Anda di halaman 1dari 79

Budidaya kentang di dataran tinggi

Kentang (Solanum tuberosum L.) termasuk tanaman berkeping dua (dikotil)


dari keluarga Solanaceae. Tanaman ini merupakan tanaman semusim dan
mempunyai kemampuan berkembang biak secara vegetatif melalui umbi.
Budidaya kentang akan tumbuh subur pada daerah beriklim dingin, suhu
udara yang tinggi menyebabkan tanaman tidak dapat membentuk umbi.
Ketinggian yang baik untuk budidaya kentang berada pada kisaran 10002000 meter dari permukaan laut dengan suhu 14-22 derajat celcius. Curah
hujan yang baik selama periode pertumbuhan tanaman kentang adalah
1000-1500 mm. Apabila curah hujan terlalu tinggi bisa menyebabkan
kebusukan pada umbi.
Budidaya kentang di Indonesia, pertamakali dilakukan pada abad ke-18 di
Cibodas, Lembang, Pangalengan dan Tengger. Kemudian menyebar ke
wilayah Sumatera tepatnya di dataran tinggi kerinci. Saat ini banyak tempat
di Indonesia menjadi sentra budidaya kentang. Prospek usaha budidaya
kentang sangat menjanjikan.
Pengolahan tanah
Pertama-tama hal yang harus perhatikan dalam budidaya kentang adalah
keadaan tanah yang akan dipakai, apakah keadaan tanah gembur atau
padat. Untuk tanah yang padat diperlukan pembajakan atau pencangkulan

dengan kedalaman kurang lebih 30 cm. Setelah selesai dibajak tanah


didiamkan selama 2-3 hari, kemudian digaru sedalam 5 cm, lalu diamkan
selama satu minggu. Untuk kondisi tanah yang gembur, pengolahan cukup
dengan digaru saja, lalu biarkan selama satu minggu. Waktu pembiaran
sampai satu minggu bertujuan untuk memperbaiki aerasi tanah.
Perlu juga diperhatikan kondisi kelembaban tanah. Kentang merupakan
tanaman yang sensitif, keadaan tanah tidak bisa terlalu basah atau terlalu
kering. Banyak usaha budidaya kentang yang kandas karena tidak
memperhatikan kelembaban tanah. Apabila kondisi tanah basah, siapkan
sistem irgasi berupa garitan yang agak ditinggikan. Bila kondisi tanah kering
lakukan penyiraman. Setelah lewat satu minggu tanah diratakan dan dibuat
garitan. Lebar garitan umumnya 80 cm dengan ketinggian 5 cm.
Pemupukan tanaman kentang
Pada permukaan garitan tebarkan pupuk kandang, atau dapat juga dibuat
lubang-lubang untuk menempatkan pupuk secara terpusat untuk
menghindari tergerusnya pupuk. Pemberian pupuk kandang yang ideal untuk
budidaya kentang adalah 20-50 ton per hektar, tergantung pada tingkat
kesuburan tanah. Selain pupuk kandang, tambahkan NPK sebanyak 350 kg
per hektar. Cara pemberian NPK bisa disebar atau secara terpusat dengan
membuat lubang-lubang dekat umbi yang ditanam pada garitan.
Penanaman bibit kentang
Sebelum siap ditanam, umbi bibit harus disimpan dulu selama kurang lebih
tiga bulan. Fungsinya agar umbi tersebut ketahuan sudah bisa bertunas
dengan baik, karena umbi kentang mempunyai masa dormasi. Umbi yang
telah bertunas, lakukan seleksi pemangkasan tunas. Tunas yang panjangnya
lebih dari 2 cm dibuang, karena tunas yang terlalu panjang kurang baik
untuk ditumbuhkan. Berat umbi yang baik untuk bibit berkisar 30-50 gram
per buah.
Letakan umbi yang telah dipangkas dalam garitan, diatas pupuk yang telah
disebar atau didekat lubang-lubang yang telah dikasih pupuk. Jarak tanam
dalam garitan berkisar 20-30 cm. Setelah umbi diletakan, timbun dengan
tanah sehingga membentuk guludan setinggi 10-15 cm. Biarkan bagian kiri
dan kanan guludan membentuk parit untuk drainase.
Pemeliharaan tanaman kentang
Tindakan pemeliharaan terdiri dari penyiraman, pengguludan, pengendalian
gulma, pengendalian hama dan penyakit tanaman. Periode pemeliharaan
tanaman dalam budidaya kentang memerlukan tingkat kecermatan yang
tinggi. Pemeliharaan tanaman kentang harus disiplin dan taat jadwal.

Penyiraman tanaman
Penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca. Di daerah
lembab dan sering turun hujan, relatif tidak memerlukan penyiraman.
Apabila keadaan tanah terlihat kering baru lakukan penyiraman, namun
harus diperhatikan kondisi tanah jangan sampai terlalu basah, apalagi
sampai tergenang.
Penyiangan gulma
Penyiangan gulma dilakukan bersamaan dengan perbaikan guludan.
Biasanya dilakukan setelah satu bulan penanaman. Gulma bisa dibersihakan
dengan sabit atau koret, setelah gulma dibersihkan guludan diperbaiki.
Penyiangan gulma berikutnya dilakukan setelah tanaman berumur dua
bulan. Setelah itu, tidak diperlukan lagi penyiangan, karena tajuk tanaman
sudah rimbun sehingga gulma sulit tumbuh.
Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit merupakan hal yang sangat penting dalam
budidaya kentang. Produktifitas tanaman kentang sangat dipengaruhi oleh
kondisi kesehatan tanaman. Penyemprotan fungisida maupun insektisida
dimulai sejak tanaman berumur 10 hari. Interval penyemprotan dilakukan
dua kali seminggu, atau tergantung dari gejala kerusakan yang terlihat.
Obat-obatan yang diberikan berupa fungisida (dithane dan vondozeb) dan
insektisida (hostathion). Konsentrasi yang dianjurkan sesuai dengan petunjuk
penggunaan pada label. Selain dengan penyemprotan, pengendalian hama
dan penyakit bisa dilakukan juga dengan rotasi tanaman. Lakukan pergiliran
tanaman dengan tanaman kacang-kacangan atau palawija. Waktu rotasi
tanaman diperlukan sekurang-kurangnya 2-3 tahun, baru lahan bisa
ditanamai tanaman kentang lagi.
Jenis-jenis hama dan penyakit yang biasa ditemukan dalam budidaya
kentang di Indonesia antara lain:

Busuk daun (Phytophthora infestans)

Penyakit layu bakteri (Pseudomonas Solanacearum)

Bercak lunak (Altenaria Solani)

Penyakit layu fusarium (Fusarium Oxysporum)

Virus gulung daun (PLRV)

Root knot nematodes (Meloidogyne Spp.)

Ulat gulung (Phthorimae Operculella)

Pekung (Rhizoctonia Solani)

Virus (Virus X, Virus Y, Virus S)

Oteng-oteng (Epilachna Puntata)

Ulat tanah (Agrotis Ipsilon)

Kutu daun hijau (Myzus Persicae dan Aphis Nasturtii)

Orong-orong (Cryllotalpa Sp.)

Pemanenan budidaya kentang


Umur tanaman kentang sampai siap panen bergantung pada jenis varietas,
tinggi lahan dan musim. Secara umum satu siklus budidaya kentang sampai
umbi siap dipanen antara 80-120 hari. Pemanenan harus diperhatikan,
jangan terlalu dini atau terlalu tua. Panen yang terlalu dini, membuat kualitas
kentang rendah karena pembentukan karbohidrat dlam umbi masih belum
optimum. Sedangkan pemanenan yang terlalu tua meningkatkan resiko umbi
kentang terserang penyakit dan rusak.
Untuk mengecek kesiapan panen, umbi kentang digali secara acak.
Pengambilan sampel harus dilakukan secara merata sehingga mewakili
lokasi tanam. Umbi yang sudah diambil dilihat tingkat kematangannya. Atau,
bila kita sudah terampil bisa dengan cara memperhatikan bentuk dan warna
daun. Tanaman yang siap panen, warna hijau daunnya mulai pudar dan
terlihat kering.
Pemanenan bisa dilakukan dengan garpu, dalam hal ini harus diperhatikan
benar jangan sampai garpu melukai bagian umbi. Apabila takut umbi rusak
terkena sosokan garpu, pemanenan bisa dilakukan dengan kored, atau
cangkul tangan. Dengan alat ini resiko kerusakan lebih kecil, namun proses
panen lebih lama. Setelah umbi digali, biarkan beberapa saat atau jemur
untuk beberapa saat. Sehingga lapisan tanah yang menyelimuti umbi mudah
dibersihkan. Lalu kemas umbi kentang kedalam karung atau keranjang.

Budidaya Kentang Budidaya Tanaman Kentang dan Cara Menanam


Kentang
Budidaya tanaman kentang dan cara menanam kentang sama halnya
seperti budidaya tanaman sayuran yang lainnya, dimana dalam langkahlangkahnya kita perlu mengetahui karakter tanaman tersebut sebelum
memulai membudidayakannya.
Ada beberapa faktor yang harus diketahui dalam melakukan budidaya
kentang atau cara menanam kentang karena faktor-faktor ini akan
berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman
kentang. Faktor-faktor tersebut diantaranya: iklim, tinggi-rendahnya letak
geografis, kesuburan tanah, hama dan pathogen serta tumbuhan
pengganggu.
Iklim
Tanaman kentang berasal dari daerah subtropika, menghendaki iklim yang
khusus, yaitu daerah yang memiliki suhu udara dingin dan lembap. Namun
demikian, sinar matahari juga dibutuhkan oleh tanaman kentang.
Karena tanaman kentang sangat peka terhadap air maka untuk memulai
penanaman kentang sebaiknya diawali pada akhir musim hujan. Tanaman
kentang juga sangat peka terhadap kelembapan dalam tanah, kalau
perubahan kelembapan dalam tanah terlalu tinggi maka pengaruhnya akan
berdampak pada pertumbuhan umbi yang tidak normal (bentuknya
bercabang-cabang).
Waktu tanam kentang yang baik adalah pada akhir musim hujan (sekitar
bulan April atau Mei), tetapi apabila ingin menanam pada awal musim hujan
(sekitar bulan Oktober atau November) diusahakan pada waktu musim turun
hujan usia tanaman kentang sudah berumur dua bulan dan umbinya sudah
cukup besar. Begitupun dengan angin yang kencang tidak baik untuk
pertumbuhan tanaman kentang, karena batang tanaman kentang tidak kuat
sehingga mudah patah atau roboh apabila terkena angin yang kencang.
Tinggi-rendahnya Letak Geografis
Tanaman kentang dapat tumbuh dengan baik di dataran tinggi, yakni lebih
dari 500 meter di atas permukaan air laut. Yang paling ideal, kentang
ditanam dalam ketinggian antara 1000-3000 meter di atas permukaan laut.
Tinggi-rendahnya suatu tempat biasanya berhubungan dengan suhu udara
dan kelembapan udara. Perbedaan kelembapan dan suhu udara sangat
penting untuk pertumbuhan tanaman kentang.

Kesuburan Tanah
Kesuburan tanah memegang peranan tyang sangat penting untuk tanaman
kentang. Selain sebagai penyangga akar, tanah juga berfungsi sebagai
penyedia air, zat-zat hara, dan udara bagi pernafasan akar tanaman.
Tanah yyang subur bisa mengoptimalkan perkembangan dan pertumbuhan
tanaman. Factor-faktor yang menyuburkan tanah adalah kandungan air,
bahan organic, batuan induk,suhu, organism tanah, keasaman tanah,
struktur dan tekstur tanah serta kelengkapan dan ketersediaan zat-zat hara.
Kentang cocok ditanam pada tanah yang gembur, banyak mengandung
humus, sedikit berpasir, sedikit mengandung air. Tanaman kentang akan
tumbuh ideal pada tanah yang memiliki kesamaan tanah (pH) antara 5-5,5.

Gembur

Kegemburan tanah sangat dikehendaki untuk membantu perkembangan


akar tanaman kentang dalam membentuk umbi yang sempurna sehingga
bermutu tinggi.

Banyak mengandung humus

Tanah yang banyak mengandung humus bisa mempercepat pertumbuhan


tanaman, karena menyimpan zat-zat makanan dalam jumlah yang cukup.
Zat-zat makanan sangat diperlukan bagi tanaman kentang sehingga dapat
tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang besar dan sehat.

Sedikit berpasir

Tanah yang sedikit berpasir bisa menumbuhkan kentang yang berkarbohidrat


tinggi dan rasanya menjadi lebih lezat.

Sedikit mengandung air

Tanaman kentang tidak tahan terhadap air yang banyak, terlebih-lebih air
yang menggenang. Air yang berlebihan membuat tanaman kentang
terserang penyakit kayu.
Biotik
Selai factor-faktor abiotik, yaitu iklim dan tanah, yang perlu diperhatikan juga
adalah factor biotic. Hama, pathogen, dan gulma adalah factor biotic yang
sering
menggagalkan
panen
kentang.
Cara Menanam Kentang
Hal-hal yang perlu dikerjakan dalam bercocok tanam kentang adalah:
pengolahan dan penggarapan tanah, pembibitan, penanaman, penyiraman,
pendangiran
dan
penyiangan
serta
pembumbunan.
Pengolahan
dan
Penggarapan
Tanah
Tanah yang akan dipakai untuk menanam kentang harus diolah sebaik
mungkin. Dalam pengolahan tanah, yang perlu dilakukan adalah:
Mencangkul tanah
Menggemburkan tanah
Membuat bedengan
Membuat saluran air
Meratakan tanah

Mencangkul tanah

Tanah harus dicangkul sedalam 30-40 cm. setelah dicangkul, tanah dibiarkan
beberapa hari agar mendapat sinar matahari sehingga peredaran udara
lancer serta hama dan bakteri bisa terbunuh.

Menggemburkan tanah

setelah dicangkul, tanah harus dilembutkan dan digemburkan. Tanaman


kentang hanya bisa tumbuh dengan baik pada tanah yang gembur sekali.
Dalam tanah yang gembur, akar kentang sebagai asal terjadinya umbi bisa
berkembang secara maksimal. Tanah yang kurang gembur dapat
menghambat proses terjadinya umubi. Untuk menggemburkan tanah dapat
digunakan cangkul berukuran sedang atau garu.

Membuat bedengan

Bedengan perlu dibuat sebagai tempat penanaman kentang. Bedengan bisa


memudahkan petani untuk memelihara tanaman kentang. Dengan
bedengan, tanaman kentang tidak akan tergenang air jika hujan turun.
Bedengan sebaiknya dibuat membujur kea rah barat-timur. Lebarnya lebih
kurang 70 cm (untuk satu jalur tanaman) atau 140 cm (untuk dua jalur
tanaman). Panjangnya disesuaikan kondisi tanah. Tinggi bedengan lebih
kurang 15 cm. parit bedengan lebarnya lebih kurang 25 cm.
Parit-parit bedengan selain berfungsi sebagai jalan untuk merwat tanaman,
juga sebagai saluran air. Oleh karena itu, parit-parit bedengan ini dibuat
sedemikian rupa agar air dapat mengalir lancer bila turun hujan.

Membuatsaluran air

Saluran air dibuat untuk pembuangan dan untuk mengalirkan air. Hal ini
dimaksudkan agar air tidak menggenang di parit-parit bedengan.
Tanaman kentang sangat peka terhadap air, terlebih-lebih sejak penanaman
sampai berumur dua bulan. Akar tanaman kentang yang tergenang air akan
membusuk, kemudian tanaman kentang pun layu.

Mertakan tanah

Proses mertakan tanah ini perlu dilakukan agar permukaan bedengan rata
atau datar dan tidak terdapat bongkahan-bongkahan tanah lagi.
Pembibitan
Bibit sangat menentukan keberhasialan penanaman. Bibit yang baik
kemungkinan besar akan membuahkan kesuksesan penanaman. Sebaliknya,
bibit yang kurang bagus pasti hasilnya akan mengecewakan.
Kentang ditanam melalui umbinya langsung pada lahan tanpa melalui
proses persemaian terlebih dahulu. Jauh sebelum penanaman, bibit-bibit
harus dipersiapkan terlebih dahulu. Pilihlah umbi-umbi kentang yang baik,
besar,
dan
tidak
banyak
matanya.
Umbi yang kecil tak boleh dipergunakan sebagai bibit, sebab matanya
kurang kuat dan persediaan makanan hanya sedikit sehingga tunas yang
tumbuh sudah mati. Selain itu, umbi yang kecil ada kemungkinan berasal
dari umbi yang sakit. Umbi yang besar bisa dibelah menjadi dua.
Simpanlah bibit kentang di tempat yang kering dan berhawa segar.
Penyimpanan di dalam bakul, lakukan di atas asap, ini berlangsung kurang
lebih tiga bulan.
Penanaman
Karena tanaman kentang tidak memerlukan persemaian, maka setelah

memilih bibit yang baik dan disimpan dengan cermat, maka kemudian akan
muncul titik-titik tumbuh. Hal ini menjadi pertanda bahwa bibit sudah bisa
ditanam. Bibit bisa langsung ditanam ditempat yang telah dipersiapkan.
Yang harus dikerjsakan terlebih dahulu dalam penanaman, yaitu membuat
lubang-lubang tanaman berupa alur-alur silang. Kemudian, pada titik
pertemuan sialang itulah nantinya bibit kentang ditanam.
Agar pertumbuhan tanaman dapat sempurna, maka jarak tanaman harus
diatur sebagai berikut:

Jarak antara baris 50-65 cm

Jarak tanam di dalam baris 30-40 cm

Dalamnya tanaman masuk ke tanah 5-10 cm

Pada tanah berat, bibit ditanam lebih dangkal. Demikian pula pada musim
penghujan, bibit ditanam lebih dangkal agar tidak banyak terendam air.
Tetapi, sebaliknbya, pada musim kemarau bibit kentang ditanam lebih dalam
agar tidak mengalami kekeringan.
Dalam proses penanaman, tiap-tiap lubang tanaman diberi pupuk kandang
sebanyak 0,5 kg. dalam satu hektar tanaman kentang diperlukan pupuk
kandang 20-30 ton.
Letakkanlah bibit-bibit kentang di atas pupuk kandang dengan kedalaman
7,5-12,5 cm. Usahakan agar tunas-tunasnya menghadap ke atas. Pada
sebelah kanan dan kirinya, berilah pupuk DS dan ZA sejauh kurang lebih 5
cm dari bibit, yaitu disebelah kanan diberi pupuk DS sebanyak kira-kira 16
gram dan di sebelah kiri diberi pupuk ZA sebanyak lebih kurang 16 gram
juga. Kemudian, tutplah lubang-lubang tanam dengan tanah. Dalam satu
hektar tanaman kentang diperlukan lebih kurang 80-900 kg DS dan ZA.
Dengan lahan seluas satu hektar diperlukan bibit kentang sebanyak 12001500
kg
yang
berat
tiap
umbinya
antara
30-40
gram.
Setelah lebih kurang 10-12 hari kemudian, maka bibit kentang mulai tumbuh
rata
di
atas
tanah.
Penanaman kentang juga bisa dilakukan tanpa membuat bedengan, yakni
langsung di atas tanah yang tersedia. Langkah-langkah yang perlu
dilakukan:

Mula-mula tanah digemburkan dan diratakan terlebih dahulu.


Kemudian, buatlah lubang tanaman seperti di atas. Lalu, tanamlah
bibit kentang pada lubang-lubang yang telah disiapkan.

Setelah bibit ditanam, kemudian tanah di bagian kanan dan kiri barisan
tanaman ditimbunkan pada bibit yang baru ditanam sehingga
membentuk gundukan tanah yang memanjang.

