Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN KONJUNGTIVITIS PADA

PASIEN RAWAT JALAN DI POLI MATA RUMAH SAKIT


DAERAH dr. SOEBANDI JEMBER

Untuk Memenuhi Tugas Keperawatan Medikal Bedah Program Pendidikan


Profesi Ners

Oleh:
Kelompok 5
Octavia Candra Dewi

(092311101004)

Hendik Syachroni

(092311101054)

Akhmad Zainur Ridla

(102311101017)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kalimantan no.37 Kampus Tegal Boto, Telp (0331) 323450

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) KONJUNGTIVITIS


PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLI MATA RUMAH
SAKIT DAERAH Dr. SOEBANDI JEMBER
Pokok Bahasan
Sasaran
Waktu
Hari/tanggal
Tempat

: Konjungtivitis
: Pasien dan keluarga pasien di Poli Mata RSD Dr.
Soebandi Jember
: 15 menit
: Jumat, 16 Januari 2015
: Poli Mata RSD Dr. Soebandi Jember

A. LATAR BELAKANG
Mata adalah alat penglihatan manusia dapat terkena berbagai kondisi.
Beberapa diantaranya bersifat primer, sedangkan yang lain skunder akibat
kelainan pada sistem organ tubuh lain. Kebanyakan kondisi tersebut dapat
dicegah bila terdeteki awal, dapat dikontrol dan penglihatan dapat
dipertahankan (Burner dan Suddarth, 2005).
Infeksi adalah invasi kuman dan pembiakan mikroorganisme pada jaringan
tibuh, terutama yang menyebabkan cidera seluler local akibat kompetisi
metabolisme, toksin, replikasi intraseluler/respon antigen antibodi (Sidarta,
2004)
Konjungtivitis adalah inflamasi pada konjungtiva oleh virus, bakteri
clamydia, alergi, trauma (sengatan matahari). Pengertian lain adalah inflamasi
peradangan konjungtiva dan ditandai dengan pembengkakan dan eksudat, mata
tampak merah sehingga sering disebut penyakit mata merah. Konjungtiva dan
kornea merupakan bagian mata yang mudah berhubungan dengan dunia luar.
Sehingga penyakit ini mudah sekali menular. (Anas, 2011).
Insiden terjadinya konjungtivitis bakteri dipandang lebih dikalangan bayi
dan anak-anak. Hasil penelitian ini ditemikan insiden konjungtivitis akibat
kerja sebesar 43,66%. Konjungtivitis virus biasanya mengenai suata mata, pada
konjungtivitis ini matasering berair, Kotoran mata ada, namun biasanya sedikit.
Pada dasarnya konjungtivitis adalah penyakit ringan namun pada beberapa
kasus dapat berlanjut menjadi penyakit yang serius, untuk itu tidak ada
salahnya berkonsultasi kedokter.
Sebagian orang mengira penyakit radang mata/mata merah hanya penyakit
biasa cukup diberi tetes mata biasa sudah cukup. Padahal bila penyakit radang
mata tidak segera ditangani/diobati bisa menyebabkan kerusakan pada
mata/gangguan pada mata dan menimbulkan komplikasi seperti glaucoma,
katarak, maupun ablasi retina (Wijaya, 2013).
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis dapat membuat rumusan
masalah yaitu sebagai berikut :
1. Apa Pengertian dari Konjungtivitis?

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kalimantan no.37 Kampus Tegal Boto, Telp (0331) 323450
2. Apa penyebab dari Konjungtivitis?
3. Apa saja tanda dan gejala dari Konjungtivitis?
4. Bagaimana penanganan Konjungtivitis?
C. TUJUAN
Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan selama 15 menit, Klien mampu
menyebutkan dan menjelaskan kembali salah satu gangguan pada mata.
Tujuan Khusus
Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 15 menit
diharapkan klien mendapatkan informasi terkait Konjungtivitis yaitu :
a. Mengetahui pengertian dari Konjungtivitis
b. Mengetahui penyebab dari Konjungtivitis
c. Mengetahui tanda dan gejala dari Konjungtivitis
d. Mengtahui penanganan dari Konjungtivitis
D. SASARAN DAN TARGET
1. Sasaran
Pasien dan keluarga pasien di Poli Mata RSD Dr. Soebandi Jember
2. Target
Pasien yang menderita konjungtivitis di Poli Mata RSD Dr. Soebandi
Jember
E. STRATEGI PELAKSANAAN
1) Nama Kegiatan
: Pendidikan Kesehatan konjungtivitis pada pasien
rawat jalan di Poli Mata RSD Dr. Soebandi Jember
2) Metode
: ceramah dan tanya jawab
3) Waktu dan Tempat : 15 menit, Poli Mata RSD Dr. Soebandi Jember
4) Setting Tempat
:
tembok
Lapt
op

