Anda di halaman 1dari 20

1.

Latar Belakang
Pasar yaitu terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau

keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan
pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu (Philip Kotler, 1997). Pasar
tradisonal merupakan pusat kebudayaan, dimana segala macam ekspresi perilaku dan nilai
yang melekat dalam masyarakat terekspresikan di dalamnya. Intensitas interaksi di dalam
pasar tradisonal tidak kita temukan di pasar modern. Pasar dapat dilihat sebagai pusat
budaya, ketika pasar tradisional tidak hanya menjadi ruang jual beli tetapi lebih dari itu
pasar tadisional menjadi ruang ekspresi kesenian dan kebudayaan.
Keberadaan pasar tradisional mendukung eksistensi perdagangan masyarakat
Indonesia. Keberadaan pasar tradisional yang selama ini dikenal becek, kumuh dan bau
mulai mendapat perhatian dari pemerintah. Dalam Peraturan daerah Kota Semarang No 10
tahun 2000 disebutkan bahwa peremajaan adalah pembangunan pasar yang tidak mengubah
bentuk atau struktur bangunannya.
Salah satu pasar tradisional yang selesai direvitalisasi adalah Pasar Sampangan. Pasar
Sampangan yang sebelumnya berada di Jalan Kelud Raya dipindah ke Jalan Menoreh Raya,
karena Pasar Sampangan yang sebelumnya terkena nomalisasi Sungai Banjir Kanal Barat.
Namun banyak kios baru yang dibangun megah tapi mangkrak tanpa penghuni. Kondisi itu
misalnya bisa dilihat di Pasar Sampangan. Pasar yang baru digunakan oleh pedagang pada
2012 itu, kini memprihatinkan. Bangunan pasar megah berlantai tiga tersebut hanya dua
lantai yang digunakan. Pedagang lebih banyak yang tumpah ruah ke jalan. Oleh karena itu
perlu dilakukan evaluasi pencapaian pembangunan Pasar Sampangan apakah sudah sesuai
rencana atau belum dan bagaimana manfaatnya bagi pedagang dan masyarakat yang
memanfaatkan Pasar Sampangan.
2.

Tinjauan Dasar Hukum


Pembentukan Perda Kota Semarang no.10 tahun 2000 tentang Pengaturan Pasar

merupakan peraturan daerah yang dibentuk berdasarkan Perda Kota Semarang no.9 tahun
1998 tentang Retribusi Pasar yang didalamnya mencabut Perda Kota Semarang no.3 tahun
1990 tentang Peraturan Pasar Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang.

Perda Kota

Semarang no.10 tahun 2000 sebagai upaya mengembangkan fungsi dan manfaat pasar di
Kota Semarang.
Pengertian pasar dalam Perda Kota Semarang no.10 tahun 2000 adalah suatu tempat
yang disediakan secara tetap oleh Pemerintah Daerah dan atau pihak lain sebagai tempat

jual beli umum dan secara langsung memperdagangkan barang dan jasa. Pada pasal 4 ayat 1
dijelaskan mengenai pembangunan dan rehabilitasi pasar dapat dilaksanakan oleh
Pemerintah Daerah dan atau pihak lain atau swadaya pedagang. Selanjutnya, pasal 6
menerangkan bahwa seluruh bangunan pasar yang berupa kios, los, tempat dasaran terbuka
dan fasilitas pasar yang dibangun merupakan aset Pemerintah Daerah. Untuk pengurus,
pembinaan, penataan pasar dan fasilitas perpasaran lainnya diatur dalam bab IV yang
keseluruhannya adalah tanggung jawab walikota.

3.

Deskripsi Pasar Sampangan


Pasar Sampangan Baru merupakan salah satu pasar di Kota Semarang yang terletak

Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur. Pasar Sampangan Baru yang kini


berlokasi di Jalan Menoreh Raya merupakan relokasi dari Pasar Sampangan Lama yang
dahulu terletak di perempatan antara Jalan Kelud Raya, Jalan Menoreh Raya, Jalan
Lamongan Raya, dan Jalan Papandayan atau biasa disebut Prapatan Sampangan (Perempatan
Sampangan). Relokasi Pasar Sampangan merupakan upaya untuk memberikan kesan bahwa
meskipun bersifat tradisional, namun Pasar Sampangan Baru dirancang sebagai pasar semi
modern, agar tetap bersih, rapi, tidak kumuh, tertib, dan nyaman.

