Anda di halaman 1dari 4

Pertemuan 3

Usaha yang Ingin Saya Geluti dan Tahapannya

Nama

NIM

No. Absen

Devy Kusuma Cendana

1315351182

39

UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
PROGRAM EKSTENSI
2015

Usaha yang ingin saya geluti jika saya mempunyai modal adalah Franchise Makanan.
Usaha ini saya minati karena profit margin yang dihasilkan dari usaha makanan adalah besar
dan modal yang diperlukan adalah minimal. Selain itu, peluang untuk ekspansi juga besar,
yaitu dengan menjadi master franchise suatu waralaba yang belum ada di daerah tertentu.

Saat ini sudah banyak sekali terdapat waralaba di Indonesia dengan berbagai macam
jenis usaha yang ditawarkan. Adapun contoh beberapa jenis usaha tersebut adalah waralaba
mini market, rumah makan, kafe, pendidikan bahkan salon kecantikan.
Bisnis waralaba merupakan salah satu aset aktif berbentuk bisnis, maka ini termasuk
dalam tahap kedua dalam proses perencanaan keuangan seseorang (Financial Freedom).
Dengan demikian seseorang telah memasuki tahap mengaktifkan aset yang telah dimiliki
menjadi produktif.
Pengusaha Waralaba Amir Karamoy pernah mengungkapkan waralaba adalah suatu
sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merek
(franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis
dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam
jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.
Untuk itu, pemilik bisnis franchise diwajibkan memiliki standar operasional yang
ketat karena mereka tidak ingin terjadi hal-hal yang dapat membuat reputasi mereknya
menjadi rusak.
Berdasarkan yang saya amati ada 4 hal yang harus menjadi fokus pemegang franchise
agar dapat menggerakan dan bisa mengembangkan bisnis franchise. Berikut ini 4 hal
tersebut:

1. Royalti Fee

Fee royalti untuk waralaba asing pastinya akan mahal, mengingat reputasi perusahaan
atau merek yang akan diwaralabakan. Anda perlu memperhatikan apakah ada
kenaikan royalti untuk tahun-tahun berikutnya. Terkadang pemilik waralaba
(principal) akan melakukan evaluasi terhadap biaya royalti tersebut. Hal ini bisa
dimungkinkan apabila pemilik waralaba melihat keberhasilan dari franchisee yang
melakukan usaha tersebut.
2. Tempat Usaha
Perlu diperhitungkan secara seksama, apakah tempat usaha perlu dimiliki atau hanya
menyewa. Karena ini juga berpengaruh pada kelangsungan usaha waralaba yang
sedang dijalani apakah akan berhasil atau mengalami kerugian pada tahun berikutnya.
Biasanya hal ini banyak terjadi pada usaha restoran atau kafe.
3. Modal Usaha
Ada beberapa pemilik waralaba memberikan modal usaha, akan tetapi hal ini
tergantung pula pada hasil penilaian principal. Namun memang lebih banyak
franchisee menggunakan modal sendiri karena hal ini bisa menjadi penilaiaan dari
keseriusan franchisee dalam melakukan usaha waralaba tersebut.
4. Arus Kas Usaha
Hal terpenting dalam membangun sebuah bisnis adalah pendapatan. Apa gunanya
membangun usaha sekalipun itu waralaba, akan tetapi tidak menghasilkan
pendapatan. Cashflow Management yang baik perlu diterapkan apapun usaha Anda.
Bukan besaran omzet yang paling penting namun apakah usaha Anda memberikan
keuntungan atau tidak.

Langkah-langkah yang akan saya ambil adalah:


1. Langkah awal sebelum memfranchisekan usaha adalah menentukan bisnis konsep
dan bisnis model yang standar ini merupakan dasar terpenting dalam proses
mengembangkan usaha dengan konsep franchise kita perlu evaluasi terhadap bisnis

kita dengan bagaimana cara kita membuat konsep bisnis dan model bisnis kita
menjadi standart sehingga usaha yang kita miliki akan sama dan seragam dengan yang
dimiliki mitra kita .
2. Langkah berikutnya adalah melakukan kajian franchisability dalam melakukan kajian
franchisability dapat kita ketahui apakah bisnis kita layak atau tidak jika dijalankan
dengan konsep franchise karena dalan proses ini kita dapat mengetahui berapa besar
berapa lama pengembalian modalnya.
3. Langkah selanjutnya adalah melakukan pembuatan dokumen franchise ( System
Development ) seperti penyusunan SOP , pembuatan perjanjian franchise dan
dokumen yang lainny.
4. Langkah selanjutnya melakukan persiapan pemasaran dan launching misalnya
dengan mengikuti pameran beriklan dimedia massa atau pembuatan brosur brosur
yang dapat memberikan daya tarik bagi calon mitra kita
5. Langkah terakhir adalah melakukan monitoring dan penyempurnaan dengan
melakukan 5 langkah tersebut diatas tentunya kita bisa mencoba terapkan kepada
bisnis kita sehingga kita bisa menjadikan usaha kita menjadi usaha dengan konsep
franchise dan yang terpenting adalah apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk
menjadi pemberi usaha franchise atau franchisor karena akan banyak hal hal yang tak
terduga yang akan dapat kita temukan dalam menjalankan usaha dengan konsep
franchise misalnya apakah kita bisa selektif dalam mencari

calon mitra

perselisihan dengan mitra kita dan sebagainya dan akan lebih baik jika dibantu oleh
konsultan franchise yang sudah berpengalaman atau saran kami boleh mencoba untuk
mengikuti program training franchise kami How To Franchise Your Business
karena didalamnya banyak hal yang sangat membantu persiapan memfranchise
usaha.