Anda di halaman 1dari 44

:3;<=5>5?

7$$
!"%8"#9#&&%
:"$&%8&%(
,&-*

234556

!"#$%&'&%(
)*&+&(,&-*(
./01

!"#$&%8
*%@"'2&'*
A&%&(,&-*
*%A9%"'*& !
Realita Haji

Edisi I April/2014

EDISI 01 April/2014

A5BC5D(*E<

Menggagas Investasi
Dana Haji

IDA FAUZIAH

34 Yang Penting

Bagaimana
Mendekatkan
Pandangan
Pemerintah
dan DPR

3
4
5
6
14
16
20
22
28
32
33
34
36
37
40
41
42

"

Salam Redaksi
Surat Pembaca
Sorotan
Fokus Realita
Wacana
Kebijakan
Telaah
Liputan
Hajisiana
Hikmah
Masa
Tokoh
Manasik
Haji Wanita
Layanan Haji
Resensi
PIAK

Realita Haji
Edisi I April/2014

16

RUU
Pengelolaan
Keuangan Haji

10

Antara Malaysia dan Kita

'545F(73G5>E<

Saksi Gagasan Besar

Penanggung Jawab

Khasan Faozi
M. Attamimy
Cepi Supriatna
Sri Ilham Lubis
Ramadhan Harisman
Pimpinan Redaksi

Moh. Hasan Afandi


Wakil Pimpinan Redaksi

Mahmudi Affan Rangkuti


Redaktur Ahli

M Amin Akkas
Ali Rokhmad
Sekretariat

Tamriyanto
M. Khoiron Durori
Nurhanuddin
Eko Dwi Irianto
Fajris Saidah
Reza Muhammad
Herianto
Widyaningsih
Ahmad Rizal
Tri Rostinanti
Dhias Rangga Ananta
M Luthfi Makki

Jl. Lapangan Banteng Barat No. 3-4,


Telp. (021) 3811642-3811654-3800200,
Fax. (021) 3800174
Tromol Pos 3500/Jakarta
Jakarta - 10710

EMBANGUN gagasan pada dasarnya adalah membangun dunia.


Bukan hanya karena dunia ini, senyatanya, digerakkan dan
dipimpin oleh sedikit gagasan, tetapi juga karena manusia adalah
satu-satunya makhluk yang bukan sekadar tinggal di dunia,
namun ia tinggal bersama dunia. Gagasanlah yang membedakan apakah
seorang hanya tinggal di dunia ataukah ia tinggal bersama dunia.
Mereka yang pesimis mungkin
akan mencibir paragraf di atas. Buat
mereka, dunia ini tetap akan berjalan
dan bekerja tidak peduli apapun yang
kamu pikirkan tentangnya. Dunia
abai terhadap nasibmu dan yang
bisa kamu lakukan hanyalah memanfaatkannya jika ada kesempatan.
Kalimat-kalimat di atas tidak
ditujukan kepada kerja keras kami,
awak Realita Haji, mewujudkan edisi
perdana untuk tahun ini. Walaupun
kerja ini sangat mengesankan namun
kami masih jauh dari kategori pembangun gagasan. Sebagai pekerja media,
tugas utama kami hanyalah menyiarkan gagasan-gagasan.
Apresiasi mendalam kami adalah kepada mereka yang tanpa lelah sedang
menyiapkan gagasan Pengelolaan Keuangan Haji. Demikian penting makna
gagasan tersebut hingga kami memutuskan untuk menjadikannya fokus utama
majalah Realita Haji edisi ini. Kami ingin menjadi saksi yang bisa mengabarkan
kepada dunia, utamanya umat Islam di Indonesia, bahwa tidak ada yang
mustahil selama itu diperjuangkan dengan gigih.
Selain mengkaji tentang pengelolaan dana haji, edisi perdana ini juga
memuat tentang pelunasan haji yang dalam waktu dekat diberlakukan.
Insyaallah, jika tak ada aral melintang, Perpres BPIH akan terbit akhir bulan ini
yang dilanjutkan dengan pelunasan. Kami berharap informasi ini mendorong
calon jemaah yang masuk kuota haji tahun ini dapat bersiap lebih dini.
Beberapa laporan ringkas, terkini, maupun populer juga termuat dalam
edisi ini, semoga dapat mengisi dahaga informasi setelah cukup lama kami
tidak hadir di hadapan pembaca. Beberapa format rubrik lama tetap kami
pertahankan, misalnya rubrik PIAK (Program Inisiatif Anti Korupsi) di halaman
paling akhir yang kami anggap menjadi salah satu missi utama kami.
Terdapat juga rubrik baru yang kami nilai perlu hadir, setelah kami
melakukan evaluasi menyeluruh, yang utama adalah manasik haji, haji wanita,
hikmah, dan masa.
Akhirnya, kami hanya bisa berharap para pembaca dapat menikmati Realita
Haji edisi ini. Jika ada kekurangan, dalam bentuk dan wujud apapun, tak lain
karena kekhilafan kami.
Selamat membaca.
ILUSTRASI : FARID

Pengarah

Anggito Abimanyu

Realita Haji
Edisi I April/2014

'HD5C(!3F;5I5
UANG PERCEPATAN

Assalamualaikum
Saya mendaftar haji tahun
2013 di satu Tour and Travel di
Jakarta, saya dapat kabar dari
pimpinan travel bahwa kami
berangkat tahun 2014. Dengan
cepat kami melunasi biaya
haji kami + uang percepatan
keberangkatan sebesar Rp
25.000.000 per orang. Yang saya
ingin tanyakan, apakah ada uang
percepatan keberangkatan itu?
Waalaikum salam Wr Wb
Di regulasi kami tidak ada yang
namanya uang percepatan haji,
yang ada setoran awal haji. Setelah
ibu melunasi setoran awal haji, akan
mendapatkan nomor PORSI yang bisa
dicek kapan berangkatnya di http://
haji.kemenag.go.id/v2/node/955358.
Tim Redaksi

BADAL HAJI

Assalamualaikum Wr Wb
Bolehkah yang sudah berhaji
10 tahun yang lalu, mendaftar
haji lagi dengan niat menghajikan
nenek almarhum?
Waalaikum salam Wr Wb
Boleh Bapak/Ibu. Karena yang bisa
melakukan badal haji adalah orang
yang sudah pernah berhaji.
Tim Redaksi

PELUNASAN BPIH KHUSUS

Assalamualaikum Wr Wb
Saya Erwanti, mau
menanyakan tentang ONH plus.
Kedua orang tua saya insyaallah
berangkat tahun ini. Saya mau
menanyakan kapan pelunasan
BPIHnya dan apakah ongkos haji
plus mengalami kenaikan serta
berapa?
Waalaikum salam Wr Wb
Pelunasan BPIH ONH Plus harus
menunggu Keputusan Menteri Agama
(KMA) tentang pelunasan BPIH khusus
tahun 2014, Insyaallah keputusan
tersebut akan keluar akhir bulan ini.
Tim Redaksi

"

Realita Haji
Edisi I April/2014

ESTIMASI
KEBERANGKATAN HAJI

Assalamualaikum Wr Wb
Saya sudah mendaftar haji
di Kemenag Bangkalan tanggal
13 Januari 2014 lalu, saya coba
cari di search engine untuk
estimasi keberangkatan kok
belum bisa? Apa ada yang error
atau bagaimana? Nomor SPPH
saya dan suami 131600039 dan
131600038.
Waalaikum salam Wr Wb
untuk nomor yang ibu punya
memang nomor SPPH dan bukan
nomor Porsi. Untuk mendapatkan
nomor Porsi, ibu harus datang ke
bank untuk melakukan pembayaran
setoran awal Haji. Terima Kasih
Tim Redaksi

HAJI ANAK 17 TAHUN

Assalamualaikum Wr Wb
Saya mau tanya apakah anak
di bawah umur 17 tahun boleh
mendaftar haji? Mengingat daftar
tunggu yang begitu lama, kalau
memang boleh, apakah prosesnya
sama seperti orang dewasa?
Waalaikum salam Wr Wb
Surat Edaran Dirjen PHU
memperbolehkan anak di bawah
17 tahun mendaftar sebagai calhaj.
Akan tetapi apakah pihak bank nanti
mau membukakan rekening? Karena
anak dibawah 17 tahun belum
memiliki KTP. Bapak bisa langsung

menanyakan di bank setempat.


Terima Kasih
Tim Redaksi

PENGURANGAN KUOTA
Assalamualaikum Wr Wb
Saya, Adi Yunanto, mau
bertanya sampai kapan pengurangan kuota haji indonesia?
Apakah pengurangan tersebut
otomatis akan mengurangi porsi
kuota pd tahun berikutnya?
Terimakasih.
Waalaikum salam Wr Wb
Pengurangan kuota diperkirakan
sampai dengan tahun 2017/2018
hal ini terkait dengan penyelesaian
proyek Masjidil Haram yang selesai
pada perkiraan tahun tersebut.
Terima Kasih
Tim Redaksi

JADWAL KEBERANGKATAN
Assalamualaikum Wr Wb
Saya Aninta Rachmandari ,
ingin bertanya tentangJadwal
keberangkatan haji tahun ini,
kapan diumumkannya ? Tks.
Waalaikum salam Wr Wb
jadwal keberangkatan silahkan
kunjungi http://haji.kemenag.go.id/.../
pub.../rencana-perjalanan-hajiTim
Terimakasih
Tim Redaksi

'JDJC5?

Optimalisasi
Nilai Manfaat
Dana Haji
DOK.RH

MOH. HASAN AFANDI

PEMIMPIN REDAKSI MAJALAH REALITA HAJI

ILUSTRASI : FARID

badan khusus yang melakukan


pengelolaan keuangan haji. Badan
tersebut haruslah sebuah lembaga
nirlaba, profesional, dan berada
dalam satu garis koordinasi dengan
Kementerian Agama agar program
yang dikembangkan sejalan dengan
program peningkatan pelayanan haji
dan pembinaan manasik jemaah haji.
Berangkat dari kebutuhan di
atas, RUU Pengelolaan Keuangan
Haji diajukan sebagai landasan

Dengan nilai dana


haji yang semakin
besar, jemaah
yang semakin
banyak, serta
masa tunggu yang
semakin lama,
dibutuhkan sebuah
badan khusus
yang melakukan
pengelolaan
keuangan haji.

ELANDASKAN pengelolaan keuangan haji


hanya pada prinsip profesional, amanah dan
transparan tidaklah cukup. Masih
dibutuhkan satu prinsip lainnya,
yaitu optimal. Prinsip terakhir terkait
dengan pengelolaan keuangan haji
yang ditujukan untuk mendapatkan
nilai manfaat seoptimal mungkin
untuk peningkatan layanan bagi jemaah haji.
Nilai manfaat keuangan haji digunakan untuk menjadi salah satu
sumber pembiayaan penyelenggaraan
ibadah haji dan nilainya meningkat
dari tahun ke tahun. Dari rata-rata
biaya riil penyelenggaraan ibadah haji
tahun 2014 sebesar 47,9 juta rupiah
per jemaah, 14,1 juta rupiah berasal
dari nilai manfaat. Meningkat dari
semula 8,8 juta rupiah per jemaah
pada tahun 2012.
Penempatan dana haji pada instrumen keuangan seperti deposito
dan sukuk selama ini dirasa belum
memberikan nilai manfaat yang optimal, karena masih banyak instrumen
investasi lainnya yang masih terbuka
luas dan memberikan nilai manfaat
yang lebih besar jika dikelola dengan baik dan benar. Sayangnya,
investasi-investasi tersebut belum
bisa dilakukan karena belum adanya
regulasi yang spesifik mengatur pengelolaan keuangan haji.
Dengan nilai dana haji yang semakin besar, jemaah yang semakin
banyak, serta masa tunggu yang
semakin lama, dibutuhkan sebuah

pengelolaan keuangan haji dan


ditujukan tidak hanya mendapatkan
nilai manfaat sebesar mungkin,
namun juga menjamin investasi
dilakukan secara aman, benar, dan
syari. Investasi langsung juga dapat
ditujukan untuk sektor usaha yang
berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan haji. Sehingga tidak
hanya menjadikan return yang lebih
tinggi sebagai tujuan, namun juga
menyasar pada pengembangan sosial
dan ekonomi ummat.
Saat ini, RUU Pengelolaan Keuangan Haji dalam proses pembahasan antara pemerintah dengan DPR.
Keduanya, baik eksekutif dan legislatif
optimis RUU Pengelolaan Keuangan
Haji dapat disahkan menjadi Undangundang pada bulan Oktober 2014.
Mengingat pentingnya RUU ini, diperlukan dukungan semua pihak untuk
merealisasikannya dengan semangat
yang sama yaitu perlindungan, transparansi, dan optimalisasi keuangan
jemaah haji.
Realita Haji
Edisi I April/2014

QJ>HE(7354<C5

Realita Haji
Edisi I April/2014

Dulu, Sekarang dan Masa Depan


GRAFIK INVESTASI PENEMPATAN DANA HAJI
Tahun 2010 - 2013

Sumber: Ditjen PHU Kemenag 2014

diinvestasikan pada Sukuk Dana


Haji Indonesia (SDHI). Investasi pada
Sukuk memberikan keuntungan yang

K34<65C(LJC3?E<(
>3H5?M5?(65=<(
N5?M(F5><?(
65D<(F5><?(
F3F;3E5DO(FH45<(
F3?M3FH>5(
L5?G5?M5?(
H?CH>(
F3?<?M>5C>5?(
45M<(?<45<(
>3F5?B55C5?(
G5D<(5>HFH45E<(
G5?5(65=<(
C3DE3;HC(H?CH>(
>3L3?C<?M5?(
=3F556(65=<P(

ARI total dana haji itu,


sebanyak Rp 35 triliun
telah diinvestasikan dalam
bentuk Surat Berharga
Syariah Negara (SBSN/sukuk) dan
senilai Rp 32 triliun ditempatkan di
perbankan konvensional dan syariah.
Diprediksi akumulasi dana tersebut
akan mencapai Rp 100 triliun dalam
beberapa tahun mendatang, satu
jumlah yang fantastis.
Kisah tentang akumulasi dana
haji bermula sejak 2004, ketika
Kementerian Agama memberlakukan
sistem pembayaran setoran awal
(downpayment) untuk biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Selama
2 tahun biaya terkumpul, dana haji
praktis menjadi aset diam. Setoran
BPIH hanya mengendap di Bank
Penerima Setoran (BPS) BPIH yang
diatasnamakan Menteri Agama di
BI tanpa mendapat manfaat (return),
hanya memperoleh jaminan konversi
ke US dollar.
Pada tahun 2006, setoran di BPS
BPIH mulai dikelola dalam bentuk
bentuk giro, deposito dan tabungan
di bank umum. Bahkan kemudian,
sejak tahun 2009, dana haji juga mulai

Pengelolaan
Dana Haji:

Pengelolaan dana
haji merupakan
persoalan serius
yang perlu dicermati
dan diperbaiki
untuk mendukung
penyelenggaraan
ibadah haji. Pasalnya,
jumlah dana haji di
Kementerian Agama
kini mencapai sekitar
Rp 64,5 triliun dari
dana setoran awal
dan Rp 2,3 triliun dari
Dana Abadi Umat.

lebih besar daripada deposito dengan


imbal hasil mencapai 8,1 persen
pertahun, dengan pajak dari imbal
hasil pertahun yang hanya sebesar
15 persen pertahun, sementara
untuk deposito mencapai 20 persen,
sehingga nilai kemanfaatan untuk
jemaah bisa meningkat.
Profesionalitas pengelolaan
dana haji juga wajib diiringi dengan
prinsip syari, termasuk di dalamnya
menyangkut jenis bank penerima
setoran. Mengacu kepada Keputusan
Menteri Agama No.30/2013, dana haji
harus ditempatkan pada perbankan
syariah. Ditargetkan dana haji yang
tersimpan pada bank konvensional
pada Juni 2014 mendatang sudah
dipindahkan ke perbankan syariah.
Untuk itu, telah ditunjuk 17 BPS
BPIH dari bank syariah, serta 3 bank
transito, yakni BNI, BRI dan Mandiri.
Melihat potensi keuangan haji
yang makin hari makin membesar,
mulai mengemuka pandangan untuk
meningkatkan lagi nilai kemanfaatan

Anggito Abimanyu:
A3?M5?(
;3D;5M5<(
=3?<E(<?R3EC5E<(
C56H?(./01O(
G5?5(65=<(;<E5(
F3?M65E<4>5?(
7L(0S(=HC5(
L3D=3F556

dari akumulasi dana haji tersebut


untuk kepentingan jemaah haji.
Muncul lontaran agar dana haji
dapat dikembangkan melalui usaha
produktif maupun investasi yang
sesuai syariah. Sayangnya, UU No 13/
2008 tentang Penyelenggaran Ibadah
Haji, belum mengatur secara rinci
bagaimana pola pengelolaan dana
haji tersebut. Menjadi hal penting
untuk mencari solusi pengelolaan
dana haji di masa depan.

