Anda di halaman 1dari 25

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang
telah memberikan limpahan rahmat kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
matematika tentang matriks.
Kami menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun sehingga dapat menjadi
koreksi yang baik bagi kami.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada :
1

Ibu Sri Mulyati, S.Si, MT, selaku dosen pembimbing mata kuliah matematika

dasar Prodi D-III Teknik Radiolgi Poltekkes Kemenkes Semarang,


Rekan-rekan mahasiswa Prodi D-III Teknik Radiologi Poltekkes Kemenkes

Semarang,
Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu yang telah mendukung
terselesaikannya makalah ini.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi kami saja,melainkan
juga bermanfaat bagi para pembaca.

Semarang, Oktober 2014

Tim Penyusun

DAFTAR ISI
Page | 1

Kata Pengantar......................................................................................

Daftar Isi ..............................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang ...................................................................
B Rumusan Masalah ...
C Tujuan Pembahasan

3
3

BAB II PEMBAHASAN
A
B
C
D
E
F
G

Pengertian Matriks .......................................................................


Bentuk Khas Matriks ....................................................................
Matriks Bersekat ..........................................................................
Determinan Matriks ........
Adjoin Matriks ....................
Penerapan Matriks Dalam Sistem Persamaan Linear ................
Soal-soal Matriks dan Pembahasannya .........................................

BAB III PENUTUP


Kesimpulan .................................................................................

24

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering berhadapan dengan persoalan yang
apabila kita telusuri ternyata merupakan masalah matematika. Dengan mengubahnya
kedalam bahasa atau persamaan matematika maka persoalan tersebut lebih mudah
Page | 2

diselesaikan. Tetapi terkadang suatu persoalan sering kali memuat lebih dari dua
persamaan dan beberapa variabel, sehingga kita mengalami kesulitan untuk mencari
hubungan antara variabel-variabelnya. Bahkan dinegara maju sering ditemukan model
ekonomi yang harus memecahkan suatu sistem persamaan dengan puluhan atau
ratusan variabel yang nilainya harus ditentukan.
Matriks, pada dasarnya merupakan suatu alat atau instrumen yang cukup
ampuh untuk memecahkan persoalan tersebut. Dengan menggunakan matriks
memudahkan kita untuk membuat analisa-analisa yang mencakup hubungan variabelvariabel dari suatu persoalan. Pada awalnya matrik ditemukan dalam sebuah studi
yang dilakukan oleh seorang ilmuan yang berasal dari Inggris yang bernama Arthur
Cayley (1821-1895) yang mana studi yang dilakukan untuk meneliti persamaan linier
dan transformasi linear, awal dari semua ini matrik dianggap sebagai sebuah
permainan karena matrik dapat diaplikasikan, sedangkan pada tahun 1925 matrik
digunakan sebagai kuantum dan pada perkembangannya matrik digunakan dalam
berbagai
Profil

bidang.

Arthur

Cayley

Arthur Cayley (16 Agustus


1821 26 Januari 1895)
merupakan

seorang

ahli

matematika berkebangsaan
Inggris.

Dia

merupakan

orang

pertama

yang

menemukan rumus matriks.


Pada usia 17 tahun, dia tinggal di Trinity College, Cambridge. Cayley berhasil menemukan
berbagai macam rumus senyawa kimia. Dia berhasil menemukan Teorema Cayley. Dia wafat
pada tahun 1895.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas kami menemukan permasalahan sebagai berikut :
1. Apa pengertian atau definisi matriks serta bagaimana pengertian determinan dan
invers matriks?
2. Bagaimana operasi penyelesaian matriks dan permasalahan pada matriks?
C. Tujuan Pembahasan
Berdasarkan uraian di atas kami menemukan permasalahan sebagai berikut :
1. Menjelaskan tentang pengertian dan definisi matriks, dan pengertian determinan dan invers
matriks.
Page | 3

2. Menjelaskan tentang jenis-jenis operasi matriks dan penyelesaian masalah pada matriks.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Matriks
a. Definisi Matriks

