Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Dasar Teori
Jaringan otot mencapai 40-50% berat tubuh. Pada umumnya tersusun
dari sel-sel kontraktil yang disebut serabut otot. Melalui sebut kontraksi, selsel otot menghasilkan pergerakan dan melakukan pekerjaan. Otot
menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak
dalam bagian-bagian organ internal tubuh.
Salah satu ciri otot adalah kontraktilitas yaitu kemampuan serabut otot
untuk berkontraksi dan menegang yang dapat atau mungkin juga melibatkan
pemendekan otot. Serabut akan terelongasi karena kontraksi pada setiap
diameter sel berbentuk kubus atau bulat hanya akan menghasilkan
pemendekan yang terbatas. (Ethel, 2004)
Kelelahan otot adalah ketidakmampuan otot untuk berkontraksi dan
memetabolisme

bahan-bahan

yang

dibutuhkan

untuk

menghasilkan

pengeluaran kerja yang sama, walaupun impuls saraf berjalan secara normal
dan potensial aksi normal meyebar ke serabut otot. Kelelahan otot dapat
timbul akibat kontraksi otot yang kuat dan lama. Pada keadaan ini, kontraksi
otot yang terjadi semakin lama semakin lemah, karena dalam serabut otot
kekurangan energi.
Tenaga mekanik yang timbul pada kontraksi otot merupakan hasil proses
kimiawi cadangan tenaga dalam otot.Adapun sumber tenaga yang paling
penting bagi kerja otot adalah glukosa.Proses kimiawi ini akan mengubah
glukosa menjadi tenaga ( ATP ) dan asam laktat. Penumpukan asam laktat
dalam otot akan mengiritasi saraf yang menginervasi otot tersebut,sehingga
akan terjadi rasa nyeri pada otot. Bila mana keadaan ini berlanjut akan
membatasi kerja otot. Untuk mengubah asam laktat menjadi glukosa kembali
selama kontraksi otot diperlukan penyediaan oksigen, yang dapat disediakan

melalui aliran darah. Proses metabolisme glukosa menjadi ATP yang


memerlukan oksigen disebut metabolisme aerobik, sedang yang tidak
memerlukan oksigen disebut metabolisme anaerobik.
kelelahan otot meningkat berbanding langsung dengan kecepatan
pengurangan glikogen otot.Oleh karena itu, sebagian besar kelelahan adalah
akibat dari ketidakmampuan proses kontraksi dan metabolisme serabutserabut otot untuk terus memberikan hasil kerja yang sama.Hambatan aliran
darah yang menuju otot yang sedang berkontraksi menyebabkan kelelahan
otot hampir sempurna dalam satu atau dua menit karena kehilangan suplai
makanan,terutama kehilangan oksigen (Guyton,2007).
Lama kerja sampai mencapai kelelahan pada orang coba perempuan
lebih cepat daripada laki- laki. Hal ini disebabkan karena massa otot laki-laki
lebih besar dibandingkan dengan perempuan dan adanya perbedaan hormonal
antara pria & wanita. Hormon Testosteron yang disekresi oleh testis pria
memiliki efek anabolik yg kuat terhadap penyimpanan protein yg sangat
besar di setiap tempat dalam tubuh, terutama di dalam otot. Hormon Estrogen
diketahui meningkatkan penimbunan lemak pada wanita. Laki-laki dapat
menyimpan glikogen pada otot lebih banyak, sebagai sumber energi sehingga
terjadinya kelelahan otot lebih lama (Guyton & Hall, 1997).
Pemijatan yang mengalami kelelahan akan memperbaiki sirkulasi darah
sehingga proses pemulihan berjalan lebih cepat.
1.2. Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ergometer
Kimograf
Sphygmomanometer
Metronome
Stopwatch
Medline (meteran)
Alat pengikat lengan atas

8. Matras
9. Manik-manik
10. Dumbbell 0.5 kg
11. Penggaris siku-siku besar
12. Benang dan jarum jahit
13. Penutup mata
14. Lap putih

