Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN STUDY EXCURSIE

PT. DUA KELINCI


Oleh:
Agus Wahyudianto

13.004

Andika Firma Firdausia

13.008

Faisma Rosita

13.018

Fransisca Nadya Benita

13.019

Himawan Wiji Jatmiko

13.021

Iknewati Mega Rosita

13.024

Ilvi Lailatus Fitria

13.025

Indah Permatasari L

13.026

Lutfi Ryan

13.030

AKADEMI ANALIS FARMASI DAN MAKANAN


PUTRA INDONESIA MALANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Belajar merupakan salah satu kegiatan pokok untuk menambah wawasan dan
menambah ilmu bagi mahasiswa maupun khalayak umum. Kegiatan belajar-mengajar
umumnya dilakukan di dalam sebuah instansi pembelajaran seperti tempat
perkuliahan, namun proses kegiatan belajar yang lebih baik adalah dengan melakukan
tinjauan langsung mengenai ilmu yang dipelajari. Salah satu contoh kegiatan tersebut
adalah Study Excursie yang umumnya dilakukan oleh mahasiswa guna mendapatkan
wawasan baru.
Study Excursie adalah suatu kegiatan penunjang akademik yang diperuntukkan
bagi mahasiswa untuk mengasah pola pikir, kreatifitas dan wawasan. Dalam kegiatan
Study Excursie mahasiswa diajak untuk melakukan kegiatan tinjauan ke suatu
instansi tertentu yang memiliki keterkaitan dengan program studi yang dijalani. Salah
satu contohnya adalah program studi analis farmasi dan makanan yang melakukan
kunjungan ke industri makanan dan juga industri farmasi obat tradisional. Dalam
kegiatan tersebut mahasiswa akan ditunjukkan mengenai proses produksi hingga
kegiatan pengolahan limbah industri tersebut.
Kegiatan Study Excursie wajib dilaksanakan oleh mahasiswa karena kegiatan ini
adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat dan mengamati apa saja yang akan
mereka hadapi ketika berada di dunia kerja. Selain itu, kegiatan Study Excursie
sendirilah yang juga memberikan wujud nyata dari hasil yang sudah dipelajari oleh
mahasiswa ketika mempelajari teori yang disampaikan oleh dosen. Menerima teori
dan mellihat pengalikasian dalam wujud nyata itu adalah tujuan besar Study Excursie
sebagai penunjang ilmu mahasiswa.
Study Excursie umumnya dilakukan diluar yang dalam artian adalah melakukan
tinjauan ke industri terkait untuk melihat bagaimana pengaplikasian hasil belajar di
bangku kuliah. Pentingnya melakukan study excursie diluar karena beberapa macam,
salah satunya adalah ketersediaan suatu alat di instansi yang bisa dilihat secara
langsung beserta cara kerjanya secara nyata di industri. Maka dari itu, pentingnya

Study Excursie selain menambah wawasan dan mengasah pola pikir adalah untuk
menunjukkan dunia kerja kepada mahasiswa sebagai bahan tambahan ilmu.
1.2 Tujuan
1. Mahasiswa diharapkan mampu menambah wawasan dari kegiatan Study
Excursie yang dilaksanakan.
2. Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan hasil kegiatan Study
Excursie dengan baik.
3. Memberi informasi tentang proses produksi dan tenaga kerja perusahaan