Sumber: Citra Satelit Google Earth, 2014

Gambar 1. Lokasi Pasar Sampangan Baru

Pasar Sampangan Baru diangun di atas tanah seluas 4000 m2 dengan 3 lantai bangunan
dan terbagi dalam 434 kios dan 382 los. Lantai dasar, diperuntukan bagi pedagang sayuran
dan hasil bumi. Lantai 1, diperuntukan bagi pedagang sembako dan koveksi atau pakaian.
Lantai 2, diperuntukan pedagang daging dan ikan laut. Sedangkan untuk lantai 3, ditempati
pedagang kuliner.
4.

Tujuan
Tujuan dari pelaksanaan evaluasi proyek revitalisasi Pasar Sampangan adalah untuk

mengukur sejauh mana Pasar Sampangan dapat berperan aktif dalam meningkatkan
perekonomian di Kota Semarang. Penilaian ini dilihat berdasarkan aspek input, proses,
keluaran, dan dampak yang terjadi setelah proyek dilaksanakan. Sehingga dapat diketahui
kondisi pasar tersebut agar dapat dikembangkan kedepannya.

5.

Manfaat Program
Sesuai dengan Perda Kota Semarang No. 10 Tahun 2000 Tentang Penataan Pasar dan

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP) 2005-2025, maka manfaat tentang
program revitalisasi Pasar Sampangan secara umum yaitu :
a.

Meningkatkan daya saing Pasar Sampangan seiring dengan perkembangan dinamika


pasar di Kota Semarang yang diwarnai dengan masuknya kompetitor dari pasar
modern.

b.

Mewujudkan Kota Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa, yang berbudaya
menuju masyarakat sejahtera.

6.

Sasaran
Sasaran dalam penyusunan laporan evaluasi ini adalah
a.

Teridentifikasinya rencana pelaksanaan revitalisasi Pasar Sampangan yang telah


disusun oleh pemerintah.

b.

Teridentifikasinya kondisi sarana prasarana yang telah dibangun di Pasar


Sampangan Baru.

c.

Teridentifikasinya persepsi pedagang terhadap revitalisasi Pasar Sampangan.

d.

Tersusunnya kerangka kerja serta instrumen monitoring dan evaluasi proyek


revitalisasi Pasar Sampangan di Kota Semarang.

7.

Pelaksanaan Program
Pelaksaan program revitalisasi Pasar Sampangan dilaksanakan pada:

Waktu pembangunan : Tahun 2010 - November 2011


Total pendanaan

: Rp 12.275.748.000,-

Sumber dana

: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dan Pemerintah Kota Semarang

Luas lahan

: 4.000 m2

8.

Metode Evaluasi
Metode yang digunakan dalam evaluasi perencanaan ini adalah metode evaluasi

sumatif. Metode sumatif biasanya dilakukan dengan maksud membuat penilaian mengenai
keseluruhan aktivitas dan program. Pengumpulan dan analisis biasanya ditujukan pada
pengukuran hasil dan tingkat pencapaian dengan mengacu pada tujuan dan standar tertentu
yang telah dipahami. Hasil penilaian melalui proses ini dijadikan dasar formal. Fungsi
metode sumatif secara motivasional:
a. Menghargai kinerja yang unggul
b. Menentukan tingkat pencapaian tujuan
c. Menjamin status
Sedangkan fungsi metode sumatif secara motivasional secara korektif :
a. Menghilangkan kelemahan dalam suatu program
b. Menentukan kelemahan dalam suatu program
c. Menentukan kebutuhan dan prioritas lembaga

Tabel 1
Penjabaran Evaluasi
Isu

Penjabaran Evaluasi

peningkatan proyek pasar

Tujuan

Dampak

Sumber Evaluasi

Waktu pelaksanaan

Memberikan pelajaran yang berarti dan pengetahuan bagi

Memberikan kontribusi pada masing-masing sektor perencanaan

Penekanan pada temuan evaluasi

Laporan Evaluasi

Evaluasi laporan sebelumnya

Presentasi pada Situs/Website

Database hasil-hasil evaluasi (telaah dokumen)

Dilakukan setelah proyek berjalan

Isu

Penjabaran Evaluasi

evaluasi
Evaluator

Tim evaluasi mahasiswa perencanaan wilayah dan kota.

