Anda di halaman 1dari 1

TUGAS 1A SUBSURFACE

Pembuatan MudLog
Istilah Mudlog berasal dari bahasa Inggris yang berarti mud = lumpur, log =
pencatatan yang menerus. Mudlog adalah catatan yang menerus tentang lumpur
pemboran.
Lumpur pemboran mempunyai berbagai fungsi antara lain sebagai; penahan
tekanan formasi, pendingin matabor dan kurir atau media pembawa informasi
geologi. Dalam kaitan sebagai pembawa informasi geologi, sistem sirkulasi lumpur
pemboran berfungsi seperti conveyor beltyang mengangkut keratan bor dari
kedalaman posisi mata bor ke permukaan sehingga keratan bor bisa diamati dan di
deskripsi oleh geolog penjaga sumur(wellsite geologist). Catatan atau deskripsi
keratan bor yang menerus yang terbawa oleh lumpur pemboran ini disebut
mudlog
Lumpur pemboran yang dipompakan kedalam lubang sumur melalui pipa
pemboran dan kemudian keluar ke permukaan lewat ruang antara pipa dan
dinding sumur akan melewati apa yang disebut sebagai shale shaker sebelum
masuk ke kolam lumpur(mud pit). Pada posisi shale shaker tersebut sampel
diambil setiap kedalaman tertentu, kemudian diobservasi oleh geolog penjaga
sumur. Untuk mendeskripsi lumpur pemboran perlu diingat hal-hal penting
berikut ini:
1. Bahwa lumpur yang diambil pada kedalaman tertentu tersebut telah
mengalami perjalanan dari posisi aslinya ke permukaan, sehingga perlu
diingat bahwa posisi pencatatan kedalaman perlu dikoreksi.
2. Natur dari lumpur terdiri atas dua bagian yaitu lumpur dan keratan bor.
Keratan bor ini perlu dibuat prosentase jenis litologinya, karena tidak
mungkin mendapatkan litologi tunggal. Misalnya, mata bor kita menembus
lapisan batupasir, karena proses pengangkatan keratan melalui media
lumpur, maka keratan yang didapatkan akan bercampur dengan litologi lain,
oleh sebab itu perlu dibuat prosentase terhadap litologi yang muncul pada
kedalaman tertentu.
3. Untuk menentukan posisi kedalaman perubahan litologi perlu, disamping
data keratan sumur diperlukan data lain, misalnya kecepatan penetrasi atau
dikenal sebagai ROP (Rate of Penetrattion)
4. Data ROP secara teoritis akan lebih mencerminkan posisi perubahan litologi,
karena konsepnya masing-masing litologi akan mempunyai ROP yang
berbeda, perubahan ROP akan mencerminkan perubahan litologi.