Anda di halaman 1dari 65

Naik... Naik... Ke Puncak Gunung, Tinggi...

Tinggi Sekali
D, seorang mahasiswa FK UMM mempunyai hobimendaki
gunung.
Selama kuliah di FK, D sudah lama sekali tidak melakukan
hobinya tersebut.
Untuk menyalurkan bakatnya, D bergabung dengan unik
kegiatan
mahasiswa pecinta alam yang ada di UMM. Syarat untuk
menjadi anggota,
akan dilakukan diklat lapangan dengan rencana pendakian
gunung semeru.
D sangat bersemangat ketika diklat. D dan 1 orang
rekannya kurang
memperhatikan instruksi seniornya untuk mendaki gunung
bertahap dan
istirahat tiap 2 jam. D terus mendaki tanpa istirahat. Setelah

Pada pemeriksaan fisik, didapatkan hiperventilasi dan


penurunan
saturasi O2. Tim medis menyatakan D mengalami hipoksia
akut akibat
ketinggian. Tim medis segera membawa D turun
ke
ketinggian yang
lebih rendah untuk memulihkan keluhan D. Setelah 2 jam
berada di
tempat yang lebih rendah, keluhan D hilang. Tim medis
menasehati D
untuk mematuhi semua peraturan pendakian yang sudah
diberikan
instruktur
agar
terjadi
aklimatisasi
dan
tidak
membahayakan D

Keyword

D, mahasiswa fk umm Mendaki gunung


namun lama tidak mendaki gunung
Melakukan diklat lapangan pendakian gunung semeru
D kurang memperhatikan intruksi senior
Mendaki tantpa istirahat selama 4 jam sampai
ketinggian 1700m
Mengalami nausea, dizzines, dyspnea, dan letargi
Pada pemeriksaan fisik, didapatkan hiperventilasi dan
penurunan saturasi O2
Mengalami hipoksia akut
Dibawah ketempat yang lebih rendah dan keluhan
menghilang

Klarifikasi Istilah

Dispnea atau sesak napas adalah perasaan sulit


bernapasditandai dengan napas yang pendek dan
penggunaan otot tambahan. Price dan wilson,2006.Upaya
untuk meningkatkan udara pernapasan dapat dipengaruhi
oleh faktor fisiol;ogi, psikologi, sosial dan lingkungan
Naesea adalah perasaan tidak nyaman pda bagian perut
atas yang menyebabkan adanya keinginan untuk
muntah( medicalnews). Rasa mual yang disebabkan karna
meningkatnya kadar hormon esterogen dan HCG dalam
serum pada keadaan hamil biasanya.
Letargi adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan
kesadaran dan pemusatan perhatian serta kesiagaan.
Repository usu. keadaan lemah badan untuk tidak ada
nafsu kegiaatan.
Dizziness/kepeninganan adalah gangguan yang
mempengaruhi keseimbangan tubuh serpti telinga bagian
dalam dan mata atau dari obat2 tertentu. Buku

Hipoksia adalah penurunan pemasukan oksigen ke


jaringan sampai di bawah tingkat fisiologisnya
akibat pengaruh perbedaan ketingian.
hiperventilasi adl peningkatan abnormal ventilasi
paru menyebabkan penurunan tekanan
karbondoiksida jika berkepanjangan menimbulkan
alkalosis respiratori
Aklimatisasi suatu adaptasi fisiologi organ manusia
yang ditandai peningkatan ventilasi paru
vaskularisasi jaringan meningkat dan kemampuan
sel menggunakan O2 meningkat. guyton

Rumusan masalah

Bagaiman mekanisme tubuh saudara d


hingga mengalami nausea, dizzines, dyspnea,
dan letargi serta mengalami penurunan
saturasi O2 sehingga mengalami
hiperventilasi?
apa yang perlu dipersiapkan untuk mendaki
untuk mengurangi dampak hipoksia akut ?
Apa saja aklimatisasi yang terjadi pada saat
kita diketinggian ?>
Mengapa setelah dibawa ketempat rendah
keluhan hilang ? Mekanismenya bagaimana ?