Lebar parit-parit anttara gundukan tanah sama seperti parit-parit bedengan,


lebih kurang 25 cm, dan tinggi kira-kira 15 cm.
Penyiraman
Tanaman kentang idak menghendaki kekeringan, meskipun sangat peka
terhadap air yang berlebihan, terutama air yang menggenang. Jika terlalu
kering, maka suhu tanah akan menjadi panas dan kelembabannya turun.
Umbi kentang memerlukan suhu dingin dengan kelembaban yang tinggi.
Pada tanah yang suhu dan kelembabannya tidak stabil, tanaman kentang
akan menghasilkan umbi yang bentuknya tidak menarik dan benjol-benjol.
Penyiraman kentang harus diperhatikan, terutama bila tidak turun hujan.
Apalagi pada musim kemarau.
Pendangiran dan Penyiangan
Setelah tanaman kentang berumur kira-kira satu bulan, maka perlu
dilakukan pendangiran. Yakni, tanah disekitar tanaman perlu digemburkan
agar peredara udara menjadi lancer. Dengan demikian, pertumbuhan
tanaman menjadi lebih baik,. Rumput-rumput yang ada di sekitar tanaman
juga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman
kentang.
Proses penggemburan juga disertai dengan peniggian gundukan tanah atau
bedengan agar umbi tanaman selalu terkubur. Umbi kentang yang tidak
tertutup tanah akan berwarna hijau dan kualitasnya rendah.
Pembumbunan
Setelah tanaman kentang berumur 3-4 minggu, maka perlu dilakukan
pembumbunan, yakni proses peninggian tanah. Pembumbunan akan
memberikan keuntungan bagi tanaman, antara lain:

Akan merangsang pembentukan akar baru sehingga umbi kentang


yang dihasilkan bisa semakin banyak.

Membantu perkembangan umbi

Memperkokoh berdirinya batang

Tetapi, perlu diperhatikan bahwa pembumbunan yang dilakukan tidak boleh


terlalu tinggi karena bisa mengganggu pernapasan tanaman kentang di
dalam tanah.

Kentang

Solanum tuberosum atau yang lebih dikenal sebagai kentang merupakan


tanaman setahun, bentuk sesungguhnya menyamak dan bersifat menjalar.
Batangnya berbentuk segi empat, panjang bisa mencapai 50 120 cm dan
tidak berkayu. Batang dan daun berwarna hijau kemerah-merahan atau
keungu-unguan. Akar tanaman menjalar dan berukuran sangat kecil bahkan
sangat halus. Selain mempunyai organ-organ di atas, kentang juga
mempunyai organ umbi. Umbi tersebut berasal dari cabang samping yang
masuk ke dalam tanah. Cabang ini merupakan tempat untuk menyimpan

karbohidrat

sehingga

membengkak

dan

bisa

dimakan.

Umbi

bisa

mengeluarkan tunas dan nantinya akan membentuk cabang-cabang baru.


Kentang termasuk tanaman setahun yang ditanam untuk dipanen umbinya.
Umbi kentang merupakan ujung stolon yang membesar dan merupakan
organ penyimpanan yang mengandung karbohidrat yang tinggi (Setiadi dan
Nurulhuda,

1998).

Dalam

sistematika

tumbuhan,

tanaman

kentang

diklasifikasikan ke dalam :

Divisio
: Spermatophyta
Subdivisio : Angiospermae
Kelas
: Dicotyledoneae
Ordo
: Solanales
Familia
: Solanaceae
Genus
: Solanum
Spesies
: Solanum tuberosum L.
(Setiadi 2009).
Pada stadia awal tumbuhnya, stolon sepintas seperti akar biasa.
Warnanya lebih putih dan biasanya lebih panjang daripada akar cabang.
Ukurannya juga lebih besar. Stolon amat lunak dan berisi lebih banyak cairan
dibanding akar. Stolon inilah yang bakal menghasilkan umbi kentang. Setelah

mencapai ujung maksimal, stolon akan menggembung pada ujungnya


(Hartus, 2001).
Rukmana (1997), menyatakan kentang merupakan tanaman yang
berbentuk semak atau herba, dengan susunan utama terdiri atas stolon,
umbi, batang, daun, bunga, buah dan biji serta akar. Stolon merupakan tunas
lateral yang tumbuh dari ketiak daun di bawah permukaan tanah stolon
tumbuh memanjang dan melengkung di bagian ujungnya, kemudian
membesar dan membengkak untuk membentuk umbi sebagai tempat
menyimpan cadangan makanan. Batang tanaman kentang berbentuk bulat
dan persegi, berbuku-buku dan berongga dengan pertumbuhan batang
tegak,

menyebar,

atau

menjalar.

Batang

tanaman

kentang

di

atas

permukaan tanah berwarna hijau, hijau kemerahan atau hijau keunguan.


Bunga tanaman kentang berjenis kelamin dua (bunga sempurna),
yang tersusun dalam karangan bunga dan tumbuh pada ujung batang,
dengan tiap karangan memiliki 7-15 kuntum bunga. Mahkota bunganya
berbentuk terompet yang bagian atasnya berbentuk bintang. Warna bunga
kentang beraneka macam, ada yang putih, merah muda, ungu atau biru
Warna buah kentang bervariasi mulai hijau tua sampai keunguan,
berbentuk bulat, berdiameter kurang lebih 2,5 cm dan berongga dua. Buah
mengandung sekitar 500 bakal biji, tetapi yang dapat berkembang menjadi
biji hanya berkisar antara 10 300 biji. Biji kentang berwarna coklat muda
(krem), berdiameter kurang lebih 0,5 milimeter dan mempunyai masa
dormansi lebih kurang 6 bulan (Hartus, 2001).

Menanam Kentang secara Organik


Kentang adalah salah satu komponen bahan makanan yang penting,
sehingga kentang jenis organik sangat disukai banyak orang. Memang
kentang organik ditanam dengan sistem organik, tanpa menggunakan pupuk
kimia, sehingga sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi. Kentang yang
dibiakan secara organik memiliki nilai lebih dari kentang yang ditanam
secara konvensional.
Namun menanam kentang secara organik sedikit membutuhkan kreatifitas,
karena perlu pengolahan lahan yang lebih alami dan pemeliharaan yang
lebih cermat. Persoalannya lebih membudidayakan kentang secara sehat
dengan melindungi proses budidaya dari zat kimia, sehingga menghasilkan
kentang yang sehat. Meskipun memiliki nilai gizi yang sama dengan kentang
pada umumnya, namun lebih aman untuk dikonsumsi.
Dalam menanam kentang secara organik juga memerlukan teknik yang
tepat, agar tanaman kentang bisa tumbuh subur dan menghasilkan panen
yang lebih baik. Teknik menanam secara organik memang bukan barang
baru, karena hal ini sudah dilakukan sejak jaman dulu. Jauh hari sebelum
petani kentang mengenal pupuk kimia.
Pengolahan lahan untuk kentang organik
Lahan untuk kentang organik sangat penting posisinya bagi pertumbuhan
tanaman kentang. Disini harus disiapkan segala unsur hara, komponen
organik bagi pertumbuhan tanaman kentang. Lahan harus disiapkan dua
minggu sebelum penanaman, karena tanah untuk menanam kentang ini
harus diolah dulu. Memang tanaman kentang membutuhkan lahan yang
gembur, terletak di daerah yang dingin antara 12 sampai 27 derajat Celsius.
Lahan tersebut bisa diolah dengan kompos organik, yang berasal dari unsure
organik, seperti daun-daunan, sisa tanaman maupun kotoran hewan. Unsur
organik yang lengkap pada lahan tanaman kentang ini akan melindungi
kentang dari hama sekaligus menambah daya tumbuh dan hasil panen
kentang nantinya. Kompos organik bisa ditambahkan dalam bentuk padat,
maupun cair mengikuti kebutuhan kondisi lahan untuk tanaman kentang.
Lahan yang sudah diolah tadi dibuatkan lajur selebar 30 cm, dengan jarak 50
cm dengan lajur lainnya. Pembuatan lajur ini akan menempatkan
pertumbuhan kentang lebih optimal dan memberi lahan untuk kentang
tumbuh lebih organik. Meskipun bisa dimodifikasi mengikuti kondisi lahan
yang ada, namun pemberian jarak yang tepat akan memudahkan dalam
pemeliharaan.
Pemilihan bibit kentang yang organik

Bibit kentang banyak ragamnya, ada jenis nadia, granola, namun banyak
yang menyukai varietas granola. Bibit ini harusnya sudah didapatkan dari
tanaman kentang yang dibudidayakan secara organik sebelumnya, sehingga
tidak memiliki zat kimia dalam penanaman sebelumnya. Meskipun akan sulit
mendapatkan bibit yang bagus bila tidak mengenal pembudidaya
sebelumnya.
Bibit kentang yang bagus adalah yang sudah bertunas banyak dan masih
muda. Ada kalanya bibit terlalu tua atau terlalu muda, misal tunasnya masih
satu, biasanya pertumbuhannya tidak optimal dan hasil panennya tidak
optimal. Maka pilihlah bibit kentang yang terbaik dan dari varietas organik
yang unggul.
Menanam bibit kentang
Bibit kentang yang sudah siap tanam tadi, ditanam di lahan yang sudah
disiapkan tadi. Atur jarak antara tanaman kentang sekitar 50cm sampai
60cm mengikuti jenis bibit yang akan ditanam. Meskipun semakin lebar akan
semakin baik untuk pertumbuhan yang optimal, namun efisiensi dalam
penggunaan lahan juga harus diperhitungkan.
Bibit kentang yang sudah ditanam tersebut tetap harus diamati dan diseleksi
lagi kualitasnya. Hal ini karena setelah dua minggu akan terlihat
pertumbuhan tanaman kentang ini. Dari pertumbuhan tunasnya bisa dilihat,
apakah tanaman kentang ini akan tumbuh optimal atau tidak. Tanaman
kentang yang pertmbuhananya lambat bisa diganti dengan bibit kentang
yang baru.
Memelihara tanaman kentang
Tanaman kentang yang sudah tumbuh ini sudah harus diamati
pertumbuhannya, dari kemungkinan penyakit atau hama yang menyerang
pada tanaman kentang. Bila tanaman kentang tumbuh bunga, juga harus
segera dipotong untuk mengurangi kompetisi dengan pertumbuhan umbi
kentang. Pada jalur tanaman kentang juga harus dibersihkan dari rumput
atau tanaman yang bisa berkompetisi dengan pertumbuhan tanaman
kentang.
Pemupukan tanaman kentang sudah bisa dilakukan setelah tiga minggu dari
waktu tanam. Pemupukan sudah bisa diberikan dengan kompos cair,
sekaligus mengemburkan tanah di sekitarnya. Periode pemupukan bisa
dilakukan secara berkala, mengikuti pertumbuhan tanaman kentang ini dan
jenis varietas yang sedang dibudidaya.
Memanen tanaman kentang

Tanaman kentang sudah bisa dipanen setelah tiga bulan atau mengikuti
varietas yang sedang dibudidayakan. Biasanya sudah terlihat dari batang
dan daun pada tanaman kentang, akan terlihat kekuningan pada tanaman
kentang ini. Waktu panen bisa dilakukan secara berkala mengikuti
pertumbuhan umbi kentang tersebut.
Pada tanaman kentang organik memang akan sedikit beda dengan yang
dibiakan secara kimia. Meskipun kadungan gizinya mungkin sama, namun
kentang organik sangat aman dan baik bagi kesehatan. Kentang organik
biasanya memiliki harga yang lebih baik dari kentang biasa.

Penyakit Pada Tanaman Kentang


a.

Penyakit busuk daun Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala:

timbul bercakbercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah, lalu
bercak-bercak ini akan berkembang dan warnanya berubah menjadi coklat
sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan
sporangium. Selanjutnya daun akan membusuk dan mati. Pengendalian:
menggunakan Antracol 70 WP, Dithane M-45, Brestan 60, Polyram 80 WP,
Velimek 80 WP dan lain-lain.

Penyakit Pada Tanaman Kentang

b.

Penyakit layu bakteri Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum.

Gejala: beberapa daun muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun
bagian bawah menguning. Pengendalian: dengan cara menjaga sanitasi
kebun, pergiliran tanaman. Pemberantasan secara kimia dapat menggunkan
bakterisida, Agrimycin atu Agrept 25 WP.
c. Penyakit busuk umbi Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala:
daun menguning dan menggulung, lalu layu dan kering. Pada bagian
tanaman yang berada dalam tanah terdapat bercak-bercak berwarna coklat.
Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk. Pengendalian:
dengan cara pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang
baik.
d. Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: infeksi pada
umbi menyebabkan busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit
ini juga menyerang kentang di gudang penyimpanan. Infeksi masuk melalui
luka-luka yang disebabkan nematoda/factor mekanis. Pengendalian: dengan
menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran.
Pengendalian kimia dengan Benlate.
e. Penyakit bercak kering (Early Blight) Penyebab: jamur Alternaria solani.
Jamur hidup disisa tanaman sakit dan berkembang biak di daerah kering.
Gejala: daun terinfeksi berbercak kecil yang tersebar tidak teratur, berwarna
coklat tua, lalu meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi berbercak gelap
tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: dengan pergiliran
tanaman.

f. Penyakit karena virus Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll
Virus (PLRV) menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX)
menyebabkan

mosaic

laten

pada

daun;

(3)

Potato

Virus

(PVY)

menyebabkan mosaic atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A (PVA)


menyebabkan mosaic lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik
menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaic lemas. Gejala:
akibat serangan, tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi
kecilkecil/ tidak menghasilkan sama sekali; daun menguning dan jaringan
mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian, kutu daun Aphis
spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan
Coccinella

dan

nematoda.

Pengendalian:

tidak

ada

pestisida

untuk

mengendalikan virus, pencegahan dan pengendalian dilakukan dengan


menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan, memangkas dan
membakar tanaman sakit, memberantas vektor dan pergiliran tanaman.
Hama dan Penyakit Tanaman Kentang

Hama dan Penyakit Pada Tanaman Kentang


Hama
1. Ulat grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat menyerang daun hingga habis daunnya. Pengendalian: (1)
memangkas daun yang telah ditempeli telur; (2) penyemprotan Natural
Vitura dan sanitasi lingkungan.
2. Kutu daun (Aphis Sp)
Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga dapat
menularkan virus. Pengendalian: memotong dan membakar daun yang
terinfeksi, serta penyemprotan Pestona atau BVR.
3. Orong-orong (Gryllotalpa Sp)
Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan tanaman muda.
Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian:
Pengocoran Pestona.
4. Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael)
Gejala: daun berwarna merah tua dan terlihat jalinan seperti benang
berwarna kelabu yang merupakan materi pembungkus ulat. Umbi yang
terserang bila dibelah, terlihat lubang-lubang karena sebagian umbi telah
dimakan. Pengendalian : Pengocoran Pestona.
5. Hama trip ( Thrips tabaci )
Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih, berubah menjadi
abu-abu perak dan mengering. Serangan dimulai dari ujung-ujung daun yang
masih muda. Pengendalian: (1) memangkas bagian daun yang terserang; (2)
mengunakan Pestona atau B
Penyakit
1. Penyakit busuk daun
Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak kecil
berwarna hijau kelabu dan agak basah hingga warnanya berubah menjadi
coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang merupakan
sporangium dan daun membusuk/mati. Pengendalian: sanitasi kebun.
Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal
tanam.

2. Penyakit layu bakteri


Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun muda
pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning.
Pengendalian: sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pencegahan dengan
penggunaan Natural Glio pada sebelum atau awal tanam.
3. Penyakit busuk umbi
Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan
menggulung, lalu layu dan kering. Bagian tanaman yang berada dalam tanah
terdapat bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan
umbi muda busuk. Pengendalian: pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan
penggunaan bibit yang baik. Pencegahan dengan penggunaan Natural Glio
pada sebelum atau awal tanam
4. Penyakit fusarium
Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: busuk umbi yang menyebabkan
tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang
penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan
nematoda/faktor mekanis. Pengendalian: menghindari terjadinya luka pada
saat penyiangan dan pendangiran. Pencegahan dengan penggunaan Natural
Glio pada sebelum atau awal tanam
5. Penyakit bercak kering (Early Blight)
Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa tanaman sakit dan
berkembang di daerah kering. Gejala: daun berbercak kecil tersebar tidak
teratur, warna coklat tua, meluas ke daun muda. Permukaan kulit umbi
berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian:
pergiliran tanaman. Pencegahan : Natural Glio sebelum/awal tanam
CARA BUDIDAYA TANAMAN KENTANG

Kentang merupakan sayuran yang memiliki tingkat permintaan yang tinggi.


Sehingga prospek yang cukup bagus untuk budidaya kentang di Indonesia,
karena tekstur tanahnya juga cocok untuk ditanam kentang. Untuk
emnghasilkan yang cukup banyak hasilnya, berikut adalah cara penanaman
kentang yang baik.
Syarat pertumbuhan TANAMAN KENTANG
- iklim
curah hujan rata2 1500 mm/tahun Curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun,
lama penyinaran 9-10 jam/hari, suhu optimal 18-21 C, kelembaban 80-90%
dan ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl.
- media tanam
tanah gembur, banyk mengandung bahan organik dengan pH 5,8-7,0
Pembibitan TANAMAN KENTANG
- Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram, umur 150-180
hari, tidak cacat, dan varitas unggul. Pilih umbi berukuran sedang, memiliki
3-5 mata tunas dan hanya sampai generasi keempat saja. Setelah tunas + 2
cm, siap ditanam.
- Bila bibit membeli (usahakan bibit yang bersertifikat), berat antara 30-45
gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa/dengan
pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata
tunas yang ada. Sebelum tanam umbi direndam dulu menggunakan POC
NASA selama 1-3 jam (2-4 cc/lt air).
Pengolahan media tanaman KENTANG
Natural Glio yang sudah terlebih dahulu dikembangbiakkan dalam pupuk
kandang + 1 minggu, ditebarkan merata pada bedengan (dosis : 1-2
kemasan Natural Glio dicampur 50-100 kg pupuk kandang/1000 m2).
Pemupukan
Pemupukan anorganik bisa anda dapatkan seperti urea(200 kg/ha), SP
36(200 kg/ha) dan KCT(75 kg/ha)
Penyulaman tanaman KENTANG
Penyulaman dilakukan jika ada tanaman yang mati dan tumbuh tidak
normal, cara ini dilakukan 15 hari semenjak tumbuh.
Penyiangan
Penyulaman dilakukan 2 kali dalam masa penanaman.
Pemangkasan bunga
Cara ini harus dilakukan karena tanaman kentang mmang mempunyai
bunga, jika bunga tetap dibiarkan akan mengganngu proses pertumbuhan
umbi.

