Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

ANTICIPATORY GUIDANCE
Disusun dalam rangka untuk memenuhi tugas mata kuliah keperawatan anak I
Dosen Pembimbing : Bu Jumrotun Nimah

Disusun Oleh :
1. Ummu Arifatun
2. Rizky Hardianto

(13067)
(13057)

AKADEMI KEPERAWATAN KABUPATEN PURWOREJO


TAHUN AKADEMIK 2014/2015

BAB I
1

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Memiliki anak dengan tumbuh kembang yang optimal adalah dambaan


setiap orang tua. Untuk mewujudkannya tentu saja orang tua harus memiliki
pengetahuan tenatang Anticipatory guidance yang artinya petunjuk-petunjuk yang
perlu diketahui terlebih dahulu agar orang tua dapat mengarahkan dan
membimbing anaknya secara bijaksana, sehingga anak dapat bertumbuh dan
berkembang secara normal.
Memberitahukan

bimbingan kepada orang tua tentang tahapan

perkembangan sehingga orang tua sadar akan apa yang terjadi dan dapat
memenuhi kebutuhan sesuai dengan usia anak .Dengan memberitahukan upaya
ataupun aktivitas yang dapat dilakukan orang tua dalam anticipatory guidance
dapat mencegah anak dari kecelakaan dan dari bahaya yang mengancam dapat
dihindarkan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Anticipatory Guidance ?
2. Apa saja aktivitas utama dalam Anticipatory Guidance ?
3. Bagaimana bimbingan orang tua berdasarkan tahap tumbuh kembang
anak ?
4. Bagaimana cara pencegahan terhadap kecelakaan pada anak ?
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Keprawatan
Anak I di Akademi Keperawatan Purworejo.
2. Tujuan Khusus
Agar mahasiswa dapat mengetahui tentang Ancipatory
Guidance dan asuhan keperawatan pada anak dengan ancipatory
guidance serta menambah wawasan serta pengetahuan dalam
merawat pasien.
3.

Manfaat
2

Agar Mahasiswa dapat :


1. Mengetahui dan memahami pengertian dari Anticipatory Guidance
2. Mengetahui dan Memahami aktivitas utama dalam Anticipatory
Guidance
3. Mengetahui dan Memahami bimbingan orang tua berdasarkan tahap
tumbuh kembang anak
4. Mengetahui dan Memahami cara pencegahan terhadap kecelakaan
pada anak

BAB II
KONSEP DASAR
3

A.

Pengertian

Anticipatory: bersifat lebih dulu;bersifat antisipasi. Sedangkan guidance


adalah bimbingan, pedoman, petunjuk. Jadi Anticipatory Guidance adalah
pedoman/petunjuk untuk mengantisipasi sebelum masalah kesehatan/tumbuh
kembang terjadi.
Anticipatory guidance adalah petunjuk yang perlu diketahui terlebih
dahulu agar orang tua dapat mengarahkan dan membimbing anaknya secara
bijaksana sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang secara normal.Upaya
bimbingan ini diberikan kepada orang tua tentang tahapan perkembangan
sehingga orang tua sadar akan apa yang terjadi dan dapat memenuhi kebutuhan
sesuai dengan usia anak
Anticipatory Guidance merupakan kunci penting untuk mencapai tujuan
perawatan pediatrik primer yang menyangkut promosi kesehatan dan pencegahan
penyakit. Anticipatory Guidance merupakan tantangan karena rentang dan
kompleksitas dari masalah, perbedaan individual di antara anak normal dan
keluarganya. Waktu yang terbatas pada saat supervisi kesehatan.
B. Aktivitas Utama dalam Anticipatory Guidance.
1. Mengumpulkan informasi
Mengumpulkan informasi dengan mengumpulkan riwayat dan observasi
secara hati-hati adalah satu syarat yaitu memahami anak dan keluarga. 2
kategori utama mengenai informasi yangg harus dikumpulkan, yaitu :
a.

informasi tentang anak

b.