Menuju Kemanfaatan
Yang Lebih Besar

Pihak Kementerian Agama saat


ini sedang berupaya mencari solusi
bagaimana mengelola dana haji yang
lebih profesional, syari, dan memiliki
kemanfaatan yang besar, tidak hanya
bagi jemaah haji melainkan juga
bagi umat Islam pada umumnya. Di
dalamnya terdapat peluang untuk
melakukan investasi pada sektor
riil ataupun usaha-usaha yang
menyangkut perbaikan layanan haji.
Upaya tersebut sedang dipersiapkan melalui Rancangan UndangUndang tentang Pengelolaan

Ke-uangan Haji (RUU PKH). Menurut


Dirjen PHU, Anggito Abimanyu,
munculnya RUU PKH dilatarbelakangi
oleh belum lengkapnya pengaturan
dan ketentuan pengelolaan dana haji
sebagaimana tertuang dalam UU No.
13/2008. RUU ini diharapkan dapat
menjadi payung hukum bagi upaya
pengelolaan dana haji agar lebih
profesional dan bermanfaat.
Sekarang dengan alokasi uang
haji yang semakin besar dan waktu
tunggu yang semakin panjang,
diperlukan pengaturan dana haji
yang profesional, permanen dan

sakit haji, asrama haji, katering, dan


pendidikan perhajian, tandasnya.
Manfaat atau return yang lebih
tinggi ini, lanjut Anggito, dapat
berdampak memperbesar nilai
kemanfaatan ekonomi, sosial,
dan ibadah para jemaah. Hal ini
dik arenak an dana haji adalah
dana titipan yang return-nya harus
dikembalik an kepada jemaah
dalam bentuk peningkatan kualitas
pelayanan.
M engenai bentuk lembaga
pengelola keuangan haji yang akan
dibentuk berdasarkan RUU PKH,

TABEL BIAYA PENYELENGGARAAN HAJI YANG DITANGGUNG


DANA OPTIMALISASI JAMAAH (Rp. Milyar)

Sumber: Ditjen PHU Kemenag 2014

bisa memberikan mandat kepada


Kementerian Agama untuk melakuk an pengelolaan keuangan
tersebut, ujar Anggito.
Menurut Anggito, pengelolaan
dana haji gaya baru ini memungkinkan
untuk diinvestasikan di sektor riil,
yang dapat memberi nilai return lebih
tinggi.
Dana haji yang terkumpul bisa
diinvestasikan untuk peningkatan
pelayanan haji, tidak hanya pada
tabungan, deposito dan sukuk saja,
melainkan juga investasi langsung
pada bidang-bidang yang terkait
dengan haji, misalnya investasi
pembelian pesawat haji, rumah

Anggito menegaskan bahwa lembaga


tersebut harus bersifat profesional
dan independen, berbentuk korporat
tetapi nirlaba, serta harus berada
dalam satu garis koordinasi dengan
Kementerian Agama.
Dijumpai terpisah, Kepala
Departemen Perbankan Syariah
OJK, Edy Setiadi, mengatakan,
pembentukan sebuah lembaga
pengelola keuangan sangat
tergantung pada visi dan misi yang
dikehendaki. Setiap bentuk lembaga
tentunya akan menimbulkan pro
dan kontra. Karena itu, katanya,
menentukan visi dan model itu
sangat penting. as
Realita Haji
Edisi I April/2014

GREENOPTIMISTIC.COM

Menggagas
Investasi Dana Haji

Dana haji ibarat


berada di titik
gamang yang
tidak bisa kembali
(point of no return).
Jumlahnya terus
membengkak,
seiring pertambahan
setoran awal yang
dibayarkan calon
jemaah haji setiap
hari di seluruh
Indonesia.

IKA diendapkan, tidak dikelola


seperti di masa lalu, nilainya
akan tergerus inflasi atau
berkurang karena nilai tukar.
Jika dikelola setengah-setengah, nilai
return-nya sangat terbatas. Sementara
di sisi lain, kualitas pelayanan jemaah
haji belum maksimal.
Investasi adalah masa depan

&

Realita Haji
Edisi I April/2014

pengelolaan dana haji. Melalui


investasi ini, hasil optimalisasi dana
haji dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan pelayanan jemaah.
Tentu saja ini tidak semudah membalik
telapak tangan, mengingat Rp 64,5
triliun dana haji adalah titipan jemaah
yang di dalamnya melekat syaratsyarat tertentu, berbeda dengan
modal bank dan sejenisnya.
Gagasan tentang bagaimana dana
haji diinvestasikan membutuhkan
kontribusi pemikiran dari banyak
kalangan, ekonom, pengusaha, hingga
ulama. Apalagi jika dalam waktu dekat
RUU Pengelolaan Keuangan Haji (PKH),
yang merupakan payung hukum bagi
investasi dana haji, disahkan.
Sejumlah kalangan berlatarbelakang syariah menilai, optimalisasi dana haji melalui investasi
membutuhkan kajian yang matang,
terkait dengan sektor-sektor apa saja
yang dapat diterjuni. Ketua Baznas Prof.
KH. Didin Hafidhudin mengatakan,
dana haji bisa diinvestasikan pada
sektor riil seperti usaha perkebunan,

pertanian, properti, perhotelan, dan


lain-lain, asal memberi manfaat bagi
calon jemaah.
Hal senada juga diutarakan Dekan
Fakultas Ekonomi UIN Jakarta Prof. Dr.
Abdul Hamid, MS. Menurut Abdul
Hamid, jenis investasi dana haji tidak
menjadi soal asalkan menguntungkan
dan transparan. Investasi tersebut
juga bisa dilakukan di luar sektor
yang berkaitan dengan ibadah haji.
Seyogyanya, kalau menurut saya,
ke syariah boleh, ke non syariah
boleh. Dimana pengelolaanya bisa
diberikan kepada manajer investasi
yang terpercaya, terangnya, saat
ditemui Realita Haji di Kampus UIN,
(7/4).
Sedangkan mengenai penggunaan hasil optimalisasi dana haji,
baik Didin Hafidhudin maupun Abdul
Hamid memberi kelonggaran bahwa
keuntungan dari pengolaan dana haji
selain harus dikembalikan kepada
jemaah, juga dapat dimanfaatkan
untuk kepentingan umat. Pe ngaturan mengenai keuntungan

Jenis investasi
menurut RUU
PKH: investasi
surat berharga,
investasi emas,
dan Investasi
Langsung

kementerian keuangan/OJK. Ini sangat


diperlukan agar lembaga tersebut
melakukan kegiatan investasinya
secara professional, amanah, dan
transparan, pungkas Didin.

Investasi Risiko Nol yang


Terkait Haji

RUU PKH, yang saat ini draf dan


naskah akademisnya sudah disampaikan kepada DPR, membatasi jenis

WAWAN BASTIAN

dari investasi juga sangat penting


untuk ditelaah, apakah dana tersebut
akan dikembalikan kepada calon
jemaah dalam bentuk pelayanan
dan dikaitkan dengan setoran biaya
penyelenggaraan haji atau sebagian
lagi akan diberikan kepada umat
untuk keperluaan orang-orang miskin,
seperti untuk kegiatan pendidikan,
kesehatan, ekonomi dan lain-lain, kata
Didin Hafidhudin. Sedangkan Abdul
Hamid menjelaskan, hasil optimalisasi
dana haji juga dapat dimanfaatkan
untuk pembinaan UKM.
Mengenai masalah lembaga
pengelola keuangan dana haji, kedua
tokoh ekonomi syariah tersebut
menilai bahwa perlu ada payung
hukum yang memberi wewenang
pengelolaan dana haji. Selain itu
lembaga itu harus jelas kedudukannya.
Mengingat ini merupak an
dana amanah. Kelembagaannya
sendiri sebaiknya otonom, tetapi
bertanggungjawab kepada
pemerintah, cq Menteri Agama/
Dirjen Haji dan Umrah, dan juga
bertanggungjawab kepada

investasi pada 3 bentuk: investasi


dalam bentuk surat berharga, emas,
dan investasi langsung. Investasi
surat berharga dapat dilakukan hanya
untuk surat berharga yang diterbitkan
oleh lembaga dalam negeri. Investasi
emas hanya dilakukan dalam bentuk
batangan yang dijual di dalam negeri.
Sedangkan investasi langsung
dilakuk an melalui pengadaan
sarana dan prasarana produktif yang
berkaitan dengan penyelenggaran
ibadah haji.
Dirjen PHU Anggito Abimanyu
menyebutkan contoh-contoh investasi langsung yang berkaitan
dengan penyelenggaraan ibadah
haji seperti pembelian pesawat haji,
pemondokan/hotel haji, rumah sakit
haji, katering haji, dan pendidikan
perhajian. Pilihan ini, menurut Anggito,
didasari oleh kenyataan bahwa dana
haji adalah dana titipan yang tidak
mungkin diinvestasikan untuk segala
keperluan. Investasi dana titipan ini
risikonya harus sangat kecil, kalau
tidak bisa risiko nol, tidak mungkin
diinvestasikan pada sektor-sektor yang
return-nya fluktuatif. Pilihan-pilihan

investasi di atas, juga terkait dengan


keharusan mengembalikan hasil
optimalisasi dana haji kepada jemaah.
Ditemui terpisah, Kepala
Departemen Perbankan Syariah OJK
Edy Setiadi mengatakan, sektor-sektor
apa saja yang dipilih untuk investasi
dana haji, dapat diukur dari tingkat
kemanfaatannya bagi jamaah. Selain
itu, jika hanya diinvestasikan pada
sektor yang berkaitan dengan haji,
perlu dipertimbangkan agar dana
yang ada tidak merosot nilainya, tetapi
dapat memberikan keuntungan dan
nilai tambah
Mengenai penggunaan hasil optimalisasi dana haji, RUU PKH memang
memberikan kemungkinan untuk dipergunakan bagi kemaslahatan umat
Islam, meskipun yang utama adalah
untuk kepentingan jemaah.
Sedangkan porsi lebih besar untuk
kemaslahatan umat (non jemaah)
sebenarnya lebih terakomodasi
pada Dana Abadi Umat (DAU) yang
merupakan hasil efisiensi penyelenggaraan ibadah haji setiap tahun.
Saat ini jumlah DAU yang terkumpul
adalah sebesar Rp 2,3 triliun. as
Realita Haji
Edisi I April/2014

'

Antara
Malaysia
dan Kita

Rasanya, kita
tidak perlu malu
mengakui bahwa
kita tertinggal
45 tahun dari
negeri jiran,
Malaysia, dalam hal
mengelola dana haji
agar lebih produktif,
sehingga memberi
kemanfaatan lebih
kepada jemaah haji.

TH-PROPERTIES.COM

Proyek pembangunan Tabung Haji Hotel and Convention Center, KL

TH juga diinvestasikan di sektor


riil ke anak-anak perusahaan, di
antaranya: TH Plantations Berhad,
Theta Edge Berhad, BIMB Holdings
Berhad, Bank Islam Malaysia Berhad,
Syarikat Takaful Malaysia Berhad,
TH Properties Sdn Bhd, TH Travel &
Services Sdn Bhd, dan TH Hotel &

TENGKUFKAMILBLOGSPOT.COM

AMUN, lebih baik malu


daripada mempertahankan gengsi tanpa melakukan usaha perbaikan.
Malaysia sudah mengelola Dana
Haji secara profesional sejak 1969,
melalui pembentukan BUMN Tabung
Haji (TH). Semangat berdirinya TH
berangkat dari pemikiran yang
sederhana, yaitu bagaimana agar
dana dari calon jemaah haji yang
te r k u mpu l b is a diberdayak an
secara ekonomi dan produktif. Pada prinsipnya pengelolaan haji di
Malaysia mengacu pada tiga hal yakni
Tabungan, Pengelolaan Dana, dan
Pengurusan Haji.
Selain diinvestasikan dalam berbagai perangkat investasi, dana

Perkebunan kelapa sawit milik Tabung Haji Malaysia di Riau

()

Realita Haji
Edisi I April/2014

Residence Sdn Bhd.


Seiring dengan bertambahnya
jumlah calon jemaah haji serta
diversifikasi pengelolaan dana haji,
kinerja keuangan TH terus meningkat.
Aset bersih TH meningkat dari tahun
ke tahun. Pada tahun 2008, jumlah
aset bersih TH sekitar 21 triliun rupiah,
dan saat ini telah mencapai 40 triliun
rupiah. Dampaknya, TH mampu
memberi fasilitas yang lebih baik bagi
jemaah haji Malaysia.
Salah satunya adalah subsidi TH
untuk jemaah dalam bentuk biaya
haji, yang jumlahnya terus meningkat
tahun demi tahun. Pada tahun 2012,
TH memberikan subsidi kepada
setiap jemaah haji sebesar RM 4.900.
Sedangkan pada tahun 2014 ini, biaya
haji di Malaysia adalah sebesar RM
16.155 atau sekitar Rp 45 juta, namun
bagi yang pertama kali berangkat
haji cukup membayar sebesar RM
9,980 saja (sekitar Rp 28 juta). Dengan
demikian mereka mendapat subsidi

sebesar RM 6,175, atau sekitar Rp 17


juta dari TH.
Selain subsidi dalam biaya haji,
manfaat dari TH diberikan dalam
bentuk akomodasi yang bagus
kualitasnya. Di tanah suci, Pondokan
TH Malaysia semua di bawah 1.000
meter jaraknya dari Masjidil Haram,
sedangkan di Madinah hanya 200
meter dari Masjid Nabawi. TH juga
memberikan pelayanan kesehatan
yang sangat memadai pada setiap
jemaah di hotel dan klinik di setiap
maktab.
Pengalaman Malaysia penting
untuk dipelajari dan dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam
mengembangkan gagasan pengelolaan dana haji di Indonesia. Hal
terpenting dari pengalaman Malaysia
adalah bahwa pengelolaan dana
haji memerlukan independensi, profesionalitas, amanah dan dilakukan
dengan tata kelola yang baik.

Beda Malaysia, Beda Kita

Kisah keberhasilan Malaysia


bertumpu pada prinsip pengelolaan
dana haji secara lebih profesional.
Prinsip profesionalitas ini juga yang
melandasi upaya Kementerian

perubahan akad.
Anggito juga mengingatkan bahwa 90% jemaah haji di Indonesia
adalah haji reguler, sedangkan di
Malaysia sebagian besar jemaah
haji adalah haji khusus. Kondisi
ini mempengaruhi aspek kehatihatian dalam pengelolaan dana
haji yang merupakan dana titipan.
Karenanya tidak bisa dana tersebut
diinvestasikan untuk segala keperluan. Jika diinvestasikan, maka risikonya
harus sangat kecil, jika tidak bisa
risiko nol. Ini berbeda dengan
keleluasaan TH di Malaysia yang
mampu berinvestasi pada sektorsektor yang return-nya naik turun,
seperti di perkebunan. Dana haji
Indonesia, lanjut Anggito, lebih cocok
diinvestasikan di sektor-sektor yang

Dana Haji Indonesia yang


merupakan dana titipan
menyebabkan tidak bisa
diinvestasikan untuk segala
keperluan. Jikapun diinvestasikan
maka risikonya harus sangat
kecil, jika tidak bisa risiko nol.

dana haji berbentuk tabungan yang


telah diakadkan sejak awal untuk
dapat dikelola secara profesional
untuk kemaslahatan jemaah. Sedangkan di Indonesia, sebagian
besar dana haji, jika tidak semuanya,
adalah dana titipan setoran awal
haji (downpayment), yang bahkan
bukan tabungan, yang hanya diakadkan untuk berangkat haji,
bukan untuk dikelola lagi. Sudah
kadung terakumulasi 64,5 triliun
dalam bentuk downpayment, susah
untuk memulai lagi, jadi kita hanya
memodifikasi saja, kata Dirjen PHU
Anggito Abimanyu.
Persoalan akad ini sangat penting,
karena menyangkut dana untuk
beribadah yang di dalamnya terdapat
k e te nt u a n - k e te nt u a n s ya r i a h .
Meskipun, terdapat solusi untuk

Iklan asuransi dan kredit rumah Takaful


Tabung Haji.

TAKAFULMALAYSIA.COM

Agama RI yang sedang menggagas


lembaga pengelola keuangan haji,
sebagaimana terangkum dalam draf
RUU Pengelolaan Keuangan Haji
(PKH), yang saat ini telah disampaikan
pemerintah kepada DPR RI, dengan
target diselesaikan tahun ini.
Namun, kita tidak bisa asal
menjiplak cara Malaysia, terkait
keberadaan TH di Malaysia. Hal ini
dikarenakan kondisi sosial ekono-mi
haji, kesejarahan haji, dan filosofi
pengelolaan haji Indonesia berbeda dari Malaysia. Yang mungkin
dilakukan adalah memegang erat
prinsip profesionalitas pengelolaan
dana haji dengan metode-metode
yang dimodifikasi, yang lebih sesuai
dengan kondisi kita.
Di Malaysia, sejak 1969, 100%

terkait penyelenggaraan ibadah haji,


seperti membeli pesawat haji, hotel
haji, rumah sakit haji, dan katering
haji.
Kondisi ini juga berpengaruh
pada lembaga pengelola keuangan
haji. Di Malaysia, TH sejak berdiri
tahun 1969 telah merupakan BUMN.
Di Indonesia, lembaga pengelola keuangan haji tidak mungkin terlepas
sepenuhnya dari Kementerian Agama.
Lembaga tersebut harus profesional,
independen, berbentuk korporat
tetapi nirlaba, berada di bawah Presiden melalui Menteri Agama. Yang
terpenting harus memiliki garis
koordinasi dengan Kementerian
Agama sebagai penyelenggara haji
dan pembina manasik haji, pungkas
Anggito. as
Realita Haji
Edisi I April/2014

((

FOTO: JAROT PRIKSONO

Menuju Transparansi
Pengelolaan Keuangan Haji

Promosi nilainilai kebaikan,


seperti kejujuran
dan amanah
paralel dengan
prinsip-prinsip
modern tentang
akuntabilitas dan
transparansi.
Kemenag
selayaknya bisa
menjadi teladan
dalam pencegahan
dan pemberantasan
korupsi.

(*

Realita Haji
Edisi I April/2014

ENGURUS dana titipan


masyarakat, apalagi
yang diniatkan untuk
beribadah, tidak bisa dihindari, dapat
memberi efek pertanggungjawaban
ganda. Pertama, pertanggungjawaban
horizontal, yaitu kepada masyarakat
yang menitipkan dana, dan kedua,
pertanggungjawaban vertikal, karena
dana itu diniatkan untuk beribadah
kepada Allah SWT.
Situasi di atas, dialami oleh
Kementerian Agama (Kemenag)
yang menyelenggarakan ibadah
haji. Dengan akumulasi dana setoran
awal mencapai Rp 64,5 triliun, dan
sekitar Rp 3 triliun untuk keperluan
operasional haji setiap tahun, serta
keberadaan Rp 2,3 triliun Dana Abadi
Umat (DAU), persoalan pengelolaan
dan pertanggungjawaban keuangan

haji bukanlah urusan main-main.


