Anda di halaman 1dari 1

BAB III

KESIMPULAN
Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) adalah penyakit neurodegeneratif yang
serius yang menyebabkan kelemahan otot, kecacatan, dan akhirnya mati yang
dikarenakan oleh degenerasi dari motor neuron di korteks motorik primer, batang
otak dan medula spinalis. Penyebab ALS tidak diketahui, walaupun 5-10% dari
kasus bersifat familial.
Pada penyakit ini susunan somatosensorik sama sekali tidak terganggu.
Maka dari itu, manifestasinya terdiri atas gangguan gerakan melulu, yang
memperlihatkan tanda-tanda kelumpuhan UMN dan LMN secara berbauran.
Dalam pada itu, hiperefleksia, klonus dan reflex patologis dapat ditemukan secara
berdampingan dengan atrofi otot dan arefleksia pada satu penderita yang sama.
Pengelolaan ALS adalah berupa dukungan (support) terhadap pasien,
paliatif,

dan

multidisiplin.

Non-invasif

ventilasi

dapat

memperpanjang

kelangsungan hidup dan meningkatkan kualitas hidup. Riluzole adalah satusatunya obat yang telah terbukti untuk memperpanjang kelangsungan hidup.
Angka haraan hidup rata-rata adalah 3 tahun dari onset klinis kelemahan.
Namun, kelangsungan hidup yang lebih panjang tidak jarang. Sekitar 15% dari
pasien dengan ALS hidup 5 tahun setelah diagnosis, dan sekitar 5% bertahan
selama lebih dari 10 tahun.

59