informasi informasi tentang lingkungan anak

Asuhan kesehatan anak tradisional fokus pada anakkhususnya masalah


promosi kesehatan fisik, pencegahan penyakit, deteksi dan treatment dan
perkembangan milestones. Sedangkan asuhan kesehatan anak terkini
memperluas fokusnya pada masalah perilaku dan lingkungan di mana anak
berkembang. Informasi yang berkaitan dengan Anticipatory Guidance :
Informasi tentang anak
a) Concerns/masalah: diekspresikan oleh orangtua atau anak

b) Kesehatan: status sekarang dan follow up dari masalah waktu yang


lalu
c) Perawatan routine: makan, tidur dan eliminasi
d) Perkembangan: evaluasi dengan performance di sekolah atau
dengan test standar (Denver II; tes IQ)
e)

Tingkah laku: temperamen dan interaksi dengan keluarga, teman


sebaya dan yang lainnya.

Informasi tentang lingkungan anak


a)

Komposisi keluarga (di rumah)

b)

Jadual pengasuhan anak: siapa dan kapan

c) Stress keluarga: pekerjaan, finansial, penyakit, kematian, pindah


rumah, perkawinan dan hubungan lainnya
d)

Family supports: kerabat, teman, organisasi, sumber-sumber


material

e)

Stimulasi di rumah
pre school/sekolah, peers, organisasi

f)

Stimulasi/aktivitas di luar rumah

g)

Keamanan

Prinsip-prinsip dasar tentang persyaratan Anticipatory Guidance.


a.

Berikan

kesempatan

pada

orang

tua

dan

anak

untuk

mengungkapkan permasalahan mereka pada awal setiap kunjungan.


b.

Bangun interaksi yang hangat dengan si anak pada tiap kunjungan


dengan memberi sapa, berbicara dan bermain dengan anak sebelum
melakukan interaksi yang lebih menakutkan anak seperti PE dan
imunisasi.

c.

Selalu cari tahu tentang bagaimana sesuatu berlangsung pada


orangtua dengan puji orangtua, dorong orangtua untuk punya
waktu bagi diri mereka sendiri dan keduanya.

2.

Membangun hubungan terapeutik


5

Membangun hubungan terapeutik berdasar pada mutual trust dan respect


adalah Anticipatory Guidance efektif. Hubungan Terapeutik merupakan sumber
yang sangat penting bagi dukungan emosional dengan mendengar dengan
respek berempati pada frustrasi orangtua, mendorong parenting yang efektif
akan membantu ortu mendapat rasa kompetensi dan percaya diri dalam pola
mengasuh anak mereka. Penting juga membangun hubungan terapuetik dengan
si anak jika anak menjadi lebih independent.
3.

Menyediakan edukasi dan bimbingan


Memberi edukasi Berdasar data yang diperoleh dari pengkajian (diberikan

secara individual). Topik-topik yang penting pada semua umur dan layak
dipertimbangkan, yaitu :
a. Stress keluarga, misal : orangtua single, perceraian, perpisahan, pindah,
pengangguran, sakit, mati.
b. Temperamen
c. Anak yang terburu-buru, seperti jadwal padat dan pressure untuk
berprestasi dan tumbuh dengan cepat.
d. Self-esteem, yaitu perkembangan sense of competence.
C. Bimbingan Orang tua Berdasarkan Tahap Tumbuh Kembang Anak
1. TAHUN PERTAMA
a. Enam Bulan Pertama
a) Memahami akan adanya proses penyesuaian orang tua dengan
bayinya.
b) Mengajarkan perawatan infant dan membantu orang tua untuk
memahami sebagai individu yang mempunyai kebutuhan dan
bagaimana bayi mengekspresikan apa yang diinginkannya melalui
menangis.
c) Menentramkan orang tua bahwa bayinya tidak akan menjadi manja
dengan adanya perhatian yang penuh selama 4-6 bulan pertama.
d) Menganjurkan orang tua untuk memahami jadwal dalam memenuhi
kebutuhan bayi.