Sebagai konsekuensi dari pertanggungjawaban ganda di atas, jika
terdapat pejabat Kemenag yang
melakukan pelanggaran, misalnya
korupsi, maka cibiran dari masyarakat
bisa dua kali lipat besarnya bila itu
dilakukan oleh pejabat kementerian
lain. Konsekuensi ini harus diterima
dengan lapang dada sebagai bagian
dari pengabdian.
Deputi Pencegahan KPK
Cahaya Harianto, dalam satu kesempatan menyampaikan, Kemenag selayaknya bisa menjadi teladan dalam pencegahan dan
pemberantasan korupsi. Besarnya
harapan ini dikarenakan Kemenag
bertanggungjawab dalam pembinaan
kehidupan beragama, yang di
dalamnya sarat dengan promosi nilainilai kebaikan, seperti kejujuran dan

Irjen Kemenag M. Yasin menjelaskan, karena dana haji merupakan


dana titipan jemaah, maka setiap
pemasukan, pengeluaraan dan
penggunaan dana harus disampaikan
kepada publik dengan gamblang
dan akuntabel. Penyampaian kepada
masyarakat bisa dilakukan melalui
website maupun media massa.
Penjelasan juga diperluk an
mengenai besarnya bunga yang
didapatkan dari sukuk, bank konvensional, maupun bank syariah, hingga
mengenai berapa jumlah dana yang
diambil untuk penyelenggaraan haji
setiap tahun. Transparansi seperti
ini akan dapat menimbulkan public
trust, urainya.

bagusnya, karena Irjen


juga diikutkan dalam
verifikasi, sehingga
rumah yang kita pilih
tidak lagi jelek seperti
dulu, tetapi selevel
dengan hotel

Demikian juga penjelasan tentang


penggunaan dana sisa dari efisiensi
atau optimalisasi penyelenggaraan
haji, semuanya harus diungkapkan ke
publik. Sebagaimana diketahui, dari
dana haji yang terkumpul sebesar Rp
64,5 triliun, dapat memberikan bunga
sekitar Rp 2 triliun hingga 3 triliun
per tahun, yang dipergunakan untuk
operasional penyelenggaraan haji
dengan kuota sekitar 150 ribu orang.
Hasil efisiensi dari penyelenggaraan
haji dapat menyisakan hingga sekitar
Rp 700 miliar setiap tahun, yang
kemudian ditampung dalam Dana
Abadi Umat (DAU). Masyarakat juga
harus tahu soal ini, dan harus diatur
dengan ma-najemen yang betul-betul
profesional, sambung Yasin.
Mantan komisioner KPK ini juga
menilai, yang paling utama saat
ini bukan mencari masalah dalam

RUU PKH

pengelolaan dana haji, melainkan


bagaimana membuat sistem
yang akuntabel dan transparan.
Menurutnya, diperlukan tenagatenaga SDM yang handal untuk
mengelolanya.
Tak hanya handal, tapi juga harus
jujur, tegasnya.
Perbaikan penyelenggaraan haji
semestinya juga tidak hanya fokus
pada pengelolaan keuangan, tetapi
juga pada pengadaan akomodasi,
transportasi, dan katering. Tidak

JAROT PRIKSONO

Yang paling utama


saat ini adalah
membuat sistem
yang akuntabel
dan transparan

lagi jelek seperti dulu, tetapi selevel


dengan hotel, imbuh Yasin.
Hal yang sama juga berlaku dalam
pengadaan katering dimana tetap
harus mengacu prinsip pengelolaan
yang baik disertai penghematan
terhadap keuangan negara.
Yang paling penting penetapan
plafon juga harus valid didasarkan
atas informasi paling aktual, tegasnya.

Sekarang ini

Transparansi dan Public


Trust

amanah. Nilai-nilai ini paralel dengan


prinsip-prinsip modern tentang
akuntabilitas dan transparansi.

adanya transparansi terhadap


pengadaan juga sangat rawan
terhadap penyelewengan.
Di Arab Saudi selama ini, sistem
pengadaan akomodasi maupun
transportasi dilakukan dengan
sistem pengumuman, mirip dengan penunjukan langsung. Ini
berbeda dengan cara di Indonesia
yang menggunakan sistem tender.
Mengingat kita tidak mungkin
mendikte Arab Saudi dalam soal
cara pengadaan, kita bisa saja
menerima pola tersebut dengan
syarat tidak menggunakan dana
APBN, berpedoman pada prinsipprinsip pengelolaan yang baik, dan
berdasarkan prinsip penghematan
keuangan negara.
Sekarang ini bagusnya, karena
Irjen juga diikutkan dalam verifikasi,
sehingga rumah yang kita pilih tidak

Yasin menilai draf Rancangan


U n d a n g - u n d a n g Pe n g e l o l a a n
Keuangan Haji (RUU PKH), yang saat
ini sudah siap dibahas oleh DPR sudah
cukup bagus. Meskipun demikian,
masih memerlukan masukan agar
lebih komperehensif, terutama
menyangkut dana simpanan dan
bunga yang didapatkan.
Terkait dengan simpanan dan
bunga tersebut, mantan Komisioner
KPK ini mencontohkan tentang akun
virtual jemaah haji.
Misalnya, saya klik (akun virtual)
punya saya sendiri, lalu saya bisa tahu,
oo.. tabungan saya sekian, keluar
bunganya sekian, tahun ini sekian,
tahun ini sekian... ini kan belum diatur.
Jadi menurut saya, sangat-sangat
complicated, perlu pemikiran yang
dalam dari berbagai unsur masyarakat
agar sistem pengelolaan yang tercover
menjadi lengkap dan sedikit celah
atau mendekati sempurna, katanya.
Yasin juga menyarankan agar
pembahasan RUU PKH tidak perlu
terburu-buru. Semakin banyak
yang memikirkan akan semakin
bagus. Karena itu penting untuk
menghimpun seluruh pendapat,
baik itu dari para ahli, akademisi,
pengamat, penyelenggaraan ibadah
haji, termasuk LSM, demi lengkapnya
pengaturan UU PKH tersebut.
Mengenai bentuk lembaganya,
Yasin mengingatkan agar hal itu
dibahas secara komperehensif dan
integrated. Apakah betul lembaga
yang dibentuk untuk mengelola dana
tersebut berada di bawah kementerian,
bagaimana kalau terpisah? apa
kelemahan dan kekuatannya? Apabila
digabung bagaimana pula? Ini harus
tuntas, pungkasnya. as
Realita Haji
Edisi I April/2014

(!

Menimbang Opsi
Pengelolaan Dana
Setoran Haji*
DR. MULYA E. SIREGAR

DEPUTI KOMISIONER PENGAWASAN PERBANKAN 1


OTORITAS JASA KEUANGAN R.I

WAWAN BASTIAN

SHARIAECONOMICFORUM.WORDPRESS.COM

T5I5?5

EMBENTUKAN lembaga
khusus pengelola dana
haji telah menjadi
salah satu topik sentral
dalam pembahasan
RUU terkait pengelolaan haji di
DPR. Wacana lembaga tersebut
tidak bisa dilepaskan dari fatwa
dan rekomendasi Majelis Ulama
Indonesia sejak 2 tahun lalu agar

("

Realita Haji
Edisi I April/2014

dana setoran haji masyarakat dikelola


secara optimal untuk hal-hal yang
produktif dan tidak bertentangan
dengan syari atau tidak mengandung
unsur riba, gharar, maysir dan unsur
yang dilarang syariah lainnya.
Termasuk tidak lagi menempatkan
dana haji yang dihimpun pemerintah
di bank konvensional. Keuntungan
dari optimalisasi pengelolaan dana

setoran haji lalu dapat dikembalikan


dalam berbagai bentuk seperti
fasilitas transportasi, akomodasi, dan
kesehatan yang lebih baik, ataupun
dalam bentuk keuangan seperti
pengurangan biaya haji.
Dalam dunia investasi dan keuangan, merupakan hal yang jamak ketika
pengelolaan suatu dana diserahkan
kepada penyedia jasa khusus yang

Pilihan pengelolaan dana oleh


lembaga keuangan seperti manajer
investasi, akan dilandasi ekspektasi
untuk mendapatkan return yang lebih
optimal dengan sedikit kompromi
dari sisi safety. Sedangkan pilihan
pengelolaan dana untuk investasi
non-keuangan di luar jangkauan
regulasi dan supervisi OJK ataupun
lembaga pengawas sektor keuangan
lainnya, boleh jadi akan berisiko lebih
tinggi.
Dalam konteks penyelenggaraan
haji, secara substansi dana yang
disetor masyarakat adalah untuk
dikonsumsi oleh yang bersangkutan
dalam bentuk pelaksanaan ibadah
haji. Namun demikian, fakta antrian
haji yang memakan waktu beberapa
tahun karena kuota haji jauh lebih
kecil dari peminat berhaji yang terus
meningkat, tentu menimbulkan
pertanyaan mengapa dana besar
yang telah disetor tidak dikelola
dengan sasaran investasi tertentu.
Dalam konteks ini maka wacana
pembentukan lembaga khusus
pengelola dana haji akan mengubah
secara fundamental nature dana
haji yang diterima pemerintah, dari
sekadar setoran untuk pembayaran,
menjadi setoran untuk dikelola atau
diinvestasikan sebelum dibayarkan.

Pilihan Investasi

Sebenarnya masyarakat bisa


saja menempatkan dananya
secara mandiri untuk dikelola bank

aspek kehatihatian
(prudensial)
dalam
pengelolaan
dana perlu
dikedepankan,
mengingat dana
yang dihimpun
pada dasarnya
bersumber dari
masyarakat.

Lembaga Khusus

Perubahan fundamental tersebut


sekaligus menempatkan lembaga
khusus pengelola setoran haji
pada peran yang serupa dengan
bank dan lembaga keuangan yang
menghimpun dana masyarakat untuk
diinvestasikan pada berbagai outlet
dan portofolio penempatan dana
seperti pembiayaan usaha, sukuk,
saham dan sebagainya.

memiliki spesialisasi atau keahlian


untuk mengoptimalkan pemanfaatan
dana sesuai tujuannya. Mengapa
harus disesuaikan dengan tujuan?
tidak lain karena setiap opsi investasi
pasti memiliki ekspektasi hasil dan
risikonya masing-masing. Ekspektasi
hasil dan risiko biasanya berbanding
lurus, semakin tinggi ekspektasi
hasil diikuti semakin tinggi risiko
yang ditanggung investor. Berbagai
pilihan investasi selalu diikuti risiko.
Pilihan menyerahkan pengelolaan
dana investasi kepada bank misalnya,
tentu dilandasi pertimbangan safety
yang cukup besar, meskipun harus
sedikit mengorbankan target return.
Hal ini mengingat aktivitas bank
dipagari rambu-rambu yang ketat
dari OJK, dan juga Bank Indonesia
serta LPS.

dan lembaga keuangan, hingga


ketika tiba waktunya berangkat
haji dana tersebut dibayarkan
kepada pengelola perjalanan.
Namun mengingat perjalanan
haji memerlukan pengaturan dan
pengendalian pemerintah dengan
alasan terkait kuota, standar layanan,
dan koordinasi antar negara, maka
diperlukan satu titik ketika dana
kelolaan mandiri masyarakat harus
dialihkan sebagian atau seluruhnya
kepada pemerintah. Jika titik waktu
penarikan dana tersebut berdekatan
dengan waktu keberangk atan
maka horizon investasi dana haji
oleh lembaga pengelola setoran
haji pemerintah menjadi pendek.
Pilihan instrumen yang penempatan
akan lebih terbatas misalnya giro,
tabungan, deposito jangka pendek,
emas dan sukuk tradable. Sebaliknya,
semakin jauh titik penarikan tersebut
dari waktu keberangkatan, maka

semakin panjang horizon investasi


lembaga pengelola setoran haji
tersebut, dan semakin beragam
pula pilihan instrumen yang dapat
digunakan, termasuk investasi
langsung ke sektor riil yang terkait
misalnya berinvestasi membeli sarana
pemondokan dan transportasi haji.
Kembali pada per tanyaan
mengenai tujuan investasi lembaga
p e n g e l o l a d a n a s e to ra n h a j i ,
hemat k ami pemerintah perlu
memper timbangk an sejumlah
hal yang mirip dengan prinsip
pengelolaan cadangan devisa
negara yaitu security, liquidity dan
profitability . Pertama, sebagian
dana setoran haji tetap dialokasikan
pada instrumen keuangan jangka
pendek mengingat pola penggunaan
dana haji bersifat tahunan. Kedua,
aspek kehati-hatian (prudensial)
dalam pengelolaan dana perlu
dikedepankan, mengingat dana
yang dihimpun pada dasarnya
bersumber dari masyarakat. Ketiga,
kontribusi dana setoran haji yang
selama ini dimanfaatkan untuk
pengembangan sektor keuangan
antara lain sebagai sumber dana
murah, kiranya tetap perlu dijaga
mengingat semakin besarnya irisan
peran lembaga tersebut dengan bank
dan lembaga keuangan. Mengingat
potensi lembaga tersebut sebagai
powerhouse penghimpunan dana
jangka panjang, maka sebagai
w u j u d k o m i t m e n p e m e r i nt a h
mengembangkan sektor keuangan
nasional, lembaga tersebut perlu
meningk atk an sinergi dengan
b a nk dan lemba ga keu ang an
khususnya syariah. Peluncuran
tabungan manasik haji dalam
pengelolaan haji khusus baru-baru
ini, hemat kami merupakan salah
satu terobosan peningkatan sinergi
dimaksud. Dalam hal ini lembaga
pengelola dana setoran haji tersebut
harus memiliki kemampuan dalam
memperhitungkan return dan risiko
secara optimal serta memiliki kemampuan untuk memitigasi risiko.
* Pendapat pada tulisan di atas adalah pandangan
pribadi yang tidak merepresentasikan posisi dan
pandangan OJK sebagai institusi resmi.

Realita Haji
Edisi I April/2014

(#

:3;<=5>5?

RUU Pengelolaan
Keuangan Haji,
Sebuah Kebutuhan

SUMBER: ORTALA DIRJEN PHU KEMENAG

Nilai aset haji tahun 2014 ini telah mencapai


sekitar Rp 64,5 Triliun. Besaran uang tersebut
membutuhkan pengelolaan secara lebih
aman, profesional dan akuntabel, sayangnya
belum ada payung hukum yang lebih kuat.
Oleh karena itu, Kementerian Agama RI
(Kemenag) mengajukan usulan inisiatif
pembentukan RUU Pengelolaan Keuangan
Haji (PKH) kepada DPR RI.

AKIL Menteri
Agama Nasaruddin
Umar melihat RUU
ini bukan lahir sec a r a p re m a t u r,
bukan pula RUU yang datang secara
tiba-tiba. RUU ini merupakan harapan
pemerintah untuk mengayomi
atau untuk memayungi kebijakankebijakan yang akan dilakukan.

($

Realita Haji
Edisi I April/2014

Selama tidak ada undang-undang,


pelaksanaan pengelolaan keuangan
haji ini akan sangat riskan.
Jangan-jangan nanti kita akan
melakukan sesuatu yang dinilai
keliru, walaupun keyakinan kita
benar, tapi pandangan hukum melihat sebaliknya, itu membuat kita
waswas. Dengan adanya payung
hukum yang memayungi seluruh

kegiatan-kegiatan maka itu akan


jadi pegangan kita. Sepanjang kita
sesuai dengan pegangan maka tidak
akan ada pelanggaran, kan? ungkap
Nasarudddin Umar di ruang kerjanya
kepada Majalah Realita Haji, Kamis
(17/4).
Sementara itu, Dirjen PHU Anggito
Abimanyu mengatakan bahwa RUU
PKH ini dilatarbelakangi karena UU
nomor 13/2008 tidak dilengkapi
dengan suatu pengaturan atau
ketentuan mengenai keuangan haji
itu sendiri. Menurutnya, pada waktu
itu memang belum terpikir untuk
membuat aturan tersebut.
Sekarang dengan alokasi
uang haji yang makin besar dan
waktu tunggu yang makin panjang,
diperlukan pengaturan dana haji
yang profesional, permanen, dan
bisa memberikan mandat kepada
kemenag untuk melakukan

!
JAROT PRIKSONO

RUU ini bukan lahir


secara prematur, bukan
pula datang secara tibatiba. RUU ini merupakan
harapan pemerintah
untuk mengayomi atau
untuk memayungi
kebijakan-kebijakan
yang akan dilakukan

lanjut Arif, pertama kali dibahas di


Kemenko Kesra dalam rakor tanggal
7 September 2012, lalu dilanjutkan
pada 17 September 2012, yang
belum menghasilkan kesepahaman
antara Kemenkeu dan Kemenag,
karena RUU PKH dianggap belum
selaras dengan UU Keuangan Negara.
Setelah beberapa kali dibahas, pada
rakor 8 Oktober 2013 disepakati oleh
seluruh K/L bahwa Draf RUU PKH
sudah selaras dengan UU Keuangan

badan pengelola keuangan haji harus


berada dalam satu garis koordinasi
dengan Kemenag. Tujuannya adalah agar
terjadi sinkronisasi antara pengelolaan
keuangan haji dengan penyelenggaraan
haji dan pembinaan manasik.

masih bercampur dalam Ditjen


PHU. Oleh karena itu akan dibentuk
sebuah badan yang fokus mengelola
keuangan haji ini secara profesional
dan akuntabel. Dengan demikian, kita
bisa lebih fokus pada pengelolaan
dana haji itu dari sisi regulasinya,
ungkap Arif Nurrawi, Kepala Bagian
Organisasi, Tata Laksana dan Kepegawaian Ditjen PHU.
Selain itu, menurut Arif, proses
pembentukan RUU ini sendiri sudah
berlangsung cukup lama, sejak
tahun 2012. RUU ini sudah dibahas
dalam berbagai kegiatan, baik rapat
koordinasi di kalangan pemerintah
dan di DPR, maupun dalam berbagai
seminar. Sedangkan pembahasan
RUU PKH di kalangan pemerintah,

Negara, yang ditandai dengan


pembubuhkan paraf oleh seluruh K/L
terkait. Selanjutnya, Menko Bidang
Kesra melaporkan kepada Presiden
untuk diteruskan kepada DPR RI.