Panen
umur panen tanaman kentang berkisar antara 150-190 hari. Tanaman
kentang yang siap mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
-

biasanya daunnya berwarna kekuningan


batang tanaman juga kekuningan
kulit umbi akan lekat dengan daging umbi
kulit tidak cepat mengelupas

Manfaat Kentang

Manfaat kentang sudah lama dijadikan


menu diet bagi orang-orang yang memiliki keluhan gejala penyakit diabetes.
Kentang termasuk keluarga umbi-umbian yang berasal dari Amerika, dan
sudah dibudidayakan pada negara-negara lain termasuk Indonesia.
Pada negara asalnya sendiri, kentang sudah dijadikan makanan pokok bagi
penduduknya. Tidak mengherankan karena kentang merupakan salah satu
penghasil karbohidrat sebagai sumber energi. Pada kandungan sebuah
kentang, tersimpan manfaat yang baik bagi tubuh.
Kandungan Kentang
Pada kentang terkandung zat-zat seperti karbohidrat, fosfor, zat besi,
protein, lemak nabati dan kalsium serta mineral-mineral penting lainnya. Hal
ini yang menjadikan kentang baik dikonsumsi dalam menu makan seharihari. Berikut adalah berbagai kandungan gizi Kentang yang terdapat dalam
satu porsi 173 Gr Kentang 1)

Kandungan Kentang : Sumber (WHFoods)


Melihat kandungan gizi kentang di atas, memang ia sangat tinggi kandungan
vitamin B6 dan Potasium, lalu apa saja manfaat kentang bagi kesehatan
tubuh kita.
Manfaat Kentang Untuk Kesehatan
1. Pencegahan kanker
Vitamin B6 pada kentang ampuh melawan terjadinya pembentukan tumor
dalam tubuh yang sangat memicu kanker, dalam hal ini adalah kanker
prostat pada pria dan kanker rahim pada wanita. Mengkonsumsi kentang
akan mencegah tumbuhnya sel kanker dalam tubuh dan telah banyak studi
yang membuktikannya.
2. Mengurangi kadar kolesterol
Manfaat kentang dalam mengurangi kadar kolesterol berasal dari
kandungan zat potasium yang cukup banyak dalam dirinya. Seperti yang
dapat kita temui pada manfaat pisang, zat potasium membantu
menghalangi penumpukan kolesterol dalam darah. Kalori yang rendah pada
kentang, dapat menjadi menu diet rendah kolesterol anda, tentu saja tanpa
di goreng.
3. Mengurangi resiko batu ginjal
Memang pada kentang kandungan kalsium dan zat besi dapat memicu
pembentukan batu ginjal, namun magnesium yang kaya pada kentang
dapat menolak kalsium yang ada pada jaringan ginjal. Pada orang-orang

penderita batu ginjal, kentang bukan merupakan makanan yang haram


bahkan beberapa menu diet juga melibatkan kentang.
4. Kesehatan Tulang
Kentang sangat baik untuk tulang, kandungan zat besi yang terdapat pada
kentang memastikan ia sangat membantu pertumbuhan dan kesehatan
tulang secara keseluruhan. Zat Besi, kalsium, fosfor, magnesium, dan seng
yang ada dalam kentang merupakan kombinasi sempurna untuk
membangun dan membentuk struktur serta kekuatan tulang.
5. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Asupan natrium harus dikurangi agar dapat membantu dalam hal
menurunkan tekanan darah, namun meningkatkan asupan kalium cukup
penting untuk menurunkan tekanan darah ini. Sumber zat lain
seperti kalium, magnesium, dan kalsium merupakan zat yang dipercaya
dapat menurunkan anda yang memiliki tekanan darah tinggi2).
6. Kesehatan Jantung
Ada banyak zat gizi yang terdapat di dalam sebuah kentang yang dapat
mendukung kinerja jantung yang sehat, Serat, kalium, vitamin C dan vitamin
B-6 adalah beberapa diantaranya. Kentang juga tidak memiliki kandungan
kolesterol yang tinggi semuanya sangat baik untuk Jantung.
7. Membangun dan pembentukan sel
Vitamin B6 merupakan salah satu vitamin penting yang dibutuhkan untuk
melakukan pemrosesan reaksi kimia yang dibutuhkan untuk membentuk sel
dalam tubuh. Vitamin B6 dibutuhkan lebih dari 100 reaksi enzimatik, enzim
sendiri adalah protein yang menyebabkan terjadinya reaksi kimia. Sebagian
besar protein dan asam amino membutuhkan vitamin B6 untuk sintesis
dalam pembentukan DNA dalam tubuh. Untuk itu vitamin B6 ini juga
dibutuhkan untuk pembuatan sel sel baru dalam tubuh kita.
8. Kesehatan Otak & Saraf
Kandungan vitamin B6 yang tinggi juga sangat membantu kesehatan otak
dan membantu dalam proses transmisi yang dilakukan dalam saraf.

Selain untuk kesehatan, kentang juga sangat baik digunakan untuk


perawatan kecantikan wajah dan kulit.
Manfaat Kentang Untuk Perawatan Kecantikan
Kentang sudah banyak dijadikan bahan kosmetik ataupun bahan racikan
kecantikan disalon-salon, karena kandungannya yang kaya nutrisi. Jadi tidak
perlu repot ke salon untuk mendapatkan perawatan kentang, karena tips
berikut ini akan membantu anda selalu cantik dengan manfaat kentang.
9. Mengobati Wajah Berjerawat
Keadaan wajah dengan jerawat sangat mengurangi penampilan, untuk
mengatasinya dengan cara Kentang di iris tipis kemudian dicuci bersih. Irisan
kentang tempelkan pada bagian wajah yang berjerawat. Angkat ketika
kentang sudah keabu-abuan. Dapat digunakan saat ingin tidur malam
10. Mengatasi bengkak sekitar mata
Kebiasaan tidur terlalu lama kadang menjadikan mata seperti bengkak,
untuk mengatasinya cukup dengan kentang yang dicuci dan kupas kemudian
di parut. Kompres mata dengan kain ke sekitar mata yang bengkak. Gunakan
beberapa kali, agar bengkaknya mengempis.
Manfaat kentang bagi kecantikan dan kesehatan memang cukup banyak,
kandungan nutrisi B6 pada kentang sangat membantu metabolisme dalam
tubuh manusia.
Tips Penyajian
Penyajian kentang harus diperhatikan sebaik-baiknya, karena pengolahan
yang salah dapat menyebabkan terjadinya pembakaran nutrisi yang tidak
dapat di nikmati tubuh. Berikut adalah penyajian kentang yang baik :
1. Di rebus, jika ingin dikonsumsi sebaiknya kentang direbus.
2. Dibuat soup.
3. Dimasak kecap
4. Jangan di bakar, karena efek pembakaran tentu akan berdampak buruk
pada kesehatan

5. Jangan di goreng, gorengan akan mengakibatkan efek negatif lain pada


tubuh.
Jika anda pecinta kentang, perhatikan konsep yang baik dalam membuat
olahan kentang, ada banyak olahan makanan enak yang terdapat pada
kentang.
MENGUPAS MANFAAT KENTANG

Posisi nasi sebagai makanan pokok


memang masih belum tergantikan di hati orang Indonesia. Tetapi seiring
dengan perkembangan informasi gizi dan kesehatan, beberapa orang sudah
mulai mengkonsumsi makanan pokok pengganti nasi, salah satu nya
kentang. Selain sebagai pengganti makanan pokok, kentang juga dapat
diolah menjadi campuran dalam sup, lauk (perkedel kentang, semur kentang,
sambal goreng kentang), isi dari snack kering asin seperti risoles, kroket,
menjadi cemilan, bahan pembuat kue manis, dan masih banyak lagi inovasi
makanan dari bahan kentang. Begitu seringnya kentang hadir dalam menu
makanan, tetapi masih ada anggapan yang kurang tepat mengenai kentang.
Selama ini, bagian kentang yang dianggap memiliki kandungan gizi hanya
pada kulitnya saja. Hal ini keliru, karena pada bagian daging kentang juga
terdapat > 50% zat gizi yang memberi manfaat bagi kesehatan.
Kandungan gizi kentang

Vitamin C

Walaupun tergolong makanan sumber


karbohidrat, tetapi kentang yang juga termasuk jenis tanaman memiliki
kandungan vitamin C yang cukup baik. Kentang menyumbang 45 persen
kebutuhan harian tubuh untuk vitamin C dalam 1 buahnya (148 gram).
Vitamin C dapat berperan sebagai antioksidan yang melawan serangan
radikal bebas sehingga dapat mencegah kerusakan sel-sel. Vitamin C juga
membantu dalam pembentukan kolagen. Kolagen merupakan senyawa
protein yang menyusun tubuh manusia, berada di seluruh jaringan ikat
seperti tulang, gigi, sendi, otot, kulit . Dengan demikian vitamin C dalam
membantu penyembuhan luka, perdarahan gusi, patah tulang. Vitamin C
juga membantu penyerapan zat besi dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Di Amerika, kentang menjadi makanan sumber vitamin C terbanyak kelima.
Potassium
Kentang merupakan makanan sumber potassium yang tinggi dan mudah
dijangkau. Diantara makanan sumber potassium lainnya, kandungan pada
kentang dapat dibilang yang paling tinggi. Penelitian menyebutkan bahwa
konsumsi makanan tinggi potasium dan rendah natrium dapat mengurangi
risiko hipertensi dan stroke. Lebih lanjut dikatakan, meningkatkan konsumsi
potassium dapat mengurangi efek negatif dari mengkonsumsi natrium
terhadap tekanan darah. Mengurangi konsumsi sodium yang diikuti dengan
meningkatkan konsumsi potassium secara bersamaan akan memberikan

efek perlindungan yang terbaik pada kesehatan jantung dibandingkan hanya


melakukan salah satunya. Karena kandungan potasiumnya, kentang dapat
menjadi makanan yang baik untuk kesehatan jantung. Penelitian lainya juga
menunjukkan adanya hubungan terbalik antara konsumsi kentang dengan
tekanan darah. Jika konsumsi kentang meningkat, maka tekanan darah akan
menurun, dan sebaliknya. Konsumsi 100 gram kentang per hari dapat
menurunkan 2.6 mmHg tekanan darah diastolik. Selain terkait dengan
kesehatan pembuluh darah dan jantung, beberapa penelitian juga
menunjukkan fungsi potassium dalam menjaga masa otot dan kepadatan
tulang seiring dengan bertambahnya usia.
Resistant Starch (pati resisten)

Pati resisten merupakan jenis pati


yang tidak dapat dicerna di dalam usus. Secara alami, pati resisten terdapat
pada pisang yang belum matang (pisang kulitnya berwarna hijau),
kentang,serealia, kacang-kacangan. Beberapa manfaat potensial dari pati
resisten adalah menjaga kesehatan usus besar; sebagai prebiotik yang
membantu memproduksi bakteri baik; meningkatkantolerasni glukosa dan
respon insulin; memberi rasa kenyang dan berperan mengatur berat badan;
serta memperbaiki profil lipid darah. Banyaknya kandungan pati resisten
yang terkandung dalam kentang bergantung pada proses pengolahan.
Sebagai contoh, kentang yang sudah dimasak kemudian didinginkan akan
meningkatkan jumlah pati resisten hampir 2 kali lipat. Produk olahan kentang
seperti potato flake, merupakan salah satu cara untuk memepertahankan
kandungan pati resisten secara signifikan.
Antioksidan
Selain vitamin dan mineral, kentang memiliki senyawa fitokimia, karotenoid
dan antosianin, sebagai antioksidan yang potensial. Antosianin banyak
terdapat pada jenis kentang ungu dan merah, sementara karotenoid
terdapat pada kentang kuning dan merah, juga kentang putih dalam jumlah
sedikit. Komponen antioksidan pada kentang mengalami peningkatan
setelah proses pemasakan. Proses pemasakan menggunakan microwave dan
pemanggangan meminimalisir kerusakan komponen antioksidan.

Indeks Glikemik

Kentang dikenal memiliki nilai


Indeks Glikemik (IG) yang tinggi. Nilai Indeks Glikemik kentang sebesar 70,
dimana kategori untuk nilai indeks glikemik tinggi > 69. Dengan demikian,
kentang seringkali dianggap makanan yang harus dihindari bagi diabetesi.
Padahal nilai IG pada kentang dapat dipengaruhi oleh jenis kentang, daerah
asal tumbuhnya, proses pengolahan, respon glukosa individu itu sendiri.
Pengaruh nilai indeks glikemik terhadap proses pengolah kentang beragam
juga terkait dengan jenisnya. Hasil penelitian tentang menyebutkan nilai IG
kentang yang mengalami pengolahan berkisar antara kategori menegah dan
tinggi. Nilai IG untuk roasted potato (jenis California white potato): 72, baked
potato (jenis russet potato): 77, mashed potato instan : 88, (jenis red
potato): 89. Berbeda dengan kentang yang direbus (jenis red potato) dan
dikonsumsi saat dingin memiliki IG= 56. Hal ini juga memberikan saran
untuk menurunkan kadar IG pada kentang dengan cara memasak terlebih
dulu kemudian dikonsumsi setelah dingin. Penelitian lain tentang IG kentang
dan proses pemasakan menyebutkan pengaruh pemasakan yang dilanjutkan
dengan pendingin pada kentang dapat menurunkan nilai IG sekitar 40-50%.
Konsumsi kentang pada diabetesi juga baik dilakukan, selain nilai IG-nya
dapat diminimalisir, kandungan karbohidrat kentang juga lebih rendah dari
nasi putih, serta memiliki jenis zat gizi lain yang bermanfaat terhadap respon
toleransi glukosa seperti serat. Yang perlu diperhatikan, hindari
mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok dan kentang menjadi lauknya,
karena hal ini bisa jadi yang mempengaruhi kadar glukosa.
Cara memilih Kentang

Dalam membeli kentang, pilihlah yang berkulit mulus, bertekstur padat


dan tidak retak atau guratan pada masing-masing sisinya.

Pilih yang berwarna kulit cerah. Perhatikan bagian kulit kentang ketika
membelinya. Jangan memilih kentang berwarna kehijauan karena telah
terpapar sinar matahari terlalu banyak. Warna kulit yang hijau ini

terbentuk karena adanya senyawa kimia bernama Solanin. Solanin


memberi rasa pahit pada kentang dan seperti racun di dalam tubuh
karena menganggu kesehatan jika dimakan dalam jumlah yang
banyak, gejala yang ditimbulkan biasanya muntah, pusing, dan diare.
Jika ada warna hijau pada kulit kentang, potong bagian kulit yang
berwarna hijau sebelum dimasak dan dimakan. Pada kulit kentang
terkadang juga terdapat tunas. Buang bagian yang terdapat tunasnya
sebelum kentang diolah dan dikonsumsi.
Kentang mengandung racun yang bernama glycoalkaloids. Racun ini akan
mengganggu sistem saraf sehingga tubuh yang kerasunan akan melemah
dan pusing. Racun ini bisa dihindari dengan memasak kentang sampai
benar-benar matang. Glycoalkalid biasanya terdapat pada kentang yang
masih mentah, biasanya memberi rasa getir.
Cara menyimpan kentang

Simpan di tempat yang bersuhu sejuk dan berventilasi. Hindari tempat


yang terlalu banyak terkena paparan sinar matahari. Cara ini juga bisa
mengurangi tumbuhnya tunas pada kentang.

Menyimpan kentang dalam lemari pendingin akan mengubah


kandungan pati dalam kentang menjadi gula sehingga akan terasa
manis dan terjadi perubahan warna saat dimasak. Jika sudah disimpan
dalam lemari pendingin, biarkan kentang dalam suhu hangat atau suhu
ruang sebelum dimasak, agar warna kentang tidak rusak.

Agar lebih awet, kentang dapat disimpan di dalam kantong kertas


atau kantong plastik yang diberi lubang.

Jangan cuci kentang sebelum disimpan, karena akan mempercepat


pembusukan.

Untuk mencegah hilangnya zat-zat gizi kentang pada proses pemasakan,


cara terbaik untuk memasak kentang adalah dengan mengukus dan proses
memasak menggunakan microwav

Kentang adalah tanaman dari suku


Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut
"kentang" pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan
pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika
Selatan.

Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama kali membawa ke Eropa dan


mengembangbiakkan tanaman ini. Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama
kali membawa ke Eropa dan mengembangbiakkan tanaman ini.

Tidak lengkap rasanya bila saya hanya membahas kelebihan kentang.


Karena dibalik kelebihan tenyata ada kekurangannya. apa saja itu, berikut
selengkapnya.

3 Kerugian karena makan kentang goreng


Beberapa alasan mengapa Anda harus berhenti makan kentang goreng
seperti dilansir oleh Fitnea adalah sebagai berikut:
1. Kentang goreng mengandung lemak jahat.
Kentang goreng, memang enak. Namun mengandung lemak jahat dan lemak
jenuh yang seiring berjalannya waktu bisa menjadi kanker. Menggoreng
kentang menggunakan minyak biasa, dan bukan minyak alami seperti
minyak zaitun, minyak bunga matahari, dan lainnya, bisa meningkatkan

jumlah lemak jahat dalam makanan tersebut. Nantinya, lemak jahat yang
menumpuk akan menyumbat arteri dan bisa menyebabkan penyakit seperti
serangan jantung. Selain itu, meningkatnya jumlah lemak jahat biasanya
dibarengi dengan jumlah kolesterol jahat yang juga ikut meningkat.
2. Kentang goreng mengandung karbohidrat yang buruk
Kentang memiliki karbohidrat sederhana. Ini adalah jenis karbohidrat yang
mudah diubah menjadi gula dalam tubuh. Ini membuat tubuh lebih mudah
mencerna dan menyerapnya menjadi energi, atau justru menyimpannya
menjadi lemak. Dengan kata lain, jika kalian tak langsung berolahraga dan
membakar lemak setelah memakannya, kemungkinan kentang goreng bisa
membuat kalian gemuk dengan cepat.
Tak hanya itu, mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat dalam kentang juga
bisa membuat insulin cepat melonjak. Hal ini bisa meningkatkan risiko
penyakit jantung dan diabetes.
3. Kentang goreng mengandung lemak trans
Lemak trans sangat berbahaya karena bisa meningkatkan jumlah kolesterol
buruk dan menurunkan tingkat kolesterol baik dalam tubuh. Bila
mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung lemak trans akan
meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, kanker, dan diabetes.
Tak hanya itu, kentang goreng juga diketahui memiliki tingkat acrylamide
yang tinggi. Zat tersebut bisa memicu munculnya kanker dengan. Itulah
beberapa alasan yang harus Anda perhatikan sebelum meneruskan
kebiasaan makan kentang goreng.
Selain bahaya, ada juga manfaat dari kentang goreng.
8 Manfaat kentang bagi kesehatan
1. Tinggi serat
Kentang mengandung serat yang cukup tinggi, sejajar dengan roti gandum,
sereal, dan pasta. Dengan kandungan serat yang tinggi tersebut, kentang
bermanfaat untuk kesehatan sistem pencernaan. Kentang juga sering
dilibatkan banyak orang untuk membantu program diet mereka.

2. Melawan penyakit
Kentang diketahui dapat membantu mengurangi risiko kanker seperti kanker
prostat dan kanker rahim. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa
kentang baik untuk melawan penyakit jantung. Kentang mengandung
vitamin B6 yang dapat membantu anda untuk melawan gangguan saraf dan
pembentukan kristal atau tumor.
3. Baik untuk kesehatan kulit
Kentang mengandung vitamin C yang sangat baik bagi tubuh anda terutama
kulit wajah. Membalurkan jus kentang di area wajah dapat membuat kulit
wajah anda cantik dan bersinar. Seperti halnya timun, potongan kentang
yang diletakkan di bagian mata selama 30 menit, diketahui dapat
mengurangi pembengkakan dan lingkaran hitam di bawah mata.
4. Membantu mengurangi kadar kolesterol
Mungkin anda sering mendengar banyak mitos tentang bagaimana kentang
dapat menggemukkan badan. Namun dalam kenyataannya, kentang tidak
mengandung kalori yang banyak seperti halnya nasi. Bahkan kentang
memberikan efek kenyang yang lebih lama sehingga anda tidak mudah
lapar. Selain itu, kentang dapat membantu anda untuk mengurangi kadar
kolesterol.
5. Baik untuk otak
Kentang kaya akan zat besi dan tembaga yang sangat bermanfaat untuk
perkembangan otak.
6. Membantu mengurangi peradangan
Kentang merupakan makanan yang mudah dicerna dan mengurangi
peradangan pada usus dan sistem pencernaan. Kentang juga dapat
membantu mengatasi peradangan atau luka yang ada di mulut. Untuk
peradangan eksternal, jus kentang sangat bermanfaat untuk mengobati
memar, luka bakar, keseleo, dan bisul. Selain itu, kentang diketahui dapat
membantu melawan efek narkotika dan masalah kulit.