e) Membantu orang tua untuk memahami kebutuhan bayi terhadap


stimulasi lingkungan.
f) Menyokong kesenangan orang tua dalam melihat pertumbuhan dan
perkembangan bayinya.
g) Menyiapkan orang tua akan kebutuhan bayinya tentang rasa aman.
h) Menyiapkan orang tua untuk memulai memberikan makanan padat.
b. Enam Bulan Kedua
a) Menyiapka orang tua akan adanya ketakutan bayinya terhadap orang
yang tidak dikenal
b) Menganjurkan orang tua untuk menghindarkan perpisahan yang
lama dengan bayinya
c) Membimbing orang tua untuk disiplin karena makin meningkatnya
mobilitas bayi
d) Menganjurkan kontak mata daripada hukuman badan sebagai suatu
disiplin
e) Menganjurkan orang tua untuk lebih banyak perhatian bila bayinya
berkelakuan baik daripada ketika menangis
f) Mengajurkan orang tua untuk meninggalkan bayinya dengan

2.

pengganti ibu yang sesuai


g) Mendiskusikan persiapan penyapihan
h) Menggali perasaan orang tua tentang pola tidur bayi.
USIA TOODLER
a. Usia 12-18 bulan
a) Menyiapkan orang tua untuk antisipasi adanya perubahan tingkah
laku dari toodler terutama negativism
b) Mengkaji kebiasaan makan dan secara bertahap penyapihan dari
botol serta peningkatan asupan makanan padat
c) Menyediakan makanan selingan antara 2 waktu makan dengan rasa
yang disukaiyang merupakan
d) Mengkaji pola tidur malam, kebiasaan memakai botol yang
merupakan penyebab utama gigi berlubang
e) Mencegah bahaya yang dapat terjadi di rumah
f) Perlu
ketentuan-ketentuan/disiplin
dengan

lembut

untuk

meminimalkan negativism, tempertantrum serta penekanan akan


kebutuhan yang positif dan disiplin yang sesuai
g) Perlunya mainan yang dapat meningkatkan berbagai aspek
perkembangan anak
b. Usia 18-24 bulan
7

a) Menekankan pentingnya persahabatan dalam bermain


b) Menggali kebutuhan untuk menyiapkan kehadiran adik baru
c) Menekankan kebutuhan akan pengawasan terhadap kesehatan gigi
d)
e)
f)
g)

dan kebiasaan-kebiasaan pencetus gigi berlubang


Mendiskusikan metode disiplin yang ada
Mendiskusikan kesiapan psikis dan fisik anak untuk toilet training
Mendiskusikan berkembangnya rasa takut anak
Menyiapkan orang tua akan adanya tanda regresi pada waktu

mengalami stress
h) Mengkaji kemampuan anak untuk berpisah dengan orang tua
i) Memberi kesempatan orang tua untuk mengekspresikan kelelahan,
frustasi dan kejengkelan dalam merawat anak usia toodler
c. Usia 24-36 bulan
a) Mendiskusikan pentingnya meniru dan kebutuhan anak untuk
dilibatkan dalam kegiatan.
b) Mendiskusikan pendekatan yang dilakuakan dalm toilet training
c) Menekankan keunikan dari proses berfikir toodler terutama untuk
bahasa yang diungkapkan
d) Menekankan disiplin harus tetap terstruktur dengan benar dan

3.

nyata, hindari kebingungan dan salah pengertian


e) Mendiskusikan adanya taman kanak-kanak atau play group
PRA SEKOLAH
a. Usia 3 tahun
a) Menganjurkan orang tua untuk meningkatkan minat anak dalam
hubungan yang luas
b) Menekankan pentingnya batas-batas / peraturan-peraturan
c) Mengantisipasi perubahan perilaku agresif
d) Menganjurkan orang tua menawarkan anaknya alternativealternatif pilihan pada saat anak bimbang
e) Perlunya perhatian ekstra
b. Usia 4 tahun
a) Perilaku lebih agresif termasuk aktivitas motorik dan bahasa
b) Menyiapkan meningkatnya rasa ingin tahu tentang seksual
c) Menekankan pentingnya batas-batas yang realistis
c. Usia 5 tahun
a) Menyiapkan anak memasuki lingkungan sekolah
b)
Meyakinkan bahwa usia tersebut adalah periode tenang
pada anak
8

4.