BAB II
PENGENALAN INDUSTRI

2.1 Profil Industri


2.1.1 Sejarah Berdirinya PT. Dua Kelinci
Berawal di Surabaya, dimulai dari usaha repacking kacang garing yang
didirikan oleh keluarga suami istri, yaitu Bapak Ho Sie Ak dan Ibu Lauw Bie Giok
dengan merek Sari Gurih yang berlogo gambar dua kelinci, usaha yang dirintis
sejak tahun 1972 ini mulai berkembang menjadi industri di tahun 1985 dengan
didirikannya PT. Dua Kelinci(Dua Kelinci). Dua Kelinci merupakan produsen
terkemuka di Indonesia yang telah menerapkan sistem manajemen kualitas berstandar
internasional.
Pada tahun 1982 terjadi perubahan merek dari Sari Gurih menjadi Dua
Kelinci karena sebagian besar konsumen lebih suka menyebut dua kelinci.
Kemudian pada tahun 1985, tepatnya pada tanggal 15 Juli 1985 didirikan PT. Dua
Kelinci di Pati, Jawa Tengah oleh Bapak Ali Arifin dan Bapak Hadi Sutiono. Kota ini
merupakan sentra industri kacang garing di Indonesia.
Pada tahun 2000, PT. Dua Kelinci mulai melakukan pengembangan produk,
yaitu memproduksi varian kacang kulit, kacang bersalut tepung, serta produk
makanan berbahan dasar tepung, pengembangan peralatan serta mesin produksi
berteknologi modern. Kemudian pada tahun 2006, PT. Dua Kelinci juga
mengembangkan produk berbasis biji-bijian atau serealia. Pada tahun 2007, PT. Dua
Kelinci melakukan pengembangan visi menjadi yang terbaik di bidang food and
baverage industry, dengan menerapkan sistem manajemen keamanan dan kehalalan
pangan.
2.1.2 Profil Dua Kelinci
PT Dua Kelinci merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang
penyedia makanan terkemuka di Indonesia. Produk perusahaan ini terkenal dengan
merek Dua Kelinci. Perjalanan perusahaan ini dimulai sejak tahun 1972 di Surabaya.
Berawal dari usaha re-packing kacang garing yang berlabel "Sari Gurih" yang
berlogo gambar dua kelinci. Dengan berkembangnya bisnis, pada tanggal 15 Juli

1985, didirikanlah PT Dua Kelinci yang kini menjelma menjadi produsen kacang
terkemuka di Indonesia dengan menerapkan sistem manajemen kualitas produk
berstandar internasional.
Perkembangan usaha kacang ini semakin meningkat dengan pesat, sejak
tahun 2000 perusahaan terus melakukan pengembangan produk dengan memproduksi
varian kacang kulit, kacang berbalut tepung, serta produk makanan ringan berbahan
dasar tepung. Hal ini seiring dengan pengembangan teknologi modern pada peralatan
dan mesin produksi. Selanjutnya perusahaan mengembangkan produk yang berbasis
pada biji-bijian atau serelia.
Dengan visi "menjadi yang terbaik di bidang food and beverage industry",
perusahaan berkomitmen untuk terus memperbaiki mutu produksi dengan
menerapkan standar manajemen yang berstandar internasional, serta menjaga
manajemen keamanan dan kehalalan pangan. Dengan kebijakan mutu yang
diterapkan Dua Kelinci yang memberikan kepuasan tertinggi kepada pelanggan,
perusahaan terus melakukan inovasi-inovasi guna menjaga eksistensinya.
Di antaranya melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan
memberikan dukungan dan apresiasi kepada olahragawan nasional, santunan yatim
piatu dan duafa, memberikan sumbangan kepada korban bencana alam, donor darah,
program penghijauan, dan beberapa kegiatan lain yang melibatkan seluruh karyawan,
masyarakat dan pemerintah.
Perusahaan ini selalu menjunjung tinggi program manajemen kualitas yang
mana setiap karyawan bertanggung jawab penuh atas produk masing-masing yang
kemudian dikhususkan kepada Divisi Quality Control (QC) atau Quality Assurance
(QA) yang dilakukan mulai dari proses pengadaan bahan baku hingga pengiriman
dalam produksi.
Dua Kelinci juga menyediakan fasilitas laboratorium yang meliputi
Laboratorium Mikrobiologi, Kimia Pangan, Limbah, Organoleptik dan lain-lain yang
dibantu dengan tenaga-tenaga ahli di bidangnya. Selain itu, Dua Kelinci juga dibantu
oleh Divisi Riset dan Pengembangan guna menyempurnakan dan mengembangkan

