Anda di halaman 1dari 11

1

COVER

Makalah kelompok III

WANPRESTASI
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah : Hukum Perikatan
Dosen : Abdul khair S.HI, M.H

Disusun oleh :

Slamet Rianto
Nim. 1302120210
M. saiful arifin
Nim 1302120273
Fahmi rianor
Nim 1302120255

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALNGKA RAYA


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH

TAHUN 1436 H / 2015 M

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT karena dengan limpahhan rahmata
dan hidaayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat sera salam semoga selalu
tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Saw, beserta keluarga, kerabatnya
serta pengikutnya beliau hingga yaumil akhir.
Makalah dengan judul Wanprestasi.

Kami sadar bahwa makalah inimasih jauh

dari kesempurnaan, disebabkan terbatasnya bahan bacaan dan kemampuan kamo sendri. Oleh
sebab itu, sangat kami harapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini . dalam hal ini kami mengucapakan banyak terimaksih .
Semoga makalah ini tetap bermanfaat bagi para pembaca .Ammin
Wassalamualaikum wr wb.

Palangka raya, 11 maret 2015

Tim penyusu

DAFTAR ISI

COVER.......................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
BAB I.........................................................................................................................................1
A. Latar belakang.................................................................................................................1
B. Rumusan masalah............................................................................................................1
C. Tujuan masalah...............................................................................................................1
BAB II........................................................................................................................................2
A. Pengertian Wanprestasi...................................................................................................2
B. Bantu- bentuk wanprestasi..............................................................................................2
C. Sebab dan Akibat Wanprestasi........................................................................................3
D. Akibat Hukum bagi debitur yang Wanprestasi................................................................4
E. Tata cara menyatakan debitur Wanprestasi.....................................................................5
BAB III.......................................................................................................................................7
A. Kesimpulan.....................................................................................................................7
B. Saran................................................................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................8
A. Buku................................................................................................................................8
B. Internet............................................................................................................................8

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang

hidup bermasyarakt. Kebutuhan manusia

antara yang satu dengan yang lainnya berbeda sesuai usia dan status sosialnya. Peradaban
cara hidup manusia dalam memahami kebutuhannya sudah mengalami perkembangan
zaman.

Pada zaman dahulu, ornang melakukan perikatan

dengan yang lain guna

memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara barter (pengukuran barang dengan barang) ,
lalu berubah menjadi pertukaran barang dengan uang barang dan kemudian berganti
menjadi barang

dengan uang. Sehingga kian hari semakin banyak pula kebutuhan

yangv harus dipenuhi yang tidak diinginkan dengan jumlah pendapatan.


Makalah dari situ lahirlah ingkar janji dari suatu kesepakatan yang telah dibuat
yang dinamakan wanprestasi yang tentunya tidak lain merugikan pihak kreditur, baik
perjanjian itu berupan sepihak maupun timbal balik. Oleh kerena itu dalam pembuatan
makalah ini, akan dijelaskan pengertian wanprestasi, bentuk bentuk wanprestasi serta
akibat dari adanya wanprestasi yang nantinya akan dibahas pada rumusan masalah
sebagai berikut.
B.
1.
2.
3.
4.
5.

Rumusan masalah
Apa pengertian wanprestasi ?
Apa saja bentuk bentuk dari wanprestasi ?
Apa sebab dan akibat dari wanprestasi ?
Apa akibat hukum bagi debitur yang wanprestasi ?
Apa saja langkah yang dapat dilakukan untuk menyatakan debitur wanprestasi ?

C. Tujuan masalah
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk memahami dan mengetahui pengertian wanprestasi.


Untuk memahami dan mengetahui bentuk bentuk dari wanprestasi.
Untuk memahami dan mengetahui sebab dan akibat dari wanprestasi.
Untuk memahami dan mengetahui akibat hukum bagi debitur yang wanprestasi.
Untuk memahami dan mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk menyatakan
debitur wanprestasi.

