Anda di halaman 1dari 50

P1A0 Partus Prematurus Spontan +

Gemelli + Anak I Presentasi Kepala


+ Anak II Letak Sungsang
Preceptor :
H. Dadan Susandi, dr., SpOG.
Disusun oleh :
Nanda Putri Ramadhani

12100111006
SMF OBSTETRI &GINEKOLOGI
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
(P3D)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNISBA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr.SLAMET

Nama
Umur
Alamat
Pendidikan terakhir
Pekerjaan
Kiriman dari
No. RM

: Ny. N
: 18 tahun
: Tarogong
: SMA
: Ibu Rumah Tangga
: Bidan
: 0155-XXXX

G1P0A0 merasa hamil 7 bulan,


datang dengan keluhan mules-mules
yang semakin sering dan bertambah
kuat
disertai
keluarnya
lendir
bercampur darah dari jalan lahir sejak
2 jam SMRS. Keluar cairan banyak dari
jalan lahir tidak disangkal. Gerak anak
masih dirasakan oleh ibu.

Riwayat

tekanan
darah
tinggi
sebelum dan selama kehamilan
disangkal, riwayat kencing manis,
penyakit jantung disangkal. Riwayat
keluarga yang memiliki tekanan
darah
tinggi,
kencing
manis,
penyakit jantung disangkal.

Riwayat

keturunan kembar diakui


oleh pasien. Selama kehamilan
pasien merasa ada dua gerakan
bayi, dan diakui oleh pasien saat
usia kandungan 4 bulan, pasien
melakukan USG dan terdapat 2 bunyi
jantung.

KEHAMILAN
I

Hamil Saat Ini

Menikah

(Pertama) : 18 tahun/ SMP/IRT


22 tahun/ SMP/
Wiraswasta
Kontrasepsi yang lalu: Tidak pernah
PNC
: Bidan, 3x, terakhir PNC 1
bulan yg
lalu
HPHT : 11 Mei 2012
Siklus haid : Teratur tiap bulan,
banyak
darah sedang dan
tidak ada nyeri haid.
Menarche : 14 tahun
Keluhan selama hamil
: Tidak ada
Riwayat penyakit dahulu : Tidak ada

Status Praesens

Keadaan Umum
Kesadaran
Tekanan Darah
Nadi
Respirasi
Suhu
Mata
sklera

: Tampak sakit berat


: Compos mentis
: 110/80 mmHg
: 84x/menit
: 16x/menit
: Afebris C
: Konjungtiva anemis (-/-),
ikterik (-/-)

Leher
Cor
Pulmo
Abdomen
Hepar
Lien
Edema
Varices

:
:
:
:
:
:

Tiroid (-), KGB (-/-)


S1 S2 murni reguler
Sonor, VBS kiri = kanan
Cembung, Lembut
Sulit dinilai
Sulit dinilai
: -/: -/-

Fundus Uteri
Lingkar perut
Letak anak : I.

: 33 cm
: 89 cm
Kepala, Puka
II. Sungsang, Puki
His
: 2-3x/10 menit, lama his
20-30 detik
BJA
: I. 150 x/menit, reguler
II. 140 x/menit, reguler

Vulva
:
Vagina
:
Portio
:
Pembukaan
Ketuban
:
Bagian terendah

Tidak ada kelainan


Tidak ada kelainan
Tebal lunak
: 2-3 cm
(+) Utuh
: I. kepala,St 0
II. Sungsang

Darah rutin
Hb
Hematokrit
Lekosit
Trombosit
Eritrosit
juta/mm3

:
:
:
:

10,6 gr/dL
30,2 %
8700/mm3
213.000/mm3
: 342

G1P0A0 Parturient 30-31


Minggu + Gemelli + Anak I
letak kepala + Anak II
letak sungsang +
Prematur Kontraksi

R/ Rawat konservatif
R/ Infus RL 30 gtt/menit
R/ Dexamethasone 2 x 5 mg IM
R/ Nifedipin 3 x 10 mg per 15 menit
R/ USG
R/ Periksa LAB darah rutin
R/ Partus Pervaginam
R/ Informed Consent
Observasi KU, TTV, HIS, BJA

PO

Pukul

21.50 Ibu ingin mengedan, HIS+


BJA +/+, PD v/v tak, Po tak teraba,
pembukaan
lengkap.
Ibu
dipimpin
mengedan lalu dilakukan episiotomy
mediolateralis.