7. Baik bagi penderita batu ginjal


Kentang memang mengandung zat besi dan kalsium yang juga membantu
pembentukan batu ginjal. Namun, kentang sangat kaya akan magnesium
yang dapat menolak akumulasi atau deposisi kalsium dalam ginjal dan
jaringan lain sehingga kentang terbukti bermanfaat dalam mengobati batu
ginjal. Para dokter juga menyarankan penderita batu ginjal untuk melibatkan
kentang di setiap makanannya.
8. Meredakan stres
Mengandung vitamin B6, kentang sangat bermanfaat untuk menghilangkan
stres yang berasal dari pikiran. Kentang membuat hormon adrenalin yang
dapat merespon stres, hingga pada akhirnya membuat tubuh menjadi rileks
dan memberikan perasaan yang menenangkan.

Solanum tuberosum L.

LATAR BELAKANG
A. Sejarah Kentang di Indonesia
Kentang (Solanum tuberosum L.) berasal dari negara beriklim sub tropic
(Belanda, Jerman). Tanaman Kentang sudah dikenal di Indonesia Pengalengan,
Lembang, dan Karo) sejak sebelum perang dunia II yang disebut Eugenheimer.
Kentang ini merupakan hasil seleksi di Negeri Belanda pada tahun 1890, berkulit

umbi kekuning-kuningan, berdaging kuning, dan rasanya enak. (Surachmat Kusumo,


1984).
Sesudah kemerdekaan, varietas-varietas kentang hasil silangan dalam negeri
mulai ditemukan dan sejak tahun 1963 lebih dari 21 varietas-varietas unggul yang
mempunyai kualitas eksport diintroduksikan dari Jerman dan Belanda Barat.
(Bambang Soelarso, 1997).

B. Definisi
Ciri- ciri umum
Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang
memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut "kentang" pula. Umbi kentang
sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada
awalnya didatangkan dari Amerika Selatan.
Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama kali membawa ke Eropa dan
mengembangbiakkan tanaman ini pada abad XVI. Dengan cepat menu baru ini
tersebar di seluruh bagian Eropa. Dalam sejarah migrasi orang Eropa ke Amerika,
tanaman ini pernah menjadi pemicu utama perpindahan bangsa Irlandia ke Amerika
pada abad ke-19, di kala terjadi wabah penyakit umbi di daratan Irlandia yang
diakibatkan oleh jenis jamur yang disebut ergot.
Tanaman kentang asalnya dari Amerika Selatan dan telah dibudidayakan oleh
penduduk di sana sejak ribuan tahun silam. Tanaman ini merupakan herba (tanaman
pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis
cocok ditanam di dataran tinggi.
Ciri- ciri khusus

Biasanya berupa semak, perdu atau pohon

Berdaun tunggal / majemuk

Tepi daun berlekuk

bentuk bunga terompet

Buah berupa buah kotak atau buah buni

Bunga sempurna dan tersusun majemuk. Ukuran cukup besar, dengan


diameter sekitar 3cm. Warnanya berkisar dari ungu hingga putih

Batangnya lunak karena tidak membentuk kayu. Tumbuhan semacam ini dapat
merupakan tumbuhan semusim, tumbuhan dwimusim, ataupun tumbuhan
tahunan

Karakteristik
Kentang tanaman herba tanaman keras yang tumbuh sekitar 60 cm (24 in)
yang tinggi, tergantung pada variasi, batang mati kembali setelah berbunga. Mereka
beruang putih, merah muda, merah, biru, atau ungu bunga-bunga dengan warna
kuning benang sari. Secara umum, umbi varietas dengan bunga putih memiliki kulit
putih, sedangkan varietas dengan bunga berwarna cenderung memiliki kulit merah
muda. Kentang penyerbukan silang kebanyakan oleh serangga , termasuk lebah , yang
membawa serbuk sari dari tanaman kentang lainnya, tetapi jumlah yang besar
pemupukan diri terjadi juga. bentuk umbi dalam menanggapi penurunan panjang hari,
meskipun kecenderungan ini telah diminimalkan varietas komersial.

Setelah tanaman bunga kentang, beberapa varietas menghasilkan buah hijau


kecil yang menyerupai hijau tomat cherry , masing-masing berisi sampai 300 benar
benih. buah Kentang mengandung sejumlah besar racun alkaloid solanin dan karena
itu tidak cocok untuk konsumsi. Semua varietas kentang baru yang tumbuh dari biji,
juga disebut "benih yang benar" atau "benih botani" untuk membedakannya dari
umbi biji. Dengan halus memotong buah dan merendam dalam air, biji terpisah dari
daging dengan menenggelamkan ke bawah setelah sekitar satu hari (sisa-sisa float
buah). Setiap varietas kentang juga dapat diperbanyak secara vegetatif dengan
umbi penanaman, potongan umbi, dipotong untuk menyertakan setidaknya satu atau
dua mata, atau juga dengan stek, sebuah praktek yang digunakan dalam rumah kaca
untuk produksi umbi bibit sehat. Beberapa varietas kentang komersial tidak
menghasilkan biji sama sekali (mereka menanggung bunga yang tidak sempurna) dan
disebarkan hanya dari potongan-potongan umbi. Membingungkan, ini umbi atau
potongan umbi disebut "kentang benih".

J Fitografi
Secara fitografi baik vegetatif maupun generatifnya. Maksud dari fitografi
vegetatif misalnya pada akar, batang, dan daun. Sedangkan pada fitografi generatif
pada bunga, buah dan biji. Di bawah ini merupakan fitografi dari Solanum tuberosum
(kentang).

J Siklus reproduksi
Kentang ditanam di sebuah tas tinggi yang umum di taman karena mereka
meningkatkan kentang hasil dan meminimalkan jumlah menggali dibutuhkan pada saat
panen Kentang pertumbuhan telah dibagi menjadi lima fase. Selama tahap pertama,
muncul tunas dan pertumbuhan akar dimulai. Selama kedua, fotosintesis dimulai
sebagai tanaman berkembang daun dan cabang. umbi baru berkembang selama fase
ketiga, yang sering (tetapi tidak selalu) berhubungan dengan berbunga. Umbi
terjadi selama tahap keempat, ketika tanaman mulai investasi sebagian besar
sumber daya dalam perusahaan baru terbentuk umbi. Pada tahap ini, beberapa
faktor sangat penting untuk menghasilkan: kelembaban tanah yang optimal dan suhu,
tanah ketersediaan hara dan keseimbangan, dan ketahanan terhadap serangan hama.
Tahap terakhir adalah pematangan, kulit umbi mengeras, dan gula mereka dikonversi
ke pati.
Klasifikasi

Tanaman Kentang merupakan tanaman dikotil bersifat semusim, berbentuk semak


atau herba dengan filotaksis spiral.( Anggoro, dkk,1985). Menurut Z Human (1986)
dalam Bambang Soelarso, 1997, tanaman Kentang diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom : Plantae
Subkingdo : Tracheobionta
Divisi : Magnoliophyta
Class : Magnoliopsida
Subclass : Asteridae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum tuberosum L.

Di Jawa terdapat tanaman mirip Kentang yang disebut Kentang Hitam (Jawa
Kentang Ireng). Kentang jenis ini tidak termasuk dalam Genus Solamun tetapi dalam
genus Coleus, famili labiatae, dan spesiesnya disebut Coleus tuberosus Benth.

J Pereanan dalam ekologi (Habitat, sebaran dan


manfaat)
Di balik bentuknya yang tidak begitu menarik tapi lezat jika diolah dengan
berbagai macam masakan ini, ternyata memiliki khasiat yang tidak sedikit. Selain
rasanya yang nikmat jika disantap meski di goreng, rebus, panggang, di sayur atau
dijadikan pasta sekalipun tetap saja lezat
Ternyata umbi yang satu ini merupakan penawar racun alami asam yang
berlebihan atau asidosis. Kentang penting membantu pertumbuhan bakteri dalam
saluran pencernaan tubuh kita. Kandungan garam alkali menjadikan kentang sebagai
salah satu makanan basa yang paling kuat, karena itu kentang sangat berguna untuk
menjaga cadangan alkali tubuh.
Kentang mempunyai banyak khasiat. Di antaranya potassium, vitamin C
(sumber kedua selepas oren), membekalkan karbohidrat kompleks dan fiber atau
gentian kepada gula darah (blood sugar) dan pengawalan tekanan darah. Ia juga
mengandungi vitamin B1, B2 dan B3 serta sedikit kandungan protein dan zat besi.
Kandungan potasium kentang, dua kali lipat dari kandungan potassium dalam
pisang dan fiber. Jumlah lemaknya di bawah paras 25%, sehinga dapat menghalang
endapan kolesterol di dalam lapisan saluran darah. Kentang cocok bagi yang
mengalami kekurangan gula dalam darah. Selain itu kentang merupakan sumber
terbaik dalam pembentukan zat besi dalam darah. Menjamin system ketahanan
badan, karena kandungan vitamin serta kalsium yang tinggi.

Kentang : Sumber Vitamin C dan Pencegah Hipertensi


Gizi.net - Selain karbohidrat, kentang juga kaya vitamin C. Hanya dengan makan
200 gram kentang, kebutuhan vitamin C sehari terpenuhi. Kalium yang dikandungnya
juga bisa mencegah hipertensi. Lebih dari itu, kentang dapat dibuat minuman yang

berkhasiat untuk mengurangi gangguan saat haid. Kentang merupakan lima kelompok
besar makanan pokok dunia selain gandum, jagung, beras, dan terigu.
Bagian utama kentang yang menjadi bahan makanan adalah umbi, yang
merupakan sumber karbohidrat, mengandung vitamin dan mineral cukup tinggi.
Tanaman kentang (Solanum tuberosum Linn.) berasal dari daerah subtropika,
yaitu dataran tinggi Andes Amerika Utara. Daerah yang cocok untuk budi daya
kentang adalah dataran tinggi atau pegunungan dengan ketinggian 1.000-1.300
meter di atas permukaan laut, curah hujan 1.500 mm per tahun, suhu rata-rata
harian 18-21oC, serta kelembaban udara 80-90 persen.
Dibandingkan dengan produksi kentang di Eropa yang rata-ratanya mencapai
25,5 ton per hektar, produksi kentang di Indonesia masih sangat rendah. Rata-rata
hanya 9,4 ton per hektar.
Rendahnya hasil tersebut terkait dengan mutu benih yang kurang baik
(misalnya terinfeksi virus), teknologi bercocok tanam yang belum memadai, serta
iklim yang kurang mendukung. Penanganan pascapanen yang kurang baik dapat
menyebabkan kerusakan umbi kentang sebesar 2-10 persen serta menimbulkan
bagian terbuang sekitar 10 persen.
Cukup 200 Gram
Kentang memiliki kadar air cukup tinggi, yaitu sekitar 80 persen. Itulah yang
menyebabkan kentang segar mudah rusak, sehingga harus disimpan dan ditangani
dengan baik. Pengolahan kentang menjadi kerupuk, tepung, dan pati, merupakan
upaya untuk memperpanjang daya guna umbi tersebut. Pati kentang mengandung
amilosa dan amilopektin dengan perbandingan 1:3. Dari tepung dan pati kentang,
selanjutnya dihasilkan berbagai produk pangan olahan dengan beragam citarasa yang
enak dan penampilan menarik. Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai
sekitar 18 persen, protein 2,4 persen dan lemak 0,1 persen. Total energi yang

diperoleh dari 100 gram kentang adalah sekitar 80 kkal. Dibandingkan beras,
kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan energi kentang lebih rendah. Namun,
jika dibandingkan dengan umbi-umbian lain seperti singkong, ubi jalar, dan talas,
komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik.
Kentang merupakan satu-satunya jenis umbi yang kaya vitamin C, kadarnya
mencapai 31 miligram per 100 gram bagian kentang yang dapat dimakan. Umbiumbian lainnya sangat miskin akan vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60 mg,
untuk memenuhinya cukup dengan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup
menonjol adalah niasin dan B1 (tiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang
yang berukuran sedang, sepertiga kebutuhan vitamin C (33 persen) telah tercapai.
Demikian juga halnya dengan sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi.
Pencegah Hipertensi
Kentang juga merupakan sumber yang baik akan berbagai mineral, seperti
kalsium (Ca), fosfor (P), besi (Fe) dan kalium (K), masing-masing 26,0; 49,0; 1,1; dan
449 mg/100 g. Di lain pihak, kandungan natriumnya sangat rendah, yaitu 0,4 mg/100
g. Rasio kalium terhadap natrium yang tinggi pada kentang sangat menguntungkan
bagi kesehatan, khususnya terhadap pencegahan timbulnya penyakit tekanan darah
tinggi (hipertensi). Sebagaimana diketahui, bahwa konsumsi natrium (sodium) yang
berlebih (dapat berasal dari garam dapur, monosodium glutamat/MSG, sodium
bikarbonat) merupakan salah satu pencetus hipertensi. Di lain pihak, konsumsi
kalium yang tinggi memberikan efek yang berlawanan, yaitu menurunkan tekanan
darah. Rasio natrium terhadap kalium yang paling ideal adalah 1:1. Konsumsi harian
kita terhadap natrium yang berlebih (akibat membudayanya pemakaian MSG pada
berbagai masakan), perlu diimbangi dengan konsumsi kalium yang tinggi.
Kentang merupakan bahan pangan yang sangat kaya kalium (449 mg/100 g). Selain
kentang, bahan lain yang cukup kaya kalium adalah tomat dan pisang. Rasio natrium

terhadap kalium pada kentang dan tomat segar adalah sangat rendah, masingmasing 1:1100 dan 1:100. Pengolahan kentang menjadi kentang panggang (baked
potato) akan menurunkan rasio tersebut menjadi 1:100, selanjutnya rasionya
menurun lagi menjadi 9:10 pada pembuatan keripik (potato chips) dan menjadi 1,7:1
pada pembuatan salad kentang (potatao salad).
Penurunan rasio natrium terhadap kalium tersebut semata-mata akibat
penggunaan garam NaCl atau penyedap MSG yang berlebihan. Dengan kata lain,
proses pengolahan pangan dengan penambahan garam dapur dan MSG telah
mengubah bahan pangan yang tadinya menyehatkan, menjadi makanan yang dapat
berdampak buruk bagi kesehatan.

Prof. DR. Made Astawan, Dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Gizi IPB
- sumber : Kompas Cyber Media Senior
Jumat, 14 Mei 2004
Berbagai Kasiat kentang :
Menurut penelitian, jus kentang mentah bisa membantu mengurangi penyakit yang
menyerang sendi-sendi (arthritis), radang otot (rematik). Sakit yang di sebabkan
salah urat atau terkilir, luka-luka kecil dan luka bakar ringan, dapat di legakan
dengan cara menempelkan irisan kentang pada luka atau nyeri yang dirasakan,
selama 15 menit atau lebih.
Saos kentang yang digunakan untuk saos salad, dipercaya bisa mengurangi luka,
mengurangi rasa sakit, serta pencemaran bakteri. Parutan kentang yang ditempelkan
pada kelopak mata, mampu menghilangkan noda hitam pada mata (dark circles) dan
sekiranya dicampur bersama krim, bisa memperlambat munculnya kerut di muka.
Kentang juga bisa memutihkan dan melembutkan tangan. Ini menunjukkan kentang
bukan saja bermanfaat untuk tujuan pengobatan. Kandungan potassium, dan Vitamin

C pada kentang sangat cocok untuk untuk perawatan kulit, seperti wajah berminyak
dan berjerawat. Bagi kulit berminyak, dua buah kentang dikupas dan diparut. Lalu
dioleskan pada wajah hingga rata, biarkan selama 1/2 jam. Bersihkan dengan air
dingin bersih. Sementara untuk jerawat, sebuah kentang diiris tipis-tipis, tempelkan
ke seluruh wajah. Biarkan sampai kentang menjadi kering dan berwarna keabuan.
Bersihkan dengan air bersih dingin.
Kentang telah menjadi sahabat semua orang, yang sedang mengatur pola makan.
Sehingga kentang bisa menjadi menu alternative untuk diet, sebab kentang
dipercaya kaya karbohidrat pangganti nasi bagi Anda yang kini sedang menjalankan
diet.
Vitamin C-nya, juga terkenal sebagai pereda gangguan penyakit yang sudah
dilakukan sejak zaman nenek moyang. Anda yang menderita kutil, segera oleskan
potongan segar kentang mentah pada kutil.
Kentang sangat cocok bagi Anda yang memiliki penyakit maag atau sering mangalami
sakit karena kelebihan asam lambung. Sebab dalam kentang terkandung atropine
yang dapat memebantu mengurangi asam lambung dan mengurangi sakit pada
lambung.
Biasanya zat lysine tidak terdapat pada nabati, tetapi di dalam kentang terdapat
lysine yang sangat penting dalam pertumbuhan badan dan otak. Dengan kentang kita
dapat mengkonsumsi Vitamin C secara mudah. Karena vitamin C di dalam kentang
tidak hilang setelah masak karena dikelilingi oleh sari pati. Walaupun kalorinya
cukup rendah, kentang dapat menyebabkan kegemukan karena adanya Glycemic
Index.

Kentang mempunyai khasiat membuat mata yang lelah kembali bersinar serta dapat
menghilangkan bengkak pada mata. Parutlah kentang lalu masukkan ke dalam kain
tipis yang bersih (kain kasa atau kain mori) dan kompreskan ke kelopak mata.

Daftar Pustaka
http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1084847086,80496,
http://www.plantamor.com/index.php?plant=1397
http://id.wikipedia.org/wiki/Kentang
http://id.wikipedia.org/wiki/Herba
Darwis, S.N. dan S. Hasiyah, Tumbuhan Obat Famili Zingiberacea, Bogor: Pusat
Penelitian Tanaman Industri,1991
Dharma, A.P, Tanaman Obat Tradisional Indonesia, Jakarta: PN Balai Pustaka, 1985

kentang
TANAMAN KENTANG ( Solanun tuberosum L. )
Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi
batang yang dapat dimakan dan disebut kentang pula.Tanaman ini merupakan herba (tanaman
pendek tidak berkayu) semusim dan menyukai iklim yang sejuk. Di daerah tropis cocok ditanam
di dataran tinggi. Tanaman kentang merupakan tanaman semusim. Umbi kentang berbentuk bulat
sampai lonjong dengan ukuran yang beragam. Secara fisiologis umbi kentang merupakan organ
penyimpanan makanan.
Kentang merupakan lima kelompok besar makanan pokok dunia selain gandum, jagung, beras,
dan terigu. Bagian utama kentang yang menjadi bahan makanan adalah umbi, yang merupakan
sumber karbohidrat, mengandung vitamin dan mineral cukup tinggi. Selain karbohidrat, kentang
juga kaya vitamin C. Hanya dengan makan 200 gram kentang, kebutuhan vitamin C sehari
terpenuhi. Kalium yang dikandungnya juga bisa mencegah hipertensi. Lebih dari itu, kentang
dapat dibuat minuman yang berkhasiat untuk mengurangi gangguan saat haid.

