Anda di halaman 1dari 14

SISTEM

KERJA ALAM
dan
WACANA

Nama Anggota :
Restu

Wardhani
Ilma Wulansari H
Vallya Sharina D
Abdillah Dzulfikar
Prabowo Satrio H
Brian Tamma
Kemas

Kesimpulan LSPB 1
Bumi berada di dalam sistem tata surya,
dan
bumi
mengelilingi
matahari.
Penyinaran dari matahari menciptakan
kehidupan di bumi. Setiap wilayah di bumi
memiliki struktur kehidupan (hayati) yang
unik.

Kesimpulan LSPB 2
Iklim terdiri dari beberapa unsur yaitu kelembaban
udara,curah hujan, sinar matahari, suhu dan angin.
Iklim adalah suatu komponen alam yang dapat
berubah dalam kurun waktu yang panjang baik
disebabkan oleh faktor alami maupun faktor yang
disebabkan oleh mahluk hidup, perubahan iklim
sangat berpengaruh pada pemanasan global.
Pemanasan global adalah proses peningkatan suhu
rata-rata atmosfer bumi dan lautan. Pemanasan
global berdampak pada banyak hal.

Kesimpulan LSPB 4 : Keragaman


Hayati dan Ekosistem
1. Spesies Genting
Hewan yang terancam
punah :

Mamalia 23%
Burung 12%
Reptil 4%
Amfibi 31%
Ikan 3%
Tumbuhan 3%

Dipengaruhi oleh
Manusia :

Pemburuan
Penghilangan habitat
Polusi

2. Teori Kirtlands warbler


Seleksi

alam

Menyebabkan

keragaman biologi

Mutasi
Migrasi
Hanyutan

gen

3. Ekologi pulau
Konsep

dasar divertasi biologi


Biogeografi pulau
Aplikasi biogeografi pulau
4. Ekosistem
Biotik

Abiotik

5. Kehidupan dan hukum themodinamika


Hukum

kekelan energi
Hukum entropi
6. Produksi energi
Produsen

primer
Heterotrof
Autotrof
Produsen sekunder

Kesimpulan LSPB 6
Sistem keseimbangan alam mencakup daya dukung bumi, energi,
dan restorasi ekologi. Daya dukung bumi adalah kemampuan
lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan
makhluk hidup lain. Energi adalah kemampuan untuk melakukan
usaha. Kemampuan ini diukur dengan variabel waktu dan
besarnya udaha yang dilakukan. Bentuk energi ada energi
mekanik, kimia, radiasi, listrik, dan nukllr. Restorasi ekologi
adalah

studi

dan

praktikpraktik

memperbaharui

dan

memperbaiki ekosistem dan habitat yang mengalami degradasi,


rusak atau hilang. Beberapa pendekatan yang dilakukan untuk
langkah langkah restorasi adalah: sifat gangguan (disturbance),
suksesi, fragmentasi dan fungsi ekosistem.

Keterkaitan LSPB dan Wacana


Poin-poin penting dalam
wacana

Teori LSPB

1. cuaca, iklim, dan sistem


hidrologi yang unik
menyebabkan kekayaan alam
melimoah di Indonesia.

Sistem Kerja Bumi

2. Iklim Tropis Indonesia yang


berkontribusi terhadap
ketersediaan keragaman hayati
dan spesies

Sistem Kerja Atmosfer

3. Indonesia memiliki pulaupulau, didalamnya hidup


beraneka macam tumbuhan dan
binatang, serta laut yang
mengelilinginya.

Daya dukung bumi

Pejelasan Keterkaitan no.1


Kehidupan

(keaneka ragaman hayati)


Indonesia yang kaya raya disebabkan
oleh keunikan cuaca, iklim, dan sistem
hidrologi Indonesia.

Pejelasan Keterkaitan no.2


Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada
suatu wilayah dalam jangka waktu yang
relatif lama. Letak astronomis Indonesia
yang berada di wilayah Equator membuat
Indonesia beriklim tropis. Ciri iklim tropis
adalah suhu udara rata-rata tahunan yang
tinggi sepanjang tahun. Karna penyinaran
matahari yang senantiasa tegak.

Iklim yang bersifat panas dan lembab dibawa oleh


angin musim timur laut dan musim barat daya
menyebabkan keanekaragaman flora dan fauna yang
terdapat di Indonesia.
Iklim musim ini memiliki keunggulan di antaranya
adalah:

Temperatur yang tidak terlalu ekstrim


Terjadinya musim penghujan dan musim kemarau
Indonesia dapat merasakan sinar matahari sepanjang
tahun hingga dapat melakukan kegiatan bercocok
tanam dengan varietas tanaman yang beragam dan
mungkin hanya bisa tumbuh di daerah tropis
Flora dan fauna yang unik yang hanya ada di Indonesia
( endemik )
Kaya akan hutan serta berbagai macam jenis kayu

Penjelasan Keterkaitan
no.3
Alam

menyediakan kebutuhan makhluk


hidup dalam arti lingkungan fisik seperti
daratan atau tanah, air, udara, dan
mineral.Daya dukung bumi adalah
kemampuan untuk mendapatkan hasil
atau produk di suatu daerah dari
sumber daya alam yang terbatas
dengan mempertahankan jumlah dan
kualitas sumberdayanya.

Dapat disimpulkan bahwa daya dukung


lingkungan tidak hanya diukur dari
kemampuan lingkungan dan sumberdaya
alam dalam mendukung kehidupan
manusia, tetapi juga dari kemampuan
menerima beban pencemaran dan
bangunan.