USIA SEKOLAH
a. Usia 6 tahun
a) Bantu orang

tua

memahami

kebutuhan

mendorong

anak

berinteraksi dengan teman


b) Ajarkan pencegahan kecelakaan dan keamanan terutama naik
sepeda
c) Siapkan orang tua akan peningkatan interst anak ke luar rumah
d) Dorong orang tua untuk respek terhadap kebutuhan anak akan
privacy dan menyiapkan kamar tidur yang berbeda
b. Usia 7-10 tahun
a)
Menakankan
untuk
mendorong
kebutuhan

akan

kemandirian
b)
Tertarik beraktifitas diluar rumah
c)
Siapkan orang tua untuk perubahan pada wanita pubertas
c. Usia 11-12 tahun
a) Bantu orang tua untuk menyiapkan anak tentang perubahan tubuh
pubertas
b) Anak wanita pertumbuhan cepat
c) Sex education yang adekuat dan informasi yang adekuat.
D. Pencegahan Terhadap Kecelakaan
Kecelakaan merupakan kejadian yang dapat menyebabkan
kematian pada anak. Kepribadian adalah factor pendukung terjadinya
kecelakaan. Orang tua bertanggungjawab terhadap kebutuhan anak,
menyadari karakteristik perilaku yang menimbulkan kecelakaan waspada
terhadap factor-faktor lingkungan yang mengancam keamanan anak. Faktorfaktor yang dapat menyebabkan kecelakaan di antaranya adalah jenis
kelamin, usia dan lingkungan. Untuk jenis kelamin biasanya lebih banyak
pada laki-laki karena lebih aktif di rumah. Untuk usia pada kemampuan fisik
dan kognitif,

semakin besar akan semakin tahu mana yang bahaya.

Sedangkan untuk lingkungan adalah dapat dilihat dari adanya penjaga atau
pengasuh.
Cara Pencegahan :
a. Pemahaman tingkat perkembangan dan tingkahlaku anak.
b. Kualitas asuhan meningkat.
c. Lingkungan aman.
d. Bahaya umum yang harus diperhatikan orang tua:
e. Lantai rumah yang basah atau licin
f. Rumah dengan tangga yang curam 7 tidak ada pegangan
9

g. Alat makan dari bahan pecah belah


h. Penyimpanan zat berbahaya yang terbuka & dapat dijangkau anak
i. Adanya sumur yang terbuka
j. Adanya parit di depan/samping rumah
k. Rumah yang letaknya di pinggir jalan raya
l. Kompor/alat memasak yang dijangkau anak
m. Kabel listrik yang berantakan
n. Stop kontak yang tidak tertutup
Upaya yang dapat dilakukan orang tua di rumah:
a. Benda tajam disimpan di tempat yang aman
b. Benda kecil disimpan dalam laci yang tertutup
c. Zat yang berbahaya disimpan dalam almari terkunci
d. Amankan kompor dan berikan penutup yang aman
e. Jaga lantai rumah selalu bersih dan kering
f. Apabila ada tangga, pasang pintu di bagian bawah atau atas tangga
g. Sekring listrik harus tertutup
h. Apabila ada parit, tutup dengan papan atau semen
i. Bagi yang rumahnya di tepi jalan raya, sebaiknya da pintu pagar yang
j.
k.

tertutup rapat
Apabila ada sumur, tutup sehingga tidak bisa dibuka anak
Bila bayi tidur, berikan p[engaman di pinggir tempat tidur

Pencegahan terhadap kecelakaan menurut tumbuh kembang


1. Masa Bayi
Jenis kecelakaan : Aspirasi benda, jatuh, luka baker, keracunan, kurang
O2.
Pencegahan:
a. Aspirasi : bedak, kancing, permen (hati-hati).
b. Kurang O2 : plastic, sarung bantal.
c. Jatuh : tempat tidur ditutup, pengaman (restraint), tidak pakai kursi
tinggi.
d. Luka bakar : cek air mandi sebelum dipakai.
e. Keracunan : simpan bahan toxic dilemari.
2. Masa Toddler
Jenis kecelakaan :
a. Jatuh/luka akibat mengendarai sepeda.
b. Tenggelam.
c. Keracunan atau terbakar.
d. Tertabrak karena lari mengejar bola/balon.
e. Aspirasi dan asfiksia.
Pencegahan :
a. Awasi jika dekat sumber air.
b. Ajarkan berenang.
10

c. Simpan korek api, hati-hati terhadap kompor masak dan strika.


