Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEBIDANAN TERHADAP IBU HAMIL NORMAL TRIMESTER III

BAB IV
PEMBAHASAN
Setelah penulis melakukan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil normal trimester III t
erahap Ny.S Umur 22 Tahun G1 P0 A0 tidak ditemukan kesenjangan antara tinjauan t
eori dan tinjauan kasus sebagai berikut :
A.
Pengkajian
Pada Pengkajian dilakukan untuk mengumpulkan data dasar tentang keadaan pasien.
Pada Kasus ini Penulis melakukan pengkajian pada ibu hamil yaitu Ny. S Umur 22 t
ahun G1 P0 A0 Dengan penatalaksanaan senam hamil dan didalamnya terdapat hasil s
ebagai berikut :
1.
Umur
a. Menurut Tinjauan Teori
Nama pasien dikaji untuk membedakan pasien satu dengan pasien
yang lainnya.
(Hani dkk.2010;h.87)
Dicatat dalam tahun untuk mengetahui adanya resiko seperti kurang dari 20 tahun
, alat-alat reproduksi belum matang, mental psikisnya belum siap, sedangkan umur
lebih dari 35 tahun rentan sekali untuk terjadi perdarahan dalam masa nifas.(Am
barwati, 2009;h.131).
Umur pasien dikaji untuk mengetahui apakah pasien dikatakan berpengaruh / memi
liki resiko jika <20 tahun karena alat-alat reproduksi belum matang dan psikis y
ang belum siap dan >35 tahun rentan sekali terjadi komplikasi-komplikasi dalam k
ehamilan dan perdarahan dalam masa nifas, jadi usia reproduktif (subur) seorang
wanita yang baik dalam siklus reproduksi berkisar dari usia 20-35 tahun (Manuaba
dkk, 2010; h. 75)
b. Menurut Tinjauan Kasus
Pada kasus ini Ny. S berumur 22 tahun.
c. Pembahasan
Berdasarkan Tinjauan Teori dan Kasus ini tidak terjadi kesenjangan karena usi
a Ny.S 22 tahun dengan usia reproduksi. Menurut teori : dicatat dalam tahun untu
k mengetahui adanya Resiko seperti kurang dari 20 tahun, Alat-alat reproduksi be
lum matang, mental psikisnya belum siap, sedangkan umur lebih dari 35 tahun rent
an sekali untuk terjadi perdarahan dalam masa nifas. (Ambarwati, 2009;h.131) dan
Ketika Usia 38 tahun kemampuan rahim menerima janin menurun karena nutrisi rahi
m berkurang dengan menambahnya usia.
2. Pendidikan
a.
Menurut Tinjauan Teori
Menurut Tinjauan Teori pendidikan Berpengaruh dalam tindakan kebidanan dan unt
uk mengetahui sejauh mana tingkat intelektualnya, sehingga bidan dapat memberika
n konseling sesuai dengan pendidikannya (Sulistyawati,2009;h.180).
Pendidikan Tingkat Pendidikan Seorang Ibu Hamil sangat berperan dalam kualitas
Perawatan Kehamilan. Peguasaan pengetahuaan juga erat kaitannya dengan Tingkat
Pendidikan seseorang.(Jannah, 2012; h. 143)b.
Menurut Tinjauan Kasus.
b. Menurut Tinjauan Kasus Ny. S berpendidikan SMA.
c.
Pembahasan.
Di dalam hal ini tidak terdapat kesenjangan karena antara bidan dan Ny.S dapat
berkomunikasi dengan baik. Menurut tinjauan teori pendidikan Berpengaruh dalam
tindakan kebidanan dan untuk mengetahui sejauh mana tingkat intelektualnya, sehi
ngga bidan dapat memberikan konseling sesuai dengan pendidikannya (Sulistyawati,
2009;h.180).
Pendidikan Tingkat Pendidikan seorang ibu hamil sangat berperan dalam kualitas
perawatan kehamilan. Peguasaan pengetahuaan juga erat kaitannya dengan tingkat p
endidikan seseorang. (Jannah, 2012; h. 143)
3. Pekerjaan
a.
Menurut Tinjauan Teori