A. Sejarah Singkat Tanaman Kentang


Tanaman ini berasal dari daerah subtropis di Eropa yang masuk ke Indonesia pada saat bangsa
Eropa memasuki Indonesia di sekitar abad ke 17 atau 18. Sentra tanaman yang utama adalah
Lembang dan Pangalengan (Jawa Barat), Magelang (Jawa Timur), Bali. Produksi kentang pada
tahun 1998 mencapai 1.011.316 ton.
Sejarah Kentang di Indonesia
Kentang ini merupakan hasil seleksi di Negeri Belanda pada tahun 1890, berkulit umbi
kekuning-kuningan, berdaging kuning, dan rasanya enak. Sesudah kemerdekaan, varietasvarietas kentang hasil silangan dalam negeri mulai ditemukan dan sejak tahun 1963 lebih dari 21
varietas-varietas unggul yang mempunyai kualitas eksport diintroduksikan dari Jerman dan
Belanda Barat.
B. Karakteristik Dan Morfologi Tanaman Kentang
Kentang (Solanum tuberosum L) termasuk jenis tanaman sayuran semusim, berumur pendek dan
berbentuk perdu/semak. Kentang termasuk tanaman semusim karena hanya satu kali
berproduksi, setelah itu mati. Umur tanaman kentang antara 90-180 hari.
Dalam dunia tumbuhan, kentang diklasifikasikan sebagai berikut:

Dari tanaman ini dikenal pula spesies-spesies lain yang merupakan spesies liar, di antaranya
Solanum andigenum L, Solanum anglgenum L, Solanum demissum L dan lain-lain. Varitas
kentang yang banyak ditanam di Indonesia adalah kentang kuning varitas Granola, Atlantis,
Cipanas dan Segunung .
Batang
Batang tanaman kentang berongga dan tidak berkayu, kecuali pada tanaman yang sudah tua
bagian bawah batang dapat berkayu. Batang ini umumnya barsudut dan bersayap. Tergantung
pada kultifarnya, sayap pada batang ini berbeda-beda, ada yang tampak jelas dan ada pula yang
kurang jelas. Pada yang jelas bersayap, sayapnya sempit atau lebar, tepinya lurus atau
bergelombangdan berjumlah satu atau lebih. Pertumbuhan batang memiliki tiga tipe tumbuh
sebagai berikut:
~ Tegak : membentuk sudut > 45 o dari permukaan tanah.
~ Menyebar : membentuk sudut antara 30 o - 45 o dari permukaan tanah
~ Menjalar : pada tanaman non budi daya atau non komersial, kecuali pada tanaman yang sudah
tua.
Daun
Daun pada tanaman Kentang merupakan daun majemuk yang terdiri atas tangkai daun utama
( rachis), anak daun primer ( pinnae), dan anak daun sekunder ( folioles) yang tumbuh pada
tangkai daun utama diantara anak daun primer. Bagian rachis dibawah pasangan daun primer
yang terbawah disebut petiole
Daun majemuk tanaman kentang, pada dasarnya tangkai daunnya mempunyai tunas ketiak yang
dapat berkembang menjadi cabang sekunder dengan sistem percabangan simpodial

Bunga
Bunga Kentang adalah zigomorf ( mempunyai bidang simetris), berjenis kelamin dua
(hermaproditus atau bunga sempurna), warna mahkota bunga ( corolla) putih, merah jambu, atau
ungu. Daun kelopak (calyx), daun mahkota (corlla) dan benang sari (stamen) masing-masing
berjumlah lima buah dengan satu bunga putik (pistilus). Mahkota berbentuk terompet dengan
ujung seperti bintang. Lima buah benang sari berwarna kuning melingkari tangkai putiknya.
Buah dan Biji
Satu minggu setelah penyerbukan, bakal buah membesar dan berkembang menjadi buah kentang
berwarna hijau tua sampai keunguan, berbentuk bulat, bergaris tengah + 2,5 cm, dan berongga
dua. Buah kentang mengandung 500 bakal biji dan yang dapat berkembang menjadi biji
hanyalah berkisar antara 10-300 biji.
Stolon dan Umbi Kentang
Bagian batang yang terletak dibawah permukaan tanah tumbuh daun-daun kecil seperti sisik
pada ketiak daun terdapat tunas ketiak yang dapat tumbuh menjulur secara diageotropik. Bukubuku (internode) yang memanjang dan melengkung pada bagian ujungnya disebut stolon. Umbi
Kentang merupakan bagian dari batang yang berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan
makanan serta untuk berproduksi.
Akar
Tanaman Kentang yang berasal dari umbi tidak terdapat akar utama tetapi hanya akar halus atau
akar serabut saja yang panjangnya dapat mencapai 60 cm. Dalam tanah akar banyak terdapat
pada kedalaman 20 cm.
C. Perbanyakan Tanaman Kentang
a. Pertumbuhan tanaman kentang yang berasal dari biji
Apabila biji disemai maka akan berkecambah dengan keping biji (cotyledon) muncul diatas
permukaan tanah atau epigeal, reduculae tumbuh dan berkembang menjadi akar tunggang dan
kemudian membentuk akar serabut. Setelah batang tanaman ini mencapai tinggi beberapa cm
maka pada beberapa ketiak keping biji tumbuh stolon yang selanjutnya tumbuh mendatar
kesamping didalam tanah dan pada ujungnya membentuk umbi, namun ukuran umbinya kecil.
b) Pertumbuhan tanaman kentang yang berasal dari umbi.
Menurut Evans (1975) ada tiga tahapan pertumbuhan tanaman kentang yang berasal dari umbi,
yaitu:
- Tahapan dari sejak umbi bibit ditanam sampai menjadi tanaman muda dengan luas permukaan
daun kira-kira 200-300 cm2 , dimana umbi bibit masih memegang peranan utama sebagai
sumber makanan bagi tanaman muda tersebut.
- Tahapan dimulainya pertumbuhan autotropi dimana pertumbuhan tanaman dibagian atas tanah
mendominasi semua pertumbuhan tanaman.
- Tahapan dimulainya pembentukan umbi yang berlangsung sampai tanaman menua dan mati.
D. Syarat Pertumbuhan
a) Iklim
Daerah dengan curah hujan rata-rata 1500 mm/tahun sangat sesuai untuk membudidayakan
kentang. Daerah yang sering mengalami angin kencang tidak cocok untuk budidaya kentang.

Lama penyinaran yang diperlukan tanaman kentang untuk kegiatan fotosintesis adalah 9-10
jam/hari. Lama penyinaran juga berpengaruh terhadap waktu dan masa perkembangan umbi.
Suhu optimal untuk pertumbuhan adalah 18-21 derajat C. Pertumbuhan umbi akan terhambat
apabila suhu tanah kurang dari 10 derajat C dan lebih dari 30 derajat C. Kelembaban yang sesuai
untuk tanaman kentang adalah 80-90%. Kelembaban yang terlalu tinggi akan menyebabkan
tanaman mudah terserang hama dan penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan
b) Media Tanam
Secara fisik, tanah yang baik untuk bercocok tanaman kentang adalah yang berstruktur remah,
gembur, banyak mengandung bahan organik, berdrainase baik dan memiliki lapisan olah yang
dalam. Sifat fisik tanah yang baik akan menjamin ketersediaan oksigen di dalam tanah. Tanah
yang memiliki sifat ini adalah tanah Andosol yang terbentuk di pegunungan-pegunungan.
Keadaan pH tanah yang sesuai untuk tanaman kentang bervariasi antara 5,0-7,0, tergantung
varietasnya. Untuk produksi yang baik pH yang rendah tidak cocok ditanami kentang.
Pengapuran mutlak diberikan pada tanah yang memiliki nilai pH sekitar 7.
c) Ketinggian Tempat
Daerah yang cocok untuk menanam kentang adalah dataran tinggi/daerah pegunungan, dengan
ketinggian antara 1.000-3.000 m dpl. Ketinggian idealnya berkisar antara 1000-1300 m dpl.
Beberapa varitas kentang dapat ditanam di dataran menengah (300-700 m dpl).
E. Kandungan Gizi
Kandungan karbohidrat pada kentang mencapai sekitar 18 persen, protein 2,4 persen dan lemak
0,1 persen. Total energi yang diperoleh dari 100 gram kentang adalah sekitar 80 kkal.
Dibandingkan beras, kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan energi kentang lebih rendah.
Namun, jika dibandingkan dengan umbi-umbian lain seperti singkong, ubi jalar, dan talas,
komposisi gizi kentang masih relatif lebih baik. Kentang merupakan satu-satunya jenis umbi
yang kaya vitamin C, kadarnya mencapai 31 miligram per 100 gram bagian kentang yang dapat
dimakan. Umbi-umbian lainnya sangat miskin akan vitamin C. Kebutuhan vitamin C sehari 60
mg, untuk memenuhinya cukup dengan 200 gram kentang. Kadar vitamin lain yang cukup
menonjol adalah niasin dan B1 (tiamin). Dengan mengkonsumsi sebuah umbi kentang yang
berukuran sedang, sepertiga kebutuhan vitamin C (33 persen) telah tercapai. Demikian juga
halnya dengan sebagian besar kebutuhan akan vitamin B dan zat besi. Berikut ini merupakan zatzat yang terkandung di dalam umbi kentang.
Tabel 1. Kandungan Gizi kentang per 100 g
Kandungan Gizi Jumlah
Energi 83,00 kal
Protein 2,00 g
Lemak 0,10 g
Karbohidrat 19,10 g
Kalsium 11,00 mg
Fosfor 56,00 mg
Serat 0,30 g
Besi 0,70 mg
Vitamin A 0,00 RE
Vitamin B1 0,09 mg
Vitamin B2 0,03 mg
Vitamin C 16,00 mg

Niacin 1,40 mg
Sumber : Dra. Emma S. Wirakusumah, M.Sc., 2001 (Buah dan Sayur untuk Terapi)
Dari tabel di atas sangat jelas terlihat bahwa kentang memiliki banyak kandungan zat dan
vitamin. Diantara kandungan tersebut antara lain : Protein, Lemak, Karbohidrat, Kalsium,
Kalsium, Fosfor, Serat, Besi, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin C dan Niacin.
Kentang memiliki banyak kandungan zat dan vitamin. Hal ini tentu menjadikan kentang sebagai
tanaman tang berguna dan bermanfaat bagi manusia.
F. Manfaat Tanaman Kentang
Umbi kentang sangat enak bila diolah menjadi makanan. Hal ini menyebabkan begitu banyaknya
makanan olahan dari umbi kentang baik dibuat sayuran, cemilan dan masih banyak lagi makanan
lainya. Namun selain dapat dibuat makanan, kentang juga memiliki khasiat untuk
menyembuhkan penyakit tertentu. Jadi dengan mengkonsumsi kentang berarti kita telah
melakukan pencegahan atau pengobatan terhadap penyakit tertentu. Adapun beberapa manfaat
kentang bagi kesehatan yaitu :
Menambah berat badan. Kandungan : karbohidrat dan sedikit protein.
Pencernaan. Kandungan : karbohidrat, maka kentang juga mudah dicerna tubuh.
Kesehatan kulit. Kandungan: Vitamin C dan B kompleks serta mineral seperti potassium,
magnesium, fosfro dan seng. Manfaat: untuk menghilangkan jerawat atau noda di wajah.
Rematik. Kandungan : Vitamin, kalsium dan magnesium
Peradangan. Kandungan :vitamin C, potassium dan vitamin B06.
Fungsi otak. Baik buruknya fungsi kinerja otak sangat tergantung pada kadar glukosa, suplai
oksigen, beberapa jenis vitamin B kompleks, beberapa hormon, asam amino dan asam lemak
omega 3
Enyahkan Kantong Mata. Kandungan : zat catecholase
Diabetes Kandungan: zat pati (amilosa), protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, belerang
serta vitamin A,B, dan C.
G. Budidaya Tanaman Kentang
a) Pembibitan
Bibit Tanaman kentang dapat berasal dari umbi, perbanyakan melalui stek batang dan stek tunas
daun .
Umbi.
Umbi bibit berasal dari umbi produksi berbobot 30-50 gram. Pilih umbi yang cukup tua antara
150-180 hari, umur tergantung varietas, tidak cacat, umbi baik, varitas unggul.
Umbi disimpan di dalam rak/peti di gudang dengan sirkulasi udara yang baik (kelembaban 8095%). Lama penyimpanan 6-7 bulan pada suhu rendah dan 5-6 bulan pada suhu 25 derajat C.
Pilih umbi dengan ukuran sedang, memiliki 3-5 mata tunas. Gunakan umbi yang akan digunakan
sebagai bibit hanya sampai generasi keempat saja. Setelah bertunas sekitar 2 cm, umbi siap
ditanam. Bila bibit diusahakan dengan membeli, (usahakan bibit yang kita beli bersertifikat),
berat antara 30-45 gram dengan 3-5 mata tunas. Penanaman dapat dilakukan tanpa dan dengan

pembelahan. Pemotongan umbi dilakukan menjadi 2-4 potong menurut mata tunas yang ada.
Sebelum tanam umbi yang dibelah harus direndam dulu di dalam larutan Dithane M-45 selama
5-10 menit. Walaupun pembelahan menghemat bibit, tetapi bibit yang dibelah menghasilkan
umbi yang lebih sedikit daripada yang tidak dibelah. Hal tersebut harus diperhitungkan secara
ekonomis.
Stek Batang dan stek tunas
Cara ini tidak biasa dilakukan karena lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. Bahan
tanaman yang akan diambil stek batang/tunasnya harus ditanam di dalam pot. Pengambilan stek
baru dapat dilakukan jika tanaman telah berumur 1-1,5 bulan dengan tinggi 25-30 cm. Stek
disemaikan di persemaian. Apabila bibit menggunakan hasil stek batang atau tunas daun, ambil
dari tanaman yang sehat dan baik pertumbuhannya.
b) Pengolahan Media Tanam
Lahan dibajak sedalam 30-40 cm sampai gembur benar supaya perkembangan akar dan
pembesaran umbi berlangsung optimal. Kemudian tanah dibiarkan selama 2 minggu sebelum
dibuat bedengan.
Pada lahan datar, sebaiknya dibuat bedengan memanjang ke arah Barat-Timur agar memperoleh
sinar matahari secara optimal, sedang pada lahan berbukit arah bedengan dibuat tegak lurus
kimiringan tanah untuk mencegah erosi. Lebar bedengan 70 cm (1 jalur tanaman)/140 cm (2
jalur tanaman), tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 30 cm. Lebar dan jarak antar bedengan
dapat diubah sesuai dengan varietas kentang yang ditanam. Di sekeliling petak bedengan dibuat
saluran pembuangan air sedalam 50 cm dan lebar 50 cm.
c) Teknik Penanaman
Pemupukan Dasar
a. Pupuk dasar organik berupa kotoran ayam 10 ton/ha, kotoran kambing sebanyak 15 ton/ha
atau kotoran sapi 20 ton/ha diberikan pada permukaan bedengan kurang lebih seminggu sebelum
tanam, dicampur pada tanah bedengan atau diberikan pada lubang tanam.
b. Pupuk anorganik berupa SP-36=400kg/ha.
Cara Penanaman
Bibit yang diperlukan jika memakai jarak tanam 70 x 30 cm adalah 1.300-1.700 kg/ha dengan
anggapan umbi bibit berbobot sekitar 30-45 gram. Jarak tanaman tergantung varietas. Dimanat
dan LCB 80 x 40 sedangkan varietas lain 70 x 30 cm.
Waktu tanam yang tepat adalah diakhir musim hujan pada bulan April-Juni, jika lahan memiliki
irigasi yang baik/sumber air kentang dapat ditanam dimusim kemarau. Jangan menanam
dimusim hujan. Penanaman dilakukan dipagi/sore hari. Lubang tanam dibuat dengan kedalaman
8-10 cm. Bibit dimasukkan ke lubang tanam, ditimbun dengan tanah dan tekan tanah di sekitar
umbi. Bibit akan tumbuh sekitar 10-14 hst. Mulsa jerami perlu dihamparkan di bedengan jika
kentang ditanam di dataran medium.
d) Pemeliharaan Tanaman
1) Penyulaman Untuk mengganti tanaman yang kurang baik, maka dilakukan penyulaman.
Penyulaman dapat dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. Bibit sulaman merupakan bibit
cadangan yang telah disiapkan bersamaan dengan bibit produksi. Penyulaman dilakukan dengan
cara mencabut tanaman yang mati/kurang baik tumbuhnya dan ganti dengan tanaman baru pada
lubang yang sama.

2) Penyiangan Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan 2-3 hari
sebelum/bersamaan dengan pemupukan susulan dan penggemburan. Jadi penyiangan dilakukan
minimal dua kali selama masa penanaman. Penyiangan harus dilakukan pada fase kritis yaitu
vegetatif awal dan pembentukan umbi
3) Pemangkasan Bunga Pada varietas kentang yang berbunga sebaiknya dipangkas untuk
mencegah terganggunya proses pembentukan umbi, karena terjadi perebutan unsur hara untuk
pembentukan umbi dan pembungaan.
4) Pemupukan Selain pupuk organik, maka pemberian pupuk anorganik juga sangat penting
untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk yang biasa diberikan Urea dengan dosis 330 kg/ha, TSP
dengan dosis 400 kg/ha sedangkan KCl 200 kg/ha. Secara keseluruhan pemberian pupuk organik
dan anorganik adalah sebagai berikut: Pupuk kandang: saat tanam 15.000-20.000 kg. Pupuk
anorganik, Urea/ZA: 21 hari setelah tanam 165/350 kg dan 45 hari setelah tanam 165/365 kg.
SP-36: saat tanam 400 kg. KCl: 21 hari setelah tanam 100 kg dan 45 hari setelah tanam 100 kg.
Pupuk cair: 7-10 hari sekali dengan dosis sesuai anjuran. Pupuk anorganik diberikan ke dalam
lubang pada jarak 10 cm dari batang tanaman kentang.
5) Pengairan Tanaman kentang sangat peka terhadap kekurangan air. Pengairan harus dilakukan
secara rutin tetapi tidak berlebihan. Pemberian air yang cukup membantu menstabilkan
kelembaban tanah sebagai pelarut pupuk. Selang waktu 7 hari sekali secara rutin sudah cukup
untuk tanaman kentang. Pengairan dilakukan dengan cara disiram dengan gembor/embrat/dengan
mengairi selokan sampai areal lembab (sekitar 15-20 menit).
e) Hama dan Penyakit
1) Hama Ulat grayak (Spodoptera litura) Gejala: ulat menyerang daun dengan memakan bagian
epidermis dan jaringan hingga habis daunnya. Pengendalian: (1) mekanis dengan memangkas
daun yang telah ditempeli telur; (2) kimia dengan Azordin, Diazinon 60 EC, Sumithion 50 EC.
2) Kutu daun (Aphis Sp) Gejala: kutu daun menghisap cairan dan menginfeksi tanaman, juga
dapat menularkan virus bagi tanaman kedelai. Pengendalian: dengan cara memotong dan
membakar daun yang terinfeksi, menyemprotkan Roxion 40 EC, Dicarzol 25 SP.
3) Orong-orong (Gryllotalpa Sp) Gejala: menyerang umbi di kebun, akar, tunas muda dan
tanaman muda. Akibatnya tanaman menjadi peka terhadap infeksi bakteri. Pengendalian:
menggunakan tepung Sevin 85 S yang dicampur dengan pupuk kandang.
4) Hama penggerek umbi (Phtorimae poerculella Zael) Gejala: pada daun yang berwarna merah
tua dan terlihat adanya jalinan seperti benang yang berwarna kelabu yang merupakan materi
pembungkus ulat. Umbi yang terserang bila dibelah, akan terlihat adanya lubang-lubang karena
sebagian umbi telah dimakan. Pengendalian: secara kimia menggunakan Selecron 500 EC,
Ekalux 25 EC, Orthene &5 SP, Lammnate L.
5) Hama trip ( Thrips tabaci ) Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak berwarna putih,
selanjutnya berubah menjadi abu-abu perak dan kemudian mengering. Serangan dimulai dari
ujung-ujung daun yang masih muda. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara memangkas
bagian daun yang terserang; (2) secara kimia menggunakan Basudin 60 EC, Mitac 200 EC,
Diazenon, Bayrusil 25 EC atau Dicarzol 25 SP.
f) Penyakit
1) Penyakit busuk daun Penyebab: jamur Phytopthora infestans. Gejala: timbul bercak-bercak
kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah, lalu bercak-bercak ini akan berkembang dan
warnanya berubah menjadi coklat sampai hitam dengan bagian tepi berwarna putih yang