produk-produk demi memanjakan konsumen-nya dengan menggunakan mesin-mesin


berteknologi modern yang dapat menjaga kualitas dan rasa.
Saat ini produk Dua Kelinci tidak hanya mampu memenuhi permintaan
konsumen dalam negeri saja, namun juga mampu hingga menembus pasaran
internasional, seperti Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura,
Thailand, Hong Kong, China, Saudi Arabia, Amerika Serikat, Kanada dan beberapa
negara lain di Eropa.
Beberapa produk Dua Kelinci antara lain Kacang Garing "Dua Kelinci",
Garlic Nut, Sanghai, Supernut, Kacang Sukro, Snack Tic Tac, Sir Jus, Jus Cup dan
beberapa varian produk makanan dan minuman lainnya.
Guna mengembangkan bisnis pemasarannya ke pasar internasional, Dua
Kelinci menggandeng klub sepakbola raksasa asal Spanyol Real Madrid. Dua Kelinci
menjadi sponsor resmi klub sepakbola tersebut sejak tahun 2011 lalu. Dengan raihan
prestasi yang dicapai hingga sekarang menempatkan Dua Kelinci menjadi salah satu
produsen makanan ter-integrasi di Indonesia.
Wilayah edarnya pun terbatas, hanya di Surabaya dan sekitarnya. Namun,
distribusi berkembang dan meluas mencapai seluruh Jawa Timur. Pada 1985,
perusahaan ini mendirikan pabrik baru seluas 6 hektare di Pati, Jawa Tengah. Daerah
ini dikenal sebagai penghasil kacang tanah dengan kualitas terbaik.
Seluruh elemen organisasi perusahaan, prosedur dan proses kerja yang
dilaksanakan serta sumber daya yang dimiliki PT.Dua kelinci diarahkan sepenuhnya
untuk mencapai standar kualitas tertinggi pada food and beverage industry.
Didukung mesin- mesin produksi berteknologi modern, serta tim riset dan
pengembangan yang solid, dua kelinci telah mengembangkan dan memproduksi
beragam produk yang kini telah mencapai lebih dari 80 varian, diantaranya kacang
sukro, tic tac, mix nut, deka wafer, hot nut dan lain- lain

2.1.3 Kios-Kios
PT Dua Kelinci mendirikan kios dengan nama Kios Kelinci sebgai benruk
apresiasi terhadap masyarakat pati yang telah memiliki andil cukup besar dalam
pengembanagan PT Dua Kelinci. Di dirikan pada tahun 2004, kios yang buka 7 hari
dalam seminggu dari jam 6 pagi hingga jam 11 malam ini menyajikan berbagai varian
produk PT Dua Kelinci dan di lengkapi beragam fasilitas penunjang. Dan saat ini
Kios Kelinci telah menjadi ikon oleh-oleh kas kota Pati dan menjadi kebanggaan
masyarakat kota Pati. Hingga kini, Kios Kelinci telah di kunjungi puluhan ribu
konsumen dari dalam maupun luar negeri.

2.2 Proses produksi


2.2.1 Kacang garing
Proses produksi dimulai saat bahan baku yaitu kacang kulit dipanen lalu
diangkut ke pabrik. Bahan bau dipasok hanya dari petani- petani di jawa,, bali dan
Lombok, karena pembelian bahan baku dari daerah yang lebihjauh akan berisiko
menurunnya kualitas kacang akibat semakin lamanya waktu tempuh yang diperlukan
untuk mencapai pabrik.
Setibanya dipabrik, kacang kulit dicuci untuk menghilangkan kotoran tanah
dan akar. Cara lama, pencucian dilakukan dengan merendam kacang kult dikolam
kemudian kotoran- kotoran disaring secara manual. Dewasa ini proses pencucian
seluruhnya dilakukan oleh mesin. Tenaga manusia hanya terlibat pada pemeriksaan
akhir secara kasat mata dan pengoperasian mesin.
Selanjutnya kacang kulit direbus dan digarami, lalu dinaikkan ke atas ban
berjalan menuju ruang pengeringan. Dalam kondisi setengah kering, kacang kulit
digolongkan dan disortir secara manual. Kacang kulit berkuakitas ekspor dipilah
untuk konsistensi ukuran dan bentuk. Kacang kulit yang berwarna pudar, terlalu kecil,
terlalu besar atau tidak bagus bentuknya akan dipisahkan.

