Anda di halaman 1dari 5

Home Pendidikan Mekanika Fluida(Macam-Macam Aliran Zat Cair)

Mekanika Fluida(Macam-Macam Aliran


Zat Cair)
Posted by Nino Posted on 6:05 AM with No comments
Dinamika fluida adalah subdisiplin dari mekanika fluida yang
mempelajari fluida bergerak. Fluida terutama cairan dan gas.
Penyelesaian dari masalah dinamika fluida biasanya melibatkan
perhitungan banyak properti dari fluida, seperti kecepatan, tekanan,
kepadatan, dan suhu, sebagai fungsi ruang dan waktu. Disiplini ini
memiliki beberapa subdisiplin termasuk aerodinamika (penelitian gas) dan
hidrodinamika (penelitian cairan). Dinamika fluida memliki aplikasi yang
luas. Contohnya, digunakan dalam menghitung gaya dan moment pada
pesawat, mass flow rate dari petroleum dalam jalur pipa, dan perkiraan
pola cuaca, dan bahkan teknik lalu lintas, di mana lalu lintas diperlakukan
sebagai fluid yang berkelanjutan. Dinamika fluida menawarkan struktur
matematika yang membawahi disiplin praktis tersebut yang juga
seringkali memerlukan hukum empirik dan semi-empirik, diturunkan dari
pengukuran arus, untuk menyelesaikan masalah praktikal.
Sebelum melangkah lebih jauh, alangkah baiknya jika kita mengenali cirriciri umum lainnya dari aliran fluida.
1. Aliran fluida bisa berupa aliran tunak (steady) dan aliran tak tunak
(nonsteady).
Apa yang dimaksud dengan aliran tunak dan tak tunak ?
tunak jika kecepatan setiap partikel di suatu titik selalu sama. Katakanlah
partikel fluida mengalir melewati titik A dengan kecepatan tertentu, lalu
partikel fluida tersebut mengalir dengan kecepatan tertentu di titik B. nah,
ketika partikel fluida lainnya yang nyusul dari belakang melewati titik
A,kecepatan alirannya sama dengan partikel fluida yang bergerak
mendahului mereka. Hal ini terjadi apabila laju aliran fluida rendah alias
partikel fluida tidak kebut kebutan. Contohnya adalah air yang mengalir
dengan tenang. Lalu bagaimanakah dengan aliran taktunak ? aliran tak tunak
berlawanan
dengan aliran tunak. Jadi kecepatan partikel fluida di suatu titik yang
sama selalu berubah. Kecepatan partikel fluida yang awal berbeda dengan
kecepatan partikel fluida yang akhir.
2. Aliran fluida bisa berupa aliran termampatkan (compressible) dan aliran
taktermapatkan (incompressible). Jika fluida yang mengalir mengalami perubahan volume
(atau massa jenis) ketika fluida tersebut ditekan, maka aliran fluida itu
disebut aliran termapatkan. Sebaliknya apabila jika fluida yang mengalir
tidak mengalami perubahan volum (atau massa jenis) ketika ditekan,
maka aliran fluida
tersebut dikatakan tak termampatkan. Kebanyakan zat cair yang
mengalir bersifat tak]termampatkan.

