Anda di halaman 1dari 8

5.1 Apakah Etika itu?

Etika merupakan serangkaian prinsip atau nilai moral. Para ahli filsafat,
organisasi keagamaan, serta kelompok lainnya telah mendefinisikan serangkaian
prinsip dan nilai moral ini dengan berbagai cara. Contoh serangkaian prinsip atau
nilai moral yang telah ditentukan adalah UU dan peraturan, doktrin gereja, kode
etik bisnis bagi kelompok profesi seperti akuntan public, serta kode perilaku dalam
organisasi.
Perilaku etis sangat diperlukan masyarakat agar dapat berfungsi secara
teratur. Tingginya kebutuhan akan etika dalam masyarakat cukup penting, sehingga
banyak nilai etika yang umum dimasukkan ke dalam Undang-Undang.
Ada dua alasan mengapa seseorang bertindak tidak etis, yaitu:
Standar etika seseorang berbeda dengan masyarakat umum
Sebagian besar orang yang melakukan tindakan tersebut tidak menunjukkan
rasa penyesalan saat mereka tertangkap, karena standar etika mereka berbeda

dengan yang berlaku di masyarakat secara keseluruhan.


Orang memilih untuk bertindak mementingkan diri sendiri
Dalam setiap kasus, orang tersebut mengetahui bahwa perilakunya tidak benar
tetapi ia memilih untuk tetap melakukan hal itu karena diperlukan pengorbanan
pribadi untuk bertindak secara etis.

5.2 Dilema Etika


Dilema etika adalah situasi yang dihadapi oleh seseorang di mana ia harus
mengambil keputusan tentang perilaku yang tepat. Para auditor, akuntan, serta
perilaku bisnis lainnya menghadapi banyak dilemma etika dalam karier bisnis
mereka.
Terdapat beberapa cara alternatif dalam menyelesaikan dilemma etika.
Berikut merupakan metode yang merasionalkan perilaku tidak etis :
Setiap orang melakukannya
Perilaku yang dapat diterima umumnya didasarkan pada rasionalisasi bahwa
orang lain juga melakukan hal yang sama dan karena itu merupakan perilaku

yang dapat diterima.


Jika sah menurut hukum, maka hal itu etis
Menggunakan argument ini sangat bergantung pada kesempurnaan hukum.
Kemungkinan penemuan dan konsekuensinya
Orang yang melakukan pelanggaran etika biasanya akan menilai besarnya
konsekuensi yang harus ia terima apabila hal tersebut terbongkar.
Pendekatan enam langkah berikut ini dimaksudkan agar dapat menjadi suatu

pendekatan yang relative sederhana untuk menyelesaikan dilemma etika:


1 | Page

1. Memperoleh fakta yang relevan.


2. Mengidentifikasi isu-isu etis berdasarkan fakta.
3. Menentukan siapa yang akan terpengaruhi oleh akibat dari dilemma tersebut
tersebut dan bagaimana setiap orang atau kelompok itu terpengaruhi.
4. Mengidentifikasi berbagai alternatif yang tersedia bagi orang yang harus
menyelesaikan dilemma tersebut.
5. Mengidentifikasi konsekuensi yang mungkin terjadi dari setiap alternatif.
6. Memutuskan tindakan yang tepat.
5.3 Kebutuhan Khusus akan Perilaku Etis dalam Profesi
Arti istilah profesional adalah tanggung jawab untuk bertindak lebih dari
sekadar memenuhi tanggung jawab sendiri maupun ketentuan hokum dan peraturan
masyarakat. Akuntan publik, sebagai profesional, mengakui adanya tanggung
jawab kepada masyarakat, klien, serta rekan praktisi, termasuk perilaku yang
terhormat, meskipun itu berarti pengorbanan diri. Alasan utama mengharapkan
tingkat pelaku profesional lebih tingi oleh setiap profesi adalah kebutuhan akan
kepercayaan publik atas kualitas jasa yang diberikan oleh profesi, tanpa
memandang individu yang menyediakan jasa tersebut.
Kantor akuntan publik bertugas dan dibayar oleh perusahaan yang
menerbitkan laporan keuangan, tetapi yang mendapat manfaat utama dari audit ini
adalah para pemakai laporan keuangan. Sering kali auditor tidak mengetahui atau
tidak mempunyai hubungan dengan para pemakai laporan keuangan, tetapi sering
melakukan pertemuan dan mengadakan hubungan yang berkesinambungan dengan
personil klien. Sangat penting bahwa pemakai laporan memandang kantor akuntan
publik sebagai pihak yang kompeten dan objektif.
5.4 Kode Perilaku Profesional
Kode perilaku profesional AICPA menyediakan baik standar umum perilaku
yang ideal maupun peraturan perilaku khusus yang harus diberlakukan. Kode etik
ini terdiri dari empat bagian: prinsip-prinsip, peraturan perilaku, interpretasi atas
peraturan perilaku, dan kaidah etika.
Bagian kode etik AICPA yang membahas prinsip-prinsip perilaku profesional
mecakup diskusi umum tentang karekteristik sebagai akuntan publik. Bagian
prinsip ini terdiri atas dua bagian utama: enam prinsi etis dan diskusi tentang
prinsip-prinsip tersebut. Enam perilaku etis meliputi: tanggung jawab, kepentingan
publik, integritas, objektivitas dan independensi, keseksamaan, serta ruang lingkup
dan sifat jasa. Bagian dari kode etik ini mencakup peraturan khusus yang harus
dipatuhi oleh setiap akuntan publik dalam praktik akuntansi publik.
2 | Page

