Anda di halaman 1dari 19

KERTASKERJAPERORANGAN(KKP)

PENGENDALIANBAHANKIMIABERBAHAYA
BERDASARKANPOTENSIBAHAYADI

PTTJBPOWERSERVICES
PLTUTanjungJatiB
Ds.Tubanan,Kec.KembangJepara59453
Tel.0291771566,Fax.0291772119

CALONAHLIK3KIMIA

Oleh:
AriSulistiyaPambudi
Health&SafetyAssistant

PENYELENGGARA
HSSdanDEPNAKERTRANSR.I.
Jakarta,1020Maret2009

KATAPENGANTAR

DenganmengucapkanpujidansyukurkehadiratTuhanYangMahaEsa.Kertas
KerjaPerorangan(KKP)dapatdiselesaikansesuaidenganwaktunya.

KKPinidisusunsebagaisalahsatupersyaratanmendapatkanSuratKeterangan
Penunjukan dalam Sertifikasi Calon Ahli K3 Kimia yang telah diselenggarakan oleh
Health & Safety Service dan DEPNAKERTRANS RI pada 10 20 Maret 2009.
PenyusunberharapkiranyaKKPinibermanfaatbagisiapasajayangmemerlukandan
memanfaatkannya.

Kami menyadari bahwa Kertas Kerja Perorangan (KKP) yang penyusun susun
inimasihbelumsempurna.Sarandankritikkearahperbaikansangatdiharapkan.

Semoga Kertas Kerja Perorangan (KKP) ini dapat bermanfaat bagi yang
membaca.

Jakarta,31Maret2009
Penyusun

DAFTARISI

KataPengantar ...................................................................................................
DaftarIsi .............................................................................................................

BABIPENDAHULUAN ...................................................................................
A. Profil ..................................................................................................
B. Tujuan ................................................................................................
C. RuangLingkup ....................................................................................

1
2
3
3
5
6

BABIIFAKTADANMASALAH ........................................................................
A. Fakta..................................................................................................
B. Masalah..............................................................................................

7
7
11

BABIIIANALISADANALTERNATIFPEMECAHANMASALAH ...........................
A. Analisa ................................................................................................
B. Alternatif ............................................................................................

12
12
13

BABIVKESIMPULANDANSARAN .................................................................
A. Kesimpulan..........................................................................................
B. Saran ..................................................................................................

14
14
14

BABVLAMPIRAN..........................................................................................
A. Tabel:DaftarNama&SifatKimiasertaKuantitasBahanKimia

Berbahaya ...............................................................................
B. StrukturOrganisasi.............................................................................

15
15
16

BABI
PENDAHULUAN

A. PROFIL
PT. TJB Power Services merupakan perusahaan rekanan dari PT. PLN (Persero)
yang bertanggungjawab untuk melakukan pengoperasian dan perawatan (Operation &
Maintenance) PLTU Tanjung Jati B. PT TJB Power Services (PT. TJBPS) sendiri adalah
konsorsiumdaribeberapaperusahaandalamdanluarnegeri,yakniFortum(Finlandia),
Medco Power Indonesia dan Gajendra. PT. TJBPS dibentuk setelah masa percobaan
(comissioning)dariPLTUiniyaitupadatahun2006.SaatiniPT.TJBPSmemiliki251orang
karyawandenganrincian6orangasingdan245dariIndonesia.
PLTUyangdioperasikandandirawatolehPT.TJBPSterletakdikotaJeparaJawa
Tengah yang memiliki 2 unit pembangkit yang berkapasitas masingmasing 660 MW
(nett).Keduaunitpembangkitinimenggunakanbahanbakarbatubarayangdikirimdari
beberapa perusahaan tambang di Kalimantan dan Sumatera. Sedangkan untuk
menghasilkan uap sebagai penggerak turbin, PLTU ini menggunakan air laut untuk
dijadikanairumpan(feedwater).Airlautinidiprosessecarafisikdankimiauntukdapat
digunakandiboilersesuaidenganstandaryangdibutuhkan.
Untukmemprosesairlautiniterdapatunitpengolahanairumpanyangdisebut
denganWaterTreatmentPlant(WTP).Beberapatahapandalampemrosesanairlautini,
digunakanbeberapabahankimiayangdisimpandibeberapatangki.Halinidikarenakan
oleh jumlah penggunaan yang cukup banyak serta menjamin ketersediaan air umpan
yangterusmenerus.
Di PLTU ini juga terdapat unit pengolahan limbah cair (waste water treatment
plant/WWTP).Untukmendapatkanhasilbuanganyangsesuaidenganbakumutuyang
ada,makadigunakanjugabeberapabahankimia.
Selain digunakan di WTP, beberapa bahan kimia juga digunakan pada proses
operasionalPLTUsepertidideaerator,coolingwatersertadilaboratoriumuapdanair(
steam&waterlaboratory).