3. Aliran fluida bisa berupa aliran berolak (rotational) dan aliran tak
berolak (irrotational).Untuk memahaminya dengan mudah, kita bisa
membayangkan
sebuah kincir mainan yang dibuang ke dalam air yang mengalir. Jika kincir
itu bergerak tapi tidak berputar, maka gerakannya adalah tak berolak.
Sebaliknya jika bergerak sambil berputar maka gerakannya kita sebut
berolak. Contoh lain adalah pusaran air.
4. Aliran fluida bisa berupa aliran kental (viscous) dan aliran tak kental
(non viscous). Kekentalan dalam fluida itu mirip seperti gesekan pada
benda padat. Makin kental fluida, gesekan antara partikel fluida makin
besar. Mengenai viskositas alias kekentalan .fluida yang tunak, tak]kental,
tak]temampatkan dan tak]berolak.
Aliran fluida dapat diaktegorikan:
1. Aliran Laminar Turbulen,dan Transisi
Aliran dengan fluida yang bergerak dalam lapisan lapisan, atau lamina
lamina dengan satu lapisan meluncur secara lancar . Dalam aliran laminar
ini viskositas berfungsi untuk meredam kecendrungan terjadinya gerakan
relatif antara lapisan. Sehingga aliran laminar memenuhi hukum viskositas
Newton yaitu :
Aliran turbulen:
Aliran dimana pergerakan dari partikel partikel fluida sangat tidak
menentu karena mengalami percampuran serta putaran partikel antar
lapisan, yang mengakibatkan saling tukar momentum dari satu bagian
fluida kebagian fluida yang lain dalam skala yang besar. Dalam keadaan
aliran turbulen maka turbulensi yang terjadi membangkitkan tegangan
geser yang merata diseluruh fluida sehingga menghasilkan kerugian
kerugian aliran.
Aliran transisi:
Aliran transisi merupakan aliran peralihan dari aliran laminar ke aliran
turbulen.
Perbandingan yang disebabkan oleh gaya inersia,garfitasi,dan
kekentalan dikenal sebagai bilangan Reinolds (Re) ditulis sebagai berikut:
Dalam hal ini,jika nilai Re aliran akan meluncur di atas lapisan lain yang
dikenal sebagai aliran laminar,sedangkan aliran-aliran tidak terdapat pada
garis edar tertentu inilah yang disebut dengan aliran Turbulen
2. Aliran mantap (steady flow) dan tak mantap (unsteady flow). Aliran
mantap (steady flow)
Aliran mantap terjadi jika variabel dari aliran (seperti kecepatanV,
tekanan p, rapat massa r, tampang aliranA, debit Q, dsb) disembarang
titik pada zat cair tidak berubah dengan waktu. Aliran tak mantap
(unsteady flow) terjadi jika variabel aliran pada setiaP titik berubah
dengan waktu. Aliran fluida tunak (stedy) dan tak tunak (nonstedy,bergantung waktu). Pada aliran tunak parameter-parameter aliran
dan bersifat tetap dan tak bergantung waktu jadi hanya bergantung posisi
saja. Sedangkan pada aliran tak tunak baik r maupun secara umum
bergantung pada parameter waktu t dan posisi (X,Y,Z)

v
v
v
v

3. Aliran Seragam dan Tak Seragam


Aliran seragam dan tak seragam. Aliran disebut seragam (uniform
flow)
apabila tidak ada perubahan besar dan arah dari kecepatan dari satu titik
ke titik yang lain d sepanjang aliran. Aliran seragam merupakan aliran
yang tidak berubah berubah menurut menurut tempat tempat. . Konsep
Konsep aliran aliran seragam dan aliran kritis sangat diperlukan dalam
peninjauan aliran berubah dengan cepat atau berubah lambat laun.
Perhitungan kedalaman kritis dan kedalaman normal sangat penting
untuk menentukan perubahan permukaan aliran akibat gangguan pada
aliran.
Aliran tak seragam terjadi jika variable aliran berubah terhadap jarak
Ciri-ciri aliran seragam:
Kedakaman aliran
Luas penampang
Pada sepanjang daerah yang lurus adalah
sama
Kecepatan trata-rata
Debit persatuan waktu

Ciri-ciri Lain:
Garis energy

Muka air

Sejajar atau

v Dasar saluran
4. Aliran Invisid dan Viskositas
Aliran Invisid yaitu suatu fluida yang diasumsikan mempunyai
viskositas nol. Jika viskositas nol maka kondiuktivitas thermal fluida
tersebut juga nol dan tidak akan terjadi perpindahan kalor kecuali dengan
cara radiasi. Dalam prakteknya, fluida inviscid tidak ada, karena pada
setiap fluida timbul tegangan geser apabila padanya dikenakan juga suatu
laju perpindahan regangan.
Aliran Viskos adalah aliran yang memperhitungkan kekentalan(Viskositas)
zat cair rill
Aliran kental (viscous) dan tak kental (non viscous ) Suatu aliran
dikatakan kental bila ketika terjadi gerak relatif antar berbagai lapisan

(layer) yang bergerak sejajar,terjadi gesekan internal sehingga terjadi


desipasi energi.Bila gesekan internal ini tak terjadi maka aliran tersebut
sebagai aliran tak ke internal in dinyatakan dalam parameter viskositas.
Pada aliran tunak,didalam aliran didapat garis-garis alir atau garis arus
yang disebut streamline. Partkel-partikel digaris arus ini bergerak
mengikuti garis arus tersebut.Kecepatan digaris yang sama berbeda-beda,
bergantung pada penampang lintang tempat tersebut tetapi semua
partikel/molekul yang lewat dititk yang sama kecepatannya sama(tidak
bergantung waktu, hanya bergantung tempat)
Viskositas fluida merupakan ukuran ketahanan sebuah fluida
terhadap deformasi atau perubahan bentuk. Viskositas dipengaruhi oleh
temperatur, tekanan, kohesi dan laju perpindahan momentum
molekularnya. Viskositas zat cair cenderung menurun dengan seiring
bertambahnya kenaikan temperatur hal ini disebabkan gaya gaya kohesi
pada zat cair bila dipanaskan akan mengalami penurunan dengan
semakin bertambahnya temperatur pada zat cair yang menyebabkan
berturunya viskositas dari zat cair tersebut
viskositas dinamik adalah sifat fluida yang menghubungkan tegangan
geser dengan gerakan fluida
Nilai viskositas tergantung dari fluida tertentu dan sangat tergantung
terhadap temperatur. Seperti yang diilustrasikan pada gambar berikut
untuk kurva air (water).