External evaluator menentukan metode sesuai dengan spesifikasi


detail evaluasi yang diharapkan donor

Metode Evaluasi

Metode kuantitatif sering digunakan

Dibutuhkan waktu untuk menganalisi hasil studi lapangan dan


berikutnya dipresentasikan

Pertimbangan dalam

Evaluasi ditekankan pada outcome yang sdh didesain proyek

evaluasi

Dipentingkan adalah netralitas dan evaluasi yang objective dan


ilmiah

Sumber: monitoring evaluasi partisipatoris, Wilopo, 2013

9.

Metode dan Desain Survei

9.1

Metode Pengumpulan Data


Dalam kegiatan evaluasi, pengumpulan data digunakan untuk mendapatkan data

primer dan sekunder. Data tersebut merupakan suatu hal yang dibutuhkan unuk
mendapatkan informasi sehingga dapat digunakan dalam kegiatan evaluasi. Metode
pengumpulan data terdiri dari metode analisis, pengumpulan data, dan kegiatan survei
lapangan, pasca survei lapangan dan pengolahan data.
a.

Metode Analisis
Analisis merupakan sebuah proses berkelanjutan dalam penelitian, dengan analisis

awal menginformasikan data yang kemudian dikumpulkan. Metode analisis yang


digunakan dalam kegiatan perencanaan ini ada dua, yaitu analisis kuantitatif dan analisis
kualitatif.
Analisis Kuantitatif
Metode yang digunakan untuk menganlisis informasi kuantitatif (data yang
dapat diukur, diuji dan diformulasikan dalam bentuk seperti perumusan, table,
Grafik dan lain-lain). Metode analisis kuantitatif yang akan digunakan yaitu uji
statistik.
Analisis Kualitatif
Metode kualitatif digunakan untuk mengetahui kondisi objektif karakter wilayah
studi dan untuk menganalisis data yang berbentuk non numerik, misalnya data
tentang kondisi fisik wilayah studi. Metode kualitatif ini dapat berupa deskriptif,
asumtif, normatif, dan sintesis.

b.

Pengumpulan Data

Data Primer
Metode pengumpulan data untuk memperoleh data primer dalam perencanaan
ini dibagi menjadi tiga, yaitu observasi, wawancara dan kuesioner yang akan
dijelaskan sebgai berikut:
Observasi
Kegiatan observasi dilakukan untuk melihat hubungan antar stakeholder sebagai
sumber data dalam mengetahui kondisi eksisting wilayah studi. Data yang dapat
diperoleh dengan observasi, seperti jenis dan kondisi Sarana dan Prasarana sehingga
dapat di identifikasikan dan dilakukan evaluasi.
Kuisioner
Metode kuisioner merupakan salah satu jenis teknik sampling atau pengambilan
sampel dengan menyebar daftar pertanyaan berupa form kuesioner. Hal ini
dilakukan untuk memperoleh keterangan mengenai obyek penelitian dengan hanya
mengamati sebagian dari populasi demi keterbatasan waktu, tenaga dan biaya.
Dalam kegiatan perencanaan ini data yang diperoleh dari kuesioner berupa tingkat
kenyamanan, keamanan dan kepuasan pengunjung.
Wawancara
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan
mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan
dengan dialog (tanya jawab ) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung (I.
Djumhur dan Muh.Surya,1985 ). Data yang diperoleh dengan metode ini dalam
kegiatan perencanaan yaitu pemanfaatan lahan sebelum dilakukan revitalisasi, jenis
regulasi dan bentuk penerapannya.
Data Sekunder
Data sekunder merupakan informasi yang dikumpulkan bukan untuk
kepentingan studi yang sedang dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain.
Dalam perencanaan ini pengumpulan data sekunder dilakukan dengan telaah
dokumen. Telaah dokumen merupakan kegiatan mentelaah data-data dari dokumen
atau literatur yang diperoleh dari berbagai sumber guna mengetahui informasi
wilayah studi perencanaan. Dokumen atau refrensi didapatkan dari browsing
internet, buku dan instansi pemerintah.

c.

