Anda di halaman 1dari 4

KOMISI ETIK PENELITIAN KESEHATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


THE ETHICAL COMMITTEE OF MEDICAL RESEARCH
MEDICAL FACULTY LAMBUNG MANGKURAT UNIVERSITY

FORMULIR ETIK PENELITIAN KESEHATAN


1.

Judul penelitian :
Potensi Antiinflamasi Jus buah sirsak (Annona muricata L.) Terhadap Denaturasi Protein In
Vitro
Antiinflammatory Potential of Soursop Juice (Annona muricata L.) Against Protein denaturation
In Vitro

2.

Subjek
Pasien

Non Pasien

IKRO/UL

3.

Hewan

Pelaksanaan penelitian
Mei-Juni

4.

Perkiraan waktu Penelitian yang dapat diselesaikan untuk tiap partisipan


2 bulan

5.

Ringkasan usulan penelitian yang mencakup objektif / tujuan penelitian/ manfaat / relevansi
dari hasil penelitian dan alasan / motivasi untuk melakukan penelitian (ditulis dalam bahasa
yang mudah dipahami oleh orang yang bukan dokter)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji Jus buah sirsak (Annona muricata L.) dalam
menghambat reaksi denaturasi protein secara in vitro. Denaturasi protein merupakan salah
satu penyebab reaksi Auto-antigen yang bertanggung jawab atas terjadinya inflamasi yang
diproduksi pada penyakit inflamasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur inhibition
concentration 50 (IC50) jus buah sirsak dan natrium diklofenak. IC50 merupakan standar
pengukuran yang digunakan untuk mengetahui berapa persen konsentrasi jus buah sirsak dan
natrium diklofenak yang dapat menghambat denaturasi protein sebesar 50%.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah dan gagasan penelitian
selanjutnya, serta dapat diaplikasikan oleh masyarakat sebagai salah satu sumber
antiinflamasi untuk melawan dampak buruk reaksi inflamasi.
Alasan penelitian ini perlu dilakukan karena antiinflamasi diperlukan sebagai pertahanan tubuh
terhadap dampak buruk reaksi inflamasi. Selain itu antiinflamasi dianggap sesuatu yang
memiliki manfaat besar bagi masyarakat untuk kesehatan tubuh. Masyarakat saat ini juga
lebih memilih mencari antiinflamasi alami dengan harga murah dan mudah didapat seperti

buah-buahan.

6.

Masalah etik (Nyatakan pendapat anda tentang masalah etik yang mungkin dihadapi)

7.

Bila penelitian ini menggunakan subjek manusia, apakah percobaan pada hewan sudah
dilakukan? Bila belum, sebutkan alasan untuk memulai penelitian ini langsung pada manusia

8.

Prosedur eksperimen (Frekuensi, interval, dan jumlah total segala tindakan invasive yang
akan dilakukan, dosis dan cara pemberian obat, isotop, radiasi dan tindakan lain)

9.

Bahaya potensial yang langsung atau tidak langsung segera atau kemudian dan cara
mencegah atau mengatasi kejadian (termasuk rasa nyeri dan keluhan lain) :

10

Pengalaman terdahulu (sendiri atau orang lain ) dari tindakan yang hendak diterapkan :

11

Bila penelitian ini menggunakan orang sakit dan dapat memberi manfaat untuk subjek yang
bersangkutan, uraikan manfaat itu :

12

Bagaimana cara memilih pasien / sukarelawan sehat ?

13

Bila peneliti ini menggunakan subjek manusia, jelaskan hubungan antara peneliti utama
dengan subjek yang diteliti :
Dokter - Pasien

Guru Murid

Majikan anak buah

Lainnya

14

Bila peneliti ini menggunakan orang sakit, jelaskan diagnosis dan nama dokter yang
bertanggungjawab merawatnya. BIla menggunakan orang sehat jelaskan cara pemeriksaan
kesehatannya.

15

Jelaskan cara pencatatan selama penelitian, termasuk efek samping dan komplikasi bila ada
Pencatatan data dibuat dalam bentuk tabel setelah dilakukan pengukuran panjang gelombang
kelompok uji (ekstrak buah pisang mauli) dan kelompok standar (asam askorbat) dengan
spektrofotometri.

16

Bila penelitian ini menggunakan subjek manusia, jelaskan bagaimana cara memberitahu dan
mengajak subjek (lampirkan contoh surat persetujuan subjek) bila pemberitahuan dan
kesediaan subjek bersifat lisan, atau bila karena sesuatu hal subjek tidak dapat atau tidak
perlu dimintakan persetujuan, berilah alasan yang kuat untuk itu .

17

Bila penelitian ini menggunakan subjek manusia apakah subjek dapat ganti rugi bila ada
gejala efek samping ? berapa banyak?

18

Bila penelitian ini menggunkan subjek manusia, apakah subjek diasuransikan


Ya

Tidak

Mengetahui,
Pembimbing KTI

Banjarmasin,
Peneliti Utama

dr. Dona Marisa, M.Biomed

Alvisha Nadhila Ramadhinta

Telah diperiksa dan disetujui pada tanggal : .

Banjarmasin, 15 Juli 2014


Ketua Komisi Etik Penelitian
FK. Unlam

Dr. dr. Zairin Noor Helmi, SpOT(K).MM.FICS


NIP. 19611120 198802 1 002