Wanita hamil dapat tetap bekerja namun aktifitas yang di jalaninya tidak boleh
terlalu berat. Seorang wanita hamil disarankan untuk menghentikan aktifitas apa
bila mereka merasakan gangguan dalam kehamilannya, pekerjaan ibu juga merupakan
salah satu faktor yang menyebabkan terhambatnya ibu hamil untuk mendapatkan aks
es pelayanan kesehatan (Sulistyawati, 2010: h. 167).
b.
Menurut Tinjauan Kasus
Ny. S bekerja sebagai ibu rumah tangga.
c.
Pembahasan
Berdasarkan Tinjauan Teori dan tinjaun kasus tidak terdapat kesenjangan antara
Tinjauan teori dan tinjauan kasus karena Ibu melakukan pekerjaan Rumah Tangga d
an berdagang yang tidak terlalu berat. Wanita hamil dapat tetap bekerja namun Ak
tifitas yang di lakukannya tidak boleh terlalu berat (Sulistyawati, 2010: h. 167
).
4. Alamat
a. Tinjauan Teori
Alamat pasien dikaji untuk mengetahui keadaan lingkungan sekitar pasien. Semak
in terpencilnya suatu daerah dan keadaan geografis yang sulit untuk di jangkau m
aka akan semakin sulit pula untuk mendapatkan pelayanan kesehatan (Sulistyawati,
2010: h. 167).
b. Tinjauan Kasus
Alamat dari Ny. S adalah Jl. Marta Sinata Gg.Cendana Way Tataan RT 04 Teluk b
etung.
c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan kasus dan teori tidak terdapat kesenjangan antara tinjaua
n teori dan tinjauan kasus dimana alamat rumah dari Ny. S termasuk dalam wilayah
yang mudah dalam menerima pelayanan kesehatan. Alamat pasien dikaji untuk menge
tahui keadaan lingkungan sekitar pasien. Semakin terpencilnya suatu daerah dan k
eadaan geografis yang sulit untuk di jangkau maka akan semakin sulit pula untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan (Sulistyawati, 2010: h. 167).
B. Anamnesis
1. Keluhan Utama
Keluhan Utama dikaji untuk mengetahui keluhan yang dirasakan pasien saat ini.
( Sulistyawati,2012;h.181)
a.
Menurut Tinjauan Teori
Pada ibu hamil keluhan nyeri pinggang dan sesak napas merupakan hal yang fisio
logis karena perubahan system muskulo skeletal. Jenis olah tubuh yang paling ses
uai bagi ibu hamil adalah senam hamil. Gerakan senam hamil disesuaikan dengan ba
nyaknya perubahan fisik yang dialami oleh ibu. (Anik dkk, 2011: 8, 47-48).
b. Menurut Tinjauan Kasus
Pada kasus Ny. S mengatakan terkadang merasakan sesak nafas,nyeri pinggang dan
mengalami kram pada kakiny.
c. Pembahasan
Berdasarkan Tinjauan Teori dan kasus tidak terdapat kesenjangan karena keluha
n yang dirasakan sama seperti teori yang ada pada Asuhan kebidanan ibu hamil dim
ana Ny.S datang mengatakan sering merasakan Nyeri pada bagian pinggangnya,kram p
ada kakinya dan sesak Nafas semenjak usia kehamilanny bertambah besar. sesuai m
enurut teori : Pada ibu hamil keluhan nyeri pinggang dan sesak napas merupakan h
al yang fisiologis karena perubahan system muskulo skeletal. Jenis olah tubuh ya
ng paling sesuai bagi Ibu Hamil adalah senam hamil. Gerakan senam hamil disesuai
kan dengan banyaknya perubahan fisik yang dialami oleh ibu. (Anik dkk, 2011: 8,
47-48)
2. Riwayat Obtetric
a) Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas
a. Menurut Tinjauan Teori
Ibu dengan kehamilan anak pertama, belum pernah melahirkan dan tidak per
nah keguguran.
b. Menurut Tinjauan Kasus
Ny. S mengatakan ini adalah kehamilan yang pertama belum pernah melahir
kan dan keguguran.
c. Pembahasan

Ny. S tidak ada Riwayat kehamilan, persalinan dan Nifas.


b) Pergerakan Fetus
a.Menurut Tinjauan Teori
Pada primigravida pergerakan janin dapat dirasakan pertama kali oleh i
bu pada usia kehamilan 18-20 minggu,sedangkan pada multigravida dapat dirasakan
lebih awal yaitu 16 minggu. Pada primigravida bising usus kadang-kadang di rasak
an sebagai gerakan janin.hal ini disebabkan karena ibu belum berpengalaman. ( Pa
ntiawati,2010;h.103)
b.Menurut Tinjauan Kasus
Ny. S mengatakan pergerakan Fetus Pertama kali pada usia 16 Minggu, p
ergerakan fetus dirasakan dalam 24 jam terakhir sebanyak 16
19 kali.
c. Pembahasan
Jadi, berdasarkan Tinjauan Teori dan Kasus tidak terdapat kesenjangan
karena Ny. S mengatakan pergerakan fetus dirasakan pada usia 16 minggu.
c). Riwayat Imunisasi TT
a.
Menurut Tinjauan Teori
Imunisasi selama kehamilan Sangat Penting dilakukan untuk mencegah penyakit ya
ng bisa menyebabkan kematian ibu dan Janin, Jenis Imunisasi yang di berikan adal
ah tetanus toxoid (TT) yang dapat mencegah dari penyakit tetanus. Ibu hamil yang
belum mendapatkan imunisasi statusnya T0, dengan status T0 hendaknya ia mendap
atkan minimal 2 dosis (TT1 dan TT2 dengan interval 4 minggu) dan bila memungkink
an di berikan TT3 dengan interval 6 bulan. Pemberian imunisasi TT1 dapat diberik
an pada saat usia kehamilan sudah memasuki usia 16 minggu atau di TM II
(Sulistyawati,2009.h;121).
Suntikan TT melindungi ibu dan bayi dari penyakit tetanus neonatorium dan menc
egah kematian pada bayi baru lahir yang disebabkan oleh kuman tetanus yang masuk
ketubuh bayi melalui tali pusat. (Salmah dkk,2006:115).
b.
Menurut Tinjauan Kasus
Ny.S mendapatkan imunisasi TT1 pada usia kehamilan 16 minggu hari dan TT2
pada usia kehamilan 21 minggu 4 hari.
c.
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan anta
ra tinjauan teori dan tinjauan kasus karena pemberian imunisasi TT1 pada Ny.S se
suai dengan usia kehamilannya yaitu pada usia kehamilan 16 minggu hari dan pemb
erian TT2 pada usia kehamilan 21 minggu 4 hari. Suntikan TT melindungi ibu dan b
ayi dari penyakit tetanus neonatorium dan mencegah kematian pada bayi baru lahir
yanh disebabkan oleh kuman tetanus yang masuk ketubuh bayi melalui tali pusat (
Salmah dkk,2006:115).
d). Nutrisi
a.
Menurut Tinjauan Teori
Pemenuhan kebutuhan nutrisi yang adekuat sangat mutlak di butuhkan oleh
ibu hamil agar dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembang
an bayi yang dikandungnya dan persiapan fisik ibuuntuk menghadapi persalinan den
gan aman. Pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil akan meningkatkan kondisi keseh
atan bayi dan ibu, terutama dalam menghadapi masa nifas dalam persiapan masa lak
tasi.
(Sulistyawati, 2012; h. 101).
Pertambahan berat badan menggambarkan status gizi selama hamil, oleh karena it
u perlu dipantau setiap bulan. Jika terdapat keterlambatan dalam penambahan bera
t badan ibu, ini dapat mengidentifikasikan adanya malnutrisi sehingga dapat meny
ebabkan gangguan pertumbuhan janin intra-uteri ( Intra- Uterin Growth Retardatio
n- IUGR)
(Sulistyawati,2009;h.68).
Mengurangi konsumsi susu dengan kadar kandungan fosfor yang cukup tinggi untuk
mencegah atau mengurangi kram pada kaki Ny. S karena antara kalsium dan fosfor
di dalam tubuh tidak seimbang akan mengakibatkan kram pada kaki ( Sulistyawati,
2012;h 134)
b. Menurut Tinjauan Kasus
Pemenuhan kebutuhan Nutrisi Ny. S cukup, Ny. S makan dengan menu yang bervaria
si ditambah dengan air putih 6-8 gelas/harida susu 1 kali sehari, dengan frekuen