`Menurut Nasoetion (1980:24), suatu matriks merupakan himpunan unsurunsur yang disusun berdasarkan penggolongan terhadap dua sifat yang sering
disebut dengan istilah baris dan kolam. Susunan bilangan - bilangan yang diatur
pada

baris

dan

kolom

dan

letaknya

diantara

dua

buah

kurung

(http://www.Belajar-Matematika.com ). Sederetan bilangan yang berbentuk segi


empat

yang

diapit

oleh

sepasang

kurung

siku

(http://www.p4tkmatematika.org/downloads/smk/Matriks).
Berdasarkan pemaparan tersebut maka dapat disimpulkan, Matriks merupakan
susunan bilangan-bilangan yang berbentuk siku-empat terdiri dari baris dan
kolom dengan diapit oleh sepasang kurung siku. Sebagai contoh :
2 2 5
3 3
1 3 1
a.
dan
b. 1 2
5 12 9

[ ]

Page | 4

Baris suatu matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang mendatar dalam


matriks. Kolom suatu matriks adalah susunan bilangan-bilangan yang tegak
dalam matriks.
Bentuk umum :

Secara umum matriks Amxn =

a11 a1 n

am 1 a mn

Perhatikan bahwa elemen matriks A tersebut berindeks rangkap misalnya a 11,


yang artinya matriks A pada baris ke-1 dan kolom ke-1. Untuk lebih jelasnya
bentuk umum seperti :

Amxn = [ aij ] mxn

a 11 a 1 j . a 1 n
a 21 a 2 j . a 2 n
ai 1 aij . ain
am1 amj . amn

m= baris
i = 1,2m
n= kolom
j= 1,2n
Matriks dinotasikan dengan huruf capital misalnya A, B, C dan lain-lain.
Banyanya baris dan banyaknya kolom menentukan ukuran dari matriks tersebut
yang disebut ordo matriks. Perhatikan bahwa elemen dari matriks A di atas, misal
a21 menyatakan elemen pada matriks A tersebut terletak pada baris ke 2 dan kolom
ke 1. Sedangkan matriks A berordo mxn dan ditulis Amxn.
Jadi, Matriks adalah kumpulan bilangan-bilangan yang disusun secara khusus dalam
bentuk baris dan kolom sehingga membentuk persegi panjang dan bujur sangkar dimana
panjang dan lebarnya ditunjukkan oleh kolom dan baris yang ditulis diantara dua tanda
kurung, yaitu ( ) dan [ ].
b. Simbol Matriks
Pada umumnya simbol matriks berbentuk | |, [ ], ( ). Secara umum sebuah matriks
dapat ditulis :

Page | 5

a11
a
21

ai1

Amxn =

a m1

a12
a 22

a1 j
a2 j

ai 2

aij

a mj

am2

a1n
a 2 n

ain

a mn

Matriks juga dapat dinyatakan sebagai: Amxn = [aij]mxn


Dimana: aij = elemen atau unsur matriks
i = 1,2,3,...m, indeks baris
j = 1,2,3,...n, indeks kolom
c. Bentuk-Bentuk Matriks
1. Ordo 2 x 1 mengandung pengertian 2 baris dan 1 kolom.

Misalnya:

a
b

2. Ordo 2 x 2 mengandung pengertian 2 baris dan 2 kolom.

Misalnya:

a b
c d

3. Ordo 3 x 3 mengandung pengertian 3 baris dan 3 kolom.

a
d

b
e
h

c
f

Misalnya:

B. Bentuk Khas Matriks


Matriks Nol
Yaitu matriks yang semua elemen penyusunnya adalah nol dan dinotasikan sebagai O.
0 0 0
Contoh: O2x3 =
0 0 0
Matriks Diagonal
Page | 6

Yaitu matriks persegi yang semua elemen diatas dan dibawah diagonal utamanya
adalah nol.