Hipotesa

Bagaiman mekanisme tubuh saudara


d hingga mengalami nausea,
dizzines, dyspnea, dan letargi serta
mengalami penurunan saturasi O2
sehingga mengalami hiperventilasi?
Po2 rendah tubuh tidak
teraklimatisasi karena naiknya tidak
bertahap sgg terjadi efek hipoksia
akut, CO2 dan uap air yang
mengencerkan kadar O2 didalam

apa yang perlu dipersiapkan untuk mendaki untuk


mengurangi dampak hipoksia akut ?
Melakukan pemanasaan dan mengikuti intruksi senior
agar tubuh mampu beradaptasi thd
ketingian.membawa gamow bag peralatan kusus pada
kasus akut montain sickness. Membawa asupan
karbohidrat yang cukup byk. Hindari alkohol dan rokok.
Climb high sleep low. Jika terjadi hipoksia bawa turun
ke tempat yn rndah. Asupan air yg cukup untuk
mengindari dehidrasi. Acetazolamide dengan dosis 125
mg fungi meningkatkan ventilasi tubuh. CO2
vasodilator kuat. Dexamethason (obat2 cortico steroid
untuk mengurangi edem otak )

Apa saja aklimatisasi yang terjadi


pada saat kita diketinggian ?
Terjadi peningkatan ventilasi
paru,jumlah sel darah
merah,kapasitas difusi
paru,vaskularisai, kemampuan sel
mnggunakan O2

Mengapa setelah dibawa ketempat


rendah keluhan hilang ?
Mekanismenya bagaimana ?
PO2nya mulai naik Hbny mampu
mengikat lebih bnyak O2 shg O2 bisa
di edarkan ke seluruh jaringan.
Konsentrasi ttp cuma tekanan
parsialnya yang berkurang jika di
ketinggian.

LO 1
Anatomi Fisiologi
Sistem Pernafasan

Mekanisme Respirasi Internal


dan Eksternal
Respirasi Internal :
Terjadi di Mitokondria
Proses dimana penggunaan O2
untuk digunakan sebagai energi atau
nutrien sel dalam sintesis protein dan
mengeluarkan CO2 sebagai sisa
metabolik.

Mekanisme Respirasi Eksternal dan


Internal (lanj...)

Respirasi Eksternal:
Seluruh rangkaian kejadian dalam
pertukaran O2 dan CO2 antara
lingkungan eksternal dan sel tubuh.

Mekanisme Inspirasi dan


Ekspirasi

Inspirasi
Otot-otot yang
berperan saat quiet
Inspiration adalah
m.diaphragmatica
dan m. Intercostalis
externus.
Otot utamanya adalah
m. Diaphragmatica
yang dipersarafi oleh
n. Phrenicus.

Inspirasi (lanj...)

m. Diaphragmatica berkontraksi sehingga cenderung turun yang


menyebabkan pembesaran volume rongga thorax hingga 75%
dalam dimensi vertikal.
m. Intercostalis externus berkontraksi -> rongga thorax besar
(dalam dimensi lateral dan anteroposterior) dengan cara
mengangkat costae dan selanjutnya sternum ke atas dan ke depan.
Otot ini dipersarafi oleh n.intercostalis.
Rongga thorax membesar pulmo juga ikut membesar karena ada
gradien tekanan transmural.
Pembesaran/peregangan pulmo menyebabkan tekanan intraalveolar lebih rendah dari tekanan udara di atmosfer, sehingga
terjadilah inspirasi.
Pada deep inspiration -> kontraksi otot tambahan ( untuk
menambah pembesaran rongga thorax, diantaranya m.
Sternocleido-mastoideus dan m.scaleni) -> peregangan pulmo lebih
besar.

Ekspirasi
Ekspirasi ada 2, yaitu ekspirasi pasif dan
aktif.
EKSPIRASI PASIF
m. Diaphragmatica & m.intercostalis
externus relaksasi -> costae kembali turun
(adanya gravitasi) -> rongga thorax kembali
seperti prainspirasi diikuti recoil pulmo.
Pulmo kembali ke keadaan prainspirasi ->
tekanan intra-alveolar membesar daripada
di atmosfer -> ekspirasi
Ekspirasi berhenti ketika tekanan intraalveolar dan atmosfer sama kembali.

Ekspirasi (lanj...)
EKSPIRASI AKTIF
Kontraksi otot-otot abdomen -> tek. Intraabdomen -> gaya ke atas pada
m.diaphragmatica -> mengurangi ukuran dimensi
vertikal rongga thorax
+ kontraksi m.intercostalis internus ->
mengurangi ukuran dimensi lateral dan
anteroposterior -> costae dan sternum mendatar.
Volume rongga thorax -> volume paru juga
semakin -> tekanan intra-alveolar semakin
besar daripada di atmosfer -> ekspirasi
aktif/paksa.

LO 2
transport gas dalam darah

TRANSPOR GAS DALAM DARAH

Transpor O2 dalam darah 200 ml O2/l darah :


- terlarut dalam plasma : 3 ml O2/l darah
- terikat pada Hb
: 197 ml O2/l darah

CO = 5 l/mnt 1000 ml/mnt O2 diangkut ke jaringan (4x


kebutuhan O2 istirahat)

Jumlah O2 yang terikat pada Hb tergantung dari :


PO2 plasma sekeliling eritrosit komposisi udara yang
dihirup, ventilasi alveolar, efisiensi pertukaran gas antara
udara dan darah
Kadar Hb darah

1.