Kegiatan Survei Lapangan , Pasca Survei Lapangan dan Pengolahan Data

Kegiatan Survei Lapangan


Tahap ini merupakan kegiatan terjun langsung ke lapangan untuk mengetahui
kondisi eksisting wilayah evaluasi dalam menindaklanjutiproposal kegiatan.
Kegiatan survei adalah tahapan mencari dan mengumpulkan data data yang
dibutuhkan sesuai tabel kebutuan data dan informasi penting terkait isu dan masalah
yang muncul. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengumpulan data yang
sesuai dan didukung instrumen sebagai alat bantu.
Kegiatan Pasca Survei Lapangan
Setelah tahap pelaksanaan survei lapangan adalah tahap pasca survei lapangan
dimana sudah didapatkan data data dari hasil survei lapangan. Umumnya data
yang didapatkan dari hasil survei belum terstruktur. Untuk itu dalam tahap pasca
survei lapangan ini dilakukan penstrukturan data dan kompilasi data yang terpilih
secara akurat dan efisien sehingga akan mempermudah dalam tahap berikutnya
yaitu tahap pengolahan data.
Pengolahan Data
Setelah data terkumpul, selanjutnya melakukan pengolahan data dengan tujuan
untuk mengetahui permasalahan dan potensi yang ada di wilayah evaluasi. Tahapan
dalam pengolahan data adalah analisis data dimana dibutuhkan suatu kerangka
metodelogi yang telah ditetapkan dan disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang
ingin dicapai dengan membagi dua cara, yaitu:
Pengolahan Data Kuantitatif
Dalam analisis ini data yang digunakan berupa data-data angka yang mana
dalam pengolahannya data ini menggunakan rumus-rumus perhitungan yang
berupa operasi matematika.
Pengolahan Data Kualitatif
Merupakan data yang berupa deskripsi dan bersifat non numerik. Analisis
kualitatif yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan komparatif yang
digunakan untuk mempermudah dalam deskripsi dan melihat perbedaan dan
persamaan di wilayah evaluasi.
9.2

Preparat dan Alat Bantu Kegiatan Lapangan


Dalam penyusunan proposal teknis kegiatan studio perencanaan diperlukan beberapa

tahapan salah satunya adalah penyiapan instrumen survei dan observasi, yang terdiri dari

beberapa pembahasan yaitu penggunaan peta dan GPS, penggunaan kamera atau video,
penggunaan daftar wawancara, penggunaan kuesioner dan check list data yang dibutuhkan.
Kamera atau video
Selain pemetaan objek penelitian, penggunaan kamera maupun video juga
penting dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran visual dari
kondisi aktivitas yang terjadi di wilayah yang diamati.
Daftar wawancara
Penggunaan daftar wawancara berguna pada saat melakukan observasi
lapangan maupun ke instansi-instansi pemerintah terkait. Hal-hal penting yang
menjadi bahan untuk di ajukan pertanyaan di tulis kemudian di rekap dan di buat
daftar wawancara dengan bahasa yang sopan dan semenarik mungkin. Penggunaan
daftar wawancara ini sangat membantu dalam memperoleh informasi yang bersifat
langsung maupun tidak langsung.
Check list data
Check list data berguna untuk mengecek kelengkapan apa saja yang diperlukan
sebelum melakukan kroscek data yang dibutuhkan atau yang tertulis dalam sebuah
tabel yang biasanya disebut tabel kebutuhan data. Dengan adanya check list data
dapat mempermudah untuk melihat data apa saja yang sudah tersedia serta data apa
saja yang belum tersedia, sehingga untuk data yang belum tersedia dapat kita cari
pada saat melakukan kegiatan observasi lapangan.
Kuesioner
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk
dijawab. Dalam kegiatan evaluasi ini pertanyaan kuesioner yang digunakan adalah
pertanyaan tertutup. Pertanyaan tertutup yaitu pertanyaan-pertanyaan yang
membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden.
Form Observasi
Catatan yang berisi data tentang objek apa saja yang dibutuhkan untuk diamati
dan didokumentasikan.
Untuk alat bantu kegiatan lapangan yang diperlukan sebagai sarana pendukung
antara lain transportasi, laptop, kamera dan juga perlengkapan pribadi yang diperlukan saat
kegiatan lapangan.

