Anda di halaman 1dari 17

KAIN

SARUNG

giarto

giarto

Kain sarung
Kain sarung adalah kain tenun bercorak dengan ukuran
tertentu, berbentuk silinder, mempunyai corak badan,
tumpal, tepi dan pinggir

Fungsi kain sarung


?

giarto

e
a
e
b
c

arah lusi

keterangan :
a. pinggir
b. tepi
c. badan
d. tumpal
e. jahit

arah pakan

Bagian-bagian kain sarung yang dibentangkan

giarto

BAGIAN-BAGIAN KAIN SARUNG


Pinggir
Pinggir adalah corak ke arah lusi, terletak paling luar dari kedua
belah sisi kain sarung, dan mempunyai lebar tertentu serta
biasanya memakai warna muda atau putih
T e p i
Tepi adalah corak ke arah lusi, terletak diantara pinggir dan
corak badan, dan mempunyai lebar tertentu serta biasanya
memakai warna tua
Corak badan
corak badan adalah corak pokok pada kain sarung yang terdiri
atas corak dasar dan corak kembang, untuk arah lusi terletak
diantara kedua tepi sarung

giarto

(LANJUTAN)
Corak dasar
Corak dasar adalah bagian dari corak badan yang biasanya
terdiri dari satu warna, letaknya untuk sarung model pelekat
terletak sesudah tepi dan untuk kain sarung model poleng
terletak sesudah kembang
Corak kembang
Corak kembang adalah bagian dari corak badan, terdiri dari
beberapa strip warna lusi atau pakan. Pada arah lusi letaknya
untuk sarung pelekat terletak sesudah dasar dan untuk kain
sarung poleng letaknya sesudah tepi
Tumpal
Tumpal adalah bagian kain sarung yang coraknya berbeda dengan
corak badan kain sarung tersebut, terletak ditengah-tengah
badan sarung dan merupakan tanda pengenal kain sarung; tumpal
terletak setelah dasar pada kain sarung model pelekat dan pada
kain sarung model poleng terletak setelah kembang
giarto

(LANJUTAN)
J a h i t
Jahit adalah bagian dari kain sarung, terletak pada kedua ujung
kain sarung, dimaksudkan untuk menggabungkan kedua ujung dari
kain sarung sehingga diperoleh bentuk silinder, warnanya sama
dengan warna dasar atau kembang

giarto

CARA MEMAKAI KAIN SARUNG!

BAGIAN TUMPAL SELALU DITEMPATKAN


DIBAGIAN BELAKANG BADAN PEMAKAI.

giarto

JENIS KAIN SARUNG


Sarung plekat
1. Kain bermotif kotak-kotak warna yang dibentuk oleh warna-warna
benang lusi dan benang pakan.
2. Warna kain umumnya warna muda atau pucat.
3. Susunan corak lusi terdiri dari dasar dan kembang sebagai satu
repeat warna. Biasanya dasar terdiri dari satu warna,
lusi.kembang terdiri dari beberapa strip warna
4. Warna pinggir sama dengan warna dasar, sedang warna tepi sama
dengan warna kembang yang strip-nya paling banyak.
Susunan corak lusi seluruhnya terdiri dari:
Warna pinggir, warna muda dan pucat
Warna tepi sama dengan warna
kembang yang terbanyak
Warna dasar, umumnya warna muda
Warna kembang, terdiri dari beberapa
warna

giarto

Sarung plekat (lanjutan)


5. Susunan corak pakan terdiri dari: dasar dan kembang sebagai
corak utama., terdapat juga corak tumpal dan kempala. Corak ini
terdiri dari warna dasar tumpal dan strip tumpal. Warna dasar
tumpal sama dengan warna tepi, sedang warna strip tumpal sama
dengan warna pinggir, ukuran lebar tumpal berkisar 25 30 cm.
6. Apabila sarung plekat ditenun menggunakan alat tenun yang
berukuran 1 x lebar, maka 1 helai sarung ditenung sepanjang 404
cm dengan lebar + 68 cm. Untuk menjadi sarung, panjang kain
dipotong menjadi dua bagian, kemudian disatukan dengan jahitan
ke arah lusi.
7. Sarung plekat dibuat dari benang kapas.

