Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

REMATIK GOUT

Pokok Bahasan

: Rematik Gout

Sasaran

: Lansia

Hari/Tanggal

: Sabtu, 15 November 2014

Waktu

: 30 Menit

Tempat

: Rumah salah satu warga yang melaksanakan PKK

I. TUJUAN
a. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan lansia dapat memahami tentang penyakit rematik .
b. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan lansia dapat menjelaskan :
1. Pengertian Rematik.gout
2. Penyebab Rematik gout
3. Tanda dan Gejala Rematik gout
4. Faktor resiko Rematik gout
5. Penatalaksanaan Rematik gout
II. METODE
Penyuluhan, Diskusi dan tanya jawab.
III. MEDIA
1. Leaflet
2. Slide show
IV. MATERI
Terlampir

V. KEGIATAN PENYULUHAN

NO
1

KEGIATAN

KEGIATAN

PENYULUHAN
Pembukaan :

PESERTA

dengan

kegiatan

Membuka

mengucapakan

salam

Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan dari

penyuluhan
Menyebutkan

METODE

5 menit

ceramah

15 menit

ceramah

5 menit

Tanya

Mendengarkan
Memperhatikan
Memperhatikan

materi

yang akan diberikan


Pelaksanaan :
Penjelasan / Penyuluhan
tentang :

Pengertian
Rematik.gout
Penyebab Rematik
gout
Tanda dan Gejala
Rematik gout
Faktor
resiko
Rematik gout
Penatalaksanaan
Rematik gout

Menjawab salam

WAKTU

Memperhatikan
Mendengarkan

Evaluasi :

Menanyakan

kepada Menjawab

peserta tentang materi pertanyaan

jawab

penyuluhan yang telah


diberikan,
mengevaluasi
materi

telah

disampaikan

dan

reiforcement

kepada

peserta
4

yang

tentang

yang

dapat

menjawab pertanyaan.
Terminasi :

Mengucapkan

terima

Mendengarkan

5 menit

kasih atas peran peserta


Mengucapkan
salam

Menjawab salam

penutup

VI. KRITERIA EVALUASI


1. Evaluasi struktur
a. Semua peserta hadir dalam kegiatan
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan oleh mahasiswa
c. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi proses
a. Peserta antusias terhadap materi yang diberikan
b. Peserta tidak meninggalkan tempat penyuluhan
c. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi hasil
a. Peserta mengetahui tentang pengertian rematik gout
b. Peserta mengetahui penyebab rematik gout
c. Peserta mengetahui tanda dan gejala rematik gout
d. Peserta mengetahui factor resiko rematik gout
e. Peserta mengetahui penatalaksanaan rematik gout

E. Daftar Rujukan
PAPDI. (2002). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid I. FKUI. Jakarta
PSIK Fakultas Kedokteran UNHAS. (2009). Penuntun Panum. FKUH. Makassar
Medicastore.com. (2007). Osteoartritis, diakses tanggal 15 September 2010,
http://medicastore.com/penyakit/17/Osteoartritis.html

Materi Penyuluhan :
PERAWATAN PENYAKIT REUMATIK GOUT
A. PENGERTIAN
Penyakit Reumatik sering juga disebut Artritis (Radang sendi) adalah
penyakit yang menyerang anggota gerak, yaitu sendi, otot, tulang dan jaringan sekitar