d. Tempatkan bahan kimia/toxic di lemari.
e. Jangan biarkan anak main tanpa pengawasan.
f. Cek air mandi sebelum dipakai.
g. Tempatkan barang-barang berbahaya ditempat yang aman.
h. Jangan biarkan kabel listrik menggantung mudah ditarik.
i. Hindari makan ikan yang ada tulang dan makan permen yang keras.
j. Awasi pada saat memanjat, lari, lompat karena sense of balance.
3. Pra Sekolah
Kecelakaan terjadi karena anak kurang menyadari potensial bahaya :
obyek panas, benda tajam, akibat naik sepeda misalnya main di jalan, lari
mengambil bola/layangan, menyeberang jalan.
Pencegahan ada 2 cara ;
a. Mengontrol lingkungan.
b. Mendidik anak terhadap keamanan dan potensial bahaya.
a) Jauhkan korek api dari jangkauan.
b) Mengamankan tempat-tempat yang secara potensial dapat
membahayakan anak.
c) Mendidik anak :
i.
Cara menyeberang jalan.
ii.
Arti rambu-rambu lalulintas.
iii. Cara mengendarai sepeda yang aman peran orang tua =
perlu belajar mengontrol lingkungan.
4. Usia Sekolah
a. Anak sudah berpikir sebelum bertindak.
b. Aktif dalam kegiatan : mengendarai sepeda, mendaki gunung,
berenang.
Perawat mengajarkan keamanan :
a. Aturan lalu-lintas bagi pengendara sepeda.
b. Aturan yang aman dalam berenang
c. Mengawasi pada saat anak menggunakan alat berbahaya : gergaji, alat
listrik.
d. Mengajarkan agar tidak menggunakan alat yang bisa meledak/terbakar.
5. Remaja
a. Penggunaan kendaraan bermotor bila jatuh dapat : fraktur, luka pada
kepala.
b. Kecelakaan karena olah raga.
Pencegahan
a. Perlu petunjuk dalam penggunaan kendaraan bermotor sebelumnya ada
negosiasi antara orang tua dengan remaja.
b. Menggunakan alat pengaman yang sesuai.
c. Melakukan latihan fisik yang sesuai sebelum melakukan olah raga.
11

BAB III
PENUTUP
A Kesimpulan
Anticipatory guidance adalah petunjuk yang perlu diketahui
terlebih dahulu agar orang tua dapat mengarahkan dan membimbing
anaknya secara bijaksana sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang
secara normal.Upaya bimbingan ini diberikan kepada orang tua tentang
tahapan perkembangan sehingga orang tua sadar akan apa yang terjadi dan
dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan usia anak
Anticipatory Guidance merupakan kunci penting untuk mencapai
tujuan perawatan pediatrik primer yang menyangkut promosi kesehatan
dan pencegahan penyakit. Dengan memberitahukan upaya ataupun
aktivitas yang dapat dilakukan orang tua dalam anticipatory guidance
dapat mencegah anak dari kecelakaan dan dari bahaya yang mengancam.
B Saran
Setelah mengetahui tentang Ancipatory Guidance diharapkan bagi
para pembaca dapat lebih mengerti dan sebagai perawat ataupun tenaga
kesehatan kita harus dapat memberikan pengarahan kepada keluarga
pasien khususnya orang tua tentang Anticipatory Guidance dengan benar
agar anak terhindar dari bahaya yang mengancam keselamatan.

DAFTAR PUSTAKA
Hurlock E B. 1991. Perkembangan Anak Jilid I. Erlangga: Jakarta.
Markum dkk. 1990. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak. IDI: Jakarta.

12

Hastuti, Apriani. 2012. Petujuk Antisipasi (Anticipatory Guidance)


(http://apriyanipujihastuti.wordpress.com/2012/07/09/petunjuk-antisipasianticipatory-guidance /). Diakses tanggal 1 Maret 2015.

13

Anda mungkin juga menyukai