D. BAB II
PEMBAHASAN

A Pengertian Wanprestasi
Wanprestasi bersal dari bahasa belanda , yang artinya prestasi buruk. Menurut
kamus hukum , wanprestasi berarti kelalaian, cedera janji, tidak menepati kewajibannya
dalam perjanjian. Adapun yang dimaksud dengan wanprestasi adalah suatu keadaaan
yang dikarenakan kelalaian atau kesalahannya, debitur tidak dapat memenuhi prestasi
seperti yang telah ditentukan dalaam perjanjian. Marhainis Abdulhay menyatakan bahwa
wanprestasi adalah apabila pihak-pihak yang seharusnya berprestasi tetapi tidak
memenuhi prestasinya.
Tindakan wanprestasi membawa konsekuensi terhadap timbulnya hak pihak yang
dirugikan untuk menurut pihak yang melakukan wanprestasi untuk memberikan ganti rugi
sehingga oleh hukum diharapkan agar tidak ada satu pihak pun yang dirugikan karena
wanprestasi tersebut.1
B

Bantu- bentuk wanprestasi


Wanprestasi yang dilakukan debitur dapat berupa 4 (empat) macam. Diantanya yaitu:2
1. Tidak melaksanakan prestasi sama sekali
Contoh : A dan B telah sepakat untuk melakukan transakasi jual beli motor dengan
merek scoopy dengan haraga Rp 14.000.000,00 yang penyerahanya
akan dilaksanakan pada hari minggu, tanggal 25 oktober 2013 pukul
10.00. setelah si A telah menunggu sekian lama, teryata si B tidak
datang tanpa alasan yang jelas.
2. Melaksanakan tetapi tidak tepat waktu (terlambat)
Comtoh : (kontek contoh nomor 1). Si B datang pada hari itu membawa sepeda
motor scoopy, namun datanya pada jam 14.00.
3. Melaksanakan tetapi tidak seperti yang diperjanjikan
Contoh : (kontek contoh nomor 1) Si B datang tepat waktu, akan tetapi membawa
motor MIO bukan scoopy, yang telah dipejanjikan sebelumnya.
4. Debitur melaksanakan yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan

1 Rahayu, Pengertian Wanprestasi, http://nefyrahayu.blogspot.com/2013/05/contoh-wanprestasi.html .(diakses


pada 20 febuari 2015).

2Agus yudha Hernoko, hukum perjanjian asas proporsoonalitas dalam kontrak komersial
jakarta : kencana prenada media group, 2010, h.261.
2

Contoh : (kontek contoh nomor 1). Si B datang tepat pukul 10.00 pada hari yang
di perjanjikan dengan membawa motor scoopy, namun menyertakan si
C sebagai pihak ketiga yang sudah jelas-jelas dilarang dalam
kesepakatan kedua belah pihak sebelumnya.
C Sebab dan Akibat Wanprestasi
Wanprestsi disebabkan oleh sebab sebab sebagaimana berikut:
a. Kesengajaan atau kelalaian debitur itu sendri
Unsur kesengajaan ini, timbul dari pihak itu sendiri. Jika ditinjau dari
wujud-wujud wanprestasi , faktornya adalah :
1. Tidak memiliki iktikad baik, sehingga prestasi itu tidak melakukan saama
sekali.
2. Tidak disiplin
3. Menyepelekan perjanjian.3
b. Adanya keadaan memaksa(overmacht)
Overmacht artinya keadaan memaksa. Dalam sesuatu perikata jiaka
debitur dikatakan dalam keadaan memaksa sehingga tidak dapat memenuhi
prestasinya, debitur tidak dapat permasalahkan diluar kesalahan debitur. Dengan
perkataan lain debitur tidak dapat memenuhi kewajibannya karena overmacht
bukan kesalahanya akan tetapi karena keadaan memaksa, maka debitur tidak dapat
dipertanggung gugatkan kepadanya. Dengan demikian kreditur tidak dapat
menuntut ganti rugi sebagaimana hak yank dimiliki oleh kreditur dlam wanprestasi.
Unsur-unsur keadaan memaksa:
1). Peristiwa yang memusnahkan benda yang terjadi obyek perikatan;
2). Peristiwa yang menghalangi debitur berprestasi;
3). Peristiwa yang tidak dapat diketahui oleh kreditur/debitur sewaktu dibuatnya
perjanjian.4
Sifat keadaan memaksa
Keadaan memaksa dapat dibagi menjadi dua macam ,yaitu:
a Keadaan memaksa absolut
Adalah suatu keadaan dimana dimana debitur sama sekali tidak dapat
memenuhi prestasinya kepada kreditur, oleh karena adanya bencana alam,
misalnya terjadinya gempa bumi, banjir bandang, gunung meletus dan lainb

lain.
Keadaan memaksa relatif

3 Rahayu, Pengertian Wanprestasi, http://nefyrahayu.blogspot.com/2013/05/contoh-wanprestasi.html. .(diakses


pada 20 febuari 2015).