sendi.. Salah satu jenis rematik adalah rematik gout yaitu rematik yang timbul akibat
tingginya kadar purin dalam tubuh.
B. PENYEBAB / ETIOLOGI
a. Faktor dari luar
Penyebab asam urat yang paling utama adalah makanan atau faktor dari luar.
Asam urat dapat meningkat dengan cepat antara lain disebabkan karena nutrisi dan
konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi. Kadar asam urat meningkat atau
abnormal ketika ginjal tidak mampu mengeluarkannya melalui urin.
b. Faktor dari dalam
Adapun faktor dari dalam adalah terjadinya ganguan metabolisme.
C. MANIFESTASI KLINIK
Ada beberapa gambaran / manifestasi klinik yang lazim ditemukan pada
penderita Reumatik. Gambaran klinik ini tidak harus muncul sekaligus pada saat
yang bersamaan oleh karena penyakit ini memiliki gambaran klinik yang sangat
bervariasi.
a. Gejala-gejala konstitusional, misalnya lelah, kurang nafsu makan, berat
badan menurun dan demam. Terkadang kelelahan dapat demikian hebatnya.
b. Poliartritis simetris (peradangan sendi pada sisi kiri dan kanan) terutama
pada sendi perifer, termasuk sendi-sendi di tangan, namun biasanya tidak
melibatkan sendi-sendi antara jari-jari tangan dan kaki. Hampir semua sendi
diartrodial (sendi yang dapat digerakan dengan bebas) dapat terserang.
c. Kekakuan di pagi hari selama lebih dari 1 jam, dapat bersifat umum tetapi
terutama menyerang sendi-sendi. Kekakuan ini berbeda dengan kekakuan
sendi pada osteoartritis (peradangan tulang dan sendi), yang biasanya hanya
berlangsung selama beberapa menit dan selama kurang dari 1 jam.
d. Artritis erosif merupakan merupakan ciri khas penyakit ini pada gambaran
radiologik. Peradangan sendi yang kronik mengakibatkan pengikisan ditepi
tulang
e. Deformitas : kerusakan dari struktur penunjang sendi dengan perjalanan
penyakit. Pergeseran ulnar atau deviasi jari, pergeseran sendi pada tulang
telapak
tangan dan jari, deformitas boutonniere dan leher angsa adalah beberapa
deformitas tangan yang sering dijumpai pada penderita. . Pada kaki terdapat
tonjolan kaput metatarsal yang timbul sekunder dari subluksasi metatarsal.

Sendi-sendi yang besar juga dapat terserang dan mengalami pengurangan


kemampuan bergerak terutama dalam melakukan gerakan ekstensi.
f. Nodula-nodula reumatoid adalah massa subkutan yang ditemukan pada
sekitar sepertiga orang dewasa penderita rematik. Lokasi yang paling sering
dari deformitas ini adalah bursa olekranon (sendi siku) atau di sepanjang
permukaan ekstensor dari lengan, walaupun demikian tonjolan) ini dapat juga
timbul pada tempat-tempat lainnya. Adanya nodula-nodula ini biasanya
merupakan petunjuk suatu penyakit yang aktif dan lebih berat.
g. Manifestasi ekstra-artikular (diluar sendi): reumatik juga dapat menyerang
organ-organ lain diluar sendi. Jantung (perikarditis), paru-paru (pleuritis),
mata dan pembuluh darah dapat rusak.
Tiga keluhan utama pada sistem muskuloskeletal yaitu: nyeri, kekakuan (rasa
kaku) dan kelemahan, serta adanya tiga tanda utama yaitu: pembengkakan sendi.,
kelemahan otot, dan gangguan gerak.
D. Faktor Resiko
Tidak semua orang dengan peningkatan asam urat dalam darah
(hiperuremia) akan menderita penyakit asam urat. Namun ada beberapa kondisi
yang dapat menyebabkan seseorang menderita penyakit asam urat, diantaranya :
a. Pola makan yang tidak terkontrol. Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh
dapat mempengaruhi kadar asam urat dalam darah. Makanan yang mengandung
zat purin yang tinggi akan diubah menjadi asam urat.
b. Seseorang dengan berat badan yang berlebihan (obesitas).
c. Suku bangsa tertentu. Di Indonesia prevalensi tertinggi pada penduduk pantai dan
yang paling tinggi di daerah Manado-Minahasa karena kebiasaan atau pola
makan ikan dan mengkonsumsi alkohol.
d. Peminum alkohol. Alkohol dapat menyebabkan pembuangan asam urat lewat
urine ikut berkurang, sehingga asam urat tetap bertahan di dalam darah.
e. Seseorang yang berumur 45 tahun biasanya pada laki-laki, dan perempuan saat
f.
g.
h.
i.

umur menepouse.
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.
Seseorang kurang mengkonsumsi air putih.
Seseorang dengan gangguan ginjal dan hipertensi.
Penyakit tertentu dalam darah ( anemia kronis ) yang menyebabkan terjadinya

gangguan metabolism tubuh, missal berupa gejala polisitomia dan leukemia.


j. Seseorang yang menggunakan obat-obatan dalam jangka waktu lama.
k. Seseorang yang mempunyai penyakit diabetes mellitus
E. PENATALAKSANAAN / PERAWATAN
a. Istirahat

