Anda di halaman 1dari 2

PUASA DALAM ISLAM

Dalam Islam, puasa (disebut juga shaum), dilakukan selama satu bulan
penuh, yakni bulan Ramadan dan ditutup dengan Hari Raya Lebaran,
menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang boleh
membatalkan puasa seperti perbuatan-perbuatan yang tidak baik termasuk
dalam perkataan, tidak bertengkar, menjaga pola pikir, hawa nafsu, dan juga
untuk melatih kesabaran, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari
dengan niat. Sesuai perintah dalam kitab suci umat islam Al Quran puasa
juga menolong menanam sikap yang baik. Dan kesemuanya itu diharapkan
berlanjut ke bulan-bulan berikutnya, dan tidak hanya pada bulan puasa.
PUASA DALAM KATOLIK
Dalam Katolik, puasa Menurut faham Katolik puasa berarti makan kenyang
satu kali sehari (dalam waktu 24 jam) dan dua kali sedikit. Minum air tidak
termasuk soal puasa. Namun saat sekarang ini lebih ditekankan makan
kenyang satu kali sehari menahan hal-hal dari keiginan dunia dan keinginan
daging (manusia), seperti tidak makan tidak minum termasuk menahan
nafsu, sikap, dan juga hal-hal yang paling disukai. Ini dilakukan selama 40
hari menjelang Paskah atau di kenal sebagai masa Prapaskah. Di samping
puasa resmi, secara pribadi umat Katolik disarankan untuk berpuasa pada
hari-hari lain yang dipilihnya sendiri sebagai ungkapan tobat dan laku tapa.
Selain berpuasa, Gereja juga mempunyai kebiasaan berpantang. Pantang
dilakukan setiap Jumat sepanjang tahun, kecuali jika hari Jumat itu
bertepatan dengan hari raya gerejawi. Pada hari-hari puasa dan pantang,
Umat Katolik diharapkan dapat meluangkan lebih banyak waktu dan
perhatian untuk berdoa, beribadat, melaksanakan olah tobat dan karya amal.
PUASA DALAM PROTESTAN
Dalam Protestan, keyakinan puasa Kristen Protestan tidak ada bedanya
dengan katolik melawan keinginan dunia keinginan daging(manusia) yaitu
puasa makan minum dan hal-hal yang tidak baik dalam tingka laku juga
pikiran, dalam perotestan dan aliran protestan yang lain ada juga Cara Puasa
dalam hal-hal tertentu selain puasa makan dan minum yaitu berpuasa
mengenai rutinitas yang sering dilakukan yg paling disukainya Contohnya:
Puasa Tidak menonton Tv atau puasa mendegarkan lagu selama 1 minggu, 1
bulan atau dalam jangka waktu tertentu, ada juga contoh-contoh lain yaitu
rutinitas dimana kalau sedang tidak berpuasa itu sulit di hindari Rutinitas
seperti itulah yang di puasakan dalam Protestan, umat katolik juga biasa
melakukan puasa ini, karna inti dalam puasa Kristen ialah menahan hawa
nafsu, keiginan duniawi. Tujuan berpuasa juga sama dengan Katolik sesuai
ajaran dalam alkitab (injil), yang membedakanya hanya pelaksanaan dan
tatacarannya. Puasa protestan tidak berpatokan pada hari-hari tertentu
harus berpuasa, tetapi dalam keyakinan Protestan Pribadi masing-masing
yaitu manusia itu sendiri yang menentukan hari untuk berpuasa yang
dipilihnya sendiri selama 1 minggu, 1 bulan dan jangka waktu tertentu yang
dipilihnya di harapkan bisa lagi berlanjut di bulan-bulan berikutnya. Dalam

melaksanakanya Pribadi yang berpuasa sebisa mungkin tidak di ketahui oleh


kerabat, sanak soudara, dan orang-orang di sekitarnya di saat berpuasa,
oleh sebab itu puasa Protestan tidak di umumkan secara resmi. Agama
Kristen Protestan secara resmi tidak mewajibkan untuk berpuasa yang
berarti tidak memiliki bulan khusus untuk berpuasa, tapi Ketua masingmasing Gereja mengajarkan pada umatnya menyempatkan diri agar sesering
mungkin Berdoa dan Berpuasalah dengan keinginan, ketulusannya sendiri
bukan karena paksaan. Patokan berpuasa Umat Kristen Katolik dan Kristen
Protestan sama-sama mengambil dasar dalam ajaran Alkitab.
PUASA DALAM KRISTEN
Dalam Kristen Pada umumnya, Ajaran Puasa Umat Kristen Intinya adalah
pertobatan, melawan keiginan duniawi, keiginan daging yang di maksud arti
daging dalam arti kristen daging adalah manusia itu sendiri karna manusia
berdaging maka umat kristen lebih sering menyebutkan manusia dalam
kata-kata tertentu sebagai daging jadi artinya keinginan daging yaitu
keinginan manusia itu sendiri, dan juga mengajarkan berpuasa agar sebisa
mungkin tidak memberitahukan atau di ketahui kepada sesamanya yang
sedang berpuasa atau sesamanya yang sedang tidak berpuasa termasuk
merahasiakan hari apa dia akan mulai berpuasa, menyamarkan tubuhnya
agar tidak terlihat sedang berpuasa dari orang lain bahkan sesama
keyakinan sendiri, itu sebabnya Puasa Kristen pada Umumnya banyak yang
tidak diketahui keberadaanya oleh keyakinan non Kristen dan media publik.
Dalam beberapa aliran Kristen hanya pelaksanaan dan tata caranya saja
yang berbeda inti dan tujuanya sama.
PUASA DALAM YAHUDI
Dalam Yahudi Puasa untuk umat Yahudi bermakna menahankan diri
keseluruhannya dari makanan dan minuman, termasuk air. Gosok gigi
diharamkan pada puasa hari besar Yom Kippur dan Tisha B'Av, tetapi
dibenarkan pada puasa hari kecil. Umat Yahudi yang mengamalkan berpuasa
sampai ke enam hari pada satu tahun. Dengan pengecualian Yom Kippur,
puasa tidak dibenarkan pada hari Sabat, karena rukun menyimpan hari
Sabat itu adalah menurut Alkitab(injil) ditentukan dan mengatasi hari-ari
puasa berinstitusi rabbi kemudian. Yom Kippur adalah satu-satunya rukun
yang mana ditentukan dalam Torah.
Puasa, sering dilakukan dalam rangka menunaikan ibadah, juga dilakukan di
luar kewajiban ibadah untuk meningkatkan kualitas hidup spiritual seseorang
yang melakukannya. Hal semacam ini sering ditemukan dalam diri pertapa.

Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Puasa, 30 Agustus 2013 10:00