Anda di halaman 1dari 6

Alat Penukar Panas HE ( Heat Exchanger)

Alat penukar panas atau Heat Exchanger (HE) adalah alat yang digunakan untuk memindahkan panas dari
sistem ke sistem lain tanpa perpindahan massa dan bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai
pendingin. Biasanya, medium pemanas dipakai adalah air yang dipanaskan sebagai fluida panas dan air
biasa sebagai air pendingin (cooling water). Penukar panas dirancang sebisa mungkin agar perpindahan
panas antar fluida dapat berlangsung secara efisien. Pertukaran panas terjadi karena adanya kontak, baik
antara fluida terdapat dinding yang memisahkannya maupun keduanya bercampur langsung ( direct
contact). Penukar panas sangat luas dipakai dalam industri seperti kilang minyak, pabrik kimia maupun
petrokimia, industri gas alam, refrigerasi, pembangkit listrik. Salah satu contoh sederhana dari alat
penukar panas adalah radiator mobil di mana cairan pendingin memindahkan panas mesin ke udara
sekitar.

Gambar. Range dan approach temperatur pada menara pendingin

Gambar 2.11. Menara pendingin induced draft dengan aliran melintang.

1. Pertukaran panas dengan aliran searah ( co- current / paralel flow )


Pertukaran panas jenis ini, kedua fluida ( dingin dan panas ) masuk pada sisi
penukar panas yang sama, mengalir dengan arah yang sama, dan keluar pada sisi
yang sama pula. Karakter penukar panas jenis ini, temperatur fluida dingin yang
keluar dari alat penukar panas ( Tcb ) tidak dapat melebihi temperatur fluida panas
yang keluar dari alat penukar panas (Thb), sehingga diperlukan medi pendingin atau
media pemanas yang banyak. Neraca panas yang terjadi :
Mc . Cc ( Tcb Tca ) = Mh .Ch ( Tha Thb )
Dimana:
Mc = Massa air (Kilogram)
Cc = Cp = Kapasitas panas/dingin (Kcal/Kg.K)

Tcb = Suhu air dingin yang keluar dari heat exchanger (K)
Tca = Suhu air dingin yang masuk ke heat exchanger (K)
Tha= Suhu air panas yang keluar dari heat exchanger (K)
Thb = Suhu air panas yang masuk ke heat exchanger (K)

Dengan assumsi nilai kapasitas panas spesifik ( cp ) fluida dingin dan panas
konstan, tidak ada kehilangan panas ke lingkungan serta keadaan steady state,
maka kalor yang dipindahkan :
q = U . A . TLMTD. ( 2.7 )
dimana : U = koefisien perpindahan panas secara keseluruhan ( W / m2.0C )
A = luas perpindahan panas ( m2 )
TLMTD =

T 2T 1
ln( T 2/ T 1)

( log mean temperature diffrensial )

T2 = Thb Tcb
T1 = Tha Tca
2. Pertukaran panas dengan aliran berlawanan arah ( counter current flow )
Penukar panas jenis ini, kedua fluida ( panas dan dingin ) masuk penukar panas
dengan arah berlawanan, mengalir dengan arah berlawanan dan keluar pada sisi
yang berlawanan . Temperatur fluida dingin yang keluar penukar panas ( T cb ) lebih

tinggi dibandingkan temperatur fluida panas yang keluar penukar panas ( T hb ),


sehingga dianggap lebih baik dari alat penukar panas aliran searah ( Co- Current).

Kalor yang dipindahkan pada aliran counter current mempunyai persamaan yang
sama dengan persamaan ( 2.7 ) diatas, dengan perbedaan nilai TLMTD , dengan pengertian
beda T1 dan T2, yaitu:
T1 = Thb Tca
T2 = Tha Tcb

3. Pertukaran panas dengan aliran silang berlawanan arah ( cross current flow )

Pada penukar panas pelat bersilangan arah, udara bergerak menyilang melalui
matriks perpindahan panas yang dilalui oleh flue gas. Arah matriks perpindahan
panas pada penukar panas jenis ini dapat dilihat pada Gambar

Gambar Penukar panas bersilangan arah (cross-current )


Bila kedua fluida mengalir sepanjang permukaan perpindahan panas dalam gerakan
yang tegak lurus satu dengan lainnya, maka penukar panasnya dikatakan berjenis
aliran silang (cross flow). Pada sistem ini, udara bergerak menyilang melalui matriks
perpindahan panas yang dilalui flue gas. Aliran fluida panas dan dingin pada penukar
panas pelat beraliran silang yang akan digunakan pada percobaan ini tidak saling
bercampur (unmixed). Hal ini disebabkan oleh adanya sekat yang memisahkan aliran
kedua fluida tersebut. Skema peralatan penukar panas pelat beraliran silang ini
ditampilkan pada gambar

Gambar Alat penukar panas jenis pelat bersilangan arah