Anda di halaman 1dari 8

Jelaskan tahap tahap perencanaan di puskesmas

Perencanaan tingkat Puskesmas akan memberikan pandangan menyeluruh terhadap


semua tugas, fungsi dan peranan yang akan dijalankan dan menjadi tuntunan dalam proses
pencapaian tujuan Puskesmas secara efisien dan efektif.Perencanaan Puskesmas merupakan inti
kegiatan manajemen Puskesmas, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh
perencanaan.
Perencanaan Puskesmas adalah fungsi manajemen Puskesmas yang pertama dan menjadi
landasan serta titik tolak pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Semua kegiatan dan
tindakan manajemen Puskesmas didasarkan dan/atau disesuaikan dengan perencanaan yang
sudah ditetapkan.
Pembangunan kesehatan yang telah dijalankan selama ini mengupayakan pelayanan
kesehatan terhadap masyarakat dengan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya. Pukesmas merupakan
ujung tombak pelayan kesehatan masyarakat yang mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Pusat pembinaan peran serta masyarakat
2. Pusat pelayanan kesehatan masyarakat
3. Pusat pengembangan kesehatan masyarakat
Oleh karena itu kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas perlu dilakukan perencanaan
yang terarah dan mantap secara terus menerus. Perencanaan di Puskesmas dikenal sebagai
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP). PTP mulai dikembangkan sejak tahun 1992, konsep ini
adalah pengembangan dari metode perencanaan sebelumnya yang biasa dikenal dengan Micro
Planning. PTP bersama dengan minilokakarya dan stratifikasi Puskesmas merupakan satu
kesatuan dari manajemen Puskesmas.
Pada dasarnya PTP memuat 2 (dua) macam rencana kegiatan yang akan disusun, yaitu :
1. Rencana Usulan Kegiatan (RUK), berisi usulan kegiatan tahun fiskal mendatang.
2. Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK), berisi rencana pelaksanaan kegiatan tahun anggaran
yang bersangkutan, sesuai alokasi anggaran yang diterima.

A. Pengertian, Tujuan dan Ruang Lingkup PTP


1. Pengertian
Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) adalah sebagai suatu proses kegiatan yang
sistematis untuk menyususn atau mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh
Puskesmas pada tahun berikutnya untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan
kepada masyarakat dalam upaya mengatasi masalah-masalah kesehatan setempat.
2. Tujuan
Tujuan umum adalah meningkatnya kemampuan manajemen Puskesmas dalam
mengelola kegiatan-kegiatannya dalam upaya peningkatan fungsi Puskesmas sebagai pusat
pengembangan, pembinaan dan pelaksanaan upaya kesehatan di wilayah kerjanya.
Tujuan khusus adalah dapat disusunnya RPK Puskesmas yang akan dilaksanakan tahun
berikutnya dalam rangka meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan sesuai dengan
kebutuhan dan keadaan di wilayah kerjanya. RPK Puskesmas dapat disusun setelah diterimanya
alokasi sumber daya dari berbagai sumber dalam rangka memantapkan penggerakan pelaksanaan
kegiatan dalam tahun yang sedang berjalan.
3. Ruang Lingkup
Perencanaan kegiatan meliputi semua kegiatan yang tercakup dalam upaya kesehatan
pokok Puskesmas. Kegiatan yang diusulkan termasuk kegiatan di luar gedung Puskesmas
dengan tetap mempertimbangkan sumber daya yang ada. Rencana dapat dibedakan atas
rencana sekali pakai (single use) dan rencana tetap atau berulang (standing use).

B. Tahapan dan Langkah-Langkah PTP


Pada prinsipnya PTP dilaksanakan dalam 4 (empat) tahap, yaitu :
1. Tahap persiapan
Tujuan tahap ini adalah membentuk tim perencana tingkat Puskesmas, menyiapkan
informasi situasi program (kegiatan, hasil, bahan lain yang diperlukan) serta informasi
kebijakan kesehatan yang diperlukan dalam perencanaan. Susunan tim perencana di tingkat
Puskesmas dapat terdiri dari staf Puskesmas ditambah anggota dari dinas lintas sektor terkait
(tingkat kecamatan).
Adapun pembagian tim perencana dapat terdiri dari :
Tim A : tim lintas program Puskesmas terdiri dari kepala Puskesmas, kepala tata usaha, kepala
unit (penanggung jawab program) serta perwakilan Pustu dan bidan di Desa.
Tim B : tim lintas sektor tingkat kecamatan terdiri dari camat dan dinas sektor terkait tingkat
kecamatan.
Tim C : tim lintas program tingkat kabupaten terdiri dari Dinas Kesehatan tingkat II
(Kab./Kota).
Tim D : tim lintas sektor tingkat kabupaten terdiri dari Bupati dan dinas sektoral terkait tingkat
kabupaten.
Tugas Tim A adalah merencanakan seluruh program pokok Puskesmas. Hasil rumusan
Tim A dibahas dalam Rakorbang (Rapat Koordinasi Pembangunan) tingkat kecamatan
bersama-sama Tim B yang dilaksanakan sekitar bulan Mei. Hasil Rakorbang tingkat kecamatan
kemudian dibawa ke Rakorbang tingkat Kabupaten/Kota pada sekitar bulan Juni. Rakorbang
adalah upaya integrasi dan koordinasi pembangunan tingkat kecamatan. Dalam tahap persiapan
ini, harus diperhatikan kebijaksanaan yang ada, baik kebijaksanaan dari pusat, tingkat I
maupun kebijaksanaan tingkat Kabupaten/Kota.

Adapun bahan yang dibutuhkan dalam tahap persiapan adalah :


a. Pedoman kerja Puskesmas jilid kesatu.
b. Buku pedoman perencanaan tingkat Puskesmas.
c. Pedoman lokakarya mini Puskesmas.
d. Hasil kegiatan tahun lalu dan hasil stratifikasi Puskesmas.
e. Petunjuk perencanaan lain, misalnya dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
f. Format daftar usulan kegiatan (DUK).
g. Informasi lain, misalnya informasi epidemiologi dan demografi (vital statistik).
2. Tahap analisis situasi
Tujuan pada tahap ini adalah untuk memahami permasalahan operasional Puskesmas
yang perlu ditanggulangi. Kegiatan tahap ini adalah mengidentifikasi masalah, penamaan dan
penetapan prioritas masalah. Tahap ini biasanya cukup sulit karena :
a. Biasanya banyak masalah-masalah yang dijumpai.
b. Ketidakjelasan masalah dan sering terdapat keterkaitan diantara masalah-masalah yang
ada.
c. Kurangnya data atau informasi yang dapat dikumpulkan.
Tahap analisis situasi dimulai dengan membuat uraian situasi program secara umum,
kemudian menggarisbawahi hal-hal yang merupakan masalah dalam program, mengumpulkan
data pendukung yang diperlukan, memilih prioritas masalah dan selanjutnya melakukan analisis
terhadap masalah tersebut.
Data atau informasi yang ada akan sangat penting artinya dalam penentuan skala
prioritas masalah maupun dalam melaksanakan perencanaan pemecahan masalahnya nanti.

Adapun macam data untuk bahan analisis situasi yaitu :


a. Data umum yang meliputi peta wilayah, data kependudukan, data fasilitas
pendidikan, data fasilitas kesehatan dan data mata pencaharian penduduk.
b. Data ketenagaan Puskesmas yang meliputi tingkat pendidikan, TMT, DUK, jumlah
tenaga, pelatihan-pelatihan tenaga kesehatan, dan lain-lain.
c. Data ketatausahaan yang meliputi keuangan, inventaris alat, obat, sarana non medis,
kendaraan, gedung, dan lain-lain.
d. Data cakupan program kegiatan pelayanan Puskesmas yang meliputi:
upaya kesehatan keluarga (termasuk kesehatan reproduksi dan KB),
upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular,
upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular,
upaya pengobatan dan pemulihan kesehatan,
upaya kesehatan lingkungan, upaya pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),
upaya pemberdayaan masyarakat dalam kemandirian hidup sehat,
upaya pelayanan penduduk miskin dan kelompok masyarakat khusus,
serta upaya pengembangan kegiatan program inovatif.

3. Tahap penyusunan RUK


Tujuan tahap ini adalah tersusunnya rencana dan prioritas rencana penyelesaian
masalah. Pada tahap ini perlu pelaksanaan 3 (tiga) kegiatan sebagai berikut :
a. Identifikasi penyebab masalah.
b. Perumusan pendekatan pemecahan masalah.
c. Penyusunan RUK.
Beberapa teknik untuk identifikasi penyebab masalah yang dapat digunakan antara
lain :
a. Diagram.flow chart.
b. Diagram fish bone
c. Diagram unsur organisasi
Sementara itu, beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum menyusun
RUK antara lain:
a. Informasi mengenai masalahnya apa, dimana, siapa, bilamana, kapan, dan lain- lain.
b. Mekanisme apa yang bisa dipakai untuk mengatasi masalah, misalnya dalam rangka
meningkatkan pembinaan terhadap dukun bayi bisa dikembangkan Polindes.
c. Punyakah kita teknologi atau cara untuk mengatasi masalah, misalnya rendahnya
mutu pelayanan oleh dukun dengan mengadakan pelatihan para dukun, bila
hasilnya tidak maksimal karena dukun yang hadir sedikit maka perlu supervisi
aktif ke desa-desa.
d. Seberapa besar kekuatan sumber daya tenaga yang tersedia dalam melaksanakan
kegiatan tersebut

4. Tahap penyusunan RPK


Tujuan tahap ini adalah tersusunnya rencana operasional berupa rencana pelaksanaan
masing-masing kegiatan Puskesmas berupa Gantt Chart.
RPK berisi kegiatan, sarana, dana, tenaga yang dibutuhkan, jadwal waktu, pembagian
tugas dan tanggung jawab para pelaksana. Penyusunan RPK atau biasa disebut POA (Plan of
,

Action), dapat disusun setelah Puskesmas mengetahui alokasi sumber dana, baik dari APBN,

APBD I, APBD II, Inpres, dan sumber dana lainnya. Penyusunan RPK dilakukan melalui suatu
pembahasan dalam Mini Lokakarya intern yang dihadiri semua staf Puskesmas, dan dipimpin
kepala Puskesmas, serta dalam Mini Lokakarya ekstern yang dihadiri oleh dinas sektoral
terkait dan dipimpin oleh camat.
Dalam menyusun POA yang penting diperhatikan oleh Puskesmas adalah :
a. Penjadwalan yang meliputi penentuan waktu, penentuan lokasi dan sasarannya, dan
pengorganisasian.
b. Pengalokasian sumber daya yang meliputi penentuan besarnya dana yang diperlukan,
sumbernya dari mana dan bagaimana pemanfaatannya, harus dirinci jenis dan
jumlah tenaga yang diperlukan.
c. Pelaksanaan kegiatan yang meliputi persiapan kegiatan, penggerakan pelaksanaan,
serta pengawasan, pengendalian dan penilaian.
C. Penulisan Dokumen Perencanaan
Dari seluruh rangkaian kegiatan perencanaan tersebut diatas beserta semua kelengkapan
form-form bantunya harus dikumpulkan dan disusun, sehingga menjadi suatu dokumen
resmi dengan mengikuti sistematika penulisan yang baku.

Kesimpulan
Perencanaan Tingkat Puskesmas yang telah dilakukan cukup memadai. Dengan semakin
meningkatnya kesadaran dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan serta tren otonomi
daerah, maka perlu diperhatikan faktor :
a. Keterlibatan masyarakat yang lebih luas dalam perencanaan kegiatan puskesmas.
b. Perencanaan jenis program/pelayanan kesehatan yang lebih berorientasi pada kebutuhan
masyarakat dibanding provider.