[ ]
1 0
0 3

Contoh: F2x2 =

Matriks Skalar
Yaitu matriks diagonal yang semua elemen pada diagonalnya sama dan elemenelemen selain diagonal utama adalah 0.
3 0
Contoh: F2x2 = 0 3

[ ]

Matriks Simetri
Yaitu matriks persegi

yang

setiap

elemennya

selain

elemen diagonal adalah simetri terhadap diagonal utama, atau matriks dimana
susunan elemen-elemen antara matriks dengan transposenya sama. C=CT; maka C
adalah matriks simetris
1 2 3
2 2 5
Contoh: C3x3 =
3 5 3
Matriks Simetri Miring
Yaitu Matriks simetri yang elemen-elemennya selain elemen diagonal saling
berlawanan.
Contoh: W3x3 =

1 2 3
2
2 5
3 5 3

Matriks Identitas (satuan)


Yaitu matriks diagonal yang semua elemen pada diagonal utamanya adalah satu dan
elemen yang lain adalah nol dan dinotasikan sebagai I.
1 0 0
Contoh: I3x3 = 0 1 0
0 0 1

[ ]

Matriks Segitiga Atas


Yaitu dikatakan segitiga atas jika aij = 0 untuk i>j dengan kata lain matriks persegi
yang elemen-elemen di bawah diagonal utamanya adalah nol.
2 3 3
0 1 1
Contoh: K3x3 =
0 0 8

[ ]

Matriks
Segitiga
Bawah
Yaitu dikatakan segitiga bawah jika aij = 0 untuk i<j dengan kata lain matriks persegi
yang elemen-elemen di atas diagonal utamanya adalah nol.

Page | 7

[ ]
2 0 0
2 1 0
3 1 8

Contoh: V3x3 =
Matriks Transpose

Yaitu matriks yang diperoleh dari memindahkan elemen-elemen baris menjadi elemen
pada kolom atau sebaliknya. Transpose suatu matriks dilambangkan dengan T, misal
transpose matriks B dilambangkan dengan BT

Contoh: B2x3 =

1 2 3
T
0 3 4 , maka B =

1 0
2 3
3 4

Perhatikan bahwa ordo dari BT adalah 3x2. Sehingga pada matriks transpose baris
menjadi kolom dan sebaliknya, kolom menjadi baris.
C. Matriks Bersekat
Kegunaan : untuk mempermudah dalam pengoperasian, khususnya untuk Matriks
berordo tinggi.
Jika dua Matriks seordo disekat secara sebangun, maka dapat dilakukan penjumlahan
dan pengurangan pada sekatan-sekatannya.
jika : Amxn A1 A2 dan Bmxn B1 B2
(A 1 dan B1 berorde m x n 1 serta A 2 dan B 2 berorde m x n 2 )
Maka : A B A1

A2 B1

B2 A1 B1

A2 B2

Berlaku juga untuk penyelesaian perkalian antar Matriks.


Matriks-Matriks yang akan dikalikan harus disekat sedemikian rupa sehingga
memenuhi syarat operasi perkalian.
Jumlah kolom dari sekatan-sekatan yang dikalikan harus sama dengan jumlah baris
dari sekatan-sekatan pengalinya.
jika : Amxn A1 A2 dimana A1 berorde m x n1 ,
A 2 berorde m x n2
B1
dimana B1 berorde n1 x p,
B2

dan Bnxp

B2 berorde n2 x p
Maka : AB A1

B1
A1 B1 A2 B2 mxp
B2

A2

Page | 8

contoh :
A A1

5 6 7 8

4 3 2 1

A2

5
A1 B1
4
7
A2 B2
2

2
4
B1

7
B2

5
1
0
9

3
6
8

6 2
3 4
8 7
1 3

5 3
34 31 51

1 6
20 23 30
0 8
73 72 72

9 2
17 9 18
107 103 123
AB A1 B1 A2 B2

37 32 48

D. Determinan Matriks
1. Determinan matriks ordo 2 x 2

Misalkan A =

a b
c d

adalah matriks yang berordo 2 x 2 dengan elemen a dan d

terletak pada diagonal utama, sedangkan b dan c terletak pada diagonal utama kedua.

