Anda di halaman 1dari 6

PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGI

IBU HAMIL TM I, II, III PADA SISTEM INTEGUMEN

Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Asuhan Kebidanan


Masa Prakonsepsi dan Kehamilan
Disusun oleh
Kelompok IX
Susyanti
Tri Maulina Mursyidah
Vici Inayatillah
Vinny Vilma Al Vionita A
Windari

B0013093
B0013094
B0013095
B0013096
B0013097

PRODI D-III KEBIDANAN


STIKES BHAKTI MANDALA HUSADA
Jl. Cut Cyak Dien No. 16, Desa Kalisapu. Kec. Slawi Kab. Tegal
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat
yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ISS Mata Kuliah Asuhan kebidanan Masa Pra Konsepsi dan
Kehamilan.Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Tanjung
R, SST sebagai dosen koordinator Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Masa Pra
Konsepsi dan Kehamilan, dan kepada Ibu Siswati SST sebagai dosen fasilitator
ISS Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Masa Pra Konsepsi dan Kehamilan, serta
tidak lupa kami mengucapkan terima kasih juga untuk teman-teman yang telah
bekerja sama dengan baik dalam pembuatan laporan ini.
Makalah ini tentunya belum cukup sempurna, untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan sarannya dari pembaca yang bersifat membangun.
Penulis berharap, semoga laporan ini bermanfaat bagi siapa saja yang
membacanya.

Slawi, April 2014

Penulis

PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGI IBU HAMIL


TM I, II, III PADA SISTEM INTEGUMEN

A. DEFINISI ANATOMI
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh
baik secara keseluruhan maupun bagian-bagiannya serta hubungan alat
tubuh yang satu dengan yang lain. (Syaifuddin, 1997; h.1)
B. DEFINISI FISIOLOGI
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi atau kerja tubuh
manusia dalam keadaan normal. (Pearce, 2006; h.1)
C. DEFINISI KEHAMILAN
Kehamilan adalah

pertumbuhan

dan

perkembangan

janin

intrauterine (dalam kandungan) dimulai sejak konsepsi dan berakhir


sampai permulaan persalinan.Kehamilan berkaitan dengan perubahan
tubuh wanita, khususnya genetalia eksterna, genetalia interna sampai
payudara, karena adanya peranan hormon estrogen, progesteron dan
somatotropin. (Maryunani, 2010; h.294)
D. DEFINISI SISTEM INTEGUMEN
Sistem integumen adalah organ yang vital, berfungsi sebagai barier
protektif yang memberikan respons baik terhadap tantangan eksternal
maupun internal dan berperan serta dalam pemeliharaan homeostasis.
(Anderson, 1996; h.49)

E. PERUBAHAN ANATOMI DAN ADAPTASI FISIOLOGI SISTEM


INTEGUMEN PADA KEHAMILAN
1. Anatomi
a. Trimester I
Menurut Maryunani (2010; h.309) :

1) Terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena hormon


hipofisis, yaitu MSH (Melanosphore Stimulating Hormon)
2) Bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak dikulit kening
atau dahi, pipi, hidung dan leher disebut melasma atau kloasma
(topeng kehamilan).
3) Pigmentasi disekeliling puting susu.
4) Terdapat linea alba/linea grisea adalah garis putih tipis yang
membentang dari simphisis pubis sampai umbilicus.
5) Pembuluh darah kecil yang berdinding tipis seringkali tampak
ditungkai bawah.
b. Trimester II
1.) Striae gravidarum
Janin tumbuh, uterus membesar dan menonjol keluar.
Hal ini menyebabkan tonjolan dan kemudian membusung.
Serabut-serabut elastik dari lapisan kulit terdalam terpisah dan
putus karena regangan. Tanda regangan inilah yang disebut
striae gravidarum. Pada 50% wanita hamil striae gravidarum
terlihat di abdomen dan bokong, kemudian akan menghilang
menjadi bayangan yang lebih terang setelah melahirkan.
(Hamilton, 1995; h.65)
2.) Vascular spider telangiektasia atau angioma
Bentuknya benjolan kecil dan merah, dengan cabang yang
meluas keluar. Ditemukan paling umum pada wajah, leher,
dada bagian atas serta lengan. Keadaan ini berkembang pada
kira-kira 65% wanita kulit putih dan 10% wanita kulit hitam
selama kehamilan. (Curtis, 1999; h.76)
c. Trimester III
1) Dinding abdomen
Pada bulan-bulan terakhir kehamilan, umumnya
muncul garis-garis kemerahan yang sedikit mencekung pada
kulit abdomen dan kadangkala pada kulit payudara dan paha.
Pada wanita multipara, selain striae kemerahan dari kehamilan
yang sekarang, sering terlihat garis-garis keperakan mengkilat

yang menunjukan sikatriks striae kehamilan sebelumnya.