2.

Changes in Partial Pressures

HB dan O2

Oxygen is transported by hemoglobin (98.5%) and is


dissolved in plasma (1.5%)
O2-Hb dissociation curve shows that hemoglobin is almost
completely saturated when P02 is 60 mm Hg or above. At
lower partial pressures, the hemoglobin releases oxygen.

Shifting the Curve

BOHR EFFECT

Oxygen-Hemoglobin
Dissociation Curve at Rest

Oxygen-Hemoglobin
Dissociation Curve during Exercise

Lat anaerobik asam


laktat pH
kurva bergeser ke
kanan afinitas Hb
O2 yg dilepas

Transport CO2
Transport CO2 dimulai dari jaringan ke
paru.
Bentuk transport :
1. CO2 larut dalam plasma
2. karbamino Hb ( HbCO 2)
3. Bicarbonat ( HCO3- )
4. H2CO3 larut dalam plasma

4 mililiter CO2 diangkut dari jaringan ke paru


dalam setiap 100 mililiter darah
CO2 yang diangkut dari vena dalam bentuk
terlarut hanya 7%
93% berdifusi ke dalam eritrosit :
- 70% : ion bikarbonat (HCO3) di eritrosit
ke
plasma terlarut
- 23% : terikat pada Hb
(karbaminohemoglobin)
H+ dan HCO3- keluar dari eritrosit
CO 2 dari
plasma masuk ke eritrosit. Bila PCO2 plasma
turun maka CO2 keluar dari sel
Ikatan Hb dengan H+ dan CO2 akan mengurangi
kemampuan Hb mengikat O2

Pengeluaran CO2 Pada


Paru

PCo2 alveoli lebih rendah dari plasma di


kapiler paru
Co2 difusi dari plasma ke
alveoli
PCO2 plasma turun
CO2
keluar dari eritrosit

Efek Haldane

Pengikatan O2 dengan Hb cenderung


mengeluarkan CO2 dari darah,
meningkatkan transport CO2 (Efek
Haldane)
Peningkatan CO2 dalam darah
menyebabkan O2 dilepaskan dari Hb,
meningkatkan transport O2 (Efek Bohr)

LO 3: Efek fisiologi penurunan O2 di


ketinggian terhadap respirasi, PO2
arteri,PO2 alveoli, PCO2 plasma, ph
darah

Efek terhadap pernafasan

PO2 rendah
chemoreseptor

hipoksia akut
hiperventilasi

Efek terhadap PO2 alveoli


PO2 rendah
penurunan PO2
alveoli
difusi ke dalam darah
menurun

Efek terhadap PO2 arteri


PO2 rendah
PO2 arteri rendah
Perubahan kepekaan
chemoreseptor
Meningkatkatkan
banyak
ventilasi alveoli

Peningkatan jumlah
hemoglobin
O2 diarteri

Efek terhadap PCO2 di dalam


plasma dan PH darah
PO2 rendah
meningkat
PCO2 turun

ventilasi alveolus
ph meningkat

PERGESERAN KURVA
SATURASI HB AKIBAT
PENURUNAN TEKANAN
O2

97 % transpor o2, 3 % plasma


& sel
Difusi dr alveolidarah kapiler

Saturasi hb ?

Po2

saturasi hb

Tekanan
barometerturunnya
tk.
Barometer akan menurunkn
PO2
CO2
&Uap
airdpt
mengencerkan
O2
di
alveolus

Efek hipoksia pada setiap


ketinggian yang di capai
LO 5

Keadaan pada Tempat Tinggi


Pada ketinggian > 1,500 m (4,921 ft)
atas permukaanlaut
Tekanan barometer menurun (hypobaric)
Tekanan parsial oksigen menurun (PO2)
Suhu udara menurun
Suhu udara menurun
kelembaban rendah Intensitas cahaya
matahari meningkat

Terjadinya Hipoksia
P barometer
menurun

pO2 Udara
menurun

HIPOKSIA

pO2 Alveoli
menurun

EFEK AKUT HIPOKSIA


Terpapar pada High Altitude
Ketinggian
12.000 kaki

Mengantuk, malas,
kelelahan
mental dan otot, sakit
kepala,
mual dan euforia, susah
bernafas

Ketinggian
>18.000 kaki

Kedutan otot, Kejang

Ketinggian
>23.000 kaki

Koma

Hipoksia
Vasodilatasi
pemb.darah
otak Dilatasi
Arteriol
Tekanan Kapiler
Rembesan cairan
intravaskular Jar. Otak ke intersisiil
Edema Otak
Mountain sicknes akut & Edema Otak

