Anda di halaman 1dari 2

Mekanisme Penyakit Kretinisme, Gigantisme, Akromegali

1. Kretinisme / dwarfism

Kekurangan
hormone
yang
menunjang pertumbuhan pada
masa
kanak-kanak.
Selain
kurangnya
growth
hormone,
kretinisme juga disebabkan oleh
kurangnya
hormone
tiroid.
Kurangnya produksi hormone
tiroid disebabkan oleh kurangnya
bahan baku, yaitu yodium.
(Price,2006)
2. Gigantisme dan Akromegali

Akromegali dan gigantisme merupakan penyakit kronis yang diakibatkan oleh


kelebihan GH (growth hormone) / IGF-1 (insulin like growth factor-1). IGF
merupakan mediatorutama bagi efek GH dalam merangsang pertumbuhan.
(Guyton,1996)
Gigantisme :
Kelebihan Growth Hormon/ IGF-1
(insulin like growth factor-1) pada masa
kanak-kanak, dimana lempeng epifisis
(epiphyseal plate) pada ujung-ujung
tulang panjang masih belum tertutup,
akan berakibat timbulnya tubuh raksasa,
yang
sering
disebut
gigantisme.
(Syaiffudin,2006)

Akromegali :
kelebihan Growth Hormon/ IGF1 (insulin like growth factor-1) terjadi
setelah dewasa, dimana lempeng
efisisnya sudah menutup sehingga
menyebabkan penebalan tulang dan
pertumbuhan
avise
romegali
melintang,maka yang terjadi adalah
akromegali.(Syaiffudin,2006)

Daftar pustaka

Price, A Sylvia dan Lorraine M Wilson. 2006. Patofisiologi vol 2 edisi 6. Jakarta: EGC.
Guyton. 1996. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit. Jakarta: EGC.
Syaiffudin. 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan. Jakarta: EGC.