1.1 DataTeknisPLTU
PadaPLTUTanjungjatiBterdapatduaunitpembangkitanyangmemilikikapasitas
dan spesifikasi teknis yang sama. Berikut ini adalah data teknis dari setiap
pembangkittersebut.

Boiler:
Tekanankerja
Mainsteamflow
Suhumainsteam
Coalrate
Turbine:
Type

Output

Exhaustpress.
Speed

Heatrated
Generator
Type

Rotorcooler
Voltage

Frequency
Daya

:175bara
:2.313ton/jam
:5410C
:263,58ton/jam
:Threecylinderimpulsetype,tandemcompound
:710MW
:0,0832bara
:3000rpm
:1861kcal/kWh
:3Phasesynchronoustotallyenclosed
:Directhydrogencooled4,12bar
:22,8kV
:50Hz
:721,8MW

Gbr.DiagramprosessecaraumumdiPLTUTanjungJatiB

1.2 VisidanMisi
DalammenjalankanusahaOperationandMaintenancePLTUTanjungJatiB,maka
PTTJBPSmenetapkanvisinyaTopoperatordiIndonesia
Untukmencapaivisitersebutmakaditetapkanmisinyasebagaiberikut:
1) MengoperasikanPLTUsesuaidengankebutuhandanpersyaratanpemilik.
2) Mengaplikasikanpendekatanmetodeyangterbaikdalamsetiapaktivitas.
3) Memperlakukansetiapkaryawandengansetara.
4) Membangundanmentrainingkaryawansecarakontinyu.
5) Mematuhisetiapperaturandanperundanganyangberlaku.
6) BerkomitmentuntukmengurangidampaklingkungandanresikoK3padasetiap
aktivitas.
7) Melakukankajianulangpadasystemsecaraberkelanjutan.

1.3 StrukturOrganisasi
Dalam usaha untuk melaksanakan fungsi dan tujuannya PT. TJBPS memiliki satu
orangsebagaiStationManagerdanempat(4)departemendengandipimpinoleh
seorang manager. Selain itu juga sudah terdapat P2K3 atau EHS Comitee yang
langsungdipimpinolehStationManager.
(Strukturorganisasilebihlengkappadalampiran2)

B. TUJUAN
AdapuntujuandaripembuatanlaporanKKPiniyaituuntuk:
1. MemenuhipersyaratandalamSertifikasiCalonAhliK3Kimia
2. Melatih kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengontrol resiko bahan kimia
berbahayaditempatkerja.
3. Untuk menentukan potensi bahaya di tempat kerja sesuai perundangan yang
berlaku.
4. Mengetahui persyaratan yang harus diterapkan di tempat kerja sesuai dengan
potensibahayayangdimiliki.
5. PenerapanprogramdanK3untukmengendalikankerugianyangmungkintimbul.

C. RUANGLINGKUP
Ruang lingkup dari Kertas Kerja Perorangan (KKP) ini adalah untuk mengetahui
penerapan pengendalian bahan kimia berbahaya dan potensi bahaya di lingkup PLTU
Tanjung Jati B sebagai tempat kerja yang menggunakan dan menyimpan bahan kimia
berbahaya.Pembahasaninidilengkapidengandataantaralain:
- Jenisdankuantitasbahankimiayangdigunakan.
- Metodepengendalianpotensibahayakimiayangtelahada.

BABII
FAKTADANMASALAH

A. FAKTA
BeberapaunitdalamplantPLTUTanjungJatiByangmenggunakanbahankimia,antara
ain adalah water treatment plant, waste water treatment plant, operational turbin
boiler, dan di laboratorium uap dan air. Disamping pada plant trsebut juga terdapat
hidrogenplantyangberfungsisebagaipenghasilgasH2untukpendingingenerator.
Padainstalasiinsatalasitersebutditemukanbeberapafaktasebagaiberikut:
2.1. Sisteminstalasi.
Untuksetiaptankipenyimpanbahankimiatelahdilengkapidengantanggul(dike)
sebagai pembatas tumpahan, selain itu juga dilengkapi dengan informasi yang
jelas mengenai jenis dan kapasitas maksimal bahan kimia yang tersimpan. Pada
setiapsaluranpipabahankimiatelahdilakukanpenyesuaianjenispipadanwarna
pipasesuaidenganjenisbahankimiayangdialirkan.