giarto

10

Sarung poleng
1. Banyak dibuat di Jawa Barat
2. Corak lusi dan pakan sama dengan sarung plekat
3. Perbedaan terletak pada warna pinggir yang selalu berwarna putih
4. Penggunaan warna dasar pada sarung poleng lebih tua dari pada
warna pada sarung plekat.
5. Bahan sarung poleng adalah benang kapas atau rayon dengan
corak: tepi pinggir kembang dasar.

giarto

11

Syarat mutu sarung poleng dan pelekat


Klasifikasi
No

Jenis Uji
1
2
3
4
5
6
7
8

9
10
10.1

10.2

10.3

10.4
11
12
13

Keterangan

Satuan

Halus

Sedang

Kasar

Panjang sarung jadi


Lebar tinggi sarung jadi
Berat per m2
Anyaman dasar
Nomor benang lusi
Nomor benang pakan
Kekuatan tarik 2,5 cm 1)
Cacat kain per sarung
Nilai cacat
- Cacat sobek

Cm
Cm
g
Tex
Tex
N (kg)

205
120
95
polos
<13
<13
157.0 (16)

205
120
105
polos
21-13
21-13
176.6 (18)

205
120
125
polos
33-22
33-22
245,3(25)

minimum
minimum
minimum
minimum

20
tidak ada

20
tidak ada

20
tidak ada

maksimum
-

Kekuatan sobek
Ketahanan luntur warna terhadap:

N (kg)

8.8 (0.9)

11.8 (1.2)

14.7 (1.6)

minimum

Pencucian 400C
Perubahan warna 2)
- Penodaan 3)

4
3-4

4
3-4

4
3-4

minimum
minimum

Gosokan
Kering 2)
- Basah 2)

4
3-4

4
3-4

4
3-4

minimum
minimum

Keringat asam dan basa


Perubahan warna 2)
- Penodaan 3)

4
3-4

4
3-4

4
3-4

minimum
minimum

%
%
ppm

4
4
5
75

4
4
5
75

4
4
5
75

minimum
maksimum
maksimum
maksimum

Sinar 4)
Perubahan dimensi
Kadar kanji
Kandungan formaldehida bebas

Keterangan :
Berlaku untuk arah lusi dan pakan
Skala abu-abu (grey scale)
Skala penodaan (staining scale)
Standar wol biru

giarto

12

Sarung Bugis
1. Banyak dibuat di daerah Bugis, Ujung Pandang,Sulawesi Selatan
2. Sarung sutera (dalam bahasa Bugis lipasabe) dan sarung
mandar (lipa menre)
3. Terbuat dari benang sutera
4. Ditenun dengan menggunakan alat tenun gedogan
5. Perbedaan antara sarung sutera dan sarung mandar
. Sarung sutera menggunakan bermacam-macam warna kuat
(menyala)
. Sarung mandar hanya menggunakan dua macam warna (merah
tua dan hitam atau coklat dengan corak kotak-kotak kecil.
. Sarung mandar jarang dipakai oleh wanita.

giarto

13

Sarung Samarinda
1. Berasal dari daerah Samarinda, Kaltim.
2. Terbuat dari benang sutera atau rayon viskosa
3. Ditenun dengan menggunakan alat tenun gedogan
4. Menggunakan warna merah tua, biru, violet, hijau dan lainnya.
5. Ditenun dengan menggunakan ATBM

Sarung Ys Lilin
1. Banyak digunakan oleh penduduk dikawasan Sumatra dan
Malaysia.
2. Terbuat dari benang stapel rayon
3. Ditenun dengan menggunakan alat tenun ATBM dan ATM
4. Konstruksi dan corak sarung Ys Lilin sama seperti plekat, hanya
corak berupa garis memaqnjang/selebar sarung dengan warnawarna menyala seperti biru, merah, hijau, kuning dan lainnya.
5. Ditenun dengan menggunakan ATBM

giarto

14

Menyusun Corak Kain Sarung

giarto

15

giarto

16

giarto

17