Anda di halaman 1dari 6

PPH FINAL

Dari segi cara pengenaan


pajak atas penghasilan
Penghasilan yang merupakan Objek
Pajak yang dipotong PPh Final (Pasal 4
ayat (2)).
Penghasilan yang bukan merupakan
Objek Pajak (Pasal 4 ayat (3))
Penghasilan yang merupakan Objek
Pajak PPh tidak bersifat Final (Pasal 4
ayat (1))

PPh Final
Dalam rangka penghitungan SPT Tahunan,
penghasilan yg dikenakan PPh Final tdk digabung
dengan penghasilan lain (non final)
PPh final yang dibayar/dipotong tdk dapat
dikreditkan
Biaya utk menghasilkan, menagih dan memelihara
penghasilan yang PPh-nya final tdk dapat
dikurangkan

Bukan Objek Pajak (1)

Bantuan atau sumbangan, termasuk zakat


Harta hibahan yg diterima oleh
Keluarga sedarah dlm grs keturunan lurus 1 derajat
Pengusaha kecil yg ditetapkan Menteri Keuangan
Sepanjang tdk ada hubungan usaha, pekerjaan, kepemilikan /
penguasaan
Warisan
Harta termasuk setoran tunai yg diterima oleh Badan sbg
pengganti saham / penyertaan modal
Penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa
dalam bentuk natura atau kenikmatan dari wajib pajak atau
pemerintah
Pembayaran dari perusahaan asuransi kepada orang pribadi
sehubungan dengan asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan,
asuransi jiwa, asuransi dwi guna, dan asuransi bea siswa

Bukan Objek Pajak (2)


Dividen diperoleh Perseroan Terbatas dari
penyertaan modal pada badan usaha yang didirikan
dan berkedudukan di Indonesia,
Iuran yang diterima dana pensiun yang pendiriannya
telah disahkan Menteri Keuangan
Penghasilan dana pensiun tersebut dari modal yang
ditanamkan dalam bidang-bidang tertentu,
Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota
dari perseroan komanditer, persekutuan,
perkumpulan, firma, dan kongsi yang modalnya
tidak terbagi atas saham-saham.

Bukan Objek Pajak (3)


Bunga

obligasi yang diterima atau diperoleh


perusahaan reksa dana selama 5 tahun
pertama sejak pendirian perusahaan atau sejak
pemberian ijin usaha.
Penghasilan yang diterima atau diperoleh
perusahaan modal ventura, berupa bagian
laba dari pasangan usaha