Mountain sicknes akut & Edema Paru


Hipoksia hebat
Vasokonstriksi : Vena Pulmonalis >>
Arteri Pulmonalis
Tekanan Kapiler meningkat
Rembesan cairan intravaskular Jar.
Paru
Edema Paru

LO 6
Aklimatisasi tubuh terhadap
ketinggian

Aklimatisasimerupakan suatu upaya


penyesuaianfisiologisatauadaptasi
dari suatuorganismeterhadap
suatulingkunganbaru yang akan
dimasukinya

AKLIMATISASI
makin lama (hari-minggu-tahun), makin

teraklimatisasi thd PO2 rendah efek


buruk bekerja tanpa efek hipoksia

terjadi peningkatan :

1. Ventilasi paru
2. Jumlah sel darah merah
3. Kapasitas difusi paru
4. Vaskularisasi jaringan
5. Kemampuan sel menggunakan
oksigen
52

Peningkatan ventilasi paru


PO2 turun

Merangsang
kemoreseptor
arteri

Ventilasi alveolus
meningkat

CO2 banyak
hilang

PCO2 turun
PH meningkat
(basa)
Ventilasi naik 5x
lipat

2-5 hr, PH turun


(asam)

Menghambat
pusat pernafasan

Jumlah sel darah merah


PO2 turun

Aliran darah
keginjal turun

Hormon diginjal
meningkatkan
SDM

Hipoksia

SDM meningkat

Hematokrit & Hb
meningkat

Vol.darah
meningkat

Kapasitas difusi
Vol. Darah meningkat

Kapiler melebar
luas menambah

Tekanan darah
keparu meningkat

Vol. Paru meningkat

Luas permukaan
alveolus meningkat

Vaskularisasi jaringan
Tempat tinggi

Curah jantung
meningkat

Beberapa minggu
menurun krn
hematokrit

O2 kejaringan akan
normal

Jumlah & ukuran


kapiler meningkat

Resistensi perifer
meningkat

vasokonstriksi

Kemampuan sel menggunakan O2

Karena mitokondria meningkat


Karena enzim oksidatif meningkat

Sel dapat menggunakan O2 lebih


efektif

Aklimatisasi Alami pd org yg tinggal ditempat


tinggi sejak bayi :
ukuran dada besar ratiokapasitas
ukuran tubuh kecil ventilasi thd masa tbh jadi
besar
jantung akan membesar, kanan jauh > besar

58

Pengangkutan O2 oleh drh ke jar. > mudah


PO2 arteri rendah, juml-Hb > banyak O2
drh arteri banyak

kapasitas kerja semua otot me

59

LO 7 AMS dan KMS

Akut Mountain Sickness


Terjadi bila mendaki gunung terlalu
cepat
bila dibiarkan beberapa jam
kemudian s.d 2 hariEdema
dapat mengalami
kematian
Otak
Akut

Hal tersebut karenaEdema


terjadi
Paru Akut

1. Edema Otak Akut


akibat vasodilatasi lokal p.drh otak(arteriol) krn
hipoksia me
tekanan kapiler perembesan
cairan kedlm jaringan otak
edema otak
disorientasi berat &kelainan fs otak
2. Edema Paru Akut
Konstriksi arteriol paru akibat hipoksia berat
drh mengalir melalui pembuluh yg tdk konstriksi
tekanan kapilernya pd daerah tersebut edema
lokal
Bisa sakit mendadak & meninggal bila tidak segera
diberi oksigen atau dipindah ke tempat rendah
Gejala-2 yg timbul :
hilang selera makan, nausea, muntah
sakit kepala, lemah, lelah, Ataxia, sianosis, batuk,
dada sesak
kebingungan, perubahan perilaku, lethargi

Kronik Mountain Sickness


sehingga terjadi :
1. Sel drh.merah & Hct me tinggi
2. P arteri pulmonalis
3. Jantung kanan sangat membesar
4. Tekanan arteri perifer
5. Gagal jantung kongestif
6. Kematian kecuali kalau
dipindahkan ketempat rendah

segera

Penyebab :
1.
Massa s.d.m terlalu besar
viskositas drh aliran drh
ke jar pengangkutan O2
<<
2.

Arteriol paru spasme akibat


hipoxia paru
- semua alveoli rendah oksigen

konstriksi

tekanan arteri pulmonalis

payah jantung kanan


64

3. Spasme arteriol pulmonalis


al.drh
ke pbl paru non alveolar shg
tanpa mengalami oksigenasi

Penderita sembuh dlm


beberapa hari/minggu
setelah dipindah ke tempat
rendah

65