si makan 3x/hari dan ibu tidak memiliki pantangan apapun.


c. Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan antar
a tinjauan teori dan kasus karena kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi cukup tetapi d
ilihat dari kenaikan berat badan ibu selama hamil dalam batas normal. Penambahan
berat badan 6,5 kg sampai 15 kg.
(Manuaba, 2000;h.136).
Pertambahan berat badan menggambarkan status gizi selama hamil, oleh karena i
tu perlu dipantau setiap bulan.
e)
Pola Istirahat
a.
Menurut Tinjauan Teori
Menggambarkan pola istirahat dan tidur pasien, berapa jam pasien tidur, kebiasaa
n sebelum tidur. Istirahat sangat penting bagi ibu hamil karna dengan istirahat
yang cukup berguna untuk menjaga kesehatan ibu pada saat ibu hamil. Malam hari y
aitu 6-8 jam dan tidur siang 1-2 jam (Sulistyawati,2009;h.184).
b.
Menurut Tinjauan Kasus
Ny. S tidur siang 1-2 jam / hari dan tidur malam 6-7 jam / hari.
c.
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus karena kebutuhan istirahat Ny. S sudah terpen
uhi dan waktu Ny.S cukup untuk beristirahat. Istirahat sangat penting bagi ibu h
amil karna dengan istirahat yang cukup berguna untuk menjaga kesehatan ibu pada
saat ibu hamil. Malam hari yaitu 6-8 jam dan tidur siang 1-2 jam.
( Sulistyawati, 2009; h.184).
f)
Pola Seksualitas
a.
Menurut Tinjauan Teori
Hubungan seksual selama kehamilan tidak dilarang selama tidak ada riwayat penyak
it seperti sering abortus, kelahiran prematur, perdarahan pervaginam, dan juga h
ubungan sexsual harus dilakukan dengan hati-hati terutama pada minggu terakhir k
ehamilan, bila ketuban sudah pecah maka hubungan seksual dilarang karena dapat m
enyebabkan infeksi pada janin intra uteri (Sulistyawati, 2009; h. 119).
Pada Trimester III perubahan pesikologis yang dialami ibu adalah khawatir, sensi
tive, rasa tidak nyaman, merasa kehilangan perhatian dan libido menurun
( Sulistyawati, 2009;h.77).
Alasan berkurangnya minat Seksual yang dialami banyak wanita hamil khususnya d
alam minggu-minggu terakhir Kehamilan. Beberapa wanita merasa takut senggama kar
ena akan merusak bayinya atau menyebabkan prematuritas. Yang lainnya merasa taku
t bahwa orgasme dengan cara apapun akan menyebabkan hal yang sama. Ada yang malu
karena payudara dan perutnya yang membesar dan membengkak dan merasa tidak mena
rik ataupun seksi. Sementara yang lain lagi menginginkan kontak tubuh dengan pas
angannya tapi lebih suka jika tidak bersenggama.
(Jannah, 2012; h.152-153).
b.
Menurut Tinjauan Teori
Ny. S mengatakan selama kehamilan trimester III, ibu tidak melakukan hubungan s
eksual.
c.
Pembahasan
Berdasarkan Tinjauan Teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus karena Ny. S tidak melakuakan hubungan seksual
dikarenakan Ny. S merasa takut akan terjadi sesuatu terhadap bayinya serta mera
sa tidak Nyaman, dan menurut tinjauan kasus Pada Trimester III perubahan psikolo
gis yang dialami ibu adalah Khawatir, Sensitive, rasa tidk nyaman, merasa kehila
ngan perhatian dan libido menurun (Sulistyawati, 2009;h.77).
Alasan berkurangnya minat Seksual yang dialami banyak wanita hamil khususnya dal
am minggu-minggu terkhir kehamilan. Beberapa wanita merasa takut senggama karena
akan merusak bayinya atau menyebabkan prematuritas (Jannah, 2012;h.152-153).
3. Riwayat Kehamilan sekarang (Riwayat Kunjungan Pemeriksaan Kehamilan)
a.
Menurut Tinjauan Teori
Pemeriksaan dan pemantauan antenatal care sedikitnya 4 kali selama kehamilan yai