10.

Kerangka Kerja Monitoring dan Evaluasi


Salah satu alat yang dapat digunakan untuk melakukan perencanaan, monitoring dan

evaluasi adalah dengan membuat kerangka kerja logis atau logical framework. Kerangka kerja
logis merupakan ringkasan proyek/program yang menunjukkan tingkatan tujuan-tujuan
proyek serta hubungan sebab akibat pada setiap tingkatan indikator dan sasaran kinerja.
Kerangka kerja logis berguna untuk mendapatkan pemahaman dan pencapaian kesepakatan
serta untuk mengetahui secara rinci tujuan proyek, baik secara mikro maupun makro.
Terdapat beberapa komponen penting di dalam matriks kerangka kerja logis, yaitu input
activities (masukan kegiatan), output (keluaran), outcome (dampak jangka pendek), impact
(dampak jangka penjang), serta goal (tujuan). Penjelasan dari masing-masing komponen
tersebut adalah sebagai berikut :
a. Input Kegiatan Informasi mengenai rincian kegiatan proyek dan segala sesuatu
sumberdaya (dana, sumberdaya manusia, dan faktor produksi lainnya) yang
memberikan kontribusi dalam menghasilkan output/keluaran.
b. Output Hasil spesifik yang diharapkan langsung dari pelaksanaan kegiatan proyek
baik fisik maupun non fisik.
c. Outcome Manfaat yang diperoleh dalam jangka menengah untuk beneficieries
tertentu sebagai hasil dari output.
d. Impact Hasil pembangunan yang diperoleh dari pencapaian outcome.
e. Tujuan Sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan pada kurun waktu tertentu.

Tabel 2
Kerangka Kerja Logis Proyek Revitalisasi Pasar Sampangan
Deskripsi

Indikator

Goals

Menjaga eksistensi Pasar


Sampangan sebagai pasar
tradisional
di
Kota
Semarang

Adanya
aktivitas
ekonomi
Pasar
Sampangan

Impact

Meningkatnya daya saing


Pasar Sampangan seiring
dengan
perkembangan
dinamika pasar di Kota
Semarang
Meningkatnya
pengunjung
Sampangan

Outcome

Parameter

Pengumpulan
Data

Metode
Analisis

Jumlah penjual
dan pembeli di
Pasar
Sampangan

Telaah
Dokumen

Analisis
aktivitas
ekonomi
di
Pasar
Sampangan

Peningkatan
pereekonomian
Kota Semarang

Jumlah
Retribusi Pasar
Sampangan

Telaah
Dokumen

Analisis
peningkatan
perekonomian
Kota Semarang

Peningkatan
jumlah
pengunjung
pasar

Jumlah
pengunjung
Pasar
Sampangan

Telaah
Dokumen

Meningkatnya
tingkat
kenyamanan pengunjung
Pasar Sampangan

Peningkatan
kenyamanan
pengunjung

Tingkat
kenyamanan
pengunjung

Kuisioner,
Observasi

Meningkatnya
tingkat
keamanan
pengunjung
Pasar Sampangan

Peningkatan
keamanan pasar

Tingkat
keamanan
pengunjung

Kuisioner,
Observasi

jumlah
Pasar

di

Analisis
Pengunjung
Pasar
Sampangan
Analisis
tingkat
kenyamanan
Pasar
Sampangan
Analisis
tingkat
keamanan
Pasar
Sampangan

Asumsi dan Resiko


Asumsi : Meningkatnya jumlah
pengunjung pasar,
meningkatnya jumlah
pedagang.
Resiko : Menurunnya jumlah
pengunjung pasar,
menurunnya jumlah pedagang.
Asumsi : Meningkatnya jumlah
pengunjung pasar,
meningkatnya jumlah
pedagang.
Resiko : Menurunnya jumlah
pengunjung pasar,
menurunnya jumlah pedagang.