4 Satrio, j , Hukum Perikatan Perikatan Dari Undang-Undang , Bandung: PT. Citra Aditya Bakti,
2001, hal.30.

Adalah suatu keadaan yang mana menyebabkan debitur masing


mungkin untuk melaksanakan prstasinya, tetapi pelaksanaan prestasi tersebut
haruss dilakukan dengan pengorbanan yang besar , yang tidak seimbang, atau
menggunakan kekuatan jiwa yang di luar kemampuan manusia, atau
kemugkinan tertimpa kerugian yang sangat besar.5
B Akibat Hukum bagi debitur yang Wanprestasi
Akibat hukum dari debitur yang telah melakukan wanprestasi adalah hukuman
atau saksi berupa :
1. Debitor diwajibkan Membayar kerugian yang diterima oleh kreditur (ganti rugi)
(pasal 1243 KUH perdata);
2. Apabila perikatan itu timbal balik, kreditor dapat meneuntut pemutusan atau
Pembatalanperikatan melalui pengadilan (pasal 1267 KUH perdata);
3. Perikatan untuk memberikan sesuatu, resiko beralih kepada debitor sejak
terjadinya wanprestasi (pasal 1237 ayat 2 KUH perdata)
4. Debitor diwajibkan memenuhi perikatan jika masih dapat dilakukan atau
pembatalan disertai pembayaran ganti kerugian (pasal 1267 KUH perdata).
5. Membayar biaya perkara, kalau sampai diperkarakan didepan hakim (pasal 181
ayat 1).6
Disamping debitur harus menanggung hal tersebut di atas, mka yang dapat
dilakukan oleh kreditur dalam menghadapi debitur yang wanprestasi adan lima
kemungkinan sebagai berikut (pasal 1276 KUH perdata):
a. Dapat menuntut pemenuhan perjanjian;
b. Dapat menuntut pemenuhan perjanjian disertai keharusan membayar ganti
rugi;
c. Dapat menuntut pemenuhan ganti rugi. Berdasarkan pasal 1243 KUH perdata,
ganti rugi tersebut dapat berupa (biaya, rugi dan bunga)
d. Dapat menuntut pembatalan perjanjian ; dan
e. Dapat menuntut pembatalan perjanjian disertai dengan ganti rugi.7

5 Rohmadi, Overmacht, http://rohmadijawi.wordpress.com/hukum-kontrak.html. (diakses 20 feburi


2015).
6 Abdulkadir Muhammad, Hukum perdata Indonesia, Bandung: PT Citra Aditya Bakti, 2010 hal.
243.
7Sophar Maru hutagalung, praktik peradilan perdata dan alternatif penyelsaiaan sengketa jakarta :
sinar grafika, 2012, h. 113-114.

C Tata cara menyatakan debitur Wanprestasi


a

Somasi
Somasi adalah pemberitahuan atau pernyataan dari kreditur kepada debitur
yang berisi ketentuan bahawa kreditur menghendaki peenuhan prestasi seketika
atau dalam jangka waktu seperti yang ditentukanndalam pemberitahuan itu
dengan kata lain somasi adalah peringatan agar debitor melaksanaakaan
kewajibanya sesuai dengan tegura kelalaiannyangg telah disampaikaan kreditur
kepadanya.
Menurut pasal 1238 KUH perdata Debitur dinyatakan lali dengan surat
perintah , atau dengan akta sejenisnya ,atau berdasarkan kekuatan dari perikatan
sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai
dengan lewatnya waktu yang ditentuakan . berdasarkan pasal tersebut maka
terdapat 3 bentuk somasi:
1. Surat perintah
Surat perintah tersebut berasal dari hakim yang biasnya berbentuk
penetapan. Dengan surat penetapan ini juru sita memberitahukan kepada
debitur kapan selambat-lambatnnya dia harus berprestasi. Hal ini bisa disebut
exploit juru sita. Exploit adalah perintah lisan yang disampaikan juru sita
kepada debitur. Didalam prkteknya, yang ditafirkan dengan exploit ini adalah
salinan surat peringatan yang berisi perintah tadi, yang ditinggalkan juru
sita pada debitur yang menerima peringatan.
2. Akta sejenis
Akta ini dapat berupa akta dibawah tangan. Akta tersebut akta yang
dibuat tidak di hadapan pejabat yang berwenang ataau notaris, akta ini yang
dibuat dan ditanda tangani oleh para piihhak yang membuatnya. Apabila
suaatu akta di bawah tangan tidak di sangkai oleh para pihaak, maka berarti
mereka mengakui dan tidak menyankal kebenaran apa yang tertulis pada akta
di bawah tangan tersebut , sehingga seuai pasal 1857 KUH perdata akta di
bawah tangan tersebut memperoleh kukuatan perikatan yang sama dengan
suatu akta otentik.8
3. Tersimpul dalam perikaata itu sendiri
Perikatan munggkin terjadi apabila pihak-pihak menentukan terlebih
dahulu saat adanya kelalaian dari debitur didalam suatu perjanjian, misalnya
pada perjanjian dengan ketentuan waktu tertentu. Secara teoritis suatu