tu :
1)
Kehamilan Triwulan Pertama antara 0 hingga 12 Minggu 1 kali.
2)
Kehamilan Triwulan Kedua antara 13 hingga 28 Minggu 1 kali.
3)
Kehamilan Triwulan Ketiga antara 28 hingga 40 Minggu 2 kali.
(Sulistyawati, 2010: 36-37).
Tujuan dari Asuhan Antenatal adalah memantau Perkembangan kehamilan dalam mening
katkan Kesehatan Ibu dan Perkembangan janin (Ummi Hani dkk, 2010; h. 6).
Selain itu tujuan dari Asuhan antenatal yaitu:
1.
Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh
kembang bayi.
2.
Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial Ib
u dan Bayi.
3.
Mengenali secara dini adanya ketidak Normalan atau komplikasi yang mun
gkin terjadi selama Hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, Kebidanan, dan
pembedahan.
4.
Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, Ibu m
aupun Bayinya dengan Trauma seminimal mungkin.
5.
Mempersiapkan ibu agar masa Nifas berjalan Normal dan pemberian ASI Ek
sklusif.
6.
Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi aga
r dapat tumbuh kembang secara normal
(Ummi Hani dkk, 2010; h. 6).
Penyebab utama kematian ibu adalah pendarahan, eklamsi, infeksi, partus lama dan
komplikasi abortus. Beberapa wanita pada awal kehamilannya berjalan normal tete
api Cenderung berkembang menjadi komplikasi beresiko atau telah memiliki Resiko
Sejak Awal kehamilannya. Pemeriksaan dini di perlukan untuk mendeteksi adanya fa
ctor resikonya (Rukiyah dkk;2010;h.3)
b.
Menurut Tinjauan Kasus
Menurut tinjauan Kasus Ny.S Rutin memeriksakan kehamilannya,
satu kali pada TM I, tiga kali pada TM II dan dua kali pada TM III
c.
Pembahasan
Berdasarkan Tinjauan Teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjan
gan antara Tinjauan Teori dan kasus karena Ny.S Rutin memeriksakan kehamilannya.
Selama kehamilan ini Ny.S memeriksakan kehamilan sebanyak 6 kali.
Tujuan dari asuhan antenatal adalah memantau perkembangan kehamilan dalam mening
katkan kesehatan ibu dan perkembangan Janin (Hani dkk , 2010; h. 6)
Selain itu tujuan dari asuhan antenatal yaitu:
a)
Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kemb
ang bayi.
b) Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan
bayi.
c)
Mengenali secara dini adanya ketidak Normalan atau komplikasi yang mungkin
terjadi selama hamil, termasuk Riwayat penyakit secara umum, kebidanan, dan pem
bedahan.
d) Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun
bayinya dengan trauma seminimal mungkin.
e)
Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklu
sif.
f)
Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar da
pat tumbuh kembang secara normal
(Hani dkk, 2010; h. 6).
Penyebab Utama kematian Ibu adalah pendarahan, eklamsi, infeksi, partus lama dan
komplikasi Abortus. Beberapa wanita pada awal kehamilannya berjalan normal tete
api cenderung berkembang menjadi komplikasi beresiko atau telah memiliki resiko
sejak awal kehamilannya. Pemeriksaan dini di perlukan untuk mendeteksi adanya fa
ctor resikonya (Rukiyah dkk;2010;h.3)
4) Riwayat Psikososial
a.
Menurut Tinjauan Teori
Jika kehamilan tidak diharapkan dan direncanakan, secara otomatis ibu akan sanga
t membenci kehamilannya (Respon negatif), sehingga tidak ada keinginan untuk mel