A
Determinan matriks A dinotasikan det A atau

adalah suatu bilangan yang diperoleh

Page | 9

dengan mengurangi hasil kali elemen-elemen pada diagonal utama pertama dengan hasil
kali pada diagonal utama kedua.
Dengan demikian dapat diperoleh rumus det A sebagai berikut:

det A =

a b
c d

= ad bc

Contoh:
Tentukanlah determinan metriks matriks berikut:

A=

5 2
4 3

b.

4 1
3
2

Penyelesaian:

a.

det A =

b. det B =

5 2
4 3

= (5) (3) - (2) (4) = 7

4 1
3
2

= (-4) (2) (-1) (3) = -5

2. determinan matriks ordo 3 x 3

a11
a
21

a 31

a12
a 22
a32

a13
a 23
a33

jika A =

adalah matriks persegi berordo 3 x 3, determinan A

a11 a12
a
21 a 22
a 31 a32
dinyatakan dengan det A =

a13
a 23
a33
.

Ada dua cara yang dapat digunakan untuk menentukan matriks berordo 3 x 3, yaitu aturan
sarrus dan metode minor-kofaktor.

Page | 10

aturan sarrus
Untuk menentukan determinan dengan aturan sarrus, perhatikan alur berikut.
Misalnya kita akan menghitung determinan matriks A3x3, gambaran perhitungannya
adalah sebagai berikut:

a11
det A a 21
a31

a12
a 22
a32

a13 a11
a 23 a 21
a33 a31

a12
a 22
a 32

a11a 22 a33 a12 a 23 a31 a 13 a 21a32 a13 a 22 a31 a11a 23 a 32 a12 a 21a33
=
metode minor-kofaktor
Misalkan matriks A dituliskan dengan [aij]. Minor elemen aij yang dinotasikan dengan
Mij adalah determinan setelah elemen-elemen baris ke-i dan kolom ke-j dihilangkan.
Misalnya dari matriks A3x3 kita hilangkan baris ke-2 kolom ke-1 sehingga: A =

a11
a
21

a 31

a12
a 22
a32

a13

a 23
a33

a12
a
32
Akan diperoleh M21 =

a13
a 33
. M21 adalah minor dari elemen matriks A baris ke-2

kolom ke-1 atau M21 = a21.


Kofaktor elemen aij dinotasikan dengan Kij adalah hasil kali (-1)i+j dengan minor elemen
tersebut. Dengan demikian kofaktor suatu matriks dirumuskan dengan:
Kij= (-1)i+j Mij
Dari matriks A diatas, kita peroleh misalnya kofaktor a 21 dan a13 berturut-turut adalah :
K21=(-1)2+1M21= -M21
K13=(-1)1+3M13= -M13

Page | 11

k11
k
21
k 31

k12
k 22
k 32

k13

k 23
k 33

Kofaktor dari matriks A3x3 adalah (kof) A =


Nilai dari suatu determinan merupakan hasil penjumlahan dari perkalian suatu
elemen-elemen suatu baris (atau kolom) dengan kofaktornya. Untuk menghitung
determinan, kita dapat memeilih terlebih dahulu sebuah baris (atau kolom) kemudian
kita gunakan aturan diatas. Perhatikan cara menentukan determinan berikut:

a11
a
21

a 31

a12
a 22
a32

a13

a 23
a33

Misalkan diketahui matriks A =


Determinan matriks A dapat dihitung dengan cara berikut:
Kita pilih baris pertama sehingga:

a11k11 a12 k12 a13 k13


det A =

a11 (1)11 M 11 a12 (1)1 2 M 12 a13 (1)13 M 13


=

a 22
a32

a11

a 23
a 23
a
a
a12 21
a13 21

a33
a31 a33
a31

a 22
a32

a11 (a 22 a33 a 23 a32 ) a12 (a 21a33 a 23 a 31 ) a13 (a 21a32 a 22 a31 )