Asumsi : Adanya peran serta


dari masyarakat, pemerintah
dan stakeholder.
Resiko : Kurangya partisipasi
masyarakat untuk berbelanja di
Pasar Tradisional Sampangan.

10

Deskripsi

Meningkatnya
pengunjung
berbelanja

Indikator

kepuaasan
dalam

Metode
Analisis
Analisis
tingkat
kepuasan
pengunjung
Pasar
Sampangan
Analisis
jumlah
pedagang
di
Pasar
Sampangan
Analisis
pelaku usaha
baru di sekitar
Pasar
Sampangan

Peningkatan
kepuasan
pengunjung

Tingkat
kepuasan
pengunjung

Peningkatan
jumlah
pedagang

Jumlah
pedagang
Pasar
Sampangan

Meningkatnya
jumlah
pelaku usaha baru di
sekitar Pasar Sampangan

Peningkatan
jumlah
ruko
disepanjang
koridor
Pasar
Sampangan

Jumlah pelaku
usaha baru di
Pasar
Sampangan

Telaah
Dokumen

Meningkatnya
retribusi
Pasar Sampangan

Peningkatan
retribusi pasar

Jumlah retribusi
yang dihasilkan

Telaah
Dokumen

Analisis
retribusi pasar

Kondisi
lahan
sebelum
dilakukan
revitalisasi
Kualitas
dan
kuantitas
bangunan pasar
sebelum
dilakukan
revitalisasi

Pemanfaatan
lahan sebelum
dilakukan
revitalisasi

Wawancara

Analisis
pemanfaatan
lahan
Pasar
Sampangan

Telaah
Dokumen dan
Observasi
Telaah
Dokumen dan
Observasi

Analisis
kualitas
dan
kuantitas
bangunan
pasar

Meningkatnya
pedagang
di
Sampangan

jumlah
Pasar

Tersedianya lahan untuk


pembangunan
Pasar
Sampangan seluas 4.000 m2
Output

Pengumpulan
Data

Parameter

Terbangunnya
sejumlah 434 unit

kios

Terbangunnya
sejumlah 382 unit

lapak

Jumlah kios

Jumlah los

Kuisioner

di

Telaah
Dokumen

Asumsi dan Resiko

Asumsi : Tersedianya dana


yang cukup, adanya stabilitas
kebijakan serta peran serta
pemerintah / dinas terkait
dengan beberapa stakeholder.
Resiko : Pasifnya peran
pemerintah/dinas terkait
untuk menjalankan revitalisasi
pasar Sampangan, adanya
perubahan kebijakan, serta

11

Deskripsi

Tersedianya
pendukung
Sampangan

Indikator

fasilitas
Pasar

Terimplementasikannya
regulasi pasar di Pasar
Sampangan

Pembangunan
gedung
pasar Sampangan
Input
Kegiatan

Kualitas
dan
kuantitas
fasilitas
pendukung
pasar sebelum
dilakukan
revitalisasi
Penerapan
regulasi di Pasar
Sampangan
sebelum
dilakukan
revitalisasi

Kondisi
bangunan pasar
Sampangan
sebelum
dilakukan
revitalisasi

Parameter

Penyediaan
pendukung
Sampangan

fasilitas
Pasar

Metode
Analisis

Kondisi
dan
jumlah fasilitas
pendukung

Telaah
Dokumen dan
Observasi

Analisis
kualitas
dan
kuantitas Pasar
Sampangan

Jenis
regulasi
dan
bentuk
penerapannya

Wawancara
dan
Telaah
Dokumen

Analisis
regulasi pasar
Sampangan

Luas Bangunan
Gedung Pasar
Sampangan

Telaah
Dokumen

Jumlah kios

Jumlah los
Kondisi dan
jumlah fasilitas
pendukung
pasar sebelum
dilakukan
revitalisasi