DPR dan RUU Yang Lain

Ketika RUU PKH inisiatif pemerintah masuk dalam Prolegnas tahun


2010, DPR juga tengah memasukkan
RUU Pengelolaan Haji dan Umrah,
yang merupak an amandemen
terhadap UU No.13/2008 tentang
Penyelenggaraan Ibadah Haji. Dua
entitas ini, dalam perkembangannya,
seolah berjalan sendiri-sendiri. Akibatnya, hingga 4 tahun kemudian
keduanya praktis jalan di tempat.
Ketua Komisi VIII DPR RI Ida Fauziah

pengelolaan keuangan tersebut,


jelas Anggito kepada Majalah Realita
Haji, Rabu (16/4) lalu.
Dirjen PHU menargetkan agar
pembahasan RUU, yang drafnya
sudah disampaikan pemerintah
kepada DPR RI ini, bisa selesai pada
tahun ini. Dia berharap pada bulan
Mei 2014 sudah bisa masuk dalam
pembahasan tingk at dua dan
mendapat respon yang positif dari
fraksi-fraksi DPR RI.
Lahirnya RUU PKH ini juga didasari
oleh keinginan untuk menunjukkan
kepada masyarakat bahwa keuangan
haji ini bisa dikelola lebih profesional,
lebih akuntabel, dan lebih memberi
manfaat, sehingga dapat dipercaya
oleh masyarakat.
Selama ini keuangan haji hanya
dikelola oleh salah satu unit di Ditjen
PHU, yaitu Direktorat Pengelolaan
Dana Haji.
K alau sek arang ini, fungsi
regulator dan teknis eksekutornya

mengatakan bahwa masih terdapat


perbedaan dalam cara pandang
antara pemerintah dan DPR. Dari
sudut pandang DPR, amandemen
UU No.13/2008 adalah membentuk
sebuah badan penyelenggara ibadah
haji, sedangkan masalah pengelolaan
keuangan haji adalah bagian dari
badan tersebut.
Sementara bagi pemerintah,
sebagaimana dijelaskan Anggito
Abimanyu, penyelenggaraan ibadah haji dan pembinaan manasik
haji tetap merupakan tanggung
jawab Kemenag. Karena itu, badan
pengelola keuangan haji harus
berada dalam satu garis koordinasi
dengan Kemenag. Tujuannya adalah agar terjadi sinkronisasi antara
pengelolaan keuangan haji dengan
penyelenggaraan haji dan pembinaan
manasik.
Untuk menjambatani perbedaan
tersebut, Anggito telah membangun
komunikasi lebih intens dengan kalangan DPR, agar didapatkan solusi
yang bisa mengatasi perbedaan.
Perlu dilakukan sinkronisasi lagi antara inisiatif pemerintah dan DPR,
agar jelas apa atau mana yang harus
diprioritaskan. Persoalan waktu juga
harus dicermati mengingat masa
kerja DPR hanya sampai bulan September 2014.
Senada dengan Anggito, Ida
Fauziah juga mengaku cukup intens
berkomunikasi dan bertukar pikiran
dengan Ditjen PHU. Yang terpenting
adalah bagaimana semakin mendekatkan pemikiran pemerintah dan
DPR. Jika itu bisa dilakukan, (saya kira)
waktu tidak akan menjadi persoalan,
pungkas Ida Fauziah. sf
Realita Haji
Edisi I April/2014

(%

Tinjauan Syari dan Kelembagaan


Pengelolaan Uang Haji
RUU Pengelolaan
Keuangan Haji
(PKH) mengatur
bahwa pengelolaan
keuangan haji
berasaskan pada
prinsip syariah,
manfaat, dan prinsip
kehati-hatian.

(&

Realita Haji
Edisi I April/2014

ILUSTRASI: FARID

A L i n i d i k a re n a k a n
uang atau dana haji ini
merupakan dana titipan
dan dipergunakan
untuk menjalank an
kewajiban agama.
Secara syari, menurut MUI, dana
haji merupakan dana masyarakat
yang dititipkan kepada pemerintah
untuk melaksanakan ibadah haji.
Dengan demikian, perlu ditegaskan
bahwa dana tersebut bukan milik
pemerintah. Kedudukan Kementerian
Agama (Kemenag) dalam hal ini
adalah sebagai wali amanat, yang
bertugas hanya untuk menjaga dan
mengelola, bukan memiliki. Untuk
itu, dana itu tidak boleh hilang dan
harus aman.
Prinsip-prinsip syariah mengenai
pengelolaan keuangan haji ini adalah
bahwa dana itu harus disalurkan
sesuai dengan hal yang tidak
bertentangan dengan syariah atau
di kelola secara syariah. Karena dana
tersebut akan dipergunakan untuk
ibadah haji maka harus dijaga.
Mak anya, ditaruh di bank
karena mereka bertanggungjawab,
bukan di perusahaan. Walaupun
keuntungannya tidak besar, tapi
resikonya tidak langsung. Kalau
ditaruh di perusahaan secara
langsung ada kemungkinan dana itu
bisa amblas, jelas Wakil Ketua Umum

MUI KH. Maruf Amin kepada Majalah


Realita Haji, Selasa (15/4).
Selain itu, MUI berpendapat bahwa
pemerintah boleh menginvestasikan
atau mengembangkan dana tersebut.
Selama dana itu tidak dipakai, artinya
dana itu boleh dikelola. Nanti jika ada
hasilnya maka harus dikembalikan
kepada jemaah yang bersangkutan.
Sehingga keuntungan tersebut tidak
boleh diberikan kepada jemaah lain,
yang berbeda tahun atau musim haji
yang lain.
Meski demikian, pilihan investasinya harus berhati-hati. Tidak
boleh berinvestasi sembarangan,
seperti dimasukkan melalui bank
konvensional. Sebab, terdapat
ketentuan Ar-ridha ruknun lil aqdi wa
laisa sababan lil hilli (Rida itu rukun
dalam akad, tapi tidak menyebabkan
menghalalkan sesuatu yang tidak

halal). Walaupun jemaah rida, tapi


ketika dikelola dengan tidak halal, itu
tidak bisa lantas halal.
Jika ditaruh di bank konvensional,
dia jadi tidak halal. Walaupun dana
pokoknya tetap, tapi untungnya tidak
halal. Berbeda dengan jika dana itu
diserahkan kepada Bank Syariah,
pasti pengelolaannya sesuai dengan
syariah. Di samping terjaga secara
amanah, dia akan digunakan sesuai
dengan prinsip-prinsip syariah,
ungkap KH. Maruf Amin.

Bergantung pada Akad

Sementara itu, Katib Am Syuriyah


PBNU KH. Malik Madany berpendapat
bahwa prinsip syariah yang harus
dipenuhi dalam pengelolaan
keuangan haji antara lain: prinsip
amanah, prinsip keterbukaan, dan
prinsip keridaan.

KH. Malik Madany

perkembangan zaman dan dunia


perekonomian yang ada.
Adapun hasil keuntungannya
harus dikembalikan kepada jemaah yang bersangkutan atau
bisa dipergunakan untuk penyelenggaraan haji yang akan datang,
menurut pandangannya, sangat
tergantung pada akad pemerintah

Pemerintah boleh
menginvestasikan
dana haji,
hasilnya harus
dikembalikan
kepada jemaah

menyatakan, berarti terjadi pemanfaatan secara sepihak, dan hal itu


tidak bisa benarkan secara syari.
Karena pada hakekatnya jemaah
sekadar menitipkan uang untuk biaya
mereka melaksanakan ibadah haji.
Maka kalau uang itu dimanfaatkan oleh pemerintah maka harus
ada akad yang jelas antara si penitip
dengan yang diberi titipan, yakni jemaah dengan pemerintah, tegasnya.
Namun demik ian, menurut
alumni IAIN Sunan Kalijaga ini,
jika sudah ada kesepakatan untuk
boleh diinvestasikan maka dana
ini hanya boleh dikelola sesuai
dengan yang dihalalkan oleh agama.
Sedangkan masalah rinciannya boleh berkembang sesuai dengan

JAROT PRIKSONO

KH. Maruf Amin

dengan calon jemaah.

Aspek Kelembagaan

Sebagaimana dalam draf


RUU PKH, akan dibentuk suatu
badan bernama Badan Pengelola
Keuangan Haji (BPKH). Lembaga
ini, menurut Maruf Amin, tidak boleh menghabiskan dana jemaah.
Pemerintah harus menyediakan
biaya pembentukan lembaga ini,
untuk menyediakan fasilitas dan
sebagainya. Sebab lembaga ini
dibentuk oleh pemerintah sebagai
pelayanan kepada masyarakat.
Tidak boleh menggunakan
dana (haji) itu untuk biaya pembentukkannya. Sebab, biayanya terlalu besar. Dan memang tidak

JAROT PRIKSONO

Jika sudah ada


akad untuk
diinvestasikan
maka dana haji
hanya boleh
dikelola
sesuai syariah

Prinsip keridaan yang dimaksud,


menurut KH. Malik Madany, adalah
bahwa pihak yang dititipi dan pihak
yang diberi titipan harus menyepakati
sebuah formula. Kesepakatan mengenai sebuah formula tatacara
pengelolaan dana haji inilah yang
disebut dengan ridla al mutaaqidain.
Dengan demikian, lanjutnya, tidak
boleh melakukan pemanfaatan dana
haji secara sepihak.
Misal, calon jemaah haji membuat kesepakatan dengan pemerintah,
dalam hal ini Kemenag, bagaimana
dana mereka ini mau dikelola, haruslah dikelola untuk sektor-sektor yang
memang dijamin tidak akan menimbulkan keharaman atau subhat, dan
lain sebagainya, jelasnya kepada
Majalah Realita Haji.
Kalau tidak ada akad seperti
itu, Ketua MUI Propinsi DIY ini

proporsional. Namun, dari hasil


pengembangannya, di sana ada hak
pengelola sebagai amil. Jadi hak
pengelola itu mendapat bagian sesuai
dengan kewajaran. Fee pengelola,
atau ujrah pengelola, ujarnya.
BPKH, dalam tinjauan RUU PKH
merupakan lembaga korporatif
dan nirlaba yang berada di bawah
Presiden melalui Menteri Agama.
Lembaga ini harus berada dalam satu
garis koordinasi dengan Kemenag
untuk menjamin adanya sinkronisasi
antara pengelolaan keuangan haji
dengan penyelenggaraan ibadah haji
maupun pembinaan manasik haji.
Hal ini penting mengingat status
dana haji yang merupakan dana
titipan calon jemaah haji, yang dalam akadnya diwakilkan kepada
Menteri Agama, untuk satu tujuan,
yakni membiayai berangkat haji. Ini
berbeda dengan lembaga sejenis
di luar negeri, misalnya Tabung
Haji Malaysia yang dalam akadnya
telah dijelaskan dan disetujui dana
tersebut akan dikembangkan melalui
investasi.
Akumulasi dana haji dengan format setoran awal (downpayment),
yang dalam akadnya diwakilkan
kepada Menteri Agama, menyebabkan dana tersebut tidak dapat
diinvestasikan untuk segala keperluan. Sudah kadung terakumulasi
64,5 triliun dalam bentuk downpayment, susah untuk memulai lagi, jadi
kita hanya memodifikasi saja. Tidak
mungkin merubah sistem itu secara
revolusioner, kata Dirjen PHU Anggito Abimanyu. sf
Realita Haji
Edisi I April/2014

('

234556

Pelunasan Haji
Mulai Bulan Mei

*)

Realita Haji
Edisi I April/2014

(15/4).
Penetapan BPIH 2014 ini boleh
dibilang tergolong paling cepat.
Keputusan ini patut diapresiasi di
tengah kesibukan tahun politik
yang mendominasi kegiatan semua
eleman bangsa. Disadari jadwal dan
waktu haji memang bersifat fixed,
sehingga tahapannya tidak mungkin
ditunda.
Bagi calon jemaah haji yang telah
masuk dalam kuota 2014, langkah
berikutnya adalah menghubungi
kantor Kemenag setempat dan
melunasi BPIH pada Bank Penerima
Setoran (BPS BPIH). Saat ini terdapat
17 BPS menjadi BPS BPIH dan 3 bank

transito.
Bagi calon jemaah, hal yang
penting diperhatikan dalam masa
pelunasan ini adalah kesiapan untuk
melunasi BPIH. Persiapan ini perlu
karena waktu untuk pelunasan
tidak panjang. Jangan sampai
TABEL JUMLAH JEMAAH HAJI
YANG TIDAK MELUNASI BPIH
DARI TAHUN KE TAHUN
TAHUN
BERBAGAI SUMBER

IBANDING BPIH tahun


sebelumnya, ada penurunan sebesar 308
dolar AS dari BPIH 2013
yang rata-rata sebesar
3.527 dolar AS. Angka besaran
BPIH 2014 di atas menggunakan
patokan asumsi nilai tukar dalam
APBN 2014 sebesar Rp 10.500 per
dolar AS. Komponen BPIH 2014
itu, meliputi biaya penerbangan
haji, pemondokan di Makkah dan
Madinah, serta living allowance. BPIH
yang telah disepakati DPR RI ini telah
diusulkan untuk dikukuhkan dengan
Peraturan Presiden (Perpres).
Kementerian Agama (Kemenag)
memperkirakan keluarnya Perpres
BPIH pada akhir bulan April 2014
yang dilanjutkan dengan pelunasan
oleh jemaah mulai Mei 2014. Insya
Allah kalau tidak aral melintang akan
segera diterbitkan. Target kita bulan
Mei sudah bisa dimulai pelunasan,
kata Dirjen PHU Anggito Abimanyu
saat dijumpai di Jakarta, Selasa

INFOLOGPERNS.BLOGSPOT.COM

Pada 3 Maret lalu,


Pemerintah dan
komisi VIII DPR RI
telah menyepakati
besaran Biaya
Penyelenggaraan
Ibadah Haji (BPIH)
tahun 2014, ratarata sebesar Rp
33.799.500 (Rp 33,8
juta) per orang atau
setara 3.219
dolar AS.

Rata-rata BPIH Jemaah Tidak


(dalam USD) Melunasi BPIH

2011

3.533

2.582

2012

3.617

3.592

2013

3.527

13.884

Hafidz Taftazani
KETUA UMUM ASPHURINDO

Persiapan menyongsong musim


pelunasan BPIH juga sedang terjadi
pada BPS BPIH. Bagi BPS yang
memiliki SOP dan sistem IT yang
mapan, saat pelunasan relatif tidak
memunculkan masalah krusial.
Corporate Communication
Bank BNI Syariah, Bunga Intani,
menekankan pihaknya telah siap
menyambut musim pelunasaan
BPIH. Untuk mengantisipasi jemaah
yang gagal berangkat karena telat

tabungan manasik untuk program


haji khusus. Kelak hasil optimalisasi
tabungan ini dikembalikan kepada
jemaah dalam bentuk umrah ke
Tanah Suci. Melalui tabungan manasik dimaksudkan agar jemaah
mendapatkan manfaat maksimal dari
uang yang disetorkannya.
Atas gagasan ini, Hafidz Taftazani, Ketua Umum Asphurindo
mengapresiasinya sebagai bentuk
keseriusan memperbaiki pelayanan
haji. Pria kelahiran Cilacap yang juga
menjabat wakil ketum ASBIHU NU ini
setuju dengan ide untuk membuat
tabungan manasik.
Sedangkan Ketua Umum Himpuh,
Baluki Ahmad, memandang ide
Tabungan Manasik masih perlu
waktu. Ia menilai tabungan manasik
belum terjangkau. Currency BPIH saat
ini masih dalam bentuk giro, belum

Tabungan Manasik
menurut saya masih
belum terjangkau,
sebab currency
BPIH masih dalam
bentuk giro, belum
deposito, sehingga
nilai selisihnya kecil
sekali
JAROT PRIKSONO

Kesiapan BPS BPIH

melunasi, akan dilakukan jemput


bola ke BPS cabang, juga aktif menghubungi jemaah agar melunasi BPIH
tepat waktu.
Bagi kalangan BPS BPIH, yang
kerap terjadi biasanya terkait kepadatan koneksi jaringan, karena jemaah melakukan pelunasan secara

jemaah gagal berangkat karena


tidak sanggup melunasi atau lalai.
Karena jika melewati batas akhir,
otomatis akan masuk waiting list
tahun berikutnya.
Pada BPIH 2013 silam, jemaah
yang tidak melunasi BPIH hingga
deadline waktu terakhir, mencapai
13.884 orang, meskipun hal ini berkaitan juga dengan pengurangan
kuota. Namun secara umum, angka
tersebut, dibandingkan dengan
musim haji sebelumnya, meningkat
drastis, karena pada musim haji 2012
terdapat 2.592 calon haji yang tidak
melunasi BPIH. Sedangkan pada
musim haji 2011, sebanyak 2.582
jemaah.
Bagi calon jemaah yang gagal
berangkat ini berarti kerugian waktu,
karena otomatias memperpanjang
waktu tunggu keberangk atan.
Apalagi jika gagal bayar karena
kurangnya kesiapan. Untuk itulah
sosialiasi mengenai waktu pelunasan
kepada jemaah penting untuk diintensifkan semua pihak terkait, baik
Kemenag, BPS, BPIH, hingga KBIH.