Pukul

22.00 bayi I lahir spontan, tidak


segera menangis, muka dibersihkan, lendir
dihisap, tali pusat diklem dan dipotong,
selanjutnya dibawa ke ruang perinatologi.
Jenis kelamin perempuan, BB 1300 gr,
PB 37cm, anus +, kelainan tidak ada,
apgar 1 dan 5 = 4-7. Ibu ingin mngedan
kembali, HIS +, BJA +, drip oxytocin 0,5
IU/500 cc RL 20 gtt/menit. Dilakukan
amniotomi, ibu dipimpin mengedan.

Pukul

22.05 bayi II lahir dengan


manual aid, tidak segera menangis,
muka dibersihkan, lendir dihisap, tali
pusat diklem dan dipotong, selanjut
nya dibawa ke ruang perinatologi.
Jenis kelamin perempuan, BB
1300gr, PB 39 cm, anus +, kelainan
tidak ada, apgar 1 dan 5 = 3-9. Ibu
diberi oxytosin inject 10 IU/IM.

Pukul

22.10 plasenta lahir spontan,


BB 600 gr, dilakukan eksplorasi,
kesan lengkap.
KU postpartum : TFU 2 jari dibawah
pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan 150 cc.

P1A0 Partus Prematurus


Spontan + Gemelli + Anak I
Letak Kepala + Anak II
Letak Sungsang

Apakah

diagnosis pasien ini sudah

benar?
Apakah

pengelolaan pada pasien ini


sudah benar?

Apa

saja penyulit/komplikasi pada


pasien ini? Bagimana prognosisnya?

Persalinan

prematur adalah
persalinan yang berlangsung antara
umur kehamilan 20-37 minggu dari
hari pertama haid terakhir (HPHT)
dengan berat badan lahir janin
kurang dari 2500 gram. (WHO)

Etiologi
1. Aktifitas

aksis hipotalamus-hipofisisadrenal baik pada ibu ataupun janin,


akibat stress ibu atau janin.

2.Inflamasi

desidual-korioamnion atau
sistemik akibat infeksi ascenden dari
traktus genitourinaria atau infeksi
sistemik yang dapat menyebabkan
ketuban pecah dini.

Perdarahan desidua
4. Peregangan uterus patologik
5. Kelainan pada uterus atau serviks
3.

Pasien tergolong resiko tinggi bila dijumpai 1 atau lebih faktor


resiko mayor atau bila ada 2 atau lebih resiko minor atau bila
ditemukan keduanya.

Faktor Resiko Minor:


1. Demam,
2. Perdarahan pervaginam pada kehamilan
lebih dari 12 minggu,
3. Riwayat pielonefritis,
4. Merokok lebih dari 10 batang perhari,
5. Riwayat abortus pada trimester II,
6. Riwayat abortus pada trimester I lebih dari
2 kali

Faktor Resiko Mayor:


1. Kehamilan

multiple,

Hidramnion,
3. Anomali uterus,
4. Serviks terbuka lebih dari 1 cm pada kehamilan 32
minggu,
5. Serviks mendatar atau memendek kurang dari 1 cm
pada kehamilan 32 minggu,
6. Riwayat abortus pada trimester II lebih dari 1 kali,
7. Riwayat persalinan preterm sebelumnya,
8. Operasi abdominal pada kehamilan preterm,
9. Riwayat operasi konisasi, dan
10.Iritabilitas uterus.
2.

Gejala Awal :
1. Rasa nyeri/tegang pada perut bawah (low
abdominal pain/cramps).
2. Nyeri pinggang (low backache).
3. Rasa penekanan pada jalan lahir.
4. Bertambahnya cairan vagina.
5. Perdarahan/perdarahan bercak/lendir
bercampur darah.
Gejala Definitif:
Memenuhi kriteria persalinan preterm seperti:
Kontraksi uterus yang teratur (1x atau
lebih dalam 10 menit).
Perubahan serviks seperti pembukaan
serviks > 2 cm, dan pendataran.

Berdasarkan

kriteria yang telah


disebutkan diatas, maka pada pasien
ini termasuk dalam persalinan
prematur

Kehamilan kembar atau kehamilan


multipel ialah suatu kehamilan dengan
dua janin atau lebih.

