Anda di halaman 1dari 31

Lekemia :

1.
2.
3.
4.

AML
CML
ALL
CLL

Lekemia akut:

Lekemia akut adalah keganasan klonal dari jaringan


hemopoietik ditandai dengan proliferasi sel blast
didalam sstl dan gangguan produksi sel darah normal,
menyebabkan anemia dan trombositopenia.
Sel blast > 30 %.

Etiologi dan patogenesis:

Faktor lingkungan: radiasi dengan dosis tinggi,


pengobatan dengan zat alkylating/obat sitotoksik
lain(obat kanker) dan terpapar dengan benzene
secara kronik.
Kelainan mieloproliferatif kronik.
Dapat muncul pada penderita AIDS, sindroma Down
dan Bloom atau anemia Fanconi.
Kelainan genetik yi abnormalitas kromosom.

Lekemia Limfoid Akut:

Proliferasi limfoblas invasi sel-sel blas


kejaringan / organ lain:
SSP
hati
limpa
kelenjar getah bening
penekanan terhadap:
eritropoiesis
trombopoiesis

Gambaran Klinis:

90 % terdapat pada anak-anak < 14 thn.


Anemia
Netropenia
Perdarahan
Nyeri tulang
Kel limf >
Hepatomegali
Splenomegali
Infiltrasi ke SSP :

Sakit kepala, bisa sampai lumpuh.

Laboratorium:

Lekositosis.
Limfoblas > 30 %.
Anemia.
Granulositopenia / netropenia.
Trombositopenia.
Kelainan pembekuan darah.

Pengobatan:

1. Suportif : transfusi PRC, trombosit, granulosit.


isolasi
antibiotika
allopurinol
SDD.
2. Medikamentosa:
kemoterapi: vinkristin, daunorubisin, prednison.
profilaksis terhadap SSP : metotreksat intra tekal.

Prognosa:

Terbaik pada anak-anak.

Terburuk pada dewasa.

Lekemia mieloblastik akut:

AML merupakan lekemia akut yang terdapat 80 % pada


orang dewasa, sekitar 15-20 % pada anak-anak.
AML adalah lekemia yang sering dijumpai pada
neonatus.
Jumlah sel-sel blas diperifer > 30 %.

Gambaran klinis:

Karena anemia : pucat, lelah, lesu, palpitasi, dispnoe


waktu bekerja.
Karena trombositopenia: ptekie, epistaxis, perdarahan
gingiva, perdarahan conjunctiva, perdarahan yang
memanjang karena luka kecil.
Sering infeksi kulit.
Anorexia
Demam pada awal-awalnya.

10

Gambaran klinis 2:

Splenomegali atau hepatomegali sekitar 1/3 penderita.


Limadenopati jarang sekali.
Sel-sel lekemia dapat menginfiltrasi organ-organ lain,
tetapi jarang menyebabkan ganguan fungsi organ
tersebut.

11

Laboratorium:

Selalu anemia dan trombositopenia.


Setengah penderita jumlah lekosit < 5000/l dan
netrofil absolut (ANC) < 1000/l.
Mieloblas 3-95 %.
Auer rods 1-10 %.
Sstl mengandung sel-sel blas lekemia.
Asam urat dan LDH .

12

Terapi:

1. Induksi remisi : Daunorubisin, sitosin


arabinosid dan etoposid.
2. Konsolidasi : dengan kombinasi yang
sama.
3. Pemeliharaan : sitosin dan 6-tioguanin,
secara intermiten.
4. Intensifikasi lebih lanjut selama 1 tahun.
5. Transplantasi sumsum tulang.
6. Terapi suportif.
7. Profilaksis.
13

Lekemia mielositik (granulositik) kronik.


Merupakan kelainan mieloproliferatif
yang kronik dan klonal.
Mencakup 20% dari semua lekemia.
Sering mengenai umur pertengahan.
90% terdapat kromosom Philadelphia
translokasi lengan panjang
kromosom 22 ke kromosom 9.

14

Gambaran klinis:

Terdapat pd kedua jenis kelamin.


Umur sering antara 50 60 thn.
1. Gejala hipermetabolik.
2. Splenomegali.
3. Anemia.
4. Memar, epistaksis, menoragia, perdarahan empat
lain.