=

a11a 22 a33 a11a 23 a32 a12 a 21a 33 a12 a 23 a 31 a13 a 21a32 a13 a 22 a31
=

a11a 22 a33 a12 a 23 a31 a13 a 21a32 a11a 23 a32 a12 a 21a33 a13 a 22 a31
=
Tampak bahwa det A matriks ordo 3 x 3 yang diselesaikan dengan cara minor
kofaktor hasilnya sama dengan det A dengan menggunakan cara sarrus.
Contoh:

Page | 12

1 2 3
2 1 4

3 1 2
Tentukan determinan dari matriks A =

dengan aturan sarrus dan minor

kofaktor!
Penyelesaian:
Cara 1 (aturan sarrus):

1 2 3
2 1 4

3 1 2
det A =
= (1 x 1 x 2) + (2 x 4 x 3) + (3 x 2 x 1) (3 x 1 x 3) (1 x 4 x1) (2 x 2 x 2)
= 2 + 24 + 6 9 4 8
= 11
Cara 2 (minor-kofaktor):

det A = 1

1 4
2 4
2 1
1 2 2 3 2 3 3 1

= 1 (2 4) 2 (4 12) + 3 (2 3)
= 1 (-2) 2(-8) + 3(-1)
= -2 + 16 3 = 11
3.

Sifat-Sifat Determinan Matriks


Berikut beberapa sifat determinan matriks:
1. jika semua elemen dari salah satu baris/kolom sama dengan nol maka determinan
matriks itu nol.

Misal: A =

0 0
2 3

2 3 1
0 0 0 B 0

5 4 1

A 0

B=
Page | 13

2. jika semua elemen dari salah satu baris/kolom sama dengan baris/kolom elemen-elemen
lain maka determinan matriks itu nol.

4 3 2
5 7 8 B 0

4 3 2
Misal: B =

(karena elemen-elemen baris ke-1 dan ke-3 sama).

3. Jika elemen-elemen salah satu kolom/baris merupakan kelipatan dari elemen-elemen


baris/kolom lain maka determinan matriks itu sama dengan nol.

1 2 3
5 7 0 A 0

2 4 6
Misal: A =

(karena elemen-elemen baris ke-3 merupakan

kelipatan elemen-elemen baris ke-1)

AB A x B
4.

AT A
5.

, untuk AT adalah transpose dari matriks A.

A 1

1
A
, untuk A-1 adalah invers dari matriks A

6.

kA kn A
7.

untuk A ordo n x n dan k suatu konstanta.

E. Adjoin Matriks
Adalah transpose dari kofaktor-kofaktor matriks tersebut, dilambangkan dengan adj
A= (ij)T
Contoh :
1 2 1
0 2 1
H=
2 0 2

[ ]

kita telah mengetahui sebelumnya 11= 4, 12= 2,

13= -4,
21= (-1)2+1

| |

2 1 =
0 2

-4, 22= (-1)2+2

| |

1 1 =
0
2 2
Page | 14

23= (-1)2+3
32= (-1)3+2

| |
| |

1 2 =4 ,
31= (-1)3+1
2 0

maka adj H =

| |
| |
2 1
2 1

1 1 =
-1, 33= (-1)3+3
0 1

11 21 31
12 22 32
13 23 33

1 2
0 2

] [
=

=0
=2

4 4 0
2
0 1
4 4
2

F. Penerapan Matriks Dalam Sistem Persamaan Linear


Pada bab sebelumnya telah dibahas tentang penyelesaian system persamaan linear
dengan menggunakan metode grafik, metode eliminasi, dan metode substitusi. Pada bab ini,
kita akan menyelesaikan system persamaan linear tersebut dengan menggunakan matriks.
Misalkan, sistem persamaan linear berikut.
ax + by = e
cx + dy = f
Sistem persamaan linear tersebut dapat kita tuliskan dalam persamaan
matriks berikut.

a b

c d

x e

y f

Persamaan matriks ini dapat kita selesaikan dengan menggunakan sifat berikut.
1. Jika XA=B, maka X=A-1B, dengan |A| 0
2. Jika XA=B, maka X=BA-1, dengan |A| 0
Contoh:
Tentukanlah penyelesaian sistem persamaan linear berikut!
3x - 4y = 5
5x + 6y = 1

Penyelesaian:
Terlebih dahulu, ubah sistem persamaan linear tersebut menjadi persamaan matriks berikut.