Penyaj
i
LCD

Peserta Penyuluhan

Peserta Penyuluhan

Peserta Penyuluhan

Peserta Penyuluhan

Peserta Penyuluhan

Peserta Penyuluhan

Peserta Penyuluhan

Peserta Penyuluhan

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kalimantan no.37 Kampus Tegal Boto, Telp (0331) 323450
5) Media
a. Leaflet 20 buah mencakup materi konjungtivitis
b. PPT
c. Laptop
d. LCD
6) Kegiatan Yang Dilakukan
Proses

Tindakan
Kegiatan Penyuluh

Pendahuluan 1) memberi salam,


memperkenalkan diri, dan
membuka penyuluhan;
2) menjelaskan materi secara
umum;
3) menjelaskan tentang
tujuan umum dan khusus
Penyajian
1) menjelaskan tentang
pengertian konjungtivitis;
2) menjelaskan tentang
penyebab konjungtivitis
3) mengajarkan tentang
penanganan konjungtivitis
4) memberikan kesempatan
pada peserta untuk
bertanya;
Penutup
1) menyimpulkan kegiatan
penyuluhan;
2) menutup kegiatan dengan
baik;
3) memberi salam.

Waktu
Kegiatan Peserta

memperhatikan,
menjawab salam

2 menit

memeperhatikan
memperhatikan
memperhatikan

10
menit

memperhatikan
memperhatikan
bertanya dan
berdiskusi
memperhatikan
memperhatikan
membalas salam

3 menit

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kalimantan no.37 Kampus Tegal Boto, Telp (0331) 323450
F. Daftar pustaka
Anas, Tamsuri. 2011. Klien Gangguan Mata Dan Penglihatan : Keperawatan
Medikal-Bedah. Jakarta: EGC
Brunner dan Suddarth. 2005. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.
Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2 Ed. III. Jakarta: Media
Aeuscualpius.
Sidarta, Ilyas. 2004. Ilmu Perawatan Mata. Jakarta: CV. Sagung Seto
Wijaya, Saferi A. 2013. Keperawatan Medikal Bedah keperawatan dewasa
teori dan contoh askep cetakan pertama. Jakarta: Nuha Medika

Jember, 13 Januari 2015


Penyusun

Kelompok 5

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kalimantan no.37 Kampus Tegal Boto, Telp (0331) 323450
Lampiran I
KONJUNGTIVITIS
a. Pengertian Conjungtivitis
Konjungtivitis (mata merah) adalah inflamasi pada konjungtiva oleh virus,
bakter, clamydia, alergi, trauma/ sengatan matahari (Anas, 2011). Suatu
peradangan konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, clamida,
alergi atau iritasi dengan bahan-bahan kimia.
b. Penyebab
Konjungtivitis dapat disebabkan oleh berbagai hal dan dapat bersifat infeksius
seperti:
1. Bakteri
2. Klamidia
3. Virus
4. Jamur
5. Parasit (oleh bahan iritatif => kimia, suhu, radiasi) maupun imunologi
(pada reaksi alergi).
Kebanyakan konjungtivitis bersifat bilateral. Bila hanya unilateral,
penyebabnya adalah toksik atau kimia. Organisme penyebab tersering adalah
stafilokokus, streptokokus, pneumokokus, dan hemofilius. Adanya infeksi atau
virus. Juga dapat disebabkan oleh butir-butir debu dan serbuk sari, kontak
langsung dengan kosmetika yang mengandung klorin, atau benda asing yang
masuk kedalam mata.
c. Macam-Macam Conjungtivitis
Klasifikasi Konjungtivitis antara lain:
1. Konjungtivitis Bakteri