akukan hal-hal positif yang akan meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya sehingga
ibu enggan untuk memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan.
Begitu pula sebaliknya apabila kehamilan ini diharapkan dan direncanakan maka re
spon positif yang akan di tunjukan oleh ibu dalam masa kehamilannya.
(Sulistyawati.2012;h.128).
Untuk mengetahui respon ibu dan keluarga terhadap bayinya. Wanita me
ngalami banyak mengalami perubahan emosi/psikologis selama masa hamil sementara
ia harus menyesuaikan diri dengan keadaan dirinya yang sekarang dan perubahan-pe
rubahan yang ada pada dirinya.Perubahan Psikologis Pada Trimester III:
a) Rasa tidak Nyaman, merasa dirinya jelek, aneh dan tidak menarik.
b) Merasa tidak menyenagkan ketika bayi lahir tidak tepat waktu.
c) Takut akan rasa sakit dan bahaya fisik yang timbul pada saat melahirkan, kh
awatir akan keselamatannya.
d) Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal.
e)
Merasa kehilangan perhatian.
f)
Perasaan mudah terluka.
(Sulistyawati, 2009; h.77)
b.
Menurut Tinjauan Kasus
Ny.S merencanakan kehamilannya dan kehamilannya ini sudah direncanakan.
c.
Pembahasan
Berdasarkan Tinjauan Teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus karena Ny. S menunjukkan respon positif pada k
ehamilannya yang berarti ia merencanakan kehamilannya. Jika kehamilan tidak diha
rapkan dan direncanakan, secara otomatis ibu akan sangat membenci kehamilannya (
Respon negatif), sehingga tidak ada keinginan untuk melakukan hal-hal positif ya
ng akan meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya sehingga ibu enggan untuk memerik
sakan kehamilannya ke tenaga kesehatan.
Begitu pula sebaliknya apabila kehamilan ini diharapkan dan direncanakan maka re
spon positif yang akan di tunjukan oleh ibu dalam masa kehamilannya.
(Sulistyawati.2012;h.128).
5). Pola Eliminasi
a.
Menurut Tinjauan Teori
Berhubungan Hormon kehamilan progesteron mengendurkan sistem pencernaan dan memp
erlambat gerakan pencernaan, maka konstipasi menjadi keluhan yang umum. Kondisi
ini akan semakin memburuk bila memang sudah mengalaminya sebelum kehamilan atau
bila mengkonsumsi suplemen zat besi (lihat Anemia) (http://satubidan.com/ketidak
nyamanan-umu/).
Minum sebanyak-banyaknya air putih, jus buah-buahan atau teh herbal. Tapi hindar
i teh dan kopi, karena dapat membuat bolak-balik buang air kecil yang bisa menga
kibatkan dehidrasi. Konsumsi serat. Buah segar dan buah yang dikeringkan, juga s
ayur-sayuran dan gandum adalah sumber-sumber penting yang harus dikonsumsi (http
://satubidan.com/ketidaknyamanan-umu/)
b.
Menururt Tinjauan Kasus
Ibu mengatkan BAB selama hamil 1 kali dalam sehari dengan konsistensi lunak berb
au khas feses, dan BAK selama hamil 7-8x/hari warna jernih, berbau khas urin.
c.
Pembahasan
Jadi terdapat kesenjangan antara teori dan kasus karena menurut teori ibu hami
l biasanya mengalami sembelit atau konstipasi yaitu menurut teori Berhubungan ho
rmon kehamilan progesteron mengendurkan sistem pencernaan dan memperlambat gerak
an pencernaan, maka konstipasi menjadi keluhan yang umum. Kondisi ini akan semak
in memburuk bila memang sudah mengalaminya sebelum kehamilan atau bila mengkonsu
msi suplemen zat besi (lihat Anemia) (http://satubidan.com/ketidaknyamanan-umu/)
.
Sedangkan menurut tinjauan kasus Ny.S BAB lancar dan di lihat dari pengkajian
data Ny.S mengkonsumsi buah
buahan yang banyak mengandung serat seperti pepaya d
an, jeruk dan sayur seperti wortel, sehingga dapat menghindari ibu dari sembelit
, karena menurut teori cara mencegah terjadinya smbelit yaitu : Minum sebanyak-b
anyaknya air putih, jus buah-buahan atau teh herbal. Tapi hindari teh dan kopi,
karena dapat membuat bolak-balik buang air kecil yang bisa mengakibatkan dehidra

si. Konsumsi serat. Buah segar dan buah yang dikeringkan, juga sayur-sayuran dan
gandum adalah sumber-sumber penting yang harus dikonsumsi. (http://satubidan.co
m/ketidaknyamanan-umu/)
C.
Pemeriksaan Umum
Tanda-tanda Vital
1.
Tekanan Darah
a.
Tinjauan Teori
Tekanan darah arteri mengganbarkan dua hal, yaitu besar tekanan yang dihasilkan
vertikel kiri sewaktu berkontraksi (angka sistolik). Nilai normal rata-rata teka
nan sistol pada orang dewasa adalah 100 sampai 140 mmHg, sedangkan rata-rata dia
stol adalah 60 sampai 90 mmHg. (Priharjo, 2006;h. 107).
b. Tinjauan Kasus
Pada kasus ini tekanan darah Ny. S pada saat hamil yaitu 110/80 mmHg.
c. Pembahasan
Berdasarkan Tinjauan Teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus karena tekanan darah Ny. S masih dalam batas n
ormal. Nilai normal rata-rata tekanan sistol pada orang dewasa adalah 100 sampai
140 mmHg, sedangkan rata-rata diastol adalah 60 sampai 90 mmHg. (Priharjo, 2006
;h. 107).
2.
Nadi
a.
Tinjauan Teori
Nadi adalah gelombang yang diakibatkan oleh adanya perubahan pelebaran (vasodila
tasi) dan penyempitan (Vasokontriksi) dari pembuluh darah arteri akibat kontraks
i vebtrikel melawan dinding aorta. Tekanan nadi adalah tekanan yang ditimbulkan
oleh perbedaan sistolik dan diastolic. Denyut nadi dipengaruhi oleh saraf simpat
ik (untuk meningkatkan) dan saraf parasimpatik ( untuk menurunkan). Normalnya 60
-80 kali per menit.
(Eviana dkk,2011;h.36)
b.
Tinjauan Kasus
Pada kasus ini denyut nadi ibu 80 kali permenit.
c.
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus karena denyut nadi Ny. S masih dalam batas no
rmal. Tekanan nadi adalah tekanan yang ditimbulkan oleh perbedaan sistolik dan d
iastolic. Denyut nadi dipengaruhi oleh saraf simpatik (untuk meningkatkan) dan s
araf parasimpatik ( untuk menurunkan). Normalnya 60-80 kali per menit. (Eviana d
kk,2011;h.36).
3.
Pernafasan
a.
Tinjauan Teori
Pernafasan merupakan salah satu indikator untuk mengetahui fungsi sistem pernafa
san yang terdiri dari mempertahankan pertukaran oksigen dan karbon dioksida dala
m paru dan penganturan asam basal. Adapun pernapasan pada orang dewasa yaitu 1624x/menit. (Priharjo, 2006;h. 81).
Pernafasan normal orang dewasa sehat adalah 16-20 kali/menit (Eviana dkk,2011;h.
45).
b.
Tinjauan Kasus
Pada kasus ini pemeriksaan pernafasan pada Ny.S adalah 22 kali permenit.
c.
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus dikarena pemeriksaan pernafasan pada Ny. S m
asih dalam batas normal. Pernafasan merupakan salah satu indikator untuk mengeta
hui fungsi sistem pernafasan yang terdiri dari mempertahankan pertukaran oksigen
dan karbon dioksida dalam paru dan penganturan asam basal. Adapun pernapasan pa
da orang dewasa yaitu 16-24x/menit(Priharjo, 2006;h. 81).
4.
Suhu
a.
Tinjauan Teori
Suhu adalah derajat panas yang dipertahankan oleh tubuh dan diatur oleh hipotala
mus (dipertahankan dalam batas normal yaitu 36,0 C dari 37,0C) dengan menyeimbangk
an anatara panas yang dihasilkan dan panas yang dilepaskan.