JAROT PRIKSONO

Tabungan
Manasik adalah
bentuk keseriusan
memperbaiki
pelayanan haji. Kami
setuju dengan ide
untuk membuat
tabungan manasik

Baluki Ahmad
KETUA UMUM HIMPUH

serentak. Berdasarkan pengalaman


selama ini, biasanya jemaah melunasi
BPIH pada hari-hari terakhir batas
penutupan, deadline. Untuk mengantisipasi hal ini, BPS BPIH akan melakukan penguatan IT jaringan koneksi.
Selain itu, BPS juga menjalin
kerjasama dengan KBIH dan travel
haji, misalnya dengan memberikan
gimmick haji. BPS Syariah juga
menjemput bola khusus masa transisi
atas dokumen perpindahan jemaah
dari bank eks BPS BPIH

Tabungan Manasik

Untuk BPIH khusus, sejumlah


BPS bekerjasama dengan asosisasi
penyelenggara haji meluncurkan

dalam bentuk deposito, sehingga


nilai selisihnya kecil sekali, lanjutnya.
Misalnya, waktu tunggu BPIH
khusus sekitar 6 tahun, dengan
bunga satu persen dari BPIH khusus
8.000 dolar, setelah enam tahun ada
selisih sekitar 335 dolar. Maka masih
terdapat kekurangan sekitar 1.500
dolar, karena standar biaya umroh
sekitar 1.800 dolar. Jadi siapa yang
harus menambal sisanya? Kami
khawatir kalau kemudian dipahami
oleh jemaah bahwa ini adalah tabungan umrah gratis, ujar Baluki Ahmad.
Masalah tabungan manasik
ini nampaknya masih perlu untuk
disosialisasikan lebih lanjut oleh
pihak Ditjen PHU. nh
Realita Haji
Edisi I April/2014

*(

#<LHC5?

Babak baru
penyelenggaraan
ibadah haji Indonesia
telah hadir, ditandai
dengan peluncuran
Sistem Komputerisasi
Haji Terpadu
Generasi 2 (Siskohat
Gen-2) oleh Menteri
Agama Suryadharma
Ali, di Kantor
Kementerian Agama
(Kemenag), Jl. M.H.
Thamrin 6 Jakarta,
Kamis (3/4),

ENTERI Agama Suryadharma Ali berharap


melalui penggunaan
Siskohat Gen-2 itu
akses pelayanan
dengan jaringan Bank Penerima
Setoran (BPS) semakin baik. Dengan
demikian, masyarakat memperoleh
kemudahan pada waktu yang
bersamaan (real time) langsung dapat
dihitung jumlah total dana setoran
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji
(BPIH).
Menurut Dirjen PHU Anggito
Abimanyu, ketersediaan database
haji yang semakin terstruktur sangat
dibutuhkan, sehingga dengan mudah dan cepat dapat dilakukan

**

Realita Haji
Edisi I April/2014

DOK. RH

SISKOHAT
GENERASI 2
DILUNCURKAN

pemantauan operasional selama


di Tanah Suci sampai pada proses
pemulangan ke Tanah Air (debarkasi)
membutuhkan instrumen pengolah
data yang canggih.
Direktur Pelayanan Haji Luar
Negeri, Sri Ilham Lubis, menjelaskan
sudah 20 tahun Siskohat
menjadi jantung pendukung
penyelenggaraan ibadah haji. Sudah
online antara Kementerian Agama

persiapan dan penyediaan pelayanan


akomodasi dan transportasi lebih
lanjut.
Dengan kata lain, melalui Siskohat,
data yang ada dapat menjadi acuan
bagi pembuatan identitas jemaah haji
maupun dalam penyediaan akomodasi,
konsumsi dan living cost lebih dini di
embarkasi maupun di Saudi Arabia,
kata Anggito.
Dari prespektif sejarah perhajian
di Indonesia, sistem komputerisasi
haji mempunyai kedudukan strategis.
Disebut demikian, karena seluruh
proses pengolahan data untuk
kepentingan pembuatan paspor,
penerbangan, pemberangkatan dan
pemulangan, perbankan dan biodata
calon jemaah haji mengacu kepada
sistem komputer terpadu tersebut.
Pengelolaan dan integrasi data
yang komprehensif dan akurat sangat
ditekankan. Pasalnya, pendaftaran
haji, pemrosesan dokumen haji, persiapan keberangkatan (embarkasi),

pusat dengan Kantor Kemenag di


seluruh provinsi dan Kabupaten/
Kotamadya. Meski online, sayangnya, belum bisa real time. Sebab, infrastruktur dan kemampuan jaringan
belum baik di seluruh Indonesia,
katanya, mengakui kelemahan sistem
sebelumnya, Siskohat Gen-1.
Tampilan dan fitur Siskohat Gen-2
lebih baik dibanding Siskohat Gen-1.
Selain itu, komponen Siskohat Gen-2,
baik hardware, availability, database,
interface, switching juga jauh lebih
unggul.
Siskohat Gen-2 telah mengintegrasikan aplikasi data pendaftaran,
dokumen dan keuangan. Cakupan
Siskohat Gen-2 meliputi core Siskohat sangat friendly user , dengan
perpaduan antara data jemaah dan
keuangan.
Pengerjaan Siskohat Gen-2 ini
dilaksanakan oleh Ditjen PHU dengan
konsultan PT Berca dan supervisi PT
Telkom. es

MA tersebut telah
ditandatangani Menteri
Agama Suryadharma Ali
pada 4 April 2014, kata
Dirjen Penyelenggaraan
Haji dan Umrah (PHU), Anggito
Abimanyu, ketika memberikan
sambutan pada Orientasi Pelayanan
Transportasi Udara Jemaah Haji
Indonesia di Jakarta, Selasa (15/04)
malam. Hadir dalam kegiatan ini, para
pejabat eselon II Ditjen PHU dan para
Kepala Bidang Haji Kanwil Kemenag
Provinsi seluruh Indonesia.
KMA tentang kuota sudah
d i t e t a p k a n . J u m l a h ny a t i d a k
mengalami perubahan dari tahun
lalu, kata Dirjen PHU Anggito
Abimanyu.
KMA ini menetapkan bahwa
kuota haji regular terdiri atas kuota
jemaah haji provinsi sebanyak

154.049 orang dan kuota petugas


haji daerah sebanyak 1.151 orang.
Sedangkan kuota haji khusus terdiri
dari 12.899 orang jemaah haji khusus
dan 701 orang untuk petugas haji
khusus.
Penetapan kuota ini penting
untuk menjawab banyaknya
permintaan kuota tambahan dari
berbagai pihak dan dengan beragam
cara. Permintaan kuota semuanya
sudah dijawab: ma fiih kuota (tidak
ada kuota), terang Anggito disambut
tawa peserta kegiatan.
Itulah ketentuannya, mohon
para Kabid Haji ikut memberikan
penjelasan kepada masyarakat,
tambah Anggito Abimanyu.

Anggito Abimanyu. Informasi ini


penting agar diketahui masyarakat.
Target kita bulan Mei sudah bisa
dimulai pelunasan, imbuhnya.
A n g gi to j u g a m e n j e l a s k a n
bahwa ada penurunan BPIH 1435H
dengan besaran rata-rata USD 308
dibandingkan dengan BPIH 1434H.
Untuk itu, jemaah haji yang telah
melunasi BPIH pada tahun lalu namun
tertunda keberangkatannya, akan
menerima pengembalian selisihnya.
Pengembalian selisih hanya
diberikan kepada jemaah yang
lunas tunda. Kebijakannya, kita akan
mengembalikan uang itu dalam
bentuk tunai di embarkasi, ujar
Anggito Abimanyu. es

BPIH DARI TAHUN KE TAHUN


Tahun

Rata-rata BPIH
(USD)

Kurs 1 USD*
(Rupiah)

Rata-rata BPIH
(Rupiah)

2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013

2.675
2.668
2.858
3.267
3.388
3.426
3.342
3.533
3.617
3.527

8,440
9,064
9,710
8,978
9,240
10,077
8,900
8,523
9,428
9,765

22,577,000
24,182,752
27,751,180
29,331,126
31,305,120
34,523,802
29,743,800
30,111,759
34,101,076
34,441,155

BERBAGAI SUMBER

Kementerian Agama
(Kemenag) melalui
Keputusan Menteri
Agama (KMA) No. 64
Tahun 2014 tentang
Penetapan Kuota
Haji 1435H/2014M
menyebutkan
bahwa jumlah haji
Indonesia tahun
2014 sebanyak
168.800 orang, yang
terdiri dari kuota haji
regular sebanyak
155.200 orang dan
kuota haji khusus
13.600 orang.

Terkait kapan diterbitkannya


Peraturan Presiden (Perpres) tentang
Biaya Penyelenggaraan Ibadah
Haji Tahun 1435H/2014M, Anggito
menjelaskan bahwa sampai saat ini
Perpres tersebut masih diproses.
Insya Allah kalau tidak aral melintang
akan segera diterbitkan. Tergantung
pada kesibukan Presiden, kata

SULTRA2.KEMENAG.GO.ID

Kemenag Tetapkan
Kuota Haji
168.800 Orang

BPIH 2014 Turun

* Data kurs USD pada saat pelunasan BPIH (Sumber: pusatdata.kontan.co.id)

Realita Haji
Edisi I April/2014

*!

KEMENAG.GO.ID

Pelayanan
Jamaah Haji
di Arab Saudi
Telah Siap

Direktorat Jenderal
Penyelenggaraan
Haji dan Umrah
(PHU) terus
berbenah
menyiapkan diri
melayani jemaah
haji Indonesia
tahun 2014.

AL ini dijelaskan Dirjen


PHU, Anggito Abimanyu, di
sela-sela acara Partnership
Exhibiton Seni Kaligrafi,
Komik Haji, dan Informasi Haji Terkini,

*"

Realita Haji
Edisi I April/2014

di Jakarta (16/4).
Menurut Anggito, sebanyak
111 gedung di Makkah, minimal
setara hotel bintang 3, dengan
kapasitas hampir 160 ribu jemaah
telah siap dikontrak. Jarak gedunggedung tersebut dari Masjidil Haram
maksimal 4km. Meskipun rata-rata
lebih jauh dari tahun sebelumnya,
namun 80% jemaah akan dilayani
bus Salawat menuju Masjidil Haram
dan kembali ke hotel. Hotel-hotel
juga dilengkapi fasilitas pelayanan
ibadah, pelayanan sektor, kesehatan,
dan pelayanan ruang makan yang
memadai. Selain itu hotel-hotel di
Makkah juga dilengkapi fasilitas
kargo barang bawaan jemaah.
Sedangkan di Madinah, 6 Majemuah di wilayah Markaziah (jaraknya

paling jauh 650 meter dari Masjid


Nabawi) juga telah siap dikontrak.
Semuanya memiliki fasilitas hotel
bintang 3 dan 4, juga dilengkapi
dengan pelayanan sektor dan
kesehatan serta fasilitas kargo barang
bawaan.
Dalam hal katering, saat ini
pelayanan katering haji sedang
dalam tahap finalisasi dengan
peningkatan anggaran katering
menjadi SAR12 untuk pelayanan
Madinah dan SAR15 untuk Armina,
diikuti dengan perbaikan kualitas
makanan dan distribusi.
Pelayanan Arafah Mina akan
ditingkatkan dengan penambahan
jumlah maktab, penyediaan toilet
sementara, dan tambahan angkutan
bagi jemaah yang mengalami
kelelahan dalam perjalanan dari dan
ke Jamarat.
Anggito juga menyinggung
masalah sistem e-hajj yang akan
diberlakukan secara bertahap mulai
tahun 2014 dan kemudian akan
diberlakukan penuh pada 2015.
Menyinggung tentang pelunasan
haji, Anggito menjelaskan bahwa
Perpres BPIH haji reguler diharapkan
pada akhir bulan dapat diterbitkan,
dilanjutkan dengan tahapan pelunasan haji. Sedangkan bagi jemaah haji
khusus, pelunasannya menunggu
Ketetapan Menteri Agama (KMA)
sekitar akhir bulan ini juga.
Mengenai rekrutmen petugas
haji, baik kloter maupun non-kloter,
Anggito menyebutkan bahwa seleksi
segera dilakukan dengan lebih
menekankan pada sisi kompetensi
dan pengalaman. Petugas pengamanan telah dipersiapkan sebanyak
50 orang dari unsur TNI dan Bareskrim
Polri. Untuk tenaga kesehatan telah
ditambah dengan 20 tenaga medis
dari UIN Jakarta. Sedangkan untuk
pengawasan transportasi darat akan
diperkuat dari jajaran perhubungan
darat.
Mengenai masalah penerbangan,
Anggito menjelaskan bahwa pihaknya segera akan menetapkan 2 maskapai penerbangan yang lolos seleksi,
saat ini sedang dalam tahap finalisasi
kontrak. sja

Gubernur
Dimohon Tunjuk
TPHD Berkualitas
Pembimbing

Ibadah Haji (KBIH). Kalau di provinsi


tersebut tidak ada KBIH, maka bisa
dari pimpinan pesantren atau majelis
taklim, terang M. Attamimy.
M. Attamimy menambahkan
bahwa tidak ada keinginan Kemenag
untuk mengambil kewenangan dalam
menentukan TPHD. Menurutnya,
urusan TPHD sepenuhnya kewenangan Gubernur. Hanya, lanjut
At-Tamimy, Kemenag berharap agar

DOK. RH

Beri
pemahaman
kepada
Gubernur agar
salah satu
dari TPHD
diambilkan dari
orang yang
berkualitas
pembimbing.

NTUK itu, seleksi petugas


haji pun akan dilakukan
secara ketat.
Khusus untuk Tim
Petugas Haji Daerah (TPHD) yang
merupakan kewenangan Kepala
Daerah, Kemenag berharap agar
para Gubernur dapat menugaskan
orang-orang yang dapat melakukan
pembimbingan kepada jemaah haji.
Kita berharap TPHD yang ditunjuk
oleh Gubernur adalah orang yang
dapat membimbing jemaah. Jangan
sampai yang ditunjuk adalah orangorang yang tidak kompeten, tegas
Direktur Pembinaan Haji M. Attamimy
dalam kegiatan Orientasi Pelayanan
Transportasi Udara Jemaah Haji
Indonesia di Jakarta, Selasa (15/04)
malam.

Mengingat penugasan TPHD


sepenuhnya menjadi kewenangan
Kepala Daerah, M. Attamimy berharap
para Kabid Haji dapat melakukan
pendekatan kepada Gubernur terkait
strategisnya peran TPHD dalam
pembimbingan ibadah haji.
Beri pemahaman kepada
Gubernur agar salah satu dari
TPHD diambilkan dari orang yang
berkualitas pembimbing. Itu misalnya
bisa diambil dari Kelompok Bimbingan

Kementerian
Agama
(Kemenag) pada
penyelenggaraan
ibadah haji
2014M/1435H
berkomitmen
untuk terus
meningkatkan
kualitas pelayanan
kepada jemaah,
khususnya yang
terkait dengan
bimbingan
ibadah haji.

minimal salah satu dari TPHD itu


berkualitas pembimbing.
Silahkan Gubernur menentukan
siapa saja yang ditugaskan sebagai
TPHD, tapi mohon agar salah satunya
bisa diambilkan dari orang-orang
y a n g m e m p u ny a k o m p e t e n s i
pembimbing, kata At-Tamimy.
Para Kabid Haji agar terus melakukan pendekatan mengingat hal
ini semata-mata upaya Kemenag
untuk bisa memberikan pelayanan
terbaik kepada jemaah, mulai
dari pembinaan, pelayanan, dan
perlindungan sesuai amanat undangundang, tambahnya.
Selain petugas bimbingan ibadah,
Ditjen PHU juga akan meningkatkan
kualitas petugas keamanan. Kalau
tahun-tahun sebelumnya, petugas
keamanan diambilkan dari tenaga
Pembinaan Mental (Bintal) TNI dan
Polri, tahun ini untuk polisi akan
diambilkan dari unsur Bareskrim,
sedang TNI dari kesatuan tentara.

Pasal 3 Undang-Undang No
13/2008 tentang Penyelenggaraan
Ibadah Haji mengatur bahwa Penyelenggaraan Ibadah Haji bertujuan
untuk memberikan pembinaan,
pelayanan, dan perlindungan yang
sebaik-baiknya bagi jemaah Haji
sehingga jemaah Haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan
ketentuan ajaran agama Islam.
mkd
Realita Haji
Edisi I April/2014

*#

Ditjen PHU Beri Sanksi


Travel Umrah Nakal
Direktorat Jenderal
Penyelengara
Haji dan Umrah
Kementerian
Agama (Ditjen PHU
Kemenag) akan
menjatuhkan sanksi
terhadap sejumlah
Penyelenggara
Perjalanan Ibadah
Umrah (PPIU) atau
travel nakal.

kepada jemaah, dan tiga travel tanpa


izin yang saat ini kasusnya sedang
ditangani pihak kepolisian.
Kami telah menindaklanjuti
berupa teguran keras dan akan
membekukan izin bagi yang melakukaan kesalahan berulang dan telah
dalam perkara di kepolisian, tegas
Anggito.
Dia juga meminta ketiga asosiasi
haji dan umrah yang resmi dapat
membina anggotanya yang nakal
agar tidak merugikan masyarakat
banyak yang melaksanakan ibadah
umrah.
D i k a t a k a n A n g g i t o, u n t u k

AL tersebut disampaikan
D i r j e n P H U, A n g g i t o
Abimanyu, saat memberikan sambutan pada
peluncuran Website PHU dan Tabung
Umrah di Jakarta, Kamis (3/4). Hadir
dalam acara tersebut Menteri Agama
Suryadharma Ali, pengurus asosiasi
haji dan umrah yaitu Amphuri,
Himpuh, dan Ashpurindo, Komisi
Pengawas Haji Indonesia (KPHI), BPK,
dan sejumlah Bank Penerima Setoran
(BPS) haji dan umrah.
Menurut Anggito, travel bermasalah tersebut, antara lain: enam PPIU
yang melakukan kerjasama dengan
travel tanpa izin, tiga travel berizin
yang membawa jemaah umrah tanpa
tiket kepulangan, lima travel tidak
berizin yang melakukan penipuan

:5F<(C3456(
F3?<?G5>45?=HC<((
;3DHL5(C3MHD5?(
>3D5E(G5?(5>5?(
F3F;3>H>5?(
<U<?(;5M<(N5?M(
F345>H>55?(
>3E54565?(
;3DH45?M(G5?(
C3456(G545F(
L3D>5D5(G<(
>3LJ4<E<5?

mengecek travel haji dan umrah yang


resmi, masyarakat bisa menelepon
call center Kemenag atau melihat
website resmi milik Direktorat haji
dan umrah yaitu di www.kemenag.
go.id, tepatnya di rubrik Ditjen Haji.
Kami sangat terbuka dan mengharap
laporan dari masyarakat, ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum
Penyelenggara Umrah dan Haji
(Himpuh), Baluki Ahmad, setuju
bila PPIU nakal diberi teguran dan
sanksi. Namun ia meminta pihak
Kemenag memberikan sanksi
secara proporsional, sesuai tingkat
kesalahan yang dilakukan.
Komisi Pengawas Haji Indonesia
(KPHI) mendukung langkah Ditjen
PHU untuk memberikan sanksi tegas
kepada travel-travel nakal. Menurut
Komisioner KPHI, Samsul Maarif, kasus
penelantaran jemaah umrah sudah
sering terjadi. Karenanya, pemerintah
harus selalu aktif mengawasi dan
melakukan monitoring, terlebih
terhadap penyelenggara umrah.
Pengawasan ketat itu juga harus
dilakukan terhadap penyelenggara
haji khusus (PIHK) yang tidak mengantongi izin dari Kemenag, ungkap
Samsul.
KPHI, menurut Samsul, sudah
mempunyai data jumlah PIHK yang
nakal saat berada di lapangan maupun
PIHK yang sering menelantarkan
jemaah. Akan tetapi bukti dan data
tersebut masih dipelajari untuk kemudian dapat diproses. so/hs

V(&>E<(&?MM<CJ()3D5?C5E(2D5R34($FD56(%5>54

Sumber: Rilis Ditjen PHU 14/3/2014

*$

Realita Haji
Edisi I April/2014

Realita Haji
Edisi I April/2014

*%

,5=<E<5?5

*&

Realita Haji
Edisi I April/2014

Untuk penanganan
keadaan darurat di air,
para Kabid Haji diajak
mengalami langsung
simulasi proses
evakuasi penumpang
pesawat dalam
pendaratan darurat di
sebuah kolam renang
besar.