Merupakan hal penting karena reumatik gout biasanya disertai rasa lelah
yang hebat. Walaupun rasa lelah tersebut dapat saja timbul setiap hari, tetapi
ada masa dimana penderita merasa lebih baik atau lebih berat. Penderita harus
membagi waktu seharinya menjadi beberapa kali waktu beraktivitas yang
diikuti oleh masa istirahat.
b. Olahraga
Dengan olah raga secara teratur, zat purin dalam tubuh akan ikut terbakar
bersama energi sehingga dapat tersalurkan. Lain halnya jika Anda jarang
berolahraga, zat purin akan semakin tertimbun dan dapat membahayakan
kondisi tubuh.
c. Latihan Fisik dan Termoterapi
Latihan spesifik dapat bermanfaat dalam mempertahankan fungsi sendi.
Latihan ini mencakup gerakan aktif dan pasif pada semua sendi yang sakit,
sedikitnya dua kali sehari. Obat untuk menghilangkan nyeri perlu diberikan
sebelum memulai latihan. Kompres panas pada sendi yang sakit dan bengkak
mungkin dapat mengurangi nyeri. Mandi parafin dengan suhu yang bisa
diatur serta mandi dengan suhu panas dan dingin dapat dilakukan di rumah.
Latihan dan termoterapi ini paling baik diatur oleh pekerja kesehatan yang
sudah mendapatkan latihan khusus, seperti ahli terapi fisik atau terapi kerja.
Latihan yang berlebihan dapat merusak struktur penunjang sendi yang
memang sudah lemah oleh adanya penyakit.
Adapun latihan fisik (rentang gerak sendi) sebagai berikut:
a. Bagian Kepala :

b. Bagian Leher

c. Bagian Punggung

d. Bahu :

e. Bokong / Panggul

f. Lutut & Pergelangan Kaki


3.

g. Telapak dan jari tangan


2.

d. Obat-obatan
Pemberian obat adalah bagian yang penting dari seluruh program
penatalaksanaan penyakit reumatik. Obat-obatan yang dipakai untuk
mengurangi nyeri, meredakan peradangan dan untuk mencoba mengubah
perjalanan penyakit.
e. Diet
Rendah Protein
Penderita gout diberikan diet rendah protein karena protein dapat
meningkatkan produksi asam urat, terutama protein yang berasal dari
bahan makanan hewani
Rendah lemak

Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Oleh karena
itu, penderita gout sebaiknya diberi diet rendah lemak. Penderita harus
membatasi makanan yang digoreng dan bersantan
Tinggi Cairan
Konsumsi cairan yang tinggi, terutama dari minuman, dapat membantu
pengeluaran asam urat melalui urin.
Contoh makanan yang mengandung tinggi purin : Ikan teri, otak, jerohan,
daging angsa, burung dara, telur ikan, kaldu, sarden, alkohol, ragi,
melinjo (emping) dan makanan yang diawetkan
F. KOMPLIKASI
Komplikasi yang muncul akibat arthritis pirai antara lain:
a. Gout kronik bertophus
Merupakan serangan gout yang disertai benjolan-benjolan (tofi) di sekitar sendi
yang sering meradang. Tofi adalah timbunan kristal monosodium urat di sekitar
persendian seperti di tulang rawan sendi, sinovial, bursa atau tendon. Tofi bisa
juga ditemukan di jaringan lunak dan otot jantung, katub mitral jantung, retina
mata, pangkal tenggorokan.
b. Nefropati gout kronik
Penyakit tersering yang ditimbulkan karena hiperurisemia. terjadi akibat dari
pengendapan kristal asam urat dalam tubulus ginjal. Pada jaringan ginjal bisa
terbentuk mikrotofi yang menyumbat dan merusak glomerulus.
c. Nefrolitiasi asam urat (batu ginjal)
Terjadi pembentukan massa keras seperti batu di dalam ginjal, bisa
menyebabkan nyeri, pendarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Air
kemih jenuh dengan garam-garam yang dapat membentuk batu seperti kalsium,
asam urat, sistin dan mineral struvit (campuran magnesium, ammonium,
fosfat).
d. Persendian menjadi rusak hingga menyebabkan pincang
e.

Peradangan tulang, kerusakan ligament dan tendon

f.

Batu ginjal ( kencing batu ) serta gagal ginjal