Anda di halaman 1dari 41

INTRODUCTION OF

SEPARATOR

Oleh :
Enggal Nurisman, ST,MT

e-nurisman

Definisi dan Fungsi

Jenis dan Type Separator

Komponen Utama Separator


Faktor Yang Mempengaruhi
Kinerja Separator

e-nurisman

One Team, One Vision, and One Goal

Prinsip Dasar Pemisahan

Separator - Introduction

Bejana (vessel) yang


DIGUNAKAN UNTUK
MEMISAHKAN campuran
fluida yang tidak larut satu
dengan yang lainnya,
sehingga satu dengan
lainnya akan mudah terpisah

e-nurisman

FUNGSI SEPARATOR
Memisahkan fasa cair dan gas pada cairan HIDROKARBON
Melanjutkan proses ini dengan melepaskan gas yang terlarut dari
cairan
Mennyediakan control control yang menghilangkan
kemungkinan keluarnya gas dari lubang lubang outlet cairan
Memberi waktu yang cukup dalam separator untuk
memungkinkan pemisahan pemisahan minyak dan air
Mengeluarkan fluida fluida yang dipisahkan didalam bejana
sedemikian rupa sehingga tidak mungkin terjadi pecampuran
kembali
e-nurisman

Pada dasarnya separator, tergantung pada gaya gravitasi

untuk memisahkan fluida, yaitu mengandalkan perbedaan


densitas dari fluida.
Gas jauh lebih ringan dibandingkan dengan minyak,
terpisah dalam waktu yang yang sangat singkat.

Sementara minyak dengan berat kira kira dari berat


air memerlukan waktu sekitar 40 sampai 70 detik untuk
melakukan pemisahan.

e-nurisman

e-nurisman

Pengaruh tekanan terhadap gas dan cairan adalah

sangat penting.Misalnya gas dengan densitas


2,25lb/cuft pada tekanan 750 psig, jika tekanan ny a
diturunkan menjadi 15 psig, maka densitasnya kira
kira 0,10 lb/cuft. Dengan rendahnya densitas, titik
air akan terkodensasi

e-nurisman

e-nurisman

Bagian Zona Separator


9

Primary Section (A)


Daerah ini digunakan untuk mengumpulkan sebagian besar fluida
yang masuk ke dalam separator.
Pada daerah ini terdapat inlet port (lubang saluran masuk) dan
baffle untuk membelokkan arah aliran utama fluida dari aliran gas.
Pada separator horizontal, bagian primer terdapat pada bagian inlet
ujung silinder.
Gravity settling section
Daerah ini digunakan untuk melaksanakan pemisahan dengan
system settling / pengendapan yang tergantung pada perbedaan
densitas dengan gaya gravitasi.
Bagian ini juga terdapat suatu peralatan yang digunakan untuk
memperlambat aliran gas sehingga tidak terjadi trubulensi

e-nurisman

Bagian Zona Separator


10

Mist Exttraction Section (C)


Bagian ini memepunyai suatu mist ekstraktor yang merupakan
salah satu dari beberapa rancangan (suatu sudu sudu, kawat kasa
atau suatu jalur silicon).
Mist eksraktor ini memisahkan tetes tetes cairan yang sangat
kecil pada separasi akhir sebelum meninggalkan bejana.
Mist ekstraktor diletakan dekat lubang jalur keluar dari separator
horizontal.

Liquid Collection Section (D)


Daerah ini berfungsi tempat penampungan semua cairan yang
sudah terbebas dari gas.
Biasanya pada daerah ini dipasang kaca tempat melihat ketinggian
FLUIDA yang terdapat dalam separator.

e-nurisman

Tipe Separator Berdasarkan Bentuk

Separator yang dikeluarkan oleh bermacam


macam sedikit berbeda secara detail, tetapi secara
umum dapat dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan
pada bentuknya, yaitu :
Separator Vertikal
Separator Horizontal
Separator Bulat

e-nurisman

11

Three general types of separators


12

Horizontal separator
for high-pressure and medium-pressure service

Vertical separator
for low-pressure service (generally)
Spherical separator
more compact and cheaper
limited separation space and liquid surge capacity
for low-volume remote platforms

e-nurisman

e-nurisman

13

Vertical Separator

sering digunakan untuk aliran fluid yang rasio gas


terhadap cairannya (gas oil ratio atau GOR) rendah
sampai sedang dan yang diperkirakan akan terjadi
cairan yang datang secara kejutan (slug) yang
relatif sering. (Tekanan 50 150 psig)
Gambar di bawah adalah separator vertikal. Bagian
bawah dari bejana biasanya berbentuk cembung,
gunanya untuk menampung pasir dan kotoran
padat yang terbawa.