BAB II
HASIL PENGAMATAN
2.1. Data Hasil Pengamatan
2.1.1. Percobaan Kerja dan Istirahat pada Kelelahan Jari Tangan

Jenis

Kanan/Kiri

Kelamin
Perempuan
Laki-laki

Kanan
kanan

Waktu sampai

Perubahan

Waktu

terjadi

yang terjadi

sampai lelah

kelelahan
78 detik

Kemerahan,

hilang
242 detik

258 detik

nyeri
Kemerahan,

190 detik

nyeri

2.1.2. Pengaruh Perubahan Peredaran Darah dan Pemijatan Pada


Kelelahan

Jenis

Waktu sampai

Perubahan

Waktu

Kelamin

terjadi

yang terjadi

sampai lelah

Perempuan

kelelahan
68 detik

Kemerahan,

hilang
130 detik

124 detik

nyeri
Kemerahan,

74 detik

Laki-laki

Kanan/Kiri

Kanan
kanan

nyeri
2.1.3. Pengaruh Suhu Dingin dan Panas pada Kelelahan

Jenis

Kanan/Kiri

Waktu sampai

Perubahan

Waktu

Kelamin

terjadi

yang terjadi

sampai lelah

Perempuan

kelelahan
72 detik

Kemerahan,

hilang
247 detik

Kiri

Laki-laki

Kiri

nyeri
Kemerahan,

168 detik

90 detik

nyeri
2.1.4. Pengaruh Kerja dan Kekuatan pada Kelelahan Telapak dan Jari
Tangan

Jenis kelamin

Waktu lelah

Perempuan
Laki-laki

464 detik
247 detik

2.1.5. Pengaruh Kelelahan pada Ketelitian Kerja

Jenis kelamin
Perempuan
Laki-laki
Laki-laki

Waktu
10 menit
10 menit
10 menit

Jumlah manik
151
95
90

Yang dirasakan
Lelah
Lelah
Lelah, berkeringat

2.1.6. Pemulihan Kelelahan Otot pada Beberapa Posisi Tubuh

Lokasi
Kepala & leher :
1. Fleksi
2. Ekstensi
3. Lateral fleksi
4. Rotasi
Bahu :
1. Posisi 1
2. Posisi 2
Punggung :
1. Posisi 1
2. Posisi 2

Waktu

Perasaan

158 detik
50 detik
78 detik
111 detik

Lelah
Lelah
Lelah
Lelah

80 detik
43,8 detik

Lelah
Lelah

104 detik
64 detik

Lelah
Lelah

2.2. Menjawab Pertanyaan


1. Bagaimana pengaruh kelelahan pada ketelitian? Jelaskan mekanismenya.

Jawab:Ketelitian dipengaruhi oleh kelelahan. Semakin lelah seseorang,


tingkat ketelitiannya akan menurun. Pada saat seseorang lelah
suplai darah dan oksigen menuju otak menurun,yang menyebabkan
kelelahan. Ketika kelelahan meningkat, jumlah glikogen dalam otot
menurun yang berakibat penyebaran sinyal saraf melalui hubungan
neuromokular menurun dan berdampak pada penurunan ketelitian.
2. Bagaimana pengaruh kelelahan pada kecepatan dan keterampilan kerja?
Jelaskan mekanismenya.
Jawab:Kelelahan dapat menyebabkan kecepatan dan ketrampilan kerja
seseorang menurun. Saat kelelahan, terjadi penurunan energy yang
berakibat pada penurunan kecepatan kerja, sehingga membutuhkan
waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaan.
3. Bagaimana pengaruh istirahat pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.
Jawab:Istirahat otot dapat memulihkan sirkulasi darah menjadi normal
sehingga oksigen dapat diberikan pada proses metabolisme
karbohidrat sehingga proses metabolisme berjalan dengan normal
kembali dan energi dalam bentuk ATP dapat dihasilkan secara
optimal.
4. Bagaimana pengaruh infrared pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.
Jawab:Infra red merupakan salah satu cara membantu pemulihan setelah
kontraksi.

