Anda di halaman 1dari 4

UTS Sejarah Maritim

Rizky Fajar Abdillah


1106056636

1. Jelaskan mengenai temuan arkeologi bawah air atau tinggalan bawah


air beserta peta atau foto.
Sebelum menjelaskan mengenai arkeologi bawah air, ada baiknya
mengenal dahulu apa definisi dari arkeologi bawah air tersebut.
Arkeologi bawah air adalah bagian dari disiplin arkeologi yang
mempelajari kehidupan manusia masa lampau dengan memanfaatkan
peninggalan fisik (situs, struktur, dan artefak) yang ditemukan di
lingkungan bawah air. Benda-benda tersebut dapat ditemukan di
bawah air tawar (pedalaman) maupun air asin (laut), baik yang dapat
terlihat di dasar laut maupun yang masih terbenam di bawahnya. Situs
arkeologi bawah air dapat mencakup berbagai peninggalan, misalnya
kapal tenggelam, perahu dan kendaraan air lain, juga termasuk
pesawat terbang yang jatuh karena kecelakaan dan terkubur di dasar
laut, juga bangunan-bangunan yang terbenam seluruhnya ataupun
sebagian, misalnya perangkap ikan, jembatan, dermaga, jeti dan
tembok pemecah gelombang. Juga masuk ke dalamnya sisa-sisa
kegiatan manusia yang asalnya di darat, tetapi kemudian tenggelam
sebagai akibat dari naiknya muka air atau terjadi erosi (Raharjo:2010).
Data arkeologi bawah air di kawasan nusantara:
Perairan Indonesia memiliki potensu sumberdata arkeologi bawah air
yang cukup banyak, baik yang berada di jalur sungai-sungai yang
menghubungkan pusat-pusat kerajaan besar di Sumatra maupun di
Jawa, serta di jalur-jalur pelayaran laut (pantai utara Jawa, Selat

Malaka, Selat Makassar, Maluku) dari berbagai periode sejarah. Datadata dibawah ini menggambarkan sebagian data tersebut yang sudah
berhasil diidentifikasi berdasarkan hasil survei dan studi pustaka
(Pratikto, Widi Agoes 2005).
Sumber

Jumlah

Sejarah Maritim Indonesia

Ribuan kapal

BRKP, LIPI, Dishidros TNI AL, dan


Litbang Oceanologi
Arsip Organisasi Arkeologi di
Belanda
Tony Wells, Shipwrecks & Sunken
Treasure
Arsip Spanyol, Korea, Jepang, Cina,
dan Eropa lainnya

463 Kapal

245 kapal VOC

186 Kapal VOC

Proses inventarisasi

Selain data-data tersebut, adapun data kapal tenggelam dan sebaran lokasi
yang berhasil dihimpun oleh Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP),
Departemen kelautan dan perikanan adalah sebagai berikut:
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Daerah Persebaran
Selat Bangka
Belitung
Selat Gaspar, Sumatera Selatan
Selat Karimata
Parairan Riau
Selat Malaka
Kepulauan Seribu
Perairan Jawa Tengah
Karimun Jawa, Jepara
Selat Madura
NTB/NTT
Pelabuhan Ratu
Selat Makassar
Perairan Cilacap, Jawa Tengah

Lokasi
7
9
5
3
17
37
18
9
14
5
8
134
8
51

15
16
17
18
19
20
21

Perairan Arafuru, Maluku


Perairan Ambon Buru
Perairan Halmahera Tidore
Perairan Morotai
Teluk Tomini
Irian Jaya
Kepulauan Enggano
Total Lokasi
Sumber: BRKP, DKP

57
13
16
7
3
31
11
463

Peta diatas merupakan data pola persebaran data kapal tenggelam di perairan
Indonesia.

Hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus kepada pemerintah Indonesia,


karena dengan melakukan eksplorasi maupun pengangkatan muatan kapal
tenggelam dapat menyelamatkan harta-harta milik Indonesia tersebut.
Sebelumnya pada tahun 1985-1986 seorang pemburu harta karun warga
negara Australia Michael Hatcher menjarah harta karun di parairan
nusantara di Karang Heliputan, Tanjung Pinang, yang mengangkat 126 emas
batangan dan 160.000 benda keramik dinasti Ming dan Ching. Dari hasil
pelelangan tersebut diketahui keuntungan tersebut dibagi untuk Hatcher
sendiri, investor, serta pemerintah Belanda.

Menurut Luc Heymans (pengangkat harta karun dari bangkai kapal berusia
1.000 tahun di perairan Cirebon, Jawa Barat), Hatcher datang ke Indonesia
lalu menjual, terus datang lagi, tidak bekerja sendiri baik di darat maupun di
dalam laut. Kebebasan Hatcher beroperasi di Indonesia pasti didukung oleh
banyak pihak.

Michael Hatcher
Pemerintah saat ini sudah mulai melakukan kemajuan mengenai sector
kemaritiman dengan mengadakan Menko Maritim yang diharapkan menjadi
salah satu penggerak untuk selanjutnya agar dapat menjadikan Indonesia
menjadi Berjaya kembali sebagai negara maritim.