Anda di halaman 1dari 2

PENDAHULUAN

Air merupakan salah satu


karakteristik penting dalam bahan
pangan. Keberadaan air dalam bahan
pangan sering berhubungan dengan
mutu bahan pangan. Air dapat
mempengaruhi penampakan, tekstur
dan cita rasa pada bahan pangan.
Menurut Dwijosepputro (1994) kadar
air juga salah satu karakteristik yang
sangat
penting
dalam
bahan
pangan,karena
air
dapat
mempengaruhi kenampakan tekstur
dan cita rasa pada bahan pangan.
Kadar air dalam bahan pangan ikut
menentukan kesegaran dan daya awet
bahan pangan tersebut.
Untuk mengetahui kadar air
dalam bahan dapat dilakukan dengan
beberapa metode penetapan kadar air.
Terdapat beberapa metode yang dapat
digunakan untuk menetapkan kadar air
dalam bahan. Penetapan metode
analisis kadar air harus dilakukan tepat
agar proses penetapan bisa berjalan
optimal. Penetapan kadar air harus
disesuaikan dengan sifat bahan yang
akan dianalisis. Salah satu metode
yang digunakan untuk analisis kadar
air bahan pangan adalah metode
destilasi.
Metode destilasi adalah suatu
metode yang digunakan untuk
menetapkan kadar air suatu bahan
pangan yang mudah menguap,
memiliki kandungan air tinggi, dan
bahan yang mudah teroksidasi. Metode
ini sering digunakan pada produikproduk bahan pangan yang mengadung
sedikit air atau mengandung senyawa

volatil, diantaranya adalah keju biru,


kopi dan bahan volatil seperti rempahrempah yang banyak mengandung
minyak volatile (Guenther 1987).
METODE
2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan
pada hari Jumat, 6 Februari 2015 pukul
13.00-16.00 di Laboratorium Biokimia
Gizi Departemen Gizi Masyarakat,
Fakultas Ekologi Manusia, Institut
Pertanian Bogor.
2.2 Alat dan Bahan
Pada percobaan analisis kadar
air metode ekstraksi, alat yang
digunakan adalah neraca analitik, labu
didih, kondensor, tabung penerima,
mantel
pemanas.
Bahan
yang
digunakan adalah toluene dan daun
kemangi.
2.4 Prosedur percobaan
Prosedur praktikum analisis
kadar air dengan metode ekstraksi
berdasarkan (AOAC official method
986.21). Iris daun kemangi sayur.
Pasang alat. Timbang 5 gr sampel dan
masukkan ke Erlenmeyer. Tambahkan
larutan toluene 75ml. Hubungkan
Erlenmeyer dengan alat. Masukkan
toluene hingga tabung pengumpul
hingga batas. Panaskan hingga
mendidih. Refluks 2 kali berjarak 15
menit. Lanjutkan hingga tidak ada air
yang menetes 3-5 menit. Lepaskan
mantel dan dinginkan hingga suhu
20C. Baca volume air.

HASIL
Sampel yang digunakan pada
analisis kadar air metode destilasi
adalah daun kemangi sayur. Kemangi
merupakan jenis sayuran yang
memiliki aroma khas yang mudah
menguap. Oleh karena itu praktikum
ini menggunakan metode destilasi.
Tabel 1
Hasil perhitungan kadar air sampel
Sampel
Kemangi
Kemangi
Kemangi
Bawang merah
Bawang merah
Bawang merah

% kadar air
81,57
67,4
86
57,76
78,9
63,77

Perhitungan kadar air (%):


=

= 81,57

Dwijosepputro.D.1994.Dasar-dasar
mikrobiologi. Jakarta: Djambatan.
Guenther, Ernest. 1987. Minyak Atsiri
Jilid I, Penerjemah : Ketaren S.,
Cetakan I, Penerbit. Jakarta :
Universitas Indonesia.