e-nurisman

14

SEPARATOR VERTIKAL
15

e-nurisman

SEPARATOR VERTIKAL
16

e-nurisman

SEPARATOR VERTIKAL
17

Kelebihan :
Pengontrolan level cairan tidak terlampau rumit
Dapat menanggung pasir dalam jumlah besar
Mudah dibersihkan
Mempunyai kapasitas surge cairan yang besar
Sedikit sekali kecenderungan akan penguapan
kembali dari cairan

e-nurisman

Kelemahan :
Lebih mahal (peralatan untuk
penguapan lebih besar/mahal)

Bagian-bagiannya lebih sukar


pengapalan (pengiriman)
Membutuhkan diameter yang lebih
besar untuk suatu kapasitas gas
tertentu.

e-nurisman

18

e-nurisman

19

e-nurisman

20

Separator horizontal mungkin yang terbaik dan termurah


dibandingkan dengan separator vertical yang kapasitasnya sama.
Separator horizontal mempunyai luas antar permukaan gas dengan
cairan lebih besar, terdiri dari banyak sekat-sekat yang luas
sepanjang seksi pemisah gasnya, yang memberikan lebih banyak
kecepatan gasnya.
Separator horizontal hampir selalu digunakan untuk aliran yang
mempunyai rasio gas terhadap cairan (GOR) yang tinggi untuk
arus yang berbuih, atau untuk cairan yang keluar dari separator
sebelumnya. (sumber : Surface Production Operations, Design Oil
Handling Facilities. Gulf Publishing Company.hal. 118
e-nurisman

21

KELEBIHAN :
Lebih murah dari separator vertical
(operasional pemeliharaan)
Lebih mudah pengiriman barang-barangnya
Baik untuk minyak berbuih (foaming)
Lebih ekonomis dan effisien untuk
mengelola volume yang lebih besar
Lebih luas untuk settling bila terdapat dua
fasa cair
e-nurisman

22

KELEMAHAN :

Pengontrolan level cairan lebih rumit daripada separator vertical


Sukar membersihkan lumpur, pasir, paraffin
Diameter yang lebih kecil untuk kapasitas tertentu
e-nurisman

23

Kelebihan :
Lebih mudah dari kedua tipe di atas
Lebih mudah membersihkan dan
mengeringkan pada separator vertikal
Lebih kompak dari yang lain
Kelemahan :
Mempunyai ruang pemisah dan kapasitas surge yang
lebih kecil
Pengontrolan level cairan rumit
e-nurisman

24

Skema Separator Bulat

e-nurisman

25

e-nurisman

26

High pressure (HP) Separator :


650 1500 psi
Medium pressure (MP) Separator :
225 650 psi
Low pressure (LP) Separator :
10 225 psi

e-nurisman

27

Jenis separator berdasarkan


hasil proses pemisahannya
Separator dua fasa

28

Pada separator dua fasa, fluida masuk dari kiri dan menghantam deflector

plate sedangkan gas mulai terpisah dari aliran.


Gas yang masih mengandung uap minyak lewat coalescing plates dimana butir
butir minyak akan bersatu dan jatuh bila mencapai kondisi yang cukup besar.
Pada saat bersamaan gas yang masih terkadung dalam minyak mulai terpisah
selama residence time minyak.
Tinggi permukaan cairan di control oleh float control valve.
Vortex breaker mengalirkan minyak secara tenang ddari separator dan
mencegah gas mengalir bersama minyak.

e-nurisman

Jenis separator berdasarkan


hasil proses pemisahannya
Separator TIGA fasa

29

Pada separator tiga fasa, misalnya separator horizontal dengan dua buah

internal weir.
Di bawah dua weir tersebut digabungkan oleh sebuah plat pemisah, sehingga
terjadi pemisahan yang kedap.
Komposisi seperti ini disebut dengan bucket. Ruang dibawah bagian kiri dari
bucket memberikan air terpisah secara permanent. Bila sejumlah gas yang
masuk ke dalam sseparator, maka akan mengisi ruang yang cukup besar diatas
minyak dan air

e-nurisman

2PHASE VS 3 PHASE SEPARATOR


30

e-nurisman

31

BREAK /Jeda ( 5 menit)


VIDEO SEPARATOR 3 FASE

e-nurisman

e-nurisman

32

Deflector Plate
Deflector Plate adalah peralatan yang dipasang dibelakang inlet

separator, yang dapat berupa lempengan atau plat. Tujuannya


adalah menahan tumbukan yang datang akibat kecepatan fluida
yang masuk ke separator dan mempercepat proses terpisahnya
gas dan cairan dengan memperlambat arus masuk

Coalesscing Plates
Coalesscing Plates merupakan peralataan coalescing

(penggumpalan), yang dipasang pada alur aliran fluida, sehingga


dapat memecah campuran minyak air.
Flluida didesak untuk mengalir dengan arah aliran yang berubah,
hal ini menyebabkan butiran butiran air bersatu dan jatuh ke
dasar separator. Prinsip yang sama juga digunakan untuk
memisahkan butiran minyak dalam aliran gas.

e-nurisman

33

Weir
Weir adalah yang dipasang tegak lurus di dalam

peralatan. Peralatan ini mempunyai fungsi untuk


menahan cairan sehingga membantu meningkatkan
residence time dari cairan. Cairan harus dapat dilewati
diniding weir sebelum meninggalkan katup outlet.

