Anda di halaman 1dari 29

LOGAM BERAT DALAM AIR

Logam berat :
benda padat atau cair yang mempunyai
berat 5 gram atau lebih untuk setiap cm 3,
sedangkan logam yang beratnya kurang
dari 5g adalah logam ringan.
Dapat juga dikarenakan sifat toksiknya
Dalam tubuh makhluk hidup logam berat
termasuk dalam mineral trace atau
mineral yang jumlahnya sangat sedikit

Beberapa mineral trace adalah esensiil karena


digunakan untuk aktivitas kerja system enzim
misalnya seng (Zn), tembaga (Cu), besi (Fe) dan
beberapa unsur lainnya seperti kobalt (Co),
mangaan (Mn) dan beberapa lainnya.
Beberapa logam bersifat non-esensiil dan
bersifat toksik terhadap makhluk hidup
misalnya : merkuri (Hg), kadmium (Cd) dan
timbal (Pb), arsen (As) dan sebagainya.

Unsur-unsur logam berat adalah unsur yang


mempunyai nomor atom dari 22 sampai
92 (Waldichuk, 1974) yaitu sejumlah unsur
seperti merkuri (Hg), arsen (As), kadmium
(Cd), tembaga (Cu), timah (Sn), seng (Zn),
timah hitam (Pb), kobalt (Co), khromium
(Cr), nikel (Ni) dan vanadium (Va) dan
terletak dalam periode tiga sampai tujuh
dalam susunan berkala

Timbal (Pb)
Sifat kimia
Anggota gol. IV (C,Si,Ge,Sn,Pb) yg berupa
logam.
Tdk berikatan dengan atom sesamanya,
tdk berikatan secara kovalen,
mempunyai bil.oks. yg cukup stabil +2 dan
+4.,
membtk senyawa organometal (Pb alkyl
maupun aril).

Akseptor intermediet antara asam keras dan


lunak dlm berinteraksi dengan ligan.
Akseptor kuat :
polaritas dan elektronegativitas yg rendah,
densitas muatan positif yang tinggi, dan
ikatan ion.
Akseptor lunak
membentuk ikatan kovalen.
Pb bersifat seperti alkali tanah, kecuali dalam
hal kelarutannya dalam air.
Pb menyerupai Ca dalam hal deposisi dan
remobilisasi.

Produksi dan penggunaannya


Tiga jenis timbal: corroding, chemical, dan
common silverised
Corroding lead adalah jenis termurni, dipakai
terutama utk pigmen, battery, TEL.
Chemical lead digunakan dalam pembungkus
kabel krn tahan karat.
Common lead digunakan pada konstruksi.
produk logam: amunisi, peti/kas, container
bahan korosif, pipa, pelapis baja, material kedap
suara, insolator, mesin.

produk kimia: TEL, Pb stearat (polimer),


battery/aki
pigmen: cat, terutama Pb merah dan
PbCrO4 utk jalan raya karena warnanya
yang menyolok
lain2: soldir, Pb ferit utk magnet dlm motor
listrik, pelindung radiasi, glasir, pengawet
kapas dan kayu (organometal), aditif pd
pelumas, polimetan katalis, pestisida,
rodentisida, dll.

Pb dlm sistem akuatik


Spesiasi:
Ikatan pd ligan organik dan anorganik.
Hidrolisis endapan (fosfat dan sulfida)
pd pH>6 melrtkan Pb sbg Pb(OH)+.
Pb(OH) tdk akan terbtk pd pH<10.
Pd pH 8.5, Pb(OH)+ adl satu2nya
spesies dlm perairan dgn [Cl-] 35056,200 mg/L.

Meski pd pH 6 [Pb2+]~ [Pb(OH)+], tapi pd pH 8


[Pb(OH)+] lbh besar. Ion ini mempunyai
afinitas thd. situs sorpsi yg berbeda dr Pb 2+.
Pb membtk kelat yg cukup kuat dgn ligan2
organik berisi S,O, dan N, serta media
mikrobia.
Availibilitas dlm media utk
Cd 2+ >>Cu 2+ >>Pb 2+ >>Hg 2+

Ikatan thd partikulat.