Suhu normal pemeriksaan Axila yaitu 36,6C.


(Eviana dkk, 2011;h.15).
b.
Tinjauan Kasus
Pada kasus ini pemeriksaan suhu pada Ny. S adalah 36,6C.
c.
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan antara
tinjauan teori dan tinjauan kasus dikarena pemeriksaan suhu pada NY. S masih dal
am batas normal. Suhu adalah derajat panas yang dipertahankan oleh tubuh dan dia
tur oleh hipotalamus (dipertahankan dalam batas normal yaitu 36,0C dari 37,0C) den
gan menyeimbangkan anatara panas yang dihasilkan dan panas yang dilepaskan. Suhu
normal pemeriksaan Axila yaitu 36,6C (Eviana dkk,2011;h.15).
D.
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium
a.
Tinjauan Teori
Nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu hamil, dida
sarkan pada kriteria WHO th 1972 ditetapkan 3 katagori yaitu: normal >11 gr /dl,
ringan 8-11 gr/ dl, berat <8 gr/dl. (Rukiyah dkk, 2010.h.115)
b.
Tinjauan Kasus
Dari hasil pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan Ny. S ternyata di dapatkan ha
sil Hb 11,1 gram%
c.
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat terdapat kesenjangan ant
ara tinjauan teori dengan tinjauan kasus, karena pemeriksaan laboratorium didapa
tkan hasil Hb 11,1 gr% pada usia kehamilan 36 minggu 6 hari yang normal sesuai
teori. Nilai ambang batas yang digunakan untuk menentukan status anemia ibu ham
il, didasarkan pada kriteria WHO th 1972 ditetapkan 3 katagori yaitu: normal >11
gr /dl, ringan 8-11 gr/ dl, berat <8 gr/dl.
(Rukiyah dkk, 2010.h.115)

a).

Pemeriksaan Khusus Kebidanan


A. Dada dan Abdomen
a. Menurut Tinjauan Teori
Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh
melanophore stimulating hormone lobus hipofisis anterior dan pengaruh kelenjar s
uprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada striae gravidarum atau alba, areol
a mammae, papilla mammae, linea nigra, pipi (chloasma gravidarum).
Setelah persalinan hiperpigmentasi akan menghilang. (http://kuliahitukeren.blog
spot.com).
b. Menurut Tinjauan Kasus
Terdapat Hiperpygmentasi pada aerola dan linea nigra pada abdomen ibu.
c. Pembahasan
Jadi, tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus karena dimana ibu mengal
ami hiperpigmentasi pada aerola dan linea nigra pada abdomen ibu. Menurut teori
yaitu Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pen
garuh melanophore stimulating hormone lobus hipofisis anterior dan pengaruh kele
njar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada striae gravidarum atau alba,
areola mammae, papilla mammae, Linea Nigra, Pipi (Chloasma gravidarum). Setelah
persalinan hiperpigmentasi akan menghilang. (http://kuliahitukeren.blogspot.com
).
B. Pengeluaran
a. Menurut Tinjauan Kasus
Setelah bulan Pertama suatu cairan berwarna kekuningan yang disebut kolostrum da
pat keluar. Meskipun dapat dikeluarkan, air susu belum dapat diproduksi karena h
ormon prolaktin ditekan oleh Prolactin Inhibiting Hormone. Kelenjar Montgomery,
yaitu kelenjar sebasea dari Areola akan membesar dan cenderung untuk menonjol ke