Kebutuhan akan interpretasi peraturan perilaku yang dipublikasikan timbul


ketika terdapat beragam pertanyaan dari para praktisi tentang peraturan yang
spesifik. Komite Eksekutif Etika Profesional AICPA menyiapkan setiap interpretasi
berdasarkan consensus komite yang terdiri dari para praktisi akuntan publik.
Kaidah adalah penjelasan oleh komite eksekutif dari divisi etika profesional
tentang situasi faktual khusus. Sejumlah besar kaidah etika dipublikasikan dalam
versi yang diperluas dari Kode Perilaku Profesional AICPA.
Peraturan perilaku yang terdapat dalam Kode Perilaku Profesional AICPA
diterapkan pada semua anggota AICPA atas semua jasa yang diberikan. Merupakan
pelanggaran atas peraturan jika seseorang melakukan sesuatu atas nama anggota
yang merupakan pelanggaran jika anggota tersebut yang melakukannya.
5.5 Independensi
Nilai auditing sangat bergantung pada persepsi publik atas independensi
auditor. Indenpedensi dalam audit berarti mengambil sudut pandang yang tidak
bias. Auditor tidak hanya harus independen dalam fakta, tetapi juga harus
independen dalam penampilan. Independen dalam fakta ada apabila auditor benarbenar mampu mempertahankan sikap yang tidak bias sepanjang audit, sedangkan
independen dalam penampilan adalah hasil dari interpretasi lai dari independensi
ini.
Peraturan SEC membatasi ketentuan jasa nonaudit untuk klien audit, dan
mencakup juga pembatasan atas pengangkatan karyawan dari mantan karyawan
kantor akuntan oleh klien dan rotasi partner audit guna mempertinggi
indenpedensi. PCAOB juga menerbitkan aturan independensi tambahan yang
terkait dengan ketentuan jasa perpajakan tertentu.
Jasa Nonaudit
Sarbanes-Oxley Act dan peraturan SEC yang direvisi lebih lanjut membatasi,
tetapi tidak benar-benar menghilangkan, jenis jasa nonaudit yang dapat diberikan
kepada klien audit yang merupakan perusahaan terbuka. Banyak larangan yang ada
dan memperluas situasi di mana jasa tersebut tidak diperkenankan.
Komite Audit
Komite audit adalah sejumlah anggota dewan direksi perusahaan yang
tanggung jawabnya termasuk membantu auditor agar tetap independen dari
manajemen. Sarbanes-Oxley mewajibkan semua anggota komite audit bersikap
independen, dan perusahaan harus mengungkapkan apakah dalam komite audit
paling sedikit ada satu pakar keuangan.
3 | Page

Konflik yang Timbul dari Hubungan Personalia


Penerimaan karyawan dari mantan anggota tim audit pada sebuah klien
meningkatkan masalah independensi. Sejalan dengan persyaratan Sarbanes-Oxley
Act, SEC telah menambahkan periode cooling off selama satu tahun sebelum
seorang anggota tim penugasan audit dapat bekerja sebagai klien dan menduduki
posisi manajemen kunci tertentu.
Rotasi Partner
Aturan indenpedensi SEC mengharuskan pimpinan dan partner audit
merotasi penugasan audit sesudah lima tahun. Meskipun tidak dinyatakan dalam
Sarbanes-Oxley Act, SEC mewajibkan time out selama 5 tahun bagi pimpinan
dan partner audit sesudah rotasi sebelum mereka dapat kembali ke klien audit yang
sama.
Kepentingan Kepemilikan
Aturan SEC tentang hubungan keuangan berfokus pada perspektif penugasan
dan melarang kepemilikan pada klien audit bagi orang-orang yang dapat
mempengaruhi audit. Aturan ini melarang setiap kepemilikan oleh orang-orang
yang terlibat dalam audit dan keluarga dekat mereka.
Independence Standar Board (ISB) Standard No. 1, Independence
Discussions with Audit Committees, mengharuskan auditor perusahaan yang
melapor ke SEC untuk secara tertuis mengungkpakan kepada komite audit atau
dewan direksi semua hubungan antara KAP dan perusahaan, yang menurut
penilaian