Pb terikat pada berbagai partikulat dengan
berbagai BM.
menunjukkan efektifitas perairan untuk
menyangga [Pb2+] yang sangat bervariasi.
Dlm perairan yg tercemar limbah : Pb 2+ sbg
kompleks dgn BM<1400, koloid FeO atau
makromolekul organic, tergantung pd
komposisi air.
Dlm sumber air minum tdk terdeteksi adanya
ion bebas.

Transport Pb dlm perairan alami


Transport Pb tergantung pada proses fisik
dan komposisi kimiawi perairan.
ligan organik > 106 M, kompleks Pb-org
signifikan (partikulat). Yg lain adl ion 2+ dan
PbOH +.
Memasuki muara, [Pb] meningkat krn bbrp
hal: resuspensi sedimen yg meningkatkan Pb
sbg partikulat, debu jatuhan, dan akumulasi dr
input sungai.

Transformasi Pb
Organo-Pb kurang stabil dibandingkan anggota gol IV yg
lain krn lemahnya ikatan Pb-C.
Sifat dan banyak gugus organik mempengaruhi stabilitas
kompleks Pb-organik.
makin banyak gugus makin stabil,
aril-Pb lebih stabil dr alkyl-Pb.
2 (CH3)2PbX2 (CH3)2PbX + PbX2 + CH3X
Reaksi orde 1,
Laju reaksi tergantung pada jenis anion X-:
asetat, perklorat, nitrat, klorida, bromide,
sulfosianida, iodide.

(CH3)2PbX terdisproporsionasi dgn lambat:


3 (CH3)2PbX 2 (CH3)4Pb + PbX2 + CH3X
dimana efek X lebih kecil drpd reaksi pertama

Pb dpt mengalami metilasi secara


kimiawi maupun biologis dlm sediment
yg anaerobik

Residu Pb
Dlm air tawar pristin: 3 g/L,
Disekitar jalan raya dan perkotaan dpt meningkat krn
pembakaran bensin.
Di perairan yg tercemar buangan tailing bias mencapai
500 g/L.
Di Toronto pernah dilaporkan [Pb] mencapai 828 mg/L di
penimbunan salju.
Sumber utama kontaminasi sedimen adalah limbah
tambang.
6000 mg/kg berat kering pernah dilaporkan.
Industri lain atau perkotaan 500 mg/kg berat kering.

Toksisitas Pb
dalam air berbanding terbalik dengan
kesadahannya.
mengganggu kehidupan dan membahayakan
kesehatan manusia karena Pb masuk dalam
rantai makanan.
Pb masuk ke dalam tubuh manusia melalui
pernafasan maupun pencernaan,
Dapat menimbulkan berbagai akibat tergantung
dari bentuk kimianya, seperti Pb organik yang
lebih berbahaya daripada Pb anorganik.

Daya racun Pb
menghambat aktivitas enzim untuk
pembentukan Hb karena Pb terikat sulfur
dalam asam amino dari enzim tersebut.
terakumulasi dalam tulang karena Pb2+
menyerupai Ca2+ menggantikan kalsium
dalam tulang.
Mengganggu perkembangan dan fungsi otak
IQ rendah dan keterbelakangan mental

Merkuri

Sumber Hg di perairan:
industri
deposisi atmosfir
leaching tanah dari pertanian (pestisida dan fungisida).
Logam Hg dalam air umumnya berupa alkil merkuri dan aril merkuri,
seperti etil merkuri klorida (C2H5HgCl) dan fenil merkuri dimetil
ditiokarbarnat (fungisida)

Alkil Hg lebih sulit terurai drpd aril merkuri dan senyawasenyawa merkuri
anorganik

Toksisitas Hg dapat disebabkan oleh dua


bentuk senyawa kimia yaitu inorganic
merkuri dan organic merkuri.
Dalam air, Hg terutama terikat dengan Cl
dan senyawanya berbentuk (HgCl)+,
(HgCl4)-2, HgCl 2 dan (HgCl3)- (Reilly,
1980).
Bentuk kimia dari merkuri ada dua yaitu :
organik (penil-Hg, metoksi-Hg dan alkilHg) dan inorganik (Hg+ , (HgCl) dan Hg2+).