Viskositas Nyata adalah kemiringan dari grafik tegangan geser


terhadap laju regangan geser.
Fluida Newtonian adalah fluida-fluida yang tegangan gesernya
berhubungan linier terhadap laju regangan geser (juga sering disebut
sebagai laju deformasi angular).
Kebanyakan fluida biasa baik cair maupun gas merupakan fluida
Newtonian
Fluida Non-Newtonian adalah fluida yang tegangan gesernya tidak
berhubungan secara linier terhadap laju regangan geser.
5. Aliran Rotasional dan Tak Rotasional
Jika setiap partikel zart cair mempunyai kecepatan sudut terhadap
sudut massanya Aliran rotasional dan tak rasional Aliran fluida dikatakan
rotasional bila elemen fluida disuatu titik mempunyai momentum sudut
terhadap titik itu,dan aliran dikatakan tak rptasional bila elemen fluida
tersebut tak memiliki momentum sudut terhadap titik tersebut.Secara

praktis rotasional atau Tak rotasional ini dapat dideteksi dengan


meletakkan sebuah kincir kecil dititik tersebut dengan arah ^ arah
aliran.Bila kincir berputar berarti aliran bersifat rasional,dan bila tidak
berarti tak rasional.
6. Aliran 1D,2D,dan 3D
Aliran 1 Dimensi kecepatannya di setiap titik pada tampang
lintang mempunyai besar dan arah yang sama.
Aliran satu dimensi jika parameter aliran (seperti kecepatan,
tekanan, dll kedalaman) pada suatu saat tertentu dalam waktu hanya
bervariasi dalam arah aliran dan tidak di seluruh penampang. Flow
mungkin goyah, dalam hal ini parameter berbeda dalam waktu tetapi
masih belum di seluruh penampang. Contoh-dimensi aliran satu adalah
aliran dalam pipa. Perhatikan bahwa karena aliran harus nol pada dinding
pipa - namun non-nol di tengah - ada perbedaan parameter di seluruh
penampang. Hal ini harus diperlakukan sebagai aliran dua
dimensi -? Mungkin tetapi hanya diperlukan jika akurasi tinggi
sangat dibutuhkan.. Faktor koreksi ini kemudian biasanya diterapkan.
Aliran 2 Dimensi (2D) semua partikel dianggap mengalir dalam bidang
sepanjang aliran,sehingga tidak ada aliran tegak lurus pada bidang
tersebut.
Aliran dua dimensi jika dapat diasumsikan bahwa parameter aliran
bervariasi dalam arah aliran dan dalam satu arah di sudut kanan ke arah
ini. Arus dalam aliran dua dimensi melengkung garis pada pesawat dan
adalah sama pada semua pesawat paralel. Contohnya adalah aliran atas
musuh bendung arus yang khas dapat dilihat pada gambar di bawah ini..
Selama sebagian dari panjang bendung aliran adalah sama - hanya pada
kedua ujung apakah itu berubah sedikit. Di sini faktor koreksi dapat
diterapkan.
Aliran tiga dimensi (3D) komponen kecepatan ditinjau pada koordinat
ruang X,Y,Z yaitu u,v,w
7. Aliran Kompresibel dan Tak Kompresibel
Aliran kompresibel (termampatkan) tak kompresibel (tak
termampatkan) Bila kerapatan massa fluida berubah terhadap perubahan
tekanan fluida maka dikatakan aliran bersifat kompresibel,sedang bila
praktis tak berubah terhadap perubahan tekanan yang ada dalam
sistem,maka aliran itu dikatakan bersifat tak kompresibel. Zat cair
umumnya dapat dianggap mengalir secara tak kompresibel sedang gas
secara umum dipandang mengalir secara kompresibel.Walaupu kasuskasus tertentu mungkin aliran gas dapat pula dipandang sebagai tak
kompresibel,yaitu bila perubahan kerapatan massa dalam sistem yang
ditinjau praktis dapat diabaikan