Kadangkala otot dinding abdomen tidak dapat menahan
tegangan yang diberikan kepadanya, dan otot-otot rektus
terpisah digaris tengah, sehingga membentuk diastasis rekti
dengan lebar bervariasi. (Cunningham, 2006; h.186)
2) Terdapat linea alba/linea grisea
Adalah garis putih tipis yang membentang dari
simphisis pubis sampai umbilicus. (Jannah, 2012; h.103)
3) Linea nigra
Adalah garis tengah kulit perut menjadi lebih gelap
atau terpigmentasi dengan warna hitam coklat. (Jannah, 2012;
h.103)
2. Fisiologi pada Trimester I, II, III
Perubahan kondisi kulit yang berubah terbalik dari keadaan
semula, yang biasanya (pada saat belum hamil) kulit kering, maka
kiniakan menjadi berminyak, begitu pula sebaliknya. Hal ini terjadi
karena adanya perubahan hormon di dalam tubuh ibu hamil. (Hidayati,
2009; h.28)
Dari akhir bulan kedua sampai dengan aterm, terjadi
peningkatan pituitary melanin stimulating hormon yang menyebabkan
bermacam-macam tingkat pigmentasi. Hal ini dapat dijumpai hampir
pada seluruh wanita hamil, walaupun pigmentasinya bervariasi
menurut warna kulit dan ras, kulit terasa seperti terbakar selama
kehamilan akan bertahan lebih lama dibandingkan dengan yang lain.
(Universitas Sumatera Utara)
Proporsi pertumbuhan dibandingkan dengan rambut yang
sudah ada mengalami peningkatan. Pertumbuhan rambut normal
biasanya akan kembali terjadi setelah 6-12 bulan setelah melahirkan.
Hirsutisme ringan banyak terjadi selama kehamilan, terutama pada
wajah.(Frase, 2009; h.201-202)
Peningkatan suhu sebesar 0,2-0,4C efek dari progesteron dan
peningkatan BMR (Percepatan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar
minyak atau sebasea). (Frase, 2009; h.201-202)
F. KETIDAKNYAMANAN DALAM KEHAMILAN

1. Gatal (Pruritus Gravidarum)


Gatal merupakan gejala yang umum selama kehamilan. Tidak ada
benjolan atau lesi pada kulit, hanya gatal saja. Hampir 20% dari semua
wanita hamil mengalami gatal-gatal, biasanya pada minggu-minggu
terakhir kehamilan. Intervensinya diberikan antihistamin atau lotion
pendingin yang mengandung mentol atau camphor. (Curtis, 1999;
h.82-83)
2. Perubahan Pigmentasi
Dapat terjadi karena peningkatan kadar estrogen merangsang
melanin. Tanda regangan dapat terjadi dimana saja terutama di
abdomen, payudara dan paha. Intervensinya diberikan penjelasan
perubahan hormon pada pigmentasi kulit kepada ibu hamil. Ibu harus
diberi tahu bahwa kloasma, linea nigra dan area pigmentasi kulit
lainnya mungkin makin gelap karena sinar matahari. Ibu harus
dianjurkan untuk menghindari sinar matahari yang terik dan
memberikan tabir surya secara bebas. Dengan mempertahankan
dinding abdomen terlumusi dengan lotion mengandung aloe atau
vitamin E mengurangi gatal karena peregangan kulit. (Walsh, 2008;
h.156)
3. Cloasma atau Melama (topeng kehamilan)
Cloasma merupakan pigmentasi wajah yang dialami oleh ibu
hamil. Hal ini terjadi pada ibu hamil sedikitnya setengah dari ibu
hamil. Intervensinya beritahu ibu untuk menghindari pajanan sinar
matahari dan dengan menggunakan krim pemutih yang mengandung
hidrokuinon dan dilanjutkan dengan tabir surya yang berdaya proteksi
tinggi. (Frase, 2009; h.201-202)