Gambar.InstalasibahankimiapadaareaWTPdanWWTP

Selain hal tersebut diatas, pada tanki bahan kimia yang terdapat di area power
house (indoor) telah dilengkapi dengan ventilasi lokal (local exhaust) untuk
mengurangikonsentrasidariuapbahankimiayangada.
Pada setiap area instalasi kimia ini juga terdapat saluran pembuangan limbah/
tumpahanyangdialirkanlangsungmenujukeWWTPsebelumdibuangkelaut.


Gambar.SistemventilasilokalpadainstalasibahankimiapadaPowerHouse

Sedangkan untuk instalasi hidrogen plant telah dilengkapi dengan gas detektor
serta alarm jika terdapat kebocoran gas hidrogen yang melebihi konsentrasi
tertentu.Gasdetektorinidiletakkanpadakeduasisidaritankipenyimpanangas
hidrogenyangdipasangdiluarruangan(outdoor).

Gambar.Tankihidrogenyangdilengkapidengangasdetector

2.2. KomunikasiBahayadanemergencyrespond
Padasetiapkemasanatautangkibahankimiayangada,telahdilengkapidengan
labeldanMSDS(MaterialSafetyDataSheet)yangmudahdikenali.Sertajugatelah
tersediaperlengkapanemergencysepertieyewasherdanshowersertaAPAR.

Gambar.MSDSdanlabelpadasetiaptankidankemasanbahankimia

Gambar.InstalasibahankimiajugadilengkapieyewasherdanAPAR

2.3. ProsedurPenangananBahanKimia
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan PAK faktor kimia, PT. TJBPS telah
menyusunbeberapaprosedurterkaitdenganpenangananbahankimia.Prosedur
prosedurtersebutantaralain:
o BM100202 R00 Personal Protective Equipments, yang berisi tentang syarat
danjenisAPDyangwajibdigunakanpadapekerjaanyangberhubugandengan
bahankimia.
o BM100103R00SafetySignsandDemarcation,prosedurinimengatursemua
jenislabeldanpewarnaanlantaisertapipauntukinstalasibahankimia.
o BM100201 R01 Permit to Work, mengatur tentang tata cara perijinan
sebelum memulai pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan bahan kimia
sepertiunloading,cleaningdanlainlain.

o BM100205 R00 Hazardous and Chemicals Storage and Handling, pada


prosedur ini disebutkan tentang tata cara penyimpanan, pemakaian serta
pembuanganbahankimiajikaterdapattumpahan.
o BM100401 R00 Emergency Preparedness and Response, berisi tentang
penanganan tanggap darurat termasuk diantaranya adalah kebocoran,
peledakanmaupunkecelakaankerjaakibatbahankimia.

Gambar.Prosesunloadingbahankimia(HCl)diareaWTP

2.4. PemeriksaanKesehatan
Untuk pemeriksaan kesehatan pada karyawan telah dilakukan secara periodik,
baikuntukpemeriksaankesehatanawaldanpemeriksaaankesehatanrutin.Untuk
pemeriksaankesehatanrutintelahdilakukansetiapsetahunsekalibagikaryawan
pada area tertentu seperti material handling, chemist, dll dan untuk karyawan
dengan usia lebih dari 40 tahun. Sedangkan untuk karyawan yang lain dilakukan
dua tahun sekali. Sebelum mulai bekerja, untuk setiap karyawan juga telah
dilakukanpemeriksaankesehatanawal.

10

B. MASALAH
a. Pemeriksaaninstalasikimia
Sejak mulai beroperasi pada akhir tahun 2006, instalasi kimia yang terdapat pada
PLTUTanjungJatiBbelumpernahdilakukanpemeriksaandanpengujiandaripihak
pengawas dari Disnaker setempat maupun oleh pihak luar (PJK3). Sehingga secara
resmi oleh Disnaker setempat, PLTU ini belum ditetapkan kategori potensi bahaya
yangdimilikinya.
Namun secara internal setiap setahun sekali telah dilakukan pemeriksaan instalasi
kimiasecaramenyeluruhsesuaidenganjadwaloutage/overhauldarisetiapunitnya.

b. Pengujianfaktorkimia
Untuk pengujian faktor kimia di lingkungan kerja belum dilaksanakan secara rutin
namun hanya dilakukan secara insidental seperti jika terdapat kebocoran atau
pekerjaan di area instalasi kimia. Pengujian ini juga hanya dilakukan oleh pihak
internaldarifirecommandermaupundaripihakoperatordenganmenggunakangas
detectordangasanalyzer.