Vortex Breaker
Vortex Breaker adalah peralatan yang dipasang padda

bagian pengeluaran minyak untuk mencegah terjadinya


pusaran minyak yang dapt menyebabkan terlepasnya
gas dan minyak saat meninggalkan separator.

e-nurisman

34

Mist (Demister Pad)

Demister Pad merupakan peralatan yang terbuat

dari rajutan kawat halus dengan bentuk frame tertentu,


yang menyebabkan arah aliran berubah secara
kontinyu. Hal ini menyebabkan terjadinya efek
pembentukan titik titik cairan yang cukup besar, dan
akan jatuh kebawah yang selanjutnya bersatu dengan
cairan lainnya.

Float Shield
Floaat Sheild merupakan float atau pelampung
yang digunakan untuk mengontrol level cairan.

e-nurisman

35

Mist (Demister Pad)

Demister Pad merupakan peralatan yang terbuat

dari rajutan kawat halus dengan bentuk frame tertentu,


yang menyebabkan arah aliran berubah secara
kontinyu. Hal ini menyebabkan terjadinya efek
pembentukan titik titik cairan yang cukup besar, dan
akan jatuh kebawah yang selanjutnya bersatu dengan
cairan lainnya.

Float Shield
Floaat Sheild merupakan float atau pelampung
yang digunakan untuk mengontrol level cairan.

e-nurisman

36

Level controller ; untuk mengendalikan tinggi rendahnya permukaan


cairan didalam separator.

Pressure controller ; untuk mengatur tekanan di dalam separator.


Sight glass ; alat berupa kaca yang memungkinkan operator melihat

Pressure gauge ; alat yang menunjukkan nilai tekanan fluida yang

Relief valve ; kerangan keselamatan yang akan otomatis membuka

posisi tinggi permukaan cairan di dalam separator.

sedang beroperasi di dalam separator.

saat tekanan dalam separator melebihi batasan.


Rupture disc ; alat keselamatan yang akan bekerja bila relief valve
gagal bekerja.
Main hole ; lubang masuk separator untuk kepentingan servis atau
pembersihan, dilengkapi dengan pintu penutup.
e-nurisman

37

Tekanan kerja separator


Tekanan kerja separator harus disesuaikan dengan tekanan
yang masuk, diperlukan perhitungan yang matang dalam
menentukannya karena tekanan yang tidak berimbang dapat
berpengaruh langsung terhadap kelangsungan proses
pemisahan.
Temperatur dalam separator
Termperatur separator harus dijaga pada kondisi kerjanya yaitu
diatas cloud point minyak dan hydrate point gas.
Tinggi cairan dalam separator.
Tinggi cairan mempengaruhi keleluasaan gas melewati mist
extractor, karena itu harus dijaga agar tetap berada dibawah
divider plates.
e-nurisman

38

Perbedaan densitas.
Semakin besar perbedaannya maka akan semakin
baik kualitas pemisahan. Karena droplet air akan
terlalu berat untuk terikut aliran gas.

Retention time.

Secara sederhana, semakin panjang retention time,


maka kesempatan bagi droplet cairan memisah dari
gas akan semakin besar.
Cepat alir gas
Bila kecepatan alir gas rendah, maka pemisahan akan
berjalan baik sebelum dibantu mist extractor.

e-nurisman

39

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

40

e-nurisman

Differential separation terjadi bila gas dipisahkan


dari kontaknya dari cairan pada penurunan tekanan
dan membiarkan gas keluar dari LARUTANNYA.
Proses ini menghasilkan banyak cairan dan sedikit
gas.
( sumber : Surface Facilities Training Program, Oil
Handling Facilities. Medco Energi. Indonesia.hal.
27)
e-nurisman

41

One Team, One Vision, and One Goal

Flash separation
terjadi bila tekanan pada sistem diturunkan dengan
cairan dan gas tetap dalam kontak, hal mana gas
tidak dipisahkan dari kontaknya dengan cairan saat
penurunan tekanan yang membiarkan gas keluar
dari solusinya. Proses ini menghasilkan banyak
gas dan cairan sedikit.