Anda di halaman 1dari 4

2

TRANSFORMASI

2.1. Rumus Transformasi


Pemetaan pada bidang Cartesius memetakan setiap titik (x, y) ke titik (x, y)
pada bidang itu. Perhatikan bahwa transformasi T yang memetakan (x, y) ke (x,
y) tidak mengharuskan (x, y) (x, y). Jika diberikan transformasi T sehingga
T((x, y)) = (x, y), maka selalu dapat dicari (x, y) untuk setiap (x, y), dan
sebaliknya.
Teorema 1.
Setiap pemetaan T: (x, y) (x, y) pada bidang cartesius yang memenuhi
x = ax + by + c
y = dx + ey + f
dan ae bd 0,
adalah transformasi.
Bukti:
Bentuk x = ax + by + c
y = dx + ey + f
dapat ditulis ke dalam bentuk matriks menjadi:

x ' a b
y ' d e

1 0 0

c x
f y
1 1

(1)

Akan dibuktikan T surjektif.

a b
Misalkan matriks A d e
0 0
Matriks

c
f .
1

memiliki

a b c
det( A) d e f ae bd 0
0 0 1

1 | Geometri Transformasi
Blog: aswhat.wordpress.com
E-mail: as_wad82@yahoo.co.id

invers

jika

determinan

Karena ae bd 0, maka
x a b
y d e

1 0 0

x
1
y
ae bd
1

c
f
1

x '
y '

1

e
d

b bf ce x '
a cd af y '
0 ae bd 1

Perhatikan bahwa a, b, c, d, e, f, x, y, x, dan y, adalah suatu bilangan real.


Oleh karena itu, setiap pasangan bilangan (x, y) selalu dapat ditemukan
pasangan bilangan (x, y) sehingga memenuhi
x a b
y d e

1 0 0

c
f
1

x '
y '

1

(2)

Dengan demikian, untuk setiap titik P(x, y) selalu dapat ditemukan


prapetanya yaitu P(x, y) sedemikian sehingga memenuhi Persamaan (2).
Jadi T surjektif.
Akan dibuktikan T injektif.
Misalkan diketahui A(x1, y1) dan B(x2, y2), dengan A B.
Maka ada T(A) = A(x1, y1) dan T(B) = B(x2, y2).
Andaikan T(A) = T(B), maka x1 = x2 dan y1 = y2.
Perhatikan bahwa:
x1 = ax1 + by1 + c
y1 = dx1 + ey1 + f
dan
x2 = ax2 + by2 + c
y2 = dx2 + ey2 + f
sehingga untuk x1 = x2 dan y1 = y2, diperoleh
ax1 + by1 + c = ax2 + by2 + c
a(x1 x2) + b(y1 y2) = 0
dan
dx1 + ey1 + f = dx2 + ey2 + f

2 | Geometri Transformasi
Blog: aswhat.wordpress.com
E-mail: as_wad82@yahoo.co.id

(3)

d(x1 x2) + e(y1 y2) = 0

(4)

Perhatikan bahwa dengan menyelesaikan Persamaan (3) dan Persamaan (4)


diperoleh x1 = x2 dan y1 = y2, yang berarti A = B. Hal ini bertentangan dengan
permisalan di awal bahwa A B. Jadi haruslah T(A) T(B).
Jadi T injektif.
Karena T surjektif dan injektif maka T suatau transformasi.
Akibat 1.
Rumus umum transformasi pada bidang cartesius adalah

x ' a b x m
y ' c d y n


Dengan ad bc 0.
Contoh 1.
Diketahui T: (x, y) (x, y)
Dengan x = 3x dan y = -x.
a. Apakah T suatu transformasi? Tunjukkan.
b. Jika A(9, -3), tentukan koordinat B sehingga T(B) = A.
Penyelesaian:
Dik: x = 3x x = 3x +0y
y = -x y = -1x +0y
atau:

x ' 3 0 x
y ' 1 0 y


a. T suatu transformasi jika ad bc 0
Karena 3.0 0.(-1) = 0 maka T bukan suatu transformasi.
b. Misalkan koordinat B(a, b)
Karena T(B) = A(9, -3) maka

9 3 0 a
3 1 0 b

3 | Geometri Transformasi
Blog: aswhat.wordpress.com
E-mail: as_wad82@yahoo.co.id

9 = 3a a = 3
Jadi, koordinat B adalah (3, k) untuk k suatu bilangan real. Atau dengan kata
lain, B yang memenuhi T(B) = A(9, -3) adalah semua titik pada garis x = 3.
Contoh 2.
Misalkan diketahui suatu rumus transformasi T berikut:

x ' 1 2 x

.
y ' 2 1 y
Tentukan bayangan titik A(2, 3) dan B (1,0) oleh transformasi tersebut.
Penyelesaian:
Bayangan titik A(2, 3)

x ' 1 2 2 8


y ' 2 1 3 7
Jadi, bayangan titik A(2, 3) adalag A(8, 7).
Bayangan titik B (1,0)

x ' 1 2 1 1


y ' 2 1 0 2
Jadi, bayangan titik B(2, 3) adalag B(1, 2).

4 | Geometri Transformasi
Blog: aswhat.wordpress.com
E-mail: as_wad82@yahoo.co.id