11

BABIII
ANALISADANALTERNATIFPEMECAHANMASALAH

A. Analisa
PLTU Tanjung Jati B sebagai tempat kerja yang menyimpan, menggunakan dan
memakai bahan kimia dalam proses produksi, maka berdasarkan Kepmenaker
187/Men/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja, maka
memilikikewajibanuntukmengendalikanbahankimiaberbahayauntukmencegahPAK
dan kecelakaan kerja. Sesuai dengan pasal 17 peraturan tersebut, maka diperlukan
penyusunan Daftar Nama, Sifat dan Kuantitas Bahan Kimia Berbahaya di tempat kerja
sesuaidenganlampiran2padaperaturantersebut.(Terlampir)
Setelah diketahui jumlah dan jenis bahan kimia berbahaya tersebut, maka dapat
ditentukan jenis potensi bahaya instalasi yang dimiliki oleh PLTU ini. Penentuan ini
didasarkanpadapasal8,Kepmenaker187/Men/1999.
Dari data yang ada maka PLTU Tanjung Jati B dapat ditetapkan dalam kategori
sebagai perusahaan yang memiliki potensi bahaya besar. Hal ini bisa dilihat dari
kuantitasbeberapabahankimiayangdisimpanmelebihiNAKyaitugashydrogendengan
kuantitasyangtersimpansebanyak12tondenganNAKsebanyak10ton.
KarenaPLTUTanjungJatiBdapatdikategorikansebagaiperusahaandengankategori
bahaya besar maka pengurus (manajemen), sesuai dengan pasal 16 Kepmenaker
187/Men/1999memilikikewajibansebagaiberikut:
1. MenyediakanLembarDatakeselamatanBahan(LDKB)danLabel.
2. MempunyaipetugasK3Kimiasekurangkurangnya5(lima)orangdanminimalsatu
orangahliK3kimia.
3. Membuatdokumenpengendalianpotensibahayamenengah,diantaranya:
-

identifikasibahayadanpengendalianresiko(HIRAC).

kegiatan tehnis, rancang bangun, konstruksi, pemilihan bahan kimia serta


pengoperasiandanpemeliharaaninstalasi.

kegiatanpembinaanditenagakerja.

prosedurkerjaaman.

12

4. Melaporkan setiap perbuahan nama dan kuantitas bahan kimia serta proses dan
modifikasiinstalasi.
5. Melakukanpemeriksaandanpengujianfaktorkimiaminimalsatutahunsekali.
6. Melakukanpemeriksaandanpengujianinstalasiminimal2(dua)tahunsekali.
7. Melakukanpemeriksaankesehatantenagakerjaminimal1(satu)tahunsekali.

Namun jika dibandingkan dengan kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan

Kepmenaker187/Men/1999masihterdapatbeberapakekuranganseperti:
1. Belumdilakukanpemeriksaandanpengujianfaktorkimiadilingkungankerjasecara
periodikolehpihakeksternal.
2. Pemeriksaan dan pengujian instalasi belum dilakukan secara periodikoleh pegawai
pengawasdariDisnakersetempatatauPJK3.
3. Untuk instalasi kimia yang dimiliki, belum dilengkapi dengan gudang penyimpanan
bahanberbahayayangmemadai,karenasaatinihanyadisimpandisekitarinstalasi
kimiayangada(padadrum,botoldankemasanlainnya).

B. Alternatif
Sesuai dengan analisa dan datadata diatas maka diperlukan beberapa alternatif
pemecahandaripermasalahanyangadadiantaranya:
1. Perlunya dilakukan pemeriksaaan dan pengujian faktor kimia di lingkungan kerja
untukmengetahuibesaranpaparanfaktorkimiakepadaparakaryawan.
2. Dilakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi secara periodik minimal 1 tahun
sekaliolehpihakeksternal(pegawaipengawasDisnakeratauPJK3).
3. Untuk ruang penyimpanan bahan kimia berbahaya harus disediakan dengan syarat
yangadasertadilengkapialatpencegahanPAKdankecelakaankerjasecaraoptimal.

