Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH UTAMA


KURANG PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PEMELIHARAAN
KESEHATAN PADA NY. J DI KELUARGA TN. M RT 04 RW 10
DI DUSUN GUNDANG DESA SUMBERJAMBE KECAMATAN SUMBERJAMBE
KABUPATEN JEMBER

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Program Pendidikan Profesi Ners


(P3N) Stase Keperawatan Keluarga

oleh:
Fajrin Febriana, S. Kep.
NIM 102311101021

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Alamat: Jl. Kalimantan No.37 Kampus Bumi Tegal Boto Jember
Telp./Fax (0331) 323450 Jember

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH UTAMA


KURANG PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PEMELIHARAAN
KESEHATAN PADA NY. J DI KELUARGA TN. M RT 04 RW 10
DI DUSUN GUNDANG DESA SUMBERJAMBE KECAMATAN SUMBERJAMBE
KABUPATEN JEMBER
1. Latar Belakang
a. Karakteristik keluarga
Keluarga Tn. M merupakan keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak. Ny.
J saat ini sedang hamil 4 bulan. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada
tanggal 03 Maret 2015 didapatkan data sebagai berikut:
Data Obyektif :
1. Ny. J dan Tn. M tersenyum dan menjawab tidak tahu saat ditanya perawatan
payudara pada ibu hamil.
2. Ny. J terlihat antusias ingin mengetahui cara perawatan payudara pada ibu hamil.
Data Subyektif :
Ny. J mengatakan, Saya tidak pernah tahu mbak kalau ada perawatan payudara untuk
ibu hamil. Informasi KB saja saya tahu dari tetangga, jadi saya ikut-ikutan.
b. Data pendukung kegiatan
Payudara adalah perlengkapan organ reproduksi wanita dan pada masa laktasi akan
mengeluarkan air susu. Payudara juga merupakan aset milik wanita yang paling
berharga, tetapi sering dianggap sebagai bagian tubuh yang tabu sehingga tidak boleh
dibicarakan. Oleh karena itu, banyak yang tidak mengetahui apa saja yang harus
dilakukan terhadap kesehatan payudara (Saryono & Pramitasari, 2009). Perawatan
payudara adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan
dalam pemberian ASI. Banyak ibu yang mengeluh bayinya tidak mau menyusu,
biasanya ini disebabkan oleh faktor teknis seperti puting susu yang masuk atau posisi
menyusui yang salah. Dalam meningkatkan pemberian ASI pada bayi, ibu-ibu
membutuhkan bantuan dan informasi serta dukungan agar merawat payudara pada
saat hamil untuk mempersiapkan ASI pada saat melahirkan sehingga menambah
keyakinan bahwa mereka dapat menyusui bayinya dengan baik dan mengetahui fungsi
dan manfaat perawatan payudara pada saat hamil (Nurhati, 2009). Perawatan
payudara bertujuan agar payudara senantiasa bersih dan mudah untuk diisap bayi.
Banyak ibu yang mengeluhkan bayinya tidak mau menyusu, tentunya selain faktor
teknik menyusui, ASI juga di pengaruhi asupan nutrisi dan kondisi psikologis ibu
(Nurhati, 2009).
2. Rencana Keperawatan
a. Diagnosa Keperawatan Keluarga

Kurang pengetahuan keluarga Tn. M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga untuk


mengakses informasi mengenai perawatan kehamilan, pada keluarga Tn. M.

b. Intervensi
Pada kunjungan keluarga kali ini, mahasiswa mencoba memberikan pendidikan
c.

kesehatan dan pelatihan tentang perawatan payudara untuk ibu hamil.


Tujuan umum
Setelah dilakukan latihan selama 1 x 30 menit diharapkan Ny. J dan Tn. M mampu
mempraktikkan latihan perawatan payudara pada ibu hamil dan mengaplikasikannya

dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri.


d. Tujuan khusus
1. Setelah diberikan tindakan keperawatan selama 1 x 30 menit diharapkan
keluarga mampu memahami langkah perawatan payudara pada ibu hamil.
2. Mendemonstrasikan perawatan payudara pada ibu hamil.
3. Rencana Kegiatan

a. Topik kegiatan:
Perawatan payudara.
b. Sasaran dan target:
Keluarga Tn. M.
c. Metode:
Ceramah, diskusi, dan demonstrasi.
d. Media:
Leaflet
e. Waktu dan tempat:
Selasa/10 Maret 2015 di rumah Tn. M
f. Setting tempat : duduk berhadapan dengan keluarga
Keterangan:

1: klien
2: mahasiswa
2

g. Pengorganisasian
Pemateri : Fajrin Febriana, S. Kep
Peserta : Keluarga Tn. M (Ny. J)
4. Kriteria Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
Perawat mampu menyiapkan diri untuk bersikap empati, netral, menghargai

klien, dan caring.


Perawat telah melakukan pengkajian yang akurat dari berbagai sumber (klien,
dosen, orang tua, teman) sebagai data dasar sebelum memulai proses
demonstrasi.

Klien menyatakan bersedia mengikuti kegiatan yang akan dilakukan.


Telah terbina mutual relationship dan trust relationship antara klien dan

perawat.
Tersedia ruangan yang tenang dan privacy klien terjaga.
b. Evaluasi Proses
Perawat mampu menunjukkan sikap sebagai perawat yang empati, netral,
menghargai klien, caring serta meyakinkan akan kerahasiaan klien pada saat
proses konseling berlangsung.
Klien mengikuti proses demonstrasi sejak awal hingga selesai.
Demonstrasi dilakukan dalam ruangan yang tenang, kondusif.
c. Evaluasi Hasil
Perawat mampu melaksanakan 90% dari keseluruhan tugasnya dengan tepat.
Proses kegiatan berjalan lancar, 90% dari tujuan pelatihan dapat dicapai.