profesional

auditor

mungkin

dianggap

dapat

mempengaruhi

independensi. KAP juga harus mengonfirmasi secara tertulis bahwa menurut


penilaian profesionalnya, kantor akuntan itu independen terhadap perusahaan.
Baik manajemen maupun perwakilan manajemen sering berkonsultasi
dengan akuntan lain menyangkut penerapan prinsip akuntansi. Walaupun
konsultasi dengan akuntan lain dianggap tepat, hal itu dapat mengakibatkan
hilangnya independensi dalam keadaan tertentu.
5.6 Peraturan Perilaku dan Interpretasi Independensi
Kantor akuntan publik harus independen ketika memberikan jasa tertentu,
tetapi tidak untuk jasa lainnya. Interpretasi Peraturan 101 melarang anggota yang
terlibat untuk memiliki saham atau investasi langsung lainnya dalam klien audit
4 | Page

karena hal itu berpotensi merusak independensi audit actual (independensi dalam
fakta), dan pasti akan mempengaruhi persepsi pemakai atas independensi auditor
(independensi dalam penampilan). Investasi tidak langsung juga dilaran, tetapi
hanya jika jumlahnya material. Ada tiga perbedaan penting yang dalam peraturan
itu manakala berkaitan dengan independensi dan kepemilikan saham.
Anggota yang Tercakup
Peraturan 101 berlaku untuk yang terlibat yang dapat mempengaruhi
penugasan atestasi.
Kepentingan Keuangan Langsung vs Tidak Langsung
Kepemilikan lembar saham atau ekuitas lainnya oleh para anggota keluarga
atau keluarga dekatnya dikenal dengan kepentingan keuangan langsung.
Sedangkan kepentingan keuangan tidak langsung muncul ketika terdapat hubungan
dekat, tetapi bukan hubungan langsung, antara auditor dengan kliennya.
Material atau Tidak Material
Materialitas mempengaruhi apakah kepemilikan saham merupakan suatu
pelanggaran atas Peraturan 101 hanya untuk kepentingan tidak langsung.
Materialitas harus dilihat dalam hubungannya dengan kesejahteraan dan
pendapatan seorang anggota.
Mantan Praktisi
Pelanggaran oleh kantor akutan publik terjadi jika mantan partner tetap
menjadi asosiasi kantor itu atau ambil bagian dalam berbagai aktivittas yang
menyebabkan pihak lain percaya bahwa ia masih aktif di dalam kantor akutan
publik itu.
Prosedur Pemberian Pinjaman yang Normal
Umumnya tidak diperkenankan adanya perjanjian kredit antara kantor
akuntan publik atau para karyawannya dengan klien audit karena hal itu merupakan
hubungan keuangan. Namun, terdapat beberapa pengecualian atas peraturan
tersebut termasuk kredit mobil, kredit yang sepenuhnya dijamin dengan simpanan
tunai pada lembaga keuangan tersebut, serta kartu kredit yang nilai totalnya tidak
lebih dari $10,000.
Kepentingan Keuangan dan Penerimaan Bekerja Anggota Keluarga Inti serta
Keluarga Terdekat
Independensi juga akan terganggu apabila anggota keluarga dekat menduduki
posisi
5 | Page

kunci

seperti

pejabat

keuangan

atau

CEO

pada

klien

yang

memungkinkannya mempengaruhi fungsi akuntansi, penyiapan laporan keuangan,


atau isi dari laporan keuangan.
Hubungan sebagai Investor atau Investee Bersama dengan Klien
Interpretasi 101-8 membahas situasi di mana klien merupakan investor atau
investee untuk nonklien, di mana akuntan publik memiliki kepentingan
kepemilikan.
Direktur, Pejabat, Manajemen, atau Karyawan Perusahaan
Meskipun