I sela-sela kegiatan Orientasi Pelayanan Transportasi Udara Jemaah Haji


Indonesia, para Kabid Haji
Kanwil Kemterian Agama (Kemenag)
Pro-vinsi se-Indonesia diajak oleh
Tim Direktorat Pelayanan Haji Dalam
Negeri (Dityan Haji DN) berkunjung
ke Garuda Indonesia Training Centre
(GITC) yang berlokasi di Duri Kosambi
Jakarta Barat, Rabu (16/04).
Ikut serta dalam kunjungan
ini, Direktur Dityan Haji DN Cepi
Supriatna dan Kasubdit Transportasi
Udara dan Perlindungan Jemaah
Ahda Bahrori. Setibanya di GITC,
rombongan disambut oleh Hajj Vice
President Garuda Hady Syahrean dan
Senior Manager Airline Bisnis Training
GITC, Dudung Abdurrahman.
Menurut Cepi Supriatna, kegiatan
ini dilakukan untuk memberikan
pengalaman kepada para Kabid
Haji tentang kondisi-kondisi dalam transportasi udara. Dengan
demikian, mereka diharapkan dapat memberikan penjelasan dan
mensosialisasikannya kepada para
jemaah haji. Bagaimana dapat
mensosialisasikan dengan baik, kalau

M LUTFI MAKKI

Kabid Haji Belajar Evakuasi

belum pernah merasakan, terang


Cepi Surpiatna.
Secara praksis, para Kabid diajak
melakukan simulasi penanganan
keadaan darurat, baik di darat
maupun di air. Untuk penanganan
keadaan darurat di darat, para Kabid
diajari teknik sit and slide (duduk
dan luncur) serta jump and slide
(lompat dan luncur) saat akan keluar
dari pesawat menggunakan tangga
darurat.
Untuk penanganan keadaan
darurat di air, para Kabid Haji diajak
mengalami langsung simulasi proses
evakuasi penumpang pesawat dalam
pendaratan darurat di sebuah kolam

renang besar. Berbekal pelampung,


mereka pun dievakuasi dari pesawat.
Mereka kemudian diminta bergegas
keluar dari pintu dan jendela pesawat
untuk kemudian terjun ke kolam
renang dan berenang menuju perahu
karet yang telah disiapkan.
Proses simulasi berlangsung seru
dan para Kabid tampak antusias
mengikuti meski harus berbasahbasahan. Instruktur Senior awak
kabin, Sarjono Susandi, mengatakan
bahwa simulasi semacam ini rutin
dilakukan dalam rangka meningkatkan profesionalitas awak kabin,
khususnya dalam penanganan keadaan tanggap darurat.
Para Kabid Haji juga berkesempatan melihat lebih dekat alat
simulator penerbangan yang didesain sama persis dengan kondisi
pesawat aslinya. Menurut Senior
Manager Airline Bisnis Training GITC,
Dudung Abdurrahman, simulator
digunakan sebagai sarana melatih
serta menguji kompetensi para pilot untuk memperpanjang lisensi
penerbangan mereka yang harus
diperbarui setiap 6 (enam) bulan
sekali. mk

Pemondokan Haji
Sekelas
Hotel Bintang Tiga

HAJJANDUMRAEXPRESS.COM

ERBEDA dibandingkan
pelayanan pemondokan
pada musim-musim haji
sebelumnya. Bahkan dijamin
pemondokan haji tahun ini sekelas
hotel bintang tiga.
Kabar ini tentu menggembirakan
bagi calon jemaah haji Indonesia
yang 90%-nya merupakan haji
reguler. Sekurangnya mereka dapat
merasakan fasilitas hotel yang hampir
mirip dengan jemaah haji khusus.
Kenyamanan ini diharapkan dapat
meningkatkan kualitas ibadah para
jemaah haji.
Direktur Jenderal Penyelenggara
Haji dan Umrah Kementerian Agama
(PHU Kemenag) Anggito Abimanyu

KEMENAG.GO.ID

Bagaimana rasanya
berhaji sambil
menikmati fasilitas
hotel berbintang?
Jemaah haji
Indonesia tahun
ini akan merasakan
pengalaman itu
karena mereka
bakal mendapatkan
pelayan
pemondokan haji
yang lebih berkelas.

mengatakan pembenahan layanan


pemondokan haji merupakan bagian
dari peningkatan kualitas layanan
yang diberikan Kemenag, meskipun
harus dilakukan secara bertahap.
Tahun ini kualitas pemondokan
haji jauh lebih baik, paling tidak 25
persen kualitas pemondokan setara
dengan hotel bintang tiga, ujar
Anggito di kantor Kemenag, Jakarta,
Selasa (15/4).
Dijelaskan Anggito, perbaikan
layanan pemondokan itu dimulai dari
perbaikan kontrak-kontrak pemondokan. Tujuannya adalah agar dapat
melakukan perbaikan atau pun penambahan fasilitas bagi jemaah haji
asal Indonesia.
Proses kontrak itu, sambung dia,
memang belum seluruhnya final,
tetapi sudah mendekati penyelesaian.
Ditargetkan dapat tuntas dalam
beberapa pekan mendatang. Anggito
mengungkapkan, perbaikan layanan
pemondokan akan disertai dengan
perbaikan layanan transportasi antara
pemondokan dan Masjidil Haram.
Dukungan transportasi itu tentunya
akan memudahkan mobilitas jemaah.

Lebih lanjut, mantan Ketua


Badan Kebijakan Fiskal Kementerian
Keuangan ini mengungkapkan,
rata-rata 25 persen pemondokan
setara bintang tiga tersebut terletak
agak jauh, lebih dari 2 kilometer dari
Masjidil Haram. Namun dipastikan
tidak ada pemondokan yang lebih
dari 4 kilometer dari Masjidil Haram.
Jadi jemaah masih nyaman dan tidak
sulit melaksanakan ibadah ke Masjidil
Haram. Jaraknya tak terlalu jauh,
pungkasnya.
Biaya yang dikeluarkan untuk
pemondokan haji setara bintang tiga
ini dipastikan juga lebih murah. Ratarata harga pemondokan haji setara
bintang tiga tersebut lebih rendah
200 riyal dibandingkan tahun lalu.
Sebelumnya, Kemenag telah
mengumumkan lokasi pemondokan
jemaah haji di Makkah, Arab Saudi.
Pemondokan tahun ini tersebar
di radius 750 meter dan terjauh
hingga 3.930 meter atau hampir
4 kilometer dari Masjidil Haram.
Tahun ini Kemenag menyiapkan
pemondokan dengan kapasitas total
160 ribu jemaah. rko
Realita Haji
Edisi I April/2014

*'

+,

!)

Realita Haji
Edisi I April/2014

Kami tidak tega


melihat calon jamaah
haji lansia itu antri
berdiri hingga
berjam-jam. Kalau
bisa urus paspor di
hari Sabtu kan lebih
enak.

EBENARNYA pembukaan layanan paspor


untuk jemaah haji
di hari Sabtu bukan
barang baru. Langkah ini pernah kami
lakukan saat bertugas di Provinsi
Nangroe Aceh Darussalam. Dan,
responnya cukup besar, ujar Ahmad
Fauzi, Kepala Kantor Imigrasi Kelas
I Jakarta Pusat, ketika ditemui di
kawasan Benhil, Jakarta Pusat, Jumat
(11/04).
Hal ini dik arenak an jumlah
pemohon paspor di hari kerja, di
Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat
sangat tinggi, mencapai 250-300
orang perhari. Antrian panjang ini
dapat merepotkan calon jemaah
haji yang umumnya lansia. Dengan
adanya Peltu maka calon jemaah
dapat lebih leluasa mengurus
paspor. Kami tidak tega melihat
calon jemaah haji lansia itu antri
berdiri hingga berjam-jam. Kalau bisa
urus paspor di hari Sabtu kan lebih
enak. Biar rapi nanti diatur. Misalnya,
secara bergiliran per kecamatan. Dan
pembayaran administrasinya di bank
pun bisa di luar hari Sabtu, tukas

Calon jemaah haji


asal Jakarta Pusat
kini bisa bernafas
lega. Pasalnya,
Kantor Imigrasi
Kelas I Jakarta Pusat
siap menerapkan
kebijakan baru
bernama Pelayanan
Sabtu (Peltu).

MARIO EFENDI CHANIAGO

Layanan
Paspor Haji
di Hari Sabtu

pria asli Betawi ini di depan puluhan


pengurus Kelompok Bimbingan
Ibadah Haji (KBIH) Jakarta Pusat di
kawasan Tanah Abang.
Ia juga menghimbau kepada calon
jemaah haji yang sudah memiliki
paspor agar menjaganya sebaik
mungkin. Simpanlah di tempat
yang aman dan mudah dicari. Kalau
tanggal kadaluwarsa tinggal enam
bulan lagi sebaiknya ganti dengan
yang baru. Datangi kantor imigrasi
dan minta ganti dengan yang baru.

Masa berlaku paspor lima


tahun. Tapi kalau pas berangkat
haji masa berlaku paspor itu habis
akan merepotkan jemaah itu sendiri,
pasalnya ini kan peraturan internasional yang tidak bisa ditawartawar lagi. Bagi yang paspornya
hilang segera lapor polisi, minta surat
keterangan hilang paspor, lalu bawa
surat itu untuk diurus di imigrasi.
Syukur-syukur ada fotocopynya juga.
Jadi lebih memudahkan petugas
untuk mengecek kevalidan data yang
ada di dalam paspor yang hilang
tersebut. Bila ada yang mempersulit,
segera laporkan saja, dan kalau
terbukti akan langsung ditindak,
terangnya lagi.
Ahmad Fauzi juga mengingatkan
calon jemaah haji untuk tidak menggunakan calo dalam pengurusan
paspor. Sekarang ini pengurusan
paspor sangat mudah. Bisa lewat
online atau di kantor imigrasi mana
saja, tukasnya lagi. me

Memudahkan Umat lewat


Kaligrafi dan Komik Haji

JAROT PRIKSONO

penjelasan, ucap Anggito.


Menurut dia, dengan konsep
komik, pesan yang disampaikan
dapat lebih mudah dicerna jemaah.
Karena menggunakan gambar yang
interaktif. Ditambah pula bahasa
yang sederhana. Bahkan bisa lebih
membuat senyum, katanya.

RATNO SULISTIYANTO

+-

BADAH haji sebagai salah


satu rukun Islam memang
perlu tuntunan melalui
manasik haji. Namun jemaah

JAROT PRIKSONO

Dalam rangka
meningkatkan
pelayanan umat,
Kementerian
Agama (Kemenag)
meluncurkan
kaligrafi karya Syaiful
Adnan dan komik
haji rekaan
A. Luqman.
juga perlu berbekal pengetahuan
dan informasi yang cukup, misalnya
melalui komik haji. Selain itu, kaligrafi
juga diperlukan untuk menghayati
ayat-ayat suci Al-Quran, ujar Direktur
Jenderal Penyelenggaraan Haji
dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag,
Anggito Abimanyu, di Kantor Ditjen
PHU Kemenag, Jakarta, Rabu (16/4).
Hadir dalam acara tersebut
Sekretaris Ditjen PHU Khasan Faozi,
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri
Ilham Lubis, dan Direktur Pembinaan
Haji M. Tammimy.
Anggito mengatakan, pembuatan
komik haji ini sangat unik. Tak hanya
dari kemasan yang lebih populer, tapi
juga materi dan konsep penyajiannya
yang lebih ringan. Ritual haji yang
bagi sebagian jemaah dinilai rumit,
tak lagi terasa rumit. Komik haji
ini telah memberik an banyak

Kaligrafer Dunia

Syaiful Adnan, pelukis kaligrafi


kelahiran Solok, Sumatera Barat, 5
Juli 1957, disebut-sebut sebagai salah
seorang tokoh pembaru kaligrafi
Tanah Air yang telah mendunia.
Junior maestro kaligrafer almarhum
Amri Yahya ini dianggap menemukan
hal baru di luar kaidah-kaidah baku
dalam seni rupa bernuansa agama
itu, yang banyak dijuluki sebagai
Kaligrafi Arab Syaifuli. Syaiful banyak
belajar dari orang-orang yang bukan
pelukis, tapi justru dari tokoh-tokoh
rohaniawan.
Syaiful menyebutkan, ia telah
melahirkan ratusan lukisan dan
menggelar pameran di berbagai kota
di Tanah Air, hingga mancanegara.
Beragam lukisan kaligrafinya kini
dikoleksi Istana Negara, mantan Wapres almarhum Adam Malik, Dewan
Kesenian Jakarta, Balai Seni Rupa
Fatahillah Jakarta, mantan Wapres
Jusuf Kalla, mantan Menag almarhum
Alamsyah Ratu Perwiranegara, mantan Menag almarhum Prof Mukti
Ali, Museum Negara Malaysia, Mr
Zalzalah (Arab Saudi), orientalis Dr.
Karel A. Steenbrink (Amerika Serikat),
mantan Presiden Pakistan Zia Ul Haq,
mantan Pedana Menteri Malaysia DR
Mahathir Mohammad, Dr Watson
(Australia), Hyogoku Minato Gawa
Cho (Jepang), mantan Menko Kesra
Azwar Anas, dan puluhan tokoh
nasional dan mancanegara lainnya.
yd
Realita Haji
Edisi I April/2014

!(

,<>F56

ERJALANAN ke Tanah Suci


bagi Hajjah Nurhana, ibu
dari lima orang putri dan
satu putra ini dirasakan
begitu nikmat dan istimewa. Ada
getaran Illahi berdenyut di setiap
detak jantung dan kemudian
mengalir bersama darah ke sekujur
tubuhnya.
Getaran itu, terus
menggerakkan bibirnya menyebut
asma Allah hingga menapakkan
kaki di Masjidil Haram. Rasanya
seperti bermimpi berdiri untuk
pertama kalinya di depan Kabah
yang anggun dengan kiswah
hitamnya.
Itu lah kenangan dan
pengalaman batin yang tidak
akan pernah pupus dalam diri
saya. Sering air mata ini mengalir,
bila terkenang kenikmatan dan
kebesaran Allah, ujarnya.

Wanita Cantik Itu


Mendoakan
Kami Berdua

dan takut ketika menghadapi halhal yang luar biasa di tanah suci.
Hal-hal luar biasa itu bisa melalui
bisikan dan ataupun penjelamaanpenjelmaan. Itu semua kehendak
Allah.
Pengalaman luar biasa yang
dialaminya adalah 10 hari setelah
prosesi haji. Bersama tujuh teman,
dia berangkat ke Masjidil Haram
dan tidak kebagian tempat, hingga
akhirnya terpisah. Tinggal dirinya
dan Hajjah Naah yang tetap
bersama.
Mereka mendapat tempat paling
pinggir yang berdekatan dengan
pria. Tak lama kemudian, keduanya
didatangi asykar dan menyuruh
pindah.
Keduanya bingung harus
pindah ke mana. Tanpa putus asa,
akhirnya dapat juga di belakang.
Saat menghamparkan sajadah,
tiba-tiba datang dua wanita cantik,
tinggi semampai, dengan mata

FOTO: DOK. PRIBADI

FOTO: DOK. PRIBADI

***
Dia terus bercerita
pengalamannya. Jangan heran

HAJJAH NURHANA

ILUSTRASI: FARID

Menunaikan ibadah
haji adalah dambaan
seluruh umat Islam.
Beruntunglah
mereka yang telah
diberi kesempatan
lebih awal oleh
Allah SWT. Hajjah
Nurhana, 58 tahun,
asal Jakarta, adalah
salah seorang
muslimah yang
mendapatkan
kesempatan itu di
tahun 2006.

Hj. Nurhana

!*

Realita Haji
Edisi I April/2014

Hj. Nurhana (kedua dari kanan)bersama


dengan kelompok hajinya.

berkaca-kaca mencium tangannya.


