalah seks kepada anak laki-laki dan perempuan di ruang
yang sama.

• Hindari hal-hal yang berbau porno saat menjelaskan masalah seks, gunakan kata-
kata yang sopan.

• Meyakinkan kepada anak-anak bahnwa teman-teman mereka adalah teman yang


baik.

• Memberikan perhatian kemampuan anak di bidang olahraga dan menyibukkan


mereka dengan berbagai aktivitas.

• Tanamkan etika memelihara diri dari perbuatan-perbuatan maksiat karena itu


merupakan sesuata yang paling berharga.

• Membangun sikap saling percaya antara orang tua dan anak.


S e k s B e b a s | 13
Cara Remaja Bersikap

Hubungan seks di luar pernikahan menunjukkan tidak adanya rasa tanggung jawab
dan memunculkan rentetan persoalan baru yang menyebabkan gangguan fisik dan
psikososial manusia. Bahaya tindakan aborsi, menyebarnya penyakit menular seksual,
rusaknya institusi pernikahan, serta ketidakjelasan garis keturunan. Kehidupan keluarga
yang diwarnai nilai sekuleristik dan kebebasan hanya akan merusak tatanan keluarga
dan melahirkan generasi yang terjauh dari sendi-sendi agama.

Aktifitas seksual pada dasarnya adalah bagian dari naluri yang pemenuhannya
sangat dipengaruhi stimulus dari luar tubuh manusia dan alam berfikirnya. Meminimalkan
hal-hal yang merangsang, mengekang ledakan nafsu dan menguasainya. Masa remaja
memang sangat memperhatikan masalah seksual. Banyak remaja yang menyukai bacaan
porno, melihat film-film porno. Semakin bertambah jika mereka berhadapan dengan
rangsangan seks seperti suara, pembicaran, tulisan, foto, sentuhan, dan lainnya. Hal ini
akan mendorong remaja terjebak dengan kegiatan seks yang haram.

Perawatan organ reproduksi tidak identik dengan pemanfaatan tanpa kendali.


Sistem organ reproduksi dalam pertumbuhannya sebagaimana organ lainnya,
memerlukan masa tertentu yang berkesinambungan sehingga mencapai petumbuhan
maksimal. Disinilah letak pentingnya pendampingan orang tua dan pendidik untuk
memberi pemahaman yang benar tentang pertumbuhan organ reproduksi. Pemahaman
remaja berkaitan dengan organ reproduksinya tentunya ditanamkan sesuai dengan kadar
kemampuan logika dan umur mereka. Dengan demikian remaja tidak akan cemas ketika
menghadapi peristiwa haid pertama, melewati masa premenstrual syndrome dengan
aman, memahami hukum fiqh terkait dengan haid serta peristiwa lain yang mengiringi
masa pubertas remaja.

Remaja juga harus bisa menjaga diri. Hal ini mampu dilakukan pada remaja yang
mempunyai kejelasan konsep hidup dalam menjalani hidupnya. Orang tua sejak usia dini
harus menanamkan dasar yang kuat pada diri anak bahwa Tuhan menciptakan manusia
untuk beribadah kepada-Nya. Jika konsep hidup yang benar telah tertanam maka remaja
akan memahami jati dirinya, menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya, mengerti
hubungan dirinya dengan lingkungaanya. Kualitas akhlak akan terus terpupuk dengan
memahami batas-batas nilai, komitmen dengan tanggung jawab bersama dalam
masyarakat. Remaja akan merasa damai di rumah yang terbangun dari keterbukaan,
cinta kasih, saling memahami di antara sesama keluarga. Pengawasan dan bimbingan
dari orang tua dan pendidik akan menghindarkan remaja dari pergaulan bebas, dan
sebagainya.
S e k s B e b a s | 14

Kesimpulan & Saran


Kesimpulan

Dampak seks bebas sangat besar, tidak hanya berakibat terhadap diri sendiri
tetapi juga keluarga dan orang sekitar. Jauhilah pergaulan bebas yang berujung pada
seks bebas.Tingkatkan keimanan sebagai benteng dari perbuatan dosa.

Saran-Saran

• Tingkatkan keimanan dan selalu dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

• Jauhilah narkotika dan pergaulan tanpa batas.

• Tumbuhkan norma dan nilai-nilai sosial.

• Hindari hal-hal negatif.

• Isi hari-hari kita dengan beraktivitas dan berolahraga.

• Hindari pergaulan negatif.

• Selektif terhadap teman-teman sebaya.

• Loyal namun tetap hati-hati mengikuti perkembangan teknologi.

• Hidup sehat tanpa terpau narkotika.

• Jangan hancurkan masa depan.

• Capai cita-cita tanpa seks bebas.

• Pikirkan segala tindakan kita dengan efektif dan komprehensif sesuai dengan
akibat yang akan kita terima.

• Hindari seks bebas sejak dini dengan tidak bergaul tanpa batasan norma dan etika.

• Katakan "tidak", jika pasangan menghendaki aktivitas berpacaran melebihi batas.


Terutama bagi remaja putri permintaan seks sebagai "bukti cinta", jangan
dipenuhi, karena yang paling rugi adalah pihak wanita. Ingat, sekali wanita
kehilangan kegadisannya, seumur hidup ia akan menderita, karena norma yang
dianut dalam masyarakat kita masih tetap mengagungkan kesucian. Berbeda
dengan wanita, keperjakaan pria tidak pernah bisa dibuktikan, sementara dengan
pemeriksaan dokter kandungan dapat ditentukan apakah seorang gadis masih
utuh selaput daranya atau tidak.
S e k s B e b a s | 15

Soal Jawab
Q: Apa pengertian seks bebas ?
A: Seks bebas adalah perilaku atau perbuatan seks yang dilakukan di luar nikah.

Q: Bagaimanakah kondisi kejiwaan pada fase remaja ?


A: Pada fase remaja, manusia mengalami fase ketidakstabilan emosional.

Q: Kapankah revolusi seks mencuat di Amerika Serikat dan Eropa ?


A: Pada akhir 1960-an.

Q: Opini bahwa seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba disebut ...
A: Sexpectation.

Q: Dampak seks bebas meliputi apa saja ?


A: Meliputi dampak fisik dan psikologis.

Q: Apa yang dimaksud dengan pendidikan seks ?


A: Pendidikan seks dapat diartikan sebagai penerangan tentang anatomi fisiologi seks
manusia, bahaya penyakit kelamin, dan sebagainya..

Q: Pendidikan seks sebaiknya dimulai sejak kandungan. Hal ini disampaikan oleh ?
A: Afief Rahman

Q: Pada dasarnya, aktifitas seksual adalah ?


A: Aktifitas seksual pada dasarnya adalah bagian dari naluri yang pemenuhannya sangat
dipengaruhi stimulus dari luar tubuh manusia dan alam berfikirnya.

Anda mungkin juga menyukai