Konjungtivitis bakteri disebut juga Pink Eye. Terutama disebabkan


oleh Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumoniae, Haemophilus
influenzae, dan Moraxella catarrhalis. Konjungtivitis bakteri sangat menular,
menyebar melalui kontak langsung dengan pasien dan sekresinya atau dengan
objek yang terkontaminasi.
2. Konjungtivitis Bakteri Hiperakut
Neisseria gonnorrhoeae dapat menyebabkan konjungtivitis bakteri hiperakut
yang berat dan mengancam penglihatan, perlu rujukan ke oftalmologis segera.
3. Konjungtivitis Viral
Jenis konjungtivitis ini adalah akibat infeksi human adenovirus (yang paling
sering adalah keratokonjungtivitis epidermika) atau dari penyakit virus
sistemik seperti mumps dan mononukleosis. Biasanya disertai dengan
pembentukan folikel sehingga disebut juga konjungtivitis folikularis. Mata
yang lain biasanya tertular dalam 24-48 jam.
4. Konjungtivitis Alergi

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kalimantan no.37 Kampus Tegal Boto, Telp (0331) 323450
Infeksi ini bersifat musiman dan berhubungan dengan sensitivitas terhadap
serbuk, protein hewani, bulu, makanan atau zat-zat tertentu, gigitan serangga
dan/atau obat (atropin dan antibiotik golongan Mycin). Infeksi ini terjadi
setelah terpapar zat kimia seperti hair spray, tata rias, asap rokok. Asma,
demam kering dan ekzema juga berhubungan dengan konjungtivitis alergi.
Disebabkan oleh alergen yang terdapat di udara, yang menyebabkan
degranulasi sel mast dan pelepasan histamin.. Pasien dengan konjungtivitis
alergi sering memiliki riwayat atopi, alergi musiman, atau alergi spesifik
(misal terhadap kucing).
5. Konjungtivitis Blenore
konjungtivitis purulen (bernanah pada bayi dan konjungtivitis gonore).
Blenore neonatorum merupakan konjungtivitis yang terdapat pada bayi yang
baru lahir. Penyebab oftalmia neonatorum adalah Gonococ, Chlamydia
(inklusion blenore) dan Staphylococus
Masa inkubasi bervariasi antara 3 6 hari
a) Gonore
: 1 3 hari
b) Chlamydia
: 5 12 hari
d. Tanda dan Gejala Conjungtivitis
Gejala subjektif meliputi rasa gatal, kasr (ngeres/tercakar) atau terasa ada
benda asing. Penyebab keluhan ini adalah edema konjungtiva, terbentuknya
hipertrofi papilaris, dan folikel yang mengakibatkan perasaan adanya benda asing
didalam mata. Gejala objektif meliputi hyperemia konjungtiva, epifora (keluar air
mata berlebihan), pseudoptosis (kelopak mata atas seperti akan menutup), tampak
semacam membrane atau pseudomembran akibat koagulasi fibrin.
Adapun manifestasi sesuai klasifikasinya adalah sebagai berikut:
1. Konjungtivitis Alergi
- Edea berat sampai ringan pada konjungtivitas
- Rasa seperti terbakar
- Injekstion vaskuler pada konjungtivitas
- Air mata sering keluar sendiri
- Gatal-gatal adalah bentuk konjungtivitas yang paling berat
2. Konjungtivitis Bakteri
- Pelebaran pembuluh darah
- Edema konjungtiva sedang
- Air mata keluar terus
- Adanya secret atau kotoran pada mata
- Kerusakan kecil pada epitel kornea mungkin ditemukan
3. Konjungtivitis Viral
- Fotofobia
- Rasa seperti ada benda asing didalam mata
- Keluar air mata banyak
- Nyeri prorbital
- Apabila kornea terinfeksi bisa timbul kekeruhan pada kornea
- Kemerahan konjungtiva

