Anda di halaman 1dari 3

BAB III

METODELOGI
A. Waktu dan Pelaksanaan
Dilaksanakan pada Januari 2014
B. Lokasi pelaksanaan
Laboratorium Instrumen dan Laboratorium Analis Dasar SMKN 1 Bontang
C. Metode yang digunakan
Metode yang digunakan pada penelitian Jelly lidah buaya ini adalah Analisa
secara Proximate meliputi Kadar Air dan Karbohidrat , serta Vitamin C dan
pH yang ada dengan Indikator Universal.
D. Alat dan Bahan
Alat :
No
1
2
3
4
5
6
7
8.

Nama Alat
Buret
Klem dan Statif
Erlenmeyer
Pipet Volume
Pipet Ukur
Pipet Tetes
Bulp
Lumpang dan Alu

Spesifikasi
50 mL
Stainless
250 mL
10 mL dan 25 mL
10 mL
Kaca
Karet
Keramk

Jumlah
1
1
4
1
1
1
1
@1

9.

Labu Ukur

100mL

10.

Spatula

Stainless

11.

Kaca Arloji

Kaca

12.

Cawan

Porselen

13.

Penjepit Krus

Stainless

14.

Desikator

Kaca

15.

Oven

Pemanas Listrik

Spesifikasi
0.1 N
0.1 N
10 % dan 4N

Jumlah
Secukupnya
Secukupnya
Secukupnya

Bahan :
No
1
2
3

Nama Bahan
Larutan Yod
Larutan Na2S2O3
Larutan H2SO4

4
5

Indikator Kanji
Lidah Buaya

0.5 %

Secukupnya
Secukupnya

Gula

Secukupnya

Pewarna makanan

Secukupnya

Larutan Luff

Secukupnya

E. Prosedur Pengujian
Prosedur Pembuatan Jelly lidah buaya :
1. Haluskan lidah buaya dengan blender. Tuang dalam panci.
2. Tambahkan gula pasir, aduk rata.
3. Masak di atas api sedang sambil diaduk hingga mendidih
4. Angkat dan Bagi adonan menjadi empat bagian, tambahkan tiap
bagian dengan pewarna yang berbeda (merah, kuning, hijau dan
5.
6.
7.
8.
9.

oranye).
Aduk rata.
Tuang adonan dalam loyang. Diamkan selama semalam.
Potong adonan sesuai selera. Jemur hingga kering + 4-5 hari.
Kemas jeli dengan plastik/ kertas semenarik mungkin.
Jelly lidah buaya siap dianalisa.

Prosedur Analisa :
I.
Penetapan Kadar Air ( 95%)
1. Ditimbang 10gram sampel didalam Cawan yang telah diketahui
2.
3.
4.
5.

bobotnya konstannya.
Dipanaskan dioven pada suhu 100o 105o C selama 1 jam
Didinginkan diudara dan di desikator
Dilakukan hingga didapat berat konstan
Selisih bobot contoh dengan bobot tetap yang telah dicapai
setelah pengeringan adalah kadar air yang menguap .

II.

Derajat Keasaman (pH)


1. Rendam Jelly didalam Aquades selama 10-15 menit
2. Air rendaman diuji dengan Indikator universal dan Lakmus merah
dan Biru .

III.

Penetapan kadar Vitamin C

1. Ditimbang 10gr sampel halus lalu dilarutkan dalam aquades


didalam labu ukur 100mL
2. Dipipet 10mL sampel cair ke dalam erlenmeyer
3. Ditambahkan 2-6 tetes indicator kanji kedalam Erlenmeyer yang
berisi sampel
4. Ditambahkan 5 mL H2SO4 10 %
5. Kemudian dititrasi dengan larutan yod
6. Triplo
IV.

Penetapan Kadar karbohidrat/pati(Polisakarida) (0,30gr)


Uji Sederhana Dengan Larutan Iod :
1. Sampel yang akan diuji dibuat suspensi dengan air .
2. Lalu dididihkan
3. Kemudian ditetesi dengan Larutan iod
Apabila terbentuk warna biru maka karbohidrat positif (Amilosa)
Apabila terbentuk warna violet(Amilopektin) .
Untuk

Penetapan

kadarnya

dilakukan

Hidrolisis

dan

pendidihan( Refluk), lalu dikerjakan dengan cara titrasi


( Cara Luff )
Penetapan Karbohidrat :
1. 25mL Larutan Luff dan 25mL larutan sampel dipipet dalam
erlenmeyer
2. Ditambahkan batu didih
3. Labu erlenmeyer dilengkapi dengan pendingin tegak, dipanaskan
diatas pembakar bunsen dilengkapi dengan alas kasa tembaga dan
lempeng asbes
4. Dididihkan selama 3 menit, kemudian dididihkan kembali selama
10 menit .
5. Didinginkan didalam air mengalir atau bak es(Jangan dikocok agar
Cu2O yang terpisah tak dioksidasikan)
6. Setelah dingin ditambahkan 10mL KI 20% dan 20mL H2SO4 4 N
7. Diencerkan secukupnya
8. Dititer dengan larutan Natrium tiosulfat 0,1N dan Larutan kanji
sebagai larutan penunjuk .