Assalammualaikum Hajjah!,
insya Allah Haji Mabrur!, ujar dua
wanita cantik itu mendoakan.
Hajjah Nur menjawab Waalaikum
Salam. Amin ya Rabbal Alamiin,
syukron. Lalu tiba-tiba dalam
sekejap mata kedua wanita itu
sudah tidak ada.
Saya berfikir, siapa kedua
wanita cantik itu? Mengapa hanya
saya dan nenek Naah saja yang
didoakan? Sementara di dekat saya
banyak jemaah lain. Subhanallah!,
gumam Hajjah Nur.
Pengalaman ini membuat
diri saya semakin dekat kepada
Allah. Apalagi (kemudian) setelah
diselamatkan dari maut setelah
melempar jumrah di Jamarat, Mina.
Kalau saja tidak ada anggota
rombongan kami yang pingsan
setelah lempar jumrah, maka
rombongan kami yang hendak
pulang ke pemondokan termasuk
dalam musibah yang menelan
banyak sekali jemaah meninggal,
ujar Hajjah Nur berkaca-kaca.
Alhamdulillah sesampai di
tanah air, delapan tahun sudah
hingga saat ini, predikat haji yang
saya peroleh dapat saya pelihara
dengan baik dan saya rasakan
keberadaan diri saya kepada Allah
semakin dekat, ujar Hajjah Nur
mengakhiri pembicaraan. kh

K5E5

Kolombo Dalam
Catatan Sejarah Haji
Setelah enam
jam terbang dari
Surabaya, pesawat
Martinair nomor
penerbangan 138
yang disewa Garuda
untuk jemaah haji
mulai bersiap turun
untuk mengisi
bahan bakar.
WIKIPEDIA.ORG

Bukit Perawan, tempat kecelakaan pesawat haji tahun 1974


PANORAMIO .COM

ESAWAT DC8-55F itu memang


tidak mampu terbang
langsung ke Jeddah. Pesawat
harus mengisi bahan bakar
di Bandara Bandaranayake,
Kolombo, Sri Lanka.
Kapten Hendrik Lamme dan
co pilot Robert Blomsma sudah
memberi isyarat kepada teknisi
Johannes Wijnands bahwa pesawat
dengan 191 penumpang (termasuk
9 awak pesawat) itu akan mendarat.
Cuaca cukup cerah di ketinggian
35.000 kaki dan dilaporkan kepada Air
Traffic Controll (ATC) Kolombo pukul
16.16 waktu setempat. Beberapa
jemaah tampak terlelap letih.
Tapi, tepat pada pukul 16.44 waktu
Sri Lanka, pesawat buatan tahun 1966
itu ternyata tidak muncul di Bandara
Bandaranayake. Teriakan pilot dan
co pilot terdengar oleh petugas ATC.
Ternyata, pesawat menabrak bukit
hingga hancur berkeping-keping.
Peristiwa yang terjadi pada hari Rabu,
4 Desember 1974, atau 20 Zulkaidah
1394 itu mengejutkan dunia.
Kabar itu sangat mengejutkan
terutama setelah BBC, yang dikutip
RRI, memberitakan pada siaran
malam. Pesawat canggih di zamannya

Monumen Martin Air di Sri Lanka

itu menabrak salah satu bukit dari


pegunungan Saptha Kanya (Tujuh
Perawan) yang memiliki ketinggian
4.355 kaki. Kecelakaan ini menjadi
kecelakaan terburuk di Sri Lanka
hingga kini.
Berdasarkan kotak hitam yang
ditemukan, ada komunikasi yang
tidak difahami pilot pesawat naas
itu sehingga ia menurunkan secara
drastis dari ketinggian 8.000 kaki.
Dalam rekaman terdengar kekagetan
pilot melihat di depannya sudah
berdiri kokoh Puncak Perawan.
Di antara jemaah yang menjadi
korban adalah 111 jemaah asal Blitar
Jatim. Sisanya, 24 jemaah asal Goa,
16 jemaah asal Lamongan Jatim, 14
jemaah asal Makassar, 9 jemaah asal

Selayar, 3 jemaah asal Balikpapan, 2


jemaah asal Gresik, dan seorang asal
Surabaya.
Dalam pesawat itu juga tercantum
dua pramugara dan pramugari
musiman yang direkrut dari sejumlah
IAIN. Lilik Herawati dari IAIN Sunan
Ampel Surabaya dan Abdul Hamid
Osman dari IAIN Alauddin Makassar.
Untuk mengenang peristiwa
tragis itu, di kota Norton Bridge, kota
terdekat dengan lokasi kecelakaan
dibangun monumen DC-8. Penyanyi
populer Srilanka, Anton Jones,
menciptakan lagu berjudul DC-8 dan
langsung menjadi hit kala itu. Juga
diperingati di Belanda pada tahun
2004, genap 30 tahun peristiwa itu.
Peristiwa ini tidak hanya diliput
secara besar-besaran oleh pers dalam
dan luar negeri, melainkan juga
diabadikan sebagai ending dari kisah
cinta yang indah dan mengharukan
dari roman Burung-burung Manyar
karya pastur Y.B. Mangunwijaya. mh
Realita Haji
Edisi I April/2014

!!

JAROT PRIKSONO

Draf Rancangan Undang-undang


Pengelolaan Keuangan Haji (RUU
PKH) telah disampaikan pemerintah
kepada DPR pada akhir masa
persidangan yang lalu. Pembahasan
RUU tersebut akan dimulai pada
masa persidangan DPR
pertengahan Mei 2014.

!"

Realita Haji
Edisi I April/2014

ENGAN sisa waktu 5 (lima) bulan, mengingat DPR


akan mengakhiri masa tugasnya pada September
2014, pembahasan ini membutuhkan kerja ekstra
keras dari kedua pihak, pemerintah dan DPR, agar
RUU ini dapat disahkan tahun ini.
Selasa (15/4), Realita Haji mengirimkan wartawannya,
Ratno Sulistiyanto, bersama fotografer Jarot Priksono
menemui Ketua Komisi VIII DPR RI Ida Fauziah di
kediamannya yang asri di kawasan Pasar Minggu Jakarta
Selatan.

Idealnya adalah, apapun


perbedaan cara pandangnya,
semuanya kan berkeinginan
agar pengelolaan ibadah haji
lebih baik.

Sampai dimana pembahasan RUU ini?


Raker pertama dengan Menteri Agama sudah
dilakukan. Kita mendengar penjelasan Menteri Agama
tentang RUU PKH pada akhir persidangan kemarin,
sebelum reses. Kemudian nanti setelah persidangan
(DPR) masuk kembali akan mendengar pandangan

Saat ini, pemerintah telah mengajukan RUU tentang


Pengelolaan Keuangan Haji (PKH), dari sudut Ibu
apa sebetulnya semangat utama dari kemunculan
RUU ini?
Semangat utamanya tentu saja adalah agar
pengelolaan ibadah haji lebih baik lagi dan lebih
profesional lagi. RUU ini sudah masuk ke DPR. Oleh
Badan Musyawarah DPR (Bamus) diserahkan ke Komisi
VIII, kemudian Komisi VIII sudah memulai, pertama kali,
melakukan pembahasan terhadap RUU itu.

2J>J6

fraksi-fraksi itu dengan pandangan pemerintah. Kalau


dari sisi waktu memang ada problem karena DPR masih
ada reses satu kali lagi. Tapi seandainya pandangan
fraksi-fraksi itu bisa lebih didekatkan dibandingkan
pandangan pertamanya, (saya kira) waktu tidak akan
menjadi persoalan.
Bagaimana cara agar dapat semakin mendekatkan
kedua pandangan itu?
Yang jelas memang tidak gampang menyatukan
pandangan itu. Makanya cara mendekatkannya, ayo

IDA FAUZIAH

Yang Penting Bagaimana


Mendekatkan Pandangan
Pemerintah dan DPR
fraksi-fraksi, nanti jika fraksi-fraksi menyetujui RUU
ini untuk dibahas, kemudian masing- masing fraksi
mengirimkan DIM. Setelah itu membentuk Panja.

ketemu dulu deh, prinsipnya apa sih DPR melakukan


revisi, prinsipnya apa sih pemerintah mengajukan RUU.
Prinsipnya dulu untuk membangun kesepahaman.

Dengan masa bakti DPR yang kurang 5 bulan lagi


(Mei- September) mungkinkah pembahasan RUU ini
dapat selesai?
Nah itulah mengapa kita harus menghitung
dengan cermat, mengapa? Karena di sisi lain masih
ada 1 RUU lagi, yaitu RUU Penyelenggaraan Ibadah
Haji, yang saat ini prosesnya sedang dalam proses
harmonisasi di Baleg. Tentu saja kami ingin mendengar
dulu pandangan fraksi- fraksi. Kalau usulan dari DPR,
soal pengelolaan keuangan haji itu adalah bagian
dari penyelenggaraan ibadah haji. Sedang menurut
Kemenag kan untuk penyelenggaraan ibadah haji tetap
ditangani Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah
(PHU), karena tidak mencabut UU yang saat ini eksis (UU
No.13 Tahun 2008). Di situlah perbedaannya.

Solusi terbaiknya?
Idealnya adalah, apapun perbedaan cara
pandangnya, semuanya kan berkeinginan agar
pengelolaan ibadah haji lebih baik, pengelolaan
keuangan haji lebih transparan, lebih bisa memberi
manfaat kepada jemaah maupun kepada umat. Kalau
kita mengambil prinsip itu, harusnya gampang. Masingmasing melepaskan kepentingan menuju kepentingan
utama, yaitu bagaimana penyelenggaraan haji itu lebih
baik, keuangannya lebih transparandanlebihproduktif.

Bagaimana mengatasi perbedaan tersebut?


Ini kan butuh penyamaan pandangan, menurut saya
ini memang butuh waktu.
Dengan kondisi semacam itu apakah optimis bisa
selesai dalam 5 bulan tersisa?
Saya tidak mengatakan optimis atau tidak, saya kira
ini sangat tergantung dari seberapa dekat pandangan

Apa langkah Ibu, selaku Ketua Komisi VIII DPR,


untuk menyegerakan bertemunya pemikiran tadi?
Ya.. saya sudah memulai mengundangfraksifraksisebelum Raker dengan Menag yang pertama dulu,
saya undang, saya dengarkan pandangannya, sering
melakukan komunikasi dan membangun intensitas
tukar pikiran.
Kalau terhadap pemerintah?
Dengan Pak Dirjen cukup intens berkomunikasi, Pak
Dirjen kan sering mengajak Yuk, kita rundingkan, yok
opo enake... dengan fraksi-fraksi juga saya sering ajak
yok opo enake iki...
Realita Haji
Edisi I April/2014

!#

K5?5E<>

ONDISI seperti ini, disebutkan Wakil Menteri Kesehatan


Ali Ghufron Mukti, menuai
banyak kritikan DPR maupun
dari pemerintah Arab Saudi. Karena
tidak dibenarkan jemaah yang tidak
sehat menunaikan ibadah haji.
Allah SWT telah mewajibkan
kepada umat Islam untuk menunaikan
ibadah haji, yakni (bagi) orang yang
mampu melakukan perjalanan ke
Baitullah.
Allah berfirman: Mengerjakan
haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang
sanggup mengadakan perjalanan ke
Baitullah. (QS. Ali Imran: 97)
Hal ini mencakup kemampuan fisik
dan kemampuan harta. Kemampuan
fisik artinya adalah berbadan sehat
sehingga mampu mengikuti seluruh
ritual haji. Sedangkan kemampuan
harta adalah mempunyai nafkah yang
dapat mengantarkannya ke Baitullah

!$

Realita Haji
Edisi I April/2014

pulang dan pergi.


Al-Lajnah Ad-Daimah berkata,
Mampu terkait dengan haji adalah
berbadan sehat dan mempunyai
biaya kendaraan yang dapat
menghantarkan ke Baitullah AlHaram baik melalui pesawat, mobil,
h e w a n a t a u m e nye w a s e s u a i
dengan kondisinya. Karena itu bagi
ummat Islam yang tidak mampu
tidak diwajibkan untuk haji, sebab
istithaah (mampu) merupakan syarat
haji dan umrah, sedang yang tidak
istithaah terbebas dari kewajiban
haji.
Dalam hubungannya dengan
keadaan kita sekarang, istitha`ah
untuk berhaji sangat mungkin untuk
diperluas maknanya. Menurut Prof.
Dr. H. Abd. Majid, M.A (Guru Besar
Universitas Pendidikan Indonesia),
antara pelaku dengan ritual haji
bersinergi dengan kemabruran haji
yang dilaksanakannya. Perluasan

i s t i t h a ` a h te r s e b u t, m e l i p u t i :
fisik, finansial, kesehatan, dan
pengetahuan agama.
Membicarakan istitha`ah dalam
kaitannya dengan perintah ibadah
haji menjadi sebuah keniscayaan.

KEMENAG.GO.ID

Angka jemaah haji


yang sakit dan
meninggal di tanah
suci perlu mendapat
perhatian serius.
Tahun lalu kita juga
dikejutkan berita
tentang jemaah haji
yang melahirkan di
tanah suci.

NASHIR MAQSUDI

Istithaah Kesehatan
Jamaah Haji Diperketat

kesehatan, dan ketiga, memiliki


kemampuan ilmu dan mampu
mempratekkan.
Selama ini makna pertama
dan kedua telah cukup
banyak mendapat perhatian
pemerintah, seyogyanya makna
ketiga juga perlu mendapat
perhatian lebih. Demikian
ditegaskan Sekjen Pimpinan
Pusat Asosiasi Bina Haji dan
Umroh Nahdlatul Ulama
(ASBIHU-NU), KH. Moch. Bukhori
Muslim, MA.
Pemerintah, lanjutnya, bisa

NASHIR MAQSUDI

Hal ini bisa disinergikan dengan


keterbatasan kuota haji Indonesia,
sementara waiting list sudah
mencapai lebih dua juta orang.
Sayangnya, mayoritas jemaah haji
Indonesia masuk kategori kelompok
Risiko Tinggi (Risti). Sebagian besar
dari kelompok Risti ini adalah para
calon jemaah lansia. Sesuai data
Kemenag (2013), jumlah jemaah
lansia (usia 66-80 tahun) tahun ini
ada sebanyak 33.712 orang atau
21,27 persen. Pemerintah sendiri,
tampaknya, tak ingin disalahkan bila
tidak memberangkatkan jemaah haji
kelompok Risti ini. Walhasil banyak
jemaah Risti, bahkan sangat Risti,
tetap bisa berangkat ke tanah suci.
Menurut Ali Ghufron, Kemenkes
tidak bisa serta merta membuat
pembatasan kesehatan. Perlu banyak
masukan pendapat dari para ahli dan
pakar untuk merumuskan istithaah
kesehatan haji. Juga koordinasi dengan pihak-pihak terkait, misalnya
penerbangan, karena regulasi penerbangan juga melarang mengangkut
kelompok Risti.
Gagasan-gagasan tentang istithaah kesehatan sangat penting
mengingat jumlah jemaah haji yang
meninggal masih tinggi. Meskipun
pada musim haji 2013 (1434.H) terjadi
penurunan jemaah yang meninggal
yakni berjumlah 281 orang dibanding
jemaah meninggal yang terjadi tahun
sebelumnya yaitu pada tahun 2012
yang berjumlah 425 jiwa.
Keselamatan badan dari
penyakit dan kekurangan yang
menghalangi haji merupakan syarat
diwajibkannya haji. Dalam kitab AlMausuah Al-Fiqhiyyah yang dikutip
Muhammad Sholeh Al-Munajjid
disebutkan, sekiranya seseorang
sakit menahun atau ditimpa penyakit
permanen atau stroke atau orang
tua yang tidak memungkinkan
berpindah-pindah, maka dia tidak
diwajibkan menunaikan kewajiban
haji. Barangsiapa yang mampu
menunaikan haji dengan bantuan
orang lain, maka dia wajib haji kalau
dia mudah mendapatkan orang yang
membantunya. nm

KH. MOCH. BUKHORI MUSLIM, MA:

Makna Istithaah
Jangan Hanya
Dikaitkan Biaya
AKNA Istithaah telah
dibahas oleh para
ulama, baik ulama
fiqih, ahli tafsir,
maupun ahli hadist. Mayoritas
ulama medefinisikan makna
Istithaah dengan zaad dan
raahilah, yaitu adanya bekal
dan kemampuan di perjalanan.
Karena itu, siapapun yang telah
memiliki biaya cukup, dapat
mendaftarkan diri menjadi
calon jemaah haji.
Peraturan yang berlaku
adalah siapapun orang muslim
yang memiliki uang muka
sebesar 25 juta maka berhak
mendaftar haji dan berhak
mendapat nomor urut tunggu.
Seiring meningkatkanya
pendapatan masyarakat,
jumlah pendaftar haji juga
terus meningkat. Akibatnya
waiting list semakin panjang.
Pengembangan makna
Istitrhaah menjadi sangat perlu
untuk menjawab persoalan
ini. Makna istithaah meliputi
beberapa hal, pertama,
memiliki kemampuan bekal,
kedua, memiliki kemampuan

memperketat persyaratan
dalam ilmu fiqh haji bagi calon
jemaah. Seorang yang akan
mendaftar semestinya tidak
hanya memiliki kemampuan
membayar biaya ongkos naik
haji, namun juga harus sudah
mengusai ilmu tentang manasik
haji. Ketika pengusaan ilmu
manasik haji menjadi syarat
untuk mendaftar, maka yang
akan muncul bukan lagi jamah
bertanya tentang kapan
keberangkatannya, namun
kementerian Agama RI justru
yang bertanya kapan anda siap
berangkat?
Allah SWT mewajibkan
haji setelah semua syariat dari
rukun Islam dilaksanakan oleh
Nabi dan para sahabatnya. Hal
ini bisa dijadikan pelajaran,
bahwa orang yang melaksankan
haji haruslah orang yang
benar-benar sudah siap dalam
semua aspek. dengan kata
lain, seyogyanya orang yang
akan pergi haji adalah orang
yang sudah tertib shalatnya,
zakatnya, tertib puasanya dan
sudah tertib hajinya. nm