3 4 x 5


5 6 y 1
A
X B
Kemudian, tentukan determinan matriks A, yaitu :

3 4
18 20 38
A
5 6
Penyelesaian sistem persamaan linear tersebut dapat kita tentukan dengan cara berikut.

Page | 15

A 1

1 6 4

38 5 3

17
x
6
4
5

19
1



11
y

5
3
1
38


19
1
A
A
B
jadi, x

17
19

dan

11
19

Selain dengan cara di atas, sistem persamaan linear dapat juga diselesaikan dengan
menggunakan aturan Cramer berikut.

x1

A1
A

, x2

A2
A

,, x j

Aj
A

Jika AX=B maka


Aj adalah matriks yang didapat dengan mengganti elemen-elemen pada kolom-j dari
matriks A dengan elemen-elemen matriks B.
Contoh:
Tentukanlah penyelesaian sistem persamaan linear berikut!
3x - 4y = 5
5x + 6y = 1
Penyelesaian:
Terlebih dahulu tentukan A,A1, dan A2
4
3
38
A
6
5
4
5
34
A1
6
1
5
3
22
A2
5
1

A1
34
17
jadi x

A
38
19

Dengan

17
19

demikian,

dan

penyelesaian

dan y

sistem

A2
A

persamaan

22
11

38
19

linear

tersebut

adalah

11
19

G. Soal-soal Matriks dan Pembahasannya

Page | 16

Page | 17

Page | 18

Page | 19

Page | 20

Page | 21

Page | 22

Page | 23

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Matriks adalah kumpulan bilangan-bilangan yang disusun secara khusus dalam
bentuk baris dan kolom sehingga membentuk persegi panjang dan bujur sangkar dimana
panjang dan lebarnya ditunjukkan oleh kolom dan baris yang ditulis diantara dua tanda
kurung, yaitu ( ) dan [ ].
Pada dasarnya dalam kehidupan sehari-hari kita sering berhadapan dengan persoalan
yang apabila kita telusuri ternyata merupakan masalah matematika. Dengan kata lain kita
selalu bersentuhan dengan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan matematika entah itu
kita sadari ataupun tidak. Agar mudah difahami maka persoalan tersebut diubah kedalam
bahasa atau persamaan matematika supaya persoalan tersebut lebih mudah diselesaikan.
Diatas juga telah dijeleskan macam-macam matriks, aljabar matriks, nilai eigen dan vektor
eigen serta penerapan matriks dalam ilmu fisika. Tetapi terkadang suatu persoalan sering kali
memuat lebih dari dua persamaan dan beberapa variabel, sehingga kita mengalami kesulitan
untuk mencari hubungan antara variabel-variabelnya.

Page | 24

DAFTAR PUSTAKA

Chiang, Alpha C., Dasar-Dasar Matematika Ekonomi, Jilid 1, Edisi Ketiga,


Penerbit Erlangga, Jakarta
Dumairy, (2003/2004), Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi,
Cetakan ke 12, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta.
H.Johanes dan Budiono Sri Handoko, (1994), Pengantar Matematika untuk
Ekonomi, LP3ES, Jakarta.
Johanes, Kastolan, Sulasim. 2006. Kompetensi matematika. Jakarta: Yudhistira.
JR, Frank Ayres. 1985. Teori dan soal-soal matriks (versi S1/matriks). Jakarta:
Erlangga.
Tim penyusun soal. 2008. Detik-detik ujian nasional. Klaten: Intan Pariwara.
Matriks(online). (www.belajar-matematika.com, diakses 24 september 2010).

Page | 25