Anda di halaman 1dari 3

TINGKAT KOMUNIKASI

oleh Jannatul Firdaus, 1406528604


Judul

1. Manusia Sebagai Individu, Kelompok, dan Masyarakat.


2. Dari Anak sampai usia Lanjut.
3. Introducting Communication Theory : Analysis and Application,
3rd ed.
4. Teach Your Child How to Think.

Pengarang:

1. Evita E. Singgih, Miranda D. Z., Ade Solihat, Jossy P. Moeis.


2. Singgih Gunarsa.
3. Richard L. West, Lynn H. Turner.

4. Edward de Bono.
Data Publikasi: 1. Universitas Indonesia, Depok. 2013. 118
2. Bpk, Jakarta. 2004. 464
3. McGraw-Hill, New York. 2007. 624
4. Penguin Books, London. 2009. 313

Komunikasi adalah proses yang berawal dari gagasan seseorang yang diolah menjadi
pesan dan dikirimkan melalui media tertentu kepada penerima pesan. Komunikasi
merupakan hal yang sangat penting bagi manusia mengingat perannya sebagai
makhluk sosial. Ketika berkomunikasi, situasi berperan penting dalam memengaruhi
sikap seorang individu. Karena itulah, setiap individu perlu mengetahui tingkat dari
komunikasi agar pesan dapat tersampaikan secara efektif.
Dalam berkomunikasi, manusia akan berpikir mengenai hal yang sedang dibicarakan.
Menurut Edward de Bono dalam bukunya yang berjudul Revolusi Berpikir, 85% dari

cara berpikir biasa merupakan masalah persepsi yang merupakan basis kearifan.
Persepsi sendiri merupakan proses mengorganisasi dan menginterpretasikan
informasi sehingga menjadi berarti (King, 2011). Persepsi berperan dalam
memengaruhi keyakinan individu akan apa yang dihadapinya dan bagaimana bersikap
dalam berkomunikasi.
Komunikasi terjadi dalam konteks suatu keadaan atau situasi. Konteks tersebut bisa
berbentuk komunikasi intrapersonal, interpersonal, kelompok, publik, massa, dan
komputer.
Komunikasi intrapersonal merupakan pusat dari kegiatan komunikasi yang
mengesensikan pemahaman terhadap diri sendiri. Komunikasi ini memfokuskan
peran diri sendiri sebagai pengirim sekaligus penerima pesan. Joan Aitken dan
Leonard Shedletsky (1997) menyatakan bahwa komunikasi intrapersonal juga
melibatkan banyak penilaian akan perilaku orang lain.
Komunikasi intrapersonal mencakup dimana kita membayangkan, memersepsikan,
melamun, dan menyelesaikan masalah dalam kepala kita. Selain itu, komunikasi
intrapersonal juga dapat mencakup proses bermimpi ( Ijams & Miller, 2000),
imajinasi (Engen, 2002), dan rasa malu terhadap diri sendiri (Sharkey, Park & Kim,
2004).
Berbeda dengan komunikasi intrapersonal, Komunikasi interpersonal merujuk pada
komunikasi yang terjadi secara langsung antara individu dengan individu lainnya.
Dari komunikasi ini akan terbentuk suatu relasi yang merupakan suatu hal kompleks
dan beragam karena menghasilkan interaksi yang tidak terekam dalam komunikasi
intrapersonal. Disinilah hubungan antar dua atau lebih individu dapat terjalin.
Situasi selanjutnya adalah komunikasi dalam kelompok. Kelompok merupakan
individu yang terdiri dari 3 sampai 12 orang yang bekerja sama untuk mencapai
tujuan bersama. Dalam konteks kelompok kecil, banyak orang memiliki potensi
untuk berkontribusi dalam pencapaian tujuan kelompok. Manfaat yang di dapat dari
pertukaran sudut pandang tiap individu dalam kelompok disebut sebagai sinergi. Hal

ini menjelaskan mengapa kelompok dapat menjadi lebih efektif dibandingkan dari
seorang individu dalam mencapai tujuan.
Ada pula komunikasi dalam suatu situasi ketika penyebaran informasi terjadi dari
satu orang kepada banyak orang. Komunikasi ini dinamakan komunikasi publik.
Hambatan dalam komunikasi pada tingkat ini adalah rasa tidak nyaman atau tegang
ketika berbicara di depan khalayak.
Tingkat selanjutnya adalah komunikasi massa. Komunikasi massa merupakan
komunikasi yang memiliki sasaran kepada khalayak dalam jumlah besar. Komunikasi
ini dilakukan melalui media massa, contohnya surat kabar, TV, dan radio.
Komunikasi ini biasanya dipengaruhi oleh biaya, politik, dan kepentingankepentingan lain. Pembuat keputusan akan menggunakan batas untung rugi untuk
menentukan apakah pesan-pesan tertentu akan tetap disampaikan atau tidak.
Selanjutnya situasi komunikasi melalui komputer. Komunikasi ini secara khusus
dikemukakan oleh Pearson, Nelson, Titsworth, dan Harter (2011). Komunikasi ini
meliputi komunikasi manusia yang berbagi informasi melalui jaringan komputer.
Pada komunikasi melalui komputer, individu yang terlibat membutuhkan kemampuan
untuk menemukan, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang tersedia melalui
komputer. Manfaat dari komunikasi ini adalah proses pertukaran ide dapat terjadi
dengan cepat tanpa terhalang oleh perbedaan jarak.
Komunikasi bukanlah suatu tantangan dalam bersosialisasi, namun merupakan
fasilitas untuk dapat bertukar pikiran dengan orang lain demi mencapai suatu tujuan
tertentu. Dari berbagai macam tingkat komunikasi yang telah dipaparkan, manusia
diharapkan dapat menerapkan perannya sebagai makhluk sosial yang mampu
memilah cara berkomunikasi sesuai dengan situasi yang ada.