Suhu

panas

yang

ditimbulkan

infrared

dapat

memperbesar pembuluh darah dan memperbaiki sirkulasi darah


yang mempengaruhi lancarnya suplai oksigen dalam otot serta
nutrisi yang dapat memulihkan kelelahan.
5. Bagaimana pengaruh pemijatan pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.
Jawab:setelah dipijat dan istirahat aliran darah ke otot pada jari akan lebih
lancar sehingga pasokan oksigen akan lebih banyak dari
sebelumnya. Oksigen berguna dalam proses pembakaran untuk
menghasilkan energi, sehingga setelah dipijit energi meningkat dan
otot dapat bekerja lebih lama.
6. Bagaimana pengaruh dingin pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.
Jawab:Suhu dingin dapat menyebabkan penurunan kontraksi otot. Hal ini
karena suhu dingin dapat menyebabkan vasokontriksi atau

penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan suplai oksigen


dan nutrisi dalam otot tidak lancar.
7. Bagaimana pengaruh panas pada kelelahan? Jelaskan mekanismenya.
Jawab:Panas dapat mengakibatkan pembuluh kapiler membesar dan
meningkatkan temperatur kulit sehingga sirkulasi darah dapat
berjalan lancar karena terjadi vasodilatasi atau pelebaran pembuluh
darah. Panas juga mengakibatkan tubuh berkeringat. Pengeluaran
keringat bertujuan mengatur suhu tubuh agar panas yang diberikan
tidak membakar kulit.
8. Apakah posisi tubuh berpengaruh terhadap kecepatan timbulnya lelah?
Jelaskan dan uraikan apa yang dapat dilakukan agar dokter gigi dapat
mengurangi keletihan kerja.
Jawab:Pada berbagai posisi tubuh dalam keadaan diam yang lama dapat
mengakibatkan banyak otot yang berkontraksi sehingga semakin
cepat terjadi pembendungan aliran darah di satu sisi. Apabila
beberapa bagian tubuh tidak teraliri darah bagian tubuh tersebut
terasa seperti kesemutan. Hal ini dapat memicu terjadinya
kelelahan otot.
Keletihan kerja yang dialami oleh dokter gigi dapat diatasi dengan
cara menyediakan kalori yang cukup sebagai input tubuh,
menggunakan metode yang baik saat bekerja, memperhatikan
kemampuan tubuh dan memperhatikan waktu kerja yang teratur
serta berusaha mengurangi ketegangan-ketegangan akibat kerja.
Selain itu, olahraga yang teratur juga merupakan salah satu cara
untuk menyehatkan badan.

BAB III
PEMBAHASAN
Kelelahan otot terjadi karena otot tidak mampu lagi berkontraksi sebab
kontraksi yang kuat dan lama dapat mengakibatkan kekurangan energi. Otot
berkontraksi dengan memerlukan energi dalam metabolisme glukosa membentuk
ATP. Dan apabila kontraksi terjadi terus menerus maka energi akan habis dan
terjadilah kelelahan otot. Apabila hal tersebut terjadi maka diperlukan
pengembalian energi melalui nutrisi yang dibawa oleh sistem peredaran darah
sehingga metabolisme karbohidrat berjalan secara normal dan otot pun dapat
menerima energi sehingga aktivitas otot menjadi normal kembali.
Pada percobaan kerja dan istirahat pada kelelahan jari tangan, terlihat
adanya perbedaan waktu terjadinya kelelahan antara laki-laki dan perempuan,
waktu terjadinya kelelahan perempuan lebih cepat daripada laki-laki. Hal ini
sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa perempuan lebih cepat lelah daripada
laki-laki.
Pada percobaan pengaruh perubahan peredaran darah dan pemijatan pada
kelelahan, terlihat waktu sampai lelah hilang menjadi sedikit berkurang karena
dilakukannya penijatan. Hal ini sesuai dengan teori, karena pemijatan dapat
melancarkan peredaran darah sehingga penimbunan asam laktat dapat
diminimalisir.
Pada percobaan suhu dingin dan panas pada kelelahan, Pemberian
berbagai suhu juga dapat mengurangi kelehan otot. Pemberian infra red
menimbulkan panas pada permukaan yang disinari. Pemberian panas ini
mengakibatkan pembuluh kapiler membesar dan meningkatkan temperatur kulit
sehingga sirkulasi darah dapat diperbaiki. Pengaruh suhu yang terlalu dingin pada
otot (<20C selama 5 menit) dapat memperpanjang kerja otot karena pemberian
suhu panas sebelumnya. Hal ini disebabkan karena ketika diberikan suhu dingin,