Dapat berupa kehamilan ganda/gemelli (2


janin), triplet (3 janin), kuadriplet (4 janin),
Quintiplet (5 janin) dan seterusnya
dengan frekuensi kejadian yang semakin
jarang sesuai dengan hukum Hellin

Anamnesis
1. Riwayat keturunan kembar pada
keluarga
2. Telah mendapat pengobatan infertilitas
3. Uterus yang cepat membesar (lebih
besar dari kehamilan biasanya)
4. Gerakan anak yang terlalu ramai
5. Penambahan berat badan ibu yang
mencolok yang bukan karena obesitas
atau edema.

Pemeriksaan klinik , sign and symptoms :


1. Besarnya uterus melebihi lamanya amenorea
2. Fundus uterus lebih tinggi dari tuanya
kehamilan.
3. Banyak bagian kecil teraba
4. Teraba tiga bagian besar, atau teraba dua 2
bagian besar yang bersebelahan.
5. Auskultasi : Terdengar DJJ pada 2 tempat
yang sama jelasnya dengan perbedaan
frekuensi 10 atau lebih.

1. Menghambat

persalinan dengan
pemberian tokolisis
2. Pematangan surfaktan paru janin
dengan kortikosteroid
3. Pencegahan infeksi bila perlu

Pemberian tokolisis dipertimbangkan


apabila didapatkan kontraksi uterus yang
regular dengan perubahan serviks.
Tujuannya adalah :
1. Mencegah mortalitas dan morbiditas pada
bayi premature
2. Memberikan kesempatan bagi terapi
kortikosteroid untuk menstimulasi
surfaktan paru janin
3. Memberikan kesempatan transfer
intrauterine pada fasilitas yang lebih
lengkap

Pemberian kortikosteroid:
Untuk pematangan surfaktan paru janin,
Menurunkan insidensi RDS (Respiratory

Distress Syndrome) pada umur 28-34


minggu dan 24 jam sebelum persalinan,
Mencegah perdarahan intraventrikular.

Obat yang diberikan


Deksametasone 4 dosis x 5 mg i.m dengan

jarak pemberian 12 jam


Betametasone 2 dosis x 12 mg i.m dengan
jarak pemberian 24 jam.

Pada pasien ini pertama kali direncanakan


untuk perawatan konservatif untuk
memperbaiki kondisi ibu, dan diberi
dexamethasone untuk meningkatkan
kondisi janin (surfaktan paru) agar matang
saat dilahirkan.
Selanjutnya direncanakan partus pervaginam
dan dilakukan terminasi kehamilan dengan
drip oksitosin 5 IU dalam 500cc RL (20gtt/
mnt) dinaikkan bertahap sampai 60 gtt/mnt.

Setelah dilakukan pemberian drip


oksitosin 2 labu lalu dilakukan
pemeriksaan dalam.

v/ v : tidak ada kelainan

P
: tipis, lunak

: 10 cm

Ket : (+)

Komplikasi yang sering ditemukan pada


kehamilan multifetus antara lain :
a. Komplikasi Maternal
- Hipertensi dalam kehamilan
- Perdarahan antepartum
- Kelahiran prematur
- Hiperemesis gravidarum
- Anemia
- Polihidramnion
- DIC (Apabila terjadi kematian salah satu janin)

b. Komplikasi Fetal
- Berat badan lahir rendah
- Fetus kompresus (fetus papiraseus)
- Anomali kongenital
c. Komplikasi Intrapartum
-Malpresentasi
-Prolaps tali pusat
-Kontraksi uterus yang tidak terkoordinasi
-Fetal distress
-Interlocking/colision

Komplikasi yang terjadi pada pasien


adalah :
a. Komplikasi maternal :
ibu mengalami prematur kontraksi
b. Berat badan lahir rendah (BBLR)
Pada pasien ini didapatkan bayi dengan
berat badan lahir:
bayi I BB : 1300 gr
bayi II BB : 1300 gr

Dapat disebabkan karena kelahiran prematur


atau pertumbuhan janin tehambat (PJT). Angka
kejadian PJT pada kehamilan kembar berkisar
12-47 %, terjadi pada salah satu atau kedua
janin.

Pertumbuhan yang terhambat kemungkinan


disebabkan oleh twin-to-twin transfusion
syndrome, dimana terjadi ketidakseimbangan
aliran uteroplasental antara janin selain oleh
sebab kurang optimalnya implantasi plasenta .

Quo
Quo

ad vitam : Ad bonam
ad functionam : Ad bonam