luar. Payudara sebagai organ target untuk proses laktasi mengalami banyak peruba
han sebagai persiapan setelah janin lahir (Sulistyawati.2009).
b. Menurut Tinjauan Kasus
Ny. S mengatakan kolostrumnya belum keluar.
c. Pembahasan
Jadi, terdapat kesenjangan anatara teori yang mengatakan kolostrum dapat keluar
pada bulan pertama, tapi pada Ny. S kolostrum belum keluar. Seharusnya menurut t
eori : Setelah bulan pertama suatu cairan berwarna kekuningan yang disebut kolos
trum dapat keluar. Meskipun dapat dikeluarkan, air susu belum dapat diproduksi k
arena hormon prolaktin ditekan oleh Prolactin Inhibiting Hormone. Kelenjar Montg
omery, yaitu kelenjar sebasea dari areola akan membesar dan cenderung untuk meno
njol keluar. Payudara sebagai organ target untuk proses laktasi mengalami banyak
perubahan sebagai persiapan setelah janin lahir (Sulistyawati.2009).
C. DJJ
a. Menurut Tinjauan Teori
denyut jantung janin secara objektif dapat diketahui oleh pemeriksa dengan mengg
unakan:
Fetal elektrocardiograph pada kehamilan 12 minggu
Sistem doppler pada kehamilan 12 minggu
Stetoskop laenec pada kehamilan 18-20 Minggu
(Nurul Jannah,2012;h.123)
Normal frekuensi DJJ adalah 120-160x/menit dan harus dibedakan dengan denyut nad
i ibu.
(Pantiawati dkk,2010;h.101)
b.
Menurut Tinjauan Kasus
Menurut tinjauan kasus DJJ bayi Ny.S 137x/menit
c.
Pembahasan
DJJ bayi Ny.S dalam batas normal.
B.
Interpretasi Data
1.
Diagnosa Kebidanan
a.
Menurut Tinjauan Teori
Sesuai dengan teori yaitu untuk menegakkan diagnosa didapatkan dan hasil pengkaj
ian berupa data subjektif dan data objektif (Wiknjosastro, 2005; 158)
b.
Menurut Tinjauan Kasus
Pada kasus Ny. S didapatkan diagnosa kebidanan ibu hamil
Yaitu:
Diagnosa Ibu
: Ny. S Umur 22 tahun G1 P0 A0
usia kehamilan 36 ming
gu 6 hari
Data subjektif
: a. Ibu mengatakan usianya 22 th
b.
Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama,belum melahirkan, dan tidak
pernah keguguran.
c.
Ibu mengatakan HPHT 27 September 2012
Data Objektif
: TP : 04 Juli 2013
Diagnosa Janin
: Janin Tunggal hidup Intra Uterin, Presentasi Kepala
Dasar objektif
: Palpasi Abdomin
al
Leopold I
: TFU Pertengahan antara pusat dan Px, bagian atas teraba bulat,
Lunak, tidak melenting yaitu bokong janin.
Leopold II : Bagian kiri perut Ibu teraba panjang, keras
memapan yaitu pung
gung dan bagian kanan perut ibu teraba bagian terkecil janin yaitu bagian ekste
rmitas janin.
Leopold III : Bagian bawah janin teraba bulat, keras dan melenting yaitu kepa
la janin.
Leopold IV
: Konvergen (belum masuk PAP).
TFU Mc Donalds: 28 cm
TBJ (Rumus Niswander) = 1,2 (TFU
7,7) x 100 15 gram
= 1,2 (28 7,7) x 100 150gram
= 2166
2466 gram
Auskultasi
: Punctum Maksimum terdengar 2 jari dibawah pusat ibu s
ebelah kiri 137 x/ menit, teratur.

Masalah
Kebutuhan

:Tidak ada
: - Penkes tentang keluhan yang dialami
- Senam Hamil

d.
Pembahasan
Berdasarkan Teori dan Kasus Ny.S tidak ada kesenjangan karena, didapat diagnosa
ibu dan janin yang diambil dari data objektif dan data subjektif, yang mengikuti
teori yaitu untuk menegakkan diagnosa didapatkan dan hasil pengkajian berupa da
ta subjektif dan data objektif (Wiknjosastro, 2005; 158)
C.
Antisipasi Masalah Potensial
1.
Menurut Tinjauan Teori
Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial yang mungkin akan terjadi. Pada
langkah diidentifikasi masalah atau diagnosa, ini membutuhkan antisipasi masala
h, pencegahan, bila memungkinkan menunggu mengamati dan siap
siap apabila hal te
rsebut benar benar terjadi. Melakukan asuhan yang aman penting sekali dalam hal
ini. (Ambarwati dkk; 2009; 135)
2.
Menurut Tinjauan Kasus
Pada kasus Ny.S Tidak terdapat Antisipasi masalah yang harus di tangani.
3.
Pembahasan
a.
Berdasarkan tinjauan teori dan kasus tidak terdapat kesenjangan pada kasus
Ny.S karena keluhan ibu dapat tereatasi dengan senam hamil dan istirahat yang c
ukup.
D.

Tindakan Segera/Kolaborasi
1.
Menurut Tinjauan Teori
Tindakan segera adalah memerlukan kesinambungan dari manajemen kebidanan. Identi
fikasi dan menetapkan perlunya tindakan segera oleh Bidan atau Dokter dan atau u
ntuk dikonsultasikan atau ditangani bersama anggota TIM kesehatan lain sesuai de
ngan kondisi pasien. (Ambarwati dkk; 2009; 135).
2.
Menurut Tinjauan Kasus
Pada Ny.S tidak terdapat tindakan segera karena ibu tidak mamiliki masalah yang
sangat serius.
3.
Pembahasan
Berdasarkan Teori dan Kasus tidak terdapat kesenjangan pada kasus Ny.S karena te
lah mengikuti sesuai tinjauan teori Tindakan segera yaitu menganjurkan ibu untuk
Melakukan senam hamil sesuai usia kehamilan secara rutin lakukan gerakan ini 3
kali dalam seminggu setiap langkah gerakan dilakukan minimal 10 kali.
E.

