Anda di halaman 1dari 4

TUGAS PENDAHULUAN 1

Nama : Vikneswaran Mutayah


NPM : 260110132004
Shift : Senin 10.00-13.00 WIB
1. Sebutkan keuntungan serta kerugian pemakaian masing-masing hewan tersebut di
atas?

Hewa

Keuntungan

n
Tikus

*Menyesuai

Kerugian
kesamaan

dengan *Relatif mahal

manusia dalam anatomi , fisiologi *Siklus hidup panjang


dan genetika.

*Perkembangan

embrio

dalam

*Genom tikus mirip dengan kita rahim dan tidak mudah diakses
sendiri,

membuat

penelitian untuk manipulasi sebagai hewan

genetik tikus terutama berlaku model yang lain


untuk penyakit manusia.
*Reaksi obat yang digunakan ke

*Lebih resisten terhadap infeksi


*Galak

badannya cepat terlihat.


*Hemat biaya dan alat yang efisien
untuk mempercepat penelitian dan
Menci
t

pengembangan terapi obat .


*Mudah ditangani
*Aktivitas terganggu bila ada
*Mudah dipelihara
manusia
*Reaksi obat yang digunakan
*Untuk pemberian oral agak sulit
kebadannya cepat terlihat
dilakukan karena ukurannya
*Kesamaan dengan manusia dalam
yang kecil
anatomi , fisiologi dan genetika

[http://research.jax.org/mousegenetics/advantages/advantages-of-mouse.html]
[SCIENTIFIC FRONTIERS IN DEVELOPMENTAL TOXICOLOGY AND
RISK ASSESSMENT, 2000, NATIONAL ACADEMY PRESS, Washington DC.
http://www.nap.edu/openbook.php?record_id=9871&page=191]

2. Mencit adalah hewan yang paling banyak digunakan dalam percobaan laboratorium,
mengapa?
Kondisi pada hewan di laboratorium yang dapat menyerupai setara manusia
penyakit medis atau cedera. Mencit telah menjadi unggulan dari pengujian
hewan , terutama berguna dengan modifikasi genetik , gen dihapus , dan gen
ditambahkan.
[Animal in Research http://www.neavs.org/research/biomedical#]
3. Faktor-faktor apa yang perlu diperhatikan dalam memilih spesies hewan percobaan
yang berifat skrining ataupun pengujian suatu efek khusus.?
1. Faktor Internal
- Termasuk diantaranya usia, jenis kelamin, ras, sifat genetik, status
kesehatan dan nutrisi, bobot badan, dan luas permukaan tubuh
2. Faktor Eksternal
- Termasuk diantaranya suplai oksigen, pemelihara lingkungan fisiologik
dan

isoosmosis,

dan

pemeliharaan

kebutuhan

struktural

ketika

menyiapkan jaringan atau organ untuk percobaan.


3. Faktor Lingkungan
- Suasana asing atau baru, pengalaman hewan sebelum menerima obat,
keadaan ruangan tempat hidup (suhu, kelembaban, ventilasi, cahaya,
kebisingan), jenis makanan, dan waktu percobaan.
[Factors Influencing Research Animals
http://www.uaf.edu/iacuc/training/module-1-basic-concepts/factorsinfluencing-resea/]

4. Jelaskan secara spesifik dengan contoh-contoh, mengenai karakteristik lingkungan


fisiologis, anatomis, dan biokimiawi yang berada pada daerah kontak mula antara
obat dan tubuh?
a. Jumlah suplai darah yang berbeda:

Contoh

:- Anemia (Kurangnya sel darah merah)

Akibatnya

:- Tingkat penyerapan obat ke dalam plasma darah akan rendah

Dengan adanya suplai darah yang berbeda maka mengakibatkan perbedaan


kecepatan distribusi. Semakin banyak suplai darah dalam individu maka
semakin banyak obat yang didistribusikan.

[http://www.hematology.org/Patients/Anemia/Iron-Deficiency.aspx]
[http://www.merckmanuals.com/vet/pharmacology/pharmacology_introduction/
pharmacokinetics.html]
b. Struktur anatomi yang berbeda:
Contoh

:- Absorpsi obat diusus halus lebih cepat daripada dilambung

karena permukaan epitel usus halus jauh lebih luas dibandingkkan dnegan
epitel lambung.
Akibatnya :- Efek obat lebih cepat bila bat diabsorpsi di usus halus daripada
obat yang diabsorpsi di lambung.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31617/5/Chapter%20I.pdf
c. Enzim-enzim dan getah-getah fisiologis yang berbeda
Contoh

:- Enzim enzim dari saluran cerna dan enzim enzim dalam

hati.
Akibatnya

:- Semakin baik fungsi enzim maka jumlah obat yang mencapai

sirkulasi sistemik semakin banyak.


5. Uraikan secara terperinci kondisi-kondisi penerimaan obat yang menentukan rute
pemberian obat yang dipilih?
Pada penderita yang kondisinya sadar diberikan obat secara oral.
Untuk memperoleh efek local diberikan obat secara topical.
Pemberian secara IV- Diberi pada paisen yang tidak sedar atau mengalami
muntah.
Pemberian secara rectal- Diberi selalu pada bayi atau pasien yang yang tidak
bisa menelan obat.
http://www.healthline.com/health/administration-of-medication#Problems5
6. Sebutkan implikasi-implikasi praktis dari rute pemberian obat (umpamanya
persyaratan sediaan farmasi yang diberikan dengan rute tertentu, dosis obat jika
dipilih rute pemberian tertentu dsb)?

Pemberian secara oral adalah obat obatan yang tidak rusak oleh asam
lambung atau empedu
Pemberian secara subcutan jika diinginkan efeknya bertahan lama disbanding
cara pemberia Intramuscular.
Pemberian secara IV- dimana dosis kecil memberi efek yang tinggi dan tidak
mengalami absorpsi dan langsung ke sirkulasi darah.
http://sepia.unil.ch/pharmacology/index.php?id=34