Kacang yang telah dipilah untuk diekspor akan menjalani proses pengovenan
akhir oleh mesin yang panjangnya seukuran lapangan sepak bola. Disinilah selama
tiga hari kacang diproses hingga mencapai kadar kandungan air yang optimal untuk
dapat dikonsumsi yaitu 1- 1,5 persen.
Untuk menjaga kesegaran dan rasa, kacang lalu disimpan di gudang yang
berpendingin, sehingga dapat bertahan sampai enam bulan. Lain lagi dengan kacang
kulit yang dipilah untuk pasar local, kacang akan diproses dengan tambahan bumbu
semisal bawang putih, daun jeruk, dan lainnya. Setelah itu kacang pun dikemas,
diberi label dan disimpan untuk didistribusikan ke took dan swalayan di seluruh
Indonesia
2.2.2 Kacang salut
Lima puluh mesin pencampur digunakan untuk melapisi kacang dengan salut
(coating), dimana penambahan salut dan bumbu dilakukan secara manual. Dari mesin
pencampur, kacang akan melewati meja getar yang akan mengelurkan kacang yang
pecah dan mencegah salut menggumpal sebelum kering sempurna
2.2.3 Kudapan Basis tepung dan Sayur
Tics tacs adalah varian kudapan dari bahan dasar tepung yang melalui proses
pencetakan dan pemotongan sebelum digoreng, lalu diberi penambahan bermacammacam bumbu, kemudian dijual dengan pilihan rasa original, udang panggang,
daging sapi pedas, daging sapi bakar. Sedangkan varian produk My Corn dan KripKrip bahan utamanya adalah kacang dieng, kacang polong dan biji jagung

2.2.4 Diagram alir proses produksi kacang kulit

BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Observasi
Dalam laporan ini kami menggunakan 2 metode observasi yaitu :
3.1.1 Metode Observasi / pengamatan
Dalam metode ini penulis mengambil atau mengumpulkan data dan bahan untuk
pembuatan laporan dengan cara mengamati langsung perusahaan tersebut.
3.1.2 Browsing Internet
Dalam metode ini penulis mengambil atau mengumpulkan data yang belum
sepenuhnya memadai dan mencari informasi lewat Browsing Internet sebagai bahan
untuk pembuatan laporan .
3.1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kunjungan Industri dilaksanakan pada :
Hari

: Senin

Tanggal

: 23 februari 2015

Tempat

: PT. DUA KELINCI

3.1.4 Observasi
Observasi yang kami lakukan yaitu dengan melakukan presentasi di sebuah aula
PT. DUA KELINCI. Presentasi tersebut menyelaskan mengenai sejarah, profil
berdirinya PT. DUA KELINCI dari home industry dengan nama sari gurih hingga
menjadi perusahaan besar dengan nama DUA KELINCI
Seyelah melakukan presentasi kami melakukan kunjungan industry untuk
melihat secara langsung proses pembuatan kacang garing DUA KELINCI. Adapun
proses pembuatannya secara garis besar yaitu