merupakan sporangium. Selanjutnya daun akan membusuk dan mati. Pengendalian:


menggunakan Antracol 70 WP, Dithane M-45, Brestan 60, Polyram 80 WP, Velimek 80 WP dan
lain-lain.
2) Penyakit layu bakteri Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum. Gejala: beberapa daun
muda pada pucuk tanaman layu dan daun tua, daun bagian bawah menguning. Pengendalian:
dengan cara menjaga sanitasi kebun, pergiliran tanaman. Pemberantasan secara kimia dapat
menggunkan bakterisida, Agrimycin atu Agrept 25 WP.
3) Penyakit busuk umbi Penyebab: jamur Colleotrichum coccodes. Gejala: daun menguning dan
menggulung, lalu layu dan kering. Pada bagian tanaman yang berada dalam tanah terdapat
bercak-bercak berwarna coklat. Infeksi akan menyebabkan akar dan umbi muda busuk.
Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman , sanitasi kebun dan penggunaan bibit yang baik.
4) Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium sp. Gejala: infeksi pada umbi menyebabkan
busuk umbi yang menyebabkan tanaman layu. Penyakit ini juga menyerang kentang di gudang
penyimpanan. Infeksi masuk melalui luka-luka yang disebabkan nematoda/faktor mekanis.
Pengendalian: dengan menghindari terjadinya luka pada saat penyiangan dan pendangiran.
Pengendalian kimia dengan Benlate.
5) Penyakit bercak kering (Early Blight) Penyebab: jamur Alternaria solani. Jamur hidup disisa
tanaman sakit dan berkembang biak di daerah kering. Gejala: daun terinfeksi berbercak kecil
yang tersebar tidak teratur, berwarna coklat tua, lalu meluas ke daun muda. Permukaan kulit
umbi berbercak gelap tidak beraturan, kering, berkerut dan keras. Pengendalian: dengan
pergiliran tanaman.
6) Penyakit karena virus Virus yang menyerang adalah: (1) Potato Leaf Roll Virus (PLRV)
menyebabkan daun menggulung; (2) Potato Virus X (PVX) menyebabkan mosaik laten pada
daun; (3) Potato Virus Y (PVY) menyebabkan mosaik atau nekrosis lokal; (4) Potato Virus A
(PVA) menyebabkan mosaik lunak; (5) Potato Virus M (PVM) menyebabkan mosaik
menggulung; (6) Potato Virus S (PVS) menyebabkan mosaik lemas. Gejala: akibat serangan,
tanaman tumbuh kerdil, lurus dan pucat dengan umbi kecil-kecil/tidak menghasilkan sama
sekali; daun menguning dan jaringan mati. Penyebaran virus dilakukan oleh peralatan pertanian,
kutu daun Aphis spiraecola, A. gossypii dan Myzus persicae, kumbang Epilachna dan Coccinella
dan nematoda. Pengendalian: tidak ada pestisida untuk mengendalikan virus, pencegahan dan
pengendalian dilakukan dengan menanam bibit bebas virus, membersihkan peralatan,
memangkas dan membakar tanaman sakit, memberantas vektor dan pergiliran tanaman.
g) Panen
Ciri dan Umur Panen
Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman.
Pada varietas kentang genjah, umur panennya 90-120 hari; varietas medium 120-150 hari; dan
varietas dalam 150-180 hari. secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen apabila daunnya
telah berwarna kekuning-kuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman
telah berwarna kekuningan dan agak mengering. Selain itu tanaman yang siap panen kulit umbi
akan lekat sekali dengan daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.
Cara Panen
Waktu memanen sangat dianjurkan dilakukan pada waktu sore hari/pagi hari dan dilakukan pada
saat hari cerah. Cara memanen yang baik adalah sebagai berikut: cangkul tanah disekitar umbi
kemudian angkat umbi dengan hati hati dengan menggunakan garpu tanah. Setelah itu
kumpulkan umbi ditempat yang teduh. Hindari kerusakan mekanis waktu panen.

h) Penyimpanan
Simpan umbi kentang dalam rak-rak yang tersusun rapi, sebaiknya ruangan tempat penyimpanan
dibersihkan dan disterilisasi dahulu agar terbebas dari bakteri. Simpan di tempat yang tertutup
dan berventilasi. Alat pengemas harus bersih dan terbuat dari bahan yang ringan. Pengemas
harus berventilasi dan di bagian dasar dan tepi diberi bahan yang mengurangi benturan selama
pengangkutan.

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kentang merupakan tanaman dikotil yang bersifat semusim karena hanya satu kali berproduksi
setelah itu mati, berumur pendek antara 90-180 hari dan berbentuk semak/herba. Batangnya yang
berada di atas permukaan tanah ada yang berwarna hijau, kemerah-merahan, atau ungu tua. Akan
tetapi, warna batang ini juga dipengaruhi oleh umur tanaman dan keadaan lingkungan. Pada
kesuburan tanah yang lebih baik atau lebih kering, biasanya warna batang tanaman yang lebih
tua akan lebih menyolok. Bagian bawah batangnya bisa berkayu. Sedangkan batang tanaman
muda tidak berkayu sehingga tidak terlalu kuat dan mudah roboh.

Tanaman ini berasal dari daerah subtropis di Eropa yang masuk ke Indonesia pada saat bangsa
Eropa memasuki Indonesia di sekitar abad ke 17 atau 18.
Pusat tanaman kentang utama di Indonesia adalah Lembang dan Pangalengan (Jawa Barat),
Magelang (Jawa Timur), Bali. Di Indonesia kentang sangat digemari hampir semua orang.
Bahkan di beberapa daerah, ada yang menjadikannya makanan pokok. Selain itu, kentang juga
banyak mengandung vitamin B, vitamin C, dan sejumlah vitamin A. Sebagai sumber karbohidrat
yang penting, kentang masih dianggap sebagai sayuran yang mewah. Karya ilmiah ini mencoba
membahas tentang budidaya tanaman kentang di Indonesia.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui syarat pertumbuhan tanaman kentang.
2. Mengetahui persiapan lahan sebelum penanaman kentang.
3. Mengetahui proses pembenihan.
4. Mengetahui proses pemupukan tanaman kentang
5. Mengetahui proses penyiraman tanaman kentang.
6. Mengetahui Pendangiran dan penyiangan tanaman kentang.
7. Mengetahui proses pembumbunan tanaman kentang.
8. Mengetahui proses pemangkasan bunga.
9. Mengetahui Varietas Tanaman Kentang.
10. Mengetahui organisme pengganggu tanaman kentang.
11. Mengetahui proses panen tanaman kentang.
12. Mengetahui proses pasca panen tanaman kentang.

13. Mengetahui Standar Produksi tanaman kentang.

II. TEKNIS BUDIDAYA


2.1 Syarat Pertumbuhan Tanaman Kentang.
Menurut Bambang cahyono, 1996 menyatakan Tanaman kentang akan tumbuh baik dan dapat
memberikan hasil yang tinggi (jumlah ton/ha) apabila ditanam di tempat yang keadaan
lingkungannya sesuai dengan syarat tumbuhnya. Pembudidayaan yang dilakukan tanpa
memperhatikan keadaan ekologi yang sesuai merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya
kegagalan panen.
Dalam budidaya tanaman kentang, keadaan lingkungan yang berpengaruh terhadap tumbuhnya
tanaman adalah keadaan tanah dan keadaan iklim. Keadaan tanah yang perlu mendapat perhatian
adalah letak geografis tanah, keadaan topografi tanah, keadaan sifat fisika-kimia tanah dan
biologis tanah. Sedangkan keadaan iklimnya adalah meliputi keadaan suhu dan kelembaban
udara, keadaan curah hujan, penyinaran cahaya matahari dan angin. Adapun kesesuaian dari
masing-masing keadaan lingkungan tersebut dapat diterangkan sebagai berikut dibawah ini:

A. Letak Geografis Tanah/Ketinggian Tempat.


Tanaman kentang umumnya dapat tumbuh baik bila ditanam di dataran tinggi (1.500 3.000 m
dpl). Namun sebagai pengecualian, tanaman kentang ada yang tumbuh baik pada ketinggian 500
m dpl. seperti di daerah Maja, dan tumbuh pada ketinggian 800 m dpl, seperti di daerah
Temanggung, Kedu. Keadaan ketinggian tempat juga berhubungan erat dengan keadaan iklim
setempat yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, seperti keadaan suhu udara, keadaan
curah hujan, keadaan kelembaban udara, dan keadaan penyinaran cahaya matahari.

Semakin tinggi letak geografis tanah, maka keadaan suhu udara akan semakin turun dengan laju
penurunan sebesar 0,5C setiap kenaikan 100 meter dari permukaan laut. Sedangkan intensitas
cahaya matahari dan kelembaban udaranya semakin tinggi. Demikian pula keadaan curah hujan
akan semakin tinggi (Bambang cahyono, 1996).

B. Keadaan Topografi Tanah.


Keadaan topografi tanah atau derajat kemiringannya juga merupakan faktor yang berpengaruh
terhadap budidaya tanaman kentang, terutama berpengaruh terhadap besarnya biaya eksploitasi
atau biaya pembukaan tanahnya. Biaya yang diperlukan untuk pembukaan tanah pada daerah
yang topografinya miring akan lebih besar dibanding dengan pembukaan tanah ataupun
penanaman yang dilakukan pada daerah yang keadaan topografinya datar. Sebab, pada daerah
yang topografinya miring maka untuk pembudidayaannya harus dibuat teras-teras dan tanggultanggul agar tidak terjadi erosi yang dapat menghanyutkan unsur-unsur hara dan merusak
tanaman akibat longsornya tanah. Maka, pembukaan pada tanah yang miring diperlukan biaya
tambahan untuk pembuatan teras-teras dan tanggul-tanggul tersebut.
Untuk menghemat biaya eksploitasi atau pembukaan tanah, maka sebaiknya dipilih lokasi yang
keadaan topografi tanahnya datar. Dengan demikian tidak perlu membuat teras-teras ataupun
tanggul-tanggul. Akan tetapi apabila keadaannya memaksa harus menggunakan tanah yang
miring, hendaknya harus memperhitungkan derajat kemiringan tanahnya. Untuk pembudidayaan
tanaman ditanah yang miring, derajat kemiringan tanah harus dibawah 30%. Sebab, derajat
kemiringan tanah diatas 30% sudah merupakan faktor penghambat untuk budidaya tanaman
sehingga sudah tidak menguntungkan lagi (Bambang cahyono, 1996).

C. Keadaan Fisika, Kimia, dan Biologis Tanah.

Tanaman kentang dapat tumbuh baik pada segala jenis tanah, akan tetapi pertumbuhan yang
paling baik dan subur adalah pada tanah vulkanis dengan kandungan pasir sedikit. Pada tanah
yang demikian itu tanaman akan menghasilkan kualitas kentang yang baik. Sedangkan struktur
tanah yang sesuai adalah yang berstruktur gembur, tanah banyak mengandung bahan organik
atau humus, subur, tanah mudah mengikat air (porous), dan memiliki drainase yang baik.
Keadaan tanah yang padat dan tidak porous dapat menghambat pertumbuhan umbi, sehingga
umbi yang akan dihasilkan kecil-kecil. Disamping itu, juga dapat menghambat pertumbuhan
tanaman.
Sifat fisika tanah yang baik akan berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil
panen, karena sifat fisika tanah berpengaruh nyata terhadap peredaran oksigen dan ketersediaan
oksigen di dalam tanah yang sangat diperlukan untuk pernafasan akar dan jasad-jasad renik tanah
dalam membantu menguraikan bahan-bahan organik menjadi bahan yang tersedia bagi tanaman:
sifat fisika tanah yang baik juga dapat meningkatkan pembuangan air (drainase) sehingga dapat
mencegah penggenangan air. Pada struktur tanah yang gembur dapat memudahkan akar tanaman
menembus tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan perakaran,
pertumbuhan tanaman dan pertumbuhan umbi.
Dengan sifat fisika tanah yang baik dapat mencegah erosi, yang berarti dapat mencegah pula
hilangnya unsur-unsur hara tanah.
Keadaan kimia tanah atau keasaman yang sesuai untuk pertumbuhannya adalah tanah yang
memiliki derajat keasaman (pH) sekitar 5 6,5. Jika tanah yang akan ditanami keasamannya
tinggi, yaitu nilai pHnya rendah maka keasaman tanah perlu diturunkan dengan menaikan nilai
pH tanah melalui pengapuran. Sedangkan apabila nilai pHnya tinggi diatas 6,5 maka perlu
diturunkan dengan memberikan belerang pada tanah.
Derajat keasaman tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman, terutama pada tahap awal
pertumbuhan dan terhadap perkembangan umbi setelah umbi terbentuk. Keadaan derajat
keasaman juga berpengaruh terhadap ketersediaan zat-zat hara, dan aktivitas jasad renik tanah
dalam penguraian bahan organik. Pada keadaan tanah yang sangat asam (nilai pH kurang dari 4)
atau sangat basa (nilai pH lebih dari 9) sudah merupakan racun bagi tanaman.

Keadaan biologis tanah atau keberadaan organisme tanah berpengaruh terhadap tingkat
kesuburan tanah karena berfungsi sebagai pengurai bahan-bahan organik tanah menjadi bahan
yang tersedia bagi tanaman. Keberadaan organisme tanah sangat dipengaruhi oleh keadaan sifat
fisika tanah dan keasaman tanah (Bambang cahyono, 1996).

D. Keadaan Suhu dan Kelembaban.


Keadaan suhu udara yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman adalah berkisar antara
15C 20C dengan kelembaban udara antara 80% 90%. Suhu udara yang terlalu tinggi atau
terlalu rendah dapat menyebabkan pembentukan umbi berkurang sehingga menurunkan
produksi, hal ini disebabkan karena aktivitas metabolisme tanaman menurun. Demikian pula
kelembaban udara yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan karena
penyakit, terutama yang disebabkan oleh cendawan (Bambang cahyono, 1996).

E. Keadaan Curah Hujan.


Daerah dengan curah hujan 1.200 1500 mm/tahun merupakan daerah yang sesuai untuk
pertumbuhan tanaman kentang. Curah hujan yang terlalu tinggi (banyak hujan) tanaman menjadi
peka terhadap serangan penyakit busuk batang atau akar. Disamping itu, mutu umbi yang
dihasilkan jelek, yakni umbinya kecil-kecil, kulit umbi tipis dan mudah mengelupas. Dengan
demikian produksinya menjadi rendah (Bambang cahyono, 1996).

F. Faktor Penyinaran Matahari.


Penyinaran cahaya matahari merupakan sumber energi yang diperlukan tanaman untuk proses
fotosintesis. Lamanya penyinaran cahaya matahari berpengaruh terhadap waktu (kapan) umbi
terbentuk dan lamanya proses perkembangan berlangsung. Kisaran lamanya penyinaran cahaya
matahari bervariasi antara 10 16 jam per hari, tergantung varietasnya. Namun, faktor cahaya
yang penting berpengaruh terhadap pembentukan umbi adalah intensitas cahaya.
Tanaman kentang memerlukan intensitas cahaya yang besar. Semakin besar intensitas cahaya
yang dapat ditangkap atau diterima akan mempercepat pembentukan umbi dan waktu

pembungaan. Intensitas cahaya matahari yang lemah akibat keadaan cuaca yang buruk atau
karena tertutup pepohonan disekitar tanaman dapat menyebabkan tanaman tumbuh memanjang,
kurus, lemah, dan pucat. Akibatnya proses pembentukan umbi terhambat (Bambang cahyono,
1996).

G. Keadaan Angin.
Angin yang kencang dan berkelanjutan secara langsung dapat merusak tanaman, seperti
robohnya tanaman, patahnya ranting-ranting dan lain-lain. Sedangkan pengaruhnya secara tidak
langsung terhadap pertumbuhan tanaman adalah angin berpengaruh terhadpa kondisi tanah,
yakni angin yang kencang dapat mempercepat penguapan air tanah sehingga menyebabkan tanah
cepat mengering dan mengeras. Keadaan ini dapat mempengaruhi jumlah imbangan antara udara
dan air di dalam tanah tidak mencukupi untuk kebutuhan tanaman. Dengan demikian tanaman
akan terganggu pertumbuhannya dan keadaan tanah yang mengeras dapat menghambat
pertumbuhan umbi (Bambang cahyono, 1996).

2.2. Persiapan Lahan


2.2.1 Mencangkul Tanah
Tanah harus dicangkul sedalam 30-40 cm. setelah dicangkul, tanah dibiarkan beberapa hari agar
mendapat sinar matahari sehingga peredaran udara lancer serta hama dan bakteri bisa terbunuh.
2.2.2. Menggemburkan Tanah
Setelah dicangkul, tanah harus dilembutkan dan digemburkan. Tanaman kentang hanya bisa
tumbuh dengan baik pada tanah yang gembur sekali. Dalam tanah yang gembur, akar kentang
sebagai asal terjadinya umbi bisa berkembang secara maksimal. Tanah yang kurang gembur
dapat menghambat proses terjadinya umubi. Untuk menggemburkan tanah dapat digunakan
cangkul berukuran sedang atau garu.
2.2.3. Membuat Bedengan

Bedengan perlu dibuat sebagai tempat penanaman kentang. Bedengan bisa memudahkan petani
untuk memelihara tanaman kentang. Dengan bedengan, tanaman kentang tidak akan tergenang
air jika hujan turun.
Bedengan sebaiknya dibuat membujur kea rah barat-timur. Lebarnya lebih kurang 70 cm (untuk
satu jalur tanaman) atau 140 cm (untuk dua jalur tanaman). Panjangnya disesuaikan kondisi
tanah. Tinggi bedengan lebih kurang 15 cm. parit bedengan lebarnya lebih kurang 25 cm.
Parit-parit bedengan selain berfungsi sebagai jalan untuk merwat tanaman, juga sebagai saluran
air. Oleh karena itu, parit-parit bedengan ini dibuat sedemikian rupa agar air dapat mengalir
lancer bila turun hujan.

2.2.4. Membuat Saluran Air


Saluran air dibuat untuk pembuangan dan untuk mengalirkan air. Hal ini dimaksudkan agar air
tidak menggenang di parit-parit bedengan.
Tanaman kentang sangat peka terhadap air, terlebih-lebih sejak penanaman sampai berumur dua
bulan. Akar tanaman kentang yang tergenang air akan membusuk, kemudian tanaman kentang
pun layu.
2.2.5. Meratakan Tanah
Proses mertakan tanah ini perlu dilakukan agar permukaan bedengan rata atau datar dan tidak
terdapat bongkahan-bongkahan tanah lagi.
2.3. Pembenihan.
Karena tanaman kentang tidak memerlukan persemaian, maka setelah memilih bibit yang baik
dan disimpan dengan cermat, maka kemudian akan muncul titik-titik tumbuh. Hal ini menjadi
pertanda bahwa bibit sudah bisa ditanam. Bibit bisa langsung ditanam ditempat yang telah
dipersiapkan. Yang harus dikerjakan terlebih dahulu dalam penanaman, yaitu membuat lubanglubang tanaman berupa alur-alur silang. Kemudian, pada titik pertemuan sialang itulah nantinya
bibit kentang ditanam.