dengan

menduduki

jabatan

tersebut

tidak

benar-benar

mempengaruhi independensinya sebagai auditor, keterlibatan yang cukup sering


dengan manajemen dan keputusan yang dibuatnya cenderung mempengaruhi
pandangan para pemakai laporan terhadap independensinya sebagai akuntan
publik.
Apabila ada tuntutan hukum atau maksud untuk memulai tuntutan hukum
antara KAP dan kliennya, kemampuan KAP dan klien agar tetap objektif akan
dipertanyakan. Interpretasi menganggap perkara semacam ini sebagai pelanggaran
atas Peraturan 101 selama audit masa berjalan.
Interpretasi mengizinkan KAP untuk memberikan baik jasa pembukuan
maupun audit perusahaan swasta. Ada tiga persyaratan penting yang harus dipenuhi
auditor sebelum dapat diterima untuk memberikan jasa pembukuan dan audit
kepada klien:

Klien harus menerima tanggung jawab penuh atas laporan keuangan.


Akuntan publik tidak boleh berperan sebagai karyawan atau manajemen yang

mengoperasikan perusahaan.
Akuntan publik, dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan yang disusun
dari pembukuan dan catatan yang telah disiapkan sepenuhnya oleh akuntan
publik harus sesuai dengan GAAS.

Konsultas Jasa Nonaudit Lainnya


KAP menawarkan banyak jasa lainnya untuk membantu klien yang secara
potensial dapat mengganggu independensi. Aktivitas semacam itu dapat diizinkan
sepanjang anggotanya tidak menjalankan fungsi manajemen atau membuat
keputusan manajemen.

6 | Page

5.7 Peraturan Perilaku Lainnya


Walaupun independensi penting sekali bagi kepercayaan publik atas akuntan
publik, juga penting bahwa auditor mematuhi peraturan perilaku lainnya seperti
integritas dan objektivitas. Integritas berarti tidak memihak dalam melakukan
semua jasa.
Anggota staf audit tidak boleh menyerahkan penilaiannya kepada penyelia
dalam suatu penugasan audit. Auditor bertanggung jawab atas penilaian mereka
sendiri yang didokumentasikan dalam arsip audit, dan tidak boleh mengubah
kesimpulan tersebut atas permintaan penyelia kecuali auditor staf itu setuju dengan
kesimpulan penyelia.
Bebas dari konflik kepentingan berarti tidak ada hubungan yang dapat
mencampuri objektivitas atau integritas. Interpretasi dari Peraturan 102
menyatakan bahwa konflik kepentingan yang terlihat mungkin tidak melanggar
peraturan perilaku jika informasinya diungkapkan kepada klien anggota atau yang
mempekerjakan.
Para praktisi dilarang keras mengungkapkan informasi dari setiap jenis
penugasan klien. Persyaratan spesifik dari Peraturan 301 yang berkaitan dengan
informasi rahasia klien yaitu sebagai berikut.
Pengecualian akan Kerahasiaan
Jika auditor membocorkan informasi ke pihak luar atau kepada karyawan
klien yang tidak mempunyai akses ke informasi itu, hubungan mereka dengan
manajemen bisa sangat tegang, dan dalam kasus ekstrem, dapat membahayakan
klien.
Pengecualian atas Kerahasiaan
Keempat pengecualian itu berkenaan dengan tanggung jawab yang lebih
penting ketimbang mempertahankan hubungan rahasia dengan klien.
Kewajiban yang berhubungan dengan standar teknis.
Panggilan pengadilan dan ketaatan pada hukum serta peraturan.
Peer review.
Respon terhadap divisi etika.
Akuntan publik dilarang menerima komisi dari klien yang menerima jasa
atestasi dari kantor akuntan publik tersebut. Komisi diizinkan untuk klien lain, tetapi
harus diungkapkan. Fee federal untuk merekomendasikan atau mereferensikan jasa
akuntan publik lain tidak dianggap sebagai komisi dan tidak dibatasi. Namun, setiap fee
federal untuk jasa akuntan publik juga harus diungkapkan.
7 | Page

5.8 Pemberlakuan
Divisi Etika Profesional AICPA bertanggung jawab untuk menyelidiki
penyelenggaraan atas Kode dan menentukan tindakan disipliner. Penyelidikan oleh
divisi ini timbul akibat informasi yang diperoleh, terutama dari keluhan praktisi
orang lain, perkumpulan akuntan publik negara lain, atau agen pemerintah.
Karena setiap negara bagian memberikan lisensi kepada para praktisi untuk
berpraktik sebagai akuntan publik, pelangaaran serius atas kode perilaku Dewan
Akuntansi negara bagian dapat mengakibatkan hilangnya sertifikat akuntan publik
dan lisensi praktiknya.

8 | Page