8 Agus Yudha hemoko, hukum Perjanjian... hal. 262

perikatan lalai adalah tidak perlu, jadi dengan lampaunya suatu waktu,
keadaan lalai itu terjadi denga sendirinya.9

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Wanprestasi adalah suatu keadaan yang dikarenakan kelalaian atau kesalahan
debitur dapat memenuhi prestasinya seperti yang telah ditentukan dalam
perjanjian.
2. Adapun bentuk-bentuk wanprestasi sebagai berikut :
a. Tidak melaksanakan prestasi samaa sekali.
b. Melaksanakan tetapi tidak tepat waktu (terlambat).
c. Melaksanakan tetapi tidak sesuai dengan apa yang diperjanjikan.
d. Debitur melaksanakan yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukan.
3. Wanprestasi terjadi karena sebab-sebab yaitu kesengajaan dan kelalaian debitur itu
sendiri dan adanya keadaan memaksa (overmacht)
4. Akibat hukum bagi debitur yang wanprestasi adalah :
a. Membayar kerugian yang diderita oleh kreditur (ganti rugi).
b. Pembatalan perjanjian.
c. Peralihan resiko. Benda yang dijanjikan objek perjanjian sejak saat tidak
dipenihinya kewajiban menjadi tanggung jawab dari debitur.
d. Membayar biaya perkara, kalau sampai diperkarakan didepan hakim.
e. Debitor diwajibkan memenuhi perikatan jika masih dapat dilakukan atau
pembatalan disertai pembayaran ganti kerugian.
5. Adapun cara untuk menyatakan debitur wanprestasi adalah melalui somasi yang
berupa pemberitahuan atau pernyataan ari kreditur kepada debitur dan berisi
ketentuan bahwa kreditur menghendaki pemenuhan prestasi.
B. Saran
Dalam perbuatan makalah ini, pastilah terdapat banyak keasalahan, baik di
dalaam penulisan maupun isi dari makalh yang kami sampaikan di atas. Makalh ini
masih jauh dari kata sempurna, maka kami sangat mengharapkan kritik dan saran
demi perbaikan makalah yang selanjutnya, serta menuju ke yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

9 Sukris Rahmadi, Wanprestasi, http:///kuliahhukumperikatan12.bloggspot.com/2012/03/inggkarjanji-wanprestatie.html. (diakses 20 febuari 2015)

A. Buku
Yudha Hemok, Agus, Hukum Perjanjian Asas Proporsionalitas Dalaam Kontrak
Komersial, Jakarta: Kencana Perdana Media Group, 2010.
Satrio, j , Hukum Perikatan Perikatan Dari Undang-Undang , Bandung: PT. Citra
Aditya Bakti, 2001.
Maru Hutagalung, Shopar, Praktik Peradilan Perdata Dan Alternatif Penyelesaian
Sengketa, Jakarta: Sinar Grafika, 2012.
Abdulkadir Muhammad, Hukum perdata Indonesia, Bandung: PT Citra Aditya Bakti,
2010
B. Internet
Rahayu, Pengertian Wanprestasi, http://nefyrahayu.blogspot.com/2013/05/contohwanprestasi.html .(diakses pada 20 febuari 2015).
Rohmadi,

Overmacht,

http://rohmadijawi.wordpress.com/hukum-kontrak.html.

(diakses 20 feburi 2015).


Sukris

Rahmadi,

Wanprestasi,

http:///kuliahhukumperikatan12.bloggspot.com/2012/03/inggkar-janjiwanprestatie.html. (diakses 20 febuari 2015).