Pengumpulan
Data

Jumlah
umum

toilet

Jenis
dan
jumlah parkir

Telaah
Dokumen,
Observasi dan
Wawancara
Telaah
Dokumen,
Observasi dan
Wawancara
Telaah
Dokumen dan
Observasi
Telaah
Dokumen dan
Observasi

Analisis
kondisi
bangunan
Pasar
Sampangan

Analisis
kualitas
dan
kuantitas
fasilitas
pendukung
Pasar

Asumsi dan Resiko


kurangnya dana bantuan yang
diberikan.

Asumsi : Tersedianya dana


yang cukup, adanya stabilitas
kebijakan serta peran serta
pemerintah / dinas terkait
dengan beberapa stakeholder.
Resiko : Pasifnya peran
pemerintah/dinas terkait
untuk menjalankan revitalisasi
pasar Sampangan, adanya
perubahan kebijakan, serta
kurangnya dana bantuan yang
diberikan.

12

Deskripsi

Indikator

Parameter
Jumlah tempat
sampah

Pengumpulan
Data
Telaah
Dokumen dan
Observasi

Metode
Analisis
Sampangan

Asumsi dan Resiko

Sumber : Analisis Kelompok IB, 2014

13

11.

Time Line Kegiatan


Pelaksanaan evaluasi perancanaan dapat selesai tepat waktu apabila kegiatan tersebut sesuai dengan jadwal dan waktu yang telah

ditentukan. Seluruh pelaksanaan kegiatan evaluasi perencanaan akan mengacu pada jadwal yang telah dibuat, hal ini dilakukan untuk
mengetahui target hasil dan keluarah pada setiap tahapnya. Timeline kegiatan ini dibuat berdasarkan keefektifan dan keefisiensian waktu yang
tersedia dari setiap anggota kelompok. Berikut merupakan tabel timeline kegiatan evaluasi perencanaan kelompok 1b.
Tabel 3
Timeline Kegiatan Evaluasi Revitalisasi Pasar Sampangan

September

No

Kegiatan

Pembentukan Kelompok
Evaluasi Perencanaan

Penentuan tema tugas


besar per kelompok

Penentuan
program/proyek
akan dievaluasi

Pengumpulan
informasi
awal
mengenai
program/proyek
yang
akan dievaluasi

Menyusun
proposal
kegiatan evaluasi

Kegiatan
pengumpulan
data (survei lapangan)

II

III IV

Oktober
I

II

III

November
IV

II

III IV

Desember
I

II

III IV

Januari
I

II

III IV

UTS

yang

14

No

September

Kegiatan

Rekap Data

Analisis informasi
Pelaporam hasil analisis
data

9
10

Menyusun
evaluasi

11

Menyusun
kesimpulan
dan rekomendasi

12

Pemaparan Tugas Besar

II

III IV

Oktober
I

II

III

November
IV

II

III IV

Desember
I

II

III IV

Januari
I

II

III IV

laporan

Sumber : Analisis Kelompok IB, 2014

15

12.

Lampiran

12.1 Form Observasi

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota


Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Sekretariat : Gedung A dan B Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota
Jl. Prof. H. Sudharto SH Tembalang Semarang
Telepon (024) 7460054 FAX (024) 7460054

FORM OBSERVASI
PROYEK REVITALISASI PASAR SAMPANGAN
Daftar amatan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas Pasar Sampangan
setelah dilakukan revitalisasi. Penilaian dilakukan terhadap kondisi visual yang dapat
diamati melalui pengindraan dan alat perekam. Adapun komponen-komponen dalam
pengamatan kali ini berupa kondisi kios, los, serta fasilitas pendukung; keberadaan fasilitas
pendukung; tingkat kenyamanan; dan tingkat keamanan pengunjung pasar.