Merkuri organik mempunyai daya racun


yang lebih tinggi dari merkuri inorganik
(Hutagalung, 1984) dan menurut Waldock
(1994) di dalam Lasut (2000) diperkirakan
4-31 kali lebih beracun dari bentuk merkuri
inorganik.
Kasus pencemaran lingkungan banyak
disebabkan oleh toksisitas merkuri
organic, dimana Hg berikatan dengan
rantai alkil yang pendek yaitu ethylmerkuri dan methyl-merkuri

Pengaruh Hg dalam tubuh akibat kemampuannya


berikatan dengan sulfur pada molekul spt enzim dan
dinding sel.
Manusia tercemar Hg terutama melalui makanan.
Mikroba mengubah merkuri menjadi metil merkuri yg
difasilitasi oleh metil kobalamin sebagai berikut :
metil kobalamin

HgC12

CH3HgCl + Cl

Metil kobalamin dihasilkan oleh bakteri metan sebagai


intermediet dalam dekomposisi anaerobic.
Metil merkuri sangat toksik dan dapat merusak sistem
saraf pusat secara permanen.

Toksisitas merkuri (Hg)


Bentuk inorganik : Murni (cair dalam suhu kamar)
Industri logam
sifat: Korosif
HgCl2 >toksik drpd HgCl
divalen>mudah larut drpd monovalen
Bentuk organik: Pestisida, fungisida, Methyl merkuri
Pengawet, Kosmetik
Sifat: Diabsorpsi dalam usus menembus sawar darah otak
dan plasenta teratogenik dan gangguan saraf

Mekanisme: proses presipitasi protein


Menghambat aktifitas enzim
Berikatan dengan: -SH-, -COOH,-NH3
dan -NH2

Berbahaya karena: mudah larut dalam lemak


dan air dapat menembus membran sel saraf
pusat
mudah teroksidasi sehingga bersifat korosif
dan merusak ginjal
Gejala klinis:
Gangguan saraf sensoris
Gangguan saraf motorik:
lemah, tremor
Gangguan lain: mental, sakit kepala dan
hipersalivasi

Kasus Minamata Desease


Terjadi di Teluk Minamata (Jepang)
Pembuangan limbah Chisso Corporation : pabrik
kimia aldehid, plastik, obat-obatan dan parfum
Merkuri digunakan sbg katalisator
1950 produksi naik, limbah >>
Metil merkuri dihasilkan dari proses metilasi
merkuri anorganik oleh bakteri metanogenik (di
sedimen)
1953-1960 : 98 orang yg dirawat

Toksisitas kadmium (Cd)


Kegunaan:

Industri pelapisan logam


Industri Ni-Cd bateri
Proses fotografi
Pabrik gelas dan campuran perak
Produksi foto-elektrik
Fotokonduktor
Industri porselin dan keramik

Dalam industri pertambangan logam Pb dan Zn, proses


pemurniannya akan selalu diperoleh hasil samping
kadmium.yang terbuang kealam lingkungan.

Mekanisme toksisitas: Diabsorpsi dalam


saluran pencernaan, Terakumulasi dalam
dlam ginjal, membentuk ikatan protein
sebagai metalothionein berikatan dengan
sistem enzim dalam gugus: Karboksil
histidil
hidroksil
fosfatil
sehingga kerja enzim terhambat

Gejala: lebih beracun bila melalui inhalasi


akut empisema paru
Kronis: nefrotoksisitas, proteinuria,
glikosuria, aminoasiduria

Kadmium masuk kedalam tubuh manusia


terjadi melalui makanan dan minuman
yang terkontaminasi. Untuk mengukur
asupan kadmium kedalam tubuh manusia
perlu dilakukan pengukuran kadar Cd
dalam makanan yang dimakan atau
kandungan Cd dalam feses.