Agar pertumbuhan tanaman dapat sempurna, maka jarak tanaman harus diatur sebagai berikut:

Jarak antara baris 50-65 cm

Jarak tanam di dalam baris 30-40 cm

Dalamnya tanaman masuk ke tanah 5-10 cm

Pada tanah berat, bibit ditanam lebih dangkal. Demikian pula pada musim penghujan, bibit
ditanam lebih dangkal agar tidak banyak terendam air. Tetapi, sebaliknbya, pada musim kemarau
bibit kentang ditanam lebih dalam agar tidak mengalami kekeringan.
Dalam proses penanaman, tiap-tiap lubang tanaman diberi pupuk kandang sebanyak 0,5 kg.
Dalam satu hektar tanaman kentang diperlukan pupuk kandang 20-30 ton.
Letakkanlah bibit-bibit kentang di atas pupuk kandang dengan kedalaman 7,5-12,5 cm.
Usahakan agar tunas-tunasnya menghadap ke atas. Pada sebelah kanan dan kirinya, berilah
pupuk DS dan ZA sejauh kurang lebih 5 cm dari bibit, yaitu disebelah kanan diberi pupuk DS
sebanyak kira-kira 16 gram dan di sebelah kiri diberi pupuk ZA sebanyak lebih kurang 16 gram
juga. Kemudian, tutuplah lubang-lubang tanam dengan tanah. Dalam satu hektar tanaman
kentang diperlukan lebih kurang 80-900 kg DS dan ZA.
Dengan lahan seluas satu hektar diperlukan bibit kentang sebanyak 1200-1500 kg yang berat
tiap umbinya antara 30-40 gram.
Setelah lebih kurang 10-12 hari kemudian, maka bibit kentang mulai tumbuh rata di atas tanah.
2.4. Pemupukan
Lahan yang telah dipersiapkan sebelumnya berupa alur-laur atau garitan-garitan, kemudian diberi
pupuk organik (pupuk kandang atau kompos). Pemberian pupuk dilakukan dengan cara
dihamparkan dalam garitan-garitan atau diberikan secara setempat diantara umbi kentang yang
akan ditanam. Pupuk kandang yang biasa dipakai adalah kotoran ayam, sapi, kerbau, kambing,
dan burung. Pemberian pupuk kandang minimal tiga hari sebelum tanam. Bersamaan dengan
pemberian pupuk kandang tersebut sebelum penanaman bibit, pupuk buatan juga diberikan. Cara
pemberian pupuk buatan adalah diatas pupuk kandang atau diantara umbi bibit dengan jarak 5cm
7cm di sebelah kanan dan kiri umbi kentang. Jumlah pupuk buatan untuk tanaman kentang

bervariasi, tergantung pada varietas kentang, jenis tanah, kesuburan tanah, lokasi, dan musim.
Sebagai pedoman, pemakaian pupuk buatan untuk lahan seluas satu hektar adalah menggunakan
campuran pupuk buatan yang dilakukan 20 hari sekali sebagai berikut:
a.

Pupuk Urea sebanyak 400 600 kg/ha

b. Pupuk ZA sebanyak 150 kg/ha


c.

Pupuk SP36 sebanyak 450 kg/ha

d.

Pupuk KCL sebanyak 100 kg/ha

2.5. Penyiraman.
Tanaman kentang tidak menghendaki kekeringan, meskipun sangat peka terhadap air yang
berlebihan, terutama air yang menggenang. Jika terlalu kering, maka suhu tanah akan menjadi
panas dan kelembabannya turun. Umbi kentang memerlukan suhu dingin dengan kelembaban
yang tinggi. Pada tanah yang suhu dan kelembabannya tidak stabil, tanaman kentang akan
menghasilkan umbi yang bentuknya tidak menarik dan benjol-benjol. Penyiraman kentang harus
diperhatikan, terutama bila tidak turun hujan. Apalagi pada musim kemarau.
2.6. Pendangiran dan Penyiangan.
Setelah tanaman kentang berumur kira-kira satu bulan, maka perlu dilakukan pendangiran.
Yakni, tanah disekitar tanaman perlu digemburkan agar peredara udara menjadi lancar. Dengan
demikian, pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik,. Rumput-rumput yang ada di sekitar
tanaman juga perlu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman kentang.
Proses penggemburan juga disertai dengan peninggian gundukan tanah atau bedengan agar umbi
tanaman selalu terkubur. Umbi kentang yang tidak tertutup tanah akan berwarna hijau dan
kualitasnya rendah.

2.7. Pembumbunan.
Setelah tanaman kentang berumur 3-4 minggu, maka perlu dilakukan pembumbunan, yakni

proses peninggian tanah. Pembumbunan akan memberikan keuntungan bagi tanaman, antara
lain:

Akan merangsang pembentukan akar baru sehingga umbi kentang yang dihasilkan bisa

semakin banyak.

Membantu perkembangan umbi.

Memperkokoh berdirinya batang.

Tetapi, perlu diperhatikan bahwa pembumbunan yang dilakukan tidak boleh terlalu tinggi karena
bisa mengganggu pernapasan tanaman kentang di dalam tanah.

2.8. Pemangkasan Bunga


Biasanya pada umur 25 30 hari, tanaman kentang mulai mengeluarkan bunga. Oleh karena itu,
bunga sebaiknya dipangkas sebelum mekar (bunga masih kuncup). Kemunculan bunga bisa
membuat umbi tumbuhnya kecil-kecil, Karena terjadi persaingan dalam penggunaan zat
makanan untuk pembentukan umbi dan bunga.
2.9. Varietas Tanaman Kentang
Dalam ilmu botani, varietas kentang dicirikan dengan bentuk tanaman, pertumbuhan, daun,
bunga, buah, biji, dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan dalam jenis yang sama. Bila
diperbanyak secara generatif atau vegetatif, varietas tanaman yang sama akan menghasilkan
tanaman dengan ciri-ciri yang sama, unik, stabil, dan rasa yang mantap. Varietas kentang unggul
telah banyak beredar di lapangan, berasal dari pemuliaan di dalam negeri dan atau introduksi dari
luar negeri. Beberapa varietas kentang yang banyak diminati dan dibudidayakan oleh petani
adalah sebagai berikut (Setijo pitojo, 2004) :

a.

Varietas Cipanas

Varietas kentang Cipanas adalah hasil persilangan dari varietas Thung 1510 dan Desiree.
Tanaman kentang Cipanas berumur antara 95 105 hari. Tanaman ini memiliki karakteristik

morfologi sebagai berikut: tinggi tanaman berkisar antara 50 cm 56 cm; batang tanaman
berwarna hijau tua, memiliki penampang berbentuk segi lima, dan bersayap lurus; daun tanaman
berbentuk oval, berwarna hijau tua dengan urat utama hijau muda, dan permukaan bawah daun
berbulu; jumlah tandan bunga antara 3 7 buah; putik berwarna putih dan benang sari berwarna
kuning.
Potensi hasil varietas Cipanas adalah 13 34 ton/ha dengan rata-rata 24,9 ton/ha. Umbi berkulit
putih, mata umbi dangkal, dan permukaan umbi rata. Daging umbi berwarna kuning dan
berkualitas sangat baik. Tanaman kentang varietas Cipanas agak peka terhadap nematoda
Meloidogyne sp., tahan terhadap busuk daun Phytophthora infestans, dan peka terhadap layu
bakteri Pseudomonas solanacearum (Setijo pitojo, 2004).
b. Varietas Cosima
Varietas Cosima yang banyak beredar di Indonesia adalah introduksi dari jerman Barat. Tanaman
kentang Cosima berumur antara 100 110 hari. Tanaman ini memiliki karakteristik morfologi
sebagai berikut: tinggi tanaman mencapai 75 cm; batang tanaman berwarna hijau tua, memiliki
penampang berbentuk segi lima, dan bersayap rata; daun tanaman berbentuk oval dengan ujung
meruncing, berwana hijau dengan urat utama hijau muda, dan permukaan bawah daun berkerut
serta berbulu; jumlah tandan bunga berkisar antara 5 11 buah; putik berwarna putih; benang
sari berjumlah lima buah dan berwarna kuning; dan buah berbentuk bulat pipih.
Potensi hasil kentang varietas Cosima berkisar antara 19 36 ton/ha, dengan hasil rata-rata 28,5
ton/ha. Kulit umbi berwarna kuning muda dan daging umbi kuning tua. Umbi kentang varietas
Cosima memiliki kualitas sedang. Tanaman kentang varietas Cosima cukup tahan terhadap
nematoda Meloidogyne sp., tahan terhadap busuk daun Phytophthora infestans, dan agak peka
terhadap layu bakteri Pseudomonas solanacearum (Setijo pitojo, 2004).

c.

Varietas Segunung

Varietas Segunung adalah hasil persilangan antara varietas Thung 151 C dan Desiree. Tanaman
kentang Segunung berumur 100 hari. Tanaman ini memiliki karakteristik morfologi sebagai
berikut: tinggi tanaman mencapai 70 cm; batang berwana hijau muda berpigmen ungu, memiliki
penampang berbentuk segi empat, dan bersayap bergerigi; daun dan urat utama daun berwarna
hijau muda, berbentuk oval agak bulat dengan ujung runcing, dan permukaan bawah daun
berkerut serta berbulu; jumlah tandan bunga delapan buah, putik berwarna putih, dan benang sari
berwarna kuning.
Potensi hasil kentang varietas Segunung mencapai 25 ton/ha. Umbi berkulit kuning, halus, dan
mata umbi dangkal. Daging umbi berwarna kuning dan berkualitas baik. Varietas Segunung
cukup tahan terhadap busuk daun Phytophthora infestans dan cocok ditanam di dataran tinggi
(Setijo pitojo, 2004).
d. Varietas Granola L.
Varietas Granola L. adalah hasil introduksi dari Jerman Barat. Tanaman kentang varietas Granola
L. berumur antara 100 115 hari. Tanaman ini memiliki karakteristik morfologi sebagai berikut:
tinggi tanaman 65 cm; batang berwarna hijau, berpenampang segi lima, dan bersayap rata; daun
berwarna hijau dengan urat utama hijau muda, berbentuk oval, dan permukaan daun bagian
bawah berkerut; jumlah tandan bunga berkisar antara 2 5 buah, putik berwarna putih; dan
memiliki 5 buah benang sari berwarna kuning.
Potensi hasil rata-rata 26,5 ton/ha. Umbi berbentuk oval, berkulit kuning sampai putih, dan
bermata dangkal. Daging umbi berwarna kuning. Varietas Granola L. tahan terhadap PVA dan
PVY, namun agak peka terhadap layu bakteri Pseudomonas solanacearum dan busuk daun
Phytophthora infestans (Setijo pitojo, 2004).

e.

Varietas Atlantik Malang

Varietas Atlantik Malang merupakan introduksi dari Wisconsin, Amerika. Tanaman kentang
varietas Atlantik Malang berumur 100 hari. Tanaman ini memiliki karakteristik morfologi
sebagai berikut: tinggi tanaman mencapai 50 cm; batang berwarna hijau dan berpenampang agak

bulat; daun dan urat utama daun berwarna hijau; permukaan bawah daun bergelombang; jumlah
tandan bunga antara 1 2 buah; putik berwarna hijau; dan benang sari yang berwarna kuning.
Potensi hasil varietas Atlantik Malang berkisar antara 8 20 ton/ha. Kulit dan daging umbi
berwarna putih, serta mata umbi dalam. Varietas Atlantik Malang tahan terhadap nematoda
(Setijo pitojo, 2004).
f.

Varietas Merbabu-17

Varietas Merbabu-17 adalah hasil persilangan antara IP 81001-1 dan MF-1. Tanaman kentang
varietas Merbabu-17 berumur antara 90 120 hari. Tanaman ini memiliki karakteristik morfologi
sebagai berikut: tinggi tanaman lebih dari 100 cm; batang tanaman berwarna hijau; daun
tanaman berwarna hijau tua; dan bunga berwarna putih keunguan.
Potensi hasil varietas Merbabu-17 mencapai 24 ton/ha. Umbi berbentuk oblong, memiliki kulit
berwarna kuning berbintik-bintik, bermata dangkal, dan daging umbi berwarna kuning. Varietas
Merbabu-17 bersifat agak tahan terhadap hama penggorok daun L. huidobrensis dan tahan
terhadap busuk daun Phytophthora infestans (Setijo pitojo, 2004).
2.10. Organisme Pengganggu Tanaman
A. Hama
Hama yang sering menyerang tanaman kentang adalah :
1.

Kutu Daun (Aphididae)

Kutu daun atau aphid adalah hama dari keluarga Aphididae yang berukuran kecil (1 2mm) dan
umumnya menyerang daun dengan cara mengisap cairan daun. Salah satu jenis kutu daun yang
dikenal secara umum adalah kutu aphis (Aphis gossypii), kutu daun persik atau tobaco aphids
(Myzus persicae) dan kutu bereng, wereng (Thrips).
Aphis gossypii dan Myzus persicae bisa dikatakan serupa tapi tak sama. Aphis gossypii berwarna
hijau, kehitam-hitaman, sampai kuning kecoklat-coklatan. Sedangkan Myzus persicae sayapnya
berwarna kehitam-hitaman, permukaan tubuhnya hijau, kuning sampai merah kecoklat-coklatan.
Keduanya mengisap cairan daun atau bagian daun yang masih muda. Daun yang diserang akan
berkeriput berkerut-kerut karena cairannya dihisap. Tanaman tumbuh kerdil, warna daunnya

kekuning-kuningan, daun menggulung, kemudian layu,dan akhirnya tanaman tidak hanya


terhambat pertumbuhannya melainkan bisa juga mati.
Pada suhu di atas 25 C, umur kutu dewasa menjadi pendek. Pada suhu udara diatas 28 C
reproduksi akan terganggu. Bila kelembaban udaranya secara konstan relatif tinggi, akan
mempengaruhi pertumbuhan kutu muda. Sebab yang diinginkannya adalah kondisi yang
sebaliknya yaitu kelembaban yang rendah. Yang paling ditakuti petani adalah hama tersebut
dianggap sebagai penular (vektor) penyakit PLVR (Potato Leaf Roll Virus), terutama saat umbi
kentang disimpan di gudang.
Kutu Trips atau gurem bergerak lincah. Ukurannya sangat kecil (1 mm) sehingga sulit dilihat
mata. Daun yang diserang berkeriput, berbintik-bintik kuning, kaku, menebal. Sedangkan
bagian bawah daun yang diserang berwarna keperak-perakan. Serangan pada tanaman yang
sudah tua, daun tampak menggulung dan tanaman tumbuh kerdil. Selain menyerang daun, thrips
ditemukan juga menyerang tunas baru tumbuh dari umbi kentang (bibit kentang), (Rukmana, R.
1997).

Untuk mengendalikan hama ini, langkah langkah yang dapat dilakukan adalah:
a. Membersihkan lingkungan sekitar dari tumbuhan liar (gulma) dan membakar bagian tanaman
yang diserang.
b. Menanam tanaman perangkap yang tumbuhnya lebih tinggi dari tanaman kentang, ditanam
di pinggiran lahan. Jenis tanaman perangkap antara lain tanaman jagung, bunga matahari, atau
tanaman yang bunganya cenderung kuning atau kekuning-kuningan.
c. Pada serangan yang demikian hebat, setiap daun dapat ditemukan aphis sebanyak 7 ekor.
d. Penyemprotan pestisida (insektisida) yang sesuai untuk aphis dapat dilakukan jika
diperlukan.

2. Ulat Penggulung daun ( Phthorimaea operculella)

Ulat ini termasuk kedalam Ordo Lepidoptera. Famili Gelechiides. Lepidoptera berasal dari kata
Yunani yaitu Lepidopteros. Lepidos artinya sisik, pteros artinya sayap. Serangga dewasa tidak
menjadi hama, yang menjadi hama adalah Larvanya, larva berbentuk ulat. Serangan ulat ini
dimulai Serangan dengan perubahan warna daun dari hijau menjadi merah tua. Kemudian
muncul jalinan seperti benang yang didalamnya berisi ulat kecil berwarna kelabu. Kadangkadang daun menggulung dan berisi larva. Menggulungnya daun karena permukaan daun
sebelah atas rusak.
Serangan ini tidak hanya terjadi dilapangan, tetapi juga di tempat penyimpanan atau gudang.
Umbi yang diserang ditandai dengana adanya kotoran disekitar mata tunas.
Ulat ini juga juga dikenal dengan nama taromi, selisip, atau selundup atau PTM
(Potato Tuber Mouth) itu, diduga juga sebagai hama yang mengundang datangnya serangan
jamur penyebab penyakit Fusarium. Daur hidup hama ini cukup lama. Di daerah seperti Bogor
(kurang dari 1.000 m dpl) hama tersebut bisa hidup sampai 25 hari. Namun, didataran 1.200 m
dpl bisa hidup sampai 40 hari. Pastinya, Phthorimaea operculella tergolong hama berbahaya
karena bisa merusak hasil panen, baik yang lapangan maupun yang disimpan di gudang.
Pada stadia dewasa, hama berupa kupu-kupu berwarna keabu-abuan. Kupu-kupu tersebut aktif di
malam hari dan tidak aktif pada siang hari. Ia bersembunyi di tempat yang sulit dipantau (bagian
bawah tanaman) Telurnya kecil sekali , bisa ditemui di bawah daun atau di atas umbi. Peletakan
telur di atas umbi, bila umbi tidak tertutup tanah seluruhnya. Makanya umbi yang disimpan
digudang kerap dijadikan sasaran.
Setelah telur menetas, keluar ulat yang kemudian merusak daun dan umbi dengan cara
melubanginya. Setelah ulat berubah menjadi pupa, kononnya akan terlihat seperti ditutupi
butiran tanah. Bila di gudang, pupa akan berada di luar umbi atau di atas rak.
Pemberantasan secara mekanis dapat dengan memangkas daun ataupun umbi yang telah
terinfeksi dan yang telah tertempeli telur dan nimfanya. Sedangkan penyemprotan secara kimia
dengan penyemprotan pestisida.
Upaya pengendalian hama yang dilakukan, antara lain:

a. Hindari penanaman kentang pada musim kemarau.


b. Hindari terjadinya keretakan tanah karena lewat retakan ini larva akan masuk ke dalam
tanah dan tanah akan merusak umbi.
c. Seiring melakukan pembumbunan untuk mencegah larva masuk ke dalam tanah.
d. Umbi yang disimpan di gudang harus diseleksi betul. Untuk itu, guna mengetahui mata
umbi yang baik dan mana yang tidak, biarkan umbi selama dua minggu terhampar dilantai (yang
sudah dibersihkan juga). Bila umbi tetap bersih, berarti bebas hama tersebut. Tapi bila dua
minggu kemudian ternyata permukaan umbi mulai kotor, berarti telur hama tersebut mulai
menetas. Sebaiknya umbi ini langsung dibuang saja.
e. Bila diperlukan gunakan insektisida yang dianjurkan. Dapat menggunakan insektisida
biologi antara lain Bacillus thuringiensis atau baculovirus.
B. Penyakit
1. Penyakit Hawar Daun
Phytophthora infestans termasuk kedalam kelas Oomycetes, Ordo Peronosporales yang
menyebabkan penyakit hawar daun kentang dan busuk kentang. Organisme yang semula
dianggap sebagai anggota fungi / jamur ini ternyata merupakan protista dan menjadi penyebab
kelaparan besar pada tahun 1845 di Irlandia dan pada tahun 1846 di Dataran Tinggi Skotlandia,
dan menyebabkan emigrasi besar-besaran ke Amerika Serikat.
Miselium P. infestans yang terdiri dari benang-benag hifa yang tidak bersekat dan mengandung
banyak inti yang diploid (Brasier & Sansome, 1975), tumbuh diantara sel-sel tanaman inang.
Makanan diperoleh dari dalam sel yang diserap oleh kaki miselium.
Sporangiofora bercabang-cabang dengan sifat percabangan simpodial dan pertumbuhannya
indeterminate. Pada ujung sporangiofora terbentuk sporangia, dan ini terjadi sebelum cabang
baru yang mendesaknya ke samping tumbuh. Sporangiofora muncul kepermukaaan jaringan
melalui stomata. Sporangium berbentuk bulat telur atau menyerupai buah jeruk limau,
berpapila, berukuran 27 30 x 15 20 mikron. Pada temperatur diatas 20 C sporangium
berkecambah langsung membentuk buluh kecambah sedang dibawah temperatur tersebut
zoospora. Jadi sporangium dapat berfungsi sebagai konidium maupun sebagai zoosporangium,
tergantung pada temperatur lingkungannya. Di gudang penyimpanan, penyakit berkembang dan
bila umbi ditanam tuna-tunas yang tumbuh menunjukan gejala penyakit.