Intervensi/ Penyusunan Rencana


1.
Menurut Tinjauan Teori
Langkah-langkah ini di tentukan oleh sebelumnya yang merupakan lanjutan dari mas
alah atau diagnose yang telah di identifikasi atau antisipasi. Rencana asuhan ya
ng menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah dilihat dari kondisi pasien at
au dari setiap masalah yang berkaitan, tetapi juga berkaitan dengan kerangka ped
oman antisipasi bagi wanita tersebut yaitu apa yang akan terjadi berikutnya. (A
mbarwati,2009 h.143)
2.
Menurut Tinjauan Kasus
Pada kasus Ny. S dapat diberi perencanaan sesuai dengan evaluasi yang telah dida
pat dari pemeriksaan fisik yaitu:
1. Lakukan pemeriksaan dan jelaskan kondisi ibu saat ini
2.
Jelaskan pada ibu tentang keluhan yang akan dialami pada TM III.
3. Informasikan kepada ibu tentang nutrisi dan intake cairan.
4. Jelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya kehamilan TM III
5. Jelaskan tentang personal Hygien
6.
Beritahu ibu tentang cara melakukan senam hamil untuk mengurangi keluhan y
ang dialami ibu saat ini.
7. Berikan terapi obat dan cara meminumnya.
8. Anjurkan kepada ibu untuk meakukan kunjungan ulang 1 minggu sekali atau apa

bila ada keluhan


3.
Pembahasan
Jadi, tidak terdapat kesenjangan yaitu sesuai teori yang harus melakukan suatu r
encana sebelum melakukan tindakan terhadap kondisi pasien mengikuti teori yang m
engatakan Langkah-langkah ini di tentukan oleh sebelumnya yang merupakan lanjuta
n dari masalah atau diagnose yang telah di identifikasi atau antisipasi. Rencana
asuhan yang menyeluruh tidak hanya meliputi apa yang sudah dilihat dari kondisi
pasien atau dari setiap masalah yang berkaitan, tetapi juga berkaitan dengan ke
rangka pedoman antisipasi bagi wanita tersebut yaitu apa yang akan terjadi berik
utnya. (Ambarwati,2009 h.143)
F.
Implementasi
1.
Menurut Tinjauan Teori
Pada ibu hamil keluhan nyeri pinggang dan sesak napas merupakan hal yang fisiolo
gis karena perubahan system muskulo skeletal. Jenis olah tubuh yang paling sesua
i bagi ibu hamil adalah senam hamil. Gerakan senam hamil disesuaikan dengan bany
aknya perubahan fisik yang dialami oleh ibu. ( Anik dkk , 2011: 8, 47-48).
2.
Menurut Tinjauan Kasus
Pada kasus Ny.S penulis sudah merencanakan rencana sesuai dengan evaluasi yang t
elah didapat dari pemeriksaan fisik yaitu:
1. Menjelaskan kondisi ibu saat ini sesuai dengan pemeriksaan yang dilakukan
2. Menjelaskan pada ibu tentang keluhan yang akan dialami pada TM III.
3. Menginformasikan kepada ibu tentang nutrisi dan intake cairan.
4. Menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya kehamilan TM III
5. Menjelaskan tentang personal Hygien
6.
Memberitahu ibu tentang cara melakukan senam hamil untuk mengurangi keluha
n yang dialami ibu saat ini.
7. Memberikan terapi obat dan cara meminumnya.
8. Menganjurkan kepada ibu untuk meakukan kunjungan ulang 1 minggu sekali atau
apa bila ada keluhan ketenaga kesehatan yang terdekat.
3.
Pembahasan
Berdasarkan teori dan kasus Ny.S tidak terdapat kesenjangan karena sudah melakuk
an asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
G.
Evaluasi
1.
Menurut Tinjauan Teori
Evaluasi dilakukan secara siklus dan dengan mengkaji ulang aspek asuhan yang tid
ak efektif untuk mengetahui faktor mana yang menguntungkan atau menghambat keber
hasilan yang diberikan. Pada langkah terakhir, dilakukan evaluasi keefektifan as
uhan yang sudah diberikan. Ini meliputi evaluasi pemenuhan kebutuhan akan bantua
n: apakah benar-benar telah terpenuhi sebagaimana diidentifikasi didalam masalah
dan diagnosis. Hal yang dievaluasi meliputi apakah kebutuhan telah terpenuhi da
n mengatasi diagnosis dan masalah yang telah diidentifikasi (Jannah, 2011.h.48).
2.
Menurut Tinjauan Kasus
1.
Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini sesuai dengan pemeriksaan ya
ng dilakukan.
2.
ibu mengerti tentang keluhan yang akan dialami pada TM III.
3.
Ibu mengrti tentang nutrisi dan intake cairan yang harus di butuhkan
olehnya.
4.
Ibu mengerti tentang tanda bahaya kehamilan TM III.
5.
Ibu mengerti untuk menjaga kebersihan dirinya dan ibu sudah menerapka
nnya dalam kehidupan sehari-hari .
6.
Ibu mengerti tentang cara melakukan senam hamil untuk mengurangi keluh
an yang dialami ibu saat ini.
7.
Ibu mengerti cara meminum obat yang telah diberiakan .
8.
Ibu bersedia untuk melakukan kunjungan ulang 1 minggu sekali atau apa
bila ada keluhan ketenaga kesehatan yang terdekat.
3. Pembahasan
Berdasarkan teori dan kasus terhadap Ny.S tidak terdapat kesenjangan karena kel
uhan Ny.S sudah berkurang dan asuhan kebidanan yang telah diberikan sudah sesu
ai dengan teori yang ada.