13

BABIV
KESIMPULANDANSARAN

A. Kesimpulan
BerdasarkanhasilpembahasandiatasmakadapatdisimpulkanbahwaPLTUTanjungJati
B sebagai tempat kerja yang menggunakan, menyimpan dan memakai bahan kimia di
tempat kerja termasuk dalam perusahaan dengan kategori memiliki potensi bahaya
besar. Maka menurut Kepmenaker 187/Men/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia
Berbahaya di Tempat Kerja, instansi ini harus melaksanakan pengendalian potensi
bahaya kimia yang ada. Beberapa kewajiban pengendalian potensi bahaya yang ada,
telah dilakukan. Namun masih juga terdapat beberapa kewajiban yang belum
dilaksanakan.

B. Saran
Daripembahasandankesimpulandiatasmakakamimemberikansaranantaralain:
1. Perlunya penerapan secara menyeluruh terhadap ketentuan yang disyaratkan oleh
Kepmenaker187/Men/1999sebagaitempatkerjadenganpotensibahayamenengah
untukmengurangiresikoyangada.

2. Sebagai tempat kerja maka penerapan keselamatan dan kesehatan kerja perlu
diperhatikan lagi dan dilakukan evaluasi secara terusmenerus, seperti sistem
tanggap darurat, penanganan limbah, tata letak peralatan, pemasangan tanda
evakuasi,danlainlainuntukmencegahterjadinyakecelakaankerjadanPAK.

14

Lampiran1

DAFTARNAMA&SIFATKIMIASERTAKUANTITAS
BAHANKIMIABERBAHAYA
DIPLTUTANJUNGJATIBJEPARA

DAFTAR NAMA DAN SIFAT KIMIA SERTA KUANTITAS BAHAN KIMIA BERBAHAYA
Nama Perusahaan

: PT TJB Power Services

Alamat

: PLTU Tanjung Jati B - Ds Tubanan, Kec. Kembang, Kab. Jepara - Jawa Tengah

Nama Bahan

NO.

Titik Nyala (
C)

Toksisitas

Daerah Mudah Terbakar

Klasifikasi
berdasarkan NFPA

Mudah
Meledak

ya

tidak

ya

tidak

10

11

12

Kuantitas
Bahan

13

14

15

16

17

Sodium Hydroxide (NaOH)

n/a

140

1350

0.002

113m3 / 100 ton

Ferric Chloride (FeCl3)

n/a

2140

0,361mg/l

0.001

Sulfuric Acid (H2SO4)

n/a

0.001

16,5m3 / 30 ton

Ammonia (NH3)

n/a

15

28

25

2m3 / 2 ton

Eliminox / Carbohydrazide (CH6N4O)

110

185

420

1600mg/l

0.01

2m3 / 2 ton

Hydrogen Chloride (HCl)

n/a

900

40

3124 ppm/jam

80m3 / 100 ton

Sodium Bisulfate (NaHSO4)

n/a

2000

12m3 / 20 ton

Acetylene (C2H2)

335

82

2500

10 m3 / 150 kg

Gas Hydrogen (H2)

10 Acetone

UFL (%)

LC50 pernafasan
(mg/kg bb)
8

Oksidator

LFL (%)

LD50 kulit
(mg/kg bb)
7

NAB (ppm)

LD50 mulut (mg/kg


bb)
6

60m3 / 50 ton

-17.19

75

12 ton

-17

2.5

12.8

250

3000ml

0.002

11 Potassium Hydroxide (KOH)

n/a

365

12 Methanol (CH3OH)

12.3

36

13 Ethanol (C2H5OH)

12.8

3.3

19

500

1000

14 Sodium Sulfite (Na2SO3)

n/a

500

15 Hydrogen Peroxide (H202-H20)

n/a

200

100gr

7000ml

1500ml

1000g

500 ml

Ket.

Lampiran2

STRUKTUREHSCOMITEE(P2K3)

KETUA
StationManager
SEKRETARIS
Health&SafetyOfficer
WAKILKETUA
EHSManager

ANGGOTA
- OperationManager
- MaintenanceManager
- F&AManager
- OperationEngineer
- ChiefChemist
- MaterialHandlingEngineer
- MechanicalLeader
- C&ILeader
- BoilerEngineer
- MechanicalTechnician
- C&ITechnician