Menurut Sato (1979) infeksi umbi di lapang terjadi pada tanah yang bersuhu 18 C atau lebih
rendah. Di dalam tanah , sporangium tidak dapat bertahan lama. Pada 20 C sporangium masih
tetap hidup selama 5 minggu, sedang pada suhu 30 C hanya 7 hari (Suhardi, 1982).
Pada umumnya penyakit busuk daun kentang dijumpai setelah tanaman berumur 5 6 minggu.
Mula-mula serangan penyakit ini hanya dijumpai ada daun-daun bawah, kemudian merambat ke
atas, ke daun-daun yang lebih muda.
Gejala pertama ialah terdapat bercak kebasah-basahan dengan tepian yang tidak teratur pada tepi
daun atau tengahnya. Bercak kemudian melebar dan terbentuklah daerah nekrotik yang
berwarna coklat. Melingkari daerah nekrotik ini terdapat bagian yang berwarna hijau kelabu
yang menghasilkan sporangium berwarna putih. Penyakit dapat terjadi pada tangkai anak daun ,
warna coklat, melingkar, agak mengendap, dan dapat menimbulkan defoliasi. Pada ujung
batang, penyakit berupa nekrotik yang cepat berkembang pada jaringan tanaman yang masih
muda. Apabila kelembaban udara rendah bercak-bercak nekrotik cepat mengering dan jaringan
sakit menjadi mengkerut, melengkung, atau memutar. Kulit umbi kentang yang berpenyakit
melekuk dan agak berair. Bila dibelah, daging umbi berwarna coklat.
Pengendalian terhadap penyakit lodoh antara lain dengan sanitasi lahan pertanaman. Lantas
menanam bibit yang sehat dan varietas yang tahan terhadap serangan penyakit tersebut.
Selanjutnya, menanam tanaman pagar seperti jagung atau yang lain sebagai penghalang
penyebaran spora dari tanaman yang satu ke tanaman yang lain. Tanaman penghalang ini juga
sebagai pencegah serangan serangga yang mungkin menjadi vektor penyebar penyakit tersebut.
2. Penyakit Kudis
Penyakit kudis disebabkan oleh streptomycetes scabies (Thaxt) Waks & Henrici, yaitu
merupakan termasuk ke dalam kelas Thallobacteria. Streptomyces spp. merupakan genus paling
besar dari ordo Actinomycetales yang termasuk gram positif (Tyo, 2008).
Genus ini kebanyakan dapat ditemukan di tanah dan tumbuhan yang
membusuk. Streptomyces spp. memiliki bau khas yang dihasilkan dari metabolisme dan geosmin
yang menguap (Agrios, 2005).

Streptomyces spp. merupakan bakteri penghuni tanah yang membentuk miselium bercabangcabang dengan ukuran antara 0,5-2,0 m dan membentuk rantai spora pada ujung hifa udara
dengan diameter 0,5-2,0 m. Streptomyces spp. bersifat aerobik, oksidatif, dan sedikit asam yang
diakumulasi dalam medium (Goto, 1992).
Infeksi berlangsung melalui sel-sel umbi- umbi muda, terutama bila keadaan tanah kering (Adam
& Lapwood, 1978). Dilaporkan oleh Lewis (1970) bahwa bila tanah dipertahankan pada
potensial air 80 joule per kg pada kedalaman 25 cm selama masa pertumbuhan kentang, maka
banyak terjadi infeksi kudis. Disamping menyerang kentang, S.scabies menyerang Turnip, bit
dan radish (Hodgson et al., 1974). Kudis biasanya tidak terjadi pada pH dibawah 5, tetapi pada
pH 6 atau lebih dapat meningkatkan serangan.
Gejala penyakit ini tidak tampak pada bagian di atas permukaan tanah. Kulit permukaan umbi
terdapat borok-borok kudis yang menonjol keluar dan biasanya berdiameter 5 8 mm. Mulamula gejala hanya bercak kecil berupa pecahan seperti bintang, kemudian berkembang meluas
dan berwarna gelap. Scab banyak berjangkit pada musim kering dengan temperatur optimum 25
C 30 C.
Pengendalian penyakit ini yaitu menanam umbi yang sehat dan merotasi kentang denga
leguminosae 3 5 tahun. Pencelupan umbi ke dalam formalin 0,05 persen selama satu jam akan
mencegah penularan penyakit melalui umbi. Gunakan pupuk yang agak asam seperti amonium
sulfat. Pertanaman diairi secukupnya dan teratur pada masa awal pertumbuhan (Lapwood et al.,
1973).
3. Layu bakteri.
Penyakit ini masuk ke dalam tanaman melalui akar yang terluka. Bagian yang terserang adalah
umbinya. Kulit umbi berbecak cokelat. Gejala itu menjalar hingga batang. Kalau bagian
batangnya dipotong dan kemudian ditekan, dari bekas potongan akan mengeluarkan cairan yang
warnanya seperti susu. Akibat selanjutnya terjadi kelayuan pada seluruh daun tanaman, yang

dimulai dari bagian pucuk.. Kemudian berwarna cokelat, dan biasanya hanya dalam tempo
beberapa hari, tanaman akan mati.
Serangan layu bakteri terbanyak pada musim hujan atau pada udara lembab. Penularan penyakit
dilapangan terjadi dalam tanah, mungkin lewat rembesan air atau percampuran dengan tanah
yang sudah terinfeksi. Sedangkan penularan digudang dapat disebabkan karena tercemarnya
gudang oleh umbi yang sudah terjangkiti penyakit ini.
Penyakit layu bakteri dikenal sebagai layu bakteri ralstonia akibat bakteri Pseudomonas
(Ralstonia) solanacearum. Gejala umum serangan, beberapa daun muda pada pucuk tanaman
layu; daun tua dan daun bagian bawah menguning, atau tanaman layu sebagian atau keseluruhan
dengan bagian daun yang menguning lalu mati. Gejala ini seperti tanaman yang kekurangan air.
Bila tanaman dicabut tanaman masih kokoh karena sistem perakarannya tidak terganggu.
Bila umbi yang terinfeksi, ketika dilakukan pemanenan, akan tampak lengketan tanah yang
menempel pada ujung stolon atau bagian mata umbi atau bagian ujung umbi. Lengketan tanah
ini akibat lendir yang keluar dari bagian yang terinfeksi. Bila umbi dibelah , maka akan tampak
disklorasi atau warna cokelat disekeliling vaskulernya (melingkar) dan berlendir berwarna putih
susu atau keabu-abuan.
Layu bakteri tersebut menular melalui tanah (soil borne patogen) atau melalui peralatan
pertanian. Sedangkan suhu tinggi dan kelembaban tinggi sangat menguntungkan bagi bakteri.
Suhu optimum bagi perkembangan bakteri 27 37 C dan suhu yang menghambat
pertumbuhannya 8 10 C.
Pengendalian penyakit ini meliputi pemakaian umbi yang sehat, melakukan rotasi dengan
tanaman bukan tanaman inang minimal 4 tahun, mengeringkan tanah pada musim kemarau,
mengurangi pelukaan karena mekanis maupun karena nematoda, penyemprotan tanaman dengan
Agrimisin 15/1.5 WP, serta menerapkan tindakan eradikasi dan sanitasi.
4. Penyakit Layu Fusarium.
Penyebab layu ini disebabkan oleh jamur Fusarium solani (Mart) Sacc, yaitu jamur yang dapat
bertahan di dalam tanah sebagai saprob atau dalam bentuk klamidospora. Dalam bentuk
klasmidospora patogen dapat bertahan paling tidak selama 5 tahun di dalam tanah bera (Booth &
Waterston). Jamur ini menghasilkan mikrokonidia bening, silindris, berukuran 9 - 16 x 2 4
mikron. Makrokonidia berbentuk silindris atau seperti perahu bersekat-sekat dan berukuran 40
100 x 5 7,5 mikron.

Menurut Hodsgon, dkk., (1974), penyebab penyakit ini bertahan dalam tanah atau umbi yang
terinfeksi di gudang. Bila umbi yang terinfeksi ditanam, jamur akan menginfeksi akar dan
menjalar melalui tanaman ke umbi.
Penyakit ini pada umumnya timbul di daerah yang beriklim kering seperti di Jawa Timur.
Serangan penyakit ini sering bersama-sama dengan penyakit kanker batang (Suhardi dkk., 1976).
Gejala penyakit tersebut diawali dengan pertumbuhan tanaman yang tampak tidak normal, daundaun berwarna hijau suram. Dimulai dari daun-daun bawah kelayuan berkembang ke atas.
Daun-daun yang layu kemudian menguning dan akhirnya mengering. Daun-daun pucuk tetap
hijau.
Bila batang kentang disayat, tampak kayunya berwarna coklat. Kadang-kadang pencoklatan juga
dijumpai pada pembuluh tangkai daun. Pada tanah yang basah dan dingin, bagian batang di
bawah permukaan tanah dapat menjadi busuk, tanaman layu dan mati (Hodgson dkk., 1974).
Umbi-umbi yang terserang melekuk pada ujung stolon dan terjadi pencoklatan pembuluh sampai
ke kedalaman yang beragam. Bila mencapai mata umbi, maka tidak akan membentuk tunas
(French, 1972).
Pengendalian penyakit layu fusarium dilakukan sejak awal yaitu, sanitasi lahan dan menanam
bibit yang sehat. Ketika panen jangan sampai umbi terluka dan sebelum disimpan umbi
direndam dengan fungisida dulu (umbi untuk benih atau bibit). Ketika panen, umbi betul-betul
berasal dari tanaman yang jaringannya sudah mati. Kemudian, umbi jangan disimpan dalam
gudang yang lembab. Sistem pertukaran udara atau ventilasi gudang harus baik. Jangan sering
menggeser-geser umbi digudang sampai umbi siap tanam.
Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah :
a. Melakukan pergiliran tanaman yang bukan tanaman terung-terungan.
b. Gudang penyimpanan harus dibersihkan dari hama penyakit sebelum digunakan.
c. Bila diperlukan bisa gunakan pestisida yang dianjurkan.
2.11.Panen.
2.11.1 Ciri dan Umur Panen.

Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman.
Pada varietas kentang genjah, umur panennya 90-120 hari; varietas medium 120-150 hari; dan
varietas dalam 150-180 hari.
Secara fisik tanaman kentang sudah dapat dipanen apabila daunnya telah berwarna kekuningkuningan yang bukan disebabkan serangan penyakit; batang tanaman telah berwarna kekuningan
dan agak mengering. Selain itu tanaman yang siap panen kulit umbi akan lekat sekali dengan
daging umbi, kulit tidak cepat mengelupas bila digosok dengan jari.
2.11.2. Cara Panen.
Waktu memanen sangat dianjurkan dilakukan pada waktu sore hari/pagi hari dan dilakukan pada
saat hari cerah. Cara memanen yang baik adalah sebagai berikut: cangkul tanah disekitar umbi
kemudian angkat umbi dengan hati hati dengan menggunakan garpu tanah. Setelah itu
kumpulkan umbi ditempat yang teduh. Hindari kerusakan mekanis waktu panen.

2.12.Pasca panen.
a.

Penyortiran dan Penggolongan.


Umbi yang baik dan sehat dipisahkan dengan umbi yang cacat dan terkena penyakit. Kegiatan ini
akan mencegah penularan penyakit kepada umbi yang sehat. Kentang di sortir berdasarkan
ukuran umbi (tergantung varitas).

b. Penyimpanan.
Simpan umbi kentang dalam rak-rak yang tersusun rapi, sebaiknya ruangan tempat penyimpanan
dibersihkan dan disterilisasi dahulu agar terbebas dari bakteri. Simpan di tempat yang tertutup
dan berventilasi.
c.

Pengemasan dan Pengangkutan.

Alat pengemas harus bersih dan terbuat dari bahan yang ringan. Pengemas harus berventilasi dan
di bagian dasar dan tepi diberi bahan yang mengurangi benturan selama pengangkutan.
d. Pembersihan.
Petani konvensional hampir tidak pernah membersihkan umbi. Untuk memasarkan kentang di
pasar swalayan/ke luar negeri, kentang harus dibersihkan terlebih dulu. Bersihkan umbi dari
segala kotoran yang menempel dengan lap. Lakukan perlahan-lahan jangan sampai menimbulkan
lecet-lecet. Selain itu umbi dapat dibersihkan dengan cara dicuci di air mengalir yang tidak
terlalu deras kemudian dikeringanginkan. Umbi yang bersih akan memperpanjang keawetan
umbi selain itu juga akan menarik konsumen.

a.
b.
c.
d.

2.13. Standar Produksi.


2.13.1. Klasifikasi dan Standar Mutu.
Menurut ukuran berat, kentang segar digolongkan dalam.
Kecil: 50 gram kebawah.
Sedang: 51-100 gram.
Besar: 101-300 gram.
Sangat besar: 301 gram ke atas.
Menurut jenis mutunya kentang segar digolongkan dalam 2 jenis mutu, yaitu mutu I dan mutu II:

a.

Keseragaman warna dan bentuk: mutu I=seragam; mutu II=seragam.

b. Keseragaman ukuran: mutu I=seragam; mutu II=seragam.


c.

Kerataan permukaan kentang: mutu I=rata; mutu II=tidak disyaratkan.

d. Kadar kotor (bobot/bobot): mutu I=maksimum 2,5%; mutu II=maksimum 2,5%.


e.

Kentang cacat (bobot/bobot): mutu I=maksimum 5%; mutu II=maksimum 10%.

f.

Ketuaan kentang: mutu I=tua; mutu II=cukup tua.


Untuk mendapatkan hasil kentang yang sesuai dengan standar maka dilakukan pengujian yang
meliputi:

a.

Penentuan keseragaman ukuran kentang.


Timbang seluruh cuplikan, kemudian timbang tiap butir dalam cuplikan. Pisahkan butir-butir
yang beratnya diatas/dibawah ukuran berat yang telah ditentukan dan timbanglah semuanya. Bila

presentase berat butir yang diatas/dibawah ukuran berat masing-masing sama/kurang dari 5%
maka contoh dianggap seragam.
b. Penentuan kerataan permukaan kentang.
Timbang seluruh cuplikan dan ukur benjolan yang terdapat pada tiap butir dalam cuplikan.
Pisahkan butir-butir cuplikan yang mempunyai benjolan lebih dari 1 cm sama/kurang dari 10%
jumlah cuplikan maka cuplikan dianggap mempunyai permukaan rata.
c.

Penentuan kadar kotoran.


Timbanglah sampai mendekati 0,1 gram sebanyak lebih kurang 500 gram cuplikan dalam wadah
yang telah ditera sebelumnya dan tuanglah kedalalam sebuah bak kayu yang disediakan khusus
untuk itu. Pilihlah kotoran-kotoran dan timbanglah berat masing-masing.

d. Penentuan cacat pada kentang segar.


Timbang seluruh cuplikan dan tentukan butir-butir kentang yang cacat. Pisahkan butir-butir yang
cacat dan timbanglah semuanya. Bila presentase berat butir-butir yang cacat sama/kurang dari
50%, maka cuplikan dianggap Mutu I dan bila sama/kurang dari 10% maka cuplikan dianggap
Mutu II.
e.

Penentuan ketuaan pada kentang segar


Timbanglah seluruh cuplikan dan tentukan butir contoh yang tua/cukup tua. Pisahkan butir yang
tua/cukup tua dan timbanglah semuanya. Bila presentase berat butir contoh yang kulitnya
mengelupas beratnya lebih dari bagian permukaannya sama/kurang dari 5%, maka cuplikan
dianggap tua dan bila sama/kurang dari 10%, maka cuplikan dianggap cukup tua.
2.13.2. Pengemasan
Kentang disajikan dalam bentuk utuh dan segar. Dikemas dengan keranjang/bahan lain dengan
berat netto maksimum 80 kg dan ditutup dengan anyaman bambu kemudian diikat dengan tali
rotan/bahan lain. Isi kemasan tidak melebihi permukaan.
Di dalam keranjang atau kemasan diberi label yang bertuliskan :

a.

Nama barang.

b. Jenis mutu.
c.

Nama/kode perusahaan/eksportir.

d. Berat netto.
e.

Produksi Indonesia.

f.

Negara/tempat tujuan.

III. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang didapat dalam pembuatan makalah ini adalah :
1. Teknis budidaya tanaman kentang adalah meninjau syarat pertumbuhan tanaman kentang dari
aspek letak strategis, keadaan topografi tanah, dan keadaan suhu dan kelembaban, keadaan curah
hujan, keadaan angin, faktor sinar matahari.
2. Proses persiapan lahan yaitu mencangkul tanah, menggemburkan tanah, membuat bedengan,
membuat saluran air dan meratakan tanah.
3. Dengan lahan seluas satu hektar diperlukan bibit kentang sebanyak 1200-1500 kg yang berat
tiap umbinya antara 30-40 gram.
Setelah lebih kurang 10-12 hari kemudian, maka bibit kentang mulai tumbuh rata di atas tanah.
4. Cara pemberian pupuk buatan adalah diatas pupuk kandang atau diantara umbi bibit dengan
jarak 5cm 7cm di sebelah kanan dan kiri umbi kentang. Jumlah pupuk buatan untuk tanaman
kentang bervariasi, tergantung pada varietas kentang, jenis tanah, kesuburan tanah, lokasi, dan
musim.
5. Penyiraman kentang harus diperhatikan, terutama bila tidak turun hujan. Apalagi pada musim
kemarau.
6. Proses pendangiran dan penyiangan dilakukan agar pertumbuhan tanaman kentang menjadi lebih
baik.
7. Pembumbunan yang dilakukan tidak boleh terlalu tinggi karena bisa mengganggu pernapasan
tanaman kentang di dalam tanah.
8. Biasanya pada umur 25 30 hari, tanaman kentang mulai mengeluarkan bunga. Oleh karena itu,
bunga sebaiknya dipangkas sebelum mekar.
9. Dalam ilmu botani, varietas kentang dicirikan dengan bentuk tanaman, pertumbuhan, daun,
bunga, buah, biji, dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan dalam jenis yang sama.

10. Umur panen pada tanaman kentang berkisar antara 90-180 hari, tergantung varietas tanaman.
11. Proses pasca panen terdiri dari penyortiran dan penggolongan, penyimpanan, pengemasan dan
pengangkutan serta pembersihan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonym.2012. Budidaya Tanaman Kentang. http://bestbudidayatanaman.


blogspot.com/2012/12/Budidaya-Kentang-Budidaya-Tanaman-Kentang-dan-Cara-MenanamKentang.html. Diakses pada tanggal 22 September 2013 pukul 19.05 WIB.
Anonym. 2011. Cara Menanam Kentang. http://konsultasisawit. blogspot.com/2011/11/makalahcara-menanam-kentang-terlengkap.html. Diakses pada tanggal 22 September 2013 pukul 19.53
WIB.
Anonym. 2007. Budidaya Kentang. http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidayakentang.html. Diakses pada tanggal 22 September 2013 pukul 20.03 WIB.
Bonus Trubus. 1998. Analisis Komoditas Kebal Resesi. Kanisius:Yogyakarta
Parabowo, Abror Yudi.2007.Budidaya Kentang(terhubung berkala)
Samadi, Budi. 1997. Usaha Tani Kentang. Kanisius:Yogyakarta.