otot mengalami penyempitan atau vasokonstriksi dan ketika diberi suhu panas otot
mengalami pelebaran atau vasodilatasi.
Pada percobaan pengaruh kerja dan kekuatan pada kelelahan telapak dan
jari tangan, terlihat waktu lelah perempuan lebih cepat daripada laki-laki. Hal ini
disebabkan karena massa otot laki-laki lebih besar dibandingkan dengan
perempuan dan adanya perbedaan hormonal antara pria & wanita. Hal ini sesuai
dengan teori yang menyatakan bahwa perempuan lebih cepat lelah daripada lakilaki.
Kelelahan otot dapat menyebabkan rasa lelah dan nyeri pada bagian
tertentu sehingga timbul berbagai kelainan seperti ketelitian dan ketrampilan kerja
terganggu.Emosi juga meningkat akibat respon rasa nyeri yang terjadi.
Peningkatan emosi tersebut menyebabkan tingkat konsentrasi juga menurun.
Proses pemijatan atau penekanan pada otot dengan arah yang teratur
mampu mengendurkan dan meregangkan otot dan jaringan-jaringan lunak dalam
tubuh, sehingga mengurangi ketegangan otot. Efek yang ditimbulkan pada
pemijatan tersebut adalah lain mengurangi tingkat kelelahan otot, menguraikan
asam laktat dan memperlancar aliran darah, merelaksasi otot, mencegah terjadinya
cedera, mempercepat penyembuhan akibat dari overuse, memberikan rasa nyaman
pada tubuh dan pikiran. Setelah pemijatan kontraksi yang dapat dilakukan otot
menjadi lebih banyak. Hal tersebut terjadi karena saat pemijatan sirkulasi darah
ditekan dan berjalan lebih lancar dan lebih cepat sehingga energi yang didapatkan
lebih banyak dari pada saat istirahat biasa. Pemijatan dan istirahat tersebut dapat
memperlancar sirkulasi darah sehingga pasokan energi yang dihasilkan lebih
lama.

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Kelelahan otot terjadi karena otot tidak mampu lagi berkontraksi
sebab kontraksi yang kuat dan lama dapat mengakibatkan kekurangan
energi.
Pada laki-laki dan perempuan terjadi perbedaan waktu mencapai
kelelahan. Hal ini disebabkan karena massa otot laki-laki lebih besar
dibandingkan dengan perempuan dan adanya perbedaan hormonal antara
pria & wanita.
Pemulihan

kelelahan

otot

dapat

dilakukan

dengan

cara

mengistirahatkan otot, pemijatan dan pemberian panas dan dingain.


Istirahat berfungsi untuk mengembalikan sirkulasi darah.Istirahat otot
dapat memulihkan sirkulasi darah menjadi normal sehingga oksigen
dapat diberikan pada proses metabolisme karbohidrat sehingga proses
metabolisme berjalan dengan normal kembali dan energi dalam bentuk
ATP dapat dihasilkan secara optimal.

DAFTAR PUSTAKA
Guyton, Arthur C. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Sloane, Ethel. 2004. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran ECG.
Suhartini, dkk. 2014. Modul Tanda-Tanda Vital dan Kelelahan Otot Blok Sistem
Tubuh II Edisi II. Jember: Bagian Fisiologi-Biomedik FKG Universitas
Jember.
Purnama, Ridwan. 2012. Perbandingan Pengaruh Message dan Akupresur
terhadap

Recovery

Perenang.

Bandung:

Universitas

Pendidikan

Indonesia.

10