No

Objek Amatan

1
2

Kondisi Kios
Kondisi Los
Ketersediaan Fasilitas Pendukung Pasar
a. Toilet Pasar
b. Parkir
c. Tempat Sampah
Kondisi Fasilitas Pendukung
a. Kondisi Toilet Pasar
b. Kondisi Parkir
c. Kondisi Tempat Sampah
Tingkat Kenyamanan Pengunjung
a. Keberadaan sampah yang berserakan
b. Bau Sampah
c. Sirkulasi Udara di Dalam Pasar
Tingkat Keamanan Pengunjung
a. Keberadaan penjaga keamanan
b. Keberadaan kamera CCTV

5
6

Keterangan
Keberadaan
Kondisi
Ada Tidak Baik Biasa Buruk

Sumber : Analisis Kelompok IB, 2014

16

12.2 Form Kuesioner

Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota


Fakultas Teknik Universitas Diponegoro
Sekretariat : Gedung A dan B Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota
Jl. Prof. H. Sudharto SH Tembalang Semarang
Telepon (024) 7460054 FAX (024) 7460054

FORM KUISIONER
PROYEK REVITALISASI PASAR SAMPANGAN
Kuisioner ini disusun untuk mengevaluasi proyek revitalisasi Pasar Sampangan. Hasil dari
kuisioner ini selanjutnya akan digunakan dengan sebaik mungkin untuk melaksanakan
Tugas Mata Kuliah Evaluasi Perencanaan. Untuk itu, sudilah kiranya bapak/ibu/saudara
dapat membantu terlaksananya pengumpulan data evaluasi perencanaan ini sebagai data
dasar dalam penyusunan Tugas Besar Evaluasi Perencanaan dengan mengisi lembar
kuisioner yang tersedia. Atas partisipasi bapak/ibu/saudara, kami mengucapkan
terimakasih.
Nama

: .......................................

Alamat

: .......................................

Pekerjaan

: .......................................

Umur

: .......................................

A. PEMBELI
1. Seberapa sering anda berbelanja di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
2. Keperluan apa saja yang anda beli di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
3. Apakah anda puas dengan berbelanja di Pasar Sampangan ?

17

a. Ya, karena ................................................................................................................................


b. Tidak, karena ............................................................................................................................
4. Apakah anda merasa nyaman berbelanja di Pasar Sampangan ?
a. Ya, karena .................................................................................................................................
b. Tidak, karena ............................................................................................................................
5. Apakah anda merasa aman berbelanja di Pasar Sampangan ?
a. Ya, karena .................................................................................................................................
b. Tidak, karena ............................................................................................................................
6. Apakah jumlah fasilitas pendukung Pasar Sampangan cukup memadai ?
a. Cukup
b. Tidak
c. Biasa Saja
7. Bagaimana pendapat anda dengan kondisi lapak di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
8. Bagaimana pendapat anda dengan kondisi los di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
9. Bagaimana pendapat anda dengan kondisi fasilitas pendukung di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................

B. PENJUAL
1. Sejak kapan anda mulai berdagang di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
2. Apa yang anda jual di Pasar Sampangan ini ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
3. Apakah anda puas dengan pelayanan dari pengelola Pasar Sampangan ?
a. Ya, karena ................................................................................................................................
b. Tidak, karena ............................................................................................................................

18

4. Apakah anda merasa nyaman dengan kondisi Pasar Sampangan sekarang ini ?
a. Ya, karena ................................................................................................................................
b. Tidak, karena ............................................................................................................................
5. Apakah anda merasa aman untuk berjualan di Pasar Sampangan sekarang ini ?
a. Ya, karena ................................................................................................................................
b. Tidak, karena ............................................................................................................................
6. Apakah jumlah fasilitas pendukung Pasar Sampangan cukup memadai ?
a. Cukup
b. Tidak
c. Biasa Saja
7. Bagaimana pendapat anda dengan kondisi lapak/los di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
8. Bagaimana pendapat anda dengan kondisi fasilitas pendukung di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
9. Berapa retribusi pasar yang anda bayar untuk berjualan di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
10. Berapa retribusi kebersihan yang anda bayar untuk berjualan di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................
11. Berapa retribusi listrik yang anda bayar untuk berjualan di Pasar Sampangan ?
..........................................................................................................................................................
..........................................................................................................................................................
....................................................................................................................................................

19