15

Gambaran diagnostik:

1. Lekositosis, selalu > 50.000/ml


2. Spektrum sel mieloid lengkap terlihat pd darah
tepi.
3. Kromosom Philadelphia.
4. Sumsum tulang hiperseluler terutama
granulopoietik.
5. Anemia normokrom normositik.
6. Hitung trombosit dapat meningkat, normal atau
menurun.

16

Terapi :

1. Busulfan atau
2. Hydroxyurea.
3. STI571.
4. Allopurinol.
5. Penyinaran.

17

Keganasan sel
limfosit.
1.

Limfoma Non Hodgkin


2. Limfoma Hodgkin

18

Limfoma Maligna:

Proliferasi abnormal dari sistem limfoid


dan struktur pembentuknya terutama
menyerang kelenjar getah bening.

19

Limfoma Non-Hodgkin:

Suatu kelompok penyakit beraneka ragam


yang bervariasi, dari penyakit yang sangat
proliferatif dan cepat fatal, sampai pada
keganasan yang paling lamban dan dapat
ditoleransi dengan baik oleh manusia.
Suatu neoplasma solid (padat) dari sistem
imun (sel-B atau T) yang selalu mengenai
kelenjar getah bening.
20

Etiologi dan patogenesis

4 % dari semua kanker di AS.


Disangkakan penyebabnya virus Ebstein-Barr.
Umur median sekitar 50 thn.

21

Tingkat keganasannya:

1. Tingkat keganasan rendah (low grade).


2. Tingkat keganasan sedang
(intermediate grade).
3. Tingkat keganasan tinggi (high grade).

22

Gejala klinis:

Pembesaran kel. limf superfisial yang tidak nyeri (selalu dileher).


Gejala kostitusional : demam, keringat malam, BB menurun.
Anemia, infeksi, purpura.
Kelainan abdomen :

Hepar dan lien >


Kel.limf retroperitoneal dan mesenterik.
Sal. Gastrointestinal dan sstl.

Organ lain: kulit, otak, testis, tiroid dapat terkena.


Kelenjar orofaring (cincin Waldeyer) 5-10%.
Efusi pleura atau asites.
Nyeri belakang atau tungkai.

23

Gambaran hematologis :

Anemia normokrom normositer.


Limfosit dapat meninggi.
Kalau mengenai sstl : netropenia,
trombositopenia, leko-eritroblastik.
Kadang-kadang dapat ditemukan sel limfoma
pada darah tepi.
Biopsi sstl bisa didapatkan suatu fokus infiltrasi
limfoma sekitar 20 % pasien.
24

Terapi :

LNH keganasan rendah tidak perlu diterapi. Kalau keluhan


(+) diberi obat tunggal :

LNH keganasan sedang diterapi adjuvan :

Siklofosfamid
Klorambusil
COP.
CHOP atau
BACOP

LNH keganasan tinggi diterapi utama, bedah dan radiasi.

25

Diagnosa banding:

1. Limfadenitis tuberkulosa.
2. Metastasis Ca.
3. Lekemia.
4. Mononukleosus infeksiosa.

26

Prognosis:

Kurang baik pada:

Ada simptom B: demam, keringat malam, BB menurun.


Tingkat keganasan tinggi.
Umur > 60 thn.
Penyakit ekstra nodal.
Besar kelenjar > 10 cm.
Meningkatnya kadar LDH serum.

27

Limfoma Hodgkin (penyakit Hodgkin):

Suatu keganasan jaringan limfoid dengan


gambaran histopatologinya terdapat sel
Reed-Sternberg.

28

Gambaran klinis:

60-65 % mengenai laki-laki.


60-70 % lesi awal didaerah leher dan kepala.
10-15 % diketiak.
6-12 % diinguinal.
Benjolan mudah digerakkan, lunak, tidak nyeri, tidak simetris.
Splenomegali, hepatomegali.
Mediastinum, mesenterium.
Gejala konstitusi menonjol pd pasien dg penyakit menyebar
luas.
Demam Pel-Ebstein.
Pruritus, bisa hebat.

29

Gambaran hematologis :

Anemia normokromik normositik.


Lekositosis sering ditemukan dg netrofil .
Sstl bisa diinfiltrasi kegagalan sstl.
Bila penyakit lanjut limfopenia.
Hitung trombosit normal atau agak meninggi.

30

Terapi :

Radioterapi:

4000 4400 cGy total.


150 200 cGy per fraksi.

Kemoterapi :

MOPP
ABVP

31