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kalimantan no.37 Kampus Tegal Boto, Telp (0331) 323450
- Ditemukan sedikit eksudat
4. Konjungtivitis Bakteri hiperakut
- Infeksi mata menunjukkan secret purulen yang massif
- Mata merah
- Iritasi
- Nyeri palpasi
- Biasanya terdapat kemosis
- Mata bengkak dan adenopati preaurikuler yang nyeri
5. Konjungtivitis Blenore
Tanda-tanda blenore adalah sebagai berikut:
- Ditularkan dari ibu yang menderita penyakit GO
- Menyebabkan penyebab utama oftalmia neinatorm
- Memberikan secret purulen padat secret yang kental
- Terlihat setelah lahir atau masa inkubasi antara 12 jam hingga 5 hari
- Perdarahan subkonjungtita dan kemotik
e. Patofisiologi
Mikroorganisme (virus, bakteri, jamur), bahan alergen, iritasi menyebabkan
kelopak mata terinfeksi sehingga kelopak mata tidak dapat menutup dan
membuka sempurna, karena mata menjadi kering sehingga terjadi iritasi
menyebabkan konjungtivitis. Pelebaran pembuluh darah disebabkan karena
adanya peradangan ditandai dengan konjungtiva dan sclera yang merah, edema,
rasa nyeri, dan adanya secret mukopurulent.
Akibat jangka panjang dari konjungtivitis yang dapat bersifat kronis yaitu
mikroorganisme, bahan allergen, dan iritatif menginfeksi kelenjar air mata
sehingga fungsi sekresi juga terganggu menyebabkan hipersekresi. Pada
konjungtivitis ditemukan lakrimasi, apabila pengeluaran cairan berlebihan akan
meningkatkan tekanan intra okuler yang lama kelamaan menyebabkan saluran air
mata atau kanal schlemm tersumbat. Aliran air mata yang terganggu akan
menyebabkan iskemia syaraf optik dan terjadi ulkus kornea yang dapat
menyebabkan kebutaan. Kelainan lapang pandang yang disebabkan kurangnya
aliran air mata sehingga pandangan menjadi kabur dan rasa pusing.
f. Komplikasi
Penyakit radang mata yang tidak segera ditangani/diobati bisa menyebabkan
kerusakan pada mata/gangguan pada mata dan menimbulkan komplikasi.
Beberapa komplikasi dari konjungtivitis yang tidak tertangani diantaranya:
1. Glaucoma
2. Katarak
3. Ablasi retina
4. Komplikasi pada konjungtivitis kataral teronik merupakan segala penyulit
dari blefaritis seperti ekstropin, trikiasis
5. Komplikasi pada konjungtivitis purulenta seringnya berupa ulkus kornea.

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN R.I


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jln. Kalimantan no.37 Kampus Tegal Boto, Telp (0331) 323450

6. Komplikasi pada konjungtivitis membranasea dan pseudomembranasea


adalah bila sembuh akan meninggalkan jaringan perut yang tebal di kornea
yang dapat mengganggu penglihatan, lama- kelamaan orang bisa menjadi
buta.
7. Komplikasi konjungtivitis vernal adalah pembentukan jaringan sikratik dapat
mengganggu penglihatan.
g. Penatalaksanaan
Konjungtivitis biasanya hilang sendiri. Tapi tergantung pada penyebabnya,
terapi dapat meliputi antibiotika sistemik atau topical, bahan antiinflamasi, irigasi
mata, pembersihan kelopak mata, atau kompres hangat.
Bila konjugtivits disebabkan oleh mikroorganisme, pasien harus diajari
bagaimana cara menghindari kontaminasi mata yang sehat atau mata orang lain.
Perawat dapat memberikan instruksipada pasien untuk tidak menggosok mata
yang sakit kemudian menyentuh mata yangs ehat, untuk mencuci tangan setelah
setiap kali memegang mata yang sakit, dan menggunakan kain lap, handuk, dan
sapu tangan baru yang terpisah.
h. Pencegahan
1. Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah
membersihkan atau mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangannya
bersih-bersih.
2. Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata
yang sakit
3. Jangan menggunakan handuk atau lap bersama dengan penghuni rumah lain
4. Gunakan lensa kontak sesuai dengan petunjuk dari dokter dan pabrik
pembuatnya.
5. Mengganti sarung bantal dan handuk dengan yang bersih setiap hari.
6. Hindari berbagi bantal, handuk dan saputangan dengan orang lain.
7. Usahakan tangan tidak megang-megang wajah (kecuali untuk keperluan
tertentu), dan hindari mengucek-ngucek mata.
8. Bagi penderita konjungtivitis, hendaknya segera membuang tissue atau
sejenisnya setelah membersihkan kotoran mata.