Anda di halaman 1dari 3

Pembahasan

Percobaan kali ini adalah reaksi saponifikasi, Saponifikasi merupakan


proses pembuatan sabun yang berlangsung dengan mereaksikan asam lemak
khususnya trigliserida dengan alkali yang menghasilkan sabun dan hasil samping
berupa gliserol.Sabun adalah garam logam alkali yang mempunyai rangkaian
karbon yang panjangdari asam-asam lemak, dimana dalam percobaan ini alkali
yang dimaksud adalah natrium (Na) dari basa kuat NaOH. Gugus induk lemak
disebut fatty acids yang terdiri dari rantai hidrokarbon panjang (C-12 sampai C18) yang berikatan membentuk gugus karboksil. Sabun memiliki sifat yang unik,
yaitu pada strukturnya dimana kedua ujung dari strukturnya memiliki sifat yang
berbeda. Pada salah satu ujungnya terdiri dari rantai hidrokarbon asam lemak
yang bersifat lipofilik (tertarik pada atau larut lemak dan minyak) atau basa yang
disebut ujung nonpolar sedangkan pada ujung lainnya merupakan ion karboksilat
yang bersifat hidrofilik (tertarik pada atau larut dalam air) atau ujung polar.
Reaksi saponifikasi yang terjadi adalah sebagai berikut :
CH3(CH2)14CO2 H + 3 NaOH 3 CH3(CH2)14CO2Na + C3H8O3
Pada saat kami melakukan pratikum, senyawa NaOH yang kami gunakan
adalah sebesar 75gr, senyawa ini lebih ringan dari kelompok sebelumnya. Karna
pada kelompok sebelumnya konsenterasi NaOH nya lebih besar dan menyebabkan
pengerasan yang cepat pada proses pemanasan. Dan setelah kami menurunkan
konsenterasi NaOH nya larutan campuran tersebut tidak lansung mengeras dan
membentuk seperti cairan kental. Di sini juga di gunakan garam yang berfungsi
untuk memisah kan gliserol nah NaOH. Tujuan dari praktikum ini adalah
menjelaskan variable-variabel yang berpengaruh dalam saponifikasi, menetukan
komposisi yang tepat dalam pembuatan sabun padat dan bahan aditif yang
ditambahkan, serta menganalisis produk sabun padat yang di dapat.Langkah yang
di lakukan adalah mereaksikan NaOH yang telah dilarutkan dalam air mendidih
dengan minyak kelapa dan dilakukan pengadukan agar larutan cepat bereaksi.
Pada saat dicampurkan, campuran membentuk 2 lapisan yang kemudian campuran

berubah wujud seperti susu kental dan tidak ada minyak yang mengapung di
atasnya dan berwarna kekuning-kuningan. Kemudian ditambahkan garam halus,
perlahan warna kekuningan berubah menjadi putih dan semakin kental.
Selanjutnya ditambahkan amylum, campuran perlahan memadat dan kemudian
ditambahkan sedikit parfum sebagai pengharum agar produk sabun yang
dihasilkan berbau wangi. Kemudian larutan dimasukkan kedalam cetakan yang
telah diberi parafin agar pada saat dibuka dari cetakan sabun mudah untuk
dikeluarkan dari cetakan tersebut. Setelah dibiarkan selama 2 hari dalam eksikator
maka diperoleh sabun padat berwarna putih.Ketika berada di cetakan,cairan sabun
yang kami gunakan ternyata berbeda beda warnanya. Ada yang bewarna coklat
bening, ada pula yang coklat pekat dan juga ada yang membentuk dua lapisan.
Warna tersebut menunjukan apa kah produk tersebut akan berhasil atau tidak.
Warna coklat pekat menandakan bahwa larutan tersebut nantinya akan menjadi
sabun.Reaksi saponifikasi adalah suatu reaksi yang melibatkan lemak atau inyak
dengan suatu alkali yang akan menghasilkan sabun dan gliserol. Pada percobaan
ini minyak yang digunakan adalah minyak goreng yang beredar di pasaran.
Pertama sekali ditimbang 75 gram pellet NaOH . Kemudian ditambahkan minyak
goreng 80 gram dan direfluks pada suhu 70oC selama 30 menit untuk
menyempurnakan reaksi antara minyak dan alkali. Selanjutnya didestilasi
sehingga diperoleh endapannya saja. Endapan / residu ini kemudian aqua panas
sebnayak 100ml sehingga mencair. Larutan ini kemudian ditambahkan larutan
NaCl jenuh yang merupakan komponen kunci dalam proses pembuatan sabun>.
Kandungan NaCl pada produk akhir sangat kecil karena kandungan NaCl yang
terlalu tinggi di dalam sabun dapat memperkeras strukutr sabun. NaCl umumnya
digunakan dalam bentuk larutan . NaCl digunakan untuk memisahkan produk
sabun dan gliserin. Gliserin tidak mengalami pengendapan dalam brine (larutan )
karena kelarutannya yang tinggi , sedangkan sabun akan mengendap. NaCl harus
bebas dari besi, kalsium dan magnesium agar diperoleh sabun yang
berkualitas.Larutan yang telah ditambahkan NaCl akan terpisah antara lapisan
sabun dengan lapisan gliserol. Diambil lapisan sabun dengan cara penyaringan,
dan ditampung gliserolnya.

Kesimpulan
1) Cara dasar pembuatan sabun adalah adalah dengan memanaskan campuran
antara lemak atau minyak dengan alkali
2) Sabun memiliki dua ujung, salah satu ujungnya sangat suka air (larut dalam air)
sedangkan satu ujungnya lagi sangat larut dalam lemak
3) Penambahan garam berfungsi untuk memisahkan lapisan gliserol dan lapisan
sabun
4) Konsenterasi NaOH sangat berpengaruh pada pembuatan sabun,karna jika
semakin banyak konsenterasinya maka proses pengerasan sabun akan cepat,begitu
juga sebaliknya.