Anda di halaman 1dari 3

SKENARIO 18.

3
BLOK HIV/ AIDS
I . Klarifikasi Istilah
II. Identifikasi masalah
1. Mengapa pasien sudah 1 minggu merasakan sesak nafas dan sakit
menelan ?
2.
III. Analisis masalah
Infeksi Oportunistik HIV
HIV dan Sistem Imun
Ketika infeksi memasuki tubuh orang yang sehat, sel-sel darah putih yang
disebut lymphocytes menanggapi dengan melawan infeksi. Limfosit ini
termasuk sel B dan sel T. Ketika seseorang terserang human
immunodeficiency virus (HIV), kondisi ini menyebabkan sel-sel T tertentu
mati. Hal tersebut membuat tubuh lebih sulit untuk melawan infeksi baru.
Ketika infeksi serius menyerang tubuh dan jumlah sel T menurun sampai
tingkat tertentu, seseorang dapat didiagnosis mengalami acquired
immunodeficiency syndrome (AIDS).
Apakah Infeksi Oportunistik?
Orang dengan HIV harus benar-benar waspada terhadap infeksi oportunistik
(IO). Infeksi ini disebut oportunis karena mereka memanfaatkan sistem
kekebalan tubuh yang lebih lemah akibat serangan HIV.
Infeksi yang terjadi lebih sering dan menyebabkan masalah kesehatan serius
pada pasien HIV dianggap infeksi oportunistik. Mencegah timbulnya infeksi
oportunistik dapat dilakukan dengan melibatkan barbagai upaya medis,
diantaranya adalah kombinasi obat-obatan dan perawatan.
Ada dua jenis infeksi oportunistik, yaitu infeksi oportunistik sistemik
mempengaruhi seluruh tubuh, dan infeksi oportunistik lokal cenderung
hanya mempengaruhi bagian tubuh tertentu.
Mengetahui Jumlah CD4
Sel T atau jumlah CD4 menentukan risiko penderita HIV terhadap infeksi
oportunistik tertentu. Semakin rendah jumlah CD4, risiko infeksi oportunistik
lebih besar dan serius.
Menurut AIDS.gov, jumlah CD4 yang sehat atau normal adalah antara 500
dan 1.000 sel/mm3. Jika level itu turun menjadi 350 sel/mm3, pasien harus
segera berkonsultasi dengan dokter Anda tentang rencana perawatan untuk

meningkatkan jumlah CD4. Diagnosis AIDS dapat dilakukan apabila jumlah


CD4 200 sel/mm3 atau lebih rendah.
Candidiasis (Thrush)
Candidiasis, juga dikenal sebagai thrush, adalah infeksi oportunistik yang
cukup umum, biasanya terlihat pada pasien HIV dengan jumlah CD4 antara
200 dan 500 sel/mm3.
Gejala yang paling jelas adalah bintik-bintik putih atau patch pada lidah atau
tenggorokan. Sariawan bisa diobati dengan obat antijamur. Kebersihan mulut
dan penggunaan obat kumur chlorhexidine dapat membantu mencegah
infeksi ini.
Infeksi Pneumocystis
Infeksi Pneumocystis adalah beberapa infeksi oportunistik yang paling serius
bagi orang dengan HIV. Menurut AIDS.gov, pneumocystis pneumonia (PCP)
adalah penyebab utama kematian di antara pasien HIV. Kabar baiknya
adalah bahwa infeksi dapat diobati dengan antibiotik.
Gejalanya meliputi batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Pengobatan
harus dimulai lebih awal untuk memberikan pasien kemungkinan terbaik
pemulihan. Obat pencegahan dapat diresepkan untuk orang yang berisiko
tinggi terhadap infeksi PCP.
Cryptococcosis
Cryptococcus neoformans fungus adalah jamur yang biasanya ditemukan di
dalam tanah. Jika terhirup, infeksi ini disebut kriptokokosis. Infeksi
oportunistik ini terkadang masih terbatas pada paru-paru, tetapi dapat
menyebar ke bagian lain dari tubuh.
Jika otak terinfeksi, kondisi ini disebut meningitis kriptokokus. Pasien HIV
dengan jumlah CD4 50 sel/mm3 dan 100 sel/mm3 sangat rentan terhadap
kriptokokosis. Dengan jumlah CD4 sangat rendah, penderita menghadapi
risiko yang lebih besar dari penyebaran infeksi.
Mycobaterium Aviam Complex (MAC)
Untuk orang dengan HIV dan jumlah CD4 kurang dari 50 sel/mm3, infeksi
oportunistik mycobaterium aviam complex (MAC) merupakan risiko
kesehatan yang sangat serius. MAC adalah bakteri yang ditemukan di
banyak tempat. Infeksi oportunistik ini biasanya mempengaruhi paru-paru
atau usus. Namun dalam kasus-kasus serius, dapat menginfeksi darah dan
seluruh tubuh. Karena MAC dapat mematikan, pasien HIV berisiko terkena
infeksi oportunistik ini dapat menggunakan obat khusus untuk mencegah
infeksi.
Pencegahan
The Centers for Disease Control telah memasukkan lebih dari 20 jenis infeksi
oportunistik sebagai "AIDS definisi". Hal itu berarti, jika seseorang dapat
didiagnosis dengan AIDS jika ia memiliki HIV dan salah satu infeksi
oportunistik yang ditunjuk.

Jika seseorang memiliki HIV, maka ia harus tahu risiko yang terkait dengan
setiap infeksi oportunistik. Jumlah CD4 sebaiknya diperiksa secara teratur.
Jika jumlahnya terlalu rendah, dokter mungkin akan memberikan resep obat
yang harus diambil sebelum penderita sakit. Menggunakan obat untuk
mencegah timbulnya penyakit oportunistik ini disebut profilaksis.