Realita Haji
Edisi I April/2014

!%

,5=<(T5?<C5

Bila Perempuan Berhaji


Tanpa Pendamping

!&

Realita Haji
Edisi I April/2014

Keamanan yang
lebih terjamin
dan terhindar
dari fitnah adalah
pemeliharaan dari
suaminya.

menampakkan diri kepada orang


lain yang bukan suaminya maupun
anggota keluarganya.
Sementara itu, para ulama lain
berpendapat, berhaji merupakan
perintah Allah, mak a ia harus
dipenuhi. Sebab, perintah berhaji itu
ditujukan kepada setiap Muslim, baik
laki-laki maupun perempuan, selama
mereka mampu.
Ulama Syafii seperti Ibnu Sirrin, AlAuzai, dan lainnya, tidak menentukan
persyaratan mahram, akan tetapi
adanya keamanan bagi dirinya.
Keamanan yang lebih terjamin
dan terhindar dari fitnah adalah
pemeliharaan dari suaminya. Jika
tidak ada pendamping dari anggota
keluarganya, maka tidak wajib
baginya untuk berhaji.
Ada pula yang menambahkan,
dari kalangan ulama Syafiiyah ,
bahwa berhaji diperbolehkan bagi
perempuan muslim, asal dalam
kepergiannya ditemani oleh beberapa

MCH 1434H

SUN-ARDI.BLOGSPOT.COM

AM U N, ada kalanya
situasinya tidak
mendukung, misalnya
perempuan berangkat
haji tanpa ada pendamping, alias
tidak ada mahramnya. Bagaimana
hukumnya perempuan yang berhaji
tanpa didampingi mahram?
Ada perbedaan pendapat di
kalangan ulama mengenai masalah
ini. Ada yang membolehkan, namun
ada pula yang melarangnya. Yang
melarang perempuan bepergian
tanpa mahram berlandasan pada
hadis Nabi SAW yang diriwayatkan
Imam Muslim dari Ibnu Abbas
RA, Janganlah seorang wanita
pergi (lebih dari) tiga hari kecuali
bersamanya seorang mahram.
Al-Qadhi mengatakan bahwa
para ulama telah bersepakat tidak
m e m p e r b o l e h k a n p e re m p u a n
melakukan bepergian haji dan
umrah, kecuali bersama seorang
mahram, terkecuali sedang hijrah
dari darul harb (negeri kafir yang
memeranginya).
Pandangan senada terdapat pada
penjelasan surah Al-Ahzab [33] ayat
59, Hai Nabi, katakanlah kepada istriistrimu, anak-anak perempuanmu
dan istr i-istr i orang muk min;
Hendaklah mereka mengulurkan
jilbabnya ke seluruh tubuh mereka,
yang demikian itu supaya mereka
lebih mudah untuk dikenal, karena
itu mereka tidak diganggu.
Ay a t d i a t a s m e n e g a s k a n
supaya istri Nabi dan istri orang
yang beriman, hendaknya mereka
memakai jilbab dengan baik, agar
terjaga keamanannya. Walaupun
tidak spesifik, namun itu memberikan
penegasan agar perempuan tidak

Menunaikan ibadah
haji menjadi
dambaan setiap
umat Islam, baik
laki-laki maupun
perempuan, orang
tua maupun remaja.

orang perempuan yang terpercaya.


Seandainya hanya seorang saja, maka
tidak wajib baginya untuk berhaji.
Apalagi di zaman sekarang ini,
banyak jemaah haji yang bepergiaan
dalam rombongan, yang di dalamnya
terdapat sekelompok perempuan
serta laki-laki yang pergi bersamasama. Yang demikian, agar keamanan
para muslimah saat berhaji lebih
terjamin. Wallahu Alam. put

Realita Haji
Edisi I April/2014

!'

#5N5?5?(,5=<(W>6<GF56X
Berbagai upaya
dilakukan
Kementerian
Agama (Kemenag)
untuk peningkatan
pelayanan kepada
jemaah haji
Indonesia.

Pelayanan Haji di Arab


Saudi Semakin Baik

Realita Haji
Edisi I April/2014

HAJIKITA.BLOGSPOT.COM

Untuk tahun
2014, jarak hotel
calon jemaah haji
Indonesia yang
terjauh dari Masjidil
Haram adalah 4km.
Namun demikian,
akan ada fasilitas
transportasi
yang lebih baik
dalam kualitas
dan lebih banyak
kuantitasnya.

sementara untuk tahun ini, yang


kurang dari 2 km pun mendapat
fasilitas transportasi.
Sedangkan untuk akomodasi
jemaah haji Indonesia di Madinah,
jarak terjauh pemondokan jemaah
600 meter dari Masjid Nabawi.
Untuk mendukung masalah
transportasi ini, pemerintah telah
membentuk tim pengawasan dan
pengendalian untuk pelayanan
transportasi jemaah haji selama
berada di tanah suci. Tim ini akan
bekerja sama dengan Naqobah dan
Muasasah selama di Arab Saudi. Hal
itu untuk memudahkan pengawasan
dan pengendalian. Sebab, mereka
ber tanggung jawab ter hadap

MCH 1434H

")

KEMENAG telah memecah


unit Direktorat Pelayanan
Haji Ditjen PHU menjadi:
Direktorat Pelayanan
Haji Dalam Negeri dan Direktorat
Pelayanan Haji Luar Negeri.
Dengan dipecah, pelayanan
haji makin baik, karena sudah fokus
dengan tugas masing-masing, kata
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri
Kemenag Sri Ilham Lubis saat ditemui
di ruang kerjanya, Kamis (17/4).
Program Direktorat Pelayanan Haji
Luar Negeri, antara lain merumuskan
kebijakan prosedur pelayanan dalam
bidang akomodasi, konsumsi, dan
transportasi di luar negeri.
Mengenai akomodasi, Sri Ilham
Lubis mengatakan bahwa standar
perumahan jemaah haji tahun
2014 meningkat, dari apartemen ke
hotel. Namun demikian, diperlukan
antisipasi dan sosialisasi kepada calon
jemaah haji Indonesia, khususnya
bagi jemaah haji yang belum pernah
ke luar negeri atau belum pernah
tinggal di hotel.
Akomodasi h
otel di Makkah
mencakup luas lobby yang tidak
kurang dari 50m2, kapasitas lift
memadai, ada tempat jemuran, dapur,
ruang makan, tempat salat, juga
fasilitas kafetaria. Setiap mushalla
hotel juga ak an dimakmurk an
dengan beragam kegiatan pengajian.
Untuk tahun 2014, jarak hotel
calon jemaah haji Indonesia yang
terjauh dari Masjidil Haram adalah
4km. Namun demikian, akan ada
fasilitas transportasi yang lebih baik
dalam kualitas dan lebih banyak
kuantitasnya. Pada tahun lalu hanya
jemaah yang jarak pemondokannya
ke Masjidil Haram lebih dari 2km yang
mendapatkan fasilitas transportasi,

mobillisasi jamaah haji.


Mengenai masalah katering,
kualitasnya semakin ditingkatkan,
baik dalam standar menu, bahan,
rasa, dan distribusinya. Tahun ini,
pemerintah sudah merekrut juru
masak yang telah berpengalaman
dari Indonesia. Juru masak profesional
ini disiapkan untuk membimbing
dan mendampingi serta mengawasi
katering dalam melayani makanan
pada jemaah dan melayani konsultasi
dan bimbingan 24 jam. ks

73E3?E<

TANGAN
TAK TERLIHAT,

terakhir ini memiliki efek altruisme


luar biasa, tulisnya. Tidak sedikit
alumni haji yang menjadi pejuangpejuang jihad yang gigih pada
masa pemerintahan Hindia Belanda,
sehingga muncul kebijakan untuk
menghalangi muslim Indonesia pergi
haji ke Makkah. Anggito mencatat
nama-nama seperti H. Abdul Karim,
H. Marjuki, KH. Tubagus Ismail, dan H.
Wasid yang memimpin Geger Cilegon
(1888), juga K.H Hasyim Asyari
yang pada tahun 1899 mendirikan
Pesantren Tebuireng sepulang haji.
Masih banyak lagi contoh alumnialumni haji yang sepulang dari
ibadah melakukan perubahanperubahan dalam masyarakat di
berbagai bidang.

Buku ini juga


mengurai
tentang sistem
penyelenggaraan
haji Indonesia,
mulai dari
profesionalisme
SDM, pelayanan
pada saat prosesi
haji, hingga
bagaimana sistem
pengelolaan
keuangan haji ke
depan.

DOK.RH

U K U ini penuh dengan


hikmah, pembaca dapat
memetik nilai dari setiap
kisahnya.
Judul Tangan Tak Terlihat
diambil dar i ter minologi dan
etimologi Arab, tentang sifat-sifat
Allah, tangan diartikan sebagai
kuasa atau kekuasaan. Selain itu
sebagai seorang ekonom, Anggito
terinspirasi oleh teori ekonomi klasik
tentang invisible hand. Tentu Anggito
tidak bermaksud untuk menjelaskan
persoalan ekonomi di buku ini. Justru
setelah kita membaca, yang muncul
adalah sosok penulis yang membawa
pembacanya menjadi tercerahkan.
Buku ini terbagi menjadi empat
bagian, yakni: Moralitas Pemimpin

Haji, Haji dan Inovasi Duniawi,


Haji dan Orientasi Ukhrawi, dan
Manjemen Tangan Tak Lihat. Di
setiap bagiannya mengurai tentang
pengalaman penyelenggaraan haji
yang ditulis dengan gaya bercerita,
bersumber dari kisah-kisah nyata
yang kemudian dieksplorasi maknanya, lalu diperkokoh dengan
nilai-nilai teologi dan kemanusiaan.
Sehingga pembaca akan dibawa ke
dalam suasana batin yang dalam
memaknai arti ibadah haji.
Salah satu bagian buku ini, berjudul Menjadi Agen Perubahan
Pasca Haji, memberikan spirit yang
sungguh kuat. Anggito mengurai
bagaimana spirit haji dapat membawa perubahan bagi orang yang
melaksanakannya. Rukun Islam

Anggito Abimanyu
meyakini, dalam
konteks bangsa
Indonesia,
bahwa haji dapat
membentuk
manusia unggul
melalui tangan tak
terlihat.

Buku karya
Anggito Abimanyu
ini merupakan
catatan selama
beliau bertugas
sebagai Dirjen
Penyelenggaraan
Haji dan Umroh di
Kementerian Agama
RI pada tahun 2012
dan 2013.

Buku ini juga mengurai tentang


s i s t e m p e nye l e n g g a r a a n h a j i
Indonesia, mulai dari profesionalisme
SDM, pelayanan pada saat prosesi
haji, hingga bagaimana sistem
pengelolaan keuangan haji ke
depan. Membaca buku ini akan
mendapatkan gambaran bahwa haji
bukan sekadar ibadah. Haji adalah
ibadah yang melebihi ibadah lainnya.
Mengambil inspirasi dari
karya-karya Dr. Ali Syariati tentang
manusia ideal (insan kamil), Anggito
Abimanyu meyakini, dalam konteks
bangsa Indonesia, bahwa haji dapat
membentuk manusia unggul melalui
tangan tak terlihat. rs
Realita Haji
Edisi I April/2014

"(

!*&:(W!DJMD5F(*?<E<5C<B(&?C<(:JDHLE<X

WAWAN BASTIAN

Kemenag Harus Menjadi


Teladan Pemberantasan Korupsi

Para ulama
mengajarkan kepada
umat bahwa Allah
senantiasa melihat
setiap perbuatan
manusia dan akan
menghisabnya di
akhirat.

ALAM ritual haji saja, ada


sebagian jemaah meyakini
tentang larangan berbuat
zalim, apa lagi mengambil
hak orang lain. Melakukan larangan

"*

Realita Haji
Edisi I April/2014

agama selama berada di Tanah Suci,


balasannya akan dirasakan sebelum
kembali ke Tanah Air.
Keyakinan demikian sejatinya
merupakan benteng moral yang
paling kokoh dalam pencegahan
dan pemberantasan korupsi.
Termasuk perbuatan lainnya yang
bertentangan dengan ajaran agama,
karena adanya pengawasan dan
penegakan hukum.
Oleh karena itu, jika ada orang
beragama yang berbuat korupsi
atau bila ada orang Kementerian
Agama (Kemenag) terperosok ke
dalam perbuatan korupsi, yang
salah bukan agamanya atau pun

institusinya, tetapi tanggung jawab


individu yang tidak konsisten
menjalankan ajaran agamanya.
Dr. H. Mohammad Hatta, Proklamator Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Wakil Presiden Pertama
RI pernah menyatakan, Pengakuan
kepada Tuhan Yang Masa Esa tidak
dapat dipermain-mainkan, tidak
saja berdosa, sebagai manusia
kita menjadi makhluk yang hina,
apabila kita mengakui dengan mulut
dasar yang begitu tinggi dan suci,
sedangkan di hati tiada dan diingkari
dengan perbuatan.
Setiap pejabat Kemenag memiliki tanggung jawab yang sama

Kemenag harus
menjadi teladan
dalam hal
pemberantasan
korupsi.

dalam menjaga citra dan wibawa


kementerian ini. Peran dan tugas
kementerian dalam pembangunan
bidang agama harus dikawal oleh
aparatur yang profesional dan berintegritas, sehingga menghasilkan
tata kelola organisasi yang baik, tata
kelola keuangan yang akuntabel,
serta kualitas pelayanan kepada
masyarakat yang prima.
Hingga kini masyarakat menginginkan Kemenag berwajah seperti
malaikat, putih bersih. Sebab, jika
ada titik noda sedikit saja, hal tersebut
bakal menjadi persoalan tersendiri.
Ini konsekuensi logis dari harapan
besar terhadap Kemenag. Ekspektasi
masyarakat yang demikian tinggi
harus dijawab. Caranya, dengan
memberikan sikap keteladanan dan
kontribusi positif bagi lingkungan
setempat.
Jajaran Kemenag tidak boleh
lalai dalam mengantisipasi dinamika
masyarakat. Selama seluruh persoalan
masyarakat tidak terbaca dan tidak
dicarikan solusinya, maka jangan
harap keberhasilan dapat digapai.

Persoalan dan dinamika masyarakat yang ada tentu tak dapat diselesaikan dengan asal menjawab pula.
Hal ini tentunya memang merepotkan
karena aparat Kemenag juga manusia
biasa.
Karena itu pula jajaran Kemenag
mulai dari pusat hingga kantor urusan
agama (KUA), sebagai ujung tombak
pelayanan kepada masyarakat, perlu
bersikap proaktif dalam membangun
interaksi dan sinergi positif dengan
stake -holder atau pemangku
kepentingan keagamaan yang ada
di daerah. Dengan demikian, masalah
dan isu-isu aktual keagamaan yang
muncul dapat ditangani dengan
cepat dan tepat.

Untuk itu di jajaran Kemenag


diharapkan benar-benar dapat
memahami korupsi. Termasuk di
dalamnya grafitikasi. Jika tak hatihati bisa mengarah kepada tindakan
penyuapan. Ketika api masih kecil
mungkin tak membahayakan,
tetapi bila sudah menjadi besar bisa
membahayakan sekali.

Untuk menangkal korupsi, jajaran


Kemenag dapat memperkuat sistem organisasi yang responsible
terhadap perubahan lingkungan
strategis, meningkatkan kualitas
sumberdaya manusia (SDM) sebagai aset organisasi, serta mengimplementasikan program Reformasi
Birokrasi yang sudah berjalan selama
ini.

Hal ini sejalan dengan ajakan


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),
agar kementerian agama menjadi
teladan dalam hal pemberantasan
korupsi. Potensi terjadinya tindak
pidana korupsi masih ada di
berbagai instansi dan kementerian,
termasuk di Kemenag, ungkap Deputi
Pencegahan KPK Cahaya Harianto,
ketika memberikan sambutan pada

pencanangan pembangunan zona


integritas menuju wilayah bebas
korupsi di lingkungan kementerian
agama, akhir tahun lalu.
Sambil berkelakar, ia menyatakan,
korupsi memiliki makna negatif.
Walaupun sudah tahu tetapi masih
ada juga yang melakukan itu. Hal itu
seperti seseorang berada di dalam
WC yang awalnya merasa tak nyaman
karena bau, tetapi kelamaan merasa
senang dengan suasana tak sedap itu.
Lama-lama, dengan bau itu, yang
bersangkutan di dalam WC merasa
kebal, katanya yang disambut tawa
riuh hadirin.
Memang, pemberantasan korupsi
yang paling efektif dimulai dari
keluarga. Anggota keluarga harus
berani saling mengingatkan jika ada
orang tua memiliki telepon genggam
(HP), atau barang lainnya, darimana
uang yang diperolehnya.
Mengingatkan seperti itu penting.
Sebab, jika ada kepala keluarga
diingatkan tetapi tak mengindahkan,
maka prilaku korup akan terbawa
terus. Demikian pula di lingkungan
kerja, sesama rekan harus saling
mengingatkan. Ibarat pohon, jika tak
disiram akan layu, lantas mati.
KPK tidak melarang seseorang
untuk menjadi kaya. Tetapi, harus
diingat, proses untuk mendapatkan
harta itu haruslah halal.
Untuk itu di jajaran Kemenag
diharapkan benar-benar dapat
memahami korupsi. Termasuk di
dalamnya grafitikasi. Jika tak hatihati bisa mengarah kepada tindakan
penyuapan. Ketika api masih kecil
mungkin tak membahayakan, tetapi bila sudah menjadi besar bisa
membahayakan sekali.
Orang amanah adalah yang bisa
dipegang kata dan perbuatannya.
Karena itu jajaran Kemenag wajib
menjadi teladan dalam kejujuran
dan ikhlas melayani. Mementingkan
orang banyak, bukan diri sendiri.
Aspek relegius harus menjadi pendorong memberantas korupsi.
Ingat, korupsi dapat mulai dari
sikap buruk dan sistem yang buruk.
es
Realita Haji
Edisi I April/2014

"!

""

Realita Haji
Edisi I April/2014