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Pengumpulan bahan baku


Pengiriman
Penerimaan
Pemilahan (Pemilahan kacang dari tanah, akar, dan pengotor )
Pencucian
Perebusan
Pengeringan
Pemilahan atom (menjatuhkan kacang yang masih muda)
Pengemasan
Bahan bakar yang digunakan dalam perebusan kacang tanah adalah batu bara

karena baru bara lebih efektif dan efisien dan mampu menekan biaya produksi
PT. DUA KELINCI juga memiki kios- kios yang ditujukan untuk
mendapatkan produk- produk DUA KELINCI dengan mudah dan sebagai sentra
oleh- oleh khas kota Pati. Selain kios ,DUA KELINCI juga memiliki warung Pati
yang kental dengan budaya local yang berisi makanan khas pati sserta makanan
Indonesia
3.1.5 Sertifikat HACCP
Perkembangan dunia pangan yang kian maju menuntut setiap negara untuk
melakukan kerjasama untuk memenuhi kebutuhannya. Proses perdagangan
internasional tidak selalu mudah dilakukan dan lazimnya ketentuan yang diterapkan
oleh negara tujuan menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Regulasi dan isu sensitif
tentang pangan menjadi pertimbangan suatu negara untuk dapat mengimpor pangan
dan bahan pangan dari negara lain. Untuk mengatasi permasalahan tersebut , industri
makanan dan minuman yang berorientasi ekspor harus memenuhi standar mutu
internasional terkait sistem manajemen keamanan pangan.
Hal ini juga merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan yang
bergerak dalam rantai makanan. Standar Hazard Analysis and Critical Control Points
(HACCP) menjawab tuntutan keamanan pangan dan membantu perdagangan produk
pangan yang memenuhi kriteria keamanan pangan serta tuntutan konsumen terhadap
kesehatan dan kelestarian lingkungan.
3.1.5.1 Ruang Lingkup Pekerjaan

Sertifikat HACCP merupakan bukti penerapan HACCP secara efektif yang


diterbitkan lembaga sertifikasi independen dan merupakan jaminan keamanan pangan
melalui sistem yang dirancang secara sistematis dan terintegrasi.
Adapun untuk lingkup pemeriksaan seperti :
1. Kakao, Teh dan Hasil Olahannya,
2. Gula, Madu dan Hasil Olahannya,
3. Lemak, Minyak dan Hasil Olahannya,
4. Buah Sayuran dan Hasil Olahannya,
5. Air Minum dan Produknya serta Minum ,
6. Daging dan Hasil Olahannya,
7. Hasil Unggas dan Hasil Olahannya,
8. Serelia, Biji-bijian, Umbi-umbian, dan Hasil Olahannya,
9. Bahan Pembantu dan Bahan Tambahan Pangan,
10. Rempah-rempah dan Hasil Olahannya dan
11. Bumbu
3.1.5.2 Manfaat
1. Meningkatkan kepercayaan pelanggan;
2. Meningkatkan citra dan kompetensi perusahaan/organisasi;
3. Meningkatkan kesempatan perusahaan/organisasi untuk memasuki pasar
global;

4. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan terhadap produk;


5. Partisipasi dalam program keamanan pangan;
6. Pendukung sistem jaminan mutu.
3.1.6 ISO 9001
ISO 9001 merupakan sertifikasi yang berorientasi pada layanan pelanggan dan
standar manajemen mutu yang diadopsi pada tahun 2000 oleh International
Organization for Standardization (ISO).
Menurut standar ini, sebuah organisasi harus menunjukkan kemampuan untuk
memenuhi atau melampaui kepuasan pelanggan dalam hal fungsi produk, kualitas,
dan kinerja. Singkatnya, standar ISO 9001 memastikan bahwa organisasi
menawarkan produk-produk berkualitas sekaligus mendorong dan bertindak atas
umpan balik pelanggan, pengguna akhir, dan badan pengatur.
ISO 9001 merupakan kesepakatan internasional yang digunakan untuk
menentukan standar universal yang berlaku untuk semua organisasi mengenai produk
dan layanan yang memenuhi harapan pelanggan dan syarat peraturan.
3.1.7 Srtifikasi MUI
SERTIFIKASI Perolehan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)
telah dibuktikan oleh PT Dua Kelinci sebagai wujud komitmen untuk terus
memberikan produk yang terbaik bagi para konsumen. Setiap bahan yang diolah dan
proses pembuatannya pun juga telah meraih sertifikasi khusus yang membuktikan
bahwa produk PT Dua Kelinci adalah produk yang berkualitas tinggi.

3.1.8 Good manufacturing Practice


Good Manufacturing Practices (GMP) adalah sistem yang memuat
persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh industri makanan dan kemasan,
terkait dengan keamanan pangan, kualitas dan persyaratan hukum.
3.1.8.1 Manfaat
1. Meningkatkan kepercayaan pelanggan;
2. Meningkatkan image dan kompetensi perusahaan/organisasi;
3. Meningkatkan kesempatan perusahaan/organisasi untuk memasuki pasar
global melalui produk/kemasan yang bebas bahan beracun (kimia, fisika dan
biologi);
4. Meningkatkan wawasan dan pengetahuan terhadap produk;
5. Berpartisipasi dalam program keamanan pangan;
6. Menjadi pendukung dari penerapan sistem manajemen mutu.
3.1.9 ISO 22000
ISO 22000 merupakan standar internasional yang menggambarkan kebutuhan
dari suatu sistem manajemen keamanan pangan yang mencakup semua organisasi

dalam rantai pangan dari panen sampai produk siap untuk dikonsumsi. ISO 22000
adalah suatu standar internasional yang menggabungkan dan melengkapi elemen
utama ISO 9001 dan HACCP dalam hal penyediaan suatu kerangka kerja yang efektif
untuk pengembangan, penerapan, dan peningkatan berkesinambungan dari Sistem
Manajemen Keamanan Pangan (SMKP). Sistem manajemen keamanan pangan
bekerja secara efektif melalui pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi bahaya
dalam batas kontrol dan analisa resiko serta mengendalikan bahaya pangan, sehingga
makanan yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. ISO 22000 dapat digunakan oleh
berbagai macam organisasi yang berhubungan secara langsung maupun tidak
langsung dengan dengan rantai makanan.

3.1.9.1 Manfaat Memiliki Sertifikat ISO 22000


Manfaat bagi produsen adalah memberikan kepercayaan dan kepuasan
pelanggan, Persyaratan kepatuhan hokum, Pengendalian/pengurangan bahaya pangan,
Mengurangi biaya operasional melalui peningkatan berkelanjutan, Efisiensi dengan
mengintegrasikan program-program Pre Requisite Program (PRP) & Operational Pre
Requisite Program (OPRP), HACCP dengan filsafat ISO 9001 dan mendapat akses
yang lebih mudah dalam pasar Global. Sedangkan manfaat bagi Konsumen adalah
mendapatkan jaminan tas produk makanan yang aman dan layak dikonsumsi.

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. PT Dua Kelinci merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang
penyedia makanan terkemuka di Indonesia

yang dimulai sejak tahun 1972 di

Surabaya.
2. Seluruh produk Dua Kelinci diproses dengan cara terbaik, melalui standar
pengawasan yang ketat. Pengawasan dilakukan secara khusus oleh Divisi Quality
Control (QC) dan Quality Assurance (QA) yang menerapkan standar ketat, mulai dari
pengadaan bahan baku hingga distribusi produk jadi.
3. Dua Kelinci dianugerahi sertifikat HAACP, Good Manufacturing Practices, Quality
Management System ISO 9001: 2008, dan Food Safety Management ISO 22000:
2005.

4.2 Saran
1. Sebaiknya observasi industri dilakukan lebih pada kegiatan laboratorium, karena
akan lebih sesuai dengan mata kuliah yang ada.
2. sebaiknya sebelumnya dilakukan koordinasi antara panitia dan pihak industri
mengenai materi yang akan disampaikan saat kunjungan dilakukan.