Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Guna menurunkan angka kematian ibu yang masih cukup tinggi, salah satu
upaya adalah meningkatkan mutu pelayanan bidan melalui standardisasi bidan
praktik swasta (BPS). "Berdasarkan Survei Dasar Kesehatan Indonesia Tahun
2007, angkakematian ibu adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara
angka kematian bayi 39 per 1.000 kelahiran hidup. Menurunkan angka kematian
ibu dan bayimerupakan salah satu tujuan kita.
Ibu hamil diharapkan dapat dengan mudah mengakses layanan persalinan
yang aman. Dengan cara seperti ini, diharapkan angka kematian ibu di Jabar bisa
ditekan,"ujarnya. Sementara untuk membuat persalinan yang aman, harus
melibatkan seluruh komponen, salah satunya meningkatkan peran dan kompetensi
bidan. Dengan meningkatkan kompetensi bidan, diharapkan mereka bisa
mengantisipasi dan mengambil tindakan ketika persalinan menghadapi masalah.
B. Rumusan Masalah
Seperti uraian diatas, adapun rumusan masalah makalah ini adalah
1. Apa yang dimaksud dengan mutu pelayanan kebidanan ?
2. Apa saja yang menjadi standar mutu pelayanan kebidanan ?
C. Tujuan dan Manfaat
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas dari dosen, selain itu juga
untuk memberikan gambaran wawasan dan pengetahuan tentang mutu pelayanan
kebidanan.

BAB II
MUTU PELAYANAN KEBIDANAN

A.

Definisi Mutu Pelayanan Kebidanan


Mutu adalah totalitas dari wujud serta ciri dari suatu barang atau jasa, yang

di dalamnya terkandung sekaligus pengertian rasa aman atau pemenuhan


kebutuhan para pengguna. Mutu merujuk pada tingkat kesempurnaan dalam
memberikan kepuasan pada pengguna layanan.
Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan,
yang diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dalam rangka
tercapainya keluarga yang berkualitas. Pelayanan kebidanan merupakan layanan
yang diberikan oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan
maksud meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya keluarga
berkualitas, bahagia dan sejahtera.
Mutu pelayanan kebidanan adalah yang menunjuk pada tingkat
kesempurnaan pelayanan kebidanan, yang disatu pihak dapat menimbulkan
kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk,
serta di pihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan
standar pelayanan profesi kebidanan yang telah ditetapkan.
B.

Standar Mutu Pelayanan Kebidanan


Program menjaga mutu tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan standar,

karena kegiatan pokok program tersebut adalah menetapkan masalah, menetapkan


penyebab masalah, menetapkan masalah, menetapkan cara penyelesaian masalah,
menilai hasil dan saran perbaikan yang harus selalu mengacu kepada standar yang
telah ditetapkan sebelumnya sebagai alat menuju terjaminnya mutu.
Pengertian standar itu sendiri sangat beragam, di antaranya :

Standar adalah sesuatu ukuran atau patokan untuk mengukur kuantitas,


berat, nilai atau mutu.
2

Standar adalah rumusan tentang penampilan atau nilai diinginkan yang

mampu dicapai, berkaitan dengan parameter yang telah ditetapkan.


Standar adalah keadaan ideal atau tingkat pencapaian tertinggi dan
sempurna yang dipergunakan sebagai batas penerimaan minimal, atau disebut
pula sebagai kisaran variasi yang masih dapat diterima (Clinical Practice
Guideline, 1990).
Jenis standar sesuai dengan unsur-unsur yang terdapat dalam unsur-unsur
program menjaga mutu, dan peranan yang dimiliki tersebut. Secara umum standar
program menjaga mutu dapat dibedakan :
1.

Standar persyaratan minimal


Adalah yang menunjuk pada keadaan minimal yang harus dipenuhi untuk
menjamin terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu, yang dibedakan
dalam :
a. Standar masukan
Dalam standar masukan yang diperlukan untuk minimal terselenggaranya
pelayanan

kesehatan

yang

bermutu,

yaitu

jenis,

jumlah,

dan

kualifikasi/spesifikasi tenaga pelaksana sarana,peralatan, dana (modal).


b. Standar lingkungan
Dalam standar lingkungan ditetapkan persyaratan minimal unsur
lingkungan yang diperlukan untuk dapat menyelenggarakan pelayanan
kesehatan yang bermutu yakni garis-garis besar kebijakan program, pola
organisasi serta sistem manajemen yang harus dipatuhi oleh semua
pelaksana.
c. Standar proses
Dalam standar proses ditetapkan persyaratan minimal unsur proses yang
harus dilakukan untuk terselenggaranya pelayanan kesehatan yang
bermutu, yakni tindakan medis, keperawatan dan non medis (standard of
conduct), karena baik dan tidaknya mutu pelayanan sangat ditentukan oleh
kesesuaian tindakan dengan standar proses.
d. Standar keluaran

Adalah yang menunjuk pada penampilan (performance) pelayanan


kesehatan. Penampilan ada 2 macam : Penampilan aspek medis pelayanan
kesehatan, dan penampilan aspek non medis pelayanan kesehatan. Bila
kedua standar pelayan ini tidak sesuai dengan yang ditetapkan maka
pelayanan tidak akan bermutu
2.

Standar penampilan minimal


Yang dimaksud dengan standar penampilan minimal adalah yang
menunjuk pada penampilan pelayanan kesehatan yang masih dapat diterima.
Standar ini karena menunjuk pada unsur keluaran maka sering disebut dengan
standar keluaran atau standar penampilan (Standard of Performance).
Untuk mengetahui apakah mutu pelayanan yang diselenggarakan masih
dalam batas-batas kewajaran, maka perlu ditetapkan standar keluaran. Untuk
dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan maka keempat standar tersebut
perlu dipantau, dan dinilai secara obyektif serta berkesinambungan. Bila
ditemukan penyimpangan perlu segera diperbaiki.
Ruang lingkup Standar Pelayanan Kebidanan :
1. Standar Pelayanan umum (2)
Standar 1 : Persiapan untuk kehidupan keluarga
Standar 2 : Pencatatan dan pelaporan
2. Standar Pelayanan Antenatal (6)
Standar 3 : Identifikasi ibu hamil
Standar 4 : Pemeriksaan dan pemantauan
Standar 5 : Palpasi abdominal
Standar 6 : Pengelolaan anemia pada ibu hamil
Standar 7 : Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Standar 8 : Persiapan persalinan
3. Standar Pelayanan Persalinan (4)
Standar 9 : Asuhan persalinan kala I
Standar 10 : Persalinan kala II yang aman
Standar 11 : Penatalaksanaan Aktif persalinan kala III
Standar 12 : Penanganan kala II dengan gawat janin melalui
episiotomi
4. Standar Pelayanan Nifas (3)
Standar 13 : Perawatan bayi baru lahir
Standar 14 : Penanganan pada 2 jam pertama setelah persalinan
Standar 15 : Pelayanan bagi ibu dan bayi pad masa nifas
4

5. Standar Pelayanan kegawatdaruratan obstetri-neonatal (9)


Standar 16 : Penanganan perdarahan dalam kehamilan pada

C.

trimester III
Standar 17 : Penanganan kegawatan pada eklampsia
Standar 18 : Penanganan kegawatan pada partus lama/ macet
Standar 19 : Persalinan dengan menggunakan vacum ekstraktor
Standar 20 : Penanganan retensio plasenta
Standar 21 : Perdarahan perdarahan postpartum primer
Standar 22 : Penanganan perdarahan postpartum sekunder
Standar 23 : Penanganan sepsis puerperalis
Standar 24 : Penanganan asfiksia neonatorum

Penilaian Mutu Pelayanan Kebidanan


Untuk

melakukan

penilaian

mutu

pelayanan

kebidanan

dapat

menggunakan indikator. Indikator adalah tolak ukur yang menunjukkan tercapai


tidaknya suatu standar pelayanan kesehatan, dapat diukur dengan menggunakan
instrumen atau suatu daftar tilik.
Daftar tilik adalah suatu instrumen yang digunakan untuk mengukur
sampai seberapa jauh pelayanan sesuai atau tidak sesuai dengan standar yang
ditetapkan. Daftar tilik berisi daftar kelengkapan sarana, pra sarana, pengetahuan,
kompetensi teknis, persepsi klien, dan sebagainya. Ada beberapa cara penilaian
mutu pelayanan kebidanan :
1. Berdasar konsep siklus PDCA
P = Plan
Yaitu merencanakan perubahan atau pengujian (bernilai terbaik).
Merencanakan

perbaikan

dan

pengumpulan

data

secara

berkesinambungan:
Apa yang diperbaiki
Siapa yang terlibat
Kapan dilaksanakan
Dimana dilaksanakan
Bagaimana caranya
Ke arah mana goalnya
D = Do

Yaitu melaksanakan perubahan atau pengujian (sesuai standar terkini).


Melaksanakan perubahan berdasarkan rencana yang ditetapkan :
Siapa yang melaksanakan perubahan
Kapan dilaksanakan perubahan
Sarana apa saja yang dibutuhkan
Bagaimana mekanisme pelaksanaan
Lokasi mana sebagai uji coba
C = Check
Yaitu mengamati pengaruh perubahan (berdasarkan penelitian).
Mengamati pengaruh perubahan :
Apa pelaksanaan telah sesuai rencana
Apakah proses perubahan perlu perbaikan ditinjau dari klien
Faktor apa yang mendukung
Faktor apa yang menghambat
Perubahan dari sisi mutu pelayanan
A = Action
Yaitu bertindak berdasarkan apa yang dipelajari. Bertindak berdasarkan
hasil evaluasi dan lanjutan perbaikan proses :
Melihat hasil dari Check
Menetapkan mekanisme perubahan
Menentukan protap terkini
Menentukan sasaran perubahan
Advokasi perubahan
Penilaian berkelanjutan
2. Lihat daftar tilik
3. Lihat sasaran penilaian
Observasi : dengan mengamati pada saat pelayanan atau uji

kompetensi dengan model atau phantom.


Wawancara : dengan diskusi, tanya jawab, cek pemahaman,dan

sebagainya.
Dokumen : melihat rekam medik, register, buku catatan

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Mutu pelayanan kebidanan adalah yang menunjuk pada tingkat
kesempurnaan pelayanan kebidanan, yang disatu pihak dapat menimbulkan
kepuasan pada setiap pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk,
serta di pihak lain tata cara penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan
standar pelayanan profesi kebidanan yang telah ditetapkan.
Standar adalah sesuatu ukuran atau patokan untuk mengukur kuantitas,
berat, nilai atau mutu. Secara umum standar program menjaga mutu dapat
dibedakan menjadi 2 yaitu standar persyaratan minimal yang menunjuk pada
keadaan minimal yang harus dipenuhi untuk menjamin terselenggaranya
pelayanan kesehatan yang bermutu, dan standar penampilan minimal yang
menunjuk pada penampilan pelayanan kesehatan yang masih dapat diterima.
Standar ini karena menunjuk pada unsur keluaran maka sering disebut dengan
standar keluaran atau standar penampilan (Standard of Performance).
7

B. Saran
Dengan terselesainya makalah ini, diharapkan dapat menambah wawasan
dan pengetahuan kita tentang mutu pelayanan kebidanan, makalah ini penulis
susun dengan ringkas, dikarenakan kurangnya sumber referensi yang kami
dapatkan, sarandan kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk melengekapi
kekurangan makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Surabaya : Airlangga


vinaditya.blogspot.com/2012/03/mutu-pelayanan-kebidanan.html
id.scribd.com/doc/45975087/Tugas-Mutu-Pelayanan-Kebidanan-1