Anda di halaman 1dari 3

MENGHITUNGAN KECEPATAN ALIR DAN MENENTUKAN BILANGAN

REYNOLD
A. DASAR TEORI
Praktikum awal mengenai Mesin Konversi Energi adalah tentang debit air. Apa
yang dimaksud dengan debit air? Sama halnya saat kita menabung uang disebut debit,
yang membedakan uang diganti dengan air. Jadi Debit air adalah jumlah air yang
mengalir setiap waktu atau boleh diartikan banyaknya volume air yang mengalir setiap
waktu.
Dalam praktikum ini kita di tuntut untuk mengukur debit air dengan
menggunakan alat seadanya. Praktikum ini mengggunakan media Air yang mengalir
pada keran.
BILANGAN REYNOLDS adalah rasio antara gaya inersia (vs) terhadap gaya
viskos (/L) yang mengkuantifikasikan hubungan kedua gaya tersebut dengan suatu
kondisi aliran tertentu. Bilangan Reynolds ini dapat digunakan untuk mengidentikasikan
jenis aliran yang berbeda, seperti jenis aliran laminar dan turbulen. Dimana nama
tersebut diambil dari Osborne Reynolds (18421912) yang mengusulkannya di tahun
1883.
Dalam final praktikum ini kita harus menentukan jenis bilangan reynold tersebut.
B. PROSEDUR PRAKTIKUM
a. Alat dan Perlengkapan
1. Gelas Ukur
2. Jangka Sorong
3. Prototype Keran
b. Keselamatan Kerja
1. Hati hatilah dalam menggunakan Gelas Ukur karena benda kaca akan mudah
pecah
2. Karena ada air, diharapkan tidak bercanda agar tidak terpeleset
3. Menggunakan alat ukur sesuai dengan fungsinya
4. Kerjasama adalah hal terpenting dalam pengukuran ini.

C. PROSEDUR PENGUKURAN
1. Mempersiapkan alat ukur yang digunakan
2. Cari keran yang mempunyai kecepatan aliran tetap dan pastikan tidak mati selama
pengukuran
3. Buka keran secukupnya agar aliran tetap dan pengukuran menjadi mudah dan
teliti
4. 2 orag standby yang satu sebagai pencatat dan timer, yang satunya adalah
pengukur
5. Isi gelas ukur sampai volume tertentu, dan catat volume dan waktu yang dicapai
selama pengisian.
6. Hitunglah debit airnya
D. ANALISA
a. Data pengukuran dan menentukan kecepatan alir
Percobaan
1
2
3
4
5

Vol (ml)
190
170
200
210
190

Perhitungan hasil analisa terlampir

Waktu (s)
4
3
4
4
4

b. Bilangan Reynold
1) ALIRAN LAMINER
Aliran laminer adalah aliran fluida yang dapat bergerak dengan kondisi
lapisan-lapisan yang membentuk garis-garis alir yang tidak berpotongan satu
sama lain. Hal tersebut ditunjukan oleh percobaan Osborne reynolds. Pada laju
aliran rendah aliran laminer tergambar sebagai filamen panjang yang mengalir
sepanjang aliran. Aliran ini memiliki Bilangan Reynolds lebih kecil dari 2300
2) ALIRAN TURBULEN
Aliran turbulen adalah aliran fluida yang partikelnya bergerak secara acak
dan tidak stabil dengan kecepatan berfluktuasi yang saling berinteraksi. Akibat
dari hal tersebut garis alir antara partikel fluidanya saling berpotongan. Oleh
osborne reynolds digambarkan sebagai bentuk yang tidak stabil yang bercampur
dalam waktu yang begitu cepat yang selanjutnya memecah dan menjadi tidak
terlihat. Aliran turbulen ini mempunyai bilangan yang lebih besar dari 2300.
Dari hasil pengukuran, maka dapat diketahui bilangan reynoldnya. Dan bilangan
reynoldnya adalah = 432 102 maka termasuk jenis Aliran Turbulen.
E. KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah kami lakukan kita dapat mencari kecepatan alir
kemudian kita bisa menentukan bilangan reynold. Dalam pengukuran kami
menggunakan satuan SI, jadi kami harus mengkonvert terlebih dahulu hasil pengukuran
ke satuan SI. Pertama kita harus mencari kecepatan alir melalui hasil pengukuran yaitu
Volume dan Diameter keran setelah itu kita dapat menghitung kecepatannya.
Dalam menentukan bilangan reynold, kita harus mencari viskositas air dalam
suhu kamar. Dan setelah kami kira kira dan melihat tabel suhu air adalah 1,0 x 10 -3.
Dan kemudian kita dapat mengetahui jenis bilangan reynoldnya. Karena bilangan Re